Anda di halaman 1dari 12

KAIDAH-KAIDAH USHUL FIQH

Oleh Kelompok 1 : Liska Damiati (1112082000065) Fanni Nurfarizah (1112082000066)

PEMBAHASAN
A. B. C.

D.

Pengertian Kaidah Ushul Fiqh Kaidah-Kaidah Fiqh Terkait Ibadah Kaidah-Kaidah Fiqh Terkait Muamalah Penerapan Kaidah Fiqh

PENGERTIAN KAIDAH USHUL FIQH

Definisi

Objek Kaidah-Kaidah Ushul Fiqh


Sejarah dan Perkembangan

Manfaat

DEFINISI KAIDAH USHUL FIQH

Prof. Dr. Muhammad Syabir Suatu perkara kulli (kaidah-kaidah umum) yang dengannya bisa sampai pada pengambilan kesimpulan hukum dari dalil-dalilnya yang terperinci.

OBJEK KAIDAH USHUL FIQH


Objek Ushul Fiqh -- > sumber hukum dan metode penggalian hukum Objek Kadiah ushul Fiqh -- > dalil hukum (ushul fiqh sendiri)

SEJARAH DAN PERKEMBANGAN


Mengenai Ilmu Ushul Fiqh, ilmu ini lahir sejak abad ke 2 H. Ketika Islam semakin bertambah luas dengan hasil kemenangan yang diraih, dan bangsa Arab telah banyak bergaul dengan bangsa-bangsa lain, sehingga timbul interaksi bahasa dan tulis-menulis, maka beberapa sinonim dan gaya bahasa Arab tercampur dengan bahasa lain.

MANFAAT KAIDAH USHUL FIQH


Mengangkat derajat seseorang
Asas dan pondasi seluruh ilmu-ilmu islam lainnya Mempermudah seseorang untuk mengetahui hukum Allah dalam setiap peristiwa hukum yang dihadapinya Membentuk kembali ilmu ushul fiqh dalam bentuk yang baru Untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat

KAIDAH FIQH TERKAIT IBADAH


1. Hukum asal dalam ibadah adalah menunggu dan mengikuti tuntunan syariah 2. Suci dari hadas tidak ada batas waktu 3. Percampuran dalam ibadah mewajibkan menyempurnakannya 4. Tidak bisa digunakan analogi (qiyas) dalam ibadah yang tidak bisa dipahami maksudnya 5. Tidaklah sah mendahulukan ibadah sebelum ada sebabnya

6. Setiap tempat yang sah digunakan untuk shalat sunnah secara mutlak, sah pula digunakan shalat fardhu 7. Mengutamakan orang lain pada urusan ibadah adalah makruh dan dalam urusan selainnya disenangi 8. Keutamaan yang dikaitkan dengan ibadah sendiri adalah lebih utama daripada yang dikaitkan dengan tempatnya 9. Bumi ini seluruhnya adalah masjid kecuali kuburan dan kamar mandi 10. Kekhawatiran membolehkan qhasar shalat

KAIDAH FIQH TERKAIT MUAMALAH


1. Hukum asal dari sesuatu (muamalah) adalah mubah sampai ada dalil yang melarangnya (memakruhkannya atau mengharamkannya 2. Hukum asal dalam transaksi adalah keridhaan kedua belah pihak yang berakad, hasilnya adalah berlaku sahnya yang diakadkan 3. Tiada seorangpun boleh melakukan tindakantindakanhukum atas milik orang lain tanpa izin si pemilik harta 4. Akad yang batal tidak menjadi sah karena dibolehkan 5. Izin yang datang kemudian sama kedudukannya dengan perwakilan yang telah dilakukan lebih dahulu

6. Pemberian upah dan tanggung jawab untuk mengganti kerugian tidak berjalan bersamaan 7. Manfaat suatu benda merupakan faktor pengganti kerugian 8. Risiko itu menyertai manfaat 9. Apabila sesuatu akad batal, maka batal pula yang ada dalam tanggungannya 10. Setiap akad muawadhah yang sah diberlakukan selamanya, maka tidak sah diberlakukan sementara

PENERAPAN KAIDAH FIQH


1. Kehati-hatian dalam penggunaannya 2. Ketelitian dalam mengamati masalah-masalah yang ada di luar kaidah yang digunakan 3. Memerhatikan sejauh mana kaidah yang digunakan berhubungan dengan kaidah-kaidah lain yang mempunyai ruang lingkup yang lebih luas