Anda di halaman 1dari 9

SWAMEDIKASI

B A T U K

Disusun oleh :

NOVI MEGA RIANITA, S.FARM NURFITRIA JUNITA, S.FARM NURWAHIDA, S.FARM

1220242185 1220242186 1220242187

PROGRAM PROFESI APOTEKER FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SETIA BUDI 2012

PENDAHULUAN

Dewasa ini masyarakat sudah menjadi lebih insyaf akan tanggung jawabnya atas kesehatan diri dan tanggung jawabnya. Dimana mana dirasakan kebutuhan akan penyuluhan yang jelas dan tepat mengenai penggunaan secara aman dari obat - obatan yang dapat dibeli bebas di apotek guna swamedikasi. Swamedikasi berarti mengobati segala keluhan dari diri sendiri dengan obat obat yang dibeli bebas di apotek atau toko obat atas inisiatif sendiri tanpa nasehat dokter.

Salah satu keuntungan swamedikasi yang dapat disebut adalah, bahwa seringkali obat obat untuk itu memang sudah tersedia di lemari obat dari banyak rumah tangga. Lagipula bagi orang yang tinggal di desa terpencil, dimana belum ada perlu dokter, swamedikasi akan menghemat banyak waktu yang diperlukan untuk pergi ke kota mengunjungi dokter.

Namun,

tidak semua keluhan atau gejala dapat ditangani dengan swamedikasi.

Adapun gangguan ringan yang biasanya sembuh dengan sendirinya (tanpa obat) seperti salesma, batuk, flu, nyeri kepala dan tenggorokan, sekali kali nyeri lambung, punggung atau nyeri otot yang tidak terus menerus layak bgi swamedikasi.

Setiap orang, tua atau muda, pernah menderita gangguan batuk. Berhubung batuk mengganggu baik dirinya sendiri maupun lingkungannya, maka dapat dimengerti bahwa orang ingin secepatnya menekan gejala batuk ini dengan minum suatu obat pereda batuk.

Tetapi apakah tindakan demikian selalu tepat? Bila batuk ini disebabkan oleh sesuatu yang menggelitik tenggorokan sehingga orang misalnya tidak dapat tidur atau menggganggu sekali bila bicara, maka menggunakan obat pereda batuk dalam keadaan ini adalah benar. Namun bila saluran pernafasan dipenuhi dengan lendir, maka mekanisme batuk yang dapat mengeluarkan lendir ini justru sangat melegakan.

PEMBAHASAN

Pengertian Batuk Batuk adalah mekanisme tubuh untuk mengeluarkan benda asing atau dahak dari saluran nafas bagian atas dan paru paru. Batuk juga bisa timbul sebagai reaksi atas iritasi pada saluran nafas. Batuk hanya gejala dari suatu penyakit dan biasanya gejala batuk tidak berdiri sendiri, ada gejala lain yang menyertainya.

Mekanisme Batuk Selaput lendir dari saluran pernafasan bagian atas seperti hidung, tengggorokan, cabang dan ranting ranting tenggorokan dilapisi oleh apa yang namanya bulu getar. Dengan gerkan berombak pelan pelan yang terus menerus, bulu getar ini menyapu lendir, yang merupakan larutan encer yang tidak berwarna, ke jurusan tnggorokan yang kemudian dikeluarkan dengan meludah atau ditelan (kira kira 100 ml seharinya). Bilamana bulu getra ini tidak berfungsi dengan baik, maka timbullah refleks batuk atau bersin yang melepaskan dan mengeluarkan zat zat yang masuk ke dalam saluran pernafasan Lendir ini berfungsi membersihkan jaringan paru paru yang halus dan melindunginya terhadap masuknya mikroorganisme mkroorganisme dan debu. Selain itu lendir juga menghindari mengeringnya selaput lendir dan mengerasnya bulu getar. Refleks batuk adalah keinginan spontan untuk batuk yang ditimbulkan oleh rangsangan dari selaput lendir pernapasan yang terletak di hypofarynx, pangkal tenggorok (larynx) dan di sekitar percabangan saluran-saluran pernapasan sentral. Di sekitar selaput lendir ini terdapat ujung-ujung saraf sebagai unsur-unsur penerima (receptors) yang peka terhadap zat-zat perangsang. Melalui jaringan saraf, rangsangan ini diteruskan ke pusat batuk yang terletak di sumsum lanjutan. Seluruh rangsangan yang masuk dikoordinasikan disini, kemudian dikirimkan sinyal-sinyal melalui saraf-saraf ke otot-otot iga dan perut untuk menimbulkan reflex batu. Pusat batuk dihubungkan dengan pusat-pusat lain di sumsum lanjutan, yaitu pusat nafas, pusat muntah dan pusat lendir. Gejala gejala Batuk Pengeluaran udara dari saluran pernapasan secara kuat, mungkin disertai dengan pengeluaran dahak Tenggorokan sakit dan gatal

Penyebab Batuk dapat disebabkan oleh beberapa hal antara lain : a. Infeksi Produksi dahak yang sangat banyak karena infeksi saluran pernapasan. Misal flu, bronchitis, dan penyakit yang cukup serius meskipun agak jarang yaitu pneumonia, TBC dan kanker paru-paru. b. Alergi Masuknya benda asing secara tidak sengaja ke dalam saluran pernapasan Misal : debu, asap, cairan dan makanan Mengalirnya cairan hidung ke arah tenggorokan dan masuk ke saluran pernapasan. Misal ; rhinitis alergika, batuk pilek. Penyempitan saluran pernapasan

Jenis Batuk a. Batuk produktif (Batuk Berdahak) Merupakan suatu mekanisme perlindungan dengan fungsi mengeluarkan zat-zat asing (kuman, debu dan sebagainya) dan dahak dari batang tenggorokan. Maka pada dasarnya jenis batuk ini tidak boleh ditelan. b. Batuk non-produktif (Batuk Kering) Bersifat kering tanpa adanya dahak atau juga karena pengeluarannya memang tidak mungkin seperti pada tumor. Batuk jenis ini tidak ada manfaatnya, maka haruslah dihentikan.

Berdasarkan lamanya batuk Batuk akut (kurang 3 minggu) paling sering karena infeksi saluran napas atas (khususnya common cold, sinusitis bacterial akut, dan pertusis), tetapi kelainan yang lebih, serius seperti pneumonia, emboli paru, dan congestive heart failure. Batuk kronik (lebih dari tiga minggu) pada perokok meningkatkan kemungkinan PPOK atau kanker bronkogenik. Pada bukan perokok dengan foto toraks normal dan tidak menggunakan ACE inhibitor, penyebab batuk paling sering adalah postnasal drip, asma, dan gastroesophageal reflux.

Jenis jenis Obat dalam Sediaan Obat Batuk 1. Batuk produktif a. Ekspektoransia Berfungsi memperbanyak produksi dahak dan dengan demikian mengurangi kekentalannya, sehingga mempermudah pengeluarannya. Obat ini banyak

mengandung ekspektoran. Biasanya Amonium klorida,Natrium sitrat, Guaiakol dan senyawa-senyawanya guaifenesin dan K-sulfuguaikolat,ekstra kayu manis atau minyak-minyak terbang (minyak permen,adas,mentol,dll). b. Zat-zat pelumas Obat-obat ini memperlunak rangsangan batuk, memperlicin agar kering dan melunakkan selaput lender yang teriritasi. Untuk tujuan ini banyak digunakan sirup (thimi dan altheae). Obat batuk hitam (OBH) mengandung ammonium klorida, ammonia, anis, dan kayu manis. Karena tidak mengandung gula, obat batuk ini dapat diminum oleh penderita penyakit kencing manis (diabetes). Bagi bayi, anak-anak kecil dan ibu-ibu yang hamil atau menyusui, terutama sirop tym dan altheae sangat cocok karena tidak mempunyai efek samping, enak rasanya dan sangat aman. Juga obat batuk putih yang mengandung minyak anis banyak digunakan bagi anakanak kecil. 2. Batuk nonproduktif a. Zat-zat pereda Noskapin adalah suatu alkaloida dari candu, dengan daya meredakan geletika batuk yang walaupun lebih lemah daripada kodein, tetapi tanpa sifat-sifat buruknya (ketagihan, sesak napas, dan sembelit). Sebagai efek samping jarangjarang terjadi nyeri kepala, rasa kantuk dan reaksi kulit. Sebaiknya, wanita yang (akan) hamil jangan menggunakan obat ini. Dosisnya : dewasa 3-4 kali sehari 3050 mg, maksimal 250 mg sehari. Dekstrometorfan adalah turunan buatan dari kodein dengan efek menekan batuk yang hamper sama kuatnya, tetapi juga tanpa sifat-sifat buruknya. Efek sampingnya hanya berupa rasa kantuk ringan dan perasaan mual. Dosisnya : 3-4 kali sehari 15 mg. b. Antihistaminika Selain itu juga sering skali digunakan suatu antihistaminika dengan efek meredakan pula terhadap rangsangan batuk. Sangat terkenal adalah difenhidramin (Benadryl

sirup) dan prometazin (phenergan sirup). Sirop dengan prometazin sebaiknya jangan diberikan pada anak-anak dengan usia di bawah 1 tahun. c. Tablet hisap Pada keadaan darurat gula-gula (drop, permen), atau tablet hisap (yang digunakan padanyeri tenggorok) juga dapat meringankan batuk, karena pada hakekatnya gerakan menelan sudah memberikan efek menekan rangsangan batuk.

Terapi Nonfarmakologi (Batuk Kering) Minum banyak air, terutama air hangat untuk menjaga kelembaban saluran pernapasan. Kumur dengan air putih selama 1 menit, 3 kali sehari, untuk meredakan gejala. Jauhi lingkungan/tempat yang terlalu dingin. Berhenti merokok atau menghindari asap rokok dan asap kendaraan yang dapat menyebabkan iritasi tenggorokan.

Terapi Nonfarmakologi (Batuk Berdahak) Minum air putih sekurang-kurangnya 8 10 gelas setiap hari. Asupan cairan sangat penting untuk menjaga agar lendir/dahak tetap encer. Anjurkan untuk menghindari paparan alergen yang terkandung di udara untuk pasienyang mengalami alergi Jaga agar udara dalam ruangan tetap bersih Hindari asap rokok atau debu Hindari udara yang terlalu dingin dan terlalu kering. Hindari konsumsi alkohol atau kafein karena dapat menyebabkan tubuh kehilangan cairan. Cukup istirahat / tidur.

CONTOH KASUS

Seorang anak bernama Zalfa, 5 thn, sekarang ini sedang batuk berdahak dan dahak yang dikeluarkan kental. Bagaimana supaya dahaknya bisa keluar?, soalnya dia belum bisa mengeluarkan sendiri dahaknya itu. Jawab: Anakonidin OBH Komposisi: Tiap sendok takar (5 ml) mengandung: Succus liquiritieae 100 mg, Paracetamol 120 mg, Amonium klorida 50 mg, Pseudoefedrin HCL 7.5 mg, CTM 1 mg. Cara Kerja Obat: Bekerja sebagai analgetis-antipiretik, ekspektoran, antihistamin dan nasal dekongestan. Efek Samping: Mengantuk, gangguan pencernaan, gangguan psikomotor, takhikardi, aritmia, mulut kering, palpitasi, retensi urine. Penggunaan dosis besar dan jangka panjang menyebabkan kerusakan hati. Interaksi Obat: Penggunaan bersamaan antidepresan tipe penghambat MAO dapat mengakibatkan krisi hipertensi. Penyimpanan: Simpan pada suhu kamar (25 - 30 derajat Celsius). Aturan Pakai: Anak 2 - 6 tahun: 3 kali sehari, 1 sendok takar (5 ml). Anak-anak 6 - 12 tahun: 3 kali sehari, 2 sendok takar (10 ml).

Seorang mahasiswa (23 tahun) datang ke apotek mengeluh batuk kering dan tenggorokannya gatal. Batuk ini sangat menganggu tidurnya. Obat apakah yang akan diberikan? Jawab : Sanadrryl DMP

Komposisi Dekstrometorphan HBr 10 mg, difenhidramin HCl 12,5 mg, amonium klorida 100 mg, Na.sitrat 50 mg, mentol 1 mg/5 ml.

Indikasi Meringankan gejala batuk tidak berdahak atau batuk karena alergi. Dosis Dewasa: 3-4 x sehari 2 sendok takar (10 ml) Anak 6-12 tahun : 3-4 x sehari 1 sendok takar (5 ml)

Seorang mahasiswa bernama tika berusia 24 tahun datang ke apotik dengan mengeluh mengalami batuk berdahak dan pilek. Dia merasa terganggu dengan batuk pileknya tersebut. Jawab : pada kasus di atas batuk pileknya dapat di atasi dengan pemberian : a. Alerved (per tablet berisi pseudoefedrin HCL 60 mg dan triptolidin HCL 2,5 mg) Indikasi : meringankan gejala flu, meringankan gejala gangguan saluran atas. (Rhinitis alergi dan vasomotor) Dosis : pseudoefedrin HCL 60mg dan triprolidin HCL 2,5mg di minum 3 x

sehari 1 tablet sebelum makan. ES IO : sedasi, ruam kulit, kering di hidung, mulut dan tenggorokan, ngantuk. : Antihipertensi, simpatomimetik lain seperti dekongestan, penekan nafsu makan, psikostimulan seperti ampetamin, MAOI. b. GG (glyceryl guaiacolate) Indikasi Dosis : Ekspektoran : 200-400 mg tiap 4 jam (maks. 2,4 gr/hri) Di minum setelah makan. ES IO : Mual-Muntah, sakit perut, sakit kepala, mengantuk. : obat obatan golongan MAOI

Selama penggunaan kedua obat ini jangan mengendarai kendaraan dan menjalankan mesin.

DAFTAR ISI

Anonim, 2011, Mengenal Batuk, (Online), (http://www.blogdokter.net/2010/11/24/mari-mengenalbatuk/, diakses 05 Oktober 2012) Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2006, Penanganan Penggunaan Obat Bebas dan Bebas Terbatas (Online), (http://id.scribd.com/doc/71514456/CONTOH-MAKALAH, diakses 05 Oktober 2012) Tan. T.H.Drs, & Kirana R. Drs., 1993, Swamedikasi, Edisi I Cetakan I, Jakarta, h 32-39