Anda di halaman 1dari 3

1.

Diagnosis Banding Varicella dan Variola Varicella : dermatitis kontak, herpes virus simplex, impetigo, urtikaria, pemfigoid bulosa, eritema multiforme, drug eruption, variola, herpes zoster diseminata Variola : Rocky Mountain spotted fever, Syphilis, Varicella-zoster virus, Drug eruptions, Insect bites, Kawasaki disease, Measles, rubeola, Monkeypox, Rubella, Generalized vaccinia and eczema vaccinatum, Insect bites, Viral hemorrhagic fevers (may be confused with hemorrhagic smallpox), Varicella virus, Acne, Atypical measles, Coxsackievirus, Acute leukemia, Secondary syphilis, Rat-bite fever, Infectious mononucleosis, Toxic erythemas, Parvovirus B19, Cytomegalovirus, Erythema multiforme (Stevens-Johnson syndrome), Molluscum contagiosum, Scarlet fever

2. Diagnosis Banding Rash Morbilli, varicella, rubella, roseola infantum/eksantema subitum, enterovirus, erythema infectiosum, demam scarlet, Scalded skin syndrome, Toxic shock syndrome, Meningococcemia, Rocky Mountain, spotted fever, Rickettsialpox, Tinea capitis, tinea cruris, tinea pedis, tinea circinata, Congenital cutaneous candidiasis, Chronic mucocutaneous candidiasis, Acquired candidiasis, Systemic candidiasis, Histoplasmosis, Cryptococcosis, Coccidioidomycosis, Sporotrichosis, Blastomycosis, Malaria, Acquired toxoplasmosis, Congenital toxoplasmosis, Giardiasis, Amebiasis, Oriental sore, American cutaneous leishmaniasis, African tripanosomiasis, American trypanosomiasis; Chagas disease, Vulvovaginalis, Roundworm infestation, Pinworm infestation, Hookworm disease, Trichinosis, filariasis.

3. Tatalaksana Wabah Kolera Kolera dibedakan dengan diare akut penyebab lain dalam tiga cara: Terjadi dalam wabah besar yang melibatkan anak-anak dan orang dewasa Diare cair yang banyak, dengan cepat mengarah ke dehidrasi berat dengan syok hipovolemik Untuk kasus-kasus dehidrasi berat antibiotik yang tepat dapat mempersingkat durasi penyakit. Pengobatan awal dehidrasi dari kolera mengikuti rencana terapi dehidrasi seperti yang sudah dijelaskan. Untuk pasien dengan dehidrasi berat dan shock, infus intravena harus

diberikan segera untuk memulihkan volume darah, dan perbaikan dinilai dari tekanan darah yang normal dan denyut nadi radial yang kuat. Biasanya, orang dewasa dengan berat 50 kg dan dengan dehidrasi berat akan memiliki defisit cairan kira-kira 5 (lima) liter. Dari jumlah ini, 2 (dua) liter harus diberikan dalam waktu 30 menit, dan sisanya dalam waktu tiga jam. Dengan kolera, dibutuhkan oralit dalam jumlah besar yang diperlukan untuk mengganti kehilangan akibat diare setelah dehidrasi dikoreksi. Jumlah kehilangan cairan melalui diare sangat banyak dalam 24 jam pertama, pada pasien dengan dehidrasi berat. Selama periode ini, rata-rata kebutuhan cairan pasien sepertiadalah 200 ml/kgBB, tapi beberapa memerlukan 350 ml/kg atau lebih. Pada pasien yang berkelanjutan diarenya biasanya membutuhkan terapi pemeliharaan intravena menggunakan larutan Ringer laktat dengan menambahkan kalium klorida. Tambahan kalium juga dapat diberikan bersamaan dengan oralit segera setelah pasien dapat minum. Setelah rehidrasi, pasien harus dinilai ulang untuk mengetahui tanda-tanda dehidrasi sekurang-kurangnya setiap 1-2 jam, dan dilakukan lebih sering jika diare terjadi terusmenerus dan banyak. Jika tanda-tanda dehidrasi muncul kembali, larutan oralit harus diberikan lebih cepat. Jika pasien menjadi lelah, sering muntah atau distensi perut, larutan oralit harus dihentikan dan rehidrasi harus diberikan secara IV menggunakan larutan Ringer laktat (50 ml/kg dalam tiga jam), dengan menambahkan kalium klorida. Semua kasus dugaan kolera dengan dehidrasi berat harus diberi antimikroba oral yang efektif untuk Vibrio cholerae di daerah (Tabel 2.8). Hal ini dapat mengurangi volume total kehilangan cairan, menyebabkan diare berhenti dalam waktu 48 jam. Dosis pertama harus diberikan segera setelah muntah berhenti, yang biasanya 4-6 jam setelah memulai terapi rehidrasi. Penatalaksanaan diare yang disebabkan Vibrio cholerae hampir sama dalam pemberian antibiotik pilihan namun ada perbedaan dimana cotrimosazol tidak lagi digunakan pada pedoman yang baru, dan digantikan oleh eritromycin.