Anda di halaman 1dari 5

A.

Flowmeter Ultrasonik Selain perbaikan akurasi, perkembangan teknologi alat ukur dalam beberapa tahun terakhir lebih banyak mengarah pada aspek kemudahan pengoperasian. Alat-alat ukur yang bersifat non interrupt seperti clamp meter, IR thermal imagers, distance meter, dan sebagainya mulai banyak digunakan belakangan ini. Hal ini tidak terkecuali dalam bidang pengukuran flow. Ada banyak cara untuk melakukan pengukuran flow pada fluida. Secara garis besar dapat di bagi menjadi dua jenis pengukuran, yaitu pengukuran langsung / contact dan pengukuran tidak langsung/non-contact. Jenis pengukuran flowmeter dengan cara non-contact diantaranya adalah ultrasonic flowmeter. Flowmeter ini menggunakan Azas Doppler. Dua pasang ultrasonic transduser dipasang pada posisi diagonal dari pipa, keduanya dipasang dibagian tepi dari pipa, untuk menghindari kerusakan sensor dantyransmitter, permukaan sensor dihalangi oleh membran. Perbedaan lintasan terjadi karena adanya aliran fluida yang menyebabkan perubahan phase pada sinyal yang diterima sensor ultrasonic
Ultra sonic Tx - Rx

Ultra sonic Tx - Rx

Gambar 3.46. Sensor Aliran Fluida Menggunakan Ultrasonic Flow meter dengan Efek Doppler ini menempatkan perubahan frekuensi, dengan rumus:

Pemisahan frekuensi pancar denga frekuensi terima dilakukan dengan heterodyne, mendapatkan HPF untuk mendapatkan sinyal AC saja

Gambar Ultrasonic (d\Doppler) flowmeter, (a) geometry, (b) response, (c) block diagram of readout. Methode non-contact disini diartikan sebagai cara ukur yang tidak menyentuh fluida secara langsung. Biasanya cukup meletakkan sensor pada bagian luar dari pipa. Karena sifatnya yang noncontact, ultrasonic flowmeter tentunya memiliki Ultrasonic transit time menggunakan transduser beberapa keunggulan bila di bandingkan dengan akustik (acustic transducer) yang dapat mengirim contact/direct flowmeter, yaitu : Praktis karena tidak harus mengganggu aliran/instalasi fluida dan tidak perlu memotong atau melubangi pipa. Aman, karena tidak secara langsung kontak dengan fluida, yang mungkin mengandung zat kimia berbahaya.

Sensor lebih awet karena tidak bersentuhan langsung dengan fluida. Range pemakaian luas, hampir semua fluidadan semua jenis pipa bisa diukur hanya dengan 1 alat saja. Ultrasonic transit time menggunakan transduser akustik (acustic

transducer) yang dapat mengirim dan menerima sinyal akustik. Transduser akustik ditempatkan pada kedua sisi pipa sedemikian hingga sinyal akustik bergerak melintasi pipa dalam arah yang ditentukan, seperti gambar berikut.

Metode transit time didasarkan pada pengukuran jangka waktu transmisi sinyal akustik yang melintasi pipa pada kedua arah yang berlawanan. Sistem pengukurannya didasarkan pada kenyataan bahwa sinyal akustik yang melintasi pipa searah aliran fluida yang membutuhkan waktu lebih cepat dari sinyal akustik yang bergerak pada arah yang berlawanan dengan aliran.

Perbedaan waktu antara kedua sinyal akustik tersebut sebanding dengan kecepatan alir rata- rata sepanjang lintasan sinyal akustik. Penempatan sensor pun bisa kita sesuaikan, konfigurasi yang sering digunakan terlihat seperti pada gambar diatas. Kelemahan pada alat ini yaitu karena prinsip kerja alat menggunakan prinsip perambatan sinyal ultrasonik, ada hal yang harus diperhatikan agar pengukuran menghasilkan nilai yang akurat yaitu harus mengetahui jenis material yang akan diukur baik itu pipa maupun fluidanya, karena cepat rambat gelombang ultrasonic akan berbeda untuk material yang berbeda. Namun kelemahan ini dapat diatasi dengan menambahkan data nilai parameter beberapa material yang disimpan dalam memory internal flowmeter. Data referensi parameter untuk beberapa jenis material mudah ditemukan di internet, sehingga bisa dimasukkan ke database flowmeter secara manual.

TUGAS MEKANIKA FLUIDA DAN PARTIKEL FLOWMETER ULTRASONIC

Di Susun Oleh: Nurul Hasanah (3335090744)

JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA CILEGON BANTEN 2013