Anda di halaman 1dari 5

Tulisan adit ttg biru ilalang, tpi adit mati dan tulisan itu buat biru ilalang, sejarah

adit
seorang cowo dengan latar belakang anak broken home yang kaya raya namun biru
anak biang preman di kotanya …

Biru ilalang

Biru menghentikan langkahnya yang gontai, secarik kertas usang dengan tinta yang
mulai memudar ia ambil disela dedaunan, biru mengambilnya, dan masih terus
berjalan gontai… sorot matanya terfokus dengan sebuah tulisan besar berblok hitam
bertuliskan Biru Ilalang, dalam hatinya ia bergerutu “Anzing! Siapa yang nulis nama
gue dikertas ini !”,.,.,.dengan rasa penasaran namun bergelut dengan antara sadar dan
tidaknya pikiran yang diserang alkohol, ia menghentikan langkahnya, disebuah pohon
besar yang ada ditaman kota ia duduk bersandar, dibacanya secarik kertas usang itu :

“Ketika... ketikaku berlari menembus lebatnya ILALANG, kubiarkan ia mengores


tangan, serta rambutku yang mulai memanjang, ketika ku berlari menembus lebatnya
ilalang, perlahan langkah ini ku hentikan, dengan sedikit berjalan, kulihatnya
beberapa bunga yang ber goyang dihembus angin,.,... sedikit demi sedikit ia lepaskan
anak bunga yang siap tumbuh itu... dan aku baru tersadar, kalau ilalang itu tumbuh, ...
tumbuh dipadang pasir yang gersang,.,..dan akupun baru tersadar bahwa yang
kuterjang bukan lebatnya ilalang,.,. tapi lebatnya debu padang pasir, dan ternyata
ilalang itu cuma satu pohon, namun ........namun meski cuma satu pohon, aku tahu ia
mempunyai banyak bunga yang siap membuat BIRU, sebuah padang pasir ! jadilah
sebuah padang pasir yang bukan fatamorgana ....BIRU ILALANG ... diantara padang
pasir yang suatu saat akan menciptakan sebuah Oase karena akar akarnya
mencengkram kuat didalam gersangnya tanah…”

Di jalan perkampungan itu Biru duduk bersandar di pohon besar, ia masih membaca
tulisan dikertas usang itu, satu demi satu daun pohon yang mengering jatuh menimpa
rambutnya yang tidak karuan namun agak pendek dan tidaklah pantas untuk seorang
perempuan, baju kucal bahkan boleh disebut kaos oblong hitam ia kenakan, jeans
levis panjang dengan sobekan di atas dengkul terlihat jelas kalo dia itu cewe tomboi…
tadi siang ia habis menenggak sebotol Vodka dikamarnya dan tanpa sepengetahuan
orangtuanya… ia masih meneruskan membaca,… “Deg….” Hatinya berdegup
kencang, seolah ada sesuatu yang menghantamnya …! Pengaruh alkohol pun dengan
seketika hilang begitu saja, ia tersadar dari mabuknya…. Dalam hatinya Biru masih
terus bertanya, bertanya dan bertanya “Siapa manusianya yang nulis kaya gini !!!”.
Ia Lipat kertas itu dan ia masukan dalam kantong jeansnya…. Ia berdiri kali ini
dengan langkah tanpa gontai….

Part1

“Ech Lang, dari mana loe ?” sebuah sapaan datang padanya, yach setelah ia membaca
tulisan usang itu, ia kembali ke sebuah base camp (tempat kumpul berupa
kontrakan/Kos2’an). Lang, sebuah panggilan untuknya, karena memang ia bernama
Biru Ilalang… biasa dipanggil Ilang oleh temen2 satu base camp…
“Tahu nich Bocah, kalo pergi nga bilang2 …!!!” sambut teman yang lain…
“Emang kalo gue pergi harus bilang2 ke loe apa, sama Bunda aja gue nga pernah
bilang apalagi pamitan kalo gue mau pergi kemana !” Jawab Biru…
“Jaah dia marah, ya udah dari pada loe marah mending temenin kita , kurang satu
orang nich !” Sambut teman yang lain … Biru diajak main remi karena permainan
remi membutuhkan empat orang sedangkan yang bermain saat itu Cuma tiga orang,
dan yang namanya Si Biru emang mirip banget ama cowo, dari tingkah lakunya
sampe style’annyapun ngikut2 gaya cowo,.. masih disuasana Base camp, kali ini Biru
tidak menanggapi ajakan temannya..
“Sorry Broo, gw lagi nga enak badan nich, gw cabut dulu dech !”
“Mau kemana lagi sich loe ?”
“Mandi !.... ya balik lah, tidur badan gue lemes banget nich!”
Sebuah percakapan antara Biru dan kawannya, namun beberapa kawannya
menggerutu “Kenapa sich tuch anak, hari ini ngga jelas banget!”

Part2

Ia berlalu dari basecamp dengan membawa segudang pertanyaan dalam benaknya,


masih pertanyaan yang mengandung kalimat ditulisan kertas usang itu,… ia bingung,
ia coba melepaskan diri dari keramaian dan hiruk pikuk Kota, dikantong kirinya
masih terselip beberapa lembar uang hasil dari kerjaannya yaitu memerkirkan mobil
disebuah toko… “Bu, beli rokok Filter sebungkus, sama cocacolanya satu!” , setelah
mendapatkan barang yang ia inginkan dari sebuah warung langganannya di pinggir
jalan dekat basecamp, ia melanjutkan langkahnya, namun tujuan langkahnya semakin
tidak jelas…
“Lang… wooi Lang !!!” teriak seorang teman biru yang bernama Harry , Harry berlari
kecil menghampiri Biru, ditepuknya punggung Biru !
“Wooi,… mau kemana loe, dari tadi gue liatin eloe kaya orang bingung, ade ape sich
cuy ?” Tanya Harry !
“Ech loe Nzing!, ngagetin gue aja loe!, gue juga bingung nich mau kemana!..” jawab
Biru !...
“Dasar, Ubur ubur .. kagak sopan banget yach manggil orang pake sebutan Nzing!”
Sambut Harry
“Bodoo weee !!” Sambung Biru.
“Ech daripada loe bingung mau kemana, mending ikut gue yuk ?” lanjut Harry
“Kemana ?” jawab Biru setengah kebingungan.
“Udah naik aja, gue juga lagi suntuk nich !”… Biru berpikir entah kemana Harry akan
mengajak Biru pergi, yang Biru khawatirkan Harry mengajak Biru ke tempat yang
biasa mereka kunjungi , Karena Ia udah sangat bosan sama tempat yang biasa mereka
kunjungi.

Part3

“Ech, bangun loe, udah sampe nich …!!!!” Teriak Harry sambil menepuk bahu Biru,
“hhhhuuuaaahhhh…”
“Jaahh dia nguaap, mulut loe bau naga tuch, Anzrit loe, naik motor tidur, untung aja
gue bisa imbangin motor…!!”
“Haaahhh… “
Biru terperanjat dari tidurnya, ia menerawang ke sekelilingnya, tak pernah ia rasakan
ini sebelumnya….
“Huuuaaaaaahhhh, Bandddduuuunnngggg…!!!!” , Biru mengangkat kedua tangannya
sambil terbelalak oleh pemandangan alam yang ada disana, hamparan sawah
terbentang luas,…pepohonan nan rimbun mengelilingi Ia dan Harry…!!! Tanpa
tersadar ia memeluk Harry, emang dari dulu si Biru pengen banget ke Bandung,
sebuah kota dimana ia pernah diajak oleh Almarhum Ayahnya… tapi setelah tersadar
beberapa detik ia menyingkirkan badan Harry dari pelukannya,.,…Harry hanya
tersenyum melihat tingkah laku temannya itu.!
“Ech, Sorry Ry,… badan loe jadi bolong dech kena dada gue yang lancip ini
haahaaa!” Suasana ditempat itu menjadi rame hanya karena mereka berdua, …
kegembiraan Biru beberapa menit kemudian berlalu.. sampai Harry membuka
pembicaraan!
“Ech duduk disitu kayanya enak tuch,.,.” Harry menunjuk sebatang kayu tumbang,
mereka duduk diatasnya, didepan mereka terhampar pemandangan luas menuju
perkampungan …!!!,
“coca cola gue mana Ry ?” tanya Biru yang duduk bersebelahan dengan Harry, ia
memulai pembicaraan …
”Ups, masih ingat aja loe…! Tadi gue minum diperjalanan, habisnya gue haus
banget!..” …
”Huuh dasar loe, sini muntahin gue ngga rela, sini balikin …” canda Biru sambil
memukul mukul Harry!, canda tawa kembali meledak diantara mereka berdua…
”Ada Biruuuu, nich didalam tas gue masih ada,..!”… Biru membuka tas yang masih
tersangkut dipundak Harry,..,.,.
“Wew, mending ini aja, dari pada coca cola..!” Biru mengangkat satu botol Vodka
ditangan kirinya dan satu botol Whisky ditangan kanannya, beberapa minuman
beralkohol dengan kadar 35 sampai 60 persen….
”Ok! berangkat Lang!”, diawali dengan menyalakan sebatang rokok Filter dan Coca
cola yang dicampur whisky dengan maksud agar minuman tersebut tidak terlalu pahit,
mereka mulai menenggak minuman tersebut,.,… canda tawa serta obrolan tidak jelas
mulai keluar dari mulut mereka, sampai pada hari menjelang sore…!!!
“Cabut Yuk…!” kata Harry mengakhiri pembicaraan…!

Part4

“Wooi… loe pada mau kemana,… wooi jangan tinggalin gue,..” Bayangan itu
perlahan-lahan pergi pandangan seorang wanita usia sekitar 35 tahun menitikkan air
mata sambil memandang kosong ke Biru wanita tua itu adalah Ibu dari seorang
Biru… dipandangnya juga sahabat2 sebase campnya mulai menjauh darinya perlahan
demi perlahan bagai di terjang kabut, mereka mulai memudar,.,. hilang ditelan
putihnya kabut,.,..
“Woooooiiiiii …” teriakan Biru seakan tidak mereka hiraukah,…
“Ayaahhh,….?” Namun seorang bapak2 yang tua renta dengan usia sekitar 40 tahun
tersenyum memandangnya…
“Ayah… Ayaaahhh, Ayah jangan pergii !” Biru yang sejak usia 9 tahun ditinggal
Ayahnya merasa aneh melihat ayahnya tersenyum memandangnya namun sang ayah
seperti yang lain pergi diselingi kabut putih,… Biru berusaha mengejar mereka,
namun …
“Biru….!!!” Terdengar teriakan yang membuatnya berhenti untuk mengejarnya ia
menoleh ke belakang, disana sudah berdiri Seorang Harry, dan dalam sekejap Harry
menggengam tangan Biru
“Biru, kau harus tetap disini,… aku akan menyusul mereka!” …. Entah kekuatan apa
yang menggeluti Biru sehingga kakinya sulit untuk dilangkahkan meskipun ia ingin
sekali mengejar Harry….
Part5

Biru terbangun dari tidurnya, masih terasa berat mata dan badannya, namun ia
berusaha bangkit dari tidurnya,..
“Apa ini,..Dimana gue,..kok tangan gue, haah Bunda ngapain tidur disini ?” ia
berbicara dalam hati sebab ia heran ada sebuah jarum infus ditangannya, dan ia coba
bangun dengan menggerakkan sebelah kaki kanannya,..
”Kok kaki gue susah amat yach digerakkin ?” kemudian ia membuka sebuah selimut
yang menutupi kakinya,…
”Haaahhh, Anziingg kaki, kaki gue !!!” berakhir sebuah teriakan yang hanya sesaat
muncul dari bibirnya, dan ia kembali dalam tidurnya, Biru Pingsan melihat kaki tanpa
dengkul kebawah, Yups, kakinya diamputasi…! Ibunya yang tidurpun terbangun
karena melihat gelagat anaknya,…
Selang beberapa jam kemudian Biru terbangun, dengan masih prustasi ia bertanya
pada ibunya
“Kenapa Bunda,.. ada apa dengan Biru ? kenapa dengan kaki Biru,.,. ?” Sang Bunda
sudah mengenal ketegaran anaknya sejak ia lahir…
“Biru, kau memang anakku yang paling tegar !, kakimu diamputasi,.,…”…
“Kenapa Bunda, ada apa sebenarnya,.. mana Harry!!” …
”Sabar yach Nak, Harry … Harry telah pergi,…” …
”Och iya Biru ingat, adit pergi menyusul Ayah ..!!!! “ ………
”Deg,.. !”,… sesaat Biru terdiam Air matanya mulai menetes… Ia dekap Ibunya yang
memang sedari tadi disampingnya…
Biru tahu, sesuatu hal yang tadi ia alami ternyata sebuah mimpi, mimpi dimana ia
diselamatkan olehnya…Sedang Nyawa Harry tak dapat diselamatkan, ia kehabisan
darah karena lukanya yang teramat parah, akibat kecelakaan motor bersama Biru
ketika Mereka pulang dari Bandung menuju Jakarta.,...!!!!

Part6

Kejadian itu membekas sangat dalam dikehidupan Biru,... Satu tahun berlalu atas
kejadian itu,..
“Biru,.,. Besok pagi kau akan berangkat,.,.. kenapa belum tidur?” Sapa sang Bunda
yang menatap putrinya termenung seorang diri didalam kamarnya,.,.
”Bunda, apakah bunda yakin kalo Biru bisa!!!” Bunda hanya tersenyum sambil
memeluk putrinya yang beberapa bulan lalu mengalami kecelakaan, Biru kini tak lagi
berjalan gontai, kakinya telah tergantikan kursi roda,..
”Bunda yakin, kau putri bunda satu2nya yg paling kuat dan tegar, ini semua demi
masa depan kamu kelak”... jawab sag Ibu
Sebuah rencana yang tertunda oleh waktu, akan dijalani Biru pada tahun ini, meski
kuliahnya sempat berantakan karena kebengalan Biru ketika Ia ditinggalkan Ayahnya,
namun karena kecerdasannya ia mendapatkan beasiswa disebuah universitas, dan
harus melanjutkannya keluar negeri dengan biaya ditanggung oleh Universitas yang
bersangkutan,.,.,....
”Wujudkan cita2 Ayahmu Nak!!” Ucap Bunda mengakhiri pembicaraan ia berdiri
melanjutkan langkah menuju pintu kamar Biru, dan berlalu dari kamarnya,.,.. Kembali
ia sendiri disudut jendela kamar pandangannya menerawang keluar, base camp yang
dulu tempat ia kumpul direnopasi menjadi sebuah kontrakan yang lumayan besar,
para teman sejawatnyapun kembali pada kehidupan mereka masing2. Biru merupakan
anak tunggal dari kedua orangtuanya, meskipun begitu Biru bukan anak yang manja,
semua kebutuhannya ia dapatkan dengan hasil jerihpayahnya sendiri, ya seperti
menguasai lahan parkiran itu …

Part7

“Ukhty Biru … Apakah kau siap meluncur ke Mesir?” tanya Ali, Ali adalah teman
satu kampus Biru, juga temen dekat dari Harry, namun Harry hanyalah seorang
kondektur angkutan umum, persahabatan mereka sudah terjalin sejak usia mereka
dibangku SMA...
”Jaah laga loe Lie,.. pake Ukhty segala, biasanya aja banggil gue Si Ilang
heeeheee...!”jawab Biru.,,..
”Iya donk, kite gaya dikit, khan mau ke luar negeri,..Ech tahu ngga ternyata kita
berangkatnya agak siang, yach sekitar jam sepuluh udah harus dibandara,..!” Pagi itu
perbincangan mereka terus berlanjut, disertai beberapa cangkir the manis dan
gorengan khas betawi, Bundapun menemani perbincangan mereka,..
”Ech iya, Almarhum nitip sempat nitip surat buat loe Lang, sory keselip dibuku
pelajaran, pedahal surat ini udah agak lama, nich tulisannya aja udah agak pudar,.,....”
Ali memberikan sepucuk surat untuk Biru, kali ini suasana diruang tamu tersebut,
hening... Biru menggeser kursi rodanya, Ia agak menjauh menjauh dari mereka, ia
hentikan laju roda didepan jendela yang biasa tempat ia bersandar, namun kali ini ia
tidak bisa duduk bersandar, hanya duduk dikursi roda, dibukanya lipatan surat
pemberian Ali,,...dengan sedikit gemetar ia membuka lipatan itu, bahkan semakin
gemetar ketika ia membuka lipatan terakhir...
“Biru Ilalang ???”,.,.”Deg...” jantungya seakan berhenti sejenak, ia terdiam tanpa kata
bibirnya bergetar, pandangannya menerawang,.,...
”Apa arti dari semua ini !!! bukankah kertas ini gue temuin sebelum kejadian itu,.,.
Bukankah surat ini gue temuin ditaman??” dan beribu pertanyaan masih menggeluti
pikiran Biru ,.,...Ia tak mengerti apa makna dari semua kejadian yang menimpanya....
“Biarin dech gue simpan kertas ini, mungkin suatu saat gue bisa temuin makna yang
terkandung didalam tulisan ini,.,.!” Batin Biru berbicara!, ia lipat kembali surat itu
sesuai lipatan semula, perlahan, satu demi satu Ia lipat,.,..namun ada yang berbeda
pada lipatan terakhir yang membuat batin biru semakin bartanya-tanya, ada sebuah
tulisan yang bertuliskan “Toek Biru Ilalangku digersangnya Harry ...”