Anda di halaman 1dari 3

Pembahasan Pembuatan larutan standar sekunder NaOH tidak dapat dilakukan secara sembarangan.

Aquades yang digunakan untuk melarutkan padatan NaOH harus didihkan terlebih dahulu, hal ini dikarenakan NaOH secara spontan menyerap karbon dioksida (CO2) membentuk kristal Natrium Karbonat (NaHCO3). Selain itu, aquades yang telah dipanaskan tidak dapat langsung digunakan untuk melarutkan NaOH, aquades tersebut harus didinginkan terlebih dahulu hingga mencapai suhu kamar karena pelarutan NaOH bersifat eksoterm. Menurut persamaan Termodinamika : delta G = delta H T delta S, pelarutan NaOH harus menghasilkan delta G yang bernilai positif, sehingga aquades yang digunakan untuk melarutkan NaOH harus dalam keadaan dingin (suhu kamar) agar pelarutan optimal dan tidak menghasilkan endapan. Larutan standar sekunder NaOH harus disimpan di dalam botol reagen plastik, hal ini dikarenakan NaOH bereaksi dengan kaca membentuk Natrium Silikat ( Larutan pereaksi CuSO4 dapat dibuat dengan melarutkan padatan CuSO4.5H2O menggunakan aquades yang dipanaskan dan tanpa didinginkan terlebih dahulu. Hal ini dikarenakan pelarutan CuSO4.5H2O bersifat endoterm. Menurut persamaan termodinamika : delta G= delta H- T delta S, pelarutan CuSO4.5H2O harus menghasilkan delta G yang bernilai negatif agar pelarutan optimal. Ketika dimasukkan ke dalam botol reagen, larutan pereaksi CuSO4 harus disaring terlebih dahulu menggunakan corong pendek dan kertas saring karena terdapat pengotor di dalamnya. Kertas saring yang digunakan adalah kertas saring yang dilipat ganda karena zat yang diperlukan dalam penyaringan tersebut adalah filtrat atau cairannya.

Kesimpulan Setelah melakukan pembuatan larutan standar sekunder NaOH 1 M dan pembuatan larutan pereaksi CuSO4 1 M, cara pembuatan larutan-larutan tersebut dapat diketahui secara baik dan benar. Larutan standar sekunder NaOH 1 M sebanyak 50 mL dapat dibuat dengan melarutkan padatan NaOH sebanyak 2 gram dan larutan standar pereaksi CuSO4 1 M sebanyak 50 mL dapat dibuat dengan melarutkan padatan CuSO4 sebanyak 12,475 gram. Setiap bahan-bahan kimia memiliki karakteristiknya masing-masing dan

pelarutan bahan-bahan kimia ada yang bersifat eksoterm dan endoterm sehingga cara pelarutan setiap bahan-bahan tersebut tidak boleh dilakukan secara sembarangan agar pelarutan optimal.

Daftar Pustaka

H.A.M, Mulyono. (2006). Membuat Reagen Kimia di Laboratorium. Jakarta: Bumi Aksara. H.A.M, Mulyono. (2007). Kamus Kimia. Jakarta: Bumi Aksara. Material Safety Data Sheet. (2012). Copper (II) Sulfate. http://www.sigmaaldrich.com/MSDS. [18 Oktober 2012]. Material Safety Data Sheet. (2012). Sodium Hydroxide. http://www.sigmaaldrich.com/MSDS. [18 Oktober 2012]. [Online]. Tersedia:

[Online].

Tersedia:

Wikipedia. (2012). Copper (II) Sulfate. [Online]. http://en.wikipedia.org/wiki/Copper(II)_Sulfate. [18 Oktober 2012]. Wikipedia. (2012). Sodium Hydroxide. [Online]. http://en.wikipedia.org/wiki/Sodium _hydroxide. [18 Oktober 2012].

Tersedia:

Tersedia:

Anda mungkin juga menyukai