Anda di halaman 1dari 114

BAB 1 PENGERTIA LINGKUP

N DAN RUANG PERPAJAKAN

Dalam kehidupan sehari-hari sering mendengar istilah pajak, meskipun pengertian yang sesungguhnya masih belum tepat. Dalam Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan dinyatakan bahwa pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh Orang Pribadi atau adan yang bersi!at memaksa berdasarkan Undang Undang dengan tidak mendapatkan imbalan langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Dari pengertian tersebut dapat ditarik kesimpulan tentang "iri-"iri yang melekat pada pengertian pajak# a. Pajak dipungut oleh negara $baik pemerintah pusat maupun daerah%. &uran tersebut berupa uang yang dipungut disebabkan suatu keadaan, kejadian, dan perbuatan yang memberikan man!aat tertentu bagi seseorang. b. Pajak dipungut'dipotong berdasarkan dengan kekuatan Undang Undang serta aturan pelaksanaannya. ". Dalam pengembangan pajak tidak dapat ditunjukkan adanya kontra prestasi langsung dan dapat ditunjuk. d. Pajak diperuntukkan bagi pengeluaran pembayaran pemerintah yang berman!aat bagi kemakmuran rakyat. Disamping pemungutan pajak, pemeritah masih melakukan berbagai pungutan lain, misalnya retribusi, sumbangan, dan bea "ukai. a. (etribusi adalah iuran kepada pemerintah yang dapat dipaksakan dan memperoleh jasa timbal balik se"ara laangsung dan dapat ditunjuk b. )umbangan ialah iuran kepada pemerintah yang dapat dipaksakan yang ditujukan kepada golongan tertentu dan diman!aatkan untuk golongn tertentu pula $yang bersangkutan% ". ea dan "ukai adalah pungutan yang dikenakan atas barang-barang tertentu dan hanya pada golongan tertentu dan yang membayar tidak mendapatkan prestasi imbal balik se"ara langsung.

A. Fungsi Pajak, ada dua !ungsi pajak yaitu# *. +ungsi budgetair yaitu pajak sebagai sumber dana bagi pemerintah untuk membiayai pengeluaran-pengeluarannya ,. +ungsi pengatur $regulerend% yaitu pajak sebagai alat untuk mengatur atau melaksanakan kebijakan pemerintah dalam bidang sosial dan ekonomi. B. Syarat P !ungutan Pajak -gar pemungutan pajak tidak menimbulkan hanmbatan uatau perlawanan, maka pemungutan pajak harus memenuhu syarat sebagai berikut# *. Pemungutan pajak harus adil $)yarat Keadilan% )esuai dengan tujuan hukum, yakni men"apai keadilan, Undang Undang dan pelaksanaan pemungutan harus adil. -dil dalam perundang-undangan diantaranya mengenakan pajak se"ara umum dan merata, serta disesusikan dengan kemampuan masing-masing. )edang adil dalam pelaksanaan yakni dengan memberikan hak bagi .ajib Pajak untuk mengajukan keberatan, penundaan dalam pembayaran dan mengajukan banding kepada /ajelis Pertimbangan Pajak. ,. Pemungutan pajak harus berdasarkan Undang Undang $ )yarat 0urudis% Di &ndonesia, pajak diatur dalam UUD *123 pasal ,4 ayat ,. 5al ini memberikan jaminan hukum untuk menyatakan keadilan, baik bagi 6egara maupun warganya 4. Tidak mengganggu perekonomian $)yarat 7konomis% Pemungutan tidak boleh mengganggu kelan"aran kegiatan produksi maupun perdagangan sehingga tidak mennimbilkan kelesuan perekonomian masyarakat 2. Pemungutan pajak harus e!isien $)yarat +inansiil% )esuai !ungsi budgetair, biaya pemungutan pajakharus dapat ditekan sehingga lebih rendah dari hasil pemungutannya 3. )istem pemungutan pajak harus sederhana )istem pemungutan yang sederhana akan memudahkan dan mendorong masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakannya. )yarat ini telah dipenuhi oleh undang undang perpajakan yang baru.

". #uku! Pajak $at rii% &an #uku! Pajak F'r!i% 5ukum Pajak mengatur hubungan antara pemerintah $!is"us% selaku pemungut8pajak dengan rakyat sebagai .ajib Pajak. -da , hukum pajak yakni# *. 5ukum pajak materiil, memuat norma-norma yang menerangkan antara lain keadaan, perbuatan, peristiwa hukum yang dikenai pajak $objek pajak%, siapa yang dikenakan pajak $subjek pajak%, berapa besar pajak yang dikenakan $tari! pajak%, segala sesuatu yang timbul dan hapusnya utang pajak, serta hubungan hukum antara pemerintah dan .ajib Pajak ,. 5ukum pajak !ormil, memuat bentuk'"ara untuk mewujudkan hukum materiil menjadi kenyataan $ "ara melaksanakan hukum pajak materiil%. 5ukum ini memuat# a. b. pajak ".Kewajiban .ajib Pajak misalnya menyelenggarakan pembukuan'pen"atatan dan hak-hak .ajib Pajak misalnya mengajukan keberatan'banding. Contoh# ketentuan umum dan tata "ara perpajakan D. P ng %'!('kan Pajak *. /enurut golongannya a. Pajak langsung, yaitu pajak yang harus dipikul sendiri oleh .ajib Pajak dan tidak dapat dibebankan atau dilimpahkan kepada orang lain. Contoh# Pajak penghasilan b. pajak tidak langsung, yaitu pajak yang pada akhirnya dapat dibebankan atau dilimpahkan kepada orang lain. Contoh# Pajak Pertambahan 6ilai ,. /enurut si!atnya Tata "ara penyelenggaraan $presedur% penetapan suatu utang pajak 5ak-hak !is"us untuk mengadakan pengawasan terhadap para .ajib Pajak mengenai keadaan, perbuatan dan peristiwa yang menimbulkan utang

a. pajak subjekti!, yaitu pajak yang berpangkal atau bersandarkan pada subjeknya,dalam arti memperhatikan keadaan diri .ajib Pajak.Contoh# Pajak Penghasilan b. pajak objekti!, yaitu pajak yang berpangkal pada objeknya, tanpa memperhatikan keadaan diri .ajib Pajak. Contoh# Pajak Pertambahan 6ilai dan Pajak Penjualan atas arang /ewah. 4. /enurut 9embaga Pemungutnya a. Pajak pusat, yaitu pajak yang dipungut oleh pemerintah pusat yang digunakan untuk membiayai rumah tangga 6egara. Contoh# pajak Penghasilan, Pajak pertambahan nilai, Pajak Penjualan atas barang /ewah, Pajak umi dan angunan, dan ea /aterai. b Pajak Daerah, yaitu pajak yang dipungut oleh pemerintah daerah dan digunakan untuk membiayai rumah tangga daerah E. P !ungutan Pajak Pemungutan pajak dapat dilakukan berdasakan 4 stelsel# *. )telsel nyata $riel stelsel% Pemungutan pajak didasarkan pada objek $penghasilan yang nyata%, sehingga pemungutan yang baru baru dapat dilakukan pada akhir tahun pajak, yakni setelah penghasilan yang sesungguhnya diketahui. )telsel nyata memiliki kelebihan atau kebaikan dan kekurangan. Kebaikan stelsel ini adalh pajak yang dilkenakan lebih realistis. )edangkan kelemahanya pajak baru dapat dikenakan pada akhir periode $ setelah penghasilan riil diketahui%. ,. )telsel anggapan $fictive stelsel% Pengenaan pajka yang didasarkan pada suatu aggapan yang diatur oleh suatu Undang Undang. /isalnya, penghasilan suatu tahun dianggap sama dengan tahun sebelumnya, sehingga pada awal tahun pajak sudah dapat ditetapkan besarnya pajak yang terutang untuk tahun pajak berjalan. Kebaikan stelsel ini adalah pajak dapat dibayar selama tahun berjalan tanpa harus menunggu pada

akhir tahun. )edangkan kelemahannya adalah pajak yang diabayar tidak berdasarkan pada keadaan yang sesungguhnya.

4. )telsel Campuran )telsel ini merupakan kombinasi antara stelsel nyata dengan stelsel anggapan. 0akni pada awal tahun besarnya pajak dihitung berdasarkan suatu anggapan kemudian pada akhir tahun besarnya pajak disesuaikan dengan keadaan yang sebenarnya. -pabila besarnya pajak menurut kenyataan lebih besar daripada pajak menurut anggapan, maka .ajib Pajak harus menambah. )ebaliknya jika besarnya pajak menurut kenyataan lebih ke"il daripada pajak menurut anggapan, maka .ajib Pajak dapat minta kembali kelebihannya $direstitusi% atau dikompensasi. F. A)as P !ungutan Pajak *. -:as Domisili $a:as tempat tinggal% 0aitu negara berhak mengenakan pajak atas seluruh penghasilan .ajib Pajak yang bertempat tinggal di wilayahnya, baik penghasilan yang berasal dari dalam maupun dari luar negeri. -:as ini berlaku bagi .ajib Pajak dalam negeri. ,. -:as )umber 0aitu negara berhak mengenakan pajak atas penghasilan yang bersumber dari wilayahnya tanpa memperhatikan tempat tinggal .ajib Pajak. 4. -:as Kebangsaan 0aitu pengenaan pajak dihubungkan dengan kebangsaan suatu negara. /isalnya pajak bangsa asing di &ndonesia dikenakan padaa setiap orang yang bukan berkebangsaan &ndonesaia yang bertempat tinggal di &ndonesia. -:as ini berlaku untuk .ajib Pajak 9uar 6egeri. G. Sist ! P !ungutan Pajak

*. Official Assessment System, adalah suatu sistem pemungutan pajak yang memberikan wewenang kepada pemerintah $!iskus% untuk menentukan besarnya pajak terutang oleh .ajib Pajak. -dapun "iri-"iri sistem ini adalah# a. .ewenang untuk menentukan besarnya pajak terutang ada pada !iskus. b. .ajib Pajak bersi!at pasi!. ". Utang pajak timbul setelah dikeluarkan )urat Ketetapan Pajak oleh !iskus. ,. Self Assessment System adalah suatu sistem pemungutan pajak yang memberikan wewenang kepada .ajib Pajak untuk menentukan besarnya pajak terutang. -dapun "iri-"iri sistem ini adalah a. .ewenang untuk menentukan besarnya pajak terutang ada pada .ajib pajak yang terutang, ". +iskus tidak ikut "ampur tetapi hanya mengawasi. 4. With Holding Assessment System adalah suatu sistem pemungutan pajak yang memberikan wewenang kepada pihak ketiga $bukan !iskus dan bukan .ajib Pajak% untuk menentukan besarnya pajak terutang. -dapun "iri-"iri sistem ini adalah wewenang untuk menentukan besarnya pajak yang terutang ada pada pihak ketiga selain !iskus dan .ajib Pajak. #. Ti!*u% &an #a(usnya Utang Pajak -da dua ajaran yang mengatur timbulnya utang pajak# *. -jaran !ormil, yaitu utang pajak timbul karena dikeluarkannya )urat Ketetapan Pajak oleh !iskus. -jaran ini diterapkan pada Official Assessment System. ,. -jaran /ateriil, yaitu utang pajak timbul karena berlakunya Undang Undang. )eseorang dikenai karena suatu keadaan atau suatu perbuatan. -jaran ini diterapkan pada Self Assessment System. )edangkan hapusnya utang pajak dapat disebabkan oleh beberapa hal antara lain# $*% Pembayaran $,% Kompensasi $4% Daluwarsa $3 tahun% $2% Pembebasan dan penghapusan. I. #a!*atan P !ungutan Pajak

5ambatan terhadap pemungutan pajak terdiri dari# *. 5ambatan pasi! yaitu masyarakat enggan $pasi!% membayar pajak, hal ini disebabkan oleh# a. Perkembangan intelektual dan moral masyarakat b. )istem perpajakan yang $mungkin% sulit di!ahami masyarakat. ". )istem kontrol tidak dapat dilakukan atau dilaksanakan dengan baik. ,. Perlawanan pasi!, yakni semua usaha dan perbuatan yang se"ara langsung ditujukan kepada !iskus dengan tujuan untuk menghindari pajak. Perlawanan ini terdiri dari dua "ara'bentuk yaitu# a. Tax Avoidance adalah usaha meringankan beban pajak dengan tidak melanggar Undang Undang. b. Tax Evasion adalah usaha meringankan beban pajak dengan "ara yang melanggar Undang Undang $menggelapkan pajak%

<

BAB II KETENTUAN U$U$ DAN TATA "ARA PERPAJAKAN Undang Undang 6o. ; Tahun *1=3 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang 6o. 1 Tahun *112 dan Undang Undang 6o. *; Tahun ,>>> serta yang terakhir sekarang Undang Undang 6o. ,= Tahun ,>>< yang mulai diberlakukan * ?anuari ,>>1. -dapun beberapa pengertian yang harus diketahui dalam bidang perpajakan meliputi# *. .ajib Pajak adalah orang pribadi atau badan, meliputi pembayar pajak, pemotong pajak dan pemungut pajak yang mempunyai hak dan kewajiban sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan. ,. )urat Pemberitahuan $)PT% adalah surat yang oleh .ajib Pajak digunakan untuk melaporkan penghitungan dan'atau pembayaran pajak, objek pajak dan'atau bukan objek pajak dan'atau harta dan kewajiban sesuai dengan peraturan perundang undangan perpajakan. 4. )urat Pemberitahuan $)PT% /asa adalah surat pemberitahuan untuk suatu masa pajak. 2. )urat Pemberitahuan $)PT% Tahunan adalah surat pemberitahuan untuk suatu Tahun Pajak atau bagian Tahun Pajak.r at 3. )urat )etoran Pajak $))P% adalah bukti pembayaran atau penyetoran pajak yang telah dilakukan dengan menggunakan !ormulir atau telah dilakukan dengan "ara lain ke kas negara melalui tempat pembayaran yang telah ditunjuk oleh /enteri Keuangan. ;. )urat Ketetapan Pajak $)KP% adalah surat ketetapan yang meliputi )urat Ketetapan Pajak Kurang ayar, )urat Ketetapan Pajak Kurang ayar Tambahan, )urat Katetapan Pajak 6ihil atau )urat Ketetapan Pajak 9ebih ayar.

<. )urat Ketetapan Pajak Kurang

ayar $)KPK % adalah surat ketetapan pajak yang

menentukan besarnya jumlah pokok pajak, kredit pajak, jumlah kekurangan pembayaran pokok pajak, besarnya sanksi administrasi dan jumlah pajak yang masih harus dibayar. =. )urat Ketetapan Pajak Kurang ayar Tambahan $)KPK T% surat ketetapan pajak yang menentukan tambahan atas jumlah pajak yang telah ditetapkan. 1. )urat Katetapan Pajak 6ihil $)KP6% surat ketetapan pajak yang menentukan jumlah pokok pajak sama dengan besarnya kredit pajak atau pajak tidak terutang dn tidak ada kredit pajak. *>. )urat Ketetapan Pajak 9ebih ayar $)KP9 % surat ketetapan pajak yang menentukan jumlah kelebihan pembayaran pajak karena jumlah kredit pajak lebih besar daripada pajak yang terutang atau seharusnya tidak terutang. **. )urat Tagihan Pajak $)TP% adalah surat untuk melakukan tagihan pajak dan'atau sanksi administrasi berupa bunga dan'atau denda. *,. Kredit Pajak untuk Pajak Penghasilan adalah pajak yang dibayar sendiri oleh wajib pajak ditambah dengan pokok pajak yang terutang dalam )urat Tagihan Pajak kerena Pajak Penghasilan dalam tahun berjalan tidak atau kurang bayar, ditambah dengan pajak yang dipotong atau dipungut, ditambah dengan pajak atas penghasilan yang dibayar atau terutang di luar negeri, dikurangi dengan pengembalian pendahuluan kelebihan pajak yang dikurangkan dari pajak yang teurtang. *4. Kredit Pajak untuk Pajak Pertambahan 6ilai adalah Pajak /asukan yang dapat dikreditkan setelah dikurangi dengan mengembalikan pendhuluan kelebihan pajak atau setelah dikurangi dengan pajak yang telah dikompensasikan, yang dikurangkan dari pajak yang terutang. -. P n&a+taran NP,P &an NPPKP *. K -aji*an P n&a+taran Dalam KUP dinyatakan bahwa setiap .ajib Pajak yang telah memenuhi persyaratan subjekti! dan objekti! sesuai dengan katentuan peraturan perundang undang undangan perpajakan wajib menda!tarkan diri pada kantor Direktorat

?enderal Pajak yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal atau tempat kedudukan .ajib Pajak dan kepadanya diberikan 6omor Pokok .ajib Pajak $6P.P%. Persyaratan )ubjekti! adalah persyaratan yang sesuai dengan ketentuan mengenai subjek dalam Undang Undang Pajak Penghasilan tahun *1=2 dan perubahannya. Persyaratan Objekti! adalah persyaratan bagi subjek pajak yang menerima atau memperoleh penghasilan atau diwajibkan untuk melakukan pemotongan'pemungutan sesuai dengan ketentuan Undang Undang Pajak Penghasilan tahun *1=2. )etiap wajib Pajak yang menjalankan usaha atau pekerjaan bebas dan .ajib Pajak adan wajib menda!tarkan diri pada Kantor Direktorat ?enderal Pajak yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal atau tempat kedudukan .ajib Pajak untuk di"atat sebagai .ajib Pajak dan sekaligus kepadanya diberikan 6P.P paling lama * $satu% bulan setelah saat usaha mulai dijalankan. -dapun !ungsi 6P.P adalah a. )ebagai tanda pengenal atau identitas .ajib Pajak dan sebagai sarana administrasi perpajakan sehingga .ajib Pajak hanya diberi satu 6P.P, b. )ebagai sarana menjaga ketertiban dan pengawasan administrasi perpajakan sehingga .ajib Pajak men"antumkan 6P.P pada setiap dokumen perpajakan. ,. P ng.a(usan NP,P Penghapusan 6P.P adalah tindakan menghapuskan 6P.P dari Tata Usaha Kantor Pelayanan Pajak. Direktorat ?enderal Pajak setelah melakukan pemeriksaan harus memberikan keputusan atas permohonan penghapusan 6P.P dalam jangka waktu ; $enam% bulan untuk .P-OP atau *, $dua belas% bulan untuk .P- adan sejak tanggal permohonan diterima se"ara lengkap. Dengan penghapusan 6P.P ini bukan berarti menghilangkan kewajiban perpajakan yang harus dilakukan. Penghapusan 6P.P ini dilakukan oleh Direktur ?enderal Pajak apabila# a. Diajukan permohonan penghapusan 6P.P oleh .ajib Pajak dan'atau ahli warisnya apabila .ajib Pajak sudah tidak lagi memenuhi persyaratan

*>

subjekti! dan'atau objekti! sesuai ketentuan peraturan perundang undangan perpajakan. b. .ajib Pajak adan dilikuidasi karena penghentian atau penggabungan usaha. ". .ajib Pajak &ndonesia atau d. Dianggap perlu oleh Direktur ?enderal Pajak untuk menghapus 6P.P dari .ajib Pajak yang sudah tidak memenuhi persyaratan subjekti! dan'atau objekti! sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan.perpajakan. 4. P n&a+taran NPPKP /N'!'r P nguku.an P ngusa.a K na Pajak0 )etiap .ajib Pajak sebagai Pengusaha yang dikenai Pajak berdasarkan Undang Undang Pajak Pertambahan 6ilai tahun *1=2 dan perubahannya wajib melaporkan usahanya pada Kantor Direktorat ?enderal Pajak yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal atau tempat kedudukan Pengusaha dan tempat kegiatan usaha dilakukan untuk dikukuhkan menjadi Pengusaha Kena Pajak. -pabila .ajib Pajak melakukan penda!taran $6P.P% sekaligus Pengukuhan, maka surat keterangan terda!tar dan )urat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak $6PPKP% diterbitkan bersamaan paling lama 4 $tiga% hari kerja berikutnya setelah permohonan penda!taran dan pelaporan beserta persyaratannya diterima se"ara lengkap. +ungsi Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak adalah a. )ebagai identitas Pengusaha Kena Pajak. b. )arana untuk melaksanakan hak dan kewajiban di bidang Pajak Pertamabahan 6ilai $PP6% dan Pajak Penjualan arang /ewah $PPn /%. ". -lat pengawasan administrasi perpajakan. 2. P n1a*utan NPPKP Direktorat ?enderal Pajak setelah melakukan pemeriksaan harus memberikan keputusan atas permohonan pen"abutan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak dalam jangka waktu ; $enam% bulan sejak tanggal permohonan diterima se"ara lengkap. entuk Usaha Tetap menghentikan kegiatan usahanya di

**

. K -aji*an P n1atatan &an P !*ukuan 1. P n1atatan Pen"atatan adalah pengumpulan data se"ara teratur tentang peredaran bruto atau penjualan bruto dari usahanya dan penerimaan penghasilan lainnya dari luar usaha dengan tujuan mempermudah perhitungan Penghasilan Kena Pajak serta mempermudah perhitungan PPn dan PPn /. -pabila .ajib Pajak dalam memperhitungkan Pajak Penghasilan dengan menggunakan pen"atatan, maka penghasilan neto ditentukan dengan menggunakan 6orma Penghitungan Penghasilan 6eto. Undang Undang 6omor 4; Tahun ,>>= tentang Pajak Penghasilan dinyatakan bahwa yang diperkenankan untuk menggunakan pen"atatan adalah .ajib Pajak Orang Pribadi yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas yang peredaran brutonya dalam * $satu% tahun kurang dari (p2.=>>.>>>.>>>,>> $empat miliar delapan ratus juta rupiah% boleh menghitung penghasilan neto dengan menggunakan 6orma Penghitungan Penghasilan 6eto dengan syarat memberitahukan kepada Direktur ?enderal Pajak dalam jangka waktu 4 $tiga% bulan pertama dari tahun pajak yang bersangkutan. 2. P !*ukuan Pembukuan adalah suatu proses pen"atatn yang dilakukan se"ara teratur untuk mengumpulkan data dan in!ormasi keuangan yang meliputi harta, kewajiban, modal, penghasilan dan biaya, serta jumlah harga perolehan dan penyerahan barang atau jasa, yang ditutup dengan menyusun laporan keuangan berupa nera"a dan laporan laba rugi untuk periode Tahun Pajak tersebut. .ajib Pajak Orang Pribadi yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas dan .ajib Pajak adan di &ndonesia wajib menyelenggarakan pembukuan. .ajib Pajak yang dike"ualikan dari kewajiban menyelenggarakan pembukuan tetapi wajib melakukan pen"atatan adalah#

*,

a..ajib Pajak Orang Pribadi yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas yang peredaran brutonya dalam * $satu% tahun kurang dari (p2.=>>.>>>.>>>,>> $empat miliar delapan ratus juta rupiah% boleh menghitung penghasilan neto dengan menggunakan 6orma Penghitungan Penghasilan 6eto. b. .ajib Pajak Orang Pribadi yang tidak melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas. C. P ny % nggaraan P n1atatan atau P !*ukuan -da beberapa syarat dalam penyelenggaraan pen"atatan atau pembukuan yaitu# *. 5arus dilakukan dengan itikat baik dan men"erminkan keadaan atau kegiatan usaha yang sebenarnya. ,. 5arus diselenggarakan di &ndonesia dengan menggunakan huru! 9atin, angka -rab, stuan mata uang (upiah dan disusun dalam bahasa &ndonesia stau bahasa asing yang dii:inkan oleh /enteri Keuangan. 4. Diselenggarakan dengan prinsip taat a:as dengan stelsel a"rua atau stelsel kas. 2. Perubahan terhadap metode pembukuan dan'atau tahun buku harus mendapat persetujuan dari Direktur ?enderal Pajak. 3. Pembukuan dengan menggunakan bahasa asing dan mata uang selain (upiah dapat diselenggarakan oleh .ajib Pajak setelah mendapat i:in /enteri Keuangan. D. F'r!u%ir P r(ajakan *. Surat S t'ran Pajak /SSP0 )urat )etoran Pajak adalah bukti pembayaran atau penyetoran pajak yang telah dilakukan dengan menggunakan !ormulir atau telah dilakukan dengan "ara lain ke kas negara melalui tempat pembayaran yang ditunjuk /enteri Keuangan. ?enis ))P menurut !ungsi atau si!at pembayaran adalah# a. SSP U!u!, terdiri atas 2 $empat% lembar digunakan untuk PPh pasal ,*, ,4,,3 dan ,;, +iskal 9uar 6egeri, PP6- PKP $untuk PP6 yang bisa dikreditkan'tidak !inal, ke"uali PPh ,;%.

*4

b.

SSP K.usus, terdiri dari 3 $lima% lembar, digunakan untuk membayar PPh pasal ,, dan PP6-PPn / yang dilakukan bendaharawan.

". SSP Fina%, terdiri dari 3 $lima% lembar, digunakan untuk membayar pajak bersi!at !inal seperti PPh atas pengalihan hal atas tanah dan bangunan $ P5T %

atas waktu pembayaran atau penyetoraturan pajak diatur sebagai berikut# N' . * , 4 2 3 ; < = J nis Pajak PPh Pasal ,*, ,4 dan ,; PPh ,,-&mpor PPh ,, Ditjen ea Cukai PPh ,, endaharawan Pemerintah PPh ,, penyerahan oleh pertamina PPh ,, dipungut adan tertentu PPh ,3, PP6 dan PPn / PP6 dan PPn /-&mpor Batas ,aktu P !*ayaran tanggal *> bulan berikutnya )aat penyelesaiaan dokumen impor * hari setelah pemungutan pajak dilakukan Pada hari yang sama dengan pelaksanaan pembayaran Dilunasi sendiri oleh .P sebelum )urat Perintah Pengeluaran arang ditebus tanggal *> bulan berikutnya

*> **

tanggal *3 bulan berikutnya Dilunasi sendiri oleh .P bersamaan dengan saat ea /asuk, jika dibebaskan atau ditunda ea /asuknya, harus dilunasi saat penyelesaian dokumen impor PP6 dan PPn /-D? C * hari setelah pemungutan pajak dilakukan PP6 dan PPn / Tanggal < bulan berikutnya endaharawan Dalam Keputusan /enteri Keuangan nomor 4,;'K/K'>4',>>4 tanggal ** ?uli ,>>4 dinyatakan# a. Dalam hal tanggal jatuh tempo pembayaran atau penyetoran bertepatan dengan hari libur, maka pembayaran atau penyetoran dapat dilakukan pada hari kerja berikutnya b. Pengertian hari libur adalah hari libur nasional atau hari "uti bersama yang ditetapkan oleh pemerintah.

*2

?ika terjadi keterlambatan pembayaran dikenai bunga ,@ sebulan untuk seluruh masa yang dihitung sejak saat jatuh tempo. 2. Surat P !* rita.uan /SPT0 )istem pemungutan pajak dengan Self Assesment Systems, maka .ajib Pajak harus mengambil sendiri !ormulir-!ormulir perpajakan termasuk )urat Pemberitahuan $)PT% beserta kelengkapannya. +ungsi )PT adalah sebagai alat untuk melaporkan pajak-pajak yang menjadi tanggungan .ajib Pajak baik yang sudah dipotong'dipungut pihak lain maupun yang harus dibayar sendiri oleh .ajib Pajak. -dapun hal-hal yang ter"antum dalan )PT antara lain# a. ?umlah pajak yang sebenarnya terutang. b. ?umlah pembayaran'pelunasan yang dibayar sendiri maupun melalui pihak lain $pemotong'pemungut% ". ?umlah pajak yang masih harus dibayar atas kekurangannya dan'atau jumlah pajak yang lebih dibayar. eberapa syarat dalam pengisian )PT yakni pengisian )PT harus dilakukan dengan# a.. B nar, dalam arti# *%. enar seluruh objek pajak yang dimilki. ,%. enar dalam perhitungan 4%. enar dalam pengisian kolom pada setiap lampiran !ormulir )PT. 2%. enar dalam pengkreditan pajak yang telah dibayar'dipotong'dipungut melalui pihak lain. b. J %as, dalam arti tidak menimbulkan pena!siran lain bagi !iskus'peneliti. ". L ngka(, dalam arti seluruh lampiran yang telah ditentukan maupun yang diperlukan harus dilampirkan serta dilengkapi pula dengan penandatanganan )PT. 5al ini dikarenakan bahwa )PT yang terlajur disampaikan tetapi belum ditandatangani berarti tidak lengkap dan dianggap belum memasukkan )PT. a0. K % ngka(an SPT

*3

$*% SPT $asa, ! %i(uti3 $a%. PPh pasal ,*, ,,, ,4, ,; kelengkapannya berupa# ))P, bukti pemotongan'pemungutan dan da!tar bukti pemotongan'pemungutan $b%. PPh pasal ,3 untuk .P aru $belum mengisi )PT% kelengkapannya berupa ))P atau bukti pembayaran sedang untuk .P lama $sudah mengisi )PT% kelengkapannya berupa8 ))P atau bukti pembayaran sebagai )PT-masa $"% )PT /asa PPn'PPn / berupa ))P bukti pembayaran'pelunasan dan !aktur pajak masukan. /20 SPT Ta.unan PP. k % ngka(annya ! %i(uti3 $a% Da!tar nera"a dan laporan laba rugi $bagi .P yang menggunakan pembukuan lengkap%. $b% (ingkasan peredaran bruto $bagi .P yang menggunakan pen"atatan% $"% ))P atas bukti pembayaran setoran atas setoran akhir $PPh pasal ,1% $d% Permohonan menggunakan 6orma Perhitungan untuk tahun pajak berikutnya $bagi .P yang menggunakan pen"atatan%. /40 K % ngka(an %ain yang &iangga( ( r%u yaitu# $*% +otokopi'salinan bukti potong'pungut PPh melalui pihak lain $,% +otokopi KTP dan'atau KK $4% )urat Kuasa $apabila )PT tidak ditandatangani .P sendiri% $2% +otokopi suratkematian $bila .P meninggal dunia sebelum akhir tahun pajak dan penandatanganan )PT selanjutnya dilakukan oleh ahli waris. *0. Batas ,aktu P nya!(aian SPT Dalam pasal 4 ayat $4% Undang Undang 6omor ,= tahun ,>>< tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan dinyatakan bahwa batas waktu penyampaian )PT diatur sebagai berikut# $*% )PT-/asa paling lama ,> $dua puluh% hari setelah akhir /asa Pajak $,% )PT-Tahunan PPh .ajib Pajak orang Pribadi paling lama 4 $tiga% bulan setelah akhir Tahun Pajak, atau

*;

$4% )PT-Tahunan .ajib Pajak Tahun Pajak

adan paling lama 2 $empat% bulan setelah akhir

erikut ini adalah batas waktu penyampaian )PT sebagai berikut#

/10. SPT5$asa N' . * , 4 2 3 ; < = 1 *> ** *, PPh ,* PPh ,,-&mpor PPh ,, PPh ,,-D? C PPh ,, PPh ,, adan tertentu PPh ,4 PPh ,3 PPh ,; PP6 dan PPn / PP6 dan PPn /-D? C PP6 A PPn / Pemotong PPh ,* ea Cukai endaharawan Pemerintah Pemungut Pajak $D? C% Pihak yang menyerahkan Pihak yang menyerahkan Pemotong PPh ,4 .P yang mempunyai 6P.P Pemotong PPh ,; Pengusaha Kena Pajak ea Cukai Pemungut Pajak endaharawan ,> hari setelah /asa Pajak *2 hari setelah /asa Pajak *2 hari setelah /asa Pajak )e"ara mingguan paling lambat < hari setelah batas waktu penyerahan pajak berakhir ,> hari setelah /asa Pajak ,> hari setelah /asa Pajak ,> hari setelah /asa Pajak ,> hari setelah /asa Pajak ,> hari setelah /asa Pajak ,> hari setelah /asa Pajak J nis Pajak 6ang ! nya!(aikan SPT Batas ,aktu P nya!(aian

)e"ara mingguan paling lambat < hari setelah batas waktu penyerahan pajak berakhir selain ,> hari setelah /asa Pajak

/20. SPT5Ta.unan N' . * , J nis Pajak 6ang ! nya!(aikan SPT Batas ,aktu P nya!(aian

)PT Tahunan PPh Orang .P yang mempunyai )elambatnya 4 bulan setelah Pribadi $*<<>% 6P.P Tahun Pajak berakhir )PT Tahunan PPh Orang .P yang mempunyai )elambatnya 4 bulan setelah

*<

4 2

Pribadi $*<<>)% yang tidak melakukan usaha atau pekerjaan bebas )PT Tahunan PPh adan $*<<*% )PT Tahunan PPh ,* $*<,*%

6P.P

Tahun Pajak berakhir

.P yang mempunyai )elambatnya 4 bulan setelah 6P.P Tahun Pajak berakhir Pemotong PPh ,* )elambatnya 4 bulan setelah Tahun Pajak berakhir

10 Sanksi Ti&ak $ nya!(aikan SPT atau $ nya!(aikan SPT Ti&ak S suai D ngan ,aktu 6ang Dit ntukan. -pabila )PT tidak disampaikan dalam jangka waktu yang sudah ditentukan atau batas baktu perpanjangan )PT maka dikenakan sanksi administrasi berupa denda sebagai berikut# N' . * , 4 2 )PT-/asa PP6 )PT-/asa lainnya )PT-Tahunan .P- adan )PT-Tahunan .P-OP (p3>>.>>>,>> (p*>>.>>>,>> (p*.>>>.>>>,>> (p*>>.>>>,>> J nis SPT B sarnya D n&a

/10. Sanksi A&!inistrasi atau Sanksi Pi&ana juga &ik nakan atas k ja&ian * rikut3 $a% Pasal 4= )etiap orang yang karena kealpaannya# *. tidak menyampaikan )urat Pemberitahuan8 atau ,. menyampaikan )urat Pemberitahuan, tetapi isinya tidak benar atau tidak lengkap, atau melampirkan keterangan yang isinya tidak benar sehingga dapat menimbulkan kerugian pada pendapatan negara dan perbuatan tersebut merupakan perbuatan setelah perbuatan yang pertama kali didenda paling sedikit * $satu% kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang dibayar dan paling banyak , $dua% kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang dibayar, atau &i(i&ana kurungan (a%ing singkat 4 /tiga0 *u%an atau (a%ing %a!a 1 /satu0 ta.un. $b% Pasal 41 $*% Dikenakan sanksi dengan pidana penjara paling singkat ; $enam% bulan dan paling lama ; $enam% tahun dan denda paling sedikit

*=

, $dua% kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang dibayar dan paling banyak 2 $empat% kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang dibayar.-tau pidana ditambahkan * $satu% kali menjadi , $dua% kali sanksi pidana apabila seseorang melakukan lagi tindak pidana di bidang perpajakan sebelum lewat * $satu% tahun, terhitung sejak selesainya menjalani pidana penjara yang dijatuhkan. -pabila dengan sengaja# $*% tidak menda!tarkan diri untuk diberikan 6omor Pokok .ajib Pajak atau tidak melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak8 $,% menyalahgunakan atau menggunakan tanpa hak 6omor Pokok .ajib Pajak atau Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak8 $4% tidak menyampaikan )urat Pemberitahuan8 d. menyampaikan )urat Pemberitahuan dan'atau keterangan yang isinya tidak benar atau tidak lengkap8 $2% menolak untuk dilakukan pemeriksaan $3% memperlihatkan pembukuan, pen"atatan, atau dokumen lain yang palsu atau dipalsukan seolah-olah benar, atau tidak menggambarkan keadaan yang sebenarnya8 $;% tidak menyelenggarakan pembukuan atau pen"atatan di &ndonesia, tidak memperlihatkan atau tidak meminjamkan buku, "atatan, atau dokumen lain8 $<% tidak menyimpan buku, "atatan, atau dokumen yang menjadi dasar pembukuan atau pen"atatan dan dokumen lain termasuk hasil pengolahan data dari pembukuan yang dikelola se"ara elektronik atau diselenggarakan se"ara program aplikasi onlinedi &ndonesia atau $=% tidak menyetorkan pajak yang telah dipotong atau dipungut sehingga dapat menimbulkan kerugian pada pendapatan negara

*1

$1% )etiap orang yang melakukan per"obaan untuk melakukan tindak pidana menyalahgunakan atau menggunakan tanpa hak 6omor Pokok .ajib Pajak atau Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak atau menyampaikan )urat Pemberitahuan dan'atau keterangan yang isinya tidak benar atau tidak lengkap, dalam rangka mengajukan permohonan restitusi atau melakukan kompensasi pajak atau pengkreditan pajak, dipidana dengan pidana penjara paling singkat ; $enam% bulan dan paling lama , $dua% tahun dan denda paling sedikit , $dua% kali jumlah restitusi yang dimohonkan dan'atau kompensasi atau pengkreditan yang dilakukan dan paling banyak 2 $empat% kali jumlah restitusi yang dimohonkan dan'atau kompensasi atau pengkreditan yang dilakukan. $"% )anksi pidana dengan pidana penjara paling singkat , $dua% tahun dan paling lama ; $enam% tahun serta denda paling sedikit , $dua% kali jumlah pajak dalam !aktur pajak, bukti pemungutan pajak, bukti pemotongan pajak, dan'atau bukti setoran pajak dan paling banyak ; $enam% kali jumlah pajak dalam !aktur pajak, bukti pemungutan pajak, bukti pemotongan pajak, dan'atau bukti setoran pajak.jika orang yang dengan sengaja# $*% menerbitkan dan'atau menggunakan !aktur pajak, bukti pemungutan pajak, bukti pemotongan pajak, dan'atau bukti setoran pajak yang tidak berdasarkan transaksi yang sebenarnya8 atau $,% menerbitkan !aktur pajak tetapi belum dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak. 10. P !* tu%an SPT -pabila )PT yang sudah dilaporkan ke KPP masih terdapat kekeliruan'ketidakbenaran maka )PT yang keliru $tidak benar% tersebut dapat dibetulkan dengan syarat sebagaimana dinyatakan pada pasal = berikut#

,>

$*% /enyampaikan pernyataan tertulis, dengan syarat Direktur ?enderal Pajak belum melakukan tindakan pemeriksaan. $,% Pembetulan )urat Pemberitahuan harus disampaikan paling lama , $dua% tahun sebelum daluwarsa penetapan. $4% Pembetulan sendiri )urat Pemberitahuan Tahunan yang mengakibatkan utang pajak menjadi lebih besar, dikenai sanksi administrasi berupa bunga sebesar ,@ $dua persen% per bulan atas jumlah pajak yang kurang dibayar, dihitung sejak saat penyampaian )urat Pemberitahuan berakhir sampai dengan tanggal pembayaran, dan bagian dari bulan dihitung penuh * $satu% bulan. $2% Pembetulan sendiri )urat Pemberitahuan /asa yang mengakibatkan utang pajak menjadi lebih besar, kepadanya dikenai sanksi administrasi berupa bunga sebesar ,@ $dua persen% per bulan atas jumlah pajak yang kurang dibayar, dihitung sejak jatuh tempo pembayaran sampai dengan tanggalpembayaran, dan bagian dari bulan dihitung penuh *$satu% bulan. $3% .alaupun telah dilakukan tindakan pemeriksaan, tetapi belum dilakukan tindakan penyidikan terhadap ketidakbenaran perbuatan .ajib Pajak tersebut tidak akan dilakukan penyidikan, apabila .ajib Pajak dengan kemauan sendiri mengungkapkan ketidakbenaran perbuatannya tersebut dengan disertai pelunasan kekurangan pembayaran jumlah pajak yang sebenarnya terutang beserta sanksi administrasi berupa denda sebesar *3>@ $seratus lima puluh persen% dari jumlah pajak yang kurang dibayar. $;% .alaupun Direktur ?enderal Pajak telah melakukan pemeriksaan, dengan syarat Direktur ?enderal Pajak belum menerbitkan surat ketetapan pajak, .ajib Pajak dengan kesadaran sendiri dapat mengungkapkan dalam laporan tersendiri tentang ketidakbenaran pengisian )urat Pemberitahuan yang telah disampaikan sesuai keadaan yang sebenarnya, yang dapat mengakibatkan# a. pajak-pajak yang masih harus dibayar menjadi lebih besar atau lebih ke"il8 b. rugi berdasarkan ketentuan perpajakan menjadi lebih ke"il atau lebih besar8 ". jumlah harta menjadi lebih besar atau lebih ke"il8 atau

,*

d. jumlah modal menjadi lebih besar atau lebih ke"il dan proses pemeriksaan tetap dilanjutkan. $<% Pajak yang kurang dibayar yang timbul sebagai akibat dari pengungkapan ketidakbenaran pengisian )urat Pemberitahuan beserta sanksi administrasi berupa kenaikan sebesar 3>@ $lima puluh persen% dari pajak yang kurang dibayar, harus dilunasi oleh .ajib Pajak sebelum laporan tersendiri dimaksud disampaikan. $=% .ajib Pajak dapat membetulkan )urat Pemberitahuan Tahunan yang telah disampaikan, dalam hal .ajib Pajak menerima surat ketetapan pajak, )urat Keputusan Keberatan, )urat Keputusan Pembetulan, Putusan anding, atau Putusan Peninjauan Kembali Tahun Pajak sebelumnya atau beberapa Tahun Pajak sebelumnya, yang menyatakan rugi !iskal yang berbeda dengan rugi !iskal yang telah dikompensasikan dalam )urat Pemberitahuan Tahunan yang akan dibetulkan tersebut, dalam jangka waktu 4 $tiga% bulan setelah menerima surat ketetapan pajak, )urat Keputusan Keberatan, )urat Keputusan Pembetulan, Putusan anding, atau Putusan Peninjauan Kembali, dengan syarat Direktur ?enderal Pajak belum melakukan tindakan pemeriksaan. Dalam jangka waktu 3 $lima% tahun setelah saat terutangnya pajak atau berakhirnya /asa Pajak,bagian Tahun Pajak, atau Tahun Pajak, Direktur ?enderal Pajak dapat menerbitkan )urat Ketetapan Pajak Kurang apabila# a. berdasarkan hasil pemeriksaan atau keterangan lain pajak yang terutang tidak atau kurang dibayar8 b. )urat Pemberitahuan tidak disampaikan dalam jangka waktunya dan setelah ditegur se"ara tertulis tidak disampaikan pada waktunya sebagaimana ditentukan dalam )urat Teguran8 ". berdasarkan hasil pemeriksaan atau keterangan lain mengenai Pajak Pertambahan 6ilai dan Pajak Penjualan -tas arang /ewah ternyata ayar

,,

tidak seharusnya dikompensasikan selisih lebih pajak atau tidak seharusnya dikenai tari! >@ $nol persen%8 d. kewajiban melakukan pembukuan atau pen"atatan tidak dipenuhi sehingga tidak dapat diketahui besarnya pajak yang terutang8 atau e. kepada .ajib Pajak diterbitkan 6omor Pokok .ajib Pajak dan'atau dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak se"ara jabatan E. P ! riksaan, P n %itian &an P nyi&ikan 1. P ! riksaan adalah serangkaian kegiatan menghimpun dan mengolah data, keterangan, dan'atau bukti yang dilaksanakan se"ara objekti! dan pro!esional berdasarkan suatu standar pemeriksaan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan dan'atau untuk tujuan lain dalam rangka melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan. Pemeriksaan dilakukan oleh petugas pemeriksa dan harus memiliki tanda pengenal pemeriksa, dilengkapi dengan )urat Perintah Pemeriksaan serta memperlihatkannya kepada .ajib Pajak. -dapun tujuan pemeriksaan adalah untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan .ajib Pajak dan untuk tujuan lain dalam rangka melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan. Kewajiban .ajib Pajak yang diperiksa# a. memperlihatkan dan'atau meminjamkan buku atau "atatan, dokumen yang menjadi dasarnya, dan dokumen lain yang berhubungan dengan penghasilan yang diperoleh, kegiatan usaha, pekerjaan bebas .ajib Pajak, atau objek yang terutang pajak8 b. memberikan kesempatan untuk memasuki tempat atau ruang yang dipandang perlu dan memberi bantuan guna kelan"aran pemeriksaan8 dan'atau ". memberikan keterangan lain yang diperlukan. Diantaranya# $*% uku, "atatan, dan dokumen, serta data, in!ormasi,dan keterangan lain wajib dipenuhi oleh .ajib Pajak paling lama * $satu% bulan sejak permintaan disampaikan.

,4

$,% Dalam hal .ajib Pajak orang pribadi yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas tidak memenuhi syarat sehingga tidak dapat dihitung besarnya penghasilan kena pajak, penghasilan kena pajak tersebut dapat dihitung se"ara jabatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan perpajakan. $4% -pabila dalam mengungkapkan pembukuan, pen"atatan, atau dokumen serta keterangan yang diminta, .ajib Pajak terikat oleh suatu kewajiban untuk merahasiakannya, maka kewajiban untuk merahasiakan itu ditiadakan oleh permintaan untuk keperluan pemeriksaan.Terhadap .ajib Pajak badan yang pernyataan penda!taran emisi sahamnya telah dinyatakan e!ekti! oleh badan pengawas pasar modal dan menyampaikan )urat Pemberitahuan dengan dilampiri 9aporan Keuangan yang telah diaudit oleh -kuntan Publik dengan pendapat .ajar Tanpa Penge"ualian yang# $a%. )urat Pemberitahuan Tahunan .ajib Pajak menyatakan lebih bayar $b%. terpilih untuk diperiksa berdasarkan analisis risiko dapat dilakukan pemeriksaan melalui Pemeriksaan Kantor 2. P n %itian adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk menilai kelengkapan pengisian )urat Pemberitahuan dan lampiran-lampirannya termasuk penilaian tentang kebenaran penulisan dan penghitungannya. 4. P nyi&ikan tindak pidana di bidang perpajakan adalah serangkaian tindakan yang dilakukan oleh penyidik untuk men"ari serta mengumpulkan bukti yang dengan bukti itu membuat terang tindak pidana di bidang perpajakan yang terjadi serta menemukan tersangkanya. Penyidik adalah pejabat Pegawai 6egeri )ipil tertentu di lingkungan Direktorat ?enderal Pajak yang diberi wewenang khusus sebagai penyidik untuk melakukan penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. .ewenang penyidik adalah# a. menerima, men"ari, mengumpulkan, dan meneliti keterangan atau laporan berkenaan dengan tindak pidana di bidang perpajakan agar keterangan atau laporan tersebut menjadi lebih lengkap dan jelas8

,2

b. meneliti, men"ari, dan mengumpulkan keterangan mengenai orang pribadi atau badan tentang kebenaran perbuatan yang dilakukan sehubungan dengan tindak pidana di bidang perpajakan8 ". meminta keterangan dan bahan bukti dari orang pribadi atau badan sehubungan dengan tindak pidana di bidang perpajakan8 d. memeriksa buku, "atatan, dan dokumen lain berkenaan dengan tindak pidana di bidang perpajakan8 e. melakukan penggeledahan untuk mendapatkan bahan bukti pembukuan, men"atatan, dan dokumen lain, serta melakukan penyitaan terhadap bahan bukti tersebut8 !. meminta bantuan tenaga ahli dalam rangkapelaksanaan tugas penyidikan tindak pidana dibidang perpajakan8 g. menyuruh berhenti dan'atau melarang seseorang meninggalkan ruangan atau tempat pada saat pemeriksaan sedang berlangsung dan memeriksa identitas orang, benda, dan'atau dokumen yang dibawa8 h. memotret seseorang yang berkaitan dengan tindak pidana di bidang perpajakan8 i. memanggil orang untuk didengar keterangannya dan diperiksa sebagai tersangka atau saksi8 j. menghentikan penyidikan8 dan'atau k. melakukan tindakan lain yang perlu untuk kelan"aran penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan menurut ketentuan peraturan perundang-undangan. Kewajiban Penyidik memberitahukan dimulainya penyidikan dan menyampaikan hasil penyidikannya kepada penuntut umum melalui penyidik Pejabat Polisi 6egara (epublik &ndonesia sesuai dengan ketentuan yang diatur dalamUndang-Undang 5ukum -"ara Pidana. Penghentian Penyidikan jika# $*% Untuk kepentingan penerimaan negara, atas permintaan /enteri Keuangan, ?aksa -gung dapat menghentikan penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan paling lama dalam jangka waktu ; $enam% bulan sejak tanggal surat permintaan. $,% Penghentian penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan sebagaimana dimaksud pada ayat $*% hanya dilakukan setelah .ajib

,3

Pajak melunasi utang pajak yang tidak atau kurang dibayar atau yang tidak seharusnya dikembalikan dan ditambah dengan sanksi administrasi berupa denda sebesar 2 $empat% kali jumlah pajak yang tidak atau kurang dibayar, atau yang tidak seharusnya dikembalikan.

BAB III PAJAK PENG#ASILAN U$U$ Undang Undang 6o. < Tahun *1=2 Tentang Pajak Penghasilan yang berlaku sejak * ?anuari *1=2 telah diubah dengan Undang-Undang 6o. < Tahun *11< dan telah berubah menjadi Undang Undang 6o. *> Tahun *112 serta berubah berikutnya menjadi Undang Undang 6o. *< Tahun ,>>> mulai berlaku * ?anuari ,>>* dan terakhir menjadi Undang Undang 6o. 4; Tahun ,>>= mulai berlaku * ?anuari ,>>1. Dalam Undang Undang tersebut berisi tentang# -. Su*j k Pajak Pajak Penghasilan dikenakan terhadap subjek pajak atas penghasilan yang diterima atau diperoleh selama Tahun Pajak -dapun yang menjadi subjek pajak adalah# *. orang pribadi8 ,. .arisan yang belum terbagi sebagai satu kesatuan menggantikan yang berhak8 4. badan8 dan 2. bentuk usaha tetap $ UT%. entuk usaha tetap merupakan subjek pajak yang entuk usaha perlakuan perpajakannya dipersamakan dengan subjek pajak badan.

tetap adalah bentuk usaha yang dipergunakan oleh orang pribadi yang tidak bertempat tinggal di &ndonesia, orang pribadi yang berada di &ndonesia tidak lebih dari *=4 $seratus delapan puluh tiga% hari dalam jangka waktu *, $dua belas% bulan, dan badan yang tidak didirikan dan tidak bertempat kedudukan di &ndonesia untuk menjalankan usaha atau melakukan kegiatan di &ndonesia, yang dapat berupa# a. tempat kedudukan manajemen8

,;

b. "abang perusahaan8 ". kantor perwakilan8 d. gedung kantor8 e. pabrik8 !. bengkel8 g. gudang8 h. ruang untuk promosi dan penjualan8 i. pertambangan dan penggalian sumber alam8 j. wilayah kerja pertambangan minyak dan gas bumi8 k. perikanan, peternakan, pertanian, perkebunan, atau kehutanan8 l. proyek konstruksi, instalasi, atau proyek perakitan8 m. pemberian jasa dalam bentuk apa pun oleh pegawai atau orang lain, sepanjang dilakukan lebih dari ;> $enam puluh% hari dalam jangka waktu *, dua belas% bulan8 n. orang atau badan yang bertindak selaku agen yang kedudukannya tidak bebas o. agen atau pegawai dari perusahan asuransi yangtidak didirikan dan tidak bertempat kedudukan di &ndonesia yang menerima premi asuransi atau menanggung risiko di &ndonesia8 dan p. komputer, agen elektronik, atau peralatan otomatis yang dimiliki, disewa, atau digunakan oleh penyelenggara transaksi elektronik untuk menjalankan kegiatan usaha melalui internet. )ubjek pajak dibedakan menjadi subjek pajak dalam negeri dan subjek pajak luar negeri. *. )ubjek pajak dalam negeri adalah# a. orang pribadi yang bertempat tinggal di &ndonesia, orang pribadi yang berada di &ndonesia lebih dari *=4 $seratus delapan puluh tiga% hari dalam jangka waktu *, $dua belas% bulan, atau orang pribadi yang dalam suatu tahun pajak berada di &ndonesia dan mempunyai niat untuk bertempat tinggal di &ndonesia8 b. badan yang didirikan atau bertempat kedudukan di &ndonesia, ke"uali unit tertentu dari badan pemerintah yang memenuhi kriteria#

,<

*%. pembentukannya berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan8 ,% pembiayaannya bersumber dari -nggaran Pendapatan dan -nggaran Pendapatan dan elanja Daerah8 4% penerimaannya dimasukkan dalam anggaran Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah8 dan 2%. pembukuannya diperiksa oleh aparat pengawasan !ungsional negara8 dan ". warisan yang belum terbagi sebagai satu kesatuan menggantikan yang berhak. ,. )ubjek pajak luar negeri adalah# a. orang pribadi yang menerima atau memperoleh penghasilan dari &ndonesia apabila# *% tidak bertempat tinggal di &ndonesia, ,% berada di &ndonesia tidak lebih dari *=4 $seratus delapan puluh tiga% hari dalam jangka waktu *, $dua belas% bulan, b. badan yang tidak didirikan dan tidak bertempat kedudukan di &ndonesia, yang *% menjalankan usaha atau melakukan kegiatan melalui UT di &ndonesia8 ,% /enerima'memperoleh penghasilan dari &ndonesia tidak melalui UT 1. K -aji*an (ajak su*j kti+ ! %i(uti# a. )ubjek pajak dalam negeri yakni# *%. Orang Pribadi dimulai saat dilahirkan, berada atau berniat tinggal di &ndonesia, dan berakhir saat meninggal dunia atau meninggalkan &ndonesia. ,%. adan dimulai saat didirikan atau berkedudukan di &ndonesia dan berakhir saat dibubarkan atau tidak lagi berkedudukan di &ndonesia. b. )ubjek pajak luar negeri yakni# *%. 6on- UT dimulai saat mempunyai penghasilan di &ndonesaia dan berakhir saat tidak lagi mempunyai penghasilan dari &ndonesia. ,%. UT dimulai saat melakukan usaha.kegiatan melalui UT di &ndonesia dan berakhir saat tidak lagi menjalankan usaha'kegiatan di &ndonesia. ". .arisan belum terbagi dimulai saat timbulnya warisan dan berakhir saat warisan selesai dibagi. elanja 6egara atau

,=

2.Ti&ak T r!asuk Su*j k Pajak eberapa pihak yang tidak termasuk subjek pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal , adalah# a. kantor perwakilan negara asing8 b. pejabat-pejabat perwakilan diplomatik dan konsulat atau pejabat-pejabat lain dari negara asing dan orang-orang yang diperbantukan kepada mereka yang bekerja pada dan bertempat tinggal bersamasama mereka dengan syarat bukan warga negara &ndonesia dan di &ndonesia tidak menerima atau memperoleh penghasilan di luar jabatan atau pekerjaannya tersebut serta negara bersangkutan memberikan perlakuan timbal balik8 ". organisasi-organisasi internasional dengan syarat# *. &ndonesia menjadi anggota organisasi tersebut8 dan ,. tidak menjalankan usaha atau kegiatan lain untuk memperoleh penghasilan dari &ndonesia selain memberikan pinjaman kepada pemerintah yang dananya berasal dari iuran para anggota8 d. pejabat-pejabat perwakilan organisasi internasional sebagaimana dimaksud pada huru! ", dengan syarat bukan warga negara &ndonesia dan tidak menjalankan usaha, kegiatan, atau pekerjaan lain untuk memperoleh penghasilan dari &ndonesia. B. 7*j k Pajak Dalam Pasal 2 ayat * UU 6o.4; Tahun ,>>= dinyatakan bahwa yang menjadi objek pajak adalah ( ng.asi%an, yaitu setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh .ajib Pajak, baik yang berasal dari &ndonesia maupun dari luar &ndonesia, yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan .ajib Pajak yang bersangkutan, dengan nama dan dalam bentuk apa pun, termasuk# *. penggantian atau imbalan berkenaan dengan pekerjaan atau jasa yang diterima atau diperoleh termasuk gaji, upah, tunjangan, honorarium, komisi, bonus, grati!ikasi, uang pensiun, atau imbalan dalam bentuk lainnya, ke"uali ditentukan lain dalam Undang-undang ini8

,1

,. hadiah dari undian atau pekerjaan atau kegiatan, dan penghargaan8 4. laba usaha8 2. keuntungan karena penjualan atau karena pengalihan harta termasuk# a. keuntungan karena pengalihan harta lepada perseroan, persekutuan, dan badan lain sebagai pengganti saham atau penyertaan modal8 b. keuntungan karena pengalihan harta kepada pemegang saham, sekutu, atau anggota yang diperoleh perseroan, persekutuan, dan badan lainnya8 ". keuntungan karena likuidasi, penggabungan, peleburan, pemekaran, peme"ahan, pengambilalihan usaha, atau reorganisasi dengan nama dan dalam bentuk apa pun8 d. keuntungan karena pengalihan harta berupa hibah, bantuan, atau sumbangan, ke"uali yang diberikan kepada keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu derajat dan badan keagamaan, badan pendidikan, badan sosial termasuk yayasan, koperasi, atau orang pribadi yang menjalankan usaha mikro dan ke"il, yang ketentuannya diatur lebih lanjut dengan Peraturan /enteri Keuangan, sepanjang tidak ada hubungan dengan usaha, pekerjaan, kepemilikan, atau penguasaan di antara pihak-pihak yang bersangkutan8 dan e. keuntungan karena penjualan atau pengalihan sebagian atau seluruh hak penambangan, tanda turut serta dalam pembiayaan, atau permodalan dalam perusahaan pertambangan8 3. penerimaan kembali pembayaran pajak yang telah dibebankan sebagai biaya dan pembayaran tambahan pengembalian pajak8 ;. bunga termasuk premium, diskonto, dan imbalan karena jaminan pengembalian utang8 <. diBiden, dengan nama dan dalam bentuk apapun, termasuk diBiden dari perusahaan asuransi kepada pemegang polis, dan pembagian sisa hasil usaha koperasi8 =. royalti atau imbalan atas penggunaan hak8 1 sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta8 *>. penerimaan atau perolehan pembayaran berkala8

4>

**. keuntungan karena pembebasan utang, ke"uali sampai dengan jumlah tertentu yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah8 *,. keuntungan selisih kurs mata uang asing8 *4. selisih lebih karena penilaian kembali aktiBa8 *2. premi asuransi8 *3. iuran yang diterima atau diperoleh perkumpulan dari anggotanya yang terdiri dari .ajib Pajak yang menjalankan usaha atau pekerjaan bebas8 *;. tambahan kekayaan neto yang berasal dari penghasilan yang belum dikenakan pajak8 *<. penghasilan dari usaha berbasis syariah8 *=. imbalan bunga sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang yang mengatur mengenai ketentuan umum dan tata "ara perpajakan8 dan *1. surplus ank &ndonesia. 1. P ng.asi%an yang &a(at &ik nai (ajak * rsi+at +ina%# a. bunga deposito dan tabungan lainnya, bunga obligasi dan surat utang negara, dan bunga simpanan yang dibayarkan oleh koperasi kepada anggota koperasi orang pribadi8 b. hadiah undian8 ". penghasilan dari transaksi saham dan sekuritas lainnya, transaksi deriBati! yang diperdagangkan di bursa, dan transaksi penjualan saham atau pengalihan penyertaan modal pada perusahaan pasangannya yang diterima oleh perusahaan modal Bentura8 d. penghasilan dari transaksi pengalihan harta berupa tanah dan'atau bangunan, usaha jasa konstruksi,usaha real estate, dan persewaan tanah dan'atau bangunan8 dan e. penghasilan tertentu lainnya, yang diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Pemerintah. 2. Ti&ak t r!asuk '*j k (ajak a&a%a.# a. *%. bantuan atau sumbangan, termasuk :akat yang diterima oleh badan amil :akat atau lembaga amil :akat yang dibentuk atau disahkan oleh pemerintah dan yang

4*

diterima oleh penerima :akat yang berhak atau sumbangan keagamaan yang si!atnya wajib bagi pemeluk agama yang diakui di &ndonesia, yang diterima oleh lembaga keagamaan yang dibentuk atau disahkan oleh pemerintah dan yang diterima oleh penerima sumbangan yang berhak, yang ketentuannya diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Pemerintah8 ,%. harta hibahan yang diterima oleh keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu derajat, badan keagamaan, badan pendidikan, badan sosial termasuk yayasan, koperasi, atau orang pribadi yang menjalankan usaha mikro dan ke"il, yang ketentuannya diatur dengan atau berdasarkan Peraturan /enteri Keuangan, sepanjang tidak ada hubungan dengan usaha, pekerjaan, kepemilikan, atau penguasaan di antara pihak-pihak yang bersangkutan8 b. warisan8 ". harta termasuk setoran tunai yang diterima oleh badan sebagai pengganti saham atau sebagai pengganti penyertaan modal8 d. penggantian atau imbalan sehubungan dengan pekerjaan atau jasa yang diterima atau diperoleh dalam bentuk natura dan'atau kenikmatan dari .ajib Pajak atau Pemerintah, ke"uali yang diberikan oleh bukan .ajib Pajak, .ajib Pajak yang dikenakan pajak se"ara !inal atau .ajib Pajak yang menggunakan norma penghitungan khusus $deemed profit% sebagaimana dimaksud dalam Pasal *38 e. pembayaran dari perusahaan asuransi kepada orang pribadi sehubungan dengan asuransi kesehatan, asuransi ke"elakaan, asuransi jiwa, asuransi dwiguna, dan asuransi bea siswa8 !. diBiden atau bagian laba yang diterima atau diperoleh perseroan terbatas sebagai .ajib Pajak dalam negeri, koperasi, badan usaha milik negara, atau badan usaha milik daerah, dari penyertaan modal pada badan usaha yang didirikan dan bertempat kedudukan di &ndonesia dengan syarat# *%. diBiden berasal dari "adangan laba yang ditahan8 dan ,%. bagi perseroan terbatas, badan usaha milik negara dan badan usaha milik daerah yang menerima diBiden, kepemilikan saham pada badan yang

4,

memberikan diBiden paling rendah ,3@ $dua puluh lima persen% dari jumlah modal yang disetor8 g. iuran yang diterima atau diperoleh dana pensiun yang pendiriannya telah disahkan /enteri Keuangan, baik yang dibayar oleh pemberi kerja maupun pegawai8 h. penghasilan dari modal yang ditanamkan oleh dana pensiun sebagaimana dimaksud pada huru! g, dalam bidang-bidang tertentu yang ditetapkan dengan Keputusan /enteri Keuangan8 i. bagian laba yang diterima atau diperoleh anggota dari perseroan komanditer yang modalnya tidak terbagi atas saham-saham, persekutuan, perkumpulan, !irma, dan kongsi, termasuk pemegang unit penyertaan kontrak inBestasi kolekti!8 j. dihapus8 k. penghasilan yang diterima atau diperoleh perusahaan modal Bentura berupa bagian laba dari badan pasangan usaha yang didirikan dan menjalankan usaha atau kegiatan di &ndonesia, dengan syarat badan pasangan usaha tersebut# *%. merupakan perusahaan mikro, ke"il, menengah, atau yang menjalankan kegiatan dalam sektor-sektor usaha yang diatur dengan atau berdasarkan Peraturan /enteri Keuangan8 dan ,%. sahamnya tidak diperdagangkan di bursa e!ek di &ndonesia8 l. beasiswa yang memenuhi persyaratan tertentu yang ketentuannya diatur lebih lanjut dengan atau berdasarkan Peraturan /enteri Keuangan8 m. sisa lebih yang diterima atau diperoleh badan atau lembaga nirlaba yang bergerak dalam bidang pendidikan dan'atau bidang penelitian dan pengembangan, yang telah terda!tar pada instansi yang membidanginya, yang ditanamkan kembali dalam bentuk sarana dan prasarana kegiatan pendidikan dan'atau penelitian dan pengembangan, dalam jangka waktu paling lama 2 $empat% tahun sejak diperolehnya sisa lebih tersebut, yang ketentuannya diatur lebih lanjut dengan atau berdasarkan Peraturan /enteri Keuangan8 dan n. bantuan atau santunan yang dibayarkan oleh adan Penyelenggara ?aminan )osial kepada .ajib Pajak tertentu, yang ketentuannya diatur lebih lanjut dengan atau berdasarkan Peraturan /enteri Keuangan.

44

C. P ng.itungan P ng.asi%an N t' &an Pajak T rutang Penghasilan 6eto dapat dihitung dengan dua "ara yaitu dengan dasar 6orma Penghitungan $pen"atatan% dan pembukuan. .ajib Pajak orang pribadi yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas dan .ajib Pajak badan di &ndonesia wajib menyelenggarakan pembukuan. .ajib Pajak yang dike"ualikan dari kewajiban menyelenggarakan pembukuan, tetapi wajib melakukan pen"atatan, adalah .ajib Pajak orang pribadi yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan diperbolehkan menghitung penghasilan neto dengan menggunakan 6orma Penghitungan 1. P ng.itungan P ng.asi%an n t' & ngan N'r!a P ng.itungan Penghitungan Penghasilan neto dan Pajak terutang dengan 6orma Penghitungan Pengahasilan 6eto adalah dengan "ara mengalikan besarnya peredaran bruto dengan Persentase 6orma Penghitungan. .ajib Pajak Orang Pribadi yang diperkenankan untuk menggunakan pen"atatan dengan syarat a.Peredaran brutonya dalam * $satu% tahun kurang dari (p2.=>>.>>>.>>>,>> $empat miliar delapan ratus juta rupiah%. b. /emberitahukan kepada Direktur ?enderal Pajak dalam jangka waktu 4 $tiga% bulan pertama dari tahun pajak yang bersangkutan. "'nt'.3 Tn. -ndi seorang dokter di 0ogyakarta status kawin mempunyai anak * dengan penghasilan bruto setahun (p,2>.>>>.>>>,>>. Dia mempunyai usaha'industri minuman ringan dengan peredaran bruto setahun (p4.>>>.>>>.>>>,>>. Diketahui 6orma Penghasilan 6eto untuk dokter di 0ogyakarta 2,,3@ dan industri minuman ringan *2,3@. Cara menentukan penghasilan neto dan pajak terutangnya adalah# Penghasilan neto dokter 6eto industri minuman ?umlah Penghasilan 6eto PTKP $K'*% Diri .P (p*3.=2>.>>>,>> 2,,3@ C(p,2>.>>>.>>>,>> D(p*>,.>>>.>>>,>> (p34<.>>>.>>>,>> *2,3@ C (p4.>>>.>>>.>>>,>>D(p243.>>>.>>>,>> E

42

.P Kawin Tanggungan Penghasilan Kena Pajak PPh terutang# 3@ G (p3>.>>>.>>>,>> *3@ G (p,>>.>>>.>>>,>> ,3@ G (p,3>.>>>.>>>,>> 4>@ G (p*=.3,>.>>>,>> PPh Terutang

(p *.4,>.>>>,>> (p *.4,>.>>>,>> (p *=.2=>.>>>,>> F (p3*=.3,>.>>>,>> D(p *.,3>.>>>,>> D(p4>.>>>.>>>,>> D(p;,.3>>.>>>,>> D(p 3.33;.>>>,>> E (p11.4>;.>>>,>> UT besarnya Penghasilan Kena Pajak

2. P ng.itungan P ng.asi%an N t' & ngan P !*ukuan agi .ajib Pajak dalam negeri dan $menggunakan pembukuan%, ditentukan berdasarkan penghasilan bruto dikurangi biaya untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan,termasuk# a. biaya yang se"ara langsung atau tidak langsung berkaitan dengan kegiatan usaha, antara lain# *. biaya pembelian bahan8 ,. biaya berkenaan dengan pekerjaan atau jasa termasuk upah, gaji, honorarium, bonus, grati!ikasi, dan tunjangan yang diberikan dalam bentuk uang8 4. bunga, sewa, dan royalti8 2. biaya perjalanan8 3. biaya pengolahan limbah8 ;. premi asuransi8 <. biaya promosi dan penjualan yang diatur dengan atau berdasarkan Peraturan /enteri Keuangan8 =. biaya administrasi8 dan 1. pajak ke"uali Pajak Penghasilan8 b. penyusutan atas pengeluaran untuk memperoleh harta berwujud dan amortisasi atas pengeluaran untuk memperoleh hak dan atas biaya lain yang mempunyai masa

43

man!aat lebih dari * $satu% tahun sebagaimana dimaksud dalam Pasal ** dan Pasal **-8 ". iuran kepada dana pensiun yang pendiriannya telah disahkan oleh /enteri Keuangan8 d. kerugian karena penjualan atau pengalihan harta yang dimiliki dan digunakan dalam perusahaan atau yang dimiliki untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan8 e. kerugian selisih kurs mata uang asing8 !. biaya penelitian dan pengembangan perusahaan yang dilakukan di &ndonesia8 g. biaya beasiswa, magang, dan pelatihan8 h. piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih dengan syarat# *. telah dibebankan sebagai biaya dalam laporan laba rugi komersial8 ,. .ajib Pajak harus menyerahkan da!tar piutang yang tidak dapat ditagih kepada Direktorat ?enderal Pajak8 dan 4. telah diserahkan perkara penagihannya kepada Pengadilan 6egeri atau instansi pemerintah yang menangani piutang negara8atau adanya perjanjian tertulis mengenai penghapusan piutang'pembebasan utang antara kreditur dan debitur yang bersangkutan8 atau telah dipublikasikan dalam penerbitan umum atau khusus8 atau adanya pengakuan dari debitur bahwa utangnya telah dihapuskan untuk jumlah utang tertentu8 2. syarat sebagaimana dimaksud pada angka 4 tidak berlaku untuk penghapusan piutang tak tertagih debitur ke"il sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat $*% huru! k8 yang pelaksanaannya diatur lebih lanjut dengan atau berdasarkan Peraturan /enteri Keuangan8 i.sumbangan dalam rangka penanggulangan ben"ana nasional yang ketentuannya diatur dengan Peraturan Pemerintah8 j. sumbangan dalam rangka penelitian dan pengembangan yang dilakukan di &ndonesia yang ketentuannya diatur dengan Peraturan Pemerintah8 k. biaya pembangunan in!rastruktur sosial yang ketentuannya diatur dengan Peraturan Pemerintah8

4;

l. sumbangan !asilitas pendidikan yang ketentuannya diatur dengan Peraturan Pemerintah8 dan m. sumbangan dalam rangka pembinaan olahraga yang ketentuannya diatur dengan Peraturan Pemerintah. n. Pengeluaran untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan yang mempunyai masa man!aat lebih dari * $satu% tahun tidak dibolehkan untuk dibebankan sekaligus, melainkan dibebankan melalui penyusutan atau amortisasi ". P ngurangan yang ti&ak &i( rk nankan a. pembagian laba dengan nama dan dalam bentuk apapun seperti diBiden, termasuk diBiden yang dibayarkan oleh perusahaan asuransi kepada pemegang polis, dan pembagian sisa hasil usaha koperasi8 b. biaya yang dibebankan atau dikeluarkan untuk kepentingan pribadi pemegang saham, sekutu, atau anggota8 ". pembentukan atau pemupukan dana "adangan, ke"uali# *. "adangan piutang tak tertagih untuk usaha bank dan badan usaha lain yang menyalurkan kredit, sewa guna usaha dengan hak opsi, perusahaan pembiayaan konsumen, dan perusahaan anjak piutang8 ,. "adangan untuk usaha asuransi termasuk "adangan bantuan sosial yang dibentuk oleh adan Penyelenggara ?aminan )osial8 4. "adangan penjaminan untuk 9embaga Penjamin )impanan8 2. "adangan biaya reklamasi untuk usaha pertambangan8 3. "adangan biaya penanaman kembali untuk usaha kehutanan8 dan ;. "adangan biaya penutupan dan pemeliharaan tempat pembuangan limbah industri untuk usaha pengolahan limbah industri, yang ketentuan dan syaratsyaratnya diatur dengan atau berdasarkan Peraturan /enteri Keuangan8 d. premi asuransi kesehatan, asuransi ke"elakaan, asuransi jiwa, asuransi dwiguna, dan asuransi bea siswa, yang dibayar oleh .ajib Pajak orang pribadi, ke"uali jika dibayar oleh pemberi kerja dan premi tersebut dihitung sebagai penghasilan bagi .ajib Pajak yang bersangkutan8

4<

e. penggantian atau imbalan sehubungan dengan pekerjaan atau jasa yang diberikan dalam bentuk natura dan kenikmatan, ke"uali penyediaan makanan dan minuman bagi seluruh pegawai serta penggantian atau imbalan dalam bentuk natura dan kenikmatan di daerah tertentu dan yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan yang diatur dengan atau berdasarkan Peraturan /enteriKeuangan8 !. jumlah yang melebihi kewajaran yang dibayarkan kepada pemegang saham atau kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebagai imbalan sehubungan dengan pekerjaan yang dilakukan8 g. harta yang dihibahkan, bantuan atau sumbangan, dan warisan ke"uali sumbangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal ; ayat $*% huru! i sampai dengan huru! m serta :akat yang diterima oleh badan amil :akat atau lembaga amil :akat yang dibentuk atau disahkan oleh pemerintah atau sumbangan keagamaan yang si!atnya wajib bagi pemeluk agama yang diakui di &ndonesia, yang diterima oleh lembaga keagamaan yang dibentuk atau disahkan oleh pemerintah, yang ketentuannya diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Pemerintah8 h. Pajak Penghasilan8 i. biaya yang dibebankan atau dikeluarkan untuk kepentingan pribadi .ajib Pajak atau orang yang menjadi tanggungannya8 j. gaji yang dibayarkan kepada anggota persekutuan, !irma, atau perseroan komanditer yang modalnya tidak terbagi atas saham8 k. sanksi administrasi berupa bunga, denda, dan kenaikan serta sanksi pidana berupa denda yang berkenaan dengan pelaksanaan perundang-undangan di bidang perpajakan. 8. K'!( nsasi K rugian -pabila penghasilan bruto setelah pengurangan tersebut ternyata didapat kerugian, maka k rugian t rs *ut &ik'!( nsasikan dengan penghasilan mulai tahun pajak berikutnya berturut-turut sa!(ai & ngan 9 /%i!a0 ta.un 9. P ng.asi%an Ti&ak K na Pajak /PTKP0

4=

agi .ajib Pajak Orang Pribadi dalam negeri, besarnya Penghasilan Kena Pajak $PKP% dihitung dengan "ara penghasilan neto dikurangi dengan Penghasilan Tidak Kena Pajak per tahun diberikan paling sedikit sebesar# a. (p*3.=2>.>>>,>> $lima belas juta delapan ratus empat puluh ribu rupiah% untuk diri .ajib Pajak orang pribadi8 b. (p*.4,>.>>>,>> $satu juta tiga ratus dua puluh ribu rupiah% tambahan untuk .ajib Pajak yang kawin8 ". (p*3.=2>.>>>,>> $lima belas juta delapan ratus empat puluh ribu rupiah% tambahan untuk seorang isteri yang penghasilannya digabung dengan penghasilan suami sebagaimana dimaksud dalam Pasal = ayat $*%8 dan d. (p*.4,>.>>>,>> $satu juta tiga ratus dua puluh ribu rupiah% tambahan untuk setiap anggota keluarga sedarah dan keluarga semenda dalam garis keturunan lurus serta anak angkat, yang menjadi tanggungan sepenuhnya, paling banyak 4 $tiga% orang untuk setiap keluarga. 3. Tari+ Pajak esarnya pajak terutang dihitung dengan menerapkan tari! PPh pasal *< terhadap Penghasilan Kena Pajak $PKP%, untuk keperluan penerapan tari! pajak sebagaimana jumlah Penghasilan Kena Pajak dibulatkan ke bawah dalam ribuan rupiah penuh. -dapun tari! pajak menurut UU 6o 4; Tahun ,>>= adalah# a. ,aji* Pajak 'rang (ri*a&i &a%a! n g ri La(isan P ng.asi%an K na Pajak sampai dengan (p3>.>>>.>>>,>> di atas (p3>.>>>.>>>,>> s.d (p,3>.>>>.>>> di atas (p,3>.>>>.>>>,>> s.d (p3>>.>>>.>>>,>> di atas (p3>>.>>>.>>>,>> Tari+ Pajak 3@ *3@ ,3@ 4>@

Tari! tertinggi tersebut di atas dapat diturunkan menjadi paling rendah ,3@ $dua puluh lima persen% yang diatur dengan Peraturan Pemerintah.

41

*. ,aji* Pajak *a&an &a%a! n g ri &an * ntuk usa.a t ta( a&a%a. s * sar 2:; /&ua (u%u. & %a(an ( rs n0.. Tari! tersebut menjadi ,3@ $dua puluh lima persen% yang mulai berlaku sejak tahun pajak ,>*>. 1. .ajib Pajak badan dalam negeri yang berbentuk perseroan terbuka yang paling sedikit 2>@ $empat puluh persen% dari jumlah keseluruhan saham yang disetor diperdagangkan di bursa e!ek di &ndonesia dan memenuhi persyaratan tertentu lainnya dapat memperoleh tari! sebesar 3@ $lima persen% lebih rendah daripada tari! sebagaimana dimaksud pada huru! a dan b yang diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Pemerintah. &. Tari! yang dikenakan atas penghasilan berupa diBiden yang dibagikan kepada .ajib Pajak orang pribadi dalam negeri adalah paling tinggi sebesar *>@ $sepuluh persen% dan bersi!at !inal. D. P nyusutan &an A!'rtisasi Penyusutan'depresiasi adalah alokasi biaya dari aktiBa berwujud yang mempunyai masa man!aat lebih dari * $satu% tahun selama masa man!aat aktiBa tersebut..Penyusutan atas pengeluaran untuk pembelian, pendirian, penambahan, perbaikan, atau perubahan harta berwujud, ke"uali tanah yang berstatus hak milik,hak guna bangunan, hak guna usaha, dan hak pakai,yang dimiliki dan digunakan untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan yang mempunyai masa man!aat lebih dari * $satu% tahun dilakukan dalam bagian-bagian yang sama besar selama masa man!aat yang telah ditentukan bagi harta tersebut. Penyusutan atas pengeluaran harta berwujud sebagaimana dimaksud pada ayat $*% selain bangunan, dapat juga dilakukan dalam bagian-bagian yang menurun selama masa man!aat, yang dihitung dengan "ara menerapkan tari! penyusutan atas nilai sisa buku, dan pada akhir masa man!aat nilai sisa buku disusutkan sekaligus, dengan syarat dilakukan se"ara taat asas.

2>

Penyusutan dimulai pada bulan dilakukannya pengeluaran, ke"uali untuk harta yang masih dalam proses pengerjaan, penyusutannya dimulai pada bulan .ajib Pajak diperkenankan melakukan penyusutan mulai pada bulan harta tersebut digunakan untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan atau pada bulan harta yang bersangkutan mulai menghasilkan. -pabila .ajib Pajak melakukan penilaian kembali aktiBa, maka dasar penyusutan atas harta adalah nilai setelah dilakukan penilaian kembali aktiBa tersebut. Untuk menghitung penyusutan, masa man!aat dan tari+ ( nyusutan harta berwujud ditetapkan sebagai berikut# K %'!('k #arta B r-uju& Bukan Bangunan Kelompok * Kelompok , Kelompok 4 Kelompok 2 Bangunan Permanen Tidak Permanen ,> Tahun *> Tahun 3@ *>@ $asa $an+aat Tari+ P nyusutan Garis Lurus Sa%&' $ nurun ,3@ *,,3@ ;,,3@ 3@ 3>@ ,3@ *,,3@ *>@

2 Tahun = Tahun *; Tahun ,> Tahun

-mortisasi atas pengeluaran untuk memperoleh harta tak berwujud dan pengeluaran lainnya termasuk biaya perpanjangan hak guna bangunan, hak guna usaha, hak pakai, dan muhibah $good ill% yang mempunyai masa man!aat lebih dari * $satu% tahun yang dipergunakan untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan dilakukan dalam bagian-bagian yang sama besar atau dalam bagian-bagian yang menurun selama masa man!aat, yang dihitung dengan "ara menerapkan tari! amortisasi atas pengeluaran tersebut atau atas nilai sisa buku dan pada akhir masa man!aat diamortisasi sekaligus dengan syarat dilakukan se"ara taat asas.

2*

-mortisasi dimulai pada bulan dilakukannya pengeluaran, ke"uali untuk bidang usaha tertentu yang diatur lebih lanjut dengan Peraturan /enteri Keuangan. Untuk menghitung amortisasi, masa man!aat dan tari! amortisasi ditetapkan sebagai berikut#

K %'!('k #arta Tak B r-uju& Kelompok * Kelompok , Kelompok 4 Kelompok 2 &&. iaya Pendirian iaya Perluasan /odal

$asa $an+aat

Tari+ A!'rtisasi B r&asarkan ! t'& Garis Lurus Sa%&' $ nurun ,3@ 3>@ *,,3@ ;,,3@ ,3@ *,,3@

2 Tahun = Tahun *; Tahun ,> Tahun

3@ *>@ - sama dengan di atas - metode satuan produksi

&&&. Penambangan minyak dan gas bumi

&H. 5ak penambangan - metode satuan produksi 5ak pengusahaan hutan, setinggi-tingginya ,>@ setahun. 5ak pengshaan sumber A hasil alam lainnya - sama dengan di atas H Pengeluaran yang dilakukan sebelum operasi komersial yang mempunyai masa man!aat lebih dari * $satu% tahun E. Kr &it Pajak Pelunasan pajak dalam tahun pajak berjalan merupakan angsuran pajak yang dapat diperhitungkan sebagai kredit pajak $dikreditkan% terhadap Pajak Penghasilan yang terutang untuk tahun pajak yang bersangkutan. Kredit pajak hanya boleh diperhitungkan untuk Pajak Penghasilan yang tidak bersi!at !inal.

2,

/enurut KUP Pasal * ayat ,, dinyatakan bahwa Kredit Pajak untuk Pajak Penghasilan adalah pajak yang dibayar sendiri oleh .ajib Pajak ditambah dengan pokok pajak yang terutang dalam )urat Tagihan Pajak karena Pajak Penghasilan dalam tahun berjalan tidak atau kurang dibayar, ditambah dengan pajak yang dipotong atau dipungut, ditambah dengan pajak atas penghasilan yang dibayar atau terutang di luar negeri, dikurangi dengan pengembalian pendahuluan kelebihan pajak, yang dikurangkan dari pajak yang terutang Pajak Penghasilan yang dapat dikreditkan diantaranya adalah# *. Pajak P ng.asi%an (asa% 21 yaitu pajak penghasilan yang dipotong $serta disetor dan dilaporkan% sehubungan dengan pekerjaan, jabatan, jasa atau kegiatan yang diterima atau diperoleh hanya oleh .ajib Pajak Orang Pribadi dalam negeri. ,. P ng.asi%an (asa% 22 yaitu pajak penghasilan yang dipungut oleh bendaharawan atau badan lain yang ditunjuk sehubungan dengan pembayaran atas penyerahan barang, melakukan kegiatan di bidang impor atau kegiatan usaha di bidang tertentu. 4. Pajak P ng.asi%an (asa% 24 yaitu yaitu pajak penghasilan yang dipotong $serta disetor dan dilaporkan% sehubungan dengan penghasilan yang diterima atau diperoleh atas menggunaan modal $!apital "ncome% dan penghasilan sehubungan dengan jasa yang diterima oleh .ajib Pajak adan dan UT. 2. Pajak P ng.asi%an (asa% 28 yaitu pajak yang dibayar atau terutang di luar negeri atas penghasilan dari luar negeri yang diterima atau diperoleh oleh .ajib Pajak dalam negeri. 3. Pajak P ng.asi%an (asa% 29 yaitu angsuran pajak tahun berjalan yang harus dibayar sendiri oleh .ajib Pajak untuk setiap bulannya. Dalam hal ini termasuk pajak yang dibayar atas .ajib Pajak Orang Pribadi yang bertolak ke luar negeri.

24

BAB I< PAJAK PENG#ASILAN PASAL 21=2> /enurut keputusan Direktur ?enderal Pajak 6o. K7P-,=*'P?'*11= /engenai Petunjuk Pelaksanaan Pemotongan PPh Pasal ,* dan Pasal ,;, yang dimaksud dengan PPh Pasal ,* adalah pajak atas penghasilan berupa gaji, upah honorarium, tunjangan dan pembayaran lain dengan nama apapun sehubungan dengan pekerjaan atau jabatan, jasa, dan kegiatan yang dilakukan oleh .ajib Pajak orang pribadi dalam negeri. )edangkan PPh pasal ,; adalah pajak atas penghasilan tersebut di bawah ini, dengan nama dan dalam bentuk apa pun, yang dibayarkan, disediakan untuk dibayarkan, atau telah jatuh tempo pembayarannya oleh badan pemerintah, subjek pajak dalam negeri, penyelenggara kegiatan, bentuk usaha tetap, atau perwakilan perusahaan luar negeri lainnya kepada .ajib Pajak luar negeri selain bentuk usaha tetap di &ndonesia dipotong pajak sebesar ,>@ $dua puluh persen% dari jumlah bruto oleh pihak yang wajib membayarkan# diBiden8. bunga termasuk premium, diskonto, dan imbalan sebagaimana dimaksud dalam pasal ,* dan pasal ,; Undang Undang 6o. *> Tahun *112 ,Undang Undang 6o. *< Tahun ,>>> dan terakhir Undang Undang 6o. 4; Tahun ,>>=. ?umlah PPh pasal ,* yang dipotong adalah tidak bersi!at !inal, maka merupakan kredit pajak dan dapat diperhitungkan sebagai angsuran pajak bagi penerima penghasilan yang dikenakan pemotongan untuk tahun pajak yang bersangkutan. -pabila PPh pasal ,* yang dipotong adalah bersi!at !inal, maka tidak dapat diperhitungkan sebagai kredit pajak.

22

Pemotong Pajak atau )ubjek Pajak atas PPh Pasal ,*',; adalah # a. Pemberi kerja terdiri dari orang pribadi dan badan, termasuk $ UT% baik merupakan induk atau "abang perwakulan atau unit. b. endaharawan pemerintah termasuk bendaharawan pada pemerintah pusat, pemerintah daerah, instansi atau lembaga pemerintah, lembaga lembaga negara lainnya dan kedutaan besar (& di luar negeri. ". Dana pensiun, PT. Taspen, PT. ?amsostek dan badan penyelenggara jaminan sosial tenaga kerja lainnya, atau badan badan lain yang membayar uang pensiun, Tabungan 5ari Tua atau Tunjangan 5ari Tua $T5T%. d. 0ayasan, 9embaga, Kepanitiaan, -sosiasi, Perkumpulan dan Organisasi dalam bentuk apapun dalam bidang kegiatan e. !. adan atau organisasi internasional dalam bentuk apapun yang tidak dike"ualikan sebagai Pemotong Pajak berdasarkan Keputusan /enteri Keuangan. U/6 dan U/D Ti&ak t r!asuk s *agai Su*j k Pajak PP. (asa% 21=2> a&a%a. # a. b. adan Perwakilan 6egara lain adan atau organisasi &nternasional yang ditentukan oleh /enteri Keuangan. entuk Usaha Tetap

A. P n ri!a P ng.asi%an Penerima penghasilan yang dipotong PPh pasal ,* dan'atau PPh pasal ,; adalah orang pribadi yang menerima atau memperoleh penghasilan sehubungan dengan pekerjaan, jasa, dan kegiatan dari pemotong pajak, yang meliputi # *. Pegawai tetap, yaitu orang pribadi yang bekerja pada pemberi kerja yang menerima atau memperoleh gaji dalam jumlah tertentu se"ara berkala, termasuk anggota dewan komisaris dan anggota dengan pengawas yang se"ara teratur dan terus menerus ikut mengelola kegiatan perusahaan se"ara langsung. ,. Pegawai lepas, yaitu orang pribadi yang bekerja pada pemberi kerja yang hanya menerima imbalan apabila orang pribadi yang bersangkutan bekerja.

23

4. Pegawai dengan status .ajib Pajak luar negeri, yaitu orang pribadi yang bertempat tinggal di &ndonesia atau berada di &ndonesia tidak lebih dari *=4 hari dalam jangka waktu *, bulan. 2. Penerima pensiun adalah orang pribadi atau ahli warisnya yang menerima atau menerima imbalan untuk pekerjaan yang dilakukan dimasa lalu, termasuk orang pribadi atau ahli warisnya yang memerina tabungan hari tua atau Tunjangan 5ari Tua $T5T%. 3. Penerima honorium, komisi dan imbalan lainnya sehubungan dengan jasa, jabatan yang dilakukannya. ;. Penerima upah, adalah orang pribadi yang menerima upah harian, upah mingguan, borongan atau upah satuan. a. Upah harian adalah upah yang terutang atau dibayarkan atas dasar jumlah hari kerja b. Upah mingguan adalah upah yang terutang atau yang dibayarkan se"ara mingguan. ". Upah borongan adalah upah yang terutang atau dibayarkan atas dasar penyelesaian pekerjaan tertentu. d. Upah satuan adalah upah yang terutang atau yang dibayarkan atas dasar banyaknya satuan yang dihasilkan. Ti&ak t r!asuk &a%a! ( ng rtian ( n ri!a ( ng.asi%an &i atas a&a%a. # *. Pejabat perwakilan diplomati" dan konsulat atau pejabat lain dari negara asing, dan orang orang yang diperbantukan kepada mereka yang bekerja pada dan bertempat tinggal bersama mereka. Dengan syarat bukan .6& dan di &ndonesia tidak menerima atau memperoleh penghasilan diluar jabatannya di &ndonesia. ,. Pejabat perwakilan organisasi &nternasional yang diatur dalam Kep. /en. Keu, sepanjang bukan .6& dan tidak menjalankan usaha dan melakukan kegiatan atau kegiatan atau kegiatan lain untuk memperoleh penghasilan di &ndonesia. B. 7*j k PP. Pasa% 21=2> Penghasilan yang dipotong PPh pasal ,*',; adalah#

2;

*. Penghasilan yang diterima atau diperoleh se"ara teratur berupa gaji, uang pensiun bulanan, upah, honorarium $termasuk untuk anggota dewan komisaris dan anggota dewan pengawas%, premi bulanan, uang lembur, tunjangan tunjangan termasuk tunjangan pajak, premi asuransi yang dibayar pemberi kerja, dan penghasilan teratur lainnya dengan nama apapun. ,. Penghasilan yang diterima dan diperoleh se"ara tidak teratur yang berupa jasa produksi, tantiem, grati!ikasi, tunjangan "uti, tunjangan hari raya, tunjangan tahun baru, bonus, premi tahunan dan penghasilan sejenis lainnya yang si!atnya tidak tetap yang biasanya dibayarkan sekali dalam setahun. 4. Upah harian, upah mingguan, upah borongan dan upah satuan. 2. Uang Tebusan Pensiun, uang Tabungan 5ari Tuan atau Tunjangan 5ari Tua $T5T%, uang pesangon, dan pembayaran lain sejenis. 3. 5onorarium, uang saku, hadiah atau penghargaan dengan nama dan dalam bentuk apapun, komisi, beasiswa, dan pembayaran lain sebagai imbalan sehubungan dengan pekerjaan, jasa, dan kegiatan yang dilakukan oleh .ajib Pajak dalam negeri. ;. Iaji, gaji kehormatan, tunjangan tunjangan lain yang terkait dengan gaji yang diterima oleh pejabat negara, P6) dan - (& serta yang pensiun dan tunjangan lain yang terkait. <. Penerimaan dalam bentuk natura dan kenikmatan lainnya dengan nama apapun yang diberikan oleh bukan .ajib Pajak. =. &mbalan dengan nama dan dalam bentuk apapun yang diterima atau yang diperoleh orang pribadi dengan status .ajib Pajak luar negeri sehubungan dengan pekerjaan, jasa, dan kegiatan. Ti&ak t r!asuk &a%a! ( ng rtian ( ng.asi%an yang &i('t'ng PP. (asa% 21 a&a%a.# *. Pembayaran asuransi dari perusahaan asuransi kesehatan, asuransi ke"elakaan, asuransi jiwa, asuransi dwiguna, dan asuransi beasiswa. ,. Penerimaan dalam bentuk natura dan kenikmatan, ke"uali yang diberikan oleh bukan wajib pajak.

2<

4. Penerimaan dalam bentuk natura dan kenikmatan lainnya dengan nama apapun yang diberikan oleh pemerintah d. &uran pensiun yang dibayarkan kepada dana pensiun yang pendiriannya telah disahkan /enteri keuangan, serta iuran Tabungan 5ari Tua dan Tunjangan 5ari Tua $T5T% kepada badan penyelenggara ?amsostek yang dibayar oleh pemberi kerja. e. Uang tebusan pensiun yang dibayarkan oleh dana pensiun yang pendiriannya telah disahkan oleh /enteri Keuangan dan T5T yang dibayarkan sekaligus oleh badan penyelenggara ?amsostek, yang jumlah brutonya (p. =.;2>.>>>,>> atau kurang. !. Uang pesangon yang jumlah brutonya (p. *<.,=>.>>,>> atau kurang g. Kenikmatan berupa pajak yang ditanggung oleh pemberi kerja. h. Penghasilan yang dibayarkan kepada P6) golongan &&'d ke bawah dan anggota - (& berpangkat 9etnan )atu kebawah, yang pembayarannya dibebankan keuangan negara atau daerah, yang berupa honorarium dan imbalan lain selain gaji pensiun, dan tunjangan yang terkait dengan pensiun C. Tari+ Pajak &an P n ra(annya -dapun tari! pajak yang digunakan menurut UU 6o 4; Tahun ,>>= pasal *< adalah# ,aji* Pajak 'rang (ri*a&i &a%a! n g ri La(isan P ng.asi%an K na Pajak sampai dengan (p3>.>>>.>>>,>> di atas (p3>.>>>.>>>,>> s.d (p,3>.>>>.>>> di atas (p,3>.>>>.>>>,>> s.d (p3>>.>>>.>>>,>> di atas (p3>>.>>>.>>>,>> *. Atas P ng.asi%an K na Pajak Tari! berdasarkan Pasal *< diterapkan atas penghasilan Kena Pajak dari a. Pegawai tetap, termasuk pejabat negara, Pegawai 6egeri )ipil, -nggota - (& dan pejabat 6egara lainnya, Pegawai U/6 dan U/D, dan anggota Tari+ Pajak 3@ *3@ ,3@ 4>@

2=

dewan komisaris dan dewan pengawas yang merangkap pegawai tetap pada perusahaan yang sama. b. Penerima pensiun yang dibayarkan se"ara bulanan ". Pegawai tidak tetap pemagang dan "alon pegawai. 2. Atas P ng.asi%an Brut' Tari! berdasarkan pasal *< diterapkan atas penghasilan bruto berupa # a. 5onorarium, uang saku, hadiah atau penghargaan dengan nama dan dalam bentuk apapun, komisi beasiswa dan pembayaran lain dengan nama apapun sebagai imbalan atas jasa atau kegiatan yang jumlah dihitung tidak atas dasar banyaknya hari yang diperlukan untuk menyelesaikan jasa atau kegiatan yang diberikan. b.5onorarium yang diterima atau diperoleh anggota dewan komisaris atau dewan pengawas yang tidak merangkap sebagai pegawai tetap pada perusahaan yang sama. ". ?asa produksi, bonus, T5( yang diterima atau diperoleh mantan pegawai 4. Tari+ 1?; Tari! sebesar *>@ $sepuluh persen% diterapkan atas upah harian, upah mingguan, upah satuan, upah borongan, dan uang saku harian, yang jumlahnya melebihi (p,=>.>>>,>> $dua ratus delapan puluh ribu rupiah% dalam satu bulan takwim dan atau tidak dibayarkan se"ara bulanan. 2. Tari+ 19; Tari! *3@ $lima belas persen% diterapkan atas perkiraan penghasilan neto yang dibayarkan atau terhutang terhadap tenaga ahli yang melakukkan pekerjaan bebas, yang terdiri dari penga"ara, akuntan, arsitek, dokter, konsultan, notaris, penilai, dan aktuaris. 3. Tari+ 1?; Fina% a. Tari! sebesar *>@ $sepuluh persen% dan bersi!at !inal diterapkan atas penghasilan bruto berupa uang pesangon, uang tebusan pensiun, Tunjangan esarnya perkiraan penghasilan neto ditentukan sebesar 2>@ dari penghasilan bruto.

21

5ari Tua $T5T% atau tabungan 5ari Tua yang dibayarkan sekaligus, apabila jumlah #rutonya tidak melebihi (p,3.>>>.>>>,>> b. Komisi yang diterima atau diperoleh petugas dinas luar asuransi dan petugas penjaja barang dagangan, sepanjang bukan pegawai tetap. ;. Tari+ 19; Fina% a.Tari! sebesar *3@ $lima belas persen% dan bersi!at !inal diterapkan atas penghasilan bruto berupa uang pesangon, uang tebusan pensiun, Tunjangan 5ari Tua atau Tabungan 5ari Tua yang dibayarkan sekaligus, apabila jumlah bruto nya (p,3.>>>.>>>,>> b. 5adiah atau penghargaan dengan nama dan dalam bentuk apapun. tunjangan lain yang terkait dengan gaji, yang dibayarkan kepada pejabat negara, P6), anggota - (&, Pensiunan P6) dan pensiunan - (&, yang sumber dananya berasal dari keuangan negara atau daerah. <. Tari+ 2?; a. Tari! PPh Pasal ,; sebesar ,>@ $dua puluh persen% dan bersi!at !inal diterapkan terhadap penghasilan bruto yang diterima atau yang diperoleh sebagai imbalan atas pekerjaan, jasa, dan kegiatan yang dilakukan oleh orang pribadi dengan status .ajib Pajak luar negeri. b. PPh Pasal ,; di atas tidak bersi!at !inal dalam hal orang pribadi yang sebagai .ajib Pajak luar negeri tersebut berubah status menjadi .ajib Pajak dalam negeri. D. K -aji*an P !'t'ng Pajak *. P ng.itungan yaitu3 a. )etelah tahun takwim berakhir, pemotong pajak berkewajiban menghitung kembali jumlah PPh pasal ,* yang terutang oleh pegawai tetap selama setahun takwim menurut tari! PPh pasal *< Undang Undang 6omor 4; Tahun ,>>=. ".Penghasilan yang berupa honorarium dan imbalan lain selain gaji, pensiun dan

3>

b. -pabila jumlah pajak yang terutang selama setahun lebih besar dari jumlah pajak yang telah dipotong, kekurangannya dipotongkan dari pembayaran gaji pegawai yang bersangkutan untuk bulan pada waktu dilakukannya penghitungan kembali. ". -pabila jumlah pajak terutang selama satu tahun lebih ke"il dari jumlah pajak yang telah dipotong, kelebihannya diperhitungkan dengan pajak yang terutang atas gaji untuk bulan pada waktu dilakukan penghitungan kembali. 2. P ny t'ran &an ( %a('ran a. )etiap pemotong pajak wajib mengisi dan menyampaikan )PT Tahunan PPh pasal ,* ke Kantor Pelayanan Pajak tempat pemotong pajak terda!tar atau kantor penyuluhan pajak setempat b. ?ika jumlah PPh pasal ,* dan PPh pasal ,; yang terutang dalam satu tahun takwim lebih besar dari pada PPh pasal ,*',; yang telah disetor, maka kekurangannya harus disetor sebelum penyampaian )PT Tahunan PPh Pasal ,*. ". ?ika jumlah PPh pasal ,* dan PPh pasal ,; yang terutang dalam satu tahun takwim lebih ke"il dari pada PPh pasal ,*',; yang telah disetor maka kelebihannya tersebut diperhitungkan dengan PPh pasal ,* yang terutang untuk bulan pada waktu dilakukannya penghitungan tahunan. Dan jika masih ada sisa kelebihan, maka diperhitungkan untuk bulan bulan lainnya dalam tahun berikutnya. E. PP. 21 atas P ga-ai T ta( *. PPh Pasal ,* ulanan Pada setiap awal tahun, pemotong pajak menghitung PPh pasal ,* bulanan dari pegawai tetap dengan "ara sebagai berikut# a. Pertama tama dihitung penghasilan bruto teratur sebulan yang diterima oleh pegawai tetap. b. 5itung penghasilan neto sebulan yang diperoleh dengan "ara penghasilan bruto dikurangi dengan #

3*

*.

iaya ?abatan yaitu biaya untuk mendapatkan, menagih dan memelihara penghasilan. iaya jabatan besarnya 3@ $lima persen% dari penghasilan bruto, setinggi tingginya (p*.,1;.>>>,>> $satu juta dua ratus sembilan puluh enam ribu rupiah% sebulan

,.

&uran yang terikat pada gaji yang dibayar oleh pegawai yang berupa # a%. &uran kepada dana pensiun yang pendiriannya telah disahkan /enteri Keuangan b% &uran Tabungan 5ari Tua atau Tunjangan 5ari Tua $T5T% kepada badan penyelenggara Taspen dan ?amsostek.

"% Ke"uali iuran T5T yang dibayarkan oleh pensiunan P6) kepada PT. Taspen dan pensiunan - (& kepada PT. -sabri 4. 2. Untuk memperoleh penghasilan neto setahun, penghasilan neto sebulan dikalikan *,. Kemudian dihitung penghasilan kena pajak $PKP% dari seorang pegawai. PKP dihitung dengan "ara penghasilan neto setahun dikurangi dengan penghasilan tidak kena pajak $PTKP%. PTKP Undang Undang 6o. 4; Tahun ,>>= untuk seorang pegawai tetap besarnya adalah sebagai berikut # K a&aan ,aji* Pajak Tidak kawin tanpa tanggungan Kawin tanpa anak atau tanggungan Kawin dengan * $satu% anak'tanggungan Kawin dengan , $dua% anak'tanggungan Kawin dengan 4 $tiga% anak'tanggungan Karyawati PTKP S ta.un (p*3.=2>.>>>,>> (p*<.*;>.>>>,>> (p*=.2=>.>>>,>> (p*1.=>>.>>>,>> (p,*.*,>.>>>,>> (p*3.=2>.>>>,>>

3. PPh Pasal ,* setahun dihitung dengan "ara PKP dikalikan dengan tari!! PPh pasal *<. untuk keperluan penerapan tari!, penghasilan Kena Pajak dibulatkan ke bawah hingga angka ribuan penuh.

3,

;. PPh pasal ,* untuk sebulan dihitung dengan "ara PPh ,* setahun dibagi dengan *,.

"'nt'. 13 Tn. Candra status kawin memiliki 2 anak, ia bekerja pada PT J)embadaK sebagai pegawai tetap. )etiap bulan menerima pembayaran gaji sebagai berikut# Iaji bulan ?anuari ,>>1 Iaji pokok Tunjangan Kesehatan Tunjangan makan Tunjangan transport Tunjangan keluarga (p2.=>>.>>> (p*.,>>.>>> (p*.>>>.>>> (p*.>>>.>>> (p,.>>>.>>> E (p*>.>>>.>>> &n!ormasi lain mengenai penghasilan sebulan adalah # a. perusahaan mengikutkan semua pegawainya pada program pensiun. &uran pensiun disetor ke dana pensiun $yang pendiriannya telah disahkan oleh /enteri Keungan% atas nama Tn. Candra sebesar (p ,>>.>>> dengan rin"ian # *%. (p.*,>.>>> ditanggung oleh pegawai $dipotongkan dari gaji% ,%. (p. =>.>>> ditanggung oleh perusahaan b. Perusahaan juga mengikuti program ?amsostek. &uran Tunjangan 5ari Tua $T5T% untuk Tn. Candra dibayarkan kepada penyelenggara ?amsostek sebesar ;@ dari total gaji dan tunjangan dengan rin"ian sebagai berikut# *%. ,@ ditanggung oleh pegawai $dipotongkan dari gaji% ,%. 2@ ditanggung perusahaan ". perusahaan juga masuk program ?amsostek premi asuransi ke"elakaan kerja dan asuransi kematian dibayar oleh perusahaan atas nama Tn. Candra setiap bulan

34

sebesar ,@ untuk asuransi ke"elakaan dan *@ untuk asuransi kematian dari total gaji dan tunjangan. Di!inta #/enghitung PPh Pasal ,* yang terutang setahun dan tiap bulan atas penghasilan tersebutL P !*a.asan 31 a. Pa&a a-a% ta.un &i*uat ( r.itungan s *agai * rikut # Penghasilan bruto teratur untuk satu bulan # Iaji pokok Tunjangan kesehatan Tunjangan makan Tunjangan transpor Tunjangan keluarga Premi asuransi yang ditanggung perusahaan Penghasilan ruto satu bulan Dikurangi M iaya jabatan 3@ G bruto /aG M &uran pensiun potong gaji M &uran T5T potong gaji Penghasilan 6eto satu bulan Penghasilan netto * tahun $*, bulan% D Dikurangi PTKP # Diri .P .P Kawin Tangg. /aG 4 PKP ribuan penuh (p*3.=2>.>>> (p. *.4,>.>>> (p 4.1;>.>>> (p,*.*,>.>>> (p.1<.422.>>> Untuk perhitungan PPh ,*, PKP terlebih dahulu dibulatkan ke bawah dalam angka (p. *>=.>>> (p *,>.>>> (p ,>>.>>> (p 2,=.>>> (p 1.=<,.>>> (p**=.2;2.>>> (p2.=>>.>>> (p*.,>>.>>> (p*.>>>.>>> (p*.>>>.>>> (p,.>>>.>>> (p 4>>.>>> E (p*>.4>>.>>>

32

Tari! PPh pasal *< PPh ,* untuk * tahun D 3@ G (p3>.>>>.>>> *3@G (p2<.422.>>> PPh ,* untuk * tahun PPh ,* untuk satu bulan *. P r.itungan k !*a%i )etelah tahun takwim berakhir, pemotong pajak berkewajiban menghitung kembali jumlah PPh Pasal ,* yang terutang oleh pegawai tetap menurut tari!! PPh Pasal *< Undang Undang 6o. 4; Tahun ,>>=. adapun "ara penghitungan kembali untuk akhir tahun tersebut adalah sebagai berikut # *. Pertama tama dihitung penghasilan ruto teratur sebulan yang telah diterima oleh pegawai tetap. Kemudian dari penghasilan bruto sebulan dihitung penghasilan bruto setahun yang telah benar benar telah diterima oleh pegawai. -pabila dalam setahun, jumlah penghasilan yang diterima setiap bulannya adalah selalu tetap, maka penghasilan bruto setahun dapat dihitung dengan "ara penghasilan neto sebulan dikalikan *,. ,. Dari penghasilan bruto setahun kemudian dihitung penghasilan neto setahun yang telah diterima pegawai 4. Kemudian dihitung PKP dengan "ara Penghasilan neto setahun dikurangi dengan PTKP. 2. Dihitung PPh pasal ,* yang terhutang selama setahun takwim, dengan "ara PKP dikalikan dengan tari!! PPh pasal *<. 3. Kemudian dihitung PPh pasal ,* yang telah dipotong selama setahun takwim. -pabila dalam setahun, jumlah PPh pasal ,* yang dipotong setiap bulannya selalu tetap, maka PPh Pasal ,* setahun dapat dihitung dengan "ara yaitu PPh ,* yang dipotongkan sebulan dikalikan *,. ;. PPh Pasal ,* yang telah dipotong selama setahun $pada angaka 3 diatas% dibandingkan dengan PPh pasal ,* yang terhutang $pada angka 2 diatas% a. apabila jumlah pajak yang terutang $pada huru! d diatas % lebih besar dari jumlah pajak yang telah di potong $pada angka 3% maka kekurangannya dipotongkan D (p1.;>*.;>># *, D(p,.3>>.>>> D(p<.*>*.;>> D(p1.;>*.;>> D(p=>>.*44,44

33

dari pembayaran gaji pegawai yang bersangkutan untuk bulan pada waktu dilakukannya penghitungan kembali. b. -pabila jumlah pajak terutang $pada angaka 2 diatas% lebih ke"il dari jumlah pajak yang telah dipotong $pada angka 3%, maka kelebihannya diperhitungkan dengan pajak yang terutang atas gaji untuk bulan pada waktu dilakukan penghitungan kembali. "'nt'. 23 Dari data yang tertera pada "onton $*%, bahwa Tn. Candra sebagai pegawai tetap, selama tahun ,>>1 penghasilan yang diterimanya tidak berubah $tidak mengalami kenaikan gaji'pengurangan gaji%. )etelah tahun takwim ,>>1 maka perusahaan melakukan penghitungan kembali megenai PPh pasal ,* terutang untuk takwim ,>>1. P !*a.asan 2 )etelah tahun ,>>1 berakhir dibuat perhitungan sebagai berikut # Penghasilan bruto satu bulan # Penghasilan bruto teratur untuk satu bulan # Iaji pokok Tunjangan kesehatan Tunjangan makan Tunjangan transpor Tunjangan keluarga Premi asuransi yang ditanggung perusahaan Penghasilan ruto satu bulan Penghasilan ruto satu tahun Dikurangi M iaya jabatan 3@ G bruto $/aks% M &uran pensiun potong gaji M &uran T5T potong gaji (p. *.,1;.>>> (p *.22>.>>> (p ,.2>>.>>> (p2.=>>.>>> (p*.,>>.>>> (p*.>>>.>>> (p*.>>>.>>> (p,.>>>.>>> (p 4>>.>>> E (p*>.4>>.>>> (p*,4.;>>.>>>

3;

(p3.*4;.>>> N Penghasilan 6eto satu tahun PTKP D K'4 PKP Tari! PPh pasal *< PPh ,* untuk * tahun 3@ G (p3>.>>>.>>> *3@G (p2<.422.>>> PPh ,* untuk * tahun PPh ,* telah dipotong satu tahun (p=>>.*44,44 G *, PPh ,* yang lebih'kurang dipotong oleh Perusahaan D(p,.3>>.>>> D(p<.*>*.;>> D(p1.;>*.;>> D (p1.;>*.;>> $"H"% (p **=.2;2.>>> (p,*.*,>.>>> (p.1<.422.>>>

F. PP. 21 Atas P ng.asi%an ti&ak t ratur Kepada pegawai Tetap adakalanya diberikan penghasilan tidak teratur seperti bonus, jasa produksi, Tunjangan 5ari (aya $T5(%, dan atau penghasilan lain sejenis, yang si!atnya tidak tetap dan biasanya dibayarkan hanya sekali setahun. PPh Pasal ,* atas penghasilan tidak teratur dihitung dan dipotong dengan "ara sebagai berikut $Penghitungan dilakukan pada saat penyerahan penghasilan tidak teratur% # *. Dihitung penghasilan bruto total selama setahun yang terdiri dari # a. Penghasilan bruto teratur selama setahun, ditambah dengan b.Penghasilan tidak teratur misalnya bonus, jasa produksi atau T5( ,. Kemudian dihitung PPh Pasal ,* atas penghasilan bruto total selama setahun $pada nomor *% tersebut di atas 4.Dihitung PPh pasal ,* atas penghasilan tidak teratur berupa bonus, jasa produksi atau T5(. Dengan menghitung selisih antara # a. PPh pasal ,* atas penghasilan bruto total selama setahun $pada huru! b di atas% dengan

3<

b. PPh pasal ,* atas penghasilan bruto teratur selama setahun $pada angka 4 di atas% "'nt'. 43 )ebagaimana "onton $*% terdahulu bahwa Tn. Candra sebagai pegawai tetap, ia memiliki prestasi kerja yang memuaskan, sehingga pada bulan )eptember ,>>1 perusahaan memberikan bonus atas prestasinya berupa uang sebesar (p1.;>>.>>> sebesar , kali gaji pokok. )ampai dengan bulan )eptember penghasilan teratur yagn diterima Tn. Candra tidak mengalami perubahan. Di!inta3 /enghitung PPh pasal ,* atas bonus yang diterima atas Tn. Candra P !*a.asan 4. Iaji pokok (p2.=>>.>>> Tunjangan kesehatan Tunjangan makan (p*.>>>.>>> Tunjangan transpor Tunjangan keluarga Premi asuransi yang ditanggung perusahaan Penghasilan ruto satu bulan Dikurangi M iaya jabatan 3@ G bruto $/aks% (p. *>=.>>> M &uran pensiun potong gaji M &uran T5T potong gaji 2,=.>>> Penghasilan 6eto satu bulan Penghasilan netto * tahun $*, bulan% D PTKP $K'4% ,*.*,>.>>> (p 1.=<,.>>> (p**=.2;2.>>> (p (p *,>.>>> (p ,>>.>>> E (p (p 4>>.>>> E (p*>.4>>.>>> (p*.>>>.>>> (p,.>>>.>>> (p*.,>>.>>>

3=

PKP (p.1<.422.>>> Tari! PPh pasal *< PPh ,* untuk * tahun D(p,.3>>.>>> *3@G D(p<.*>*.;>> PPh D(p1.;>*.;>> PPh ,* untuk satu bulan D(p=>>.*44,44 P ng.itungan saat ! n ri!a B'nus# Penghasilan bruto total selama * tahun # Penghasilan teratur D $*, G (p*>.4>>.>>>% onus yang diterima bulan )eptember penghasilan bruto total selama * Tahun Dikurangi # M iaya jabatan 3@ G bruto /aG M &uran pensiun potong gaji M &uran T5T potong gaji Penghasilan neto total * tahun PTKP D K'4 PKP PPh Pasal ,* termasuk bonus 3@ G (p3>.>>>.>>> *3@ G (p3;.122.>>> PPh ,* termasuk bonus PPh Pasal ,* tanpa bonus PP. Pasa% 21 atas B'nus (p,.3>>.>>> (p=.32*.;>> E (p1.<1*.;>> (p=.43*.;>> (p *.22>.>>> (p. *.,1;.>>> (p *.22>.>>> (p ,.2>>.>>> (p3.*4;.>>> (p *,=.>;2.>>> (p ,*.*,>.>>> (p *>;.122.>>> (p *,4.;>>.>>> (p 1.;>>.>>> E (p *44.,>>.>>> D (p1.;>*.;>># *, ,* untuk * tahun (p2<.422.>>> D 3@ G (p3>.>>>.>>>

31

G. PP. 21 atas Uang P nsiun Pada saat pegawai tetap berhenti kerja karena pensiun, pemotong pajak berkewajiban menghitung kembali jumlah PPh Pasal ,* yang terutang oleh pegawai tetap menurut tari!! PPh pasal *<. )etelah pegawai tetap pensiun, kemudian mulai menerima uang pensiun misalnya dari Dana Pensiun. Dana Pensiun, dalam hal ini sebagai pemberi penghasilan, harus menghitung PPh Pasal ,* atas uang pensiun bulanan yang diterima atau diperoleh penerima pensiun pada tahun pertama pensiun. -dapun "ara penghitungan PPh Pasal ,* bulanan atas uang pensiun pada tahun pertama tersebut adalah sabagai berikut # *. Pertama tama dihitung penghasilan bruto sebulan yang diterima oleh penerima pensiun. Penghasilan bruto disini adalah berupa uang pensiun. ,. Dihitung penghasilan neto sebulan yang diperoleh dengan "ara penghasilan bruto diatas dikurangi dengan biaya pensiun. iaya pensiun yaitu biaya untuk mendapatkan, menagih dan memelihara uang pensiun yang besarnya 3@ $lima persen% dari penghasilan bruto dari uang pensiun, setinggi tingginya (p 24,.>>>,>> $empat ratus tiga puluh dua ribu rupiah% setahun atau (p 4;.>>>,>> $Tiga puluh enam ribu% sebulan. 4. Kemudian dihitung penghasilan neto setahun $ dari uang pensiun% dengan "ara penghasilan neto sebulan tersebut kemudian dikalikan dengan banyaknya bulan penerima pensiun yang bersangkutan menerima pensiun sampai dengan bulan Desember. 2. Kemudian dihitung penghasilan neto yang diterima selama setahun takwim penuh $selama *, bulan%. Penghasilan setahun takwim dihitung dengan "ara penghasilan neto setahun dari uang pensiun $pada angka 4 di atas% ditambah dengan penghasilan neto dalam tahun yang bersangkutan yang diterima atau diperoleh dari pemberi kerja sebelum pegawai yang bersangkutan pensiun. 3. Untuk menghitung Penghasilan Kena Pajak, jumlah penghasilan neto selama setahun takwim $pada angka 2% dikurangi dengan PTKP.

;>

;. Dihitung PPh Pasal ,* setahun takwim dengan "ara Penghasilan Kena Pajak $pada angka 3% dikalikan dengan tari!! PPh Pasal *<. <. PPh pasal ,* atas uang pensiun dalam tahun yang bersangkutan $pada angka ;diatas% dihitung dengan "ara mengurangi PPh pasal ,* yang terutang dari pemberi kerja sebelum pegawai yang bersangkutan pensiun, sesuai dengan yang ter"antum dalam bukti pemotongan PPh Pasal ,* sebelum pensiun. =. PPh Pasal ,* atas uang pensiun bulanan adalah sebesar PPh Pasal ,* atas uang pensiun pada angka < diatas, dibagi dengan banyaknya bulan sebagaimana dimaksud pada angka 4. "'nt'. 83 )ebagaimana "ontoh nomor $*% diatas bahwa Tn. Candra adalah pegawai tetap. Pada tanggal 4> )eptember ,>>1 Pensiun. Pada bulan Oktober ,>>1 menerima uang pensiun dari dana pensiun sebesar (p 2.>>>.>>> setiap bulan. Di!inta# menghitung PPh Pasal ,* yang harus dipotong oleh dana pensiun atas uang pensiun yang diterimanyaL P !*a.asan 8 Pada saat pensiun $penghitungan dibuat oleh PT. )embada% Penghasilan netto * bulan &'(ihitung seperti soal no. )* Penghasilan 6etto selama th. ,>>1D $1 G (p 1.=<,.>>>% PTKPDK'4 PKP PPh terutang selama ,>>1 3@ G (p3>.>>>.>>> *3@ G (p*<.<,=.>>> PPh terutang selama ,>>1 PPh yang telah dipotong s'd )eptember $1 G (p=>>.*44,44% PPh ,* yang lebih dipotong Penghitungan pada saat menerima pensiun Penghasilan bruto * bulan atas pensiun (p 2.>>>.>>> (p,.3>>.>>> (p,.;31.,>> E (p4.1>1.,>> (p<.,>*.,>> (p4.,1,.>>> (p 1.=<,.>>> (p. ==.=2=.>>> (p. ,*.*,>.>>> (p. ;<.<,=.>>>

;*

Dikurangi iaya jabatan D 3@ G bruto /aG Penghasilan netto * bulan Penghasilan netto 4 bulan pensiun D 4 G (p4.1;2.>>> Penghasilan netto 1 bulan gaji $1 G (p 1.=<,.>>>% Penghasilan 6etto * tahun $*, bulan% PTKP PKP PPh ,* satu tahun # 3@ G (p3>.>>>.>>> *3@ G (p,1.;,>.>>> (p,.3>>.>>> (p2.224.>>> E (p;.124.>>> PPh terutang atas gaji $1 G (p=>>.*44,44% PPh ,* atas uang pensiun 4 bulan PPh ,* atas uang pensiun tiap bulan (p,3=.,>> # 4 #. PP. 21 atas k naikan gaji -pabila pegawai tetap mengalami kenaikan gaji yang berlaku surut yaitu menerima uang rapel atas kenaikan gajinya maka perhitungan PPh ,* atas uang rapel adalah # a. Dibuat penghitung awal yaitu penghitungan seperti biasa sebelum ada kenaikan dalam satu tahun dan dihitung PPh ,* tiap bulan. b. Dibuat penghitungan setelah kenaikan gaji dalam * tahun serta di"ari PPh ,* tiap bulan. ". 5itung PPh ,* yang seharusnya dibayar selama ada kenaikan d. 5itung PPh ,* yang telah dipotong selama ada kenaikan e. Di"ari selilih antara point " dan d $"-d% makan ditemukan PPh ,* atas uang rapel "'nt'. 93 (p<.,>*.,>> (p,3=.,>> (p =;.>;;,;< (p4;.>>> -

(p 4.1;2.>>> (p**.=1,.>>> (p==.=2=.>>> E (p*>>.<2>.>>> (p. ,*.*,>.>>> (p <1.;,>.>>>

;,

)ebagaimana "ontoh nomor $*%, bahwa Tn. Candra adalah pegawai tetap. Pada bulan -pril ,>>1 menerima kenaikan gaji menjadi (p ;.>>>.>>> setiap bulan. Kenaikan gaji berlaku surut sejak * ?anuari ,>>1. Dengan kenaikan gaji tersebut Tn. Candra menerima uang rapel sebesar (p4.;>>.>>> $?anuari s'd /aret%. Oleh karena itu pada bulan -pril ia menerima gaji dan rapel. Diminta # a. 5itunglah PPh pasal ,* atas gaji baru yang diterima Tn. Candra L b. 5itunglah PPh pasal ,* atas uang rapel L P !*a.asan 93 Penghitungan PPh sebelum ada kenaikan gaji, yang telah dihitung pada nomor * sebesar (p=>>.*44,44' bulan. Penghitungan PP. atas gaji *aru Penghasilan bruto satu bulan Penghasilan bruto teratur untuk satu bulan # Iaji pokok (p;.>>>.>>> Tunjangan kesehatan Tunjangan makan (p*.>>>.>>> Tunjangan transpor Tunjangan keluarga Premi asuransi yang ditanggung perusahaan Penghasilan ruto satu bulan Dikurangi M iaya jabatan 3@ G bruto /aG M &uran pensiun potong gaji M &uran T5T potong gaji (p ,4>.>>>
$,@CIaji

(p*.,>>.>>>

(p*.>>>.>>> (p,.>>>.>>> (p 4>>.>>> E (p**.3>>.>>> (p. *>=.>>> (p *,>.>>>


ATunj%

;4

(p

23=.>>> (p **.>2,.>>> (p*4,.3>2.>>> (p*3.=2>.>>> (p. *.4,>.>>> (p 4.1;>.>>>

Penghasilan 6eto satu bulan Penghasilan netto * tahun $*, bulan% D Dikurangi PTKP # Diri .P .P Kawin Tangg. /aG 4 (p,*.*,>.>>> PKP (p***.4=2.>>> Tari! PPh pasal *< PPh ,* untuk * tahun D 3@ G D(p,.3>>.>>>

(p3>.>>>.>>>

*3@G (p;*.4=2.>>> D(p1.,><.;>> PPh ,* untuk * tahun PPh ,* untuk satu bulan D D(p1<3.;44,44 PPh Pasal ,* ?anuari-/aret seharusnya 4G (p1<3.;44,44 PPh Pasal ,* ?anuari-/aret telah dipotonga 4G (p1<3.;44,44 PPh ,* atas uang rapel (p3,;.3>> I. PP. 21 Atas U(a. Penghasilan yang diterima pegawai harian, mingguan, pemagang dan pegawai tidak tetap lainnya, dapat berupa upah harian, upah mingguan, upah satuan, upah borongan dan uang saku harian, penghasilan bruto tersebut di atas yang besarnya tidak lebih dari (p,2.>>> sehari tidak dikenakan PPh pasal ,*. D(p,.1,;.1>> D(p,.2>>.2>> D(p**.<><.;>> (p**.<><.;>># *,

;2

-pabila penghasilan tersebut jumlah brutonya melebihi (p,2.>>>,>> sehari dikenakan PPh ,*.Pajak y adalah dengan menerapkan terutang dalam sehari adalah dengan menerapkan tari! sebesar (p,2.>>>. dengan , syarat yaitu# *. -pabila penghailan bruto dalam satu bulan takwim tidak melebihi (p,2>.>>>. ,. -pabila penghasilan tersebut dibayarkan se"ara bulanan maka PTKP yang dapat dikurangkan adalah PTKP sebenarnya dari penerima penghasilan yang bersangkutan. 1. U(a. .arian Pegawai harian atau pegawai tidak tetap yang menerima penghasilan berupa upah harian dan uang saku harian dikenakan PPh pasal ,* dengan "ara penghitungan sbb# a. Dihitung penghasilan bruto satu hari yang berupa upah harian atau uang saku harian. b. Kemudian dihitung penghasilan sebagai dasar penerapan tari!!, dengan "ara penghasilan bruto sehari dikurangi dengan PTKP harian sebesar (p ,2.>>>,>> $dua puluh empat ribu rupiah% sehari. ". Dihitung PPh asal ,* dari upah harian dengan "ara penghasilan sebagai dasar penerapan tarip di atas dikalikan dengan tari!! *>@ $tidak bersi!at !inal% "'nt'. >3 Tn. Darusman bekerja pada PT K)embadaK sebagai pegawai lepas dengan upah harian (p. 4>.>>> per hari, ia sudah kawin dan belum mempunyai anak. Diminta # 5itunglah PPh atas upah harian P !*a.asan > Penghasilan bruto # Upah harian Dikurangi PTKP Penghasilan sebagai dasar pengenaan tari!! PPh di atas upah harian *>@ (p. 4>.>>> (p ,2.>>> (p (p ;.>>> ;>> earnya PTKP harian tersebut tidk dipengaruhi status penerima upah.Ketentuan PTKP seharian tersebut diterapkan

;3

2. U(a. satuan Pegawai lepas atau pegawai tidak tetap yang menerima penghasilan berupa upah satuan, dikenakan PPh pasal ,* dengan "ara penghitungan seperti pada upah harian di atas. 5anya saja untuk penerapan PTKP harian, upah satuan di perhitungkan dahulu menjadi upah satu hari. "'nt'. @3 Tn. -li $K',% bekerja pada PT. JPanasindoK sebagai pegawai lepas perakit pesawat teliBisi $TH%. Upah dibayarkan mingguan dan di hitung berdasarkan jumlah satuan TH yang selesai dirakit, dengan upah satuan (p,>.>>> dalam minggu ini selama bekerja dalam waktu enam hari bekerja, Tn. -li berhasil menyelesaikan sebanyak *, TH. Diminta menghitung PPh pasal ,* atas upah satuan yang diterima P !*a.asan @ Upah satuan Upah satu minggu $*, satuan G ,>>>>>% Upah satu haru $,2>>>>'; hari kerja% Dikurangi PTKP harian Penghasilan sebagai dasar penerapan tari! PPh pasal ,* atas upah satu hari PPh pasal ,* upah satu minggu $*;>> G ;hari% Atau Upah satu minggu $; hari kerja% Dikurangi PTKP ; hari $,2>>> G ;hari% Penghasilan sebagai dasar penerapan tari!! PPh pasal ,* atas upah satu minggu 4.U(a. B'r'ngan (p. ,2>.>>> (p. *22>.>>> (p. (p. 1;.>>> 1.;>> (p. ,>.>>> (p. ,2>.>>> $; hari kerja% (p. 2>.>>> (p. ,2.>>> (p. *;.>>> (p. *.;>> (p. 1.;>>

;;

Pegawai lepas atau pegawai tidak tetap yang menerima penghasilan berupa upah borongan, dikenakan PPh pasal ,* dengan "ara penghitungan seperti pada upah harian di atas, untuk penerapan PTKP harian, upah borongan diperhitungkan dahulu menjadi upah satu hari dengan "ara di dengan banyaknya hari yang di pergunakan untuk menyelesaikan pekerjaan borongan tersebut.

"'nt'. :3 Tn. -bi $K'4% mendapatkan pekerjaan borongan untuk menge"at sebagain gedung kantor CH JIu""imas J dari pekerjaan borongan yang diselesaikan dalam 3 hari tersebut, Tn. -bi mendapatkan upah borongan sebesar (p,>>.>>> Diminta# /enghitung PPh pasal ,* atas upah borongan diterima P !*a.asan : Upah borongan $diselesaikan 3 hari kerja% Dikurangi # PTKP 3 hari $,=.>>> G 3% Penghasilan sebagai dasar penerapan tari!! PPh pasal ,* atas upah borongan (p. ,>>.>>> (p. *2>.>>> (p. ;>.>>> (p. ;.>>>

;<

BAB < PAJAK PENG#ASILAN PASAL 22 Pajak penghasilan pasal ,, ini merupakan Pajak penghasilan yang dikenakan atas # *. &mpor barang impor $menurut undang undang pajak% adalah kegiatan memasukkan barang dari luar wilayah pabean &ndonesia $luar negeri% ke dalam wilayah pabean &ndonesia ,. Penjualan atau penyerahan barang kepada instansi pemerintah, negara dan atau belanja daerah 4. 5asil produk atau penyerahan barang tertentu. A. P !ungut Pajak3 *. ank DeBisa ,. Direktorat ?endral ea Cukai 4. adan lain# a. Direktorat ?enderal -nggaran b. ". U/6 dan d. endaharawan pemerintah $pusat maupun daerah% U/D yang melakukan pembyaran atas pembelian barang dari belanja negara atau belanja daerah. adan usaha yang bergerak di bidang # *%. &ndustri semen ,% &ndustri rokok U/6 atau U/D.-pabila pembayaran atas pembelian barang tersebut berasal dari belanja

;=

4% &ndustri kertas 2%. &ndustri baja 3%. &ndustri otomoti!, atas penjualan hasil produksinya dalam negeri e.Pertamina dan badan usahayang bergerak di bidang bahan bakar minyak jenis# *%. premiG ,%. gas selain pertamina, atas penjualan hasil produksinya kepada para penyalur dan agennya !. adan urusan logistik $ U9OI%, atas penyerahan gula pasir dan tepung terigu kepada penyalur dan agennya B. Tari+ *. -tas &mpor a./enggunakan -P& $ -ngka pengenal impor% b. Tidak menggunakan -P& ". Tidak dikuasai besarnya # C&+ E / E Pemungutan pabean lainnya #,,3@ G nilai &mpor # <,3@ G nilai &mpor # <,3@ G harga jual lelang

6ilai impor adalah nilai berupa uang yang menjadi dasar perhitungan bea masuk

,. -tas pembelian barang yang dibiayai dengan -P 6 dan -PD6 esarnya # *,3@ G 5arga Pembelian

4. -tas penjualan hasil produksi atau penyerahan barang oleh# a. adan Usaha yang bergerak di bidang *% industri otomotii ! # >,23@ dari dasar pengenaan pajak PP6 ,%. &ndustri rokok # >,*@ dari harga banderol b. Pertamina dan badan usaha *%. )P U )wastanisasi # >,4@ dari penjualan

;1

,%. )P U dari pertamina # >,,3@ dari penjualan ". adan Urusan 9ogistik $ U9OI% Untuk PPh pasal ,, yang dipungut oleh pertamina dan badan usaha yang bergerak di bidang bahan bakar minyak, serta oleh U9OI merupakan pemungutan yang si!atnya FINAL

". Dik 1ua%ikan &ari P !ungutan PP. Pasa% 22 *. &mpor barang barang dan atau penyerahan barang yang berdasarkan ketentuan peraturan perundang undangan tidak terutang PPh ,. &mpor barang barang yang dibebaskan dari bea masuk yang dilakukan # a. Ke dalam kawasan berikat dan entrepot produksi untuk tujuan ekspor $7PT7% b. )ebagaimana dimaksudkan dalam, pasal ; dan pasal < PP no ; tahun *1;1 tentang pembebanan atas impor jo PP no , tahun *1<4. ". Kep Pres 6o *44 Tahun*134 tentang pembebasan bea masuk atas kiriman kiriman hadiah d. Tujuan keilmuan sesuai pasal 4 )U b UU tari! &ndonesia )T 9 *=<4 no 43 4. Dalam hal diberikan penangguhan bea masuk a. &mpor barang untuk pameran b. Keperluan lainnya bersi!at sementara setelah keperluan tersebut di ekspor kembali 2. Pembayaran atas penyerahan barang $tidak dipe"ah-pe"ah% kurang dari (p. 3>>.>>> 3. Pembayaran untuk pembelian bahan bakar minyak, listrik, gas, air minum'PD-/, benda benda pos, telepon. D. Saat T rutang &an Di%unasi *. -tas impor bersamaan dengan saat pembayaran bea masuk

<>

,. -pabila pembayaran bea masuk ditunda atau dibebaskan, maka terhutang dan dilunasi pada saat penyelesaian dokumen P&UD $Pemberitahuan &mpor Untuk Dipakai%. 4. -tas pembelian barang oleh bendaharawan terhutang dan dipungut pada saat dilakukan pembayaran. 2. -tas penjualan hasil produksi dipungut pada saat penjualan 3. -tas penjualan hasil produksi atau penyerahan barang oleh pertamina atau U9OI, dipungut pada saat penerbitan surat perintah pengeluaran barang $DO'delivery order% E. P %aksanaan P !ungutan=P ny t'ran *. -tas impor dipungut oleh $D? C% a.pelunasan yang disetor importir ke ank DeBisa b.dipungut dan disetor oleh D? C $&mpor tanpa 9KP% ,. -tas penyerahan barang, kepada # a.Direktorat ?enderal -nggaran b. endaharawan $pusat dan daerah% ". U/6 dan U/D Dengan "ara# *%. Pemungutan PPh pasal ,, ,% Disetor oleh pemungut atas nama wajib pajak ke # ank persepsi atau Kantor pos dan giro 4. -tas penjualan hasil produksi adan usaha yang bergerak di bidang industri semen, rokok, kertas, baja dan otomoti!, dipungut dan disetor oleh badan usaha ke # ank persepsi atau kantor pos dan giro 2. atas penjualan hasil produksi atau penyerahan barang # Pertamina dan kantor pos dan giro 3. ukti pemotongan U9OI penunasan yang disetorkan oleh penyalur dan atau agen ke # ank persepsi atau ank DeBisa dan Direktorat ?enderal ea Cukai

<*

Pemungutan $D ?C Dan usaha% wajib menerbitkan bukti pemungutan rangkap 4 $tiga% didistribusi# a.untuk pembeli b.laporan ke Direktorat ?enderal Pajak ".-rsip pemungutan ;. Penyetoran a.D? C dan badan usaha dilakukan se"ara kolekti! menggunakan )PP b.Oleh importer ".D?-, bendaharawan, U/6 dan U/D d. U9OI dengan menggunakan permulir )PP BAB <I PAJAK PENG#ASILAN PASAL 24 Pajak penghasilan pasal ,4 merupakan pajak penghasilan yang dipotong atas penghasilan yang diterima atau diperoleh .ajib Pajak dalam negeri dan yang telah di potong PPh pasal ,*. A. P !'t'ng Pajak Pemotong PPh pasal ,4 menurut Undang Undang 6o 4; Tahun ,>>= adalah # *. adan pemerintah ,. )ubyek pajak badan dalam negeri 4. Penyelenggaraan kegiatan 2. entuk usaha tetap 3. Perakitan perusahaan luar lainnya ;. Orang pribadi yang ditunjuk oleh kepala KPP sebagai pemotong PPh pasal ,* Penerimaan penghasilan atau wajib pajak yang dikenakan pemotongan PPh pasal ,4 adalah# *. .ajib pajak dalam ngeri atau, ,. entuk usaha tetap Tari! dasar pemotongan atau obyek pajak PPh ,4 adalah sbb# entuk Usaha Tetap, yang berasal dari modal, penyerahan jasa atau penyelenggaraan kegiatan selain

<,

a. sebesar *3@ $lima belas persen% dari jumlah bruto atas # *%. DiBiden ,%. unga, termasuk premium, diskonto dan &mbalan sehubungan dengan jaminan pengembalian hutang 4% (oyalti 2% 5adiah dan penghargaan selain yang telah dipotong pajak penghasilan sebagaimana di maksud dalam pasal ,* ayat $*% huru! e b. )ebesar *3@ $lima belas persen% dari jumlah bruto dan * rsi+at +ina% dikenakan atas bunga simpanan yang dibayarkan oleh koperasi. ". )ebesar *3@ $lima belas persen% dari perkiraan penghasilan neto atas # *%. )ewa atau penghasilan sehubungan dengan penggunaan harta, ke"uali untuk se tanah dan bangunan ,% &mbalan yang sehubungan dengan jasa teknik, jasa manajemen dan, jasa konstruksi jasa konsultan, dan jasa lain selain jasa yang telah dipotong pajak penghasilan sebagaimana dimaksud dalam pasal ,*. -dapun besarnya perkiraan penghasilan neto adalah dihitung dengan "ara mengalikan persentase dengan perkiraan penghasilan neto dengan penghasilan bruto $tidak termasuk PP6 dan PPn /%. esarnya persentase perkiraan penghasilan neto untuk beberapa jenis penghasilan antara lain # *. )ebesar 2>@ untuk # a. )ewa dan penggunaan harta b. &mbalan jasa teknik, jasa manajemen, dan jasa konsultan ". &mbalan jasa peran"ang bangunan, interior dan pertamanan d. &mbalan jasa akuntansi dan pembukuan ,. )ebesar *>@ untuk antara lain # &mbalan jasa kontruksi atau pemborongan bangunan B. P ng 1ua%ian 7*j k Pajak Pemotongan PPh pasal ,4 tidak dilakukan atas # *. penghasilan yang dibayar atau terhutang kepada ank

<4

,. sewa yang dibayarkan atau terutang berhubungan sewa guna usaha dengan hak opsi. 4. DiBiden atau bagian laba yang diterima atau diperoleh perseroan terbatas sebagai wajib pajak dalam negeri, koperasi yayasan atau organisasi yang sejenis, badan usaha milik negara, badan usaha milik daerah, dari penyertaan modal badan usaha yang didirikan dan bertempat kedudukan di &ndonesia. 2. unga obligasi yang diterima atau diperoleh perusahaan reksadana badan pasangan usaha yang didirikan dan menjalankan usaha atau kegiatan di &ndonesia, dengan syarat badan pasangan usaha tersebut # a. merupakan perusahaan ke"il, menengah atau yang menjalankan kegiatan dalam sektor se"tor usaha yang ditetapkan oleh /enteri Keuangan b. sahamnya tidak diperdagangkan ;. )isa hasil usaha koperasi yang dibayarkan oleh koperasi kepada anggotanya <. unga simpanan yang tidak melebihi batas yang ditetapkan oleh menteri Keuangan yang dibayarkan oleh koperasi kepada anggotanya. Perusahaan reksadana adalah perusahaan yang kegiatan usahanya melakukan inBestasi, inBestasi kembali, atau jual beli sekuritas, bagi pemodal khususnya, pemodal ke"il perusahaan reksadana merupakan salah satu pilihan yang aman untuk menanamkan modalnya, penghasilan yang diterima atau diperoleh perusahaan reksadana dari inBestasinya dapat berupa diBiden atau bunga obligasi. Karena perusahaan reksadana pada umumnya berbentuk perseroan terbatas, maka diBiden tersebut merupakan objek pajak agar tidak mengurangi dana yang tersedia untuk dibagikan kepada para pemodal, terutama pada pemodal ke"il obligasi juga bukan merupakan obyek pajak bagi perusahaan reksadana Perusahaan /odal Hentura, adalah suatu perusahaan yang kegiatan usahanya membiayai badan usaha $sebagai pasangan usaha% dalam bentuk penyertaan modal untuk suatu jangka waktu tertentu, berdasarkan ketentuan ini, bagian laba yang diterima atau diperoleh dari perusahaan pasangan usaha tidak termasuk sebagai obyek, pajak dengan syarat perusahaan pasangan usaha tersebut merupakan 3. Penghasilan yang diterima atau diperoleh perusahaan modal Bentura laba dari

<2

perusahaan ke"il, menengah, atau yang menjalankan usaha atau melakukan kegiatan dalam se"tor se"tor tertentu yang ditetapkan oleh menteri keuangan, dan saham perusahaan tersebut tidak diperdagangkan di bursa e!ek &ndonesia. -pabila pasangan perusahaan modal Bentura memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud di atas maka diBeden yang diterima atau diperoleh di perusahaan modal Bentura bukan merupakan obyek pajak. -gar kegiatan perusahaan modal Bentura dapat diarahkan pada se"tor se"tor kegiatan ekonomi yang memperoleh prioritas untuk dikembangkan, misalnya untuk meningkatkan ekspor non migas, maka usaha kegiatan dari perusahaan pasangan usaha tersebut di atur oleh menteri keuangan, mengingat perusahaan modal Bentura merupakan alternati! pembiayaan dalam bentuk penyertaan modal, maka penyertaan modal yang akan dilakukan oleh perusahaan, modal Bentura di arahkan pada perusahaan perusahaan yang belum mempunyai akses ke bursa e!ek.

<3

BAB <II PAJAK PENG#ASILAN PASAL 28 .ajib Pajak dalam negeri terutang pajak atas penghasilan kena pajak yang berasal dari seluruh penghasilan .ajib Pajak termasuk penghasilan yang diterima atau diperoleh dari luar negeri. ?adi pajak penghasilan dikenakan kepada .ajib Pajak tanpa memandang apakan penghasilan tersebut diperoleh dari dalam negeri ataupun luar negeri. Dalam menghitung pajak penghasilan, makan seluruh penghasilan tersebut digabungkan. -pabila dalam penghasilan kena pajak terdapat penghasilan dari luar negeri, maka pajak penghasilan yang dibayarkan ataupun terutang di luar ngeteri atas penghasilan tersebut dapat dikreditkan terhadap pajak penghasilan yang terutang di &ndonesia. PPh pasal ,2 merupakan kredit pajak luar negeri yang dilakukan dalam tahun digabungkannya penghasilan dari luar negeri dengan penghasilan di &ndonesia. &ndonesia menganut tax credit yang ordinary credit dengan menerapkan per country limitation. A. P ngga*ungan P ng.asi%an Penggabungan penghasilan yang berasal dari luar negeri dilakukan sebagai berikut #

<;

*. Penggabungan penghasilan dari usaha di dalam tahun pajak diperolehnya penghasilan tersebut. ,. penggabungan penghasilan yang berupa diBiden $pasal *= ayat , UU 6o. *>'*112% dilakukan dalam tahun pajak pada saat perolehan diBiden tersebut ditetapkan sesuai dengan keputusan /enteri Keuangan. "'nt'. 1 PT. J)embadaK memperoleh penghasilan neto dari luar negeri dalam tahun ,>>1 adalah # *. 5asil usaha di )ingapura dalam tahun pajak ,>>1 sebesar (p. ,.>>>.>>>.>>>,>> ,. Diperoleh diBiden atas kepemilikan sahamnya di 5olden Corp negeri ditetapkan (UP) th. ,>>= dan baru dibayarkan tahun ,>>1. 4. Penghasilan berupa bunga dari obligasi yang ditanamkan City bank, di )ingapura (p. ;>>.>>> yang akan diterima awal tahun ,>*>. Dari ketiga penghasilan tersebut, yang diakui sebagai penghasilan tahun ,>>1 adalah berasal dari hasil usaha di )ingapura dan diBiden yang diperoleh dari 5olden Corp, sedangkan penghasilan dari City bank telah dapat di akui sebagai penghasilan tahun ,>>1 karena diperolehnya masih pada tahun ,>*>, yang berarti merupakan penghasilan tahun ,>*>. ". "ara $ %aksanakan Kr &it Pajak Luar N g ri Dalam pengkreditan pajak yang terutang atau dibayar di luar negeri, .ajib Pajak harus menyampaikan permohonan kepada Direktur ?enderal Pajak dengan dilampiri # *. 9aporan keuangan dari penghasilan yang berasal dari luar negeri ,. !otokopi surat pemberitahuan pajak yang disampaian di luar negeri 4. Dokumen pembayaran pajak di luar negeri Penyampaian permohonan kredit pajak yang terutang atau dibayar di luar negeri tersebut dilakukan bersamaan dengan penyampaian )PT tahunan PPh D. Batas $aksi!u! Kr &it Pajak atas maksimum kredit pajak diambil yang terendah dari 4 unsur'atau perhitungan berikut ini # elanda sebesar (p. *.>>>.>>>.>>>,>> yang berasal dari keuntungan tahun ,>>< yang

<<

*. ?umlah pajak yang terutang atau dibayar di luar negeri ,. $Penghasilan luar negeri # seluruh penghasilan kena pajak% G seluruh PPh $berdasarkan pasal *<% 4. ?umlah pajak yang terutang untuk seluruh pen ghasilan kena pajak adalah lebih ke"il dari pada penghasilan luar negeri. -pabila penghasilan dari luar negeri berasal dari beberapa negara, maka penghitungan batas maksimum kredit pajak dilakukan untuk masing masing negara. "'nt'. 3 PT. J)embadaK pada tahun ,>>1 memperoleh penghasilan neto, sbb # *. Di &ndonesia sebesar (p4.3>>.>>>.>>>,>> ,. Di )ingapura 4. Di elanda (p*.3>>.>>>.>>>,>> dengan tari! pajak 2>@ (p *.>>>.>>>,>> dengan tari! pajak ,>@

Diminta meitung kredit paja luar negeri yang diperkenankanL P !*a.asan # Penghasilan luar negeri a. Di singapura 4.3>>.>>>.>>>,>> b. Di belanda *.>>>.>>>.>>>,>> E ?umlah penghasilan luar negeri Penghasilan dalam negeri ?umlah penghasilan kena pajak ,=@ G (p;.>>>>.>>>.>>> PPh terutang menurut $pasal *<% a. )ingapura # (p. ,.3>>.>>>.>>>,>> (p. 4.3>>.>>>.>>>,>> E (p. ;.>>>.>>>.>>>,>> (p. *.;=>.>>>.>>>,>> (p. *.;=>.>>>,>> (p. (p.

PPh terutang sesuai dengan pasal *< UU 6o. 4; Tahun ,>>=

atas maksimum kredit pajak untuk masing masing negara #

<=

Pajak terutang # 2>@ G (p. *3>>.>>>.>>> D (p ;>>.>>>.>>>, maka kredit yang diperlukan adalah (p 2,>.>>>.>>> $yaitu diambil yang terendah% Dengan perbandingan $(p *.3>>.>>>.>>> # ;>>>.>>>.>>>% G (p *.;=>.>>>.>>> D (p2,>.>>>.>>> b. elanda Pajak terutang # ,>@ G (p *>>>.>>>.>>> D (p ,>>.>>>.>>>, Dengan perbandingan $(p*.>>>.>>>.>>> # (p ;.>>>.>>>.>>>% G (p.*.;=>.>>>.>>> D (p ,1<.>=4.444,44 maka kredit pajak diperkenankan adalah (p ,>>.>>>.>>> ?aadi besarnya kredit pajak luar negeri yang diperkenankan adalah )ingapura elanda Kredit pajak yang diperkenankan (p. 2,>.>>>.>>>,>> (p. ,>>.>>>.>>>,>> (p. ;,>.>>>.>>>,>>

BAB <III PAJAK PENG#ASILAN PASAL 29 Dalam rangka meringankan .ajib pajak untuk memenuhi kewajiban membayar pajak, maka sistem pembayaran pajak di &ndonesia mengatur se"ara khusus tentang "ara pembayaran pajak dengan angsuran pajak hal ini diatur dalam pasal ,3 UU 6o. 4; tahun ,>>= tentang pajak penghasilan. esarnya angsuran PPh pasal ,3 tiap bulan di lkukan dengan "ara menghitung selisih pajak yang terhutang pada tahun pajak yang lalu dengan kredit pajak berupa PPh pasal ,*,,,, ,4,dan ,2 dibagi dengan *,. Kredit pajak $pasal ,3% adalah suatu jumlah yang merupakan angsuran pajak baik yang telah dipungut'dipotong maupun yang dibayar berdasarkan ketentuan yang berlalu yang dapat dikreditkan atau diperhitungkan dengan pajak yang terhutang. )e"ara skematis dapat disajikan berikut ini PPh Terutang menurut )PT F th ,>>1 Dikurangi kredit pajak # (p. GGG

<1

*. PPh pasal ,* $di potong pemberi kerja% ,. PPh pasal ,, $di pungut pihak lain% 4. PPh pasal ,4 $di potong pihak lain% 2. PPh pasal ,2 $kredit pajak luar negeri% 3. PPh pasal ,3 $PPh yang dibayar sendiri% Pajak Kurang ayar'Pajak 9ebih ayar PPh pasal ,1% sebelum memasukkan )PT tahunan. "'nt'. 1

(p GGG (p. GGG (p GGG (p GGG (p GGG E (p GGG (p GGG

?ika terdapat kurang bayar, maka harus dibayar terlebih dahulu $sesuai dengan

Tn. Candra sebagai pegawai di PT )embada juga memiliki usaha, dimana data pada tahun ,>>= adalah# PPh terutang sesuai dengan )PT tahunan PPh th. ,>>= PPh tahun ,>>1 yang telah dipotong di pungut dan di bayar # *. PPh pasal ,* ,. PPh pasal ,, 4. PPh pasal ,4 2. PPh pasal ,2 3. PPh pasal ,3 PPh kurang bayar ,>>1. esarnya angsuran PPh pasal ,3 untuk tahun ,>>1 adalah # PPh yang terutang tahun ,>>= Dikurangi *. PPh ,* ,. PPh ,, 4. PPh ,4 2. PPh ,2 (p.*>.>>>.>>>,>> (p. 2.>>>.>>>,>> (p. ,.>>>.>>>,>> E (p. *;.>>>.>>>,>> (p. 2>.>>>.>>>,>> (p (p. *>.>>>.>>>,>> (p (p 2.>>>.>>>,>> ,.>>>.>>>,>> ,.>>>.>>>,>> (p. *=.>>>.>>>,>> (p. ,,.>>>.>>>,>> erdasarkan data tahun ,>>= tersebut dapat dihitung besarnya PPh pasal ,3 untuk tahun (p. 2>.>>>.>>>,>>

=>

Dasar perhitungan PPh pasal ,3 untuk tahun ,>>1 A. B * ra(a $asa%a. K.usus untuk $ ng.itung PP. Pasa% 29

(p ,2.>>>.>>>,>>

*. -ngsuran bulanan untuk bulan sebelum batas waktu penyampaian )PT tahunan PPh. esarnya angsuran bulanan untuk bulan sebelum batas waktu penyampaian )PT tahunan PPh adalah sebesar angsuran pajak untuk bulan terakhir dari tahun yang lalu, sepanjang tidak kurang dari rata rata angsuran bulanan tahun pajak yang lalu. ,. -pabila diterbitkan )KP untuk , tahun sebelum tahun )PT. -pabila angsuran pajak sesuai )KP lebih besar daripada angsuran pajak PPh pasal ,3 dihitung berdasarkan )KP tahun pajak terakhir. 4. -pabila dalam tahun berjalan, diterbitkan )KP untuk dua tahun sebelumnya -pabila angsuran pajak menurut )KP lebih besar daripada angsuran pajak bulan sebelumnya berdasar PPh pasal ,3 ayat *,, atau 4 maka besarnya angsuran pajak dihitung kembali berdasarkan )KP tahun pajak terakhir mulai bulan berikutnya dari )KP. 2. -ngsuran PPh pasal ,3 jika )PT tahunan lebih bayar sebelum ada keputusan Dirjen Pajak, besarnya angsuran PPh pasal ,3 sama dengan angsuran pajak untuk bulan terakhir dari tahun pajak yang lalu, sepanjang tidak kurang dari rata rata angsuran bulanan tahun pajak yang lalu. B. #a% #a% T rt ntu P ng.itungan B sarnya Angsuran PP. Pasa% 29 Direktur ?enderal Pajak diberi wewenang untuk menyesuaikan besarnya angsuran pajak yang harus dibayar sendiri oleh .ajib Pajak dalam tahun berjalan apabila # *. .ajib pajak berhak atas kompensasi kerugian ,. .ajib Pajak memperoleh penghasilan teratur 4. )PT Tahunan PPh tahun yang lalu disampaikan setelah lewat batas waktu yagn ditentukan 2. .ajib pajak diberikan perpanjangan jangka waktu penyampaian )PT tahunan.

=*

3. .ajib pajak membetulkan sendiri )PT tahunan PPh yang ;. Terjadi perubahan keadaan usaha atau kegiatan .ajib Pajak

mengakibatkan

angsuran bulanan lebih besar dari angsuran bulanan sebelum pembetulan.

BAB IA PAJAK PENG#ASILAN PASAL 2> Pajak penghasilan pasal ,; mengatur tentang pemotongan atas penghasilan yang bersumber di &ndonesia yang diterima atau diperoleh .ajib Pajak luar negeri selain entuk Usata Tetap. Pemotongan PPh pasal ,; adalah pihak pihak yang membayarkan penghasilan, yang terdiri atas # *. adan pemerintah, ,. )ubyek pajak dalam negeri 4. Penyelenggaraan kegiatan, 2. entuk usaha tetap 0ang dikenakan pemungutan atau pemotongan adalah .ajib Pajak luar negeri selain bentuk usaha tetap yang memperoleh penghasilan dari &ndonesia. Penghasilan yang dipotong PPh pasal ,; adalah penghasilan dengan nama dan dalam bentuk apapun, 3. Perwakilan perusahaan luar negeri lainnya

=,

yang diterima atau diperoleh .ajib Pajak luar negeri selain bentuk usaha tetap di &ndonesia. Penghasilan yang menjadi objek PPh pasal ,; adalah # *. diBiden ,. bungan termasuk premium, diskonto, dan imbalan sehubungan dengan jaminan pengembalian uang 4. royalty, sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta 2. imbalan sehubungan dengan jasa, pekerjaan, dan kegiatan 3. hadiah dan penghargaan ;. pensiun dan pembayaran Disamping itu, atas setiap penghasilan dari penjualan harta di &ndonesia $termasuk capital gain% ke"uali yang diatur dalam pasal 2 ayat $,%, yang diterima atau diperoleh .ajib Pajak luar negeri selain bentuk usaha tetap di &ndonesia, dan premi asuransi dan premi asuransi yang dibayarkan pada perusahaan asuransi luar negeri, dikenakan pemotongan pajak. penghasilan neto. esarnya tari! PPh pasal ,; dibedakan atas kelompok obyek PPh pasal ,; sebagai berikut # *. diBiden, bunga, termasuk premium, diskonto, dan imbalan sehubungan dengan jaminan pengembalian utang, royalty, sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta, imbalan sehubungan dengan jasa, pekerjaan dan kegiatan, hadiah dan penghargaan, pensiun dan pembayaran berkala lainnya. pemotongan adalah ,>@ dari jumlah bruto. ,. penghasilan dari penjualan harga di &ndonesia $termasuk "apital gain% ke"uali yang diatur dalam pasal 2 ayat $,% Undang Undang Pajak Penghasilan, dan premi asuransi dan premi reasuransi dibayarkan kepada perusahaan asuransi luarnegeri. tari!! pemotongan adalah ,>@ dari perkiraan penghasilan neto. esarnya perkiraan penghasilan neto untuk premi asuransi dan premi reasuransi yang dibayarkan pada perusahaan asuransi luar negeri adalah sebagai berikut # esarnya esarnya tari!! esarnya tari! pemotongan adalah ,>@ dari perkiraan

=4

a. atas premi yang dibayar tertanggung kepada perusahaan asuransi di luar negeri baik se"ara langsung maupun melalui pialang, sebesar 3>@ dari jumlah premi yang dibayar. b. -tas premi yang dibayar oleh perusahaan asuransi yang berkedudukan di &ndonesia kepada perusahaan asuransi di luar negeri baik se"ara langsung maupun melalui pialang, sebesar *>@ dari jumlah premi yang dibayar. ". -tas premi yang dibayar oleh perusahaan reasuransi di luar negeri baik se"ara langsung maupun melalui pialang, sebesar 3@ dari jumlah premi yang dibayar. 4. -tas penghasilan Kena Pajak sesudah dikurangi pajak penghasilan dari suatu UT di &ndonesia, ke"uali ditanamkan kembali di &ndonesia, maka dikenakan tari! pemotongan sebesar ,>@ adalah penanaman kembali atas penghasilan tersebut harus memenuhi ketiga syarat sebagai berikut # a. Penanaman kembali dilakukan dalam bentuk penyertaan modal pada perusahaan yang didirikan dan berkedudukan di &ndonesia sebagai pendiri atau peserta pendiri. b. Penanaman kembali dilakukan dalam tahun pajak berjalan atau selambat lambatnya tahun pajak berikutnya ". Tidak mengalihkan penanaman kembali tersebut sekurang kurangnya dalam jangka waktu , tahun setelah perusahaan tempat penanaman dilakukan berproduksi komersil.

=2

BAB A PAJAK PERTA$BA#AN NILAI Pajak Pertambaban 6ilai $PP6% merupakan salah satu "ara pemugutan pajak atas konsumsi masyarakat. /asa berlaku PP6 mulai tanggal * -pril *1=3 dengan berlakunya Undang Undang 6o = Tahun *1=4 tentang Pajak Pertambahan 6ilai atas barang dan jasa serta Pajak Penjualan atas arang /ewah. PP6 tersebut menggantikan Pajak Penjualan. PP6 yang berlaku saat ini berdasarkan UU 6o. *, Tahun ,>>> yang merupakan perubaban atas UU 6o = Tahun *1=4 tentang Pajak Pertambahan 6ilai arang dan ?asa dan Pajak Penjualan arang /ewah -dapun objek PP6 tidak hanya diatur dalam pasal 2, melainkan diatur juga dalam pasal-pasal pasal *;D UU 6o.= Tahun *1=4 sebagaimana telah diubah oleh UU 6o. ** Tahun *112 dan UU 6o.&= Tahun ,>>>, yang materi selengkapnya setelah dilakukan penyesuaian terminologinya, sebagai berikut

=3

a. Penyerahan b. &mpor KP

arang Kena Pajak $ KP% di daerah Pabean yang dilakukan oleh

Pengusaha Kena Pajak. ". Penyerahan ?asa Kena Pajak $?KP% yang dilakukan didalam daerah Pabean yang dilakukan pengusaha. d. Peman!aatan KP tidak berwujud dan peman!aatan ?KP dari luar daerah Pabean. e. 7kspor KP oleh PKP !. Kegiatan membangun sendiri yang dilakukan tidak didalam lingkungan perusahaan atau pekerjaan oleh orang pribadi atau badan, baik yang dihasilnya akan digunakan sendiri atau digunakan oleh pihak lain. g. Penyerahan aktiBa oleh PKP yang menurut tujuan semula aktiBa tersebut tidak diperjualbelikan sepanjang PP6 yang dibayar saat perolehannya menurut ketentuan dapat dikreditkan. Da&am memori penjelasan Pasa& 2 ditetapkan bahwa suatu penyerahan atau peman!aatan barang atau jasa dapat dikenakan pajak apabila memenuhi persyaratan sebagai berikut# a. 0ang diserahkan'diman!aatkan merupakan KP atau ?KP b, Penyerahan atau peman!aatan dilakukan didalam Daerah Pabean ", Penyerahan atau peman!aatan dilakukan didalam lingkungan perusahaan atau pekerjaan pengusaha yang bersangkutan. /eskipun demikian khusus untuk objek pajak yang tersebut pada butir $!% dan $g% tersebut diatas justru tidak dilakukan dalam lingkungan perusahaan atau pekerjaan. A. Su*j k Pajak PPN /enurut UU 6o. ,= Tahun ,>>< yang dimaksud pengusaha adalah orang pribadi atau badan dalam bentuk apapun yang dalam lingkungan perusahaan atau pekerjaannya menghasilkan barang, mengimpor barang, mengekspor barang, melakukan usaha perdagangan, meman!aatkan barang tidak berwujud dari luar pabean, melakukan usaha jasa, atau meman!aatkan jasa dari luar daerah pabean.

=;

)elanjutnya yang dimaksud Pengusaha Kena Pajak adalah Pengusaha yang melakukan penyerahan perubahannya. Pengusaha dapat berbentuk usaha perseorangan atau badan yang dapat berupa Perseroan Terbatas $PT%, Perseroan Komanditer $CH%, adan Usaha /ilik 6egara $ U/6% atau adan Usaha /ilik Daerah $ U/D% dengan nama dan dalam bentuk apapun, persekutuan, perseroan atau perkumpulan lainnya, !irma, kongsi, perkumpulan koperasi, yayasan, lembaga, lainnya. entuk Usaha Tetap dan bentuk usaha Dalam hal instansi pemerintah melakukan kegiatan usaha yang bukan arang Kena Pajak dan'atau penyerahan ?asa Kena Pajak yang dikenai pajak berdasarkan Undang-Undang Pajak Pertambahan 6ilai *1=2 dan

dalam rangka pelaksanaan tugas umum pemerintahan, maka instansi pemerintah tersebut termasuk dalam pengertian bentuk usaha lainnya dan diperlukan sebagai pengusaha. Dalam )urat 7ddaran Dirjen Pajak 6omor )7-44'P?.3*',>>4 dinyatakan bahwa pengusaha ke"il adalah pengusaha yang menyerahkan KP atau ?KP dalam satu tahun buku memproleh junlah peredaran bruto atau penerimaan bruto tidak lebih dari (p;>>.>>>.>>>,>>. -pabila sampai dengan suatu /asa Pajak dalam satu tahun buku jumlah peredaran bruto lebih dari (p;>>.>>>.>>>,>> maka pengusaha ini memenuhi syarat sebagai Pengusaha Kena Pajak sehingga wajib melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai Pengusha Kena Pajak selambat-lambatnya pada bulan berikutnya. B. Saat t r.utang PPN Terhutangnya pajak pertambahan nilai adalah pada saat penyerahan barang kena pajak atau pada saat penyerahan jasa kena pajak atau pada saat impor barang kena pajak. Tetapi dalam hal pembayaran diterima sebelum penyerahan barang kena pajak atau sebelum penyerahan jasa kena pajak, maka prinsip aktual tersebut di atas berubah sehingga saat terhutangnya Pajak Pertambahan 6ilai adalah saat pembayaran, apabila pembayaran dilakukan sebagian atau dikenal pula pembayaran uang muka sebelum penyerahan, maka Pajak Pertambaha 6ilai yang terutang

=<

dihitung bersarkan pembayaran yang dilakukan, PP6 yang terutang pada saat pembayaran sebagian atau pada saat pembayaran uang muka perhitungan dengan PP6 yang terutang pada saat penyerahan. -tas peman!aatan arang Kena Pajak tidak berwujud dari luar daerah pabean dan peman!aatan ?asa kena Pajak dari luar daerah Pabean, atas terutangnya Pajak Pertambahan 6ilai adalah saat arang Kena Pajak atau ?asa Kena Pajak tersebut muali diman!aatkan didalam daerah Pabean. Dalam hal pembayaran dilakukan sebelum dimulainya peman!aatan t erutang pada saat pembayaran -pabila pembayaran dilakukan sebagian-sebagian atau merupakan pembayaran uang muka sebelum peman!aatan arang Kena Pajak tidak berwujud

atau ?asa Kena Pajak maka Pajak Pertambahan 6ilai terutang pada saat pembayaran sebagian atau saat pembayaran uang muka. PP6 yang teurtang dapat diperhitungkan dengan pajak yang terutang saat dimulainya peman!aatan KP atau ?KP. )aat dimulainya peman!aatan arang Kena Pajak tidak berwujud atau ?asa Kena Pajak dari luar Pabean adalah saat yang diketahui terjadi lebih dahulu dari peristiwaperistiwa dibawah ini# *. )aat arang Kena Pajak tidak berwujud atau ?asa Kena Pajak se"ara nyata arang Kena Pajak tidak berwujud digunakan oleh pihak yang meman!aatkan atau ?asa Kena Pajak. ,. )aat harga perolehan arang Kena Pajak tidak berwujud atau ?asa Kena Pajak arang Kena Pajak dinyatakan sebagai hutang oleh pihak yang meman!aatkan tidak berwujud atau ?asa Kena Pajak tersebut. 4. )aat harga jual arang Kena Pajak# tidak berwujud atau ?asa Kena Pajak ditagih oleh pihak yang menyerahkan arang Kena Pajak tidak berwujud atau ?asa Kena Pajak tersebut. 2. #)aat harga perolehan arang Kena Pajak tidak berwujud atau ?asa Kena Pajak# dibayar baik sebagian atau seluruhnya oleh pihak yang meman!aatkan Kena Pajak# tidak berwujud atau ?asa Kena Pajak tersebut. Dalam hal saat dimulainya peman!aatan arang Kena Pajak tidak berwujud atau ?asa Kena Pajak yang dimaksud dalam pembahasan tersebut diatas tidak dapat arang

==

diketahui, maka saat dimulainya peman!aatan atau perjanjian. " T !(at T r.utang PPN

arang Kena Pajak tidak berwujud

atau ?asa Kena Pajak dari luar daerah Pabean adalah tanggal ditandatanginya kontrak

Pengusaha Kena Pajak terutang ditempat tinggal atau tempat kedudukan dan tempat kegiatan usaha dilakukan atau tempat lain yang ditentukan oleh Direktur ?enderal Pajak. Dalam hal impor. terutangnya Pajak Pertambahan 6ilai terjadi ditempat Cukai. agi pengusaha yang meman!aatkan arang Kena Pajak tidak berwujud atau ?asa Kena Pajak dari luar pabean. terutangnya Pajak Pertambahan 6ilai terjadi ditempat tinggal atau tempat kedudukan pengusaha. -pabila Pengusaha Kena Pajak mempunyai lebih dari satu tempat kegiatan usaha diluar tempat tinggal atau tempat kedudukanya. maka setiap tempat tersebut adalah tempat terutangnya Pajak Pertambahan 6ilai. -pabila Pengusaha Kena Pajak mempunyai lebih dari satu tempat sebagai mana dimaksud diatas tetapi berada dalam wilayah kerja satu Kantor Direktorat ?enderal Pajak, maka untuk tempat-tempat pajak terutang tersebut "ukup memiliki 6PPKP. Pengusaha Kena Pajak yang memiliki lebih dari satu tempat kegiatan usaha dapat mengajukan permohonan tertulis kepada Direktur ?enderal Pajak untuk memilih satu tempat atau lebih sebagai tempat terutang PP6. D. Tari+ Pajak P rta!*a.an Ni%ai a&a%a.# *. )ebesar *> @ $sepuluh persen% ,. >@ $nol Persen%, khusus Pajak Pertambahan 6ilai atas ekspor barang Kena Pajak. Pajak Pertamabahan 6ilai adalah Pajak yang dikenakan atas konsumsi arang Kena Pajak didalam daerah pabean. Oleh karena itu arang Kena Paja yang diekspor atau dengan kata lain dikonsumsi diluar daerah pabean dikenakan tari! Pajak arang Kena Pajak dimasukkan dan dipungut melalui Direktorat ea dan

=1

Pertambahan 6ilai sebesar >@ $nol persen%. 0ang harus di"ermati dalam hal ini adalah bahwa pengenaan tari! >@ $nol persen% tersebut bukan berarti pembebasan dari pengenaan Pajak Pertambahan 6ilai. dengan demikian, Pajak-masukan yang telah dibayar dari barang yang diekspor tetap dapat dikreditkan. Dalam hal peman!aatan arang Kena Pajak tidak berwujud atau ?asa Kena Pajak dari luar daerah pabean, tari! Pajak Pertambahan 6ilai adalah sebagai berikut# a. *> @ $sepuluh persen% apabila jumlah yang dibayar atau seharusnya dibayarkan kepada pihak yang menyerahkan arang Kena Pajak# tidak berwujud atau ?asa Kena Pajak belurn tennasuk Pajak Pertambahan 6ilai. b. *> '**> $sepuluh perseratus sepuluh%, apabila jumlah yang dibayarkan atau seharusnya dibayarkan kepada pihak yang menyerahkan arang Kena Pajak tidak berwujud atau ?asa Kena Pajak sudah termasuk Pajak Pertambahan 6ilai E. Dasar P ng naan Pajak yang Dit ntukan Un&ang Un&ang 0ang dimaksud dengan Dasar Pengenaan Pajak $DPP% adalah jumlah harga jual atau penggantian atau nilai impor atau nilai ekspor atau nilai lain yang ditetapkan oleh /enteri Keuangan yang dipakai dasar untuk menghitung Pajak yang terutang yaitu dari# *. 5arga ? ual 5arga jual adalah nilai berupa uang termasuk semua biaya yang diminta atau seharusnya diminta dalam penyerahan bantuan teknik, dan biaya-biaya lainnya )edang yang bukan merupakan unsur harga jual sebagai dasar pengenaan Pajak Pertambahan 6ilai dan potongan harga seperti potongan tunai atau rabat yang di"antumkan dalam !aktur pajak.Tidak termasuk pengertian potongan harga adalah bonus, premi, komisi atau balas jasa lainnya.. ,. Penggantian Penggantian adalah nilai berupa uang tennasuk semua biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh pengusaha jasa karena penyerahan jasa, tidak termasuk arang Kena Pajak, seperti biaya pengiriman, biaya garansi, komisi, premi, asuransi, biaya pemasangan, biaya

1>

Pajak Pertambahan 6ilai dan potongan harga yang tidak di"natumkan dalam !aktur pajak 4. 6ilai impor 6ilai impor yang menjadi Dasar Pengenaan Pajak adalah harga patokan impor atau !ost "nsurance and +reight $C&+% sebagai dasar perhitungan bea masuk ditambah biaya lain menurut ketentuan peraturan perundang-undangan dengan pabean. 2. 6ilai 7kspor 6ilai ekspor adalah nilai berupa uang tennasuk semua biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh eksportir. Dalam hal penerapan harga jual atau penggantian atau nilai impor atau nilai ekspor akan menimbulkan ketidakadilan atau karena harga jual atau penggantian sulit untuk ditetapkan, maka /enteri Keuangan menentukan ni%ai %ain sebagai Dasar Pengenaan Pajak. F. Ni%ai Lain S *agai Dasar P ng naan Pajak 0ang dimaksud dengan ni%ai %ain adalah suatu jumlah yang ditetapkan sebagai Dasar Pengenaan Pajak. 6ilai lain yag telah ditetapkan oleh /enteri Keuangan dengan Keputusan /enteri Keuangan 6omor ;2,'K/K.>2'*112 adalah sebagai berikut# *. 5arga jual atau penggantian tidak termasuk laba kotor, untuk # a. Pemakaian sendiri arang Kena Pajak dan atau ?asa Kena Pajak. b. Pemberian "uma-"uma arang Kena Pajak dan atau ?asa Kena Pajak. ,. Perkiraan harga jual rata-rata, untuk penyerahan media rekaman suara atau gambar. 4. Perkiraan hasil rata-rata per judul !ilm, untuk penyerahan !ilm "erita. 2. 5arga pasar wajar , untuk # a. Persediaan barang kena pajak yang masih tersisa pada saat pembubaran. b. -ktiBa yang menurut tujuan semula tidak untuk diperjualbelil"an pada saat pembubaran 3. Tari! *> @ $sepuluh persen% dari jumlah tagihan atau yang seharusnya ditagih, untuk # a. Penyerahanjasa biro perjalanan pariwisata.

1*

b. ?asa pengiriman paket ;. Tari! ,> @ $dua puluh persen%, dari jumlah seluruh penyerahan barang dagangan, sebagai altemati! bagi pedagang e"eran demi kemudahan pelaksanaan pemungutan, penyetoran serta pelaporan PP6. G. Faktur Pajak +aktur pajak adalah bukti pungutan pajak pertambahan nilai $PP6% yang dibuat oleh pengusaha kena pajak $PKP% karena penyerahan barang kena pajak $ KP% atau jasa kena pajak $?KP%, dibuat oleh Direktorat Pajak $ KP% 1. Fungsi +aktur (ajak a. )ebagai bukti pungut PP6 yang dibuat oleh PKP atau Direktorat ea Cukai karena penyerahan KP atau ?KP, atau impor KP, b. )ebagai bukti pembayaran PP6 ysng telsh di lakukan oleh pembeli penerima ?KP kepada PKP atau Direktorat ea dan Cukai ". )ebagai sarana pengawasan administrasi terhadap kewajiban perpajakan. +aktur pajak harus di buat selambat-lambatnya # *%. Pada akhir bulan berikutnya setelah bulan penyerahan dalam hal pembayaran diterima setelah bulan penyerahan KP dan atau keseluruhan ?KP. ,%. Pada saat penerimaan pembayaran dalam hal pembayaran terjadi sebelum penyerahan KP dan atau ?KP 4%. Pada saat penerimaan pembayarantermin dalam hal penyerahan sebagian tahap pekerjaan. 2%. Pada saat PKP rekanan menyampaikan tagihan kepada pemungut PP6 3%. +aktur pajak wajib dibuat oleh PKP untuk setiap penyerahan KP dan atau ?KP Penyimpangan dari ketentuan di atas, PKP dapat membuat satu !aktur pajak untuk seluruh penyerahan KP atau ?KP yang terjadi dalam satu bulan takwim kepada pembeli yang sama atau penerima jasa yang sama. Produk penyimpangan pembuatan !aktur pajak ini dikenal dengan sebutan !aktur pajak gabungan, pembuatan !aktur pajak gabungan tidak memerlukan ijin Dirjen Pajak.. KP atau ea dan Cukai karena impor arang Kena

1,

+aktur pajak gabungan harus dibuat selambat-lambatnya pada akhir bulan berikutnya setelah bulan penyerahan KP dan atau ?KP. 2. Faktur (ajak s & r.ana Tujuan pembuatan !aktur pajak sederhana adalah untuk menampung transaksi penyerahan barang kena pajak atau jasa kena pajak kepada konsumen akhir serta penyerahan barang kena pajak atau jasa kena pajak kepada pembeli yang tidak diketahui identitasnya. 0ang dimaksud dengan !aktur pajak sederhana adalah tanda bukti penyerahan atau tanda bukti pembayaran yang mernenuhi persyaratan sebagai !aktur pajak, yang harus rnendapat perhatian dalam pembahasan penerbitan !aktur pajak sederhana ini adalah bahwa, +aktur (ajak s & r.ana ti&ak &a(at &igunakan s *agai sarana untuk ( ngkr &itan (ajak !asukan. -dapun bentuk !aktur pajak sederhana dapat berupa bon kontan, !aktur penjualan, segi kas register, kar"is, kwitansi atau bentuk lainya yang la:im di pergunakan dalarn dunia perdagangan. #. $ kanis! PPN 1. Pajak !asukan Pajak masukan adalah pajak pertarnbahan nilai yang dibayar oleh pengusaha kena pajak karena peman!aatan jasa kena pajak dari luar daerah pabean dan atau peman!aatan jasa kena pajak dari luar daerah pabean dan atau impor barang kena pajak.Pajak masukan dalam suatu masa pajak dapat dikreditkan dengan pajak keluaran untuk masa pajak yang sama, pajak masukan yang dapat dikreditkan tetapi belum dikreditkan dengan pajak keluaran dalam masa pajak yang sama, dapat dikreditkan pada masa pajak berikutnya selambat-lambatnya pada bulan ketiga setelah berakhirnya tahun buku yang bersangkutan, sepanjang belum dibebankan sebagai biaya dan belum di lakukan pemeriksaan. 2. Pajak k %uaran Pajak keluaran adalah pajak pertarnbahan nilai yang dipungut oleh pegusaha kena pajak pada waktu perolehan atau impor barang kena pajak atau penerimaan jasa

14

kena pajak dapat dikreditkan dengan pajak keluaran yang dipungut pengusaha kena pajak pada waktu penyerahan barang kena pajak atau jasa kena pajak. Pengkreditan pajak rnasukan terhadap pajak keluaran dilakukan dalam masa pajak yang sama. I. $ kanis! ( ng naan PPN )ejak UU 6o ** tahun *112 diundangkan, rnaka mekanisme PP6 dapat dilaporkan rnenjadi dua, yaitu # 1. $ kanis! PPN !urni /ekanisme ini dikatakan murni karena sesuai dengan prinsip dasar PP6, mekanisme ini diatur dalam pasal 1 dan pasal *4 UU PP6 *1=2 sebagai berikut # a. )etiap pengusaha kena pajak yang menyerahkan KP atau ?KP diwajibkan KP atau ?KP dari rnemungut pajak keluaran &output tax % yang terutang. b. Pada saat pengusaha kena pajak tersebut diatas membeli pajak masukan $input tax% ". Pada akhir masa pajak, pajak masukan tersebut dikreditkan dengan pajak keluaran sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dalam hal jum&ah pajak keluaran lebih besar dari pada pajak masukan, maka kekurangannya dibayar ke kas negara selambat-lambatnya tangga *3 bulan berikutnya. 2. $ kanis! t r*a%ik /ekanisme yang menyimpang dari prinsip dasar PP6, mekanisme ini diatur dalam pasal *;- UU PP6 *1=2 yang se"ara prinsip menyimpang dari asas-asas PP6. erdasarkan ketentuan ini mekanisme PP6 diatur terbalik , sebagai berikut # a. &nstansi pemerintah dan badan-badan tertentu ditunjuk sebagai pemungut PP6 b. Pada saat pemungutan pajak tertentu $selaku pembeli% melakukan penerimaan pembayaran harga jual atau penggantian, di wajibkan memungut pajak yang terhutang ". Pajak yang telah dipungut tersebut kemudian disetorkan ke kas negara oleh pemungut pajak atas nama pengusaha kena pajak penjual, kemudian pemungut pajak melaporkan pemungutan dan penyetoran tersebut ke kantor pelayanan pengusaha kena pajak lain, juga membayar pajak terhutang yang dinamakan

12

pajak setempat.

BAB AI PAJAK PENJUALAN BARANG $E, A# /PPn.B$0 -tas penyerahan dan atau impor barang-barang berwujud yang tergolong mewah selain dikenakan Pajak Pertambahan 6ilai $PP6% juga dikenakan Pajak Penjualan atas arang /ewah $PPn. /% yang hanya dipungut pada sumbernya, yaitu pada pabrikan atau pada saat barang diimpor # 7*j k (ajak ( njua%an (a&a *arang ! -a. Objek pajak penjualan atas barang mewah adalah penyerahan barang berwujud yang tergolong mewah dan impor barang berwujud yang tergolong mewah. Su*j k (ajak ( njua%an (a&s atas *arang ! -a. 0ang bertindak sebagai subjek pajak penjualan atas barang mewah adalah pengusaha pajak yang menghasilkan barang kena pajak yang tergolong mewah di dalam

13

daerah pabean, dalam lingkungan perusahaan atau pekerjaanya dan pengusaha yan mengimpor barang yang tergolong mewah. Saat t rutang (ajak ( njua%an atas *arang ! -a. Pajak penjualan atas barang mewah dikenakan hanya sekali yaitu pada saat penyerahan barang kena pajak yang tergolong mewah oleh pengusaha yang menghasilkan barang kena pajak tersebut atau pada saat impor barang kena pajak yang tergolong mewah. A. Tari+ Pajak P njua%an atas Barang $ -a. *. *> @ $sepuluh persen%, yaitu untuk barang kena pajak yang tergolong mewah selain kendaraan bermotor seperti # a. . )usu atau susu yang diasamkanldiragi yang dibotol'dikemas b. -ir sayuran atau air buah yang dibotol dan dikemas ". /inuman yang tidak mengandung alkohol yang dibotolkanldikemas d. .angi-wangian serta perlengkapan rias lainnya e. -lat rumah tangga, pesawat pendingin, teleBisi ! . 5unian mewah seperti apartemen, kondominium dan sejenisnya ,. ,> @ $dua puluh persen% yaitu, untuk kelompok barang kena pajak yang tergolong mewah selain kendaraan bermotor seperti# a. )emua jenis permadani b. arang saniter ". -lat !otogra!i. alat sinematogra!i. alat optik dan sejenisnya d. -lat-alat olahraga tertentu buatan luar negeri Untuk k %'!('k k n&araan * nn't'r # a. Kendaraan roda dua yang isi silindernya ,3> "" atau kurang b. Kendaraan bennotor jenis sedan dan station wagon yang isi silindemya *;>> "" atau kurang. 4.,3 @ $dua lima persen% yaitu, untuk kelompok barang kena pajak yang tergolong mewah berupa kendaraan bermotor# seperti kombi. pi"k up. minibus. Ban dengan bahan bakar solar.

1;

2. 43 @ $tiga lima persen% yaitu, utuk kelompok barang kena pajak yang tergolong mewah selain kendaraan bermotor# a. /inuman yang mengandung alkohol b. arang dari kulit buatan luar negeri ". Pennadani dari jenis tertentu e. arang dari kristal. batu pualam granit dan atau oniG d. -las kaki buatan luar negeri !. arang pe"ah belah atau keramik buatan luar negeri g. arang dari logam mulia, batu mulia%, mutiara atau "ampurannya yang buatan luar negeri Untuk kelompk barang yang kena pajak yang tergolong mewah dari kendaraan bermotor seperti# a. Kendaraan roda dua dengan isi silinder lebih dari ,3> "" b. Kendaraan jenis bus ". Kendaraan jenis sedan dan statiom wagon serta jeep B. "ara ! ng.itung PPn.B$ Dalam hal pengusaha kena pajak selain pabrikan menyerahkan barang kena pajak yang tergolong mewah, PP6 yang terutang dihitung dari dasar pengenaan pajak yang ditetapkan berdasarkan harga barang setelah dikurangi dengan unsur PPn. / yang terkandung di dalamnya dengan demikian rumusnya adalah# PP6 D T -(&+ PP6 C $5-(I- -(-6I - PPn. /%

1<

BAB AII BEA $ETERAI Dasar hukum pengenaan bea materai adalah Undang Undang 6omor *4 tahun *1=3 atau disebut juga Undang Undang ea /aterai *1=3, Undang Undang ini berlaku sejak tanggal satu ?anuari *1=;, selain itu untuk mengatur pelaksanaannya, telah dikelurkan peraturan pemerintah 6o. < tahun *113 tetang perubahan tarip bea materai yang berlaku sejak tanggal *; /ei *113 dan terahkir PP 6o. ,2 Tahun ,>>> mulai berlaku * /ei ,>>> Prinsi( U!u! P !ungutan atau P ng naan B a $ t rai *. ea materai dikenakan atas dokumen $merupakan pajak atas dokumem% ,. )atu dokumen hanya teruntang satu bea materai 4. (angkap atau tindasan $yang ikut di tanda tangani% tentang bea materai sama dengan

1=

aslinya A. P ng rtian *. Dokumen adalah kertas yang berisikan tulisan yang mengandung arti dan maksud tentang perbuatan, keadaan atau kenyataan bagi seseorang dan atau pihak-pihak yang berkepentingan ,. enda materai adalah materai tempel dan kertas materai yang dikeluarkan oleh pemerintah (epublik &ndonesia. 4. Tanda tangan adalah tanda tangan sebagaimana la:imnya dipergunakan, termasuk pula para!, teraan, atau "ap para!, teraan "ap nama atau tanda lainnya sebagai pengganti tanda tangan. 2. Pemetereian Kemudian adalah suatu "ara pelunasan bea materai yang dilakukan oleh pejabat pos atas permintaan pemegang dokumen yang bea materainya belum dilunasi sebagaimana mestinya. 3. Pejabat Pos adalah Pejabat Perusahaan Umum Pos dan Iiro yang diserahi tugas melayani permintaan materaian kemudian.

B. Tari+ B a $ t rai R(>.???,?? Dik nakan atas D'ku! n3 *.. )urat perjanjian dan surat surat lainnya $antara lain# surat kuasa, surat hibah dan surat pemyataan%. a. Dibuat dengan tujuan digunakan sebagai alat pembuktian b. /engenai perbuatan, kenyataan atau keadaan ". bersi!at perdata ,. -kta-akta notaris termasuk salinannya 4. -kta yang dibuat oleh pejabat akta tanah $PP-T% termasuk rangkap-rangkapnya. 2. )urat yang memuat jumlah uang lebih dari (p *.>>>.>>>,>> a. 0ang menyebutkan penerimaan uang b. yang menyatakan pembukuan atau penyimpanan uang dalam rekening bank. ". yang berisi pemberitahuan saldo rekening di bank

11

d.yang berisi pengakuan bahwa utang uang sebagian atau seluruhnya telah dilunasi atau diperhitungkan. 3. )urat surat berharga seperti wesel, promes, dan aksep yang harga nominalnya lebih dari (p*.>>>.>>>,>> ;. 7!ek dengan nama dan dalam atau bentuk# apapun sepanjang harga nominalnya lebih dari (p*.>>>.>>>.>> <. Dokument-dokumen yang akan digunakan untuk bukti pengadilan. a )urat surat biasa dan surat-surat kerumahtanggaan. b )urat surat yang semula tidak dikenakan bea materai berdasarkan tujuannya jika digunakan untuk tujuan lain atau digunakan untuk orang lain selain dari maksud semula. ". Tari+ ! t rai R( 4.???,?? Dik nakan Atas D'ku! n *. )urat yang mempunyai harga nominal lebih dari (p ,3>.>>>,>> tetapi tidak lebih dari (p*.>>>.>>>,>> dengan kriteria# . a /enyebutkan penerimaan uang b. /enyatakan pembukuan atau penyimpanan uang dalam rekening di bank. ". erisi pemberitahuan saldo rekening di bank . d. erisi pengakuan bahwa utang uang sebagian atau seluruhnya telah dilunasi atau diperhitungkan. ,. )urat surat berharga seperti wesel, promes, dan aksep yang harga nominalnya lebih dari (p,3>.>>>,>> tapi tidak lebih dari (p*.>>>.>>>,>> 4. 7!ek dengan nama dan dalam atau bentuk apapun sepanjang harga nominalnya lebih dari (p,3>.>>>,>> tetapi tidak lebih dari (p *.>>>.>>>,>> 2. Cek dan ilyet giro dengan harga nominal berapapun. -pabila dokumen $ke"uali "ek dan bilyet giro% mempunyai nominal tidak lebih dari (p,3>.>>>,>> tidak terutang bea materai. D. 6ang Ti&ak Dik nakan B a $ t rai *. Dokumen yang berupa#

*>>

a. )urat penyimpanan barang b. Konosemen ". )urat angkutan penumpang dan barang d. bukti pengiriman dan penerimaan barang ,. )egala bentuk ijasah, )urat Tanda Tamat elajar $)TT %, Tanda lulus, )urat Keterangan Telah /engikuti )uatu Pendidikan, 9atihan Kursus, dan Penataran termasuk pula surat-surat yang bersi!at hukum publik misalnya -kta Kelahiran dan )urat 6ikah 4. Tanda terima gaji, uang tunggu, pensiun, uang tunjangan, dan pembayaran lainnya yang ada kaitannya dengan hubungan kerja, serta surat-surat yang diserahkan untuk mendapatkan pembayaran. 2. Tanda bukti penerimaan uang negara dari Kas 6egara, Kas Pemda dan ank 3. Tanda penerimaan uang yang dibuat untuk keperluan intern organisasi ;. Kuitansi untuk semua jenis pajak. <. )urat gadai yang diberikan oleh PT. Pegadaian $Persero%. =. Kupon atau tanda pembagian keuntungan atau bunga dari e!ek dengan nama dan dalam bentuk apapun. E. Saat T rutang B a $ t rai *. Dokumen yang dibuat oleh satu pihak, ditentukan pada saat dokumen diserahkan dan diterima.oleh pihak untuk tiap dokumen itu dibuat, jadi bukan pada saat dokumen ditandatangani. Contoh # kuitansi "ek. , Dokumen yang dibuat dari satu pihak, ditentukan pada saat selesainya dokumen itu dibuat, yaitu ditutup dengan tanda tangan dari yang bersangkutan. Contoh # )urat Perjanjian jual beli 4. Dokumen yang dibuat diluar negeri, ditentukan pada saat digunakan di &ndonesia. F. Pi.ak 6ang T rutang B a $ t rai Pihak yang terutang bea materai adalah pihak yang menerima atau yang

*>*

memperoleh man!aat dari dokumen, ke"uali ditentukan lain oleh pihak-pihak yang bersangkutan. G. "ara P %unasan B a $ t rai *. Dengan menggunakan benda materai, yaitu# a. /aterai tempel b. Kertas /eterai ,. Dengan "ara lain yang ditetapkan oleh /enten Keuangan. #. "ara $ nggunakan B n&a $ t rai *. /aterai Tempel. a. Direkatkan seluruhnya , utuh dan tidak rusak. b. Direkatkan di tempat di mana tanda tangan akan dibubuhkan. ". Pembubuhan Tanda Tangan # *%. Disertai tanggal, bulan dan tahun ,% Dengan tinta atau yang sejenisnya Pelanggaran ketentuan-ketentuan diatas dianggap tidak bermaterai ,. Kertas materai yang sudah digunakan tidak boleh digunakan lagi I. Sanksi5Sanksi *. )anki -dministrasi a. -pabila dokumen tidak atau kurang dilunasi bea materai sebagaimana mestinya dikenakan denda administrasi sebesar ,>>@ dari bea materai yang tidak atau kurang dibayar. Cara pelunasan dengan "ara ( !at raian5k !u&ian. b. Dokumen yang dibuat diluar negeri pada saat digunakan di &ndonesia harus telah digunakan bea materai yang terutang dengan "ara pemeteraian kemudian. Pemeteraian kemudian atas dokumen tersebut dilakukan oleh pejabat pos menurut tata eara yang ditetapkan oleh /enteri Keuangan. )anksi pelanggaran atas bea meterai bagi pegawai negeri dapat diberlakukan dengan PP 6o. 4> tahun *1=>, antara lain# *%. peringatan, tegoran

*>,

,%. tunda kenaikan gaji atau pangkat 4% diberhentikan ,. )anksi pidana, antara lain# a. Pemalsuan atau peniruan materai tempel, kertas materai dan tanda tangan b. Dengan sengaja menyimpan bahan-bahan'perkakas yang diketahui untuk meniru dan memalsukan benda meterai )anksi # )esuai dengan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kepastian hukum, mungkin kurungan atau penjara sesuai dengan pasal ,3, Kitab Undang Undang 5ukum Pidana $KU5P% apabila dengan sengaja menggunakan "ara lain untuk pelunasan bea meterai $pasal <$,% b% yang tidak seijin /enteri Keuangan, dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya < tahun Penanggung jawab sanksi adalah# *%. Untuk sanksi administrasi ,%. Untuk sanksi pidana J. Da%u-arsa Daluwarsa dari kewajiban memenuhi bea meterai ditetapkan lima tahun, terhitung sejak tanggal dokumen dibuat, dengan demikian sudah ada kepastian hukum, jadi apabila ada dokumen yang kurang'tidak bermeterai yang dibuat sudah lebih dari lima tahun $sudah daluwarsa %, dan dipakai sebagai alat pembuktian maka tidak perlu pemeteraian kemudian atau dimeteraikan kembali, karena sudah sah menurut hukum, dan ini berlaku untuk seluruh dokumen termasuk kwitansi. Untuk melengkapi penjelasan tentang bea meterai, berikut ini diberikan beberapa pokok tambahan yang perlu diperhatikan. yaitu # *. Transaksi intern perusahaan $unit keuangan, produksi% tidak perlu memakai bea meterai ,. Kantor pusat dan "abang perusahaan merupakan badan yang berdiri sendiri, sehingga transaksinya harns menggunakan bea meterai. 4. on kontan, apabila tidak ada kuitansinya berarti menggantikan kuitansi, sehingga apabila# # pemegang dokumen # sesuai keputusan pengadilan

*>4

a. ernominal lebih dari (p ,3>.>>>,>> dikenakan bea meterai b. 0ang menanggung bea meterai apabila ada sesuatu di kemudian hari $pelangganan administrasi% adalah pemegang dokumen. 2. 0ang terutang bea meterai adalah orang-orang atau pihak-pihak yang berkepentingan' mendapatkan man!aat. 3. a. ea meterai adalah pajak atas dokumen b. ea adalah salah satu jenis pajak ;. Tanggal meterai Tanggal yang ter"antum di meterai lebih sah dibandingkan dengan tanggal dokumen <. Kurang diperhatikan masalah penggunaan yuridis dari si pemakai, tetapi yang lebih diutamakan'penting adalah saat terutangnya pajak. =. .arna tinta yang ditulis pada meterai tidak menjadi masalah, misal pen"antuman tanggal menggunakan tinta biru, tetapi tanda tangannya pakai tinta hijau, ini boleh yang penting tinta tersebut masih merupakan tinta yang la:im'biasa dipakai. 1. Tulisan pada dokumen $misalnya tulisan di kertas meterai% tidak boleh di tipp, ex kalau ada Kertas biasa yang dipakai untuk lembaran berikutnya $karena isi dokumen terlalu panjang% tidak per&u menggunakan meterai lagi, karena masih merupakan satu kesatuan, ingat prinsip bahwa satu dokumen hanya terutang satu bea meterai. **. -icro film per&akuannya biasa dianggap sebagai !otokopi dokumen, seperti juga batch dalam komputer, tidak terutang bea meterai. *,. Tindasan dengan kertas karbon sarna dengan !otokopi, tidak terutang bea meterai, karena rangkap'tindasan tersebut tidak ikut ditandatangani se"ara asli, kalau misalnya !otokopi tersebut ditandatangani lagi $tanda tangan se"ara asli% maka terutang bea meterai *4. Penggunaan dokumen yang dibuat di luar negeri /isal dokumen yang dibuat di )ingapura, akan digunakan sebagai dokumen di &ndonesia,maka # a. elum ada bea meterainya# dimeteraikan dulu di &ndonesia dengan "ara pemeteraian kemudian

*>2

b. )udah ada meterainya diberi meterai lagi dengan "ara pemeteraian $meterai )ingapura kemudian jadi ada dua meterai%.

BAB AIII PAJAK BU$I DAN BANGUNAN eberapa hal yang sangat prinsip dari pernbahan Undang Undang pajak bumi dan bangunan dan serangkaian kebijaksanaan adalah # *. 6?OPTKP $6ilai ?ual Objek Pajak Tidak Kena Pajak% sebesar (p=.>>>.>>>,>> dan setinggi-tingginy (p*,.>>>.>>> berlaku bagi objek tanah ada bangunan, yaitu nilainya dikurangi sebesar (p. =.>>>.>>>,- untuk setiap .ajib Pajak. 5al ini berarti tidak setiap objek pajak dikurangi 6?OPTKP, melainkan dari sejumlah objek pajak yang dikuasai oleh .ajib Pajak dalam satu kesatuan wilayah Kabupaten, hanya satu objek $)PPT% yang mempunyai nilai tertinggi yang dikurangi 6?OPTKP (p. =.>>>.>>>,

*>3

,. Dihapuskan ketentuan pasal *< UU 6o. *,'*1=3 tentang ketentuan banding, karena sudah ditampung dalam UU 6o. ;'*1=4 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah diubah dengan UU 6o.1'*112. 4. Dihapuskan pasal ,< UU 6o. *,'*1=3, tentang penyebutan istilah OPelanggaranO dan OKejahatanO,karena dianggap ber&ebihan. 2. Kebijaksanaan tentang tata "ara Pengajuan Pengurangan P .ajib Pajak Perseorangan )ebelum )PPT diterbitkan. 3. Kebijaksanaan untuk me?engkapi identitas subyek pajak dengan nomor KTP atau nomor Kartu Keluarga, ber&aku bagi yang sudah terda!tar dalam basis data maupun yang sedang dilakukan pendataan. A. Prinsi(5Prinsi( P'%a SIS$I7P *. )emua proses pengelolaan P , dilaksanakan dengan bantuan komputer ,. )atu )PPT * )TT) hanya memuat satu objek pajak# 4. Dalam pola sismiop nomor seri tidak digunakan lagi, sebagai alat hubung antar data !ile, tetapi digunakan nomor objek pajak atau nomor )PPT 2. Objek pajak yang nilai jualnya $ 6?OP% (p P.>>>.>>>.>>>,>> $satu millar% ke atas yang dikuasai oleh wajib pajak pribadi'perseorangan, bukan pegawai negeri'anggota - (&, pensiunan, pensiunan janda, Beteran perintis kemerdekaan $yang penghasilannya semata-mata dari gaji'uang pensiun%, 6ilai ?ual Kena Pajak $6?KP% yang berlaku adalah 2> @ sedangkan objek pajak yang 6?OP-nya di bawah satu milyar, 6?KP yang berlaku tetap ,> @. B. P ng rtian Ni%ai Jua% 7*j k Pajak /NJ7P0 6ilai objek pajak $6?OP % adalah harga rata-rata yang diperoleh dari transaksi jual beli yang terjadi se"ara wajar, jika tidak terdapat transaksi jual beli, 6?OP ditentukan melalui perbandingan anatara harga dengan objek lain yang sejenis, atau nilai perolehan baru, atau 6?OP pengganti $pasal * ayat 4 UU 6o *,'*1=3 sebagai mana telah diubah dengan UU 6o. *,'*112.% Karena 6?OP berkait erat harga transaksi jual be&i yang terjadi se"ara wajar, se"ara Kolekti! agi

*>;

sedangkan transaksi dimaksud terjadi atau adanya di masyarakat, maka pada dasamya yang menentukan 6?OP itu sendiri adalah masyarakat. +iskus dalam hal ini kantor pelayanan pajak bumi dari bangunan sebatas mengumpulkan atau men"ari data harga jual, untuk dianalisis dan hasilnya digunakan sebagai bahan penyusunan atau pembentukan Qone 6ilai Tanah $Q6T%. Dari Q6T yang terbentuk inilah kemudian disusun'ditetapkan klasi!ikasi'6?OP untuk dipergunakan sebagai dasar pengenaan pajak $P % )e"ara garis besar, tinggi dan rendahnya 6?OP $Tanah% di dalam masyarakat, disamping !aktor permintaan dan persediaan, juga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan yang serupa antara lain *. T ersedianya sarana dan prasarana in!rastruktur ,. Perkembangan perekonomian rakyat 4. Perkembangan lingkungan 2. Dan lain sebagainya yang semua itu pada dasamya merupakan salah satu bukti dari serangkaian keberhasilan pembangunan yang selama ini. S &angkan yang ! !* &akan ni%ai *angunan a&a%a. # *. ?enis atau ma"am bahan komponen bangunan $material yang digunakan% ,. Kontruksi bangunan 4. +asilitas pelengkap yang merupakan penunjang $misal# sistem pendingin ruangan'-C, taman, kolam renang, perkerasan jalan lingkungan, sistem pemadam kebakaran, sambugan telepon, daya listrik terpasang, dll %# 2. )tandar upah pekerjaan 3. Tahun dibangun ; Tahun renoBasi Unsur5unsur yang ! n ntukan * sa!ya k t ta(an PBB *. Data luas bumi dan bangunan. ,. 6?OP bumi $sesuai denganklasi!ikasi 6?OP yang telah ditetapkan oleh kepala kantor wilayahH&&& Ditjen Pajak ?ateng dan D&0% 4. 6?OP bangunan $sesuai dengan jenis dan ma"am komponen yang terpasang termasuk interior dan eGteriorya%

*><

2. 6?KP $6ilai ?ual Kena Pajak% menurut pasal ; ayat 4 UU 6o. *,'*1=3 sebagaimana telah diubah dengan UU 6o. *,'*112, ditetapkan serendah-rendahnya ,> @ dan setinggi-tingginya *>> @ dari 6?OP. 3. Tari! pajak adalah tooggal yaitu >,3@ $ pasal 3 UU no *, * *1=3 sebagai telah diubah dengan UU 6o. *,'*113%. Dari unsur-unsur di atas, dapat di rumuskan # *. P ,. P D$,>@C6?OP%CO,3@ atau D *'*>>> C 6?OP D $ 2> @ C 6?OP % C >,3@ atau D ,'* >>> C 6?OP ". Prinsi( 5 (rinsi( P ngajuan ( ngurangan PBB s 1ara k'% kti+ Disamping ketentuan pengurangan sebagaimana yang telah berlaku, sesuai dengan keputusan, bersama Direktur ?enderal pajak dan Direktur Pemerintahan Umum dan Otonomi Daerah $PUOD%. Telah ditentukan mengenai tata "ara pemberian pengurangan se"ara kolekti!, yang prosedur dan persyaratannya antara lain adalah sebagai berikut # *. Permohonan pengurangan dapat diajukan se"ara kolekti! bagi wajib pajak perseorangan tertentu seperti kelompok petani, pensiunan pegawai negeri, purnawirawan - (&, Beteran, dan eks pejuang kemerdekaan, dan masyarakat lainya sebelum )PPT diterbitkan. ,. Permohonan hanya dapat diajukan untuk satu tahun pajak 4. Permohonan pengurangan se"ara kolekti! diajukan kepada Kepala kantor pelayanan P melalui kepala daerah dinas pendapatan daerah Tk && $ diluar DK& % kepala desa'lurah atau organisasi, antara lain P.(&, P7P - (&, 9H(&, dengan men"antumkan besamya persentase pengurangan yang diminta untuk setiap wajib pajak dengan menggunakan !ormulir permohonan a. Dinas Pendapatan Daerah Tk && $ diluar DK& % melakukan penelitian dan mengusulkan besamya persentase pengurangan kepada kepala kantor pelayanan P yang bersangkutan

*>=

b. Permohonan pengurangan se"ara kolekti! sebelum )PPT terbit diajukan paling lambat minggu pertama bulan ?anuari tahun pajak yang bersangkuatan ". -pabila batas waktu pengajuan dimaksud diatas tidak dipenuhi, maka permohonan tersebut tidak diproses dan kepala KP P memberitahukan se"ara tertulis kepada kepala desa'lurah atau organisasi bersangkutan dengan tembusan kepala Dinas Pendapatan Daerah Tk && $diluar DK&% dengan penjelasan seperlunya. d. Keputusan pemberian pengurangan se"ara kolekti! hanya berlaku untuk satu tahun pajak e. )PPT P yang terbit kemudian, langsoog dikurangi besamya pengurangan sesuai dengan keputusan pemberian pengurangan se"ara kolekti! D. Tata "ara P !*ayaran *. Pembayaran langsung ke tempat pembayaran a. Pada saat membayar .P "ukup menunjukan )PPT')KP')TP P menyebutkan nomor objek pajak $ 6o. )PPT')KP')TP P b. ybs % , atau

ank'KPI tempat pembayaran men"o"okan dengan D5KP dan )TT) P

memberi tanda lunas pada D5KP dan melegalisir )TT) dengan memara!, membubuhkan "ap dengan stempel dinas serta tanggal pelunasan, kemudian menyerahkan bagian .P yang sudah dilegalisir kepada yang bersangkutan. ". Pembayaran melalui petugas pemungut $PP% *%. Petugas pemungut $PP% menyerahkan tanda terima sementara $TT)% kepada .P serta men"atat hasil penerimaan P 5arian% ,% Dalam waktu * G ,2 jam, PP harus menyetor uang hasil penerimaan P ddan .P ke TP yang ditunjuk dengan menggunakan DP5, ke"uali bagi daerah yang sulit sarana dan pra sarananya selambat-lambatnya dalam jangka waktu tujuh hari harus disetor ke TP. 4% TP meneliti dan melegalisir )TT) dan DP5 serta menyerahkan )TT) bagian .P dan DP5 kepada PP. ke dalam DP5 $Da!tar Penerimaan

*>1

2%. )elambat-lambatnya tujuh hari setelah diterimanya pembayaran dari .P, Petugas Pemungut sudah harus menyampaikan )TT) bagian .P kepada yang bersangkutan ,. Pembayaran dengan "ek melalui pemindahbukuan'trans!er dan melalui kiriman uang dengan syarat-syarat# a. Pembayaran P baru sah, apabila telah dilakukan kliring. b. .P berkewajiban melakukan 6OP $6omor Objek Pajak% E. J nis P %ayanan yang A&a Pa&a L'k t P %ayanan Satu Ata( *. Pendapatan Objek Pajak aru a. /engisi )POP dengan benar, jelas dan lengkap b. /elampiri # *%. +otokopi KTP wajib pajak'kuasanya ,%. ukti surat tanah antara lain# a%. +otokopi serti!ikat'bagan istimewa b%. +otokopi akte jual beli'hibah'waris "%. +otokopi akta ganti rugi d% +otokopi surat tanah garapan e%. +otokopi surat penunjuk kaphng !% Kutipan buku leter C g% Keterangan tanah lainnya 4. +otokopi surat ijin mendirikan bangunan $& /% 2. )urat kuasa $dalam hhal pengisian )POP dikuasakaan% ". /elampirkan !otokopi )PPT dan )TT) tahun pajak sebelumnyalterakhir $bagi penerbitan kembali )PPT% F $utasi '*j k=su*j k PBB )yarat- syarat# *. )urat permohonan tertulis dalam bahasa &ndonesia, dengan melampirkan antara lain#

**>

a. +otokopi akta jual beli' hibah'waris b. +otokopi serti!ikat ". +otokopi akta ganti rugi d. +otokopi surat &jin /endirikan angunan $& /% e. +otokopi surat keputusan'akta-akta peralihan hak atas bumi dan bangunan !. +otokopi KTP wajib pajak'kuasanya ,. /engisi )POP dengan benar, jelas dan lengkap 4. /engisi 9KPP sesuai dengan keadaan'kondisi objek pajak 2. )urat kuasa $apabila dikuasakan% 3. ukti pelunasan P tahun sebelumya terakhir $)PPT')KP dan )TT)%

G. Sa%inan SPPT=SKP PBB )yarat dengan mengajukan surat permohonan tertulis dalam bahasa &ndonesia yang dilampiri dengan # *. +otokopi KTP .ajib Pajak atau kuasanya ,. ukti pelunasan P tahun sebelumnya'terakhir $)PPT')KP dan )TT) % 4. )urat pernyataan .ajib Pajak bahwa )PPT benar-benar hilang, rusak atau belum diterima dan diketahui oleh kepala kelurahanl lurah domisili objek pajak. 2. )urat kuasa $apabila dikuasakan #. P !*ata%an SPPT=SKP )yarat-syarat, mengajukan surat permohonan tertulis dalam bahasa &ndonesia dengan menyebut alasan dan melampirkan # *. )PPT ')KP asli ,. ukti pelunasan P tahun sebelurnnya'terakhir $ )PPT')KP dan )TT) % 4. +otokopi )PPT')KP yang dinyatakan ganda 2. +otokopi akta jual beli'hibah atau waris atau surat keterangan tentang peralihan peruntukan objek 3. +otokopi KTP wajib pajak'kuasanya ;. )urat kuasa$ apabila dikuasakan% I. P !* tu%an SPPT=SKP PBB

***

)yarat-syarat, mengajukan surat permohonan tertulis dalam bahasa indonesia di lampiri dengan# *. )PPT ')KP asli ,. ukti-bukti pendukung antara lain# a. +otokopi serti!ikat kutipan buku leter C b. +otokopi surat keterangan tanah lainnya. ". +otokopi surat &jin /endirikan angunan $& /% d. )POP 4. +otokopi KTP wajib pajak'kuasanya 2. +otokopi pelunasan P tahun sebelumya'terakhir $)PPT')KP dan )TT)% 3. )urat kuasa$ apabila dikuasakan% J. P ngurangan Atas Pajak T rutang )yarat-syaratnya # *. )urat pemohonan tertulis dalam bahasa &ndonesia ,. Diajukan paling lambat ;> $enam puluh% hari sejak )PPT')KP diterima dengan di lampiri a. + otokopi )PPT &)KP yang diajukan pengurangan b. ukti pelooasan P tahoo sebelumnyalterakhir $)PPT& )KP dan )TT)% ". +otokopi KTP wajib pajak atau kuasanya d. +otokopi struk'tanda terima tunjangan'pensiun bulan akhir $bagi .ajib Pajak penerima pensiun'pensiunan janda'tunjangan Beteran pejuang'perintis kemerdekaan% e. )urat keterangan tidak mampu dari desa kelurahan diketahui "amat $bagi wajib pajak bukan penerima pensiun'pensiooan jandaltunjangan Beteran pejuanglperintis kemerdekaan% !. 6era"a dan rugi laba tahun terakhir dari )PT tahunan tahun terakhir bagi .ajib Pajak adan g. +otokopi kartu keluarga h. )urat kuasa apabila dikuasakan

**,

K. R stitusi=K'!( nsasi )yarat - syarat, surat permohonan tertulis di lampiri#. *. )TT) asli yang dimohonkan restitusi'kompensasi ,. +otokopi )PPT')KP dan surat keputusan# a. Penyelesaian keberatan atau, b. Pemberian pengurangan atau, ". Pembetulan 'pembatalan atauR 4. +otokopi KTP .ajib Pajak atau kuasanya. 2. +otokopi )PPT')KP penerima kompensasi $dalam hal dikompensasikan untuk tahun pajak yang sama'sebelumnya% 3. )urat kuasa $apabila dikuasakan%

DAFTAR PUSTAKA (epublik &ndonesia, .ndang,.ndang $o. /0 Tahun /112, tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang 6o. ; Tahun *1=4, tentang JKetentuan Umum dan Tata Cara PerpajakanK (epublik &ndonesia, .ndang,.ndang $o. 34 Tahun /110, tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang 6o. < Tahun *1=4, tentang JPajak PenghasilanK (epublik &ndonesia, .ndang,.ndang $o. )0 Tahun /111, tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang 6o. = Tahun *1=4, tentang JPajak Pertambahan 6ilai arang dan ?asa dan Pajak Penjualan arang /ewahK (epublik &ndonesia, .ndang,.ndang $o. )5 Tahun /111, tentang Perubahan atas Undang-Undang 6o. *1 Tahun *11<, tentang JPenagihan Pajak Dengan )urat PaksaK

**4

(epublik &ndonesia, .ndang,.ndang $o. )/ Tahun )556, tentang Perubahan atas Undang-Undang 6o. *, Tahun *1=3, tentang JPajak umi dan angunanK (epublik &ndonesia, .ndang,.ndang $o. /) Tahun )552, tentang J ea Perolehan 5ak -tas Tanah Pajak umi dan angunanK (epublik &ndonesia, 7eraturan 7emerintah, 8eputusan 7residen, 8eputusan -enteri 8euangan, 8eputusan (ire9tur :enderal 7a;a9, dan Surat Edaran (ire9tur :enderal 7a;a9, yang berkaitan dengan undang-undang perpajakan tersebut .aluyo, ,>>;, 7erpa;a9an "ndonesia#u9u ". )alemba 7mpat, ?akarta .aluyo, ,>>;, 7erpa;a9an "ndonesia#u9u "". )alemba 7mpat, ?akarta

**2