Anda di halaman 1dari 3

Kelompok Piroxenoid dan Feldspatoid

1. Kelompok Piroxenoid Kelompok Piroxenoid merupakan salah satu kelompok mineral silikat yang termasuk ke dalam sub-kelas Inosilikat. Karena termasuk Inosilikat maka tetrahedral dalam jumlah tak terhingga atau terhingga dihubungkan melalui ion oksigen yang dipergunakan bersama membentuk struktur rantai. Struktur kelompok mineral ini hampir sama dengan kelompok Piroxen, yaitu memiliki struktur rantai tunggal. Dalam struktur ini tetrahedral tunggal berikatan dengan tetrahedral tunggal lainnya melalui oksigen. Hal yang membedakan dengan kelompok Piroksen adalah rantai pada struktur Piroxenoid lebih tidak teratur, membelit, dan bentuknya hampir seperti skrup. Strukturnya yang tidak teratur menyebabkan bentuknya memiliki tingkat simetrisan yang rendah, dan hampir semua sistem kristalnya adalah Triklinik. Contoh mineral kelompok Piroxenoid diantaranya adalah Wolastonit, Rodhonit, dan Pektolit.

2. Kelompok Feldspatoid Kelompok mineral feldspatoid merupakan salah satu kelompok mineral silikat yang termasuk ke dalam sub-kelas Tektosilikat. Mineral ini tersusun oleh tetrahedra silika yang berhubungan melalui seluruuh anion okosigen kepada tetrahedra di dekatnya dalam bentuk struktur kerangka tiga dimensi. Sebagaimana feldspar, feldspatoid adalah tektosilikat pembawa Alumunium. Namun yang membedakannya dengan kelomok feldspar adalah kandungan silikanya yang lebih rendah serta mempunyai kandungan Alumunium yang lebih tinggi. Akibatnya, lebih banyak

kation alkali (potasium, sodium, dan kalsium) yang diperlukan untuk menetralkan feldspatoid. Serupa dengan zeolit, kelompok feldspatoid memiliki bukaan besar dalam

struktur kristal. Bukaan ini sebagian besar terpisah satu sama lain dan tidak meminjamkan diri dengan gerakan ion dan molekul yang diperbolehkan dalam struktur zeolit itu. Bukaan ini mengijinkan struktur mengandung ion besar seperti klorin, karbonat dan sulfat. Kepadatan rendah mineral umum ke kelompok ini adalah bukti keterbukaan struktur mereka.

Feldspatoid adalah kumpulan silikat aluminium yang terdapat di tempat feldspar apabila magma yang kaya dengan alkali tidak mengandung silika. Feldspatoid tidak pernah bersekutu dengan kuarsa primer. Mineral yang termasuk di dalam feldspatoid diantaranya adalah Leusit (KAlSi2O6), Kaliofilit (KAlSiO4), Kalsilit (KAlSiO4), Nefelin (NaAlSiO4), Sodalit (Na8Al6Si6O24(Cl2)), Nosean (Na8Al6Si6O24(SO4)), Kankrinit (Na8Al6Si6O24(HCO3)2), dan Analsim (NaAlSi2O6.H2O).

Peranan Penting Mineral Silikat dalam Mempelajari Ilmu Batuan (Petrologi)

Mineral Silikat merupakan mineral yang paling mendominasi di permukaan bumi. Hampir 95 persen mineral yang pernah ditemukan di kerak bumi merupakan mineral silikat yang terdiri dari feldspar dan kuarsa. Keberadaan mineral ini yang melimpah menyebabkan mineral silikat menjadi kelompok mineral yang paling utama dari mineral-mineral pembentuk batuan. Karena merupakan mineral penyusun utama kerak bumi maka mineral silikat penting untuk kita mengetahuinya. Dalam goscience, khususnya geologi dan termasuk di dalamnya geofisika salah satunya mempelajari mengenai batuan, mulai dari proses terbentuknya suatu batuan hingga komposisi penyusun batuan tersebut. Apabila mengidentifikasi mengenai komposisi penyusun suatu batuan, maka secara umum kita akan menemukan dua jenis mineral, yakni mineral silikat dan non-silikat. Keberadaan mineral silikat sendiri jauh lebih besar jika dibandingkan dengan mineral non-silikat, oleh karena itu mineral silikat sangat penting untuk dipelajari khususnya dalam identifikasi batuan. Mineral silikat yang paling banyak menyusun batuan diantaranya adalah Olivin, Piroksen, Hornblende dan Biotit. Beberapa contoh mineral silikat mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi. Diantaranya adalah Olivin yang digunakan sebagai gemstone, industri menggunakan pasir sebagai tahan panas dan Abrasives, bijih dari magnesium dan sebagai mineral spesimen. Sementara itu feldspar merupakan bahan baku dalam produksi keramik dan geopolymers, digunakan untuk thermoluminescence dating dan optik dating di bumi dan ilmu Arkeologi. Contoh lainnya adalah pasir silikat yang digunakan sebagai bahan pembuatan industri keramik/gelas, abrasive, bahan imbuhan, industri kimia, industri ct,isolasi, industri semen Portland, isolator tegangan rendah sampai menegah, industri kaca dan kertas.

Referensi

http://abgheo.wordpress.com/2012/06/15/group-feldspatoid/, diakses tanggal 30 April 2013 pukul 19.40 WIB http://geology.com/minerals/, diakses tanggal 29 April 2013 pukul 20.45 WIB http://geo-student.blogspot.com/2010/01/silikat-dalam-ilmu-kimia-adalahsuatu.html, diakses tanggal 30 April 2013 pukul 19.55 WIB http://nindyflo.blogspot.com/2012/04/tugas-remidi-paper-mineral-leusit.html, diakses tanggal 30 April 2013 pukul 19.44 WIB http://www.mindat.org/mineralindex.php, diakses tanggal 29 April 2013 pukul 20.32 WIB http://www.minerals.net/MineralMain.aspx, diakses tanggal 29 April 2013 pukul 20.41 WIB http://www.mineralszone.com/minerals/, diakses tanggal 29 April 2013 pukul 20.52 WIB http://www.webmineral.com/Alphabetical_Listing.shtml, diakses tanggal 29 April 2013 pukul 20.25 WIB