Anda di halaman 1dari 5

Pengaruh Kadar LDL Kolesterol Terhadap Morfologi Dinding Sel Eritosit dan Red Cell Distribution Weight

Proposal Tugas Akhir

Oleh: Sawitri Satwikajati NIM: 0910710013

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2011

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kelainan metabolisme saat ini banyak menyerang masyarakat. Hal ini diakibatkan oleh pola makan yang salah, gaya hidup yang tidak seimbang, dan kelainan genetik.

Hiperkolesterolemia adalah salah satu contoh penyakit kelainan metabolisme dimana terjadi kenaikan kadar kolesterol di dalam darah. Hiperkolesterolemia merupakan salah satu faktor risiko penyebab terjadinya penyakit jantung koroner. Di Indonesia saja , terdapat sekitar 36 juta penduduk atau sekitar 18% dari total penduduk Indonesia yang menderita kelainan lemak darah ini. Dari jumlah itu, 80% pasien meninggal mendadak akibat serangan jantung, dan 50%-nya tidak menampakkan gejala sebelumnya (lipi, 2009). Kolesterol adalah senyawa kompleks yang 80% dihasilkan di dalam organ tubuh (hepar) dan 20% didapatkan dari luar tubuh (makanan). Normalnya kolesterol dibutuhkan oleh tubuh untuk membentuk dinding sel dan sintesis hormone streroid (lipi, 2009). Pemasukan yang kolesterol seimbang tidak membahayakan bagi tubuh, namun jika berlebihan dapat mengakibatkan kelainan stroke dan peningkatan resiko penyakit jantung koroner (PJK). Kolesterol tidak larut dalam cairan darah, maka kolesterol harus dikirim ke seluruh tubuh dikemas bersama protein menjadi partikel yang disebut lipoprotein. Kolesterol dihasilkan oleh tubuh namun jumlahnya tidak mencukupi, sehingga perlu ditambah asupan dari luar (makanan), contohnya produk-produk olahan hewani seperti daging dan jerohan. Secara garis besar kolesterol dapat dibedakan menjadi low density lipoprotein (LDL), high density lipoprotein (HDL), very low density lipoprotein (VLDL), dan trigliserida. LDL sering disebut sebagai kolesterol jahat karena perananya sebagai pengangkut kolesterol paling anyak di dalam darah. Kolesterol LDL menjadi factor resiko terbesar dari penyakit jantung koroner karena sifatnya yang dapat melekat pada dinding pembuluh darah. LDL akan menembus dinding pembuluh darah melalui lapisan endhotel dan dapat menembus ke lapisan pembuluh darah yang lebih dalam seperti intima. (Lipi,2009). HDL sering disebut sebagai kolesterol baik karena sifatnya membuang kelebihan kolesterol jahat di pembuluh arteri kembali ke hepar. Trigliserida adalah salah satu jenis lemak yang terdapat di berbagai organ tubuh. Sejumlah faktor mempengaruhi trigliserida (TG) seperti, kegemukan, konsumsi alkhohol, gula, dan makanan berlemak. VLDL adalah lipoprotein yang disintesis di hati berasal dari TG, cholesterol, dan apolipoprotein. VLDL dikonversi di darah menjadi LDL.

Eritrosit / sel darah merah berfungsi sebagai transportasi hemoglobin dengan kata lain juga mentransportasikan oksigen (O2). Sehingga jumlah O2 yang diterima oleh jaringan bergantung pada jumlah dan fungsi dari eritrosit dan hemoglobinya. Pengukuran yang dilakukan untuk menilai eritrosit diantaranya, mean corpuscular volume (MCV), mean corpuscular hemoglobin (MCH), dan mean corpuscular hemoglobin (MCHC). MCV mencerminkan ukuran eritrosit dan MCH dan MCHC mencerminkan isi hemoglobin eritrosit. Dinding sel eritrosit tersusun atas membran lipid dan membran proteins. Membran lipid terdiri atas asymmetric phospholipid layer, unesterified layer, charged phospholipid, dan asymmetric phospholipid. Membran protein tersusun atas integral dan peripheral protein.

Integral protein tersusun atas band 3, glycophorin, dan aquaporin. Peripheral protein tersusun atas spectrin, actin, protein 4.1, pallidin, ankyrin, adducing, tropomycin, dantropomodulin (Pasricha,2009). Eritrosit mudah diamati sehingga jika terjadi kerusakan dinding sel dapat diamati melalui smear atau computerise. Kerusakan membran eritrosit mungkin saja disebabkan oleh perubahan kadar LDL kolesterol di dalam tubuh. Hal ini dapat diteksi melalui analisis red blood cell distribution weight (RDW), didapatkan kelainan morfologi eritrosit pada analisis RDW, dimana terdapat berbedaan bentuk membran, bentuk dan diameter sel eritrosit. Perlu digali lebih dalam mengapa kenaikan kadar LDL kolesterol mengkibatkan kerusakan membran dan perubahan ukuran sel eritrosit.

1.2 Masalah Penelitian Peneliti ingin melihat hubungan antara kerusakan struktur dinding sel eritrosit dengan kadar LDL pada pasien hiperkolesterolemia. 1.3 Tujuan Penelitian 1.3.1 Tujuan Umum Peniliti ingin melihat ada atau tidak kerusakan struktur dinding sel eritrosit pada pasien hiperkolesterolemia. 1.3.2 Tujuan Khusus Peneliti ingin melihat bagaimana LDL kolesterol dapat mempengaruhi dinding sel eritrosit.

1.4 Manfaat Penelitian 1.4.1 Manfaat Akademik Menambah referensi atau wawasan baru tentang komplikasi yang diakibatkan oleh hiperkolesterolemia, sehingga tidak menutup kemungkinan untuk dialkukan penelitian lebih lanjut. 1.4.2 Manfaat Praktis Membuka peluang baru untuk meningkatkan terapi dan diagnosis pasien hiperkolesterolemia di masyarakat.

Refference: 1. http://www.majalah-farmacia.com/rubrik/one_news_print.asp?IDNews=1076. Diakses tgl.12 Desember 2011 jam 12.00WIB 2. http://www.bit.lipi.go.id/pangankesehatan/documents/artikel_kolesterol/kolesterol.pdf. Diakses tgl 12 Desember 2011 jam 12.05 WIB. 3. http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/21914/4/Chapter%20II.pdf. Diakses tgl 12 Desember 2011 jam 12.45 4. Pasricha , Sant-Rayn. The Red Cell Membrane:structure and pathologies . ppt. Monash University, Jakarta: 2009