Anda di halaman 1dari 3

Kobalt adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Co dan nomor atom 27.

Warna sedikit berkilauan, metalik, keabu-abuan. Penggolongan Metalik Ketersediaan, unsur kimia kobalt tersedia di dalam banyak formulasi yang mencakup kertas perak, potongan, bedak, tangkai, dan kawat. contoh besar dan kecil unsur kimia.

Unsur kimia kobalt juga merupakan suatu unsur dengan sifat rapuh agak keras dan mengandung metal serta kaya sifat magnetis yang serupa setrika. Unsur kimia kobalt adalah batu bintang. Deposit bijih. Cobalt-60 ( 60 Co) adalah suatu isotop yang diproduksi menggunakan suatu sumber sinar ( radiasi energi tinggi). 3.1 Sifat-Sifat Kobalt a. Sifat Fisik Kobalt Sifat fisik Kobalt antara lain sebagai berikut: Melebur pada suhu 14900 C dan mendidih pada suhu 35200 C. Memiliki 7 tingkat oksidasi yaitu -1, 0, +1, +2, +3, +4 dan +5. Kobalt relatif tidak reaktif, meskipun ia larut lambat sekali dalam asam mineral encer. Unsur kimia Kobalt juga merupakan suatu unsur dengan sifat rapuh agak keras dan mengandung metal serta kaya sifat magnetis yang serupa setrika. Unsur kimia Kobalt adalah batu bintang. Logam berwarna abu abu.

b. c.

Sifat Kimia Kobalt Sifat-sifat kimia kobalt antara lain sebagai berikut: Mudah larut dalam asam asam mineral encer Kurang reaktif Dapat membentuk senyawa kompleks Senyawanya umumnya berwarna Dalam larutan air, terdapat sebagai ion Co2+ yang berwarna merah Senyawa senyawa Co(II) yang tak terhidrat atau tak terdisosiasi berwara biru. Ion Co3+ tidak stabil, tetapi kompleks kompleksnya stabil baik dalam bentuk larutan maupun padatan. Kobalt (II) dapat dioksidasi menjadi kobalt(III) Bereaksi dengan hidogen sulfida membentuk endapan hitam Tahan korosi Sifat Mekanik Kobalt Penambahan unsur kobalt akan memperbaiki sifat kekerasan baja. Kekerasan meningkat dan tahan aus serta stabil pada suhu yang tinggi.

3.2 Proses Pembuatan Kobalt Unsur cobalt di alam selalu didapatkan bergabung dengan nikel dan biasanya juga dengan arsenik. Mineral cobalt terpenting antara lain Smaltite (CoAs2), cobalttite (CoAsS) dan Lemacite ( Co3S4 ). Sumber utama cobalt disebut Speisses yang merupakan sisa dalam peleburan bijih arsen dari Ni, Cu, dan Pb. Unsur cobalt diproduksi ketika hidroksida hujan, akan timbul hipoklorit sodium ( NaOCl) . Berikut reaksinya : 2Co2+(aq) + NaOCl(aq) + 4OH-(aq) + H2O 2Co(OH)3(s) + NaCl(aq) Trihydroxide Co(OH)3 yang dihasilkan kemudian dipanaskan untuk membentuk oksida dan kemudian ditambah dengan karbon sehingga terbentuklah unsur kobalt metal. Berikut reaksinya : 2Co(OH)3 (heat) Co2O3 + 3H2O 2Co2O3 + 3C 4Co(s) + 3CO2(g)

3.3 Logam Paduan Kobalt 1. Nikel dan Paduan Kobalt Merupakan rangkaian buat bahan pesawat Tidak mudah korosif Kobal selalu terdapat bergabung dengan Nikel dan biasa juga dengan arsen. Sumber utama kobal adalah speisses , yang merupakan sisa dalam peleburan bijih arsen dari Ni, Cu, Pb. 2. Alloy Alloy adalah paduan kobal-based dengan kekuatan yang sangat baik suhu tinggi dan ketahanan oksidasi yang baik untuk 2000 F (1093 C). Tingkat krom tinggi ditambah dengan penambahan kecil lantanum

menghasilkan skala yang sangat ulet dan protektif. paduan ini juga memiliki ketahanan sulfidasi baik dan stabilitas metalurgi yang sangat baik ditampilkan oleh keuletan baik setelah terlalu lamaterkena suhu yang tinggi.

3.4 Penggunaan kobalt di Industri 1. 2. 3. 4. Radioisotop dalam industri. Kobal-60: Digunakan untuk sterilisasi gamma, radiografi industri, kepadatan dan ketinggian mengisi. Industri mobil memakai paduan bahan kobalt. Paduan baja dan kobalt banyak digunakan untuk konstruksi pesawat terbang atau konstruksi yang harus tahan panas dan tahan aus. Logam Cobalt sebenarnya dibutuhkan manusia dalam jumlah yang sangat sedikit untuk proses pembentukan butir darah merah. Cobalt (Co) dalam jumlah tertentu dibutuhkan tubuh melalui Vitamin B12 yang masuk ke tubuh manusia 3.5 Tingkat Bahaya Kobalt 1. 2. 3. 4. Toksisitas kobalt cukup rendah dibandingkan dengan logam lain dalam tanah. Hewan diberikan kobalt klorida perorally atau melalui suntikan menunjukkan konsentrasi yang lebih tinggi dalam hati, dengan konsentrasi agak rendah di ginjal dan limpa. Kobalt garam terhirup menyebabkan iritasi pernafasan mungkin menyebabkan oedema paru (pneumonia kimia) pada hewan. Cobalt (Co) dalam jumlah yang besar yang masuk ke dalam tubuh akan merusak kelenjar gondok, sel darah merah menjadi berubah, tekanan darah menjadi tinggi, pergelangan kaki menjadi bengkak, penyakit gagal jantung, sesak nafas, batuk-batuk dan kondisi badan yang lemah.(bagus_edi)