Anda di halaman 1dari 14

PERCOBAAN IV AMINA A. Tujuan Mahasiswa dapat mempelajari sifat-sifat senyawa organik melalui amina B. Dasar Teori 1.

Amina Amina merupakan senyawa yang mengandung nitrogen, yang mana gugus fungsionalnya adalah gugus amino (-NH2). Amina memnyerupai amonia, yang mana satu atau le ih atom hidrogen pada amonia diganti dengan alkil. !engan demikian, suatu amina mempunyai rumus "-NH2, "2-NH, dan "#-N. $enyawa amina paling sederhana dan mungkin merupakan amina yang paling umum adalah metilamin ( %H#NH2) dan etilamin (%H#%H2NH2) ($aker, 2&&'). Amina dikelompokkan se agai amina primer ((o), sekunder (2o), tersier (#o), atau amina)uartener (*o), tergantung pada N+, dikenal se agai kation amonium (,essenden, ('-.). 2. Reaksi-reaksi amina a. "eaksi su situsi dengan amina /egunaan reaksi ini adalah amina dapat digunakan untuk mensintesis amina lain dengan pengu ahan menjadi amida, yang disusul dengan en0ena sulfonil klorida digunakan untuk menguji apakah suatu amina itu primer, sekunder. Atau tersier. 1ji itu dise ut uji hins erg. Amina juga ereaksi dengan aldehida dan keton untuk menghasilkan imina dan enamina (,essenden, ('-.). . "eaksi amina dengan asam nitrit agaimana e erapa gigis alkil diikatkan pada atom N. Amina kuartener, (%H #)*

() Amina primer Amina primer ila direaksikan dengan NaN22 dan H%l

akan memnghasilkan garam dia0onium, tetapi garam alkil dia0onium tidak sta il dan terurai menjadi 3ampuran alkohol dan alkena ersama-sama N2. 4enguraian itu erlangsung lewat suatu kar okation. 2) Amina sekunder 5ila direaksikan dengan NaN22 dan H%l, amina sekunder (alkil ataupun aril) akan menhasilkan N-nitroso amina, senyawa yang mengandung gugus N-N62, anyak N-nitroso amina ersifat karsinogen. #) Amina tersier Amina tersier sukar diramalkan reaksinya se3ara keseluruhan dengan asam nitrit. $uatu aril amina tersier iasanya mengalami su stitusi 3in3in dengan 7N2 karena 3in3in itu diaktifkan oleh gugus 7N"2. Alkil amina tersier dapat kehilangan gugus " dan mem entuk suatu deri8at N-nitroso dari suatu amina sekunder ($uhartini, 2&&&) 3. 9aram amina "eaksi suatu amina dengan suatu asam mineral (seperti %H:) atau suatu asam kar oksilat (seperti asam asetat) menghasilkan suatu garam amina, karena kemampuannya

mem entuk garam, suatu amina yang tak larut dalam air dapat dilarutkan dengan mengolahnya dalam asam en3er. !engan 3ara ini, senyawa yang mengandung gugus amino dapat dipisahkan dari ahan- ahan yang tak larut dalam air maupun asam (,essenden, ('-.)

3. Si a!-si a! amina a. $ifat fisis amina !alam amina, aik ikatan %-N maupun N-H merupakan ikatan polar yang dise a kan oleh elektronegatifiras atom N. $ifat polar ikatan N-H pada amina menghasilkan pem entukan ikatan hidrogen dengan amina yang akan lain atau pun sistem ikatan hidrogen yang lain seperti amina dengan air dan amina dengan alkohol (A dillahh, 2&((). ;itik didih amina tersier le ih rendah daripada didihnya le ih dekat ke titik didih antara alkana yang molekulnya ersamaan (Nugrahaningtyas, 2&&'). $eyawa amina memiliki titik didih da titik le ur yang le ih tinggi dan le ih mudah larut dalam media air, apa ila di andingkan dengan alkana analog ($uhartini, 2&&&). Amina er o ot molekul rendah larut dalam air karena amina o ot

primer atau sekunder yang o ot molekulnya sepadan dan titik

mem entuk ikatan hidrogen dengan air. Amina tersier maupun amina sekunder dan primer dapat mem entuk ikatan hidrogen karena memiliki pasangan elektron menyendiri yang dapat digunakan untuk mem entuk ikatan hidrogen dengan air ($arker, 2&&') . $ifat spektial amina () $pekta inframerah :katan yang menim ulkan a sorpsi inframerah yang karakteristik amina adalah ikatan %-N dan ikatan N-H. $emua amina alifatik menunjukan ukuran %-N dalam daerah sidak jari. Namun hanya amina primer dan sekunder yang mana

menunjukan a sorpsi ukuran N-H yang er eda. 2) $pekta nmr Amina alifatik menunjukkan a sorpasi N-H pada harga . kurang ke ih (,&-2,& ppm, sedangkan aril amina menyerap sekitar 2,.-*,< ppm (Nugrahaningtyas, 2&&')

C. A"a! #an Ba$an 1. A"a! a. 9elas kimia 2&& m= . Hotplate 3. 4enjepit ta ung d. 4ipet tetes e. 4ipet 8olume ( m= f. 4ro pipet g. "ak ta ung reaksi h. ;a ung reaksi 2. Ba$an a. A)uades . Aliminium foil 3. Anilin d. >!;A e. H%l 2M f. Na2H 2M g. /ertas lakmus h. 4iridin

D. Prose#ur %erja 1. %e"aru!an #a"am a&ua#es a. !iam il # ta ung reaksi . !iisi ta ung reaksi ( dengan >!;A ? tetes, ta ung reaksi 2 dengan anilin ? tetes, ta ung reaksi # diisi dengan piridin ? tetes 3. !itam ah (& tetes a)uades pada masing-masing ta ung d. !i3atat dan diamati yang terjadi e. !iulangi per3o aan sekali lagi. 2. %e"aru!an #a"am 'C" a. !imasukkan ( m= aniline kedalam ta ung reaksi . !itam ah (& tetes H%l 2M 3. !igoyang ta ung reaksi dan diamati apa yang tejadi d. !iulangi per3o aan sekali lagi. 3. %e"aru!an #a"am NaO' a. !imasukkan ( m= larutan Na2H 2M kedalam ta ung reaksi yang sudah erisi larutan dari per3o aan 2 . !iamati apa yang terjadi dan di3atat hasilnya 3. !imasukkan ( m= amina hidroklorida kedalam ta ung reaksi d. !itam ahkan Na2H 2M e. !ipanaskan selama 2 menit f. !iperiksa dengan kertas lakmus, di3atat apa yang terjadi g. !iulangi per3o aan sekali lagi.

E. 'asi" Pen(ama!an 1. Ta)e" 'asi" Pen(ama!an a. /elarutan dalam Air No. (. 2. Sam*e" >!;A Anilin Pereaksi 'asi" =arutan 5ening ;idak =arut, 2 fase atas merah ke3oklatan, awah ening =arutan 5ening

Air #. 4iridin

/elarutan dalam H%l No. (. 2. Sam*e" Anilin Anilin Pereaksi H%l 2M H%l 4ekat 'asi" ;idak =arut =arutan Merah /e3oklatan

3.

/elarutan dalam Na2H No. (. Sam*e" Anilin Pereaksi H%l 2M + 'asi" 2 fase (atas merah,

Na2H + pemanasan =akmus Merah

awah ening) ;etap tidak eru ah @arna =akmus tetap merah (atas) @arna =akmus

=akmus 5iru

menjadi iru ( awah) @arna =akmus menjadi merah (atas) @arna =akmus tetap iru ( awah)

2.

Anilin

H%l pekat + Na2H + pemanasan =akmus Merah

2 fase (atas merah, awah ening) ;etap (tidak eru ah) @arna =akmus tetap merah (atas) @arna =akmus

=akmus 5iru

menjadi iru ( awah) @arna =akmus menjadi merah (atas) @arna =akmus tetap iru ( awah)

2. Reaksi a. >!;A dan H22

. Anilin + H22

NH2 H + H22

NH2

3. 4iridin + H22

d. Anilin + H%l

e. Anilin + Na2H

+. Pem)a$asan 4er3o aan yang erjudul mengenai amina ertujuan untuk mengetahui

sifat-sifat senyawa organik melalui amina. Amina merupakan turunan organik dari ammonium dimana satu atau le ih atom hidrogen pada nitrogen telah tergantikan oleh gugus alkil atau aril. Amina dapat diklasifikasikan menjadi amina primer, amina sekunder dan amina tersier, tergantung pada e erapa atom hidrogen yang tergantikan. 4er3o aan pertama adalah menentukan kelarutan senyawa-senyawa organik golongan amina dengan air, yaitu >!;A, anilin, dan piridin. >!;A (asam etilen diamin tetra asetat) merupakan salah satu jenis asam polikar oksilat dan merupakan jenis amina alifatik tersier, dimana atom nitrogennya mengikat # atom kar on rantai ter uka. :katan pada >!;A yaitu ikatan N yang ersifat asa dapat mengikat ion H+ dan ikatan kar oksil yang ersifat asam menye a kan >!;A dapat larut dengan air dan menghasilkan warna yang ening. /elarutan >!;A ini terjadi karena adanya reaksi erarti reaksi terjadi dalam molekul itu sendiri. Anilin intramolekul yang

merupakan jenis amina aromatik primer, dimana atom nitrogennya mengikat ( atom kar on dari gugus aromatik. Anilin merupakan 3airan minyak tak erwarna yang mudah menjadi 3oklat karena oksidasi atau terkena 3ahaya. Anilin dengan air menghasilkan larutan yang tidak larut dan menghasilkan larutan dua fase yang erwarna merah- ening, warna merah yang erasal dari warna anilin yang teroksidasi dan ening dari warna >!;A. Hal ini dise a kan oleh anilin yang hanya memiliki ( ikatan hidrogen sehingga hasil yang

diperoleh adalah sukar larut, sedangakan pada >!;A aromatik serta resonansi yang ada pada senyawa ini

anyak mem entuk menye a kan tidak

ikatan hidrogen sehingga le ih larut dalam air. Anilin strukturnya erupa 3in3in mampunya anilin mem entuk ikatan hidrogen dengan senyawa air sehingga anilin sulit mem entuk ikatan hidrogen intramolekular dengan air. Adapun senyawa dengan struktur erupa 3in3in aromatik sifatnya 3enderung sta il er3ampur dalam air, karena atom-atom didalamnya mengalami resonansi dan menye a kan anilin ersifat nonpolar sehingga tidak dapat larut atau mem entuk larutan dua fase. 4iridin adalah asa organik dengan p/ -,<? merupakan amina aromatis tersier dengan hi ridisasi sp2, pasangan elektron e as nitrogen piridin le ih tertarik ke arah 3in3in aromatis sehingga sifat ke asaannya dan kenukleofilannya agak rendah. Hasil yang diperoleh dari reaksi antara piridin dalam air adalah piridin dapat larut dan larutan erwarna ening. 4iridin memiliki sifat mudah larut dalam air dengan titik didih ((?o% dan erat molekul <',(&. Amina dengan jumlah atom kar on di awah enam iasanya larut dalam air aki at adanya interaksi ikatan hidrogen. Meskipun nitrogen tidak seelektronegatif oksigen namun mampu mempolarisasi ikatan N-H sehingga ter entuk gaya dipol-dipol yang kuat antara molekulnya. 4er3o aan kedua adalah menguji kelarutan anilin dalam asam dengan mereaksikan senyawa anilin dengan H%l 2M dan H%l pekat. Hasil yang diperoleh adalah anilin dapat larut dengan H%l pekat dan menghasilkan warna merah ke3oklatan serta dapat mengu ah kertas lakmus iru menjadi merah. ;etapi reaksi antara anilin dan H%l 2M tidak dapat larut. Anilin merupakan amina aromatis primer. "eaksi su stitusi terhadap amina aromatis dapat erupa su stitusi pada 3in3in en0ena atau su stitusi pada gugus amina. "eaksi antara anilin dengan asam klorida mem entuk garam ammonia hidroklorida yang dapat larut, serta reaksi anilin dengan H%l dapat mengu ah kertas lakmus yang erwarna iru menjadi merah, hal ini juga menandakan ahwa 3ampuran atau reaksi yang terjadi antara anilin dan H%l ersifat asam. 4ada penam ahan antara anilin dengan H%l 2M tidak dapat larut atau er3ampur dikarenakan

kurang pekatnya konsentrasi H%l yang digunakan. $edangkan dalam H%l pekat, anilin mem entuk larutan merah ke3oklatan yang erasal dari warna dasar merah pada anilin dan putih kekuningan pada H%l pekat, adanya peru ahan warna menunjukkan ahwa anilin le ih larut sempurna dalam H%l pekat. Hal ini terjadi karena H%l pekat memiliki kemampuan protonasi yang le ih kuat di andingkan dengan H%l en3er. !alam H%l en3er, anilin tidak mengalami protonasi sempurna, sehingga ada se agian anilin yang mengendap mem entuk gelatin. 4er3o aan ketiga adalah mereaksikan aminohidroklorida dari hasil reaksi anilin dengan asam klorida dengan senyawa Na2H. =arutan anilin yang se elumnya ditam ah H%l 2M ketika direaksikan dengan Na2H mem entuk 2 fase yaitu pada agian atas erwarna merah tua sedangkan pada agian awah erwarna keruh. Aang menandakan anilin tidak larut dalam Na2H. Hal ini dise a kan karena Na2H merupakan pelarut asa kuat dimana gugus amina (NH2) pada anilin sendiri merupakan asa lemah sehingga keduanya tidak ereaksi. 4enam ahan asa kuat dalam garam amina menghasilkan larutan dengan pH yaitu (* karena Na2H dapat mengikat sisa asam yang ada pada mekanisme reaksi pada tahapan se elumnya menyangkut serangan nukleofil oleh amina pada atom kar on dari turunan asam. 4ada per3o aan ketiga, penam ahan asa kuat pada garam amina menghasilkan larutan dengan pH asam lemah pada lapisan atas, dimana garam amina erasal dari anilin dan H%l yang mem entuk aminohidroklorida. $edangkan pada lapisan awah yaitu Na2H yang merupakan asa kuat. Hal ini yang menye a kan reaksi Na2H dan aminohidroklorida le ih asam lemah daripada reaksi anilin dengan H%l. $edangkan pada anilin dengan H%l, anilin erfungsi mem entuk garam yang karena sifat ioniknya larut dalam lapisan air sedangkan pada reaksi aminohidroklorida dengan Na2H tidak larut sehingga menim ulkan keadaan dua fase pada reaksinya. /eadaan dua fase ini dise a kan karena per edaan massa jenis antara Na2H dan aminohidroklorida dimana massa jenis Na2H le ih esar daripada aminohidroklorida. $elain itu juga dapat dise a kan karena jumlah anilin yang kurang 3ukup untuk dapat terlarut,

mengingat anilin juga dapat digunakan se agai pengemulsi sehingga jika jumlah yang ditam ahkan sedikit tidak dapat men3apai keseim angan dan ter entuklah larutan dua fase (adanya tegangan permukaan di antara fase). Alasan lainnya ialah karena Na2H mampu mengikat sisa asam yang ada pada mekanisme se elumnya, yakni saat anilin ditam ahkan dengan asam kuat, yaitu H%l. /emudian jika dilihat erdasarkan sifat keasaman dari anilin, anilin merupakan asa lemah sehingga dapat larut dalam asam karena adanya serah terima elektron mem entuk garam. $edangkan di dalam Na2H, anilin tidak dapat larut karena tidak terjadi serah terima elektron, sehingga anilin tidak dapat mem entuk garam. Hal ini yang menye a kan anilin terpisah terletak di agian atas dan Na2H se agai asa kuat erada di agian awah. $enyawa amina memiliki kegunaan yang luas dalam kehidupan yaitu dapat erguna se agai pen3egah korosif, akterisida, fungisida, dan pengemulsi. $enyawa amina yang relatif sederana sangat penting dalam fungsi tu uh manusia, di antara lain adalah sekresi kelenjar adrenal, epinefrin dan norepinefrin, dopamin dan serotonin, serta dapat digunakan se agai o at parasit =eishmania.

,. %esim*u"an 5erdasarkan per3o aan yang telah dilakukan, dapat dismpulkan ahwaB (. /elarutan amina dalam air, amina yang dapat larut dalam air adalah >!;A dan piridin sedangkan anilin tidak dapat larut dalam air 2. /elarutan amina dalam H%l, anilin tidak dapat larut dalam H%l 2M tetapi larut di dalam H%l pekat #. /elarutan dalam Na2H, aminohidroklorida yang erasal dari H%l 2M maupun H%l pekat tidak dapat larut dalam larutan Na2H

!A,;A" 41$;A/A

A dillah, H.=. 2&((. Proses Pembentukkan Toluen Dikarbonat Sebagai Intermediet Dalam Sintesis Toluen Isosiana. Curnal ;eknologi !irgantara 8ol. . No. # ,essenden. ('-.. Kimia Organik Edisi Ketiga. >rlangga B Cakarta Nugrahaningtyas, !wi /. 2&&'. Preparasi dan Karakterisasi Katalis Logam Tak Tersulfidasi. Curnal Dol. ' No. 2 $arker, $.4. 2&&'. Kimia Untuk Mahasis a !armasi. 4ustaka 4elajar B Aogyakarta $uhartini, $. 2&&&. Identifikasi Sen"a a #mina #romatik Le at Iodinisasi Menggunakan Kromatrografi $as Spektroskopi Massa. Curnal $eminar Nasional. Aogyakarta

Anda mungkin juga menyukai