Anda di halaman 1dari 11

KEBERADAAN KAUM DIFABEL DI MATA INDONESIA

OLEH: Q U R R O TA A Y U N I SHABRINA

HARI DIFABEL INTERNASIONAL


3 DESEMBER 2013

KAUM DIFABEL
Nurcahyo (2006) dalam Blognya memaparkan bahwa: a. Pengindonesiaan dari frase difabled people yang merupakan kependekan dari different ability people. b. Salah satu contoh dari eufemisme. Dalam KBBI, disebutkan bahwa: cacat n kekurangan yg menyebabkan nilai atau mutunya kurang baik atau kurang sempurna (yang terdapat pada badan, benda, batin, atau akhlak)

KATEGORI KAUM DIFABEL


Kaum difabel pada prinsipnya dibagi ke dalam lima kategori, yaitu: 1. Tuna netra: keterbatasan pada indra penglihatan 2. Tuna daksa: keterbatasan pada anggota gerak 3. Tuna rungu: keterbatasan pada indra pendengaran 4. Tuna wicara: keterbatasan dalam berbicara 5. Tuna grahita: keterbatasan mental (Zuntriana, 2011: 2)

FAKTA TENTANG KAUM DIFABEL


1. Lebih dari milyaran penduduk dunia mengalami disabilitas 2. Populasi terbesar berada di negara berkembang 3. Luput dari bimbingan kesehatan

4. Kaum difabel yang masih berusia sekolah, tidak mengikuti sekolah formal
5. Kaum difabel dewasa, tidak mempunyai pekerjaan (menganggur) 6. Rentan dengan kemiskinan 7. Minimnya rehabilitasi

8. Kaum difabel masih mengandalkan bantuan dari orang di sekitarnya


9. Hambatan kaum difabel dapat diatasi 10. CRPD (The Convention on The Rights of Person with Disabilities) menggerakkan setiap negara untuk peduli terhadap kaum difabel

UPAYA PERLINDUNGAN HUKUM


Pemerintah telah membuat berbagai kebijakan yang berkaitan dengan kaum difabel, seperti yang dikemukakan Irwanto (2010: 17-19): 1. UU No. 4 Tahun 1997 (Penyandang cacat) 2. UU No. 23 Tahun 2002 (Perlindungan anak)

3. UU No. 28 Tahun 2002 (Bangunan gedung)


4. Penandatanganan (2007) dan ratifikasi CRPD (The Convention on The Rights of Persons with Disabilities) (2011)

IMPLEMENTASINYA?

LALU BAGAIMANA NASIB MEREKA?

MARI......

1.Hormati 2.Peduli 3.Tidak diskriminasi

DAFTAR PUSTAKA
Irwanto. 2011. Analisis Situasi Penyandang Disabilitas di Indonesia: Sebuah Desk-Review, dalam jurnal Pusat Kajian

Disabilitas Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Indonesia. vol. 1. No. 3. November.
Nurcahyo, Priyadi Iman. 2006. Penggunaan Istilah Difable atau Difabel, dalam Blog. http://www.priyadi.net. Diunduh Rabu, 4 Desember 2013.

Zuntriana, Ari. 2011. Hak atas Informasi bagi Difabel, dalam jurnal Pustakaloka STAIN Ponorogo. vol. 1. No. 2.