Anda di halaman 1dari 9

Laporan Praktikum Kuliah Lapang

Hari/Tanggal Waktu Dosen Asisten

: Selasa/ 12 November 2013 : 09.00 11.00 WIB : Ika Resmeiliana, M.Si : Asih Fitria Lestari, S.Si

KUNJUNGAN KULIAH LAPANG PUSAT PENDIDIKAN BIOLOGI TROPIKA ASIA TENGGARA South East Asian Regional Centre of Tropical Biology (SEAMEO BIOTROP) Jalan Raya Tajur Km. 6, Bogor

Kelompok 3 Analisis Kimia C P1 Achmad Sulaeman J3L111086 Ayu Retno Yuniarti J3L111132 Frederisa Devionita F. J3L111076 Regina Pramudita K. J3L111026

PROGRAM KEAHLIAN ANALISIS KIMIA PROGRAM DIPLOMA INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2013

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Kuliah lapang merupakan salah satu kegiatan belajar diluar kampus secara bersama-sama untuk memperluas pengetahuan tentang dunia kerja yang akan mahasiswa kerjakan setelah lulus. Mata kuliah ini hampir serupa dengan kegiatan fieldtrip, namun pada mata kuliah lapang dibuat suatu penilaian tentang pemahaman mahasiswa akan materi dan apa saja yang terdapat di lokasi kunjugan. Dengan adanya kuliah lapang ini diharapkan mahasiswa Program Analisis Kimia lebih mengerti tentang bidang mana yang akan mereka kerjakan setelah lulus dari bangku kuliah nantinya, sehingga menjadi nilai tambahan bagi mahasiswa itu sendirinya. Pelaksanaan dari kuliah lapang didasarkan pada acara tahunan yang dilaksanakan oleh Institut Pertanian Bogor (IPB). Kuliah lapang dilaksanakan ke beberapa instansi pemerintah maupun swasta yang berkaitan dengan pertanian ataupun mata kuliah untuk masing-masing jurusan. Kegiatan ini juga diharapkan mampu memberikan pengalaman praktik bagi para mahasiswa. Kunjungan dilakukan dengan mengunjungi suatu lembaga pemerintah yaitu SEAMEO BIOTROP yang merupakan salah satu pusat di bawah South East Asian of Education Organization (SEAMEO BIOTROP) yang berlokasi di Jln. Raya Tajur Km. 6, Kota Bogor. Berdirinya pusat penelitian tersebut didasarkan pada perlunya pengembangan tentang pemanfaatan tanaman tropika secara bijak untuk kemashalatan masyarakat khususnya masyarakat disekitar kawasan Asia Tenggara. Tanaman tropika yang banyak spesiesnya serta baru beberapa jenis tanaman yang baru diketahui manfaatnya dan sedikit yang dikembangkan untuk kemashalatan masyarakat. Oleh karena itu, perlu adanya lembaga pemerintah yang bergerak dibidang penelitian dan pengembangan tanaman tropika serta pemanfaatan tanaman tropika untuk masyarakat yang diamanahkan kepada instansi South East Asian of Education Organization (SEAMEO BIOTROP). I.2 Tujuan Kunjungan kuliah lapang ke SEAMEO BIOTROP bertujuan mengetahui berbagai macam laboratorium, alat dan metode penelitian serta pengembangan dari berbagai tanaman tropis dan pemanfaatannya pada beberapa komoditi tanaman tropis yang sudah diketahui fungsinya. 1.3 Manfaat Manfaat yang dapat diperoleh, yaitu mendapat informasi mengetahui berbagai macam laboratorium, alat dan metode pengujian yang dilakukan serta memahami prinsip kerja serta kegunaan dari alat-alat yang digunakan untuk proses kegiatan dan penelitian di SEAMEO BIOTROP.

BAB II WAKTU DAN LOKASI KUNJUNGAN II.1 Waktu Kunjungan Kegiatan kuliah lapang dilakukan pada tanggal 12 November 2013 dengan waktu kunjungan pada pukul 09.00 WIB sampai dengan 11.00 WIB. II.2 Lokasi Kunjungan Kegiatan kuliah lapang ini dilakukan dengan kunjungan ke South East Asian of Education Organization (SEAMEO BIOTROP) yang berlokasi di Jln. Raya Tajur Km. 6, Kota Bogor, Jawa Barat, Indonesia.

BAB III HASIL KUNJUNGAN III.1 Sejarah Pusat Pendidikan Biologi Tropika Asia Tenggara atau South East Asian of Education Organization (SEAMEO BIOTROP) SEAMEO BIOTROP merupakan salah satu pusat di bawah South East Asian of Education Organizatio (SEAMEO) yang didirikan secara resmi pada tanggal 6 Februari 1968 dan berlokasi di lingkungan Kebun Raya bogor. Pendirian ini berdasarkan pada kesepakatan MenteriMenteri Pendidikan Asia Tenggara yang dituangkan dalam SEAMEO Charter pada tahun 1965. Negaranegara anggota SEAMEO ialah Indonesia, Brunei Darusalam, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam serta enam negara sahabat, yaitu Australia, Selandia baru, Kanada, Belanda, Jerman, dan Perancis. Tahun 1997 SEAMEO BIOTROP dikelompokkan menjadi salah satu pusat penelitian dan pengembangan biologi tropika di lingkungan Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui Surat Keputusan (SK) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.07186/9/1997. Keputusan tersebut diperkuat dengan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No 099/O/1997 tentang Penunjukan Institut Pertanian Bogor sebagai Institut bagi The Southeast Asian Ministers of Education for Tropical Biology (SEAMEO BIOTROP). SEAMEO Biotrop memiliki tujuan dasar diantaranya teknologi peningkatan sorgum untuk peningkatan masalah tanaman, inokulan berbasis kimia untuk limbah agroindustri, pengembangan klon dari sangon dan protokol budidaya rumput laut. SEAMEO Biotrop memilik beberapa laboratorium yang telah mendapatkan ISO 17025 diantaranya Laboratorium IPAL (Instalasi pengolahan air limbah), laboratorium air dan udara, laboratorium kultur jaringan, laboratorium budidaya jamur, dan Bogor Science Park.

III.2 Visi dan Misi Pusat Pendidikan Biologi Tropika Asia Tenggara (SEAMEO BIOTROP) Visi Menjadi pusat rujukan (new frontiers, policy, goods, and services) dibidang limnologi dalam upaya melestarikan, memperbaiki serta memanfaatkan sumber daya perairan darat untuk meningkatkan kemakmuran bangsa Indonesia melalui pengembangan kompetensi inti yang berlandaskan etika keilmuan. Misi Mengembangkan pusat penelitian limnologi menjadi lembaga yang efisien dan efektif berdasarkan konsep-konsep pengelolaan kelembagaan yang baik (good institutional governance). Menguasai konsep-konsep (sistem dan proses) limnologis untuk mengatasi persoalan sistem biotik perairan, sistem kualitas air, hidrodinamika perairan, kebijakan pengelolaan perairan serta konservasi biota asli Indonesia. Memperkuat jaringan dan kerjasama penelitian dalam dan luar negeri serta pemasyarakatan IPTEK dengan mengoptimalkan kinerja jasa dan informasi. Berperan aktif dalam meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem dalam mendayagunakan dan mengelola sumberdaya perairan darat yang berpotensi menimbulkan konflik. III.3 Struktur Organisasi SEAMEO BIOTROP

Gambar 1 Struktur organisasi SEAMEO BIOTROP III.4 Laboratorium dan Instrumen di SEAMEO BIOTROP SEAMEO mempunyai tujuan diantaranya meningkatkan pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia, khususnya di kawasan Asia Tenggara yang berpenduduk sekitar 500 juta jiwa dan hampir setengahnya berada di Indonesia.

BIOTROP yang berlokasi di Indonesia merupakan pusat di bawah SEAMEO yang bergerak dalam kegiatan riset dan pelatihan bidang biologi tropika serta salah satu yang tertua dan terbesar disamping SEARCA dan INNOTECH yang berlokasi di Filipina. Sejarah perkembangan SEAMEO, pada tahun 2000 laboratorium servis ditetapkan menjadi salah satu bagian dari SEAMEO BIOTROP yang mempunyai tugas sebagai pelayan jasa laboratorium pengujian berdasarkan keputusan Sidang Dewan Pembina (governing board) SEAMEO BIOTROP yang beranggotakan 10 negara Asia Tenggara, di Phnon Phen, Kamboja pada tanggal 3 5 Oktober 2000. Keberadaan laboratorium ini diperkuat dengan SK Direktur SEAMEO BIOTROP No.212.1/Dir-SK/SL/V/2003 tentang penetapan struktur organisaasi dan susunan personalia service laboratory SEAMEO BIOTROP Bogor. Saat ini laboratorium servis telah memperoleh sertifikat akreditas sebagai laboratorium penguji sesuai dengan SNI 17025:2005 dari komite Akreditasi Nasional dengan nomor akreditas laboratorium: LP-221-IDN. Laboratorium-laboratorium yang terdapat di SEAMEO BIOTROP, diantaranya: 1. Laboratorium analisis air dan udara Laboratorium analisa air dan udara menyediakan layanan untuk menganalisa kualitas air dan udara dan juga memberikan layanan konsultasi untuk penilaian dan pengukuran keadaan lingkungan di lapangan. Parameter yang dapat diuji dan produksi dilaboratorium untuk analisa udara ialah SO2, CO, NOX, H2S, NH3, O3, CH4, dan Pb. Pengukuran yang dilakukan di lapang secara langsung, meliputi temperatur udara dan kelembaban, kecepatan dan arah angin, partikel debu, dan tingkat kebisingan (dBA), sedangkan parameter yang dapat diuji untuk analisa air ialah parameter fisika-kimia yang mencakup; temperatur, warna, kekeruhan, daya konduksi, kadar garam, total padatan terikat, total padatan terlarut, pH, kadar alkali, kekerasan, oksigen terlarut, BOD, COD, nitrat, nitrit, amonia bebas, ortofosfat, sulfat, silika, sulfida, surfaktan, fenol, minyak dan lemak, klor, klor bebas, flourida, sianida, kalsium, magnesium, besi, mangan, barium, tembaga, seng, kromium heksavalen, total kromium, klor, cadmium, nikel, kobalt, alumunium, sodium, perak, dan bahan organik lain. Parameter biologi perairan meliputi; plankton dan invertebrata makro bentos. Parameter mikro biologi meliputi; Escherichia colli dan total coliform. Alat-alat yang digunakan di kedua laboratorium tersebut, yaitu Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) untuk menentukan kandungan logam pada tanah, tanaman dan air, instrumen Gas Chromatography (GC) untuk menentukan residu insektisida, asam lemak bebas, dan bahan aktif pada tanaman, Sound Level Meter (SLM) untuk mengukur tingkat kebisingan suara, higrometer untuk mengukur kelembaban udara, High Volume Sampler (HVS) untuk mengumpulkan partikel-partikel yang terikat di atmosfir, Low Volume Sampler (LVS) untuk mengumpulkan partikel-partikel yang terikat di atmosfir, Impinger untuk mengumpulkan SO2, NOX, H2S, NH3, CO, O3 di udara, Spektrophotometer untuk menentukan parameter-parameter fisika-kimia contoh air, Disolved Oxygen Meter

(DOM) untuk menentukan oksigen terlarut pada berbagai kedalaman air, Kemmerer Water Sampler (KWS) untuk mengumpulkan contoh air pada berbagai kedalaman air, Ekman Grab untuk mengumpulkan tingkat invertebrata makro bentos di sucratum danau, arus, muara perairan laut, pH meter untuk menentukan nilai pH di air dan tanah, dan Analytical Balances untuk mengukur berat sampel. 2. Laboratorium analisis tanah dan tanaman Laboratorium analisis tanah dan tanaman memberikan layanan analisis unsur-unsur hara tanah dan tanaman, selain itu juga memberikan layanan analisis fisika tanah. Parameter yang telah terakreditasi dalam laboratorium analisis Tanah dan tanaman antara lain, yaitu: 1. pH H2O dan pH CaCl2 2. C-org 3. N-total 4. Kadar air 5. Fosfor tersedia 6. Basa-basa : Ca, Mg, K, dan Na dapat ditukar Laboratorium analisis tanah dan tanaman secara garis besar memiliki dua laboratorium yang terpisah, yaitu laboratorium preparasi yang digunakan untuk melakukan preparasi contoh dalam pengujian, di dalam laboratorium preparasi ini terdapat beberapa alat antara lain oven, sulfida distilation, alat destruksi, buret, dan beberapa alat gelas penunjang preparasi. Kapasitas ruangan laboratorium preparasi ini hanya memungkinkan untuk lima orang analis laboratorium. Laboratorium pengujian dalam analisis tanah dan tanaman digunakan untuk melakukan pengujian terhadap contoh yang terlah dipreparasi dengan metode dan parameter tertentu, di dalam laboratorium pengujian ini terdapat alat-alat yang antara lain Spektrofotometer Serapan Atom (SSA), Spektrofotometer UV-Visible, dan pH meter. Kapasitas ruangan laboratorium preparasi ini memungkinkan untuk dua orang analis laboratorium. 3. Instalasi pengolahan air limbah Salah satu fasilitas dari SEAMEO BIOTROP, yaitu adanya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). IPAL ini berfungsi sebagai pengolahan limbah yang larut dalam air hasil pembuangan dari setiap laboratorium di SEAMEO BIOTROP. Kapasitas pada IPAL ini sebesar 30 mL dan setiap harinya laboratorium ini melakukan pengolahan limbah organik maupun anorganik sebanyak 10 m3 yang dianalisis setiap tiga bulan sekali. Proses pengolahan limbahnya juga tidak menggunakan teknologi yang begitu rumit (cukup sederhana). Tekonologi IPAL ini sudah mengelola air limbah secara proses fisika, biologi dan kimia. Tahapan-tahapan yang dilakukan pada proses pengolahan limbah, yaitu: 1. Tahap Netralisasi

2. 3. 4. 5.

Tahap Equalisasi Tahap Bioreaktor Tahap Efluent Tahap Sludge Drying Bed

Gambar 2 Unit pengolahan air limbah (IPAL) SEAMEO BIOTROP Air limbah dari laboratorium masuk ke dalam bak netralisasi untuk pengkontrolan pH limbah sekitar pH 6-9 dan tahap netralisasi ini dilakukan secara fisika dengan dilakukan penyaringan, untuk memisahkan limbah padatan seperti pasir, sampah, dan padatan lainnya, yaitu dengan penambahan suatu koagulan atau prokulan. Setelah itu terjadi proses penyaringan, lalu masuk ke dalam bak equalisasi dan didalamnya terjadi poses aerasi. Lalu, hasil yang telah diequalisasi masuk ke dalam bioreaktor dan didalam bioreaktor, limbah diberi tambahan bakteri untuk mendegradasi bahan-bahan penyusun limbah dan limbah disimpan selama 6 jam. Setelah itu, limbah dikeluarkan dari bioreaktor dan dimasukkan dalam bak oksidasi untuk proses penstabilan atau pengecekan sisa racun dari limbah yang telah diolah. Bak oksidasi ini terdapat ikan sebagai kontrol dari hasil pengolahan limbah, jika masih terdapat bahan-bahan organik berbahaya, maka ikan-ikan tersebut akan mati. Selanjutnya, masuk ke tahap effluent, pada tangki ini terdapat tumbuhan eceng gondok yang berfungsi menyerap logam berat yang terlarut dalam air. Tahapan akhir pengolahan limbah ialah tahapan Sluge Drying Bed, pada tangki Sluge Drying Bed berisis batubatu kali yang berfungsi menyaring apabila ada limbah lumpur aktif, setelah melewati tahap tersebut air yang sudah diolah dialirkan kembali pada sungai.

(a) (b) Gambar 3 (a) Tempat penampungan air limbah (b) tangki biorekator

III.5 SNI ISO 17025:2008 Persyaratan Umum Kompetensi Laboratorium Pengujian dan Laboratorium Kalibrasi Layanan laboratorium SEAMEO BIOTROP (SL SEAMEO BIOTROP) telah menerapkan sistem mutu yang sesuai dengan SNI 19-17025-2000 (ISO 17025:2008) yang secara teknis kompeten mampu menghasilkan data hasil pengolahan yang tepat dan akurat (valid). SNI ISO/IEC 17025:2008 membahas tentang Persyaratan Umum Kompetensi Laboratorium Pengujian dan Laboratorium Kalibrasi merupakan adopsi identik dari ISO 17025:2005 General requirements for the competence of testing and calibration laboratories dan merupakan revisi dari SNI 19-17025-2000. ISO/IEC 17025 pada awalnya dikeluarkan oleh Organisasi Internasional untuk standardisasi tahun 1999. ISO/IEC 17025 memiliki kompetensi bersifat spesifik untuk pengujian dan kalibrasi laboratorium dan itu berlaku untuk organisasi-organisasi yang menggunakan hasil pengujian dan kalibrasi. Isi dari ISO 17025 terdiri dari lima elemen, yaitu ruang lingkup, referensi normatif, istilah dan definisi, persyaratan manajemen, dan persyaratan teknis. Dua bagian utama dalam ISO 17025 ialah manajemen persyaratan dan persyaratan teknis. Persyaratan manajemen merupakan yang berkaitan dengan operasi dan keefektifan sistem manajemen mutu dalam laboratorium, sedangkan persyaratan teknis yang meliputi faktor-faktor yang menentukan kebenaran dan kehandalan pengujian dan kalibrasi dilakukan di laboratorium. Klausul klausul penting yang terdapat dalam ISO 17025:2008 yang dapat dikelompokkan menjadi beberapa bagian penting, yaitu sistem pengambilan keputusan yang berkaitan dengan manajer puncak, sistem penjaminan mutu, personil dalam bidang teknis, pengadministrasian yang baik serta fungsi bersama (sesuai tugas dan fungsi). Berdasarkan klausul-klausul penting yang menuyusun ISO 17025 sebagai standar nasional untuk layanan atau fasilitas suatu laboratorium, menyebutkan bahwa beberapa faktor yang dapat menentukan kebenaran atau kehandalan hasil pengujian atau kalibrasi yang dilakukan, diantaranya faktor manusia, akomodasi, dan kondisi lingkungan, metode pengujian, kalibrasi, dan validasi metode, peralatan, ketertelusuran pengukuran, pengambilan sampel, dan penanganan barang yang diuji dan dikalibrasi. Laboratorium penguji memiliki peranan penting dalam berbagai aspek kehidupan. Data hasil pengujian laboratorium sangat dibutuhkan baik dalam proses sertifikasi maupun dalam pengawasan mutu produk. Kesalahan dan ketidakakuratan dari data hasil uji dapat mengakibatkan kegagalan produksi, mutu produk yang tidak sesuai, dan membahayakan kesehatan bahkan kematian. ISO mendefinisikan akreditasi sebagai pengakuan formal terhadap suatu laboratorium penguji yang memiliki kompetensi untuk melakukan pengujian tertentu dengan standar ISO 17025:2008, sehingga mampu memberikan jaminan terhadap mutu dan keakuratan hasil uji sekaligus menjamin kompetensi laboratorium penguji.

BAB IV PENUTUP IV.1 Simpulan Berdasarkan hasil kunjungan ke SEAMEO BIOTROP menunjukan bahwa laboratorium tersebut memiliki laboratorium yang cukup lengkap dan juga ditunjang dengan peralatan laboratorium yang modern. SEAMEO BIOTROP merupakan suatu organisasi yang berada dibawah pemerintahan karena di Indonesia ini yang menunjang riset ilmu pengetahuan. IV.2 Saran Kunjungan tidak hanya dilakukan pada 2 laboratorium saja, tetapi lebih banyak laboratorium lagi dalam satu tempat, seperti SEAMEO BIOTROP yang memiliki fasilitas laboratorium yang cukup banyak, sehingga dapat lebih meningkatkan wawasan mahasiswa lebih dalam lagi. IV.3 Daftar Pustaka SNI ISO/IEC 17025. 2008. Persyaratan Umum Kompetensi Laboratorium Pengujian dan Laboratorium Kalibrasi. Jakarta (ID): Badan Standardisasi Nasional.

Anda mungkin juga menyukai