Anda di halaman 1dari 15

Nama Kelompok : Adli Rachmawati Annatsir Indri Lestari Nia Alfiani Susanti CahyaningTyas

POLTEKKES BANDUNG Prodi Keperawatan Tangerang 2011-2012 Jln. Dokter Sitanala Tangerang

Daftar Isi
Kata Pengantar i

BAB I Pendahuluan ... 1 A. Latar belakang masalah . 1 B. Perumusan Masalah... 1 C. Tujuan 2

BAB II Pembahasan . .. 3 A. Pengertian Aborsi dan Kloning menurut Agama Islam ..3 B. Manfaat dari Kloning .....5 C. Dampak positif dan negative pada Aborsi dan Kloning ...6 D. Hukum Aborsi dan Kloning menurut Agama Islam...7 BAB III Penutup A. Kesimpulan B. Saran Daftar Pustaka .10

...11 . ..ii

Kata Pengantar Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas terselesaikannya makalah ini. Makalah ini kami buat satu jilid ini berisi tentang Kloning dan Aborsi. Makalah ini memberi perhatian yang besar terhadap masyarakat sekitar. Oleh karena itu, kami menyajikan materi yang dikehendakinya. Setiap konsep dibahas dengan rinci yang mudah untuk dipahami. Di dalam setiap bab dapat kita temukan informasi masalah Aborsi dan Kloning pada pandangan agama islam. Akhir kata, demikian pula dengan makalah ini, masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun tetap kami nantikan demi kesempurnaan makalah ini. Tangerang, September 19-09-2011

Penyusun

Bab I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Pertama-tama harus dideklarasikan bahwa aborsi. Bukanlah semata masalah medis atau kesehatan masyarakat, melainkan juga problem sosial yang terkait dengan paham kebebasan yang dianut suatu masyarakat. Paham asing ini tak diragukan lagi telah menjadi pintu masuk bagi merajalelanya kasus-kasus aborsi dalam masyarakat mana pun. Data-data statistik yang ada telah membuktikannya. Aborsi telah menjadi penghancur kehidupan umat manusia terbesar sepanjang sejarah dunia. Angka ini memberikan bukti bahwa setiap hari 150.658 bayi dibunuh, atau setiap menit 105 nyawa bayi direnggut sewaktu masih dalam kandungan. Belakangan ini telah berkembang satu teknologi baru yang mampu memduplikasi makhluk hidup dengan sama persis, teknologi ini dikenal dengan nama teknologi kloning. Kloning adalah teknik membuat keturunan dengan kode genetik yang sama dengan induknya pada makhluk hidup tertentu baik berupa tumbuhan, hewan, maupun manusia. Hal ini menimbulkan efek samping yang buruk bagi kesehatan manusia.

B. PERUMUSAN MASALAH
A. Apa itu pengertian aborsi? B. Apa macam-macam aborsi? C. Apa hukum aborsi itu? D. Apa itu pengertian Koning? E. Apa manfaat Kloning itu? F. Apa dampak Kloning itu?

C.TUJUAN

A. Agar mahasiswa dapat menjelaskan tentang Aborsi dan Kloning

B. Agar mahasiswa dapat mengantisipasi hal tersebut agar tidak melanggar Etika Keperawatan. C. Agar mahasiswa mampu dan mengetahui hal - hal yang mengakibatkan Aborsi

D. Agar Mahasiswa mengetahui bagaimana Islam memandang Aborsi dan Kloning.

Bab II PEMBAHASAN
A. Pengertian Aborsi dan Kloning pada pandangan Agama Islam
1.Pengertian Aborsi

Secara bahasa adalah pengguguran kandungan (janin ) Ia bersal dari kata .nagnalihgnem aynitra Maka artinya membuang anak sebelum sempurna dan disebut dengan menggugurkan janin. Aborsi secara etimologi adalah menggugurkan anak sehingga ia tidak hidup. Menurut terminology,Aborsi adalah praktik seorang wanita yang menggugurkan janinnya baik yang dilakukan sendiri ataupun orang lain. Menurut pandangan islam serta agama agama lain tentang aborsi, Aborsi menurut agama-agama sebelum islam adalah hal yang termasuk yang diharamkan .Dalam agama yahudi aborsi dianggap haram,tidak diperbolehkan dan pelakunya mendapatkan hukuman.Akan tetapi hukumannya tidaklah ditentukan.Dalam agama nasrani aborsi dianggap haram dan sangsinya adalah di eksekusi mati.Oleh karena itu sejak dulu di Negara inggris sampai tahun 1524,hukuman bagi pelaku aborsi adalah mati. Pandangan syariat islam yang secara umum mengharamkan praktek aborsi.Hal itu tidak diperbolehkan karena beberapa sebab : 1.Aborsi sangat bertentangan sekali dengan tujuan utama pernikahan,dimana tujuan penting pernikahan adalah memperbanyak keturunan. 2.Tindakan aborsi merupakan sikap bururk sangka terhadap Allah,maka syariat islam memandang bahwa hokum aborsi adalah haram. Ada dua fakta Aborsi Menurut Pandangan Islam yang dibedakan oleh para fuqaha dalam masalah ini. Pertama: apa yang disebut imlash (aborsi, pengguguran kandungan). Kedua, isqth (penghentian kehamilan). Imlash adalah menggugurkan

janin dalam rahim wanita hamil yang dilakukan dengan sengaja untuk menyerang atau membunuhnya. Dalam hal ini, tindakan imlash (aborsi) tersebut jelas termasuk kategori dosa besar; merupakan tindak kriminal. Pelakunya dikenai diyat ghurrah budak pria atau wanita, yang nilainya sama dengan 10 diyat manusia sempurna. Macam-macam Aborsi: 1. Aborsi Spontan/ Alamiah atau Abortus Spontaneus 2. Aborsi Buatan/ Sengaja atau Abortus Provocatus Criminalis 3. Aborsi Terapeutik/ Medis atau Abortus Provocatus Therapeuticum. 2.Pengertian Kloning Kloning terhadap manusia adalah merupakan bentuk intervensi hasil rekayasa manusia. Kloning adalah teknik memproduksi duplikat yang identik secara genetis dari suatu organisme. Klon adalah keturunan aseksual dari individu tunggal. Kloning manusia hanya membutuhkan pengambilan sel somatis (sel tubuh), bukan sel reproduktif (seperti sel telur atau sperma) dari seseorang, kemudian DNA dari sel itu diambil dan ditransfer ke dalam sel telur seseorang wanita yang belum dibuahi, yang sudah dihapus semua karakteristik genetisnya dengan cara membuang inti sel (yakni DNA) yang ada dalam sel telur itu. Kemudian, arus listrik dialirkan pada sel telur itu untuk mengelabuinya agar merasa telah dibuahi, sehingga ia mulai membelah. Sel yang sudah dibuahi ini kemudian ditanam ke dalam rahim seorang wanita yang ditugaskan sebagai ibu pengandung. Bayi yang dilahirkan secara genetis akan sama dengan genetika orang yang mendonorkan sel somatis tersebut.

B. Manfaat Kloning pada Agama Islam


Teknologi kloning diharapkan dapat memberi manfaat kepada manusia, khususnya di bidang medis. Beberapa di antara keuntungan terapeutik dari teknologi kloning dapat diringkas sebagai berikut: Kloning manusia memungkinkan banyak pasangan tidak subur untuk mendapatkan anak.

Organ manusia dapat dikloning secara selektif untuk dimanfaatkan

sebagai organ pengganti bagi pemilik sel organ itu sendiri, sehingga dapat meminimalisir risiko penolakan.

Sel-sel dapat dikloning dan diregenerasi untuk menggantikan jaringan-

jaringan tubuh yang rusak, misalnya urat syaraf dan jaringan otot. kemungkinan bahwa kelak manusia dapat mengganti jaringan tubuhnya yang terkena penyakit dengan jaringan tubuh embrio hasil kloning, atau mengganti organ tubuhnya yang rusak dengan organ tubuh manusia hasil kloning. Di kemudian hari akan ada kemungkinan tumbuh pasar jual-beli embrio dan sel-sel hasil kloning. Teknologi kloning memungkinkan para ilmuan medis untuk menghidupkan dan mematikan sel-sel. Dengan demikian, teknologi ini dapat digunakan untuk mengatasi kanker. Di samping itu, ada sebuah optimisme bahwa kelak kita dapat menghambat proses penuaan berkat apa yang kita pelajari dari kloning. Teknologi kloning memungkinkan dilakukan pengujian dan penyembuhan penyakit-penyakit keturunan. Dengan teknologi kloning, kelak dapat membantu manusia dalam menemukan obat kanker, menghentikan serangan jantung, dan membuat tulang, lemak, jaringan penyambung, atau

tulang rawan yang cocok dengan tubuh pasien untuk tujuan bedah penyembuhan dan bedah kecantikan.

C. Dampak positif dan negatif Aborsi dan Kloning Agama Islam


Dampak positif Aborsi pada pandangan Islam : Jika kandungan mengalami masalah sebaiknya aborsi segera di lakukan

Dampak negatif aborsi pada pandangan Islam :\ Melanggar etika hukum Dapat merusak gangguan pada rahim seseorang Perbuatan yang diharamkan oleh agama Islam

Dampak positif Kloning pada pandangan Islam : Bisa menduplikat diri sendiri Munculnya teknologi yang baru

Dampak negatif Kloning pada pandangan Islam : Merusak peradaban manusia. Memperlakukan manusia sebagai objek. Jika kloning dilakukan manusia seolah seperti barang mekanis yang bisa dicetak semaunya oleh pemilik modal. Hal ini akan mereduksi nilai-nilai kemanusiaan yang dimiliki oleh manusia hasil cloning.

D. Hukum Aborsi dan Kloning menurut Agama Islam


Hukum Aborsi Dr. Abdurrahman Al Baghdadi (1998) dalam bukunya Emansipasi Adakah Dalam Islam halaman 127-128 menyebutkan bahwa aborsi dapat dilakukan sebelum atau sesudah ruh (nyawa) ditiupkan. Jika dilakukan setelah setelah ditiupkannya ruh, yaitu setelah 4 (empat) bulan masa kehamilan, maka semua ulama ahli fiqih ( fuqoha) sepakat akan keharamannya. Tetapi para ulama fiqih berbeda pendapat jika aborsi dilakukan sebelum ditiupkannya ruh. Sebagian memperbolehkan dan sebagiannya mengharamkannya. Yang mengharamkan aborsi sebelum peniupan ruh antara lain Ibnu Hajar (w. 1567 M) dalam kitabnya At Tuhfah dan Al Ghazali dalam kitabnya Ihya` Ulumiddin. Bahkan Mahmud Syaltut, mantan Rektor Universitas Al Azhar Mesir berpendapat bahwa sejak bertemunya sel sperma dengan ovum (sel telur) maka aborsi adalah haram, sebab sudah ada kehidupan pada kandungan yang sedang mengalami pertumbuhan dan persiapan untuk menjadi makhluk baru yang bernyawa yang bernama manusia yang harus dihormati dan dilindungi eksistensinya. Akan makin jahat dan besar dosanya, jika aborsi dilakukan setelah janin bernyawa, dan akan lebih besar lagi dosanya kalau bayi yang baru lahir dari kandungan sampai dibuang atau dibunuh ( Masjfuk Zuhdi, 1993, Masail Fiqhiyah Kapita Selekta Hukum Islam, halaman 81; M. Ali Hasan, 1995, Masail Fiqhiyah Al Haditsah Pada Masalah-Masalah Kontemporer Hukum Islam, halaman 57; Cholil Uman, 1994, Agama Menjawab Tentang Berbagai Masalah Abad Modern, halaman 91-93; Mahjuddin, 1990, Masailul Fiqhiyah Berbagai Kasus Yang Yang Dihadapi Hukum Islam Masa Kini, halaman 77-79). Pendapat yang disepakati fuqoha, yaitu bahwa haram hukumnya melakukan aborsi setelah ditiupkannya ruh (empat bulan), didasarkan pada kenyataan bahwa peniupan ruh terjadi setelah 4 (empat) bulan masa kehamilan. Abdullah bin Masud berkata bahwa Rasulullah Saw telah bersabda:

Sesungguhnya setiap kamu terkumpul kejadiannya dalam perut ibumu selama 40 hari dalam bentuk nuthfah, kemudian dalam bentuk alaqah selama itu pula, kemudian dalam bentuk mudghah selama itu pula, kemudian ditiupkan ruh kepadanya. [HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Ahmad, dan Tirmidzi]. Maka dari itu, aborsi setelah kandungan berumur 4 bulan adalah haram, karena berarti membunuh makhluk yang sudah bernyawa. Dan ini termasuk dalam kategori pembunuhan yang keharamannya antara lain didasarkan pada dalil-dalil syari berikut. Firman Allah SWT: Dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena kemiskinan. Kami akan memberikan rizki kepada mereka dan kepadamu. (Qs. al-Anaam [6]: 151). Dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut miskin. Kami akan memberikan rizki kepada mereka dan kepadamu. (Qs. al-Isra` [17]: 31). Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan (alasan) yang benar (menurut syara). (Qs. al-Isra` [17]: 33). Dan apabila bayi-bayi yang dikubur hidup-hidup itu ditanya karena dosa apakah ia dibunuh. (Qs. at-Takwiir [81]: 8-9) Hukum Kloning Ulama mengkaji kloning dalam pandangan hukum Islam bermula dari ayat berikut:

( : 5). Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki (QS. 22/al-Hajj: 5).

Dalam Islam, kita selalu diajarkan untuk menggunakan akal dalam memahami agama.Islam menganjurkan agar kita menuntut ilmu (dalam hadits dinyatakan bahkan sampai ke negri Cina sekalipun).Islam menyampaikan bahwa Allah selalu mengajari dengan ilmu yang belum ia ketahui (lihat QS. 96/al-Alaq).Allah menyatakan, bahwa manusia tidak akan menguasai ilmu tanpa seizin Allah (lihat ayat Kursi pada QS. 2/al-Baqarah: 255).

Bab III PENUTUP


A. Kesimpulan
Aborsi Tidak diwajibkan qishas bagi asal (ibu) bila membunuh cabang (janin), walapun disengaja dan direncanakan. Di antara alasan yang mereka kemukakan untuk menetapkan hukum itu adalah karena asal telah dijadikan Allah sebagai sebab terwujudnya cabang, maka tidak layak jika cabang menjadi sebab kematian asalnya. Aborsi bukan sekedar masalah medis atau kesehatan masyarakat, namun juga problem sosial yang muncul karena manusia mengekor pada peradaban Barat. Maka pemecahannya haruslah dilakukan secara komprehensif-fundamental-radikal, yang intinya adalah dengan mencabut sikap taqlid kepada peradaban Barat dengan menghancurkan segala nilai dan institusi peradaban Barat yang bertentangan dengan Islam, untuk kemudian digantikan dengan peradaban Islam yang manusiawi dan adil. Kloning Dalam hal ini cloning menyalahi pemeliharaan keturunan. Dari beberapa pendapat tersebut, kita bisa menyimpulkan bahwa cloning hukumnya haram karena lebih berpotensi menghasilkan dampak buruk daripada dampak baiknya. Keharaman cloning ini lebih didasarkan pada hilangnya salah satu hal yang harus dilindungi manusia yaitu faktor keturunan. Hal ini kemudian disandarkan pada qaidah darul mafasid muqaddamun ala jalbil mashalih yang artinya Menampik keburukan lebih diutamakan daripada mendatangkan manfaat. Hilangnya garis keturunan manusia yang dikloning akan menghilangkan hak-hak manusia tersebut, seperti misalnya hak untuk mendapat penghidupan dari keluarganya, warisan, lebih parah lagi hak untuk mendapatkan kasih sayang dari orang tua geneticnya, dan hak-hak lain yang harus ia dapatkan.

B. Saran Pemerntah lebih menegaskan hukuman tindakan melakukan aborsi.

DAFTAR PUSTAKA http://blog.uin-malang.ac.id/rizkialfajri/2010/08/27/kloning-dalamperspektif-islam/ http://www.direktorut,islam.com/?p:732

ii