Anda di halaman 1dari 4

Pemanfaatan Mineral Sulfat, Fosfat dan Karbonat

1. Mineral Sulfat Mineral Sulfat adalah kelompok mineral yang memiliki ciri khas memiliki komposisi kimia berkation sulfur yang berikatan dengan 4 anion oksigen membentuk (SO4)2- yang berkombinasi dengan logam atau semi-logam membentuk mineral sulfat. Pembentukan mineral sulfat biasanya terjadi pada daerah evaporitik (penguapan) yang tinggi kadar airnya, kemudian perlahan-lahan menguap sehingga formasi sulfat dan halida berinteraksi. Contoh-contoh mineral yang termasuk kelompok sulfat antara lain Anhydrite (CaSO4), Celestite (SrSO4), Barit (BaSO4), Anglesit (PbSO4), Alunit, Gysum (CaSO4.2H2O)

Kelompok mineral ini mempunyai banyak manfaat bagi

kehidupan manusia. Pemanfaatan kelompok mineral ini diantaranya Anhydrite (CaSO4), varietas anhydrite yang mengandung unsur silika biasanya dimanfaatkan sebagai ornamen-ornamen

Celestite (SrSO4), digunakan dalam pembuatan senyawa Stronsium yang banyak digunakan sebagai warna merah kembang api

Barite (BaSO4),

terjadi pada sejumlah besar lingkungan pengendapan, dan

diendapkan melalui sejumlah besar proses biogenik termasuk penguapan dan hidrotermal. Biasanya digunakan sebagai agen pembobotan untuk pengeboran cairan dalam eksplorasi minyak dan gas untuk menekan tekanan formasi yang tinggi dan mencegah ledakan gas. Kegunaan lain adalah pada nilai tambah aplikasi yang meliputi pengisi dalam cat dan plastik, pengurangan suara di kompartemen mesin, lapisan selesai mobil untuk kelancaran dan ketahanan korosi, gesekan produk untuk mobil dan truk, radiasi perisai semen, keramik kaca dan aplikasi medis ( misalnya, makan barium sebelum CAT scan kontras)

Anglesite (PbSO4), terjadi sebagai hasil oksidasi mineral gelena akibat pengaruh cuaca. Mineral ini bermanfaat karena merupakan bijih timah

Alunite, digunakan dalam copper-plating, baterai, bahan penyemprot tanaman, dan dalam pengawetan kayu

Gypsum (CaSO4.2H2O), memiliki banyak kegunaan sejak zaman prasejarah hingga sekarang. Beberapa kegunaan gypsum yaitu sebagai Drywall, bahan perekat,campuran bahan pembuatan lapangan tenis, sebagai pengental tofu (tahu)

karena memiliki kadar kalsium yang tinggi, sebagai penambah kekerasan untuk bahan bangunan, untuk bahan baku kapur tulis, sebagai salah satu bahan pembuat portland semen, sebagai indikator pada tanah dan air, dan sebagai agen medis pada ramuan tradisional China yang disebut Shi Gao

2. Mineral Fosfat Mineral Fosfat adalah sekelompok mineral yang memiliki anion PO4 dan biasanya berikatan dengan kation logam. Mineral fosfat banyak dijumpai di alam, namun hanya apatit dan monazit yang sering ditemukan. Monazit, dapat ditemukan pada batu granit, syenit, dan gneiss atau pada batuan pada zona pegmatit. Mineral ini adalah sumber penting dari mineral cerium dan thorium. Amblygonit, ciri khasnya adalah lebih mudah melebur daripada feldspar dan memberikan nyala api merah yang menunjukkan adanya unsur Lithium. Mineral ini ditambang sebagai sumber Lithium untuk peleburan logam dan industri gelas. Apatit, dapat ditemukan di hampir semua jenis batuan beku dan ditemukan juga di saluran hidrothermal. Dapat pula dijumpai pada batugamping kristalin dan berasosiasi dengan piroksen, amfibol, idokrase, phlogopite dan spinel. Mineral ini sering digunakan sebagai pupuk dan merupakan salah satu mineral penyusun gigi manusia. Turqoise, memiliki warna biru yang khas. Mineral ini dapat larut dalam asam hidroklorik. Turqoise ditemukan pada daerah yang kering, biasanya mineral ini dimanfaatkan sebagai perhiasan karena sifat yang dimilikinya. Vanadine, - merupakan bahan utama bijih Vanadium - digunakan sebagai bahan campuran logam dan bahan pewarna pakaian karena warnanya yang merah sampai kuning kecoklatan

3. Mineral Karbonat Mineral Karbonat adalah kelompok mineral yang memiliki komposisi anion berupa (CO3)2- yang berikatan dengan kation berupa unsur logam maupun semilogam, merupakan mineral penyusun utama batugamping dan dolostone. Kelompok mineral ini mempunyai banyak manfaat dalam kehidupan manusia. Mineral-mineral

yang termasuk kelompok mineral karbonat antara lain Kalsit (CaCO3), Dolomit (CaMg(CO3)2), dan Aragonit (CaCO3). Kalsit (CaCO3), pemanfaatannya antara lain di sektor pertanian (misalnya dalam pembuatan campuran pupuk), industri kimia (pembuatan bahan-bahan kimia), makanan, logam, bangunan (sebagai ornament, bahan bangunan, hiasan, pembuatan patung) dan sebagainya. Aragonit (CaCO3), Aragonite adalah produk yang juga dapat digunakan sebagai substrat air asin. Sebuah substrat yang dianggap hidup ketika mengandung organisme menguntungkan dan bakteri. Aragonite bisa menjadi pilihan

buffering lebih efektif daripada substrat lain, kandungan kalsium karbonat memiliki kemampuan yang lebih baik untuk membantu mengontrol pH dalam tangki ikan. Warna artifisial pada kerikil harus dihindari dalam sebuah tangki air asin karena biasanya tidak memiliki kemampuan buffering substrat hidup laut. Seperti substrat lain, aragonit harus dibilas berulang kali sebelum ditempatkan di dalam tangki. Namun aragonit yang memiliki warna yang indah biasanya digunakan untuk hiasan atau koleksi. Dolomit (CaMg(CO3)2), banyak dimanfaatkan baik dalam pertanian, bahan bangunan ataupun dalam industri. Dolomite banyak dimanfaatkan untuk: Industri refraktori Dalam tungku pemanas atau pencair Dalam pupuk digunakan unsur Mg untuk meningkatkan pH tanah Dalam industri cat sebagai pengisi Industri kaca, plastik, kertas Bahan pembuat semen, sorel, sea water magnesia

Magnesit (MgCO3), sering digunakan untuk: bahan refraktori industri semen sorel bahan isolasi pertanian, peternakan industri karet

Referensi: http://geology.com/minerals/, diakses tanggal 20 April 2013 pukul 15.40 WIB http://www.mindat.org/, diakses tanggal 20 April 2013 pukul 15.45 WIB http://www.minerals.net/, diakses tanggal 20 April 2013 pukul 15.52 WIB http://www.mineralszone.com/minerals/, diakses tanggal 20 April 2013 pukul 15.54 WIB http://www.gemdat.org/, diakses tanggal 20 April 2013 pukul 16.00 WIB http://geo-student.blogspot.com/2010/01/macam-macam-mineral-dankegunaannya.html, diakses tanggal 22 April 2013 pukul 19.40 WIB http://egeodata.com/mineral_detail.php?id=53, diakses tanggal 22 April 2013 pukul 19.45 WIB