Anda di halaman 1dari 4

BAB I PENDAHULUAN Stroke pada anak cukup jarang, namun penting dikenali karena komplikasi dan diagnosis bandingnya

yang luas. Kasus stroke yang terjadi pada neonatus, anak-anak dan dewasa muda hanya berjumlah kurang dari 5% dari seluruh kasus stroke.2 Risiko terjadinya stroke dari lahir sampai usia 18 tahun mendekati 11 per 100.000 anak per tahun.3 Stroke adalah salah satu dari 10 penyebab utama kematian pada anak.1-3 Laporan insidensi dan prevalensi stroke pada anak meningkat sejalan dengan kemajuan teknik pencitraan.2,4 Diagnosis stroke pada anak cukup sulit karena gejalanya yang non spesifik.1 Penelitian menunjukkan keterlambatan diagnosis sejak onset gejala sampai dengan 35-72 jam. Kajian pada 50 anak dengan stroke iskemik akut menunjukkan bahwa 64% pasien tidak mendapatkan konsultasi dokter saraf anak yang memadai, dan 39% pasien tidak menjalani pemeriksaan pencitraan (CT Scan atau MRI) yang seharusnya.1 Stroke pada anak penting dibahas karena memiliki faktor risiko dan gambaran klinis yang berbeda dengan stroke pada dewasa. Pada periode neonatus, stroke dapat bermanifestasi berupa kejang. Sedangkan pada masa bayi, gejala stroke dapat berupa preferensi tangan secara dini yang patologis. Di samping itu, penyebab gangguan serebrovaskuler pada anak sangat beragam dan tidak ada satu pun faktor risiko yang menonjol. Apalagi sekalipun teknik diagnostik non invasif telah berkembang pesat, ternyata masih cukup banyak dokter yang terbatas pengetahuannya mengenai gangguan serebrovaskuler pada anak. Kajian pustaka ini menelaah bukti-bukti ilmiah terkini tentang patofisiologi, faktor risiko, gambaran klinis, terapi, dan prognosis pada stroke onset anak-anak.

BAB II PEMBAHASAN a. Definisi Menurut WHO, 1986, stroke adalah tanda-tanda klinis yang berkembang cepat akibat gangguan fungsi otak fokal (atau global), dengan gejala-gejala yang berlangsung selama 24 jam atau lebih, atau menyebabkan kematian, tanpa adanya penyebab lain yang jelas selain vaskuler.2 Stroke pada anak didefinisikan sebagai gangguan serebrovaskular yang terjadi pada usia antara 30 hari (1 bulan) sampai 18 tahun.3 Definisi lain menyebutkan stroke pada anak adalah stroke yang terjadi pada usia antara 28 hari setelah lahir sampai 18 tahun.3 b. Epidemiologi Insidens stroke yang terjadi pada anak relatif sama. Menurut Abram dkk, beberapa penelitian epidemiologis menunjukkan bahwa insidensnya berkisar antara 2,52,7 per 100.000 anak/tahun Angka ini hampir sama dengan yang ditemukan oleh Broderick dkk (2,7/100.000anak/tahun), dan Schoenberg dkk (2.52/100.000anak/tahun) di Rochester, Minnesota,1,2,6. Di Kanada, insidensnya relatif lebih kecil yaitu 1,2/100.000anak/tahun. Sedangkan menurut Nelson Textbook of Pediatrics, insidensnya 1-3/100.000anak/tahun2. Schoenberg dkk juga menemukan bahwa insidens untuk stroke hemoragik adalah 1,89/100.000anak/tahun, sedangkan untuk stroke iskemik

0,63/100.000anak/tahun. Pada anak, 55% kasus disebabkan oleh stroke iskemik dan 45% sisanya oleh stroke hemoragik, sedangkan pada orang dewasa 80% kasus adalah stroke iskemik.

Stroke dapat terjadi pada anak usia berapa saja. Insidens tertinggi dijumpai pada usia < 2 tahun, dan kemudian menurun sesuai dengan pertambahan usianya. Tidak dijumpai perbedaan yang bermakna antara kedua jenis kelamin c. Etiologi

d. Anatomi Fisiologi e.

DAFTAR PUSTAKA
1. Pinzon R, Stroke Pada Anak. Cermin Dunia Kedokteran. Jakarta, 2007 (diunduh tanggal 8 Desember 2013). Tersedia di :

http://www.kalbemed.com/Portals/6/14_Stroke%20pada%20Anak.pdf

2. Rambe AS. Stroke pada Anak. Universitas Sumatra Utara,2010 (diunduh tanggal 8 Desember 2013). Tersedia di :

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/18686/1/mkn-des200740%20%282%29.pdf 3. American Heart Association. Knowing No Bounds: Stroke in Infants and Children. AHA 2010 (diunduh 8 Desember 2013). Tersedia dari:

http://www.strokeassociation.org/idc/groups/strokepublic/@wcm/@hcm/@sta/document s/downloadable/ucm_311389.pdf 4.