Anda di halaman 1dari 3

Istilah-istilah Piroklastik dan Penjelasannya

1. Perlite : gelas vulkanik amorf yang memiliki kandungan air yang relatif tinggi,

biasanya dibentuk oleh hidrasi obsidian. Ini terjadi secara alami dan memiliki ciri khas yang tidak biasa, sangat mudah memuai ketika cukup dipanaskan. Perlite memuai ketika mencapai suhu 850-9000C. Dalam bidang konstruksi dan manufaktur, perlite digunakan sebagai plester ringan, adukan semen, isolasi dan langit-langit ubin. Dalam hortikultura, perlite digunakan sebagai media hidroponik untuk memulai penanaman. 2. Peperite : batuan sedimen yang mengandung fragmen material beku dan terbentuk ketika magma keluar mengalami kontak dengan sedimen basah. Peperite dapat terbentuk dalam satu atau dua proses, yang pertama dari patahan relatif magma dan dikelilingi oleh sedimen bergerak yang disuntikkan ke celah-celah dan membungkus fragmen yang pecah, dan yang kedua dicampur oleh fluida magma dengan sedimen yang telah mengalami pencairan. 3. Reticulite : bentuk ekstrem dari pumice yang semua gelembungnya telah meledak dan menjadi tidak terhubung, merenggang secara bersamaan oleh benang kaca. Hasil permeabilitas tinggi menyebabkan reticulite tenggelam dengan cepat di dalam air meskipun bobotnya ringan. Reticulite naik lebih tinggi daripada pumice dan bertiup jauh melawan arah angin sebelum jatuh ke tanah. Reticulite adalah endapan piroklastik tertua kedua pada rim kaldera, atasnya hanya tipis, abu vulkanik pasir, yang mungkin jatuh selama pembentukan kaldera. 4. Spherulite : material berbentuk bulat yang umumnya terjadi pada batu gelasan,

khususnya Ryolit kaya silica. Spherulite biasanya memiliki struktur bundar akibat pertumbuhan kuarsa dan ortoklas. Bentuknya yang bulat dimaksudkan untuk membentuk konsekuensi mineral yang cepat tumbuh setelah nukleasi. Sering terlihat dalam spesimen obsidian, pitchstone dan Ryolit sebagai tetesan karena seukuran butiran beras, mempunyai kilap tanah dan mengelilingi gelasan pada batuan. Ketika diamati dengan lensa membuktikan bahwa spherulite memiliki struktur berserat melingkar. 5. Obsidian hydration rind : Metode penentuan umur obsidian (gelas vulkanik hitam) yang memanfaatkan fakta bahwa obsidian yang baru saja keluar ke atmosfer akan mengambil air untuk membentuk lapisan permukaan terhidrasi dengan densitas dan indeks bias yang berbeda dari obsidian pada umumnya.

6.

Lithic tuff

Tuff yang tersusun oleh kebanyakan fragmen batuan kristalin.

Merupakan endapan abu vulkanik yang mengeras dimana fragmennya tersusun dari batuan yang telah terbentuk sebelumnya yang pertama dipadatkan di lubang vulkanik dan kemudian diledakkan. 7. Vitric tuff : tuff yang tersusun oleh fragmen gelasan yang lebih melimpah

daripada fragmen padatan atau kristal. 8. Crystal tuff : jenis tuff vulkanik yang tersusun oleh hampir seluruhnya kristal atau

fragmennya. Terbentuk selama erupsi vulkanik, ketika fragmen dari lava dengan kristal terbentuk di titik vulkanik yang kemudian dilepaskan ke udara. Gelas vulkanik ringan yang lepuh diangkut oleh angin dari pusat erupsi, kristal yang lebih berat jatuh terlebih dahulu yang kemudian membentuk crystal tuff. 9. Agglutinate : endapan piroklastik yang terdiri dari akumulasi bahan plastik asli dan

dibentuk oleh perpaduan fragmen selama pemadatan, merupakan hasil akumulasi fragmen-fragmen pipih yang terelaskan dan berasal dari erupsi basaltik yang sangat encer. 10. Spatter : fragmen yang sangat cair dari lava pijar yang dikeluarkan dari lubang

yang merata dan membeku pada permukaan tanah. Secara khusus spatter akan membangun dinding dari lava kental disekeliling lubang angin untuk membentuk kerucut spatter melingkar atau sepanjang kedua sisi rekahan untuk membangun benteng spatter.

Referensi: http://en.wikipedia.org/wiki/Peperite, diakses tanggal 22 Oktober 2013 pukul 19.25 WIB http://en.wikipedia.org/wiki/Perlite, diakses tanggal 20 Oktober 2013 pukul 19.30 WIB http://encyclopedia2.thefreedictionary.com/Crystal+Tuff, diakses tanggal 20 Oktober 2013 pukul 20.00 WIB

http://global.britannica.com/EBchecked/topic/424085/obsidian-hydration-rinddating, diakses tanggal 23 Oktober 2013 pukul 19.25 WIB

http://thesciencedictionary.org/vitric-tuff/, diakses tanggal 20 Oktober 2013 pukul

20.10 WIB http://volcano.oregonstate.edu/education/glossary.html, diakses tanggal 20 Oktober 2013 pukul 20.07 WIB http://volcano-pictures.info/glossary/spatter.html, diakses tanggal 23 Oktober 2013 pukul 20.15 WIB http://www.answers.com/topic/lithic-tuff, diakses tanggal 20 Oktober 2013 pukul 19.53 WIB http://www.otago.ac.nz/geology/people/white/peperite.html, Oktober 2013 pukul 19.27 WIB http://www.theodora.com/encyclopedia/s2/spherulites.html, Oktober 2013 pukul 19.45 WIB diakses tanggal 20 diakses tanggal 22