Anda di halaman 1dari 23

Aplikasi Transfer Gen Dalam Akuakultur

Presented By: Naila Jazila 1005600321 Ninda Rizkiyani 1005560321 Robeto 1005630321

Latar Belakang
Tantangan untuk melipatgandakan produksi pangan disektor pertanian (termasuk perikanan) ditahun 2025 dan 3x lipat ditahun 2050 meningkatnya populasi manusia ditahun 2050 Peningkatan produksi perikanan, dalam hal ini seafood, diperlukan sekitar 7x lipat di tahun 2020 (Hew & Fletcher 1997) Produksi pertanian telah mencapai titik maksimum pemupukan dan selektif breeding kualitas tanah, air dan udara yg jelek Peluang pengembangan dibidang perikanan.

Perbaikkan mutu genetik untuk meningkatkan produksi dan produktivitas ikan dapat dilakukan dengan berbagai cara :
Melakukan persilangan/hibridisasi untuk mendapatkan sifat unggul yang lebih baik dari populasi asal. Memanfaatkan keunggulan jenis kelamin jantan. Ex : sex reversal, androgenesis/genogenesis, dan pembentukan pejantan super. Melakukan seleksi terhadap karakter penting. Dengan DNA recombinant/gene transfer/transgenic. Gordon et al (1980) telah berhasil membuat Tikus Transgenik

Transgenik
Transgenik Trans : pindah dan Gen: pembawa sifat. Teknologi transgenik adalah suatu proses mengintroduksikan satu atau lebih DNA asing ke hewan uji dengan tujuan untuk memanipulasi genotipenya kearah yang lebih baik dan selanjutnya dapat ditransmisikan ke keturunannya (Beamont & Hoare 2003). Teknologi transgenesis ini telah diaplikasikan pada bidang akuakultur sejak tahun 1985 di Cina dengan mengintroduksi gen pengkode hormon pertumbuhan yang berasal dari manusia pada ikan maskoki (Zhu et al. 1985). Transgenik atau teknologi DNA rekombinan (rDNA) merupakan rekayasa genetik yang memungkinkan kombinasi ulang (rekombinasi) atau penggabungan ulang gen dari sumber yang berbeda secara in vitro

Menurut Hackettt (1993), ada tiga tahapan utama untuk menghasilkan ikan transgenik : 1. mempersiapkan konstruksi gen yang tersusun atas gen penyandi protein tertentu dan elemen regulator yang mengontrol/mengendalikan ekspresi gen 2. mengintroduksi konstruksi gen ke dalam inti sel embrio yang sedang berkembang supaya bisa didistribusikan ke semua jaringan tubuh ikan 3. mengidentifikasi individu ikan yang mengekspresikan gen asing atau transgen

Pembentukkan ikan Transgenik melalui transfer DNA contruct dapat dilakukan dengan beberapa metode (Tsai, 2008)

1. Mikroinjeksi
Tekhnik Gen yg akan diintroduksikan disuntikkan ke sel menggunakan mikropipet dan dilakukan dibawah mikroskop dengan bantuan mikromanipulator. Prinsip : memasukkan gen ke dalam sitoplasma embrio yang sudah dibuahi hingga terintegrasi dengan genom inang Penyuntikan dilakukan sebelum proses mitosis 1 Keuntungan embrio ikan : Jumlah telur ikan yang relatif banyak

Masalah
Inti telur ikan yg telah dibuahi relatif sulit diidentifikasi dimikroskop karena ukurannya kecil dan volume sitoplasma besar (Hacket, 1993). fase satu sel dari embrio berlangsung dalam waktu singkat (antara 30 hingga 40 menit setelah pembuahan) tidak semua telur terinjeksi. Korion telur sangat keras dan sulit ditembus oleh mikropipet.

Menyuntikkan gen dengan jumlah copy yang banyak ke sitoplasma telur yang dibuahi Jumlah copy gen yang disuntikkan: Sitoplasma : 106 sampai 108 Inti telur : 5.000 10.000 Pada ikan rainbow korion yg telah dibuahi ditusuk dengan jarum metal dan gen disuntikkan melalui lubang yg terbentuk dengan menggunakan gelas mikropipet (Chourrout et al,1986) Pada ikan cyprinids, korion dibuang dengan bantuan proteinase dan selanjutnya telur dapat disuntikkan dengan mudah (Ueno, et al 1994).,

Percobaan

Tahapan Mikroinjeksi
Persiapan Gen : darah, daging, sirip ataupun sisik. Isolasi dan purifikasi DNA. Isolasi promotor (Restriksi DNA) Koleksi Telur, sperma dan Fertilisasi Injeksi Gen ke Dalam Telur Catatan: Dalam transgenik mikroinjeksi, penginjeksian gen dapat dilakukan pada dua tempat,yaitu : Pronukleus Zygot, yaitu pada blastodisnya

Skematis Gen Pusher untuk Mikroinjeksi Telur.

Metode Mikroinjeksi Gen pada Pronukleus Telur

Zebra fish flourescent

2. Elektroforesis
Tekhnik : serangkaian listrik arus pendek untuk melemahkan membran sel untuk membantu transgen atau DNA rekombinan masuk dalam sel tertentu Tekhnik elektroforesis telah digunakan dalam beberapa spesies ekonomis penting seperti channel catfish, carp (powers et al. 1992), dan salmon (sin et al. 1993; sy monds et al. 1994) Metode ini mudah dan cepat dan memungkinkan untuk melakukannya pada ratusan oosit ikan atau telur ikan yang telah difertilisasi dalam satu kali kejutan (Inoue et al, 1990). Prinsip : gamet atau embrio ditempatkan pada suatu cuvet yang mana membran selnya permiabel terhadap molekul DNA bila mendapatkan aliran (pulsa) listrik pendek (beberapa saat) aliran listrik

Kelebihan metode elektroporasi


(1)Teknik transfer gen secara masal (2)Mengatasi beberapa kekurangan karakter telur warna yang kabur/buram, menempel, melayang, pronukleus yang tidak tampak, dan korion yang keras (3)Sperma ikan mudah ditangani karena penambahan air secara sederhana mampu untuk mengaktifkan sperma (4)Sperma dari hewan akuatik dapat

3. Retroviral Infection (Infeksi pada Virus)

Tekhnik : virus ditumpangi oleh gen yang dikehendaki dan diintroduksikan kedalam embrio hewan. Sel diinfeksi dengan retrovirus maka akan menghasilkan DNA virus, setelah DNA ditranskripsikan akan berintegrasi dan menjadi bagian dari genome induk Ikan yang telah diuji coba dengan tekhnik ini adalah ikan gapy dan cray fish menyuntikkan vektor ke daerah gonad

4. Sperm-mediated Gene Transfer (Sperma sebagai Pembawa Gene) Prinsip : Pengikatan gen oleh sperma sperma dalam keadaan motil dan konsentrasi DNA cukup tinggi Lu et al ( 2002) membuat ikan silver sea bream transgenik dengan menyuntikkan cDNA (hormone pertumbuhan ikan rainbow trout dengan promoter ikan mas -actin) yang dicampurkan dengan liposom ke gonad ikan Testis-Mediated

Gene Transfer

5. Particle Bombardment (Partikel Gun atau Biolistik)

DNA diikat pada miropartikel Keuntungan : Mudah ditangani dengan satu kali tembakan akan menghasilkan beberapa sasaran Partikel dapat mencapai sasaran yang lebih dalam Dapat digunakan pada berbagai macam jaringan (Potrykus, 1996) Pada ikan telah dicobakan oleh

Aplikasi Transfer Gen Dalam Akuakultur


Peningkatan pertumbuhan Peningkatan terhadap daya tahan terhadap suhu dingin Peningkatan daya tahan tubuh terhadap pathogen

Peningkatan pertumbuhan ikan transgenik spesies ekonomis penting menggunakan GH


Spesies Ikan Promoter Sumber Fgen GH Peningktn Pertmbhn

Ikan mas Lele Tilapia

MMT RSV RSV CMV Op-AFP

Atlantic salmon
Pacific salmon

op-AFP
op-AFP

GH manusia Rainbouw trout GH cDNA Coho GH cDNA GH cDNA Chinook GH cDNA tilapia GH cDNA salmon GH minigene GH cDNA salmon

1,1 1,2-1,4 1,2 2,5 1,81 2 3-10 3-10 3-11

Sumber : Hew dan Fletcher, 2001 : Hinits dan Moav, 1999