Anda di halaman 1dari 12

PENGENDALIAN HAMA BERWAWASAN LINGKUNGAN

Andi Karya Catur S., SP.MP.

Dasar Perlindungan Tanaman

PENGENDALIAN HAMA TERPADU


pengendalian dengan menggunakan musuh alami Teori mendasar dalam pengelolaan hama adalah mempertimbangkan komponen musuh alami dalam strategi pemanfaatan dan pengembangannya. Taktik pengelolaan hama melibatkan musuh alami untuk mendapatkan penurunan status hama

M A N F A A T PHT

SELEKTIFITAS TINGGI DAN TIDAK MENIMBULKAN HAMA BARU ORGANISME YANG DIGUNAKAN SUDAH TERSEDIA DI ALAM ORGANISME YANG DIGUNAKAN AKTIF MENCARI DAN MENEMUKAN INGANYA MUSUH ALAMI DAPAT BERKEMBANG BIAK DAN MENYEBAR HAMA TIDAK MENJADI RESISTEN ATAU KALAU TERJADI SANGAT LAMBAT PENGENDALIAN BERJALAN DENGAN SENDIRINYA (Van Driesche and Bellows, Jr., 2001).

PRINSIP PHT DENGAN PARASITOID DAN PREDATOR


Introduksi Augmentasi Konservasi

musuh alami

PERBEDAAN PARASITOID DAN PREDATOR


Parasitoid umumnya monofag atau oligofag, tetapi Predator pada umumnya mempunyai banyak inang atau bersifat polifag. Parasitoid memerlukan hanya satu inang umumnya fase pradewasa, tetapi Predator memerlukan banyak mangsa baik fase pradewasa inangnya adalah serangga dewasa betina, tetapi predator betina maupun fase dewasa. Parasitoid pencari dan jantan dan juga fase pradewasa semuanya dapat mencari dan memperoleh mangsa. Predator membunuh, memakan, atau mengisap mangsanya dengan cepat, parasitoid menyedot energi dan memakan selagi inangnya masih hidup. Predator membunuh mangsa untuk dirinya. Parasitoid membunuh atau melumpuhkan inang untuk kepentingan keturunannya.

PARASIT - PARASITOID
Parasit adalah binatang yang hidup diatas atau didalam

binatang lain yang lebih besar yang merupakan inangnya. Parasit akan memakan atau menghisap cairan tubuh inang sehingga inang menjadi lemah bahkan terbunuh.
Parasitoid merupakan serangga yang memarasit serangga

yang lain. Parasitoid bersifat parasitic pada fase pradewasanya sedangkan pada fase dewasa biasanya hidup bebas tidak terikat pada inangnya dan mungkin bersifat sebagai predator

(Hoffmann and Frodsham, 1993)

KELEBIHAN DAN KELEMAHAN PARASITOID

KELEBIHAN:1) daya kelangsungan hidup baik, 2) hanya satu atau sedikit individu inang diperlukan untuk melengkapi daur hidupnya, 3) populasi parasitoid dapat tetap bertahan meskipun dalam aras yang rendah dan 4) sebagian besar parasitoid adalah monofag atau oligofag yang berarti hanya memiliki kisaran inang yang sempit. KELEMAHAN : 1) daya cari inang seringkali dipengaruhi oleh cuaca atau factor lain, 2) serangga parasitoid yang berperan utama adalah serangga betina karena aktif melakukan pencarian inang untuk peletakan telur dan 3) parasitoid yang memiliki daya cari tinggi biasanya jumlah telurnya sedikit.

KARAKTERISTIK PARASITOID
khusus mencari inang yang spesifik, ukurannya lebih kecil dibandingkan inang, hanya imago betina yang mencari inang, jenis parasitoid yang berbeda dapat menyerang fase hidup inang yang berbeda, telur atau larva biasanya diletakkan didekat, pada atau didalam tubuh inang, fase pradewasa berlangsung didalam inang sedangkan fase imago hidup bebas, aktif bergerak dan kemungkinan bisa berfungsi sebagai predator fase pradewasa hampir selalu dapat membunuh inang. Sumber : Hoffmann dan Frodsham (1993)

MACAM-MACAM PARASITOID

Trichogramma spp. Diadegma insulare Cotesia glomerata Eretmocerus eremicus Trichopoda pennipes

PREDATOR
Predator merupakan organisme yang hidup bebas dengan memakan atau memangsa binatang lainnya

KARAKTERISTIK PREDATOR
Umumnya mempunyai ukuran tubuh yang lebih besar dari mangsanya, Mampu membunuh dan memakan banyak mangsa, Imago jantan, betina maupun pradewasa dapat bertindak sebagai predator dan Predator menyerang stadia mangsa pradewasa maupun dewasa (Hoffmann and frodsham, 1993).

MACAM-MACAM PREDATOR

Cocinella septumpunctata Chilocorus kuwanae Cryptolaemus montrouzieri Syrphus opinator