Anda di halaman 1dari 27

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Dalam rangka mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya perlu diselenggarakan berbagai upaya kesehatan yang dilaksanakan melalui kegiatan pemeliharaan, peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan. Pelayanan transfusi darah sebagai salah satu upaya kesehatan dalam rangka penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan sangat membutuhkan ketersediaan darah atau komponen darah yang cukup, aman, mudah diakses dan terjangkau oleh masyarakat. Upaya memenuhi ketersediaan darah untuk kebutuhan pelayanan kesehatan selama ini telah dilakukan oleh Palang Merah Indonesia melalui Unit-unit sebagaimana telah diatur dalam Peraturan Pemerintah #omor $% ransfusi Darah .(eberhasilan pengelolaan pelayanan transfusi darah sangat tergantung pada ketersediaan donor, sarana, tenaga, dan pendanaan, oleh karena itu pengelolaannya harus dilakukan secara terpadu dan berkesinambungan dan dilaksanakan secara terkoordinasi antara Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan partisipasi aktif masyarakat termasuk Palang Merah Indonesia sebagai mitra Pemerintah. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang kedokteran khususnya dalam teknologi pelayanan transfusi darah, pengelolaan komponen darah dan pemanfaatannya dalam pelayanan kesehatan harus mempunyai landasan hukum sebagai konsekuensi a)as negara berlandaskan hukum, oleh karena itu dalam rangka memberikan perlindungan kepada masyarakat penerima pelayanan, pelayanan transfusi darah hanya dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi dan kewenangan, dan hanya dapat dilaksanakan pada fasilitas kesehatan yang memenuhi persyaratan. *al ini diperlukan untuk mencegah timbulnya berbagai risiko, terjadinya penularan penyakit baik $ ransfusi Darah !U D" yang tersebar di seluruh Indonesia berdasarkan penugasan oleh pemerintah ahun $&%' tentang

bagi penerima pelayanan transfusi darah maupun bagi tenaga kesehatan sebagai pemberi pelayanan kesehatan. +leh karena itu pengamanan pelayanan darah harus dilaksanakan pada setiap tahapan kegiatan mulai dari seleksi donor, proses pengambilan darah, uji saring penyakit yang dapat menular melalui transfusi darah, pemeriksaan serologi golongan darah dan uji silang serasi, penyimpanan darah, pengolahan darah, pendistribusian darah, sampai pada tindakan medis pemberian darah kepada pasien. 1.2 Tujuan $. ,. erselenggaranya pelayanan darah yang aman dan berkualitas, sesuai dengan standar yang berlaku. ersedianya acuan bagi -umah .akit dalam melaksanakan pelayanan transfusi darah yang berkualitas /. !aman, tepat waktu, efesien, akses mudah, rasional" sebagai pendukung pelayanan prima -umah .akit. 0gar mahasiswa dapat memahami tugas dan tanggung jawabnya dalam pelayanan darah yang aman .

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 KONSEP DASAR DONOR DARAH ,.$.$ tranfusi darah Menurut Peraturan Pemerintah -epublik Indonesia #omor $% ahun $&%' tentang ranfusi Darah. Dalam pasal $ terdapat pengertian tentang tranfusi darah adalahbagian dari tugas pemerintah dibidang pelayanan kesehatan rakyat dan merupakansuatu bentuk pertolongan yang sangat berharga kepada umat manusia yangberdasarkan ilmu pengetahuan kedokteran tentang sumber darah satu 1 satunyayang paling aman untuk keperluan transfusi darah adalah darah manusia. 0dapunpengertian lain dari transfusi darah adalah tindakan memasukkan darah ataukomponennya ke dalam sistim pembuluh darah seseorang. (omponen darah yangbiasa ditransfusikan ke dalam tubuh seseorang adalah sel darah merah, trombosit,plasma. !-eksodiputro,$&&$". 0lasan transfusi darah dan penggunaan produk-produk darah adalah 2 $.Untuk memperbaiki anemia !kadar hemoglobin yang rendah" ,.Untuk mengganti kehilangan darah karena terjadi perdarahan pada operasi atau kecelakaan. /. Untuk mengganti kandungan tertentu dari darah, misalnya faktor-faktor pembekuan. 3.Meningkatkan kemampuan darah dalam mengangkut oksigen. 4.Memperbaiki 5olume darah tubuh. 6.Memperbaiki kekebalan !7*+, ,''/" ,.$.,. donor darah Donor darah berarti memberikan sebagian darah yang kita miliki untuk disumbangkan kepada orang lain melalui tindakan penyadapan darah !8ambang,,''9". :enis-jenis donor darah 2 /

$. Donor darah keluarga atau donor pengganti 0da , macam 2 .umbangan darah yang ditujukan kepada U D sebagai pengganti stok darah di U D !donor tidak mengetahui identitas pasien". .umbangan darah dari donor keluarga yang ditujukan untuk pasien tertentu sesuai permintaan keluarga. ,. Donor darah komersial 0dalah lain. /. Donor darah sukarela 0dalah donor yang menyumbangkan darah, plasma, komponen darah ataskerelaan dan tidak menerima uang atau sesuatu keuntungan serta termoti5asimenyumbangkan darahnya untuk menolong pasien yang tidak mereka kenal.0dapun donasi darah sukarela yang teratur adalah donor sukarela yangmenyumbangkan darahnya secara teratur $-/ kali setiap tahun. 3. Donor Pemula 0dalah kelompok donor yang baru pertama kali mendonorkan darahnya baik dengan suka rela ataupun untuk donor keluarga atau pengganti. (elompok donor yang aman adalah 2 Donor teratur, donor sukarela, tanpa imbalandan dari kelompok donor beresiko rendah !U D PMI Daerah .urabaya, ,''3". 2.2 PENGOLAHAN DARAH Prosedur donor darah meliputi seleksi donor, pengambilan darah, pemeriksaan serologi, pengolahan komponen darah, penyimpanan darah dan pengiriman;pendistribisian darah. Pembahasan akan ditekankan mengenai seleksi donor, pengambilan darah dan pemeriksaan serologi darah. ,.,.$ .eleksi Donor donor darah dengan menerima uang atau hadiah untuk darah yangdisumbangkan. Moti5asi menyumbang darah untuk imbalan bukan untuk menolong orang

Pada dasarnya seleksi donor darah bertujuan untuk menjamin kesehatan dan keselamatan donor, resipien dan petugas.

$. petugas Petugas seleksi awal donor adalah teknisi yang mempunyai kompetensi da nterlatih dalam hal seleksi donor. Untuk pemeriksaan kesehatan donor harus dilakukan oleh seorang dokter !minimal dokter umum". ,. Metode .etiap donor harus terlebih dahulu mendapatkan 2 Pemberian informasi tentang donor darah. Penyumbang darah !donor " disaring keadaan kesehatannya dilakukan pemeriksaan denyut nadi, tekanan darah, suhu tubuh dan contoh darah untuk mengetahui adanya anemia !medicastore.com ,,''9" Menggali informasi tentang keadaan donor dengan menanyakan apakah pernah atau sedang menderita keadaan tertentu yang menyebabkan darah mereka tidak memenuhi syarat untuk disumbangkan. (eadaan tersebut adalah hepatitis, penyakit jantung, kanker !kecuali bentuk tertentu misalnya kanker kulit yang terlokalisasi", asma yang berat, malaria, kelainan perdarahan, *I< dan kemungkinan tercemar oleh 5irus *I<, kehamilan, laktasi, pembedahan mayor yang baru saja dijalani, tekanan darah tinggi yang tidak terkendali, tekanan darah rendah, anemia atau pemakaian obat tertentu, untuk sementara waktu bisa menyebabkan tidak terpenuhinya syarat untuk menyumbangkan darah !medicastore.com, ,''9". Pengisian daftar isian donor. Penandatanganan persetujuan tindakan medis !inform consent". Pemeriksaan pendahuluan terdiri dari penimbangan berat badan, *8, golongan darah dan pemeriksaan fisik oleh dokter. /. Persyaratan donor (eadaan Umum 4

=alon donor tidak nampak sakit, tidak dalam pengaruh obat-obatan !narkotika" dan alkohol serta tidak menderita penyakit-penyakit kronis dan menular.

Umur Donor 8erumur antara $9-6' tahun, kecuali atas pertimbangan dokter. Donor yang berumur 6' tahun dapat menyumbangkan darahnya sampai dengan umur 64 tahun. Donor pertama kali tidak diperbolehkan pada umur 6' tahun

8erat 8adan !88" Donor dengan 88 minimal 34 kg dapat menyumbangkan darahnya sebanyak /4' ml, ditambah sejumlah darah untuk pemeriksaan yang jumlahnya tidak lebih dari /' ml. Donor dengan 88 4' kg atau lebih dapt menyumbangkan darahnya maksimal sebanyak 34' ml tetapi tidak melebihi $4 > dari perkiraan 5olume darah calon donor ditambah sejumlah darah untuk pemeriksaan yang jumlahnya tidak lebih dari /' ml.

.uhu ubuh .uhu tubuh calon donor tidak lebih dari /9 ?= #adi Denyut nadi teratur berkisar antara 6'-$'' @ ; menit. ekanan darah ekanan darah sistolik antara $''-$6' mm*g dan diastolik antara 6'-$'' mm*g. *emoglobin (adar hemoglobin calon donor A$,,4 g;dl. Penetapan kadar hemoglobin dilakukan minimal dengan metode =u.+3 !8: $.'4/".

*aid, kehamilan dan menyusui .etelah selesai haid, 6 bulan setelah melahirkan dan / bulan setelah berhenti menyusui diperkenankan menyumbangkan darahnya.

:arak menyumbangkan darah

:arak penyumbangan darah lengkap tidak kurang dari % minggu, maksimal 4 kalis etahun. Penyumbangan darah lengkap dapat dilakukan minimal 3% jam setelah menjalani plasma tromboferesis. :arak penyumbangan komponen darah trombosit minimal $ bulan !jumlah trombosit B$4'.''';ul", maksimal 6 kali setahun untuk laki-laki dan 3 kali untuk perempuan. Untuk menjaga kesehatan dan keselamatan resipien, calon donor juga harus memenuhi persyaratan berikut ini 2 (ulit Donor 2 (ulit lengan didaerah tempat penyadapan harus sehat tanpa kelainan, tidak ada bekas tusukan jarum. -iwayat tranfusi darah 2 =alon donor tidak boleh menyumbangkan darahnya dalam waktu $, bulan setelah mendapatkan tranfusi darah. Penyakit infeksi2 =alon donor dengan pemeriksaan laboratorium terhadap sifilis, hepatitis 8, hepatitis =, *I< yang menunjukkan hasil positif tidak boleh menyumbangkan darahnya 2 / tahun setelah bebas dari gejala malaria,/ tahun setelah keluar dari daerah endemis malaria !jika yang bersangkutan tinggal didaerah endemis tersebut 4 tahun berturut-turut", $, tahun setelah berkunjung ke daerah endemis malaria, 6 bulan setelah sembuh dari penyakit typhoid;typhus -iwayat imunisasi dan 5aksinasi 2 =alon donor dapat menyumbangkan darahnya % minggu setelah imunisasi dan 5aksinasi. -iwayat operasi 2 calon donor dapat menyumbangkan darahnya 4 hari setelah pencabutan, 6 bulan setelah menjalani operasi, $, bulan setelah menjalani operasi besar. -iwayat pengobatan2 calon donor dapat menyumbangkan darahnya 2 / hari setelah meminum obat-obatan yang mengandung aspirin dan piroCicam, $, bulan setelah dinyatakan sembuh terhadap penyakit sifilis dan gonorrhoe. +bat-obatan narkotik dan alkohol2 pecandu narkotik dan pecandu alcohol tidak boleh menyumbang selamanya.

ato, tindik dan tusuk jarum 2 calon donor dapat menyumbangkan darahnya$, bulan setelah ditato, ditindik dan ditusuk jarum !U D PMI Pusat, ,''9".

Dambar $. 0lur pemeriksaan donor darah

Dambar ,. 0lur pemeriksaan donor darah

&

Dambar /. 0lur pemeriksaan *8 dan golongan darah ,.,., Penyadapan darah; aftaf Pengambilan darah donor dilakukan pada donor yang telah lolos seleksi. Instruktur kerja pengambilan darah donor 2 $. Mempersilahkan donor mencuci lengan. ,. Mempersilahkan donor tidur ditempat yang sudah disediakan dengan posisi terlentang. /. Menempatkan tangan donor lurus disamping dan posisi menghadap keatas. 3. Memasang tensi meter dengan posisi slang;pipa tensi meter diatas. 4. Identifikasi kantong darah dan tabung sample darah sesuai dengan formulir donor darah yaitu2 nomor kantong, golongan darah, tanggal pengambilan,tanggal kadaluarsa, nama pengambil darah, jam pengampilan untuk komponendarah. 6. #aikkan tensimeter sampai batas antara systole dan diastole, raba dan tentukanletak 5ena dimana akan dilakukan penusukan, turunkan tensimeter. 0mbilkapas betadine menggunakan pinset, kemudian pakai yang akan ditusuk darisatu titik ditengah, dengan gerakan melingkar dari arah dalam keluar $ kali. *indarkan arah berlawanan karena dapat membawa kotoran ke lokasi penusukan 5ena. 0mbil kapas alkohol 9'>, lakukan desinfeksi 5ena dengancara yang sama /-3 kali 9. 8uatlah simpul longgar pada slang kantong darah E $4 cm dari arah jarum. %. empatkan kantong darah diatas timbangan darah. &. #aikkan tensimeter kembali sampai batas sistole dan diastole. $'. Fakukan penusukan 5ena dengan cara 2$" 8uka tutup jarum, posisi lobang jarum disebelah atas.," ekan secara pelan lengan donor dibawah lokasi penusukan dengan tangan kiri./" usukan jarum $ atau , cm dari 5ena, dorong sampai berada ditengah 5ena.:angan sampai menembus sisi 5ena yang lain. 8isa terjadi hematome padalengan donor. 3"0turlah posisi jarum searah dengan 5ena setelah darah keluar.4" urunkan tensimeter antara 3' mm*g 14' mm*g $$. Fakukan fiksasi slang dilengan donor dengan menggunakan meditape di , tempat agar kedudukan jarum tidak berubah. $,. (ocoklah darah secara perlahan dan sesering mungkin agar darah tercampur sempurna dengan antikoagulan. $'

$/. 0pabila 5olume darah sudah penuh, jepitlah slang dengan klem 0 E 4 cm dari arah jarum. $3. .erut selang kantong darah dari klem 0 kearah kantong darah dengan menggunakan hand sealer sepanjang E 4 cm, kemudian jepit slang kantong darah dengan klem 8 E, cm dari klem 0. $4. $4.Potong slang diantara klem 0 dengan klem 8, kemudian kencangkan simpul pada slang. $6. empatkan tabung diujung potongan slang, buka klem 0 dan isilah tabungtersebut dengan darah 5ena donor langsung dari slang yang masih ada ditangan donor tersebut. $9. utup klem 0. $%. urunkan tensimeter sampai batas nol. $&. Fetakkan kapas alkohol 9'> diatas lokasi tusukan dengan sedikit ditekan,kemudian cabutlah jarum dari tubuh donor secara perlahan. ,'. Minta donor menekan bekas tusukan pada 5ena dengan kapas alkohol 9'> tadi dan mengangkat tangan keatas. .erut slang dengan hand sealer hingga darah masuk kekantong darah, kocok perlahan agar tercampur sempurna, lepaskan hand sealer hingga slang darah dapat terisi kembali dengan darah yang telah tercampur antikoagulan.Ulangi,-/ kali, rapikan slang. ,$. =ocokkan nomor sample dengan nomor kantong dan nomor pada formulir. .impan darah dalam blood bank pada suhu 3?= E ,?= atau biarkan disuhu kamar bila darah tersebut diperuntukkan untuk komponen trombosit. ,,. Periksa luka tusukan pada 5ena donor, bila tidak ada perdarahan, tutup dengantensoplast. 0mati E $ menit. ,/. .Persilahkan donor keruang istirahat bila tidak ada keluhan dari donor !U DPMI Pusat, ,''9". ,.,./ Proses .krining darah ransfusi darah merupakan jalur ideal bagi penularan penyebab infeksi tertentu dari donor kepada resipien. Untuk mengurangi potensi transmisi penyakit melalui transfusi darah, diperlukan serangkaian skrining terhadap faktor-faktor risiko yang dimulai dari riwayat medis sampai beberapa tes spesifik. ujuan utama skrining adalah untuk memastikan agar persediaan darah yang ada sedapat mungkin bebas dari penyebab $$

infeksi dengan cara melacaknya sebelum darahtersebut ditransfusikan. Untuk skrining donor darah yang aman maka pemeriksaan harus dilakukan secara indi5idual !tiap individual bag atau satu unit darah". :enis pemeriksaan yang digunakan sesuai dengan standard 7*+, dalam hal ini meliputi pemeriksaan atas sifilis, hepatitis 8, hepatitis = dan *I<. Metode tes dapat menggunakan uji cepat khusus ! rapid test), automated test maupun GFI.0 !Enzyme Linked Immuno Sorbent Assay). Faboratorium yang menguji $/4 donasi per minggu sebaiknya menggunakan rapid test. Faboratorium yang menguji /4-6' donasi per minggu sebaiknya menggunakan metoda uji aglutinasi partikel dan yang menguji lebih dari 6' donasi per minggu sebaiknya menggunakan GI0. Metode yang umum digunakan di U D cabang adalah rapid test !Depkes -I, ,''$". Dalam mempertimbangkan berbagai pengujian, perlu disadari data yang berkaitan dengan sensiti5itas dan spesifitas masing-masing pengujian. .ensiti5itas adalah suatu kemungkinan adanya hasil tes yang akan menjadi reaktif pada seorang indi5idu yang terinfeksi, oleh karena itu sensiti5itas pada suatu pengujian adalah kemampuannya untuk melacak sampel positif yang selemah mungkin. .pesifisitas adalah suatu kemungkinan adanya suatu hasil tes yang akan menjadi non-reaktif pada seorang indi5idu yang tidak terinfeksi, oleh karena itu spesifitas suatu pengujian adalah kemampuannya untuk melacak hasil positif non-spesifik atau palsu !Depkes -I, ,''$". 0da dua metode yang digunkan dalam skring darah donor , yaitu metode elisa dan rapid test. a. metode GFI.0 GFI.0 adalah suatu metoda immunokimia yang berdasarkan reaksi spesifik antara antigen dengan antibodi yang memiliki sensiti5itas dan spesifisitas yang tinggi dengan menggunakan en)im sebagai indikatornya. Dengan memiliki satu dari komponen tersebut !antigen atau antibodi" yang dilabel dengan en)im dan diikatkan dengan pendukung immunosorbent, maka akan terbentuk antigen-antibodi kompleks. Pada metoda GFI.0 dengan antigen kompetitif, antibodi dilapiskan pada immunosorbent !substrat padat". (emudian antigen sampel dan antigen yang berlabel en)im dimasukan kedalam immunosorbent sehingga terjadi kompetisi antara antigen sampel dengan antigen berlabel en)im untuk berikatan dengan antibodi dan terbentuk kompleks antibodi-antigen. Dengan tambahan substrat yang spesifik terhadap kerja en)im, akan dihasilkan reaksi yang $,

menghasilkan warna. *asil warna tersebut dapat dilihat secara 5isual atau diukur dengan menggunakan kolorimeter atau spektrofotometer. =iri utama metoda ini adalah menggunakan suatu indikator en)im untuk reaksi immunologi !8urgess, $&&4". b. metode rapid test -apid test merupakan uji kromatografi immunoassay dengan menggunakan metode Hdirect sandwich. Prinsip dasar rapid test adalah pengikatan antigen oleh antibodi monoklonal yang spesifik. .alah satu jenis rapid tes yang banyak digunakan adalah alat diagnostik berupa stik uji untuk mendeteksi keberadaan antigen atau pun antibody dalam sampel berupa darah, plasma atau serum. .tik uji ini mirip dengan stik kehamilan yang menggunakan prinsip imunokromatografi yang telah banyak digunakan dan beredar di masyarakat. .ecara umum metode Imunokromatografi untuk mendeteksi sebuah spesimen dengan menggunakan dua antibodi. 0ntibodi pertama berada dalam larutan uji atau sebagian terdapat pada membran berpori dari alat uji. 0ntibodi ini dilabeli dengan lateks partikel atau partikel koloid emas !antibody berlabel". (eberadaan antigen akan dikenali oleh antibody berlabel dengan membentuk ikatan antigen-antibodi . komplek ikatan ini kemudian akan mengalir karena adanya kapilaritas menuju penyerap, yang terbuat dari kertas penyaring. .elama aliran, kompleks ini akan dideteksi dan diikat oleh antibody kedua yang terdapat pada membran berpori, sehingga terdapat komplek pada daerah deteksi pada membran yang menunjukkan hasil uji. Immunochromatography test !I= " merupakan uji imunokromatografi yang dapat mendeteksi antigen yang terdapat pada serum atau plasma. Prinsip dasarnya adalah adanya pengikatan antara antigen dengan antibody pada daerah test line, selanjutnya antibody akan berikatan dengan colloidal gold-labeled con ugate. (omplek yang terbentuk akan bergerak pada membran nitroselulosa. Deteksi antigen dengan menggunakan metode ini memiliki beberapa kelebihan jika dibandingkan dengan metode yang lain seperti GFI.0 !Enzyme!linked Immunosorbent Assay", -I0-I-M0 dan lain-lain. (elebihan metode ini adalah waktu yang diperlukan untuk pengujian relatif singkat sekitar ,-$' menit dan hasil uji dapat dilihat secara langsung. Pengujian dengan metode ini juga dapat dilakukan oleh setiap orang karena tidak memerlukan ketrampilan khusus seperti halnya dalam uji GFI.0. $/

.elain itu, metode ini dapat dijadikan sebagai pemeriksaan awal !screening test" untuk uji kualitatif dan dapat dikerjakan langsung di lapangan karena merupakan alat uji yang sederhana. 7alaupun, metode ini lebih sederhana dan mudah dibandingkan metode lainnya, akan tetapi memiliki sensiti5itas dan spesifisitas yang tinggi terhadap antigen.

Dambar 3. *asil pemeriksaan -apid est

Dambar 4. 0lur pemeriksaan donor darah hingga distribusi

$3

BAB III LAPORAN KEGIATAN 1. Selek ! D"n"r a. Pendonor mengisi formulir donor yang telah disediakan seperti dibawah ini 2

$4

Dambar 6. form tampak depan

$6

Dambar 9. form tampak belakang b. anamese dan pemeriksaan fisik $. pengisian formulir Donor Darah

Dambar %. Mengisi form donor

$9

,. Penimbangan 8erat 8adan

Dambar &. Pengukuran 8erat 8adan 8erat 8adan 2 9' kg /. Mengukur <ital .ign

Dambar $'. pengukuran tensi dan nadi ekanan Darah #adi 2 $/';&' mm*g 2 %,C; Menit $%

c. melakukan tes golongan darah dan *8

Dambar $$. tes golongan darah Pemeriksaan golongan darah PMI cabang mataram dilakukan dengan metode slide 0lat dan bahan berupa 2 objek glass, blood lancet, pen lancet, kapiler tube, alcohol 9'> , tes anti sera 0, test anti sera 8, tes anti sera + dan rhesus. =ara kerja 2 ambil sumur slide yang bersih desinfeksi ujung jari donor dengan kapas alcohol tusuk dengan blod lancet ambil darah dengan kapiler tube, teteskan satu tetes donor pada objek glass di tiga tempat. teteskan anti-0, anti 8 dan rhesus masing-masing satu tetes di atas darah tadi

$&

Dambar $,. tes golongan darah

Dambar $/. *asil pemeriksaan *8 dan Dolongan darah *8 2$/,$ g;dF

Dolongan Darah 2 8 I 2. Pen#a$a%an & akta' .etelah pasien dinyatakan lolos sleksi , dilakukan penyadapan darah 0lat dan bahan 2 kantong darah, kapas alcohol, plester, tang, tabung skrinng, betadine, alat untuk mencampur darah. *asil 2 setelah dilakukan proses penyadapan didapatkan $ kantong darah berisi /4' cc

,'

(. te

kr!n!ng

a. pemeriksaan *I< dengan metode rapid tes

Dambar $3. Jorm pemerikasaan *I< pembacaan hasil 2 a. rekatif 2 terdapat , garis merah yaitu pada control dan garis pasien b. nonrekatif 2 terdapat $ garis merah pada control c. in5alid 2 tidak ada garis merah, baik pada control maupun pasien

Dambar $4. *asil pemeriksaan *I< dengan metode rapid lembar kerja *I< no lot 2 *I< /'9''/$ gl GKP 2 '/ 1 ,'$4

,$

anggal

#o

0sal sample UDD

#o aktaf dan Dol no kantong /'/3'DK/&/6 0 darah +

5alidasi *asil 5alid #-

aftaf Urut '&;$';,'$/ $

abel $. Jorm lembar kerja pemeriksaan *I< b. pemeriksaan *8s0g

Dambar $6. Jorm pemeriksaan *epatitis

,,

Dambar $9. *asil pemeriksaan *epatitis dengan metode rapid

anggal aftaf

#o Urut

0sal .ample UDD

#o aktaf dan Dol no kantong /'/3'DK/&/6 0 darah +

5alidasi 5alid

*asil #-

'&;$';,'$/ $

able ,. Jorm Fembar kerja hepatitis c. pemeriksaan sifilis

,/

Dambar $%. Jorm pemeriksaan .ifilis

Dambar $&. *asil pemeriksaan .ifilis anggal aftaf #o urut 0sal .ample UDD #o aktaf dan Dol no kantong /'/3'DK/&/6 0 darah + <alid #<alidasi *asil

'&;$';,'$/ $

abel /. Jorm lembar kerja sifilis d. pemeriksaan *=<

,3

Dambar ,'. Jorm pemeriksaan *=<

Dambar ,$. *asil pemeriksaan *=< Fembar kerja anggal aftaf #o urut 0sal .ample UDD #o aktaf dan Dol no kantong /'/3'DK/&/6 0 Darah + <alid #5alidasi hasil

'&;$';,'$/ $

abel 3. Fembar kerja *=< (esimpulan 2 Dari hasil pemeriksaan IMF D berupa tes rapid *I<, *=<, *8s0g dan syphilis didapatkan hasil non reaktif, maka dengan hasil tersebut darah dari donor dapat ditranfusikan kepada resipient yang membutuhkan. Darah sebelum ditranfusikan pada resepient dilakukan uji comb atau uji silang serasi untuk menghindari terjadinya reaksi aglutinasi antara darah donor dan resipient. .elain itu darah dapat di proses menjadi berbagai komponen darah seperti P-=, JJ=, = dan P-P atau dibiarkan dalam bentuk whole blood yang kemudian diberikan sesuai dengan indikasi atau kebutuhan pasien. 0pabila ditemukan hasil reaktif dari salah satu

,4

atau lebih maka darah donor tidak boleh ditranfusikan dan harus dimusnahkan dengan prosedur yang telah di tetap

808 I< (G.IMPUF0# Pelayanan transfusi darah sebagai salah satu upaya kesehatan dalam rangka penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan sangat membutuhkan ketersediaan darah atau komponen darah yang cukup, aman, mudah diakses dan terjangkau oleh masyarakat sehingga pelayanan transfusi darah aman harus memenuhi beberapa prinsip yaitu2 a. Darah berasal dari donor sukarela, sehat dan memenuhi kriteria sebagai donor darah resiko rendah !low risk donor" terhadap tertular penyakit infeksi menular lewat transfusi darah. b. .eluruh proses pengamanan, pengolahan dan peynimpanan serta kualitas bahan habis pakai sesuai standar. c. Pemakaian secara rasional, indikasi dan pemilihan komponen berdasarkan analisa medis yang tepat.

,6

D0J 0- PU. 0(0

)tt%*&&!$. +r!,$.+"-&$"+&.2/0122(&BDRS )tt%*&&!$. +r!,$.+"-&$"+&20(/11.3&Re4!e56Bank6Dara)6Ru-a)6Sak!t )tt%*&&555.$"+ t"+.+"-&$"+ &21210.11&%e$"-an6Pengel"laan6BDRS )tt%*&&555.$"+ t"+.+"-&$"+ &(00./211&Pe$"-an6Pengel"laan6,ank6$ara)6ru-a)6 ak!t67BDRS8 )tt%*&&555.$"+ t"+.+"-&$"+ &2121039.&Pe$"-an6B!n5a 6Tran 'u !6D!nke 666DO: )tt%*&& ta''.,l"g.u!.a+.!$&5!ku6a&'!le &2//1&/2&r%%6%ela#anan6$ara).%$'

,9