Anda di halaman 1dari 3

ISK (smith) Cara masuk bakteri o Periuretra/uretra naik saluran kemih o Naik dari VU ureter parenkima ginjal o Hematogen

gen imun/neonates stap.aureus, candida, M.tb o Limfatogenus dubur, limfatik kolon, periuretra Pertahanan host o Aliran kemih cegah naiknya kuman o Karakteristik urin osmolalitas, konsentrasi urea, konsentrasi asam organic, pH0 (-) pertumbuhan bakteri dan kolonisasi o Adanya retensi urin, stasis, refluks urin ke sal kemih atas infeksi + pertumbuhan o Gx fungsional/anatomi (+) terjadinya infeksi obstruksi, neurologis, DM, kehamilan, benda asing (batu, kateter) o Epitel trac.urin/ urothelial barrier fisik + pengenalan bakteri (bawaan) TLRs produksi mediator inflamasi kemoatraktan IL-8 (rekrut eosinofil ke daerah invasi) o Ginjal antibody urin dan serum spesifik opsonisasi bakteri + fagositosis (-) pertumbuhan bakteri o Perlindungan selular dan humoral yang dimediasi imun cegah infeksi o Inflamasi kesusakan jaringan fibrous hipertensi, preeclampsia selama kehamilan, disfungsi/gagal ginjal o Kemampuan adhesi bakteri pada mukosa/ sel atau Tdk bisa mengeluarkan zat terlarut dalam urin o Lingkungan periuretra (N: lactobacillus) perubahan kadar estrogen/penggunaan antibiotic FN uropathogen ISK o Prostat (menghasilkan seng antimikroba) Faktor patogenik bakteri o E. coli serogrup O, K, dan H uropatogen bertahan pada urotelal, perlawanan antibakterisidal serum manusia, produksi hemolisin, ekspresi Ag kapsuler K o E. coli fimbrae(pili) ligan pada reseptor glikolipid/ glikoprotein di permukaan urotelial diklasifikasikan u/ menyebabkan hemaglutinasi dan jenis gula menggumpalkan darah manusia ikat reseptor glikolipid pada sel uroepitelial, eritrosit dan sel tubulus pili tipe 1 menggumpalkan darah+ikat mannoside reesidu pada sel uroepitelial & bantu bakteri nempelpada mukosa kandung kemih. o 90 % Strain E.coli pielonefritis, 20 % UTI rendah o o o E.coli strain uropathogenic hemolisi yg invasi jaringan Antigen K serang bakteri yg difagositosis oleh neutrofil E.colii punya kemampuan u/serang ke sel inangopotunistik pathogen intrasel.

Faktor nekrosis sitotoksik

Afa/adhesi pili tipe 1 infasi ke sel inang intraseluler bakteri dewasa biofilm seperti tonjolan pada permukaan uroepithelial kandung bakteri dam matriks polisakarida dikelilingi oleh shell pelindung uroplakin.

Kambuhnya UTI kemampuan bakteri hasilkan uropatogenic utk serang+bertahan dan berkembangbiak pada sel iang.

Penyebab patogen o UTI disebabkan oleh spesies bakteri tunggal 80% sistitis dan pleonefritis karena E.Coli strain pathogen group O o o o o o o Hospital acquaired penyebab UTI yakni : pseudomonas , stapilococcus sp. S. aureus penyebarab lewat hematogen Grup B streptokokus beta-hemolitkus UTI pada bumil S. saprophiticus sbg kontaminan kemih sebabkan ISK tanpa komplikasi pada wanita Anak2 klebsiella dan enterobacter Anaerobic, laktobasilus, corynebacteria streptokokus dan S. epidermidis temuka flora periuretra normal (kontaminan kemih umum). o

Sistitis Dx o Ax o o o Tx o o o Sistitis rekuren Antibiotic kerja singkat (oral) TMP-SMX (e.coli/murah) dan nitrofurantoin (jika tanpa komplikasi), flouroquinolon Dosis tunggal < efektif Resistensi penicillin dan aminopenicilin tidak direkomendasikan Lab Urinalisis leukosit dalam urin; hematuria (+/-) Kultur urin organism penyebab (e.coli, gr (-) klebsiela, proteus; gr (+) saprophyticus dan enterococci) Radiografi/pencitraan jika tanpa komplikasi tidak perlu Disuria, frekuensi, urgensi Nyeri suprapubik (+) Hematuria Demam + gejala sistemik (jarang)

E.c reinfeksi bakteri sebelumnya/lain identifikasi lagi karena Tx berbeda > efektif tx pencegahan daripada kausatif/sumber infeksi Radiografi/pencitraan diindikasikan memberikan evaluasi penyeringan di saluran genitourinary dpt menggunakan IVP, Cytoscopi, CT scan, pyelogram retrograde. Tx pembedahan/buang bekas infeksim + profilaksis (anbiotik TMP-SMX); edukasi identifikasi kemungkinan infeksi pada diri sendiri/pasien; pengosongan VU + antibiotic jika berhubungan seksual; alternative lain estriol intravaginal, lactobacillus suppositoria vagina.

Sumber : Nickel JC. Interstitial cystitis: characterization and management of an enigmatic urologic syndrome. Rev Urol. 2002;4(3):112-121 Link http://www.medscape.com/viewarticle/564326_2