Anda di halaman 1dari 33

PERPAJAKAN

PAJAK PENGHASILAN PASAL 23


OLEH : SOETARKO R.S
12/17/2013

PAJAK PENGHASILAN PASAL 23


Pajak Penghasilan Pasal 23, selanjutnya disingkat

PPh Pasal 23, merupakan pajak yang dipotong atas penghasilan yang diterima atau diperoleh wajib pajak dalam negeri (orang pribadi maupun badan), dan bentuk usaha tetap yang berasal dari modal, penyerahan jasa, atau penyelenggaraan kegiatan selain yang dipotong PPh Pasal 21, PPh Pasal 23 ini dibayarkan atau terutang oleh badan pemerintah atau Subjek Pajak dalam negeri, penyelenggara kegiatan, bentuk usaha tetap, atau perwakilan perusahaan luar negeri lainnya.
12/17/2013

PEMOTONGAN PPh PASAL 23


1. Badan Pemerintah 2. Subjek Pajak badan dalam negeri 3. Penyelenggara kegiatan 4. Bentuk Usaha Tetap 5. Perwakilan perusahaan di luar negeri lainnya. 6. Orang pribadi sebagai Wajib Pajak dalam negeri tertentu, yang

ditunjuk oleh Kepala Kantor Pelayanan Pajak sebagai Pemotong PPh Pasal 23 yaitu : Akuntan, arsitek, dokter, notaris, Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), kecuali camat, pengacara, dan konsultan yang melakukan pekerjaan bebas. Orang pribadi yang menjalankan usaha yang menyelenggarakan pembukuan atas pembeyaran berupa sewa.
12/17/2013

PENERIMA PENGHASILAN YANG DIPOTONG PPh PASAL 23


1. Wajib Pajak dalam negeri (orang pribadi dan badan)

Wajib Pajak PPh Pasal 23 :


2. Bentuk Usaha Tetap (BUT)

12/17/2013

PENGHASILAN YANG DIKENAKAN PPh PASAL 23


1. 2. 3. 4.

5.

6.

Deviden Bunga termasuk premium, dikonto, dan imbalan sehubungan dengan jaminan pengembalian utang. Royalti Hadiah, penghargaan, bonus, dan sejenisnya selain yang telah dipotong Pajak Penghasilan yaitu penghasilan yang diteriama atau diperoleh Wajib Pajak dalam negeri orang pribadi yang berasal dari penyelenggara kegiatan sehubungan dengan pelaksanaan suatu kegiatan Sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta, kecuali sewa dari penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta yang telah dikenai Pajak Penghasilan sebagaimana dimaksudkan dalam Pasal 4 ayat (2) UU PPh. Imbalan sehubungan dengan jasa teknik, jasa manajemen, kasa konstruksi, jasa konsultan, dan jasa lain selain jasa yang telah dipotong Pajak Penghasilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 UU PPh.
12/17/2013

PENGHASILAN YANG DIKECUALIKAN DARI PEMOTONGAN PPh PASAL 23


1. Penghasilan yang dibayar atau terutang kepada bank 2. Sewa yang dibayar atau terutang sehubungan dengan sewa guna

usaha dengan hak opsi 3. Deviden ati bagian laba yang diterima atau diperoleh perseroan terbatas sebagai Wajib Pajak dalam negeri, koperasi, badan usaha milik negara, atau badan usaha milik daerah, dari pernyertaan modal pada bulan usaha yang didirikan dan bertempat kedudukan di Indonesia. 4. Bagian laba yang diterima atau diperoleh anggota dari perseroan komanditer yang modalnya tidak terbagi atas saham-saham, persekutuan, perkumpulan, firma, dan kongsi, termasuk pemegang unit penyertaan kontrak investasi kolektif. 5. Penghasilan yang dibayar atau terutang kepada badan usaha atas jasa keuangan yang berfungsi sebagai penyalur pinjaman dan/atau pembiayaan.

12/17/2013

TARIF DAN PERHITUNGAN PPh PASAL 23


Sebesar 15% dari jumlah bruto atas : 1. Deviden 2. Bunga termasuk premium, diskonto, dan imbalan sehubungan

dengan jaminan pengembalian utang 3. Royalti 4. Hadiah, penghargaan, bonus, dan sejenisnya selain yang telah dipotong Pajak Penghasilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (1) huruf e. Sebesar 2% dari jumlah bruto atas : 1. Sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta, kecuali sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta yang telah dikenai Pajak Penghasilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) 2. Imbalan sehubungan dengan jasa teknik, jasa mangemen, jasa konstruksi, jasa konsultan, dan jasa lain selain jasa yang telah dipotong Pajak Penghasilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21
7 12/17/2013

Dalam hal Wajib Pajak yang menerima atau

memperoleh penghasilan tersebut tidak memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak, besarnya tarif pemotongan adalah lebih tinngi 100% dari tarif yang sebenarnya

12/17/2013

Jasa Lain sebagai Objek PPh Pasal 23


NO
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Jasa penilai (appraisal) Jasa aktuaris Jasa akuntansi, pembukuan, dan atestasi laporan keuangan Jasa perancang (design) Jasa pengeboran (drilling) dibidang penambangan minyak dan gas bumi (migas), kecuali yang dilakukan oleh bentuk usaha tetap (BUT) Jasa penunjang dibidang penambangan migas dan panas bumi Jasa penambangan dan jasa penunjang di bidang penambangan selain migas

Jenis Jasa

8.
9. 10. 11. 12. 13.
9

Jasa penunjang di bidang penerbangan dan bandar udara


Jasa penebangan hutan Jasa pengolahan limbah Jasa penyedia tenaga kerja (ouatsourcing service) Jasa perantara dan/atau keagenan Jasa dibidang perdagangan surat-surat berharga, keciali yang dilakukan oleh, Bursa Efek, KSEI, dan KPEI 12/17/2013

NO

Jenis Jasa

14.
15. 16. 17.

Jasa kustodian/penyimpanan/penitipan, kecuali yang dilakukan oleh KSEI


Jasa pengisian suara (dubbing) dan/atau sulih suara Jasa mixing film Jasa sehubungan dengan software komputer, termasuk perawatan, pemeliharaan, dan perbaikan

18.

Jasa instalasi/pemasangan mesin, peralatan, listrik, telepon, air, gas, AC, dan/atau TV kabel, selin yang dilakukan oleh Wajib Pajak yang ruang lingkupnya di bidang konstruksi dan mempunyai izin dan/atau sertifikasi sebagai pengusaha konstruksi
Jasa perawatan/perbaikan/pemeliharaan mesin, peralatan, listrik, telepon, air, gas, AC, TV kabel, alat transportasi/kendaraan dan/atau bangunan, selain yang dilakukan oleh Wajib Pajak yang ruang lingkupnya di bidang konstruksi dan mempunyai izin dan/atau sertifikasi sebagai pengusaha konstruksi Jasa malkon Jasa penyelidik dan kemanan

19

20. 21.

22.
23. 10

Jasa penyelenggara kegiatan atau event organizer


Jasa pengepakan
12/17/2013

NO 24. 25. 26. 27.

Jenis Jasa Jasa penyediaan tempat dan/atau waktu dalam media massa, media luar ruang atau media lain untuk penyampaian informasi. Jasa pembasmian hama Jasa kebersihan atau clening service Jasa kareting atau tata boga

11

12/17/2013

Jasa penunjang di bidang penambangan migas & panas bumi


No Jenis Jasa

1.
2.

Jasa penyemenan dasar (primari cementing) yaitu penempatan bubur semen secara tepat diantara pipa selubung dan lubang sumur
Jasa penyemenan perbaikan (remedial cementing) yaitu penempatan bubur semen untuk maksud-maksud : penyumbatan kembali formasi yang sudah kosong : Penyumbatan kembali zona yang berproduksi air Perbaikan dari penyemenan dasar yang gagal Penutupan sumur Jasa pengontrolan pasir (sand control) yaitu jasa yang menjamin bahwa bagian-bagian formasi yang tidak terkonsolidasi tidak akan ikut terproduksi ke dalam rangkaian pipa produksi dan menghilangkan kemungkinan tersumbatnya piapa Jasa pengasaman (matrix acidizing) yaitu pekerjaan untuk memperbesar daya tembus formasi, dan menaikan produktivitas dengan jalan menghilangkan material penyumbat yang tidak diinginkan. Jasa pertakan hidrolika(hydraulic), yaitu pekerjaan yang dilakukan dalam hal cara pengemasan tidak cocok,misalnya perawatan pada formasi yang 12/17/2013 mempunyai daya tembus sangat kecil

3.

4.

5.
12

No 6.

Jenis Jasa Jasa nitrogen dan gulungan pipa (nitrogen dan coil tubing), yaitu jasa yang dikerjakan untukmenghilangkan cairan buatan yang berada dalam sumur baru yang telah selesai, sehinnga aliran yang terjadi sesuai dengan tekanan asli formasi dan kemudian menjadi besar sebagai akibat dari gas nitrogen yang telah dipompakan ke dalam cairan butan dalam sumur

7.
8.

Jasa uji kandung lapiran (drill steam testing), penyelesaian sementara suatu sumur baru agar dapat mengevaluasi kemempuan berproduksi
Jasa reparasi pompa reda (reda repair)

9.
10. 11. 12. 13. 14.

Jasa pemasangan instalansi dan perawatan


Jasa pengganti peralatan/material Jasa mud logging, yaitu memesukkan lumpur kedalam sumur Jasa mud engineering Jasa well logging & perforating Jasa stimulasi dan secondary decovery

15.
16. 17. 18.
13 19.

Jasa alat kontrol navigasi lepas pantai yang berkaitan dengan drilling
Jasa pemeliharaan untuk pekerjaan drilling Jasa mobilisasi dan demobilisasi anjungan drilling Jasa lainnya yang sejenis di bidang pengeboran migas Jasa well testing & wire line service
12/17/2013

Jasa penambangan dan jasa penunjang di bidang penambangan selain migas


No Jenis Jasa

1 2 3 4 5 6 7 8 9

Jasa pengobaran Jasa penebasan Jasa pengupahan dan pengeboran Jasa penambangan Jasa pengangkutan/sistem transportasi, kecuali jasa angkutan umum Jasa pengolahan bahan galian Jasa reklamasi tambang Jasa pelaksanaan mekanikal, elektrikal, manufaktur, fabrikasi, dan penggalian/pemindahan tanah Jasa lainnya yang sejenis di bidang pertambangan umum

14

12/17/2013

Jasa penunjang di bidang penerbangan dan bandar udara adalah :


1. Bidang aeronautika termasuk :

jasa lain sehubungan dengan pendaratan pesawat udara Jasa penggunaan jembatan pintu (avio bridge) Jasa pelayanan penerbangan Jasa ground handling, yaitu pengurus seluruh atau sebagian dari proses palayanan penumpang dan bagasinya serta kargo, yang diangkut dengan pesawat udara, baik yang berangkat maupun yang datang, selama pesawat uadara di darat Jasa penunjang lain dibidang aeronautika 2. Bidang non-aeronautika, termasuk : Jasa katering di pesawat dan jasa pembersihan pantry pesawat Jasa penunjang lain di bidang non-aeronautika
15 12/17/2013

Jasa pendaratan, penempatan, penyimpanan pesawat udara dan

Jasa maklon adalah pemberian jasa dalam rangka proses

penyelesaian suatu barang tertentu yang diproses pengerjaannya dilakukan oleh pihak pemberi jasa (disubkontrakkan), yang spesifikasi, bahan baku yang akan diproses sebagian atau seluruhnya disediakan oleh pengguna jasa, dan kepemilikan atas barang jadi berada pada pengguna jasa. Jasa penyelenggara kegiatan atau event organizer adalah kegiatan usaha yang dilakukan oleh pengusaha jasa penyelenggara kegiatan meliputi antara lain penyelenggaraan pameran, konvensi, pagelaran musik, pesta, seminar, peluncuran produk, konferensi pers, dan kegiatan lain yang memanfaatkan jasa penyelenggara kegiatan.

16

12/17/2013

MENGHITUNG PPh PASAL 23


NO OBJEK PAJAK BESARNYA PPh PASA 21

1 2
3 4 5

Deviden Bunga
Royalti Sewa Hadiah, penghargaan, bonus, dan sejenisnya selain yang telah dipotong Pajak Penghasilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (1) huruf e.

15% x jumlah deviden 15% x jumlah bunga


15% x jumlah royalti 2% x jumlah sewa 2% x jumlah hadiah/ penghargaan/bonus

Sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan 2% x jumlah sewa penggunaan harta, kecuali sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta yang telah dikenai Pajak Penghasilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) Imbalan sehubungan dengan jasa teknik, jasa 2% x jumlah imbalan (tidak mangemen, jasa konstruksi, jasa konsultan, dan termasuk PPN) 12/17/2013 jasa lain selain jasa

7
17

PPh atas Deviden, Bunga, dan Sewa


Jenis penghasilan Pengenaan Pajak Bukan Objek Pajak Perhitungan Penerima PT, koperasi, BUMN/BUMD dengan syarat tertentu Wajib pajak dalam negeri Wajib pajak luar negeri Wajib pajak dalam negeri orang pribadi Perusahaan reksa dana atas bunga obligasi Wajib pajak dalam negeri

PPh Pasal 23 Deviden PPh Pasal 26 PPh Pasal 17 ayat (2) c Bukan Objek Pajak PPh Pasal 23 Bunga

15% x jumlah bruto 20% x jumlah bruto (final) 10% x jumlah bruto (final) 15% x jumlah bruto

PPh Pasal 26
PPh Pasal 4 ayat (2)

20% x jumlah bruto (final)


20% x jumlah bruto

Wajib pajak luar negeri


Wajib pajak dalam negeri atas bunga deposito, tabungan dan bunga 12/17/2013 obligasi pasar modal

18

PPh atas Deviden, Bunga, dan Sewa


Jenis penghasilan Pengenaan Pajak
PPh Pasal 23 PPh Pasal 26 Sewa PPh Pasal 4 ayat (2)

Perhitungan
2% x jumlah bruto 20% x jumlah bruto 10% x jumlah bruto (final)

Penerima
Wajib pajak dalam negeri Wajib pajak luar negeri Wajib pajak dalam negeri atas sewa tanah dan/atau bangunan

19

12/17/2013

CONTOH PERHITUNGAN
Contoh 1:
Pada tanggal 1 Juli 2009, PT Perdana membayarkan

deviden tunai sebagai berikut :


10% 26% 30% 19% 15%

Nama Pemegang Saham PT Ananda Bank Mandiri (BUMN) PT Setia Jaya CV Putri Tuan Hakim

Jumlah Penyertaan

Jumlah Deviden Rp 10.000.000 Rp 26.000.000 Rp 30.000.000 Rp 19.000.000 Rp 15.000.000

20

12/17/2013

PPh yang dipotong oleh PT Perdana atas pembayaran deviden tersebut :


Nama Pemegang Saham PT Ananda PPh yang Dipotong PPh Pasal 23 : 15% x Rp 10.000.000 = Rp 1.500.000 Bukan objek pajak Keterangan Penerima adalah Pt tetapi jumlah penyertaannya kurang dari 25% dari total saham beredar Penerima adalah BUMN dan jumlah penyertaannya lebih dari 25% dari total saham beredar Penerima adalah PT dan jumlah penyertaannya lebih dari 25% dari total saham beredar -

Bank Mandiri (BUMN) PT Setia Jaya

Bukan objek pajak

CV Putri

PPh Pasal 23 : 15% x Rp 19.000.000 = Rp 2.850.000 PPh Pasal 17 ayat (2) : 10% x Rp 15.000.000 =Rp 1.500.000

Tuan Hakim
21

12/17/2013

CONTOH PERHITUNGAN
Contoh 2:
Penerbit Salemba pada bulan Agustus 2011 membayarkan

royalti kepada penulis sebagai berikut :


Nama Penulis Jumlah Royalti Rp35.000.000

Keterangan Mempunyai NPWP, menikah dengan 2 tanggungan Tidak mempunyai NPWP, tidak menikah tanpa tanggungan Mempunyai NPWP, tanpa tanggungan Tidak mempunyai NPWP, tanpa tanggungan, suami berpenghasilan
12/17/2013

Tuan A

Tuan B

Rp24.000.000

Nona X Nyonya Y

Rp75.000.000 Rp9.500.000

22

PPh yang dipotong oleh Penerbit Salemba atas pembayaran royalti tersebut adalah :
Nama penulis Tuan A PPh yang dipotong Tambahan PPh karena tidak berNPWP Total PPh yang dipotong Rp5.250.000

15% x Rp35.000.000 = Rp 5.250.000

Tuan B
Nona X Nyonya Y

15% x Rp24.000.000 100% x Rp3.600.000 = Rp3.600.000 =Rp3.600.000


15% x Rp75.000.000 = Rp11.250.000 15% x Rp9.500.000 100% x Rp1.425.000 = Rp 1.425.000 =Rp1.425.000

Rp7.200.000
Rp11.250.000 Rp2.850.000

23

12/17/2013

Contoh 3 :

PT Jaya Abadi menerima bunga atas penyertaan obligasi pada PT Perdana senilai Rp 5.500.000. Obligasi tersebut tidak diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia PPh Pasal 23 yang dipotong oleh PT Perdana adalah : 15% x Rp5.500.000 = Rp 825.000
Contoh 4 :

Tuan Akbar pada bulan Juli 2009, menerima bunga atas simpanan deposito di Bank Danamon senilai Rp60.000.000. Atas penghasilan bunga tersebut tidak dikenakan PPh Pasal 23 tetapi dikenakan PPh Pasal 4 ayat (2) sebesar 20% x Rp60.000.000 = Rp 12.000.000

24

12/17/2013

Contoh 5 :

Tuan Hakim adalah salah satu anggota koperasi Mandiri Sejahtera. Pada bulan Agustus 2009, menerima bunga simpanan dari Koperasi sebesar Rp500.000 dan menerima pembagian sisa hasil usaha koperasi Rp1.500.000 Atas penghasilan bunga tersebut tidak dikenakan PPh Pasal 23 tetapi dikenakan PPh Pasal 4 ayat (2) sebesar 10% x Rp500.000 = Rp 50.000 Atas penghasilan penghasilan sisa hasil usaha koperasi tidak dikenakan PPh Pasal 33 karena bukan merupakna objek pajak.
25 12/17/2013

Contoh 6 :

Dalam rangka Dies Natalis ke 20, PT Swaragama menyelengarakan kegiatan dengan memberikan hadiah/penghargaan kepada para pesertanya sebesar Rp 100.000.000. Stay Cool Group Band merupakan salah satu penerima hadiah tersebut dengan nilai Rp 10.000.000 sebelum dipotong pajak. Stay Cool Group Band belum memiliki NPWP. PPh Pasal 23 yang dipotong oleh PT Swaragama atas hadiah yang diterima oleh Stay Cool Group Band adalah : 200% x 15% x Rp 10.000.000 = Rp 3.000.000 Contoh 7 : Jaya Boga (ber-NPWP) merupakan salah satu usaha jasa katering. Pada tanggal 04 agustus 2009 memberikan jasa katering kepada STIM YKPN senilai Rp25.000.000 PPh Pasal 23 yang dipotong oleh STIM YKPN atas jasa tersebut adalah : 2% x Rp25.000.000 = Rp 500.000
26 12/17/2013

Pajak penghasilan pasal 23 terutang pada akhir bulan dilakukannnya

SAAT TERUTANG, PENYETORAN, DAN PELAPORAN PPh PASAL 23

pembayaran atau pada akhir bulan terutangnya penghasilan yang bersangkutan. lambatnya tanggal 10 bulan takwim berikutnya setelah bulan saat terutangnya pajak ke bank persepsi atau Kantor Pos Indonesia. Masa selambat-lambatnya 20 hari setelah masa pajak berakhir.

Pajak penghasilan pasal 23 harus disetorkan oleh pemotong pajak selambat-

Pemotong PPh Pasal 23 di wajibkan menyampaikan Surat Pemberitahuan

Pemotongan PPh Pasal 23 harus memberikan tanda bukti pemotong kepada

orang pribadi atau badan yang dibebani Pajak Penghasilan yang dipotong. secara desentralisasi artinya dilakukan di tempat terjadinya pembayaran atau terutangnya penghasilan yang merupakan Objek PPh Pasal 23, hal ini dimaksudkan untuk mempermudah, pengawasan terhadap pelaksaan pemotongan PPH Pasal 23 tersebut.

Pelaksanaan pemotong, penyetoran, dan pelaporan PPh Pasal 23 dilakukan

27

12/17/2013

SURAT PEMBERITAHUAN MASA DAN BUKTI PEMOTONGAN


KASUS :

PT Perdana merupakan perusahaan penerbitan dan percetakan. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2000, beralamat di Jl. Tentara Pelajar No. 7 Yogyakarta. NPWP 01.555.444.1.541.000. Pembayaran honorarium dan imbalan lain sehubungan dengan PPh Pasal 23 selama bulan Oktober 2011 sebagai berikut : 1. Pada tanggal 10 Oktober 2011, membayar bunga pinjaman kepada Bank Mandiri Yogyakarta sebesar Rp1.000.000. Bank Mandiri beralamat di Jl. Diponegoro No. 133 Yogyakarta, NPWP 01.222.333.2.541.000
28 12/17/2013

2.

Pada tanggal 15 Oktober 2011, membayar royalti kepada beberapa penulis yaitu
Nama Monalisa Alamat Jl. Podang No.6 Yogyakarta NPWP 04.111.333.1.541.000 04.222.555.1.541.000 Jumlah Royalti Rp20.000.000 Rp5.000.000 Rp10.000.000

Yogananta Jl. Merdeka No.100 Yogyakarta Riskayanti Jl. Kalimantan No.10 Yogyakarta
3.

4.

5.

Pada tanggal 20 Oktober 2011, memebayar jasa perbaikan mesin produksi yang telah rusak sebesar Rp 15.000.000 kepada PT Maju Jaya, yang beralamat di Jl. Godean No. 26 Yogyakarta, NPWP 01.446.577.2.541.000 Pada tanggal 22 Oktober 2011, membayar fee sebesar Rp22.000.000 kepada Kantor Akuntan Publik Dwiananda, yang beralamat di Jl mrican No. 200 Yogyakarta, NPWP 04.322.233.2.541.000 Pada tanggal 29 Oktober 2011, membayar sewa kendaraan untuk mendistribusikan hasil produksi ke beberapa kota, sewa dibayarkan ke Andika Rental yang beralamat di Jl. Adisucipto No. 38 Yogyakarta, NPWP 01.111.333.1.541.000
12/17/2013

29

Diminta :

1. Hitunglah PPh Pasal 23 yang dipotong PT.


2. Buatkan bukti pemotongan PPh Pasal 23 untuk

setiap Wajib Pajak 3. Setorkan PPh Pasal 23 yang telah terpotong 4. Buatkan SPT Masa PPh Pasal 23 Oktober 2011 untuk PT Perdana

30

12/17/2013

Perhitungan PPh Pasal 23 dan bukti pemotongan yang dibuatkan oleh Pt Perdana dijelaskan sebagai berikut : 1. Atas pembayaran bunga sebesar Rp1.000.000 kepada Bank Mandiri tidak dipotong pajak karena penghasilan yang dibayarkan atau terutang kepada bank merupakan pengecualian dari pengenaan PPh Pasal 23. 2. Atas pembayaran royalti kepada penilis dipotong PPh Pasal 23 sebagai berikut :
Nama Penulis Monalisa Yogananta PPh yang Dipotong 15% x Rp20.000.000 = Rp 3.000.000 15% x Rp5.000.000 =Rp 750.000 Tambahan PPh karena tidak ber-NPWP 100% x Rp750.000 = Rp750.000 Total PPh yang dipotong Rp3.000.000 Rp1.500.000

Jawab :

Riskayanti

15% x Rp10.000.000 = Rp 1.500.000

Rp1.500.000

Masing-masing wajib pajak dibuatkan hasil bukti pemotongan nomor : 01/Ps-23/10/2011, 02/Ps-23/10/2009, 03/Ps-23/10/2011
31 12/17/2013

3.

4.

5.

Atas pembayaran imbalan jasa teknik kepada PT Maju Jaya sebesar Rp15.000.000 dipotong PPh Pasal 23 sebesar : Tarif 2% x penghasilan bruto : = 2% x Rp15.000.000 = Rp300.000 Bukti Pemotongan PPh Pasal 23 nomor 04/Ps23/10/2011 Atas pembayran fee kepada Kantor Akuntan Dwiananda & Co. sebesar Rp22.000.000 dipotong PPh Pasal 23 sebesar : Tarif 2% x penghasilan bruto : = 2% x Rp22.000.000 = Rp440.000 Bukti Pemotongan PPh Pasal 23 nomor 05/Ps23/10/2011 Atas pembayaran sewa kendaraan kepada Andika Rental sebesar Rp6.000.000, dipotong PPh Pasal 23 sebesar : Tarif 2% x penghasilan bruto : = 2% x Rp6.000.000 = Rp120.000 Bukti Pemotongan PPh Pasal 23 nomor 06/Ps23/10/2011
12/17/2013

32

Total PPh pasal 23 yang dipotong dan disetor adalah :


Penerima Jumlah PPh Yang Dipotong/Disetor Rp3.000.000 Rp1.500.000 Rp1.500.000

Atas royalti : 1. Monalisa 2. Yogananta 3. Riskayanti


Atas jasa : 1. PT Maju Jaya 2. Kantor Akuntan Dwiananda & Co. Atas sewa : 1. Andika Rental Total

Rp6.000.000

Rp300.000 Rp440.000

Rp 740.000 Rp 120.000 Rp6.860.000

33

12/17/2013