Anda di halaman 1dari 2

Rahadian Prayogo U 115020300111027/CA

CONTOH KOMBINASI BISNIS 1. Bank Rabobank International Indonesia Setelah sebelumnya didirikan dengan nama PT Rabobank Duta dan beberapa kali berganti nama, pada tahun 2000 PT Bank Rabobank Internasional Indonesia menjadi nama resmi perusahaan. Pada bulan Juli 2008, Rabobank Indonesia menyelesaikan merger resminya dengan Hagabank (PT Bank Haga) dan Bank Hagakita (PT Bank Hagakita) yang telah memperkuat kehadirannya di sektor korporasi, UKM dan ritel di Indonesia diikuti dengan posisi yang kuat dalam bisnis pangan dan agribisnis (F&A). Transaksi ini merupakan proses merger, di mana pihak pengakuisisi melebur perusahaannya dengan bank yang diakuisisi, akan tetapi tetap menggunakan nama pihak pengakuisisi. 2. Bank CIMB Niaga CIMB Niaga pertama kali didirikan pada tanggal 26 September 1955 sebagai bank swasta nasional dengan nama Bank Niaga. Commerce Asset Holdings Berhad (CAHB), yang sekarang dikenal luas sebagai CIMB Group Holdings Berhad, mengakuisisi saham Bank Niaga pada tahun 2002. Tahun 2007, seluruh kepemilikan saham berpindah ke CIMB Group sebagai bagian dari reorganisasi internal untuk mengkonsolidasi kegiatan seluruh anak perusahaan CIMB Group. Pada bulan Mei 2008, Bank Niaga resmi berubah nama menjadi Bank CIMB Niaga. Dalam rangka memenuhi kebijakan Single Presence Policy (SPP) yang ditetapkan Bank Indonesia, Khazanah Nasional Berhad sebagai pemilik saham mayoritas Lippo Bank dan juga saham pengendali Bank Niaga (melalui CIMB Group), melakukan penggabungan (merger) kedua bank tersebut secara resmi pada tanggal 1 November 2008 yang diikuti dengan pengenalan logo kepada masyarakat luas. Transaksi ini merupakan proses merger, dengan melebur kedua bank menjadi satu dan merubah nama perusahaan dalam menjalankan operasi. 3. Sony Akuisisi Sony Ericsson SONY Corp telah resmi melakukan take over terhadap perusahaan joint venturenya, Ericsson akhir tahun 2011 lalu. Ponsel besutan Sony Ericsson pun kini beralih nama menjadi Sony. Demi mengalahkan penguasa pasar (market leader) smartphone seperti Apple Inc, Sony corp akhirnya mengakuisisi Ericsson dengan nilai restrukturisasi mencapai USD 1,5 miliar atau setara Rp 13,62 triliun. Transaksi ini meruapakan akuisisi joint venture di mana perusahaan joint venture lebur menjadi

satu dengan perusahaan acquirer dan melanjutkan operasi denganmenggunakan nama perusahaan acquirer. 4. Indofood CBP Akuisisi Indonesia PepsiCo Rp 300 Miliar PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk akan mengakuisisi PT Pepsi-Cola Indobeverages--produsen minuman Pepsi yang dijual di Indonesia--senilai 30 juta dollar AS atau sekitar Rp 300 miliar. Langkah itu dilakukan dalam rangka konsolidasi bisnis. Akuisisi dilakukan melalui anak usaha perseroan yang merupakan patungan dengan Asahi Group Holdings Ltd, yaitu PT Indofood Asahi Sukses Beverage dan PT Asahi Indofood Beverage Makmur. Adapun Pepsi-Cola Indobeverages (PCIB) merupakan perusahaan patungan antara PT Gapura Usahatama (perusahaan yang masih terafiliasi dengan Grup Salim) dengan Seven-Up Nederland BV yang merupakan perusahaan aviliasi PepsiCo. Transaksi ini merupakan akuisisi joint venture yang membentuk hubungan parent subsidiary. 5. SCTV Akuisisi Indosiar PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), induk usaha PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), pemilik stasiun televisi SCTV, telah mengambil alih 27,24 persen saham PT Indosiar Karya Media Tbk (IDKM), pemilik stasiun televisi Indosiar dari pemegang sahamnya PT Prima Visualindo. Harga transaksi saham IDKM yang disepakati sebesar Rp900 per saham, lebih murah dari harga pasar yang sebesar Rp1.010 per saham. Terhitung sejak saat penyelesaian recana pengambialihan tersebut, EMTK akan menjadi pemegang saham tunggal terbesar IDKM dengan kepemilikan 27,24 persen. Jumlah nilai dari rencana pengambialihan saham dan penawaran tender akan dibiayai dari sumber internal dan peminjaman. Transaksi ini merupakan proses akuisisi yang membentuk hubungan parent subsidiary.