Anda di halaman 1dari 5

XENOPSYLLA CHEOPIS

XENOPSYLLA CHEOPIS
1. Morfologi Tubuh pipih bilateral, panjang 1,5-4,0 mm, jantan lebih kecil dari betina. Punyai tiga segmen thoraks. Mulut penghisap dengan tiga silet penusuk (epifaring dan silet maksila). Antena pendek, terdiri atas tiga ruas yang tersembunyi ke dalam lekuk kepala Telur ukuran 0,5 mm, oval, warna keputih-putihan. Larva bentuk memanjang, langsing seperti ulat, terdiri atas 3 ruas toraks dan 10 ruas abdomen yang masingmasing dilengkapi dengan beberapa bulu-bulu yang panjang

2. Siklus Hidup Pinjal bertelur 300-400 butir selama hidupnya. Pinjal betina meletakkan telur diantara rambut maupun di sarang tikus. Telur menetas dalam waktu 2 hari sampai beberapa minggu, tergantung suhu dan kelembaban. Telur menetas menjadi larva & hidup dari segala macam sisasisa organik dan mengalami 3 metamorfosa: berubah menjadi pupa (dibungkus dengan kokon pasir dan sisa-sisa kotoran lain) lalu mcnjadi pinjal Dalam waktu 24 jam pinjal sudah mulai menggigit dan mengisap darah.

Telur

Larva Pupa Pinjal

3. Infeksi Pasteurella pestis (Yersenia pestis) Gejalanya adalah demam dan menggigil. Bakteri akan ikut dengan aliran limfa sementara tubuh mengerahkan leukosit sehingga kelenjar limfa regional akan membengkak dan sakit. Pembengkakan ini disebut bubo yang sering kali pecah dan mengeluarkan nanah.

4. Diagnosa Untuk membantu menegakkan diagnosis pes dapat dilakukan pemeriksaan serologi, misalnya uji aglutinasi, ELISA, uji fiksasi komplemen, dan imunofluoresen antibodi (IFA). 5. Pengobatan Pada stadium dini,penderita dapat diobati dengan streptomisin, tetrasiklin atau kloramfenikol, dengan hasil yang memuaskan. Tanpa pengobatan, penderita pes pneumoni umumnya akan meninggal dunia. 6. Pencegahan Karena sangat menular, penderita pes harus diisolasi dan segera diobati. Orangorang yang pernah kontak harus juga di karantina dan diawasi dengan ketat dan diberi pengobatan pencegahan dengan tetrasiklin atau sulfonomid. Setiap orang yang akan berkunjung ke daerah endemik pes harus di vaksinasi untuk mencegah tertular penyakit pes. Pencegahan penyakit zoonis ini harus disertai dengan pemberantasan tikus dan roden menggunakan rodentisida sedangkan pinjal tikus diberantas dengan insektisida.