Anda di halaman 1dari 0

1

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Kanker adalah sejenis penyakit pertumbuhan yang berlebihan, dari
sel jaringan tubuh yang asalnya normal berubah menjadi tidak normal dan
bersifat ganas. Sel-sel tersebut tidak terkontrol dan tidak berbentuk.
Kanker dapat timbul pada semua orang, pada setiap bagian tubuh, dan
semua golongan umur termasuk anak dan bayi. Bahkan, bayi yang baru
dilahirkan pun bisa terkena kanker. Apa penyebab kanker? Sejauh ini, para
ahli belum bisa memastikan. Khusus untuk kanker anak, penyebabnya
diperkirakan merupakan gabungan antara faktor genetik dan lingkungan
(Siswono, 2004).
Pada anak-anak, jenis kanker yang cukup sering terjadi adalah
leukemia (kanker darah), tumor otak, retinoblastoma (retina mata), kanker
kelenjar getah bening, tumor Wilms (kanker ginjal), rabdomiosarkoma
(kanker jaringan otot), dan osteosarkoma (kanker tulang). Dari jenis-jenis
kanker ini, ternyata leukemia merupakan kanker yang paling banyak
dijumpai.
Penyakit kanker darah (leukimia) menduduki peringkat tertinggi
kanker pada anak. Namun, penanganan kanker pada anak di Indonesia
masih lambat. Itulah sebabnya lebih dari 60 % anak penderita kanker yang
ditangani secara medis sudah memasuki stadium lanjut. Pendapat itu
2
disampaikan dr Maria Abdulsalam dari Bagian Ilmu Kesehatan Anak
FKUI-RSUPN Cipto Mangunkusumo kepada Media, di sela-sela seminar
ilmiah bertema Kanker pada anak yang diselenggarakan Yayasan
Onkologi Anak Indonesia.
Leukimia adalah penyakit akibat terjadinya proliferasi sel leukosit
yang abnormal dan ganas serta sering disertai adanya leukosit dengan
jumlah berlebihan yang dapat menyebabkan terjadinya anemia dan
trombositopenia. Leukemia limfoid atau limfositik akut ini merupakan
kanker jaringan yang menghasilkan leukosit yang imatur dan berlebihan
sehingga jumlahnya menyusup ke berbagai organ seperti sumsum tulang
dan mengganti umur sel yang normal sehingga mengakibatkan jumlah
eritrosit kurang untuk mencukupi kebutuhan sel sehingga timbul
perdarahan. (Hidayat, 2006). Leukimia adalah suatu jenis kanker darah,
dimana sel darah putih kita diproduksi melebihi yang seharusnya ada.
Seperti halnya penyakit kanker yang lain, leukemia jarang menimbulkan
gejala tertentu. Pada umumnya badan tambah kurus dan cenderung kurang
darah (Hb turun). Biar diberi vitamin juga tidak naik dan setelah diperiksa
secara mendetail baru terlihat.
ALL (Acute Lymphoid Leukemia) adalah insiden paling tinggi
terjadi pada anak-anak yang berusia antara 3 dan 5 tahun. Anak
perempuan memiliki prognosis yang lebih baik daripada anak laki-laki.
Anak kulit hitam mempunyai frekuensi remisi yang lebih sedikit dan
angka kelangsungan hidup (survival rate) rata-rata yang juga lebih rendah.
3
ANLL (Acute Nonlymphoid Leukemia) mencakup 15% sampai 25%
kasus leukemia pada anak. Resiko terkena penyakit ini meningkat pada
anak yang mempunyai kelainan kromosom bawaan seperti Sindrom
Down. Lebih sulit dari ALL dalam hal menginduksi remisi (angka remisi
70%). Remisinya lebih singkat pada anak-anak dengan ALL. Lima puluh
persen anak yang mengalami pencangkokan sumsum tulang memiliki
remisi berkepanjangan (Betz, 2002.).
Leukimia merupakan penyakit neoplastik yang ditandai oleh
proliferasi abnormal dari sel- sel hematopoietik. Limfosit yang imatur
dapat menyebabkan terganggunya perkembangan sel normal dikarenakan
limfosit tersebut berproliferasi dalam sumsum tulang dan jaringan perifer.
Bukan itu saja akibatnya bisa sampai terjadi penurunan jumlah leukosit,
sel darah merah dan trombosit karena hematopoesis normal terhambat.
Karena hal- hal tersebut akibatnya akan membuat anak terganggu
dalam proses tumbuh kembang, karena dia harus menjaga kondisi
tubuhnya. Selama dalam proses perawatan dirumah sakit tidak menutup
kemungkinan adanya dampak hospitalisasi pada anak tersebut karena dia
harus mendapatkan beberapa terapi utama yaitu kemoterapi, radiasi daerah
kraniospinal dan injeksi intratekal.
Sangat sulit mengatakan penyebab dan pencegahan leukemia
karena datangnya juga tidak diketahui. Sampai saat ini penyebab pasti
masih dicari. Ada beberapa gejala penyakit leukemia. Gejalanya antara
lain: rasa lesu atau lelah, wajah pucat, demam yang tidak jelas sebabnya,
4
perdarahan abnormal, biasanya di kulit dan mudah dilihat. Gejala lain,
penderita akan merasa nyeri pada tulang, perut yang teraba keras atau
membengkak. Terkadang, ditemukan pula benjolan-benjolan di kulit,
pembengkakan gusi, atau kelumpuhan otot wajah atau tungkai tanpa sebab
yang jelas. Apabila tidak dilakukan penanganan yang cepat, maka terjadi
pembesaran organ-organ limfoid, berupa splenomegali, hepatomegali,
bahkan peningkatan tekanan intrakranial.
Perlu digaris bawahi, penyakit leukemia ini bisa disembuhkan, asal
diketahui pada stadium dini. Sayangnya, kebanyakan orang tua baru
membawa anaknya ke rumah sakit ketika penyakit leukemia anaknya
sudah mencapai stadium agak lanjut, yaitu stadium dua atau tiga.
Pengobatan penyakit leukemia memerlukan waktu yang lama. Paling cepat
lima tahun, bahkan bisa lebih, apalagi jika saat ditemukan penyakitnya
sudah mencapai stadium tiga. Pengobatannya sendiri merupakan
kombinasi antara operasi, radioterapi, dan kemoterapi. Jadi, tidak berbeda
dengan pengobatan kanker pada orang dewasa.
Maka dari itu, penulis mengangkat masalah leukemia pada anak
menjadi karya tulis agar lebih memahami dalam perawatan dan pemberian
asuhan keperawatan untuk anak dengan leukimia.




5
B. Tujuan Penulisan
1. Mendapat gambaran nyata tentang pelaksanaan asuhan keperawatan
klien dengan leukimia di Rumah Sakit dan cara mengatasi kesulitan
yang ada.
2. Mengidentifikasi permasalahan serta hambatan yang timbul dalam
memberikan asuhan keperawatan terhadap klien dengan leukimia.
3. Menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku perkuliahan
serta pengalaman praktik lapangan, yang kemudian diharapkan dapat
membantu memecahkan masalah yang timbul pada individu, keluarga,
dan masyarakat.

C. Metode Penulisan
Dalam menyusun karya tulis ini, penulis menggunakan metode
deskriptif studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang diawali
dari tahap pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan,
dan evaluasi.
Metode deskriptif adalah metode yang ditujukan untuk
menyelesaikan masalah yang ada, pengumpulan data, menganalisa, dan
menarik kesimpulan dari kegiatan yang telah berlangsung.
Teknik yang digunakan dalam menyusun karya tulis ini yaitu
dengan metode naratif, studi kepustakaan, observasi, partisipasi aktif,
wawancara, dan studi dokumenter.

6
D. Sistematika Penulisan
Untuk mendapat gambaran secara jelas mengenai karya tulis ini,
maka diuraikan secara singkat dalam bentuk bab. Adapun sistematika
penulisannya adalah sebagai berikut:
BAB I yaitu pendahuluan, yang meliputi latar belakang masalah,
tujuan penulisan, metode penulisan, dan sistematika penulisan.
BAB II yaitu konsep dasar, yang membahas pengertian, anatomi
dan fisiologi, etiologi dan predisposisi, patofisiologi, manifestasi klinis,
penatalaksanaan, pengkajian fokus, pathways keperawatan, serta fokus
intervensi dan rasional.
BAB III merupakan tinjauan kasus, yang membahas tentang kasus
klien yang meliputi pengkajian, pathways keperawatan sesuai hasil analisa
kasus pada klien, diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi, serta
evaluasi.
BAB IV yaitu pembahasan, merupakan pembanding antara teori
yang sudah ada dengan kasus sebenarnya di lapangan.
BAB V yaitu penutup, yang meliputi tentang kesimpulan dan saran
yang dapat digunakan sebagai bahan pemikiran bersama untuk masa yang
akan datang.