Anda di halaman 1dari 27

STATUS UJIAN

INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT ( ISPA ) KECAMATAN CIRACAS

FEBRINSEN PURBA 08 003 Dosen pembimbing : Prof. Dr. Soekidjo Notoatmodjo

KEPANITERAAN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT PERIODE 04 FEBRUARI 2013 30 MARET 2013 FAKULTAS KEDOKTERAN
STATUS UJIAN ILMU KEDOKTERAN KOMUNITAS FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA PERIODE 4 FEBRUARI 30 MARET 2013

Page 1

UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA JAKARTA


STATUS UJIAN ILMU KEDOKTERAN KOMUNITAS PERIODE 04 Februari 2013 - 30 Maret 2013

Hari /Tanggal pengambilan data Hari/Tanggal Intervensi Masalah kesehatan Wilayah Masalah

: Senin, 18 februari 2013 : Jumat, 08 maret 2013 : Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) : RT01 01/RW 02 Kelurahan Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur : Selasa / 26 Maret 2013 : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia ciracas

Hari / tanggal ujian Tempat ujian

Nama NIM Tanda tangan

: Febrinsen purba : 08-003 :

STATUS UJIAN ILMU KEDOKTERAN KOMUNITAS FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA PERIODE 4 FEBRUARI 30 MARET 2013

Page 2

I. PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang ISPA merupakan singkatan dari Infeksi Saluran Pernafasan Akut. Penyakit infeksi akut yang menyerang salah satu bagian dan atau lebih dari saluran nafas mulai dari hidung (saluran atas) hingga alveoli (saluran bawah) termasuk jaringan adneksanya seperti sinus, rongga telinga tengah dan pleura (Depkes RI,2002) . Salah satu penyakit yang diderita oleh masyarakat terutama adalah ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) yaitu meliputi infeksi akut saluran pernapasan bagian atas dan infeksi akut saluran pernapasan bagian bawah. Hingga saat ini telah dikenal lebih dari 300 jenis bakteri dan virus sebagai penyebab ISPA. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu masalah kesehatan yang ada di negara berkembang dan negara maju. Hal ini disebabkan karena masih tingginya angka kesakitan dan angka kematian karena ISPA khususnya pneumonia, terutama pada bayi dan balita. Di Amerika, pneumonia menempati peringkat ke-6 dari semua penyebab kematian dan peringkat pertama dari seluruh penyakit infeksi. Di Spanyol angka kematian akibat pneumonia mencapai 25% sedangkan di Inggris dan Amerika sekitar 12% atau 25-30 per 100.000 penduduk. Di Indonesia, ISPA masih merupakan salah satu masalah kesehatan yang utama karena menyebabkan kematian bayi dan balita yang cukup tinggi yaitu kira-kira 1 dari 4 kematian yang terjadi. Setiap anak diperkirakan mengalami 3-6 episode ISPA setiap tahunnya. Sekitar 40%-60% dari kunjungan di Puskesmas adalah oleh penyakit ISPA. Berdasarkan laporan WHO tahun 2003 didapatkan bahwa dari 15 juta perkiraan kematian pada anak berusia di bawah 5 tahun terdapat 4 juta (26,67%) kematian yang diakibatkan oleh penyakit ISPA setiap tahunnya. Sebanyak dua pertiga kematian tersebut adalah bayi (khusus bayi muda). Berdasarkan hasil laporan RISKESDAS pada tahun 2007, prevalensi ISPA tertinggi terjadi pada baduta (>35%). ISPA terjadi lebih tinggi pada kelompok dengan pendidikan dan tingkat rumah tangga yang rendah. Di Jawa Barat kejadian ISPA sebesar 24,73% dan untuk Jawa Tengah sebesar 29,08%. Di Indonesia, infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) saluran menempati urutan pertama menyebabkan kematian pada kelompok bayi dan balita. Selain itu ISPA juga sering berada pada daftar 10 penyakit terbanyak di rumah sakit. Survey mortalitas yang dilakukan oleh subdit ISPA tahun 2005 menempatkan ISPA sebagai penyebab kematian bayi terbesar di Indonesia dengan persentase 22,30% dari seluruh kematian balita (Anonim, 2008).
STATUS UJIAN ILMU KEDOKTERAN KOMUNITAS FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA PERIODE 4 FEBRUARI 30 MARET 2013

Page 3

Sejumlah Puskesmas di kota Jakarta Menunjukkan adanya peningkatan kasus ISPA bahkan kunjungan pasien di Puskesmas tersebut didominasi penderita ISPA dengan gejala batuk, pilek, disertai dengan demam. Dalam 1 hari ada 50 -60 pasien yang berkunjung ke puskesmas. Dari jumlah tersebut hampir 80% menderita ISPA Kematian akibat pneumonia di Indonesia atau Cause Spesific Mortality Rate (CSMR) pada akhir tahun 2000 terdapat sebanyak 5 di antara 1.000 balita. Berarti, setiap tahun sebanyak 150.000 balita meninggal atau 12.500 korban perbulan atau 416 kasus sehari atau 17 anak per jam atau seorang balita tiap lima menit. Hasil penelitian Djaja, dkk (2001) didapatkan bahwa angka prevalensi penderita ISPA (pneumonia) di Indonesia sebesar 9,4%. Hingga saat ini angka mortalitas ISPA yang berat masih sangat tinggi. Kematian seringkali disebabkan karena penderita datang untuk berobat dalam keadaan berat dan sering disertai penyulit-penyulit serta kurang gizi. Program pemberantasan ISPA secara khusus telah dimulai sejak tahun 1984, dengan tujuan berupaya untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian khususnya pada bayi dan anak balita yang disebabkan oleh ISPA, namun kelihatannya angka kesakitan dan kematian tersebut masih tetap tinggi. ISPA sering disalahartikan sebagai infeksi saluran pernapasan atas. Yang benar ISPA merupakan singkatan dari Infeksi Saluran Pernapasan Akut. ISPA adalah infeksi saluran pernapasan yang berlangsung sampai 14 hari. Yang dimaksud dengan saluran pernapasan adalah organ mulai dari hidung sampai gelembung paru, beserta organ-organ disekitarnya seperti : sinus, ruang telinga tengah dan selaput paru. Sebagian besar dari infeksi saluran pernapasan hanya bersifat ringan seperti batuk pilek dan tidak memerlukan pengobatan dengan antibiotik, namun anak dapat menderita pneumoni bila infeksi paru ini tidak diobati dengan antibiotik dapat mengakibat kematian. Ada banyak faktor yang mempengaruhi kejadian penyakit ISPA baik secara langsung maupun tidak langsung. Menurut Sutrisna (1993) faktor resiko yang menyebabkan ISPA pada balita adalah sosio-ekonomi (pendapatan, perumahan, pendidikan orangtua), status gizi, tingkat pengetahuan ibu dan faktor lingkungan (kualitas udara). Sedangkan Depkes (2002) menyebutkan bahwa faktor penyebab ISPA pada balita adalah BBLR, status gizi buruk, imunisasi yang tidak lengkap, kepadatan tempat tinggal dan lingkungan fisik. Program Pemberantasan Penyakit (P2) ISPA membagi penyakit ISPA dalam 2 golongan yaitu pneumonia dan yang bukan pneumonia. Pneumonia dibagi atas derajat beratnya penyakit yaitu pneumonia berat dan pneumonia tidak berat. Penyakit batuk pilek seperti rinitis, faringitis, tonsilitis dan penyakit jalan napas bagian atas lainnya digolongkan
STATUS UJIAN ILMU KEDOKTERAN KOMUNITAS FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA PERIODE 4 FEBRUARI 30 MARET 2013

Page 4

sebagai bukan pneumonia. Etiologi dari sebagian besar penyakit jalan napas bagian atas ini ialah virus dan tidak dibutuhkan terapi antibiotik. Infeksi saluran pernapasan bagian atas terutama yang disebabkan oleh virus, sering terjadi pada semua golongan masyarakat pada bulan-bulan musim dingin. Tetapi ISPA yang berlanjut menjadi pneumonia sering terjadi pada anak kecil terutama apabila terdapat gizi kurang dan dikombinasi dengan keadaan lingkungan yang tidak higiene. Menilik pada teori hendrik L Blum, tingginya penyakit ISPA berhubungan erat dengan faktor lingkungan, perilaku dan pelayanan kesehatan. Untuk faktor herediter, kurang berpengaruh karena tidak terkait secara langsung terhadap penyebaran penyakit ISPA. 1. Lingkungan a. Polusi udara di lingkungan Polusi udara yang semakin tinggi di lingkungan sekitar dapat merusak sebagian besar pertahanan sistem pernapasan manusia, terutama dari asap kendaraan bermotor, asap pabrik dan asap rokok. Saat pertahanan sistem pernapasan berkurang, seseorang akan sangat rentan terhadap terjadinya ISPA. Dari hasil penelitian diperoleh adanya hubungan antara ISPA dengan polusi udara, di mana efek ini terjadi pada kelompok umur 9 bulan dan 6-10 tahun.

b. Keadaan ventilasi rumah yang kurang baik Ventilasi berperan penting dalam menjaga udara di dalam rumah tetap segar. Terutama mengatur pertukaran O2 dan CO2. Disamping itu buruknya sistem ventilasi rumah akan menyebabkan kelembapan udara didalam ruangan meningkat. Ruangan yang lembab merupakan tempat perkembangbiakan kuman yang sangat baik. Sehingga dapat meningkatkan kemungkinan terjangkit ISPA. Dikenal ventilasi, yakni : 1. 2. Ventilasi alamiah Ventilasi buatan c. Luas bangunan rumah Luas lantai rumah sehat harus sesuai dengan jumlah penghuni didalamnya. Keadaan tempat tinggal yang terlalu padat dapat mengurangi ketersediaan udara bersih di dalam rumah, dan juga dapat meningkatkan penularan penyakit ISPA pada penghunni 2 macam

STATUS UJIAN ILMU KEDOKTERAN KOMUNITAS FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA PERIODE 4 FEBRUARI 30 MARET 2013

Page 5

rumah tersebut. Luas bangunan yang optimum harus dapat menyediakan 2,5-3 meter untuk tiap orang. 2. Perilaku Kesehatan Perilaku sehat harus mulai dibudayakan dengan baik karena menurut situs Centers for Disease Control. Pada kasus ISPA, penularan tertinggi disebabkan oleh penghirupan droplet saat seorang penderita ISPA batuk. Kebiasaan tidak menutup mulut saat batuk dapat menyebabkan orang lain di sekitar orang yang batuk tersebut dapat menghirup droplet yang dihasilkan percikan batuk penderita tersebu. Berdasarkan hal tersebut, salah satu cara yang paling efektif untuk memutus rantai penyebaran kuman adalah dengan menutup mulut saat batuk dan tidak membuang dahak sembarangan. Pengobatan yang tidak tuntas pada serangan ISPA sebelumnya dapat mengakibatkan terjadinya Infeksi saluran pernapasan kronik. 3. Pelayanan kesehatan Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai perilaku hidup bersih dan sehat dapat ditanggulangi oleh pelayanan kesehatan dengan mengadakan penyuluhan pada masyarakat serta peran aktif pelayanan kesehatan masyarakat.

STATUS UJIAN ILMU KEDOKTERAN KOMUNITAS FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA PERIODE 4 FEBRUARI 30 MARET 2013

Page 6

II

DATA DEMOGRAFI

A.

DATA DEMOGRAFI.
Jumlah penduduk di wilayah Kecamatan Ciracas Kota Administrasi Jakarta Timur Tahun 2010 berjumlah 249,776 jiwa, terdiri dari laki-laki 135.118 jiwa dan perempuan 114.638 jiwa, sedangkan jumlah kepala keluarga 53.047 KK. Data penduduk kecamatan ciracas

NO

KELURAHAN L

WNI P 20.465 29.896 16.256 30.982 17.039 114.638 L 1 1 2 3 7

WNA P 1 1 1 3

JUMLAH

1. 2. 3. 4. 5.

Ciracas Cibubur Kp. Rambutan Kelapa Dua Wetan Susukan JUMLAH

23.429 34.650 19.848 37.110 20.081 135.118

43.894 64.552 36.108 68.092 37.120 249.766

Sumber: laporan tahunan puskesmas kecamatan Ciracas tahun 2012

1. Data penduduk menurut Umur dan Jenis Kelamin

No

Kelompok Umur LK 25.772 21.567 23.63 21.348 17.606 11.989 8.629 4.627 135.118

WNI PR 21.545 19.806 19.18 17.923 15.117 10.198 6.981` 3.888 114.638 Jml 47.267 41.373 42.81 39.271 32.723 22.187 15.610 8.515 249.756 6 3 1 2 LK

WNA PR Jml

Jml

1 2 3 4 5 6 7 8

0-9 10-19 20-29 30-39 40-49 50-59 60-69 >70 Jumlah

47.267 41.373 42.81 1 2 2 2 1 2 4 39.273 32.725 22.189 15.614 8.515 4 10 249.766

Sumber: laporan tahunan puskesmas kecamatan Ciracas tahun 2012

STATUS UJIAN ILMU KEDOKTERAN KOMUNITAS FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA PERIODE 4 FEBRUARI 30 MARET 2013

Page 7

2. Fasilitas Kesehatan dan Pendidikan a. Data Fasilitas Kesehatan.


Kelurahan No Nama Fasilitas Kesehatan Ciracas Susukan Cibubur Kelapa Dua Wetan Rambutan Total

Dr. Praktek 12 3 7 6 Klinik 24 jam 8 3 3 1 Apotik 3 1 3 3 Toko obat 7 3 2 2 Ahli gigi 5 0 1 0 Bidan Praktek 14 10 12 2 Klinik Rontgen 2 Klinik swasta Laboratorium 1 Klinik Rumah bersalin 2 1 2 10 Posyandu 11 Puskesmas 1 1 2 1 12 Rumah Sakit 1 13 Sumber: laporan tahunan puskesmas kecamatan Ciracas tahun 2012. 1 2 3 4 5 6 7 8 9

5 2 2 0 1 7 1 1 2

33 17 12 14 7 45 2 1 6 6 3

Data Sekolah
No Kelurahan TK SD/MI SLTP/ MTs 6 1 6 6 6 25 SLTA/ SMAK/ Aliyah 6 2 6 10 6 30 Akademi/ PT 3 0 1 1 1 6 TOTAL

1 2 3 4 5

Rambutan Susukan Ciracas Kelapa Dua Wetan Cibubur Jumlah

14 14 21 15 22 86

9 12 22 10 20 73

38 29 56 42 55 220

Sumber: laporan tahunan puskesmas kecamatan Ciracas tahun 2012. II. 1 DATA BIOGRAFI II. 1. 1 Keadaan umum wilayah Kelurahan ciracas adalah merupakan salah satu dari lima (5) Kelurahan di Wilayah Kecamatan Cipayung. Kelurahan ciracas terletak dikecamatan Ciracas wilayah Jakarta Timur dengan luas

STATUS UJIAN ILMU KEDOKTERAN KOMUNITAS FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA PERIODE 4 FEBRUARI 30 MARET 2013

Page 8

393,36 Ha yang teerdiri dari 10 Rukun Warga (RW) dan 139 Rukun Tetangga (RT) dengan perincian sebagai berikut:

Tabel 1.1 data Frekuensi Jumlah RW dan RT di Kelurahan ciracas RW 01 02 03 04 05


06 07 08 09 10 JUMLAH

Jumlah RT 12 13 16 16 9
13 16 12 17 15 393, 36

Luas ( HA) 39, 60 37, 60 40,30 38,60 39,50


41, 26 38,30 38, 90 39, 40 39, 90 139

Batas wilayah : Sebelah Utara : Jl. Pule. Kelurahan, susukan, Jl.P. Ali, Jl. Mahakam Kel. Rambutan Sebelah Timur : Jl. TOL Jagorawi kelurahan. Cipayung

Sebelah Selatan

: JL. Raya Ciracas Kel. Kelapa Dua Wetan dan Jl. Raya Kiwi Kelurahan Pekayon

Sebelah Barat

: Jl. Kali Baru Kel. Cijantung

2. DEMOGRAFI Jumlah penduduk kelurahan ciracas menurut sensus bulan Juli tahun 2011 adalah 42. 485 jiwa , terdiri dari 21, 410 penduduk laki- laki dan 21. 075 penduduk perempuan.

STATUS UJIAN ILMU KEDOKTERAN KOMUNITAS FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA PERIODE 4 FEBRUARI 30 MARET 2013

Page 9

TABEL 2. Jumlah pendudu tiap RW adalah sebagai berikut :


RW 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 JUMLAH Jumlah KK 1.286 1.399 1.301 1.228 1.135 1.330 1.198 1.285 1.412 1.233 13.108 Penduduk laki - laki 2.244 2.325 1.954 2.153 2.209 2.122 2078 2.254 1.953 2.118 21.410 Penduduk Perempuan 1.651 2.812 2.283 1.997 1.858 2.156 2.232 2.190 2.781 2.115 21.075 Jumlah 3.895 5.137 4.237 4.150 4.067 4.278 4.310 4.444 3.734 4.233 42.485

Sumber :data kelurahan ciracas tahun 2012

STATUS UJIAN ILMU KEDOKTERAN KOMUNITAS FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA PERIODE 4 FEBRUARI 30 MARET 2013

Page 10

Tabel Susunan penduduk menurut umur dan jenis kelamin : Umur ( tahun ) 04 59 10 14 15 19 20 24 25 29 30 34 35 39 40 44 45 49 50 54 55 59 60 64 65 69 70 74 75 > Jumlah Laki laki 2.414 2.449 2.785 2.786 2.840 2.913 2.885 2.837 2.745 2.531 2.145 1.671 1.332 2.760 1.019 998 37.128 Perempuan 2.398 2.495 2.547 2.194 2.627 2.689 2.553 2.549 2.146 2.401 2.101 1.190 880 842 787 583 30.989 Jumlah 4.811 4.944 5.332 4.980 5.467 5.602 5.448 5.386 4.906 5.146 4.632 3.335 2.551 2.174 1.806 1.581 68.117

Sumber :data kelurahan ciracas tahun 2012

Mobilitas penduduk tahun 2012 adalah sebagai berikut : o o o o Lahir Datang Mennggal Pindah : 433 orang : 947 orang : 125 orang : 703 orang

STATUS UJIAN ILMU KEDOKTERAN KOMUNITAS FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA PERIODE 4 FEBRUARI 30 MARET 2013

Page 11

Data Pola penyakit berdasarkan kunjungan pasien ke BP umum didapatkan data 10 penyakit terbanyak sebagai berikut : NO. 1 Kode C 1302 Jenis penyakit Infeksi akut pada saluran pernafasan bagian atas 2 3 4 5 22 2001 12 21 Penyakit lainya Pemyakit kuit infeksi Penyakit tekanan darah tinggi Penyakit pada sistem otot dan jaringan pengikat 6 7 8 9 10 802 104 1303 1301 2002 Gangguan neurotik Penyakit infeksi saluran pencernaan Tonsilitis Pada saluran pernafasan bagian atas Penakt kult alergi penyakt lainnya 812 697 649 639 500 3,43% 3,20% 3,15% 3,15% 2,46% 4170 950 873 829 20,53% 4,68% 4,08% 4,00% Jumlah 10192 Presentase 50,18%

Sumber :data kelurahan ciracas tahun 2012

STATUS UJIAN ILMU KEDOKTERAN KOMUNITAS FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA PERIODE 4 FEBRUARI 30 MARET 2013

Page 12

penyakit infeksi saluran pencernaan 3% Penyakit pada sistim Gangguan otot dan Neurotik jaringan 3% pengikat 4% Penyakit tekanan darah tinggi 4%

pada saluran pernafasan bagian atas Penyakit alergi 3% kulit lainnya tonsilitis 4% 3%

Penyakit infeksi saluran pernafasan akut 50,18 %

Pemyakit kuit infeksi 5% penyakit lainnya 21%

Data Pola penyakit berdasarkan kunjungan pasien ke BP umum didapatkan data 10 penyakit terbanyak 2012

II. DIAGNOSIS MASALAH


1. Masalah Kesehatan 2. Wilayah Masalah : Infeksi Saluran Penapasan Akut (ISPA) : RT01/RW 02 Kelurahan ciracas, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur 3. Sasaran : Warga RT 01/RW 02 Kelurahan ciracas, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur 4. Jumlah sasaran 5. Jumlah yang Hadir :145 orang : 34orang

6. Melakukan wawancara mencakup : Pengetahuan warga RT 01/RW 02 Kelurahan ciracas Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur yang berhubungan dengan ISPA.
STATUS UJIAN ILMU KEDOKTERAN KOMUNITAS FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA PERIODE 4 FEBRUARI 30 MARET 2013

Page 13

Hasil Diagnosis Masalah: Tabel 1. Jumlah Orang yang Menjawab Benar No Pertanyaan Pre Test N 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Yang mengetahui pengertian dari ISPA Yang mengetahui organ yang diserang dari ISPA Yang mengetahui siapa saja yang dapat terserang ISPA Yang mengetahui cara penularan ISPA Yang mengetahui penyebab ISPA Yang mengetahui tanda dan gejala ISPA Yang mengetahui cara pencegahan dari ISPA Yang mengetahui apa yang harus dilakukan saat trserang ISPA Yang mengetahui terhadap ISPA pengaruh gizi 29 22 5 15 16 23 15 2 18 14 % 85,29 64,71 14,71 44,11 47,05 67,64 44,11 5,88 52,94 41,17

Yang mengetahui pencegahan yang tepat untuk ISPA pada anak

STATUS UJIAN ILMU KEDOKTERAN KOMUNITAS FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA PERIODE 4 FEBRUARI 30 MARET 2013

Page 14

Berdasarkan hasil pretest didapatkan : 1. 29 dari 34 responden (85,29%) mengetahui kepanjangan ISPA. 2. 22 dari 34 responden (64,71%) mengetahui pengertian ISPA. 3. 5 dari 34 responden (14,71%) mengetahui jenis-jenis ISPA. 4. 15 dari 34 responden (44,11%) mengetahui penyebab ISPA. 5. 16 dari 34 responden (47,05%) mengetahui faktor yang dapat memperburuk ISPA. 6. 23 dari 34 responden (67,64%) mengetahui cara penularan ISPA. 7. 15 dari 34 responden (44,11%) mengetahui gejala ISPA. 8. 2 dari 34 responden (5,88%) mengetahui komplikasi ISPA. 9. 18 dari 34 responden (52,94%) mengetahui pengobatan ISPA 10. 14 dari 34 responden (41,17%) mengetahui pencegahan ISPA.

STATUS UJIAN ILMU KEDOKTERAN KOMUNITAS FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA PERIODE 4 FEBRUARI 30 MARET 2013

Page 15

Tabel 2. Nilai Pengetahuan Sebelum Intervensi


No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 Rata-rata Pretest 70 60 50 60 10 80 70 40 30 70 60 50 70 50 60 60 70 80 50 20 20 40 0 0 50 20 50 50 60 50 30 50 40 70 1640 / 34=48,24

STATUS UJIAN ILMU KEDOKTERAN KOMUNITAS FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA PERIODE 4 FEBRUARI 30 MARET 2013

Page 16

Tabel 3. Kriteria Penilaian No. 1. 2. 3. Nilai < 65 65 75 > 75 Kategori Kurang Sedang Baik

Keterangan : Pengetahuan Warga RT 01/RW 02 Kelurahan Ciracas Kecamatan Ciracas tentang ISPA masih kurang.

III. PERUMUSAN MASALAH


Dari hasil kuisoner pengetahuan mengenai ISPA di RT 01/RW 02 Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas. Jakarta Timur masih kurang.

IV. PERENCANAAN PENYELESAIAN MASALAH


1. Melakukan intervensi berupa penyuluhan mengenai ISPA 2. Tujuan a. Tujuan Umum : Meningkatkan pengetahuan warga RT 01/RW 02 Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas mengenai ISPA. b. Tujuan Khusus :

Meningkatkan pengetahuan warga RT 01/RW 02 Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas mengenai komplikasi ISPA Meningkatkan pengetahuan warga RT 01/RW 02 Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas mengenai usia yang paling sering terkena ISPA Meningkatkan pengetahuan warga RT 01/RW 02 Kelurahan Ciracas Kecamatan Ciracas mengenai penyebab ISPA

STATUS UJIAN ILMU KEDOKTERAN KOMUNITAS FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA PERIODE 4 FEBRUARI 30 MARET 2013

Page 17

Meningkatkan pengetahuan warga RT 01/RW 02 Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas mengenai gejala ISPA Meningkatkan pengetahuan warga RT 01/RW 02 Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas mengenai cara penularan ISPA Meningkatkan pengetahuan ibu-ibu RT 01/RW 02Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas mengenai pencegahan ISPA Meningkatkan pengetahuan warga RT 01/RW 02 Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas mengenai pengobatan ISPA

3. Sasaran

: warga RT 01/RW 02, Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas

4. Pelaksanaan Intervensi Hari/Tanggal Jam Tempat Acara : Jumat, 8 Maret 2013 : 10.00 11.00 : Tenda depan rumah bapak ketua RT di RT 1/RW 2 : Penyuluhan tentang ISPA

5. Sumber Daya - Dokter Muda - Petugas kesehatan - Alat Peraga - Biaya operasional
No 1. 2. 3. 4. 5.

: 1 orang : 1 orang : laptop

Keterangan Print kuisioner Print flyer Fotocopy pretest dan post-test 2 x 2 lembar x 40 @ Rp 100,Fotocopy flyer 2 lembar x 40 @ Rp. 100,Konsumsi (35 @ Rp. 5.000,-) TOTAL

Jumlah Rp. 1000,Rp. 2000,Rp. 16.000,Rp. 8.000,Rp. 175.000,Rp. 202.000,-

STATUS UJIAN ILMU KEDOKTERAN KOMUNITAS FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA PERIODE 4 FEBRUARI 30 MARET 2013

Page 18

Kegiatan

: Penyuluhan tentang ISPA disertai dengan pengisian pre-test dan posttest

6. Evaluasi

: Membandingkan nilai pre-test dan post-test setelah penyuluhan.

V. PELAKSANAAN PEMECAHAN MASALAH 1. Pelaksanaan Intervensi Hari/Tanggal Jam Tempat : Jumat, 08 Maret 2013 : 09.00 11.00 WIB : tenda di depan rumah bapak RT di RT 01/RW 02 Kelurahan

Ciracas Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur 2. Peserta yang Hadir 3. Sumber Daya Dokter Muda Petugas kesehatan Biaya Operasional :
No 1. 2. 3. 4. Keterangan Print kuisioner Print flyer Fotocopy pretest dan post-test 2 x 2 lembar x 40 @ Rp 100,Fotocopy flyer 2 lembar x 40 @ Rp. 100,Konsumsi (35 @ Rp. 5.000,-) TOTAL Jumlah Rp. 1000,Rp. 2000,Rp. 16.000,Rp. 8.000,Rp. 175.000,Rp. 202.000,-

: 34 orang

: 1 orang : 1 orang

5.

4. Materi yang diberikan : - Pengertian ISPA - Jenis-jenis ISPA - Gejala ISPA - Tanda-tanda bahaya ISPA - Cara penularan ISPA - Komplikasi ISPA - Pencegahan dan pengobatan ISPA
STATUS UJIAN ILMU KEDOKTERAN KOMUNITAS FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA PERIODE 4 FEBRUARI 30 MARET 2013

Page 19

VI. EVALUASI

A. Input
SDM untuk program ini adalah 1 orang dokter muda Febrinsen purba, S.Ked sebagai penyuluh dan narasumber sesuai dengan perencanaan. Penyuluhan dibantu dan diawasi oleh 1 orang tenaga kesehatan sesuai dengan perencanaan Dana yang dibutuhkan untuk kegiatan penyuluhan bersumber dari dokter muda dan tidak berubah sesuai dengan perencanaan. Materi yang digunakan tetap menggunakan laptop sesuai dengan perencanaan. Penyuluhan dilakukan di tenda depan rumah ketua RT di Rt 01/Rw 02 Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas tentang Pengertian, jenis-jenis, gejala, tanda-tanda

bahaya, cara penularan, komplikasi, pencegahan dan pengobatan ISPA sesuai dengan perencanaan.

B. Proses
- Kegiatan penyuluhan yang dijalankan tidak dimulai sesuai jadwal yang direncanakan. Ini dikarenakan peserta hadir terlambat. Waktu kegiatan menjadi mundur 15 menit. Kegiatan berlangsung sekitar 45 menit. - Pelaksanaan kegiatan berupa pre-test, penyuluhan mengenai ISPA dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diakhiri dengan post-test untuk mengetahui keberhasilan intervensi sesuai dengan perencanaan. - Jumlah peserta yang hadir ada sebanyak 34 orang - Tidak ada masalah berarti selama penyuluhan. Penyuluhan dapat berjalan dengan baik dan masyarakat mengikuti penyuluhan dengan antusias. Situasi penyuluhan juga cukup kondusif, peserta mengikuti penyuluhan tanpa kegaduhan. - Pemecahan masalah : waktu mulai kegiatan mundur sehingga dokter muda mempersingkat penyuluhan tetapi isi penyuluhan tetap padat dan peserta tetap antusias mendengarkan

STATUS UJIAN ILMU KEDOKTERAN KOMUNITAS FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA PERIODE 4 FEBRUARI 30 MARET 2013

Page 20

C. Output

Tabel 4. Hasil Perbandingan Nilai Pre Test dan Post Test Pre test Post test Nilai Nilai 1. 70 90 2. 60 80 3. 50 80 4. 60 100 5. 10 70 6. 80 100 7. 70 100 8. 40 70 9. 30 70 10. 70 100 11. 60 90 12. 50 70 13. 70 90 14. 50 70 15. 60 80 16. 60 90 17. 70 100 18. 80 90 19. 50 100 20. 20 60 21. 20 70 22. 40 80 23. 0 70 24. 0 60 25. 50 90 26. 20 90 27. 50 90 28 50 90 29 60 90 30 50 100 31 30 80 32 50 100 33 40 80 34 70 100 Rata-rata 1640 / 34=48,24 2890/34 = 85 Berdasarkan hasil pre-test dan post-test terjadi peningkatan pengetahuan No. sebesar 85% pada post test

STATUS UJIAN ILMU KEDOKTERAN KOMUNITAS FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA PERIODE 4 FEBRUARI 30 MARET 2013

Page 21

Tabel 5. Peningkatan Pengetahuan Dilihat Dari Jumlah Orang yang Menjawab No Pertanyaan Pre Test N 1. Yang mengetahui pengertian dari ISPA 2. Yang mengetahui organ yang diserang dari ISPA 3. Yang mengetahui siapa saja yang dapat terserang ISPA 4. Yang mengetahui cara 15 44,11 27 79,4 12 35,29 5 14,71 28 82,35 23 67,65 22 64,71 34 100 12 35,31 29 % 85,29 Post Test N 34 % 100 Kenaikan N 5 % 14,71

penularan ISPA 5. Yang mengetahui penyebab ISPA 6. Yang mengetahui tanda dan gejala ISPA 7. Yang mengetahui cara 15 44,11 32 94,11 17 50 23 67,64 34 100 11 32,35 16 47,05 33 97,05 17 50

pencegahan dari ISPA 8. Yang mengetahui apa yang harus dilakukan saat trserang ISPA 9. Yang mengetahui pengaruh gizi terhadap ISPA 10. Yang mengetahui pencegahan yang tepat untuk ISPA pada anak 14 41,17 30 88,23 16 47,06 18 52,94 30 88,23 12 35,29 2 5,88 25 73,53 23 67,65

STATUS UJIAN ILMU KEDOKTERAN KOMUNITAS FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA PERIODE 4 FEBRUARI 30 MARET 2013

Page 22

Sebelum dilakukan penyuluhan

mengenai Infeksi Saluran Pernafasan Akut hasil

pretest rata - rata dari 34 responden adalah 48,24. Sedangkan setelah diberikan penyuluhan, hasil post test rata - rata dari 34 responden adalah 85. Hal ini berarti, telah terjadi peningkatan pengetahuan responden sebesar 36,76. Jadi selisih nilai pretest dan post test warga RT 01/RW 02, Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciiracas adalah: {(Post testPretest ) / pretest } x 100% = {(8548,24)/48,24}x100% = 76,20 %

STATUS UJIAN ILMU KEDOKTERAN KOMUNITAS FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA PERIODE 4 FEBRUARI 30 MARET 2013

Page 23

VII.KESIMPULAN DAN SARAN


A. Kesimpulan Sebelum dilakukan intervensi, pengetahuan masyarakat RT 01/RW 02, Kelurahan Ciracas, Jakarta Timur mengenai Infeksi Saluran Pernafasan Akut masuk dalam kategori kurang (48,24%). Sedangkan setelah dilakukan intervensi, pengetahuan masyarakat meningkat menjadi kategori baik (85%). Hal ini menandakan penyuluhan mengenai Infeksi Saluran Pernafasan Akut yang diberikan telah berhasil menambah pengetahuan responden. B. Saran Kepada Masyarakat RT 01/ RW 02, Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur : Agar dapat menyebarkan informasi yang telah didapat kepada warga lain ataupun kepada anggota keluarga yang beresiko terkena Infeksi Saluran Pernafasan Akut. Agar masyarakat mengikuti pola hidup yang sehat dan dapat mencegah terjadinya Infeksi Saluran Pernafasan Akut dengan tepat sesuai dengan penyuluhan yang sudah disampaikan. Kepada Petugas Kesehatan : Agar dapat meningkatkan kegiatan promosi kesehatan yang berkaitan dengan Infeksi Saluran Pernafasan akut. Agar dapat memberikan penyuluhan secara berkala mengenai Infeksi Saluran Pernafasan akut

STATUS UJIAN ILMU KEDOKTERAN KOMUNITAS FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA PERIODE 4 FEBRUARI 30 MARET 2013

Page 24

PENGETAHUAN MASYARAKAT MENGENAI ISPA DI RT 005 / RW 009, KELURAHAN LUBANG BUAYA, KECAMATAN CIPAYUNG TAHUN 2013

Nama Suku

: :

TTL/ Umur Alamat

: :

Soal Pre test/ Post Test 1. Apa yang dimaksud dengan ISPA ? A. Infeksi saluran pernapasan akut yang disebabkan oleh mikroorganisme B. Infeksi saluran usus yang disebabkan oleh mikroorganisme tertentu C. Infeksi saluran kencing yang disebabkan oleh batu atau mikroorganisme D. Infeksi saluran pernapasan atas yang disebabkan makanan 2. Organ Apakah yang diserang oleh ISPA ? A. Paru-Paru B. Saluran napas atas dan bawah C. Saluran cerna D. Saluran kencing 3. Siapa saja kah yang dapat terserang ISPA ? A. Anak-Anak B. Remaja C. Dewasa D. Semua Usia 4. Bagaimana Cara Penularan ISPA ? A. Melalui air liur B. Melalui Udara C. Melalui Bersin D. Semua Jawaban diatas benar

5. Apakah Penyebab dari ISPA ? A. Virus B. Bakteri C. Lingkungan yang tidak sehat D. Semua jawaban diatas benar 6. Bagaimana kah tanda dan gejala dari ISPA KECUALI ?
STATUS UJIAN ILMU KEDOKTERAN KOMUNITAS FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA PERIODE 4 FEBRUARI 30 MARET 2013

Page 25

A. B. C. D.

Batuk pilek Sehat bugar Sesak napas dan sakit tenggorokan Demam dan nafsu k terserang makan menurun

7. Bagaimana cara pencegahan supaya tidak terserang ISPA ? A. Makan sepuasnya B. Mendekatkan anak dari penderita batuk C. Memakan makanan bergizi D. Melihat lingkungan berdebu dan kotor 8. Apa yang harus dilakukan saat terserang ISPA ? A. Minum obat penurun panas B. Minum kopi C. Selalu bergadang D. Mengurangi minum air hangat 9. Bagaimana pengaruh gizi kurang terhadap ISPA ? A. Tidak ada pengaruhnya B. Menjadi faktor resiko mudah terserang ISPA C. Menyebabkan banyak makan D. Semua jawaban diatas benar 10. Pada anak apa yang harus diperhatikan supaya tidak terserang ISPA ? A. Imunisasi lengkap B. Makan banyak C. Rekreasi ke tempat-tempat wisata D. Selalu menyuruh anak bermain.

STATUS UJIAN ILMU KEDOKTERAN KOMUNITAS FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA PERIODE 4 FEBRUARI 30 MARET 2013

Page 26

Lampiran 2

STATUS UJIAN ILMU KEDOKTERAN KOMUNITAS FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA PERIODE 4 FEBRUARI 30 MARET 2013

Page 27