Anda di halaman 1dari 58

12/3/2011 PS S1 Teknik Elektro 1

MEDAN ELEKTROMAGNETIK 2
TKE 1404
Kontrak Kuliah
12/3/2011 PS S1 Teknik Elektro 2
Penilaian:
Tugas : 20%
Quiz : 20%
Lain2 : 10%
UTS : 25%
UAS : 25%
- Saat Ujian, MEMATUHI TATA TERTIB UJIAN
- Suasana Ujian Tenang dan Tertib
- Untuk Quiz, UTS dan UAS tidak
diperbolehkan bekerjasama. (Yang bertanya
dan yang menjawab diberikan sanksi nilai
maksimal = D)
- Bila terdapat kesamaan jawaban pada lembar
jawaban untuk soal essay nilai maksimal = D
- Peserta yang membawa contekan saat ujian
diberikan nilai maksimal = E
- Tugas, Quiz, UTS dan UAS dikumpulkan/
dilaksanakan tepat waktu, tidak ada
toleransi susulan (kecuali sakit/ijin
yang disertai surat dan ditandatangani oleh
pejabat berwenang)
- Tidak ada titip absen (sanksi: pengurangan nilai
absensi utk satu kelas)
12/3/2011 PS S1 Teknik Elektro 3
BAB 8 Medan Magnetik Tunak
Hukum Biot-Savart
Anggap ada arus I yang mengalir dalam filamen yang panjang vektor diferensialnya dL,
hukum Biot Savart menyatakan bahwa pada setiap titik P, besar intensitas medan magnetik
yang ditimbulkan oleh unsur diferensial tersebut berbanding lurus dengan (1) perkalian arus,
(2) besar panjang diferensial dan (3) sinus sudut antara filamen dengan garis yang
menghubungkan filamen tersebut ke titik P. Besar intensitas medan magnetik berbanding
terbalik dengan jarak kuadrat (jaraknya antara unsur diferensial dengan titik P).
Tetapan pembandingnya = 1/4t
Hukum Biot Savart menyatakan intensitas medan
magnetik dH
2
yang ditimbulkan oleh unsur arus
diferensial I
1
dL
1
. Arah dH
2
masuk ke bidang kertas.
12/3/2011 PS S1 Teknik Elektro 4
Hukum Biot-Savart
Hukum Biot-Savart dapat diekspresikan dalam bentuk sumber
yang terdistribusi seperti kerapatan arus J dan kerapatan arus
permukaan K. Jika kerapatan arus permukaannya serbasama
maka arus total I pada kelebaran b adalah
12/3/2011 PS S1 Teknik Elektro 5
Hukum Biot-Savart
Kerapatan arus permukaan diukur dalam ampere
permeter lebar dengan lambang K. Untuk kerapatan
arus tak serbasama,
Bentuk alternatif lain dari hukum Biot-Savart adalah
12/3/2011 PS S1 Teknik Elektro 6
Hukum Biot-Savart
Hukum Biot-Savart pada filamen lurus yang
panjangnya tak berhingga.
12/3/2011 PS S1 Teknik Elektro 7
Hukum Biot-Savart
Garis-garis medan intensitas medan
magnetik disekitar seutas filamen yang
panjangnya tak berhingga yang dialiri
arus I. Arah arusnya masuk ke bidang
kertas.
12/3/2011 PS S1 Teknik Elektro 8
Hukum Ampere (Konduktor)
Gambar 6 konduktor yang
dialiri arus total I. Integral
garis H sepanjang lintasan
tertutup a dan b sama
dengan I, dan integral
sepanjang lintasan c
kurang dari I, karena tidak
seluruh arus terlingkungi
oleh lingkaran.
Gambar 6
12/3/2011 PS S1 Teknik Elektro 9
Hukum Ampere (Kabel Sesumbu)
Gambar 7a. Penampang
kabel sesumbu yang
membawa arus I terbagi
serbasama pada konduktor
dalam dan I pada
konduktor luar. Medan
magnetik pada setiap titik
ditentukan dengan hukum
integral Ampere. Gb.7b.
Filamen arus pada =1 ,
|=|1 menimbulkan
komponen H | yang saling
meniadakan. Gambar 7
12/3/2011 PS S1 Teknik Elektro 10
Hukum Ampere
Gambar 8
Gambar 8. Besar intensitas medan magnetik sebagai fungsi dari jejari
pada saluran transmisi yang panjangnya tak berhingga.
12/3/2011 PS S1 Teknik Elektro 11
Hukum Ampere (arus permukaan)
Gambar 9
Gambar 9. Lembaran arus permukaan
K = Ky ay pada bidang z = 0. H dapat
dicari dengan memakai hukum integral
ampere pada lintasan 1-1-2-2 dan 3-
3-2-3.
lintasan 1-1-2-2
lintasan 3-3-2-3
Jika ada lembaran arus kedua yang
arusnya mengalir dalam arah
berlawanan, K = -Ky ay
ditempatkan pada z = h.
12/3/2011 PS S1 Teknik Elektro 12
Hukum Ampere (solenoida)
Gambar 10
Gambar 10a. Solenoida
ideal yang panjangnya
takberhingga dengan
arus permukaan
melingkar K = Ka a
|
.
Gambar 10b. Solenoida
dengan N lilitan yang
panjangnya d.
12/3/2011 PS S1 Teknik Elektro 13
Hukum Ampere (Toroida)
Dalam Toroida
Luar Toroida
Luar Toroida
Dalam Toroida
12/3/2011 PS S1 Teknik Elektro 14
CURL
Hukum Gauss untuk unsur volume
diferensial. Hukum integral ampere untuk
keliling unsur permukaan diferensial.
Pertambahan lintasan tertutup dalam
koordinat cartesius yang dipilih untuk
pemakaian hukum integral Ampere untuk
menentukan laju perubahan H terhadap
koordinat.
Gambar disamping terdapat arus yang
menimbulkan H pada pusat bujur
sangkar kecil.
Integral lintasan tertutup H sepanjang
lintasan tersebut secara aproksimasi
sama dengan jumlah keempat harga
H.AL pada sisi-sisi tersebut.
12/3/2011 PS S1 Teknik Elektro 15
Kerapatan arus umum adalah J, maka
arus yang terlingkung adalah
Untuk lintasan tertutup yang
orientasinya tegak lurus pada pada
masing-masing sumbu koordinat
lainnya:
12/3/2011 PS S1 Teknik Elektro 16
CURL
Bentuk matematis definisi curl:
Dalam koordinat cartesius, definisi diatas menunjukkan bahwa
komponen x, y dan z dari curl H adalah:
Dalam bentuk determinan Dalam bentuk operator vektor
12/3/2011 PS S1 Teknik Elektro 17
CURL
Dalam koordinat tabung, curl H adalah:
Dalam koordinat bola, curl H adalah:
12/3/2011 PS S1 Teknik Elektro 18
CURL
Gambar a) Pengukur curl menunjukkan
komponen curl dari kecepatan air dalam
arah menembus kertas.
Gambar b) curl intensitas medan magnetik
pada suatu kawat filamen tak hingga
dengan arah arus menembus kertas.
12/3/2011 PS S1 Teknik Elektro 19
CURL
Penghitungan curl H. Untuk H=0.2 z2 ax
pada z>0 dan H=0 ditempat lainnya
seperti pada gambar. Untuk lintasan
bujursangkar bersisi d, dan berpusat di
(0,0,z1) pada bidang y=0 dengan z1>1/2d.
12/3/2011 PS S1 Teknik Elektro 20
CURL
Bentuk titik dari hukum integral Ampere, yang
merupakan persamaan kedua Maxwell.
persamaan ketiga Maxwell dalam bentuk titik
Vx(Vf) = 0, E=-VV
12/3/2011 PS S1 Teknik Elektro 21
Contoh Soal
Jika diberikan medan vektor A = (y cos ax) a
x
+ (y+e
x
) a
z
;
Tetapkan VxA di titik asal.
12/3/2011 PS S1 Teknik Elektro 22
Teorema Stokes
Tinjau permukaan S pada gambar
disamping yang terbagi-bagi menjadi
pertambahan permukaan yang luasnya AS.
Teorema Stokes
12/3/2011 PS S1 Teknik Elektro 23
Teorema Stokes
Tinjau bagian bola yang ditunjukkan pada
pada gambar disamping. Permukaannya
dispesifikasikan oleh r=4, 0 s u s 0.1t,
0 s | s 0.3t.
Diketahui medan
H = 6r sin | a
r
+ 18r sin u cos | a
|
Hitunglah setiap sisi dari teorema Stokes.
Lintasan tertutup yang membentuk sisinya terdiri dari
tiga busur lingkaran.
segmen lintasan pertama r=4, 0 s u s 0.1t, |=0;
segmen lintasan kedua r=4, u=0.1t, 0 s | s 0.3t;
segmen ketiga r=4, 0 s u s 0.1t, | = 0.3t.
12/3/2011 PS S1 Teknik Elektro 24
Teorema
Stokes
Suku pertama nol pada ketiga segmen
lintasan karena r=4 dan dr=0, suku kedua
nol pada segmen 2 karena u tetap, dan
suku ketiga nol pada kedua segmen 1 dan 3.
Jadi:
H = 6r sin | a
r
+ 18r sin u cos | a
|
segmen lintasan pertama r=4, 0 s u s 0.1t, |=0;
segmen lintasan kedua r=4, u=0.1t, 0 s | s 0.3t;
segmen ketiga r=4, 0 s u s 0.1t, | = 0.3t.
12/3/2011 PS S1 Teknik Elektro 25
Teorema Stokes
12/3/2011 PS S1 Teknik Elektro 26
Teorema Stokes
Jadi arus I dinyatakan sebagai arus yang dilingkungi oleh
lintasan tertutup, sama dengan arus yang menembus
permukaan yang banyaknya takberhingga yang dikelilingi lintasan
tertutup tersebut.
Teorema Stokes menghubungkan integral permukaan dengan
integral garis tertutup. Teorema Divergensi menghubungkan
integral volume dengan integral permukaan tertutup.
12/3/2011 PS S1 Teknik Elektro 27
Fluks Magnetik dan Kerapatan Fluks Magnetik
Dalam ruang hampa kerapatan fluks
magnetik dinyatakan sebagai
Fluks magnetik didefinisikan sebagai
fluks yang menembus suatu luas
permukaan
Analogi dengan fluks listrik yang diukur
dengan satuan Coulomb, dan hukum Gauss
Garis fluks magnetik selalu
tertutup tidak berakhir pada
muatan magnetik, maka
bentuk hukum Gauss untuk
medan magnetik adalah
Aplikasi teorema divergensi:
Persamaan
Maxwell terakhir
12/3/2011 PS S1 Teknik Elektro 28
Persamaan Maxwell
Bentuk Titik
Bentuk Integral
Empat persamaan Maxwell yang diterapkan dalam
medan listrik statis dan medan magnetik tunak
12/3/2011 PS S1 Teknik Elektro 29
Potensial Magnetik Skalar dan Vektor
(Lintasan tertentu)
Potensial Listrik skalar
dinyatakan
Potensial magnetik skalar dinyatakan
(dengan satuan ampere)
Potensial magnetik vektor
dinyatakan
Dimana A menyatakan
potensial magnetik vektor
dengan satuan weber/meter
Persamaan Potensial magnetik
vektor A untuk konfigurasi
Arus filamen
Arus permukaan
Arus volume
12/3/2011 PS S1 Teknik Elektro 30
9. Gaya Magnetik, Bahan Magnetik dan Induktansi
9.1. Gaya Pada Muatan Bergerak
Dalam Medan Listrik, definisi intensitas
medan listrik menunjukkan bahwa gaya
pada partikel bermuatan adalah:
Gayanya mempunyai arah yang sama dengan
intensitas medan listrik dan berbanding lurus
dengan E dan Q.
Partikel bermuatan yang bergerak dalam medan
magnetik dengan kerapatan fluks B didapatkan
secara eksperimental mengalami gaya yang
besarnya berbanding lurus dengan perkalian dari
besar muatan Q, kecepatan v, dan kerapatan
fluks B, dan dengan sinus sudut antara vektor v
dengan B. Arah gayanya tegak lurus pada v dan
B.
Gaya tersebut dinyatakan oleh
Gaya pada partikel yang
ditimbulkan oleh kombinasi
medan listrik dan medan
magnetik diperoleh dengan
superposisi:
12/3/2011 PS S1 Teknik Elektro 31
9.1 Gaya Pada Muatan Bergerak
Sebuah muatan titik 1.2 C berkecepatan 5a
x
+ 2a
y
+ - 3a
z
m/s.
Carilah besar gaya padanya dalam medan:
a. E = -18a
x
+ 5a
y
- 10a
z
V/m
b. B = -4a
x
+ 4a
y
+ 3a
z
Wb/m
2
c. Keduanya E dan B
12/3/2011 PS S1 Teknik Elektro 32
9.2 Gaya Pada Unsur Arus Diferensial
Gaya pada partikel bermuatan yang
bergerak melalui medan magnetik tunak
dapat ditulis sebagai gaya diferensial yang
bekerja pada unsur diferensial muatan:
Pada Bab 5, definisi kerapatan arus
konveksi dinyatakan dalam kecepatan dari
kerapatan muatan ruang
Diferensial muatan dapat dinyatakan
dalam kerapatan muatan ruang:
Dengan mengintegrasi diperoleh pers:
12/3/2011 PS S1 Teknik Elektro 33
9.2 Gaya Pada Unsur Arus Diferensial
Konduktor filamen takberhingga pada sumbu z membawa arus 2 A dalam
arah a
z
. Carilah besar gaya pada konduktor sepanjang 1 in dalam medan
B = 0.1a
x
0.2a
z
Wb/m
2
12/3/2011 PS S1 Teknik Elektro 34
9.2 Gaya Pada Unsur Arus Diferensial
12/3/2011 PS S1 Teknik Elektro 35
9.3 Gaya Antara Unsur-Unsur Arus Diferensial
Medan magnetik pada titik 2 yang
ditimbulkan oleh unsur arus pada
titik 1 diperoleh sbb:
Gaya diferensial pada unsur arus
diferensial adalah:
Diferensial dari gaya diferensial pada titik
2:
Tinjau dua unsur arus diferensial pada
gambar dibawah. Diperoleh I
1
dL
1
= -3ay Am
di P
1
(5,2,1) dan I
2
dL
2
= -4a
z
Am di P
2
(1, 8, 5).
Jadi R
12
= -4a
x
+ 6a
y
+ 4a
z
Wb/m
2
.
Dengan menggunakan persamaan
d(dF2) diperoleh
z
12/3/2011 PS S1 Teknik Elektro 36
9.3 Gaya Antara Unsur-Unsur Arus Diferensial
Gaya total antara dua rangkaian filamen diperoleh dengan menyelesaikan
integral dua kali
Contoh Soal:
Filamen arus melalui titik P
1
(0,0,0) membawa arus 4 A dalam arah a
x
, dan
filamen kedua melalui P
2
(2,5,1) juga dialiri arus 4 A dalam arah a
y
.
a) Hitunglah gaya vektor yang bertumpu pada pertambahan panjang AL
2
dari
filamen kedua yang terletak di P
2
, yang ditimbulkan oleh pertambahan
panjang AL
1
, dari konduktor pertama di P
1
.
b) Hitunglah gaya pada AL
1
di P
1
, yang ditimbulkan oleh AL
2
di P
2
.
H = I/(2td) A/m
F =
0
I
2
/(2td) N/m
12/3/2011 PS S1 Teknik Elektro 37
9.4 Gaya dan Torka Pada Rangkaian Tertutup
12/3/2011 PS S1 Teknik Elektro 38
9.4 Gaya dan Torka Pada Rangkaian Tertutup
Kontribusi Torka Pada sisi 3
Momen dwikutub
magnetik diferensial
12/3/2011 PS S1 Teknik Elektro 39
9.5 Sifat Bahan Magnetik
Elektron yang mengorbit
ditunjukkan dalam gambar
mempunyai momen
magnetik m yang arahnya
sama dengan arah medan B
0
.
12/3/2011 PS S1 Teknik Elektro 40
9.5 Sifat Bahan Magnetik
Terdapat 6 jenis bahan magnetik:
1. Diamagnetik. Contoh: bismuth
2. Paramagnetik. Contoh: kalium
3. Feromagnetik. Contoh: besi
4. Antiferomagnetik. Contoh: oksida nikel (NiO)
5. Ferimagnetik. Contoh: ferit nikel (NiFe
2
O
4
)
6. Superparamagnetik. Contoh: pita perekam
12/3/2011 PS S1 Teknik Elektro 41
9.6 Magnetisasi dan Permeabilitas
Hukum integral ampere untuk arus
total = (arus terikat + arus bebas)
m: momen dwikutub magnetik
M: Magnetisasi
12/3/2011 PS S1 Teknik Elektro 42
9.6 Magnetisasi dan Permeabilitas
_
m
= suseptibilitas magnetik
12/3/2011 PS S1 Teknik Elektro 43
Contoh
Diberikan sebuah bahan ferit yang beroperasi dalam mode linier dengan B
= 0.05 T. Asumsikan
R
= 50, hitunglah harga untuk _
M
, M dan H.
12/3/2011 PS S1 Teknik Elektro 44
Soal
1. Carilah besar intensitas medan magnetik dalam bahan yang :
a. Kerapatan fluksnya 4 mWb/m
2
dan permeabilitas relatifnya 1,008;
b. Suseptibilitas magnetiknya 0,006 dan magnetisasinya 19 A/m.
c. Terdapat 8,1 x 10
28
atom/m
3
, masing-masing atom mempunyai
momen dwikutub 4x10
-30
Am
2
, dan _
m
= 10
-4
.
2. Dalam suatu bahan magnetik H = 5
3
a
|
A/m dan =4x10
-6
H/m.
Pada =2 carilah : a) J
b
b) J
T
c) J
12/3/2011 PS S1 Teknik Elektro 45
9.7 Syarat Batas Magnetik
Hukum Gauss
Hukum Integral Ampere
12/3/2011 PS S1 Teknik Elektro 46
Soal
Dua bahan serba sama, isotropik dan linear berbatasan pada permukaan x =
0 yang dialiri arus permukaan K = 200 ay A/m. Untuk x<0,
R1
= 2, dan H1 =
150 ax 400ay + 250 az A/m. Dalam daerah 2, x>0 dan
R2
= 5. Carilah :
a. H
2
, |B
1
|, |B
2
|
12/3/2011 PS S1 Teknik Elektro 47
9.8 Rangkaian Magnetik
Rangkaian
Elektrik
Rangkaian
Magnetik
12/3/2011 PS S1 Teknik Elektro 48
Rangkaian Magnetik
12/3/2011 PS S1 Teknik Elektro 49
Soal
Rangkaian magnetik terbuat dari besi tempa tersusun seperti gambar 1.
Bagian tengah (DL = 15 cm) mempunyai luas penampang 8 cm
2
dan bagian
samping (ABCD = AFED = 34 cm) mempunyai luas penampang 5 cm
2
.
a. Hitunglah Ampere-turns (magnetomotansi) total yang diperlukan
untuk menghasilkan flux 1 miliweber di bagian tengah. Abaikan
kebocoran dan gesekan magnetik.
b. Tentukan arusnya bila coil pada rangkaian magnetik mempunyai 800
lilitan dibagian tengah.
B-fluks density (Wb/m
2
) 1.0 1.25
H-(ampere-turns/m) 200 500
Tabel Magnetisasi besi tempa diberikan oleh:
12/3/2011 PS S1 Teknik Elektro 50
9.9 Energi Potensial Dan Gaya Pada Bahan Magnetik
12/3/2011 PS S1 Teknik Elektro 51
9.10 Induktansi dan Induktansi Timbal Balik
12/3/2011 PS S1 Teknik Elektro 52
10. Medan Yang Berubah Terhadap Waktu dan Persamaan Maxwell
Hukum Faraday
Menggunakan
Teorema Stoke
Persamaan Maxwell
pertama
10.1 Hukum Faraday
12/3/2011 PS S1 Teknik Elektro 53
10.2 Arus Perpindahan
Hukum Integral
Ampere
Persamaan
Maxwell kedua
Kerapatan arus
perpindahan
(Jika J=0)
12/3/2011 PS S1 Teknik Elektro 54
Persamaan Maxwell
(Bentuk Titik)
Persamaan Maxwell yang
diterapkan dalam medan
listrik statis dan medan
magnetik tunak
Persamaan Maxwell yang
diterapkan dalam medan
yang berubah terhadap
waktu
12/3/2011 PS S1 Teknik Elektro 55
Persamaan Maxwell (Bentuk Integral)
Persamaan Maxwell yang
diterapkan dalam medan
listrik statis dan medan
magnetik tunak
Persamaan Maxwell yang
diterapkan dalam medan
yang berubah terhadap
waktu
12/3/2011 PS S1 Teknik Elektro 56
Soal
Carilah kerapatan arus perpindahan :
(a) Dekat radio anda dalam udara tempat pemancar FM lokal mengirim
pembawa gelombang dengan H=0.2 cos [2,10(3x10
8
t-x)] a
z
A/m.
(b) Dalam ruang berisi udara di bagian dalam sebuah transformator
distribusi daya yang besar dengan
B = 1.1 cos [1,257x10
-6
(3x10
8
t-y)] a
x
Wb/m
2
.
12/3/2011 PS S1 Teknik Elektro 57
Soal
12/3/2011 PS S1 Teknik Elektro 58
Referensi
ELEKTROMAGNETIKA TEKNOLOGI, WILLIAM H. HAYT