Anda di halaman 1dari 17

PEMERIKSAAN HIDUNG

RINOSKOPI ANTERIOR Pemeriksaan rinoskopi anterior dilakukan dengan menggunakan spekulum hidung yg dimasukkan kedalam kavum nasi. Kemudian struktur kavum nasi dilihat dengan menundukkan dan menegakkan posisi kepala penerita.

Yang dilihat adalah : 1. Konka inferior nasi 2. Vestibulum 3. Meatus inferior 4. Meatus Media 5. Konka media 6. Septum nasi dan 7. Apakah ada tumor atau tanda-tanda radang

RINOSKOPI POSTERIOR Dilakukan seperti pada pemeriksaan nasofaring dan biasanya sekaligus bersama-sama pemeriksaannya. Pemeriksaan in lebih sulit dan memerlukan ketrampilan, ketenangan pasien dan kerjasama pasien.

Menggunakan kaca reflektor dan lampu kepala. Dengan menggunakan spatel, lidah ditekan kebawah. Pada saat memasukkan kaca reflektor, penderita diminta bernafas dari mulut, tetapi setelah kaca masuk penderita diminta bernafas dari hidung.

Yang perlu diperhatikan adalah : 1. Bagaimana keadaan koana 2. Septum nasi 3. Konka nasalis media dan superior 4. Adakah sekret atau postnasal drip 5. Adakah masa tumor 6. Bagaimana keadaan fossa Rossenmuller 7. Bagaimana keadaan muara tuba eustachi dan 8. Pada anak kecil perhatikan keadaan adenoidnya. http://habibnurhidayah.blogspot.com/2013/06/rinoskopi-anterior.html

Rhinitis Kronis dan Post-Nasal Drip Kronis Rhinitis Kronis dan Post-Nasal Drip Kronis Tujuan

Dari

Hidung

Tujuan dari hidung adalah untuk menghangatkan, membersihkan, dan melembabkan udara yang anda napas serta membantu anda untuk membaui dan mencicipi. Seorang yang normal akan menghasilkan kira-kira dua quarts (1 quart = 0,9 liter) cairan setiap hari (lendir), yang membantu dalam mempertahankan saluran pernapasan bersih dan lembab. Rambut-rambut mikroskopik yang kecil (cilia) melapisi permukaan-permukaan dari rongga hidung, membantu menghapus partikel-partikel. Akhirnya lapisan lendir digerakan ke belakang tenggorokan dimana ia secara tidak sadar ditelan. Seluruh proses ini diatur secara ketat oleh beberapa sistim-sistim tubuh.

Secara struktural, hidung dipisahkan kedalam dua jala-jalan terusan (lubang hidung kiri dan kanan) oleh struktur yang disebut septum. Menonjol kedalam setiap jalan pernapasan adalah penonjolan-penonjolan yang bertulang yang disebut turbinates, yang membantu meningkatkan area permukaan dari bagian dalam hidung. Ada tiga turbinates pada setiap sisi dari hidung (turbinates inferior atau bagian bawah, turbinates bagian tengah, turbinates superior atau bagian atas). Sinus-sinus adalah empat pasang kamar-kamar yang berisi udara yang mengosong kedalam rongga hidung. Tujuan mereka sebenarnya tidak diketahui, namun mungkin membantu untuk meringankan tengkorak, mengurangi beratnya.

Definisi

Rhinitis

Dan

Post-Nasal

Drip

Rhinitis adalah kondisi yang sangat umum dan mempunyai banyak sebab-sebab yang berbeda. Pada dasarnya, rhinitis mungkin ditentukan sebagai peradangan dari lapisan hidung bagian dalam. Disebutkan lebih spesifik, ia mungkin ditentukan oleh kehadiran dari satu atau lebih dari gejala-gejala berikut:

* * * *

Rhinorrhea

(hidung Hidung Hidung

yang

meler yang yang

atau

ingusan) gatal mampet Bersin

Post-nasal drip adalah akumulasi lendir di belakang hidung dan tenggorokan yang menjurus pada, atau memberikan sensasi dari, tetesan lendir yang menurun dari belakang hidung. Salah satu dari karakteristik-karakteristik yang paling umum dari rhinitis kronis adalah post-nasal drip. Post-nasal drip mungkin menjurus pada sakit tenggorokan yang kronis atau batuk yang kronis. Post-nasal drip dapat disebabkan oleh sekresi-sekresi yang berlebihan atau kental, atau gangguan dalam pembersihan lendir yang normal dari hidung dan tenggorokan.

Penyebab Rhinitis Rhinitis mempunyai banyak sebab-sebab yang mungkin. Rhinitis dapat menjadi akut atau kronis.

Allergic rhinitis adalah penyebab yang sangat umum dari rhinitis. Ia disebabkan oleh alergialergi dan dikarakteristikan oleh hidung yang gatal/ingusan, bersin, dan hidung yang buntu/mampet. Gejala-gejala alergi lain termasuk 1. telinga-telinga dan tenggorokan yang gatal, 2. Persoalan-persoalan tabung Eustachian (tabung yang menghubungi telinga bagian dalam ke belakang tenggorokan), 3. mata-mata yang merah/berair, 4. batuk, 5. kelelahan/kehilangan konsentrasi/kehilangan energi dari kekurangan tidur, dan 6. sakit-sakit kepala atau kepekaan muka. Orang-orang dengan allergic rhinitis juga mempunyai kejadian yang lebih tinggi dari asma dan eczema, yang adalah juga sebagian besar alergi aslinya.

Seasonal allergic rhinitis (hay fever) biasanya disebabkan oleh serbuk sari di udara, dan pasien-pasien yang sensitif mempunyai gejala-gejala selama waktu-waktu puncaknya selama tahun itu. `Perennial allergic rhinitis, tipe dari rhinitis kronis adalah persoalan sepanjang tahun, dan seringkali disebabkan oleh allergens dalam rumah (partikel-partikel yang menyebabkan alergi-alergi), seperti debu dan animal dander sebagai tambahan pada serbuk-serbuk sari yang mungkin hadir pada saat itu. Gejala-gejala cenderung terjadi tidak perduli waktu dari tahun. Apakah Rhinitis Selalu Berhubungan Dengan Alergi-Alergi ?

Tidak, rhinitis mungkin mempunyai banyak sebab-sebab yang lain daripada alergi-alergi. Beberapa dari tipe-tipe lain dari rhinitis ini didaftar dibawah.

Non-allergic rhinitis terjadi pada pasien-pasien dimana penyebab-penyebab alergi atau lain dari rhinitis tidak dapat diidentifikasikan. Non-allergic rhinitis mungkin dapat lebih jauh dibagi kedalam tiga tipe-tipe vasomotor 2. 3. non-allergic gustatory rhinitis with nasal rhinitis, eosinophilia syndrome rhinitis, dan (NARES).

Kondisi-kondisi ini mungkin tidak mempunyai manifestasi-manifestasi alergi lain seperti, mata-mata yang gatal dan berair dan juga lebih gigih dan kurang musiman.

* Vasomotor rhinitis diperkirakan terjadi karena pengaturan yang abnormal dari aliran darah hidung dan mungkin diinduksi oleh fluktuasi-fluktuasi temperatur di lingkungan seperti, o o o o o bau-bau kuat asap seperti, detergents atau asap mobil, fragrances (bau-bau udara yang dingin atau polusi kering, atau irritants seperti: udara, asap/kabut, tembakau, atau wangi).

* Gustatory rhinitis mungkin menyajikan sebagian besar sebagai hidung yang beringus (rhinorrhea) yang dihubungkan pada konsumsi makanan yang panas dan pedas. * Non-allergic rhinitis with nasal eosinophilia syndrome (NARES) dikarakteristikan oleh kotoran hidung yang bening. Kotoran hidung ditemukan mempunyai eosinophils (tipe sel alergi), meskipun pasien mungkin tidak mempunyai bukti lain apa saja dari alergi dengan pengujian kulit atau sejarah atau gejala-gejala.

Occupational rhinitis mungkin timbul dari paparan pada irritants di tempat kerja seseorang dengan perbaikan dari gejala-gejala setelah orang itu meninggalkan tempat kerjanya.

Sebab-sebab

lain

dari

rhinitis

mungkin

dihubungkan

pada:

* * * * * * dan obat-obat beberapa beberapa beberapa beberapa obat-obat obat-obat tertentu obat-obat (kontraseptik-kontraseptik tekanan obat-obat disfungsi anti-peradangan), darah

kehamilan, oral, , ketakutan, ereksi, atau

* beberapa kelainan-kelainan struktural hidung (septum yang menyimpang, septum yang berlubang, tumor-tumor, polip-polip hidung, atau benda-benda asing).

Infeksi-infeksi, kebanyakan virus, adalah sebab yang umum dari rhinitis. Viral rhinitis biasanya tidak kronis dan mungkin menghilang dengan sendirinya.

Adakalanya rhinitis mungkin dihubungkan pada kondisi-kondisi medis umum lainnya seperti:

* * * * *

acid

reflux Wegener's

disease

(GERD), granulomatosis, sarcoidosis,

cystic kondisi-kondisi lain

fibrosis, yang kurang

dan umum.

Kondisi-Kondisi Yang Menyebabkan Produksi Yang Abnormal Dari Sekresi-Sekresi Hidung

Kondisi-kondisi berikut sering dihubungkan dengan pengaliran hidung yang meningkat. Juga, adalah bukan tidak umum untuk mempunyai lebih dari satu faktor yang terlibat pada individu tertentu.

Yang berikut mungkin menyebabkan peningkatan dalam sekresi-sekresi yang tipis:

* * * * * temperatur-temperatur makanan-makanan kehamilan atau atau yang rempah-rempah perubahan-perubahan

virus-virus alergi-alergi dingin tertentu hormon

* efek-efek sampingan obat (terutama obat-obat tekanan darah tinggi tertentu) * persoalan-persoalan struktural (septum yang menyimpang, turbinates yang besar) * vasomotor rhinitis (persoalan pengaturan yang abnormal dengan hidung)

Mengurangi isi cairan dari lendir biasanya mengentalkan sekresi-sekresi yang menjurus pada kesan dari lendir yang meningkat. Yang berikut mungkin menyebabkan sekresisekresi yang kental:

* * * *

kelembaban infeksi-infeksi benda-benda asing (terutama lingkungan sinus jika

yang atau pengaliran (asap dari satu

rendah hidung sisi) kabut)

irritant-irritant

tembakau,

* persoalan-persoalan struktural (septum yang menyimpang, turbinates yang membesar, adenoid-adenoid yang membesar)

* umur yang lanjut - selaput lendir yang melapisi hidung dapat menyusut dengan umur yang menjurus pada pengurangan volume sekresi-sekresi yang adalah lebih kental * * efek-efek persoalan-persoalan sampingan obat hormon (antihistamines)

Kondisi-Kondisi Yang Menyebabkan Pembersihan Dari Sekresi-Sekresi Hidung Yang Terganggu

Persoalan-persoalan menelan dapat membuatnya sulit untuk membersihkan sekresisekresi yang normal. Ini mungkin berakibat pada akumulasi dari material dalam tenggorokan, yang dapat meluap kedalam kotak suara, menyebabkan keparauan, membersihkan tenggorokan, atau batuk. Faktor-faktor berikut dapat berkontribusi pada persoalan-persoalan menelan:

* Umur yang berlanjut: Ini akan menjurus pada kekuatan dan koordinasi yang berkurang dalam menelan.

* Stres: Stres menjurus pada spasme (kejang) otot atau "gumpalan dalam tenggorokan". Juga kebiasaan syaraf dari pembersihan tenggorokan yang sering akan memperburuk situasi. * Penyempitan tenggorokan yang disebabkan oleh tumor-tumor atau kondisi-kondisi lain: * Ini akan Gastroesophageal mengganggu lewatnya reflux makanan. (GERD)

* Penyakit-penyakit Syaraf atau Otot: (stroke, dan penyakit-penyakit otot, dan seterusnya.) Merawat Rhinitis Dan Post-Nasal Drip Yang Kronis

Perawatan

umumnya

diarahkan

menuju

ke

penyebab

yang

mendasarinya.

Mengidentifikasi

dan

menghindari

allergen-allergen

Alergi adalah respon peradangan "tubuh yang normal" yang dilebih-lebihkan pada unsur dari luar. Unsur-unsur yang menyebabkan alergi-alergi ini disebut allergen-allergen, dan secara khas termasuk:

*serbuksari, *jamur,

*animaldander(kucing-kucingdananjing-anjing), *deburumah, *tungau-tungau *beberapamakanan-makanan. dan kecoa-kecoa, dan

Obat-Obat Yang Dapat Digunakan Untuk Merawat Rhinitis Dan Post-Nasal Drip

Sebagai tambahan pada tindakan-tindakan yang dicatat diatas, obat-obat mungkin juga digunakan untuk perawatan rhinitis dan post-nasal drip.

Untuk

allergic

rhinitis

dan

post-nasal

drip

banyak

obat-obat

digunakan. Hidung

Semprotan-Semprotan

Steroid

Ahli-ahli merekomendasikan penggunaan intra-nasal glucocorticoids (semprotansemprotan steroid diaplikasikan secara langsung kedalam hidung) sebagai perawatan baris pertama. Steroid-steroid dikenal sebagai agent-agent anti-peradangan dan antialergi yang kuat dan mereka dikenal membebaskan kebanyakan dari gejala-gejala yang berhubungan dari hidung yang ingusan (meler) dan gatal, hidung yang buntu, bersin, dan post-nasal drip.

Penggunaan mereka harus dimonitor dan berangsur-angsur dikurangi oleh dokter yang meresepkannya karena penggunaan jangka panjang mungkin mempunyai efek-efek sampingan yang signifikan. Contoh-contoh dari steroid-steroid hidung termasuk:

* * * * * fluticasone mometasone

beclomethasone flunisolide budesonide propionate furoate (Nasonex),

(Beconase), (Nasarel), (Rhinocort), (Flonase), dan

luticasone

furoate

(Veramyst).

Ini umumya digunakan sekali atau dua kali dalam sehari. Direkomendasikan untuk memiringkan kepala kedepan sewaktu memasukannya untuk menghindari menyemprot belakang tenggorokan sebagai gantinya dari hidung.

Perawatan

Infeksi

Infeksi hidung yang paling umum adalah infeksi virus yang dikenal sebagai "selesma umum". Virus menyebabkan pembengkakan dari selaput-selaput hidung dan produksi dari lendir yang bening dan kental. Gejala-gejala biasanya berlangsung beberapa hari. Jika "selesma" berlangsung beberapa hari dan berhubungan dengan lendir (ingus) yang kuning atau hijau, ia mungkin telah terinfeksi secara sekunder oleh bakteri. Halangan sinus dapat menjurus pada sinusitis yang akut atau kronis yang dapat dikarakteristikan oleh sumbatan hidung, lendir yang kental, dan nyeri muka atau gigi. Perawatan yang segera dan agresif dari infeksi oleh dokter anda, dengan antibiotik-antibiotik, bersama denga obat-obat suplemen, atau pada beberapa kasus-kasus operasi, akan membantu menegakan kembali jalan-jalan tapak pengaliran yang normal.

Obat-Obat

Reflux

Untuk rhinitis yang diperkirakan berhubungan dengan penyakit aliran baik asam (acid reflux disease), antacid-antacid (Maalox, Mylanta) dapat membantu untuk menetralkan isi-isi asam, sedangkan obat-obat lain [cimetidine (Tagamet), famotidine (Pepcid), omeprazole (Prilosec)] dapat mengurangi produksi asam lambung. Perawatanperawatan non-pharmacological termasuk menghindari makan-makan dan snack-snack malam hari dan meghilangkan alkohol dan kafein. Mengangkat kepala dari ranjang (memakai bantal) mungkin membantu mengurangi reflux sewaktu tidur.

Operasi

Persoalan-persoalan sruktural dengan hidung dan sinus-sinus akhirnya memerlukan koreksi secara operasi. Sungguh, ini harus dilakukan hanya setelah tindakan-tindakan yang lebih konservatif telah dicoba dan gagal. Operasi bukanlah penggantian untuk kontrol dan perawatan alergi yang baik. Septal deviation, septal spurs, septal perforation, pembesaran dari turbinates, dan polip-polip hidung/sinus dapat menjurs pada penyatuan dari atau produksi yang berlebihan dari sekresi-sekresi, halangan dari jalan-jalan tapak yang normal yang menjurus pada sinusitis yang kronis, dan iritasi yang kronis. Operasi dilakukan oleh dokter THT (otolaryngologist).

Rhinitis Akut: Peradangan hidung yang terjadi hanya beberapa hari. Secara khas ini disebabkan oleh virus ("selesma"); jika ia berlanjut melebihi satu minggu maka ia mungkin adalah infeksi bakteri. Post nasal drip: Akumulasi lendir di belakang hidung dan tenggorokan menjurus pada atau memberikan sensasi dari lendir yang menetes kebawah dari belakang hidung.

Summer cold: Serupa pada hay fever. Selesma musim panas juga adalah istilah yang tak cocok karena ia tidak disebabkan oleh virus.

Tonsilitis Akut
29 Dec

Tonsilitis Akut (Edisi 2) Oleh : Muhammad al-Fatih II Defenisi Tonsilitis Akut Tonsilitis akut adalah radang akut pada tonsil akibat infeksi kuman terutama Streptokokus hemolitikus (50%) atau virus. Jenis Streptokokus meliputi Streptokokus hemolitikus, Streptokokus viridans dan Streptokokus piogenes. Bakteri penyebab tonsilitis akut lainnya

meliputi Stafilokokus Sp., Pneumokokus, dan Hemofilus influenzae. Hemofilus influenzae menyebabkan tonsilitis akut supuratif. Tonsilitis akut paling sering terjadi pada anak-anak, terutama berusia 5 tahun dan 10 tahun. Penyebarannya melalui droplet infection, yaitu alat makan dan makanan. Patologi Tonsilitis Akut Tonsil dibungkus oleh suatu kapsul yang sebagian besar berada pada fosa tonsil yang terfiksasi oleh jaringan ikat longgar. Tonsil terdiri dari banyak jaringan limfoid yang disebut folikel. Setiap folikel memiliki kanal (saluran) yang ujungnya bermuara pada permukaan tonsil. Muara tersebut tampak oleh kita berupa lubang yang disebut kripta. Saat folikel mengalami peradangan, tonsil akan membengkak dan membentuk eksudat yang akan mengalir dalam saluran (kanal) lalu keluar dan mengisi kripta yang terlihat sebagai kotoran putih atau bercak kuning. Kotoran ini disebut detritus. Detritus sendiri terdiri atas kumpulan leukosit polimorfonuklear, bakteri yang mati dan epitel tonsil yang terlepas. Tonsilitis akut dengan detritus yang jelas disebut tonsilitis folikularis. Tonsilitis akut dengan detritus yang menyatu lalu membentuk kanal-kanal disebut tonsilitis lakunaris. Detritus dapat melebar dan membentuk membran semu (pseudomembran) yang menutupi tonsil. Adanya pseudomembran ini menjadi alasan utama tonsilitis akut didiagnosa banding dengan angina Plaut Vincent, angina agranulositosis, tonsilitis difteri, dan scarlet fever. Diagnosis Tonsilitis Akut Penderita tonsilitis akut awalnya mengeluh rasa kering di tenggorok. Kemudian berubah menjadi rasa nyeri di tenggorok dan rasa nyeri saat menelan. Makin lama rasa nyeri ini semakin bertambah nyeri sehingga anak menjadi tidak mau makan. Nyeri hebat ini dapat menyebar sebagai referred pain ke sendi-sendi dan telinga. Nyeri pada telinga (otalgia) tersebut tersebar melalui nervus glossofaringeus (IX). Keluhan lainnya berupa demam yang suhunya dapat sangat tinggi sampai menimbulkan kejang pada bayi dan anak-anak. Rasa nyeri kepala, badan lesu dan nafsu makan berkurang sering menyertai pasien tonsilitis akut. Suara pasien terdengar seperti orang yang mulutnya penuh terisi makanan panas. Keadaan ini disebut plummy voice. Mulut berbau busuk (foetor ex ore) dan ludah menumpuk dalam kavum oris akibat nyeri telan yang hebat (ptialismus). Pemeriksaan tonsilitis akut ditemukan tonsil yang udem, hiperemis dan terdapat detritus yang memenuhi permukaan tonsil baik berbentuk folikel, lakuna, atau pseudomembran. Ismus fausium tampak menyempit. Palatum mole, arkus anterior dan arkus posterior juga tampak udem dan hiperemis. Kelenjar submandibula yang terletak di belakang angulus mandibula terlihat membesar dan ada nyeri tekan. Komplikasi Tonsilitis Akut

Meskipun jarang, tonsilitis akut dapat menimbulkan komplikasi lokal yaitu abses peritonsil, abses parafaring dan otitis media akut. Komplikasi lain yang bersifat sistemik dapat timbul terutama oleh kuman Streptokokus beta hemolitikus berupa sepsis dan infeksinya dapat tersebar ke organ lain seperti bronkus (bronkitis), ginjal (nefritis akut & glomerulonefritis akut), jantung (miokarditis & endokarditis), sendi (artritis) dan vaskuler (plebitis). Terapi Tonsilitis Akut Tonsilitis akut pada dasarnya termasuk penyakit yang dapat sembuh sendiri (self-limiting disease) terutama pada pasien dengan daya tahan tubuh yang baik. Pasien dianjurkan istirahat dan makan makanan yang lunak. Berikan pengobatan simtomatik berupa analgetik, antipiretik, dan obat kumur yang mengandung desinfektan. Berikan antibiotik spektrum luas misalnya sulfonamid. Ada yang menganjurkan pemberian antibiotik hanya pada pasien bayi dan orang tua. Daftar Pustaka Rusmarjono & Efiaty Arsyad Soepardi. Penyakit Serta Kelainan Faring & Tonsil dalam Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga, Hidung, Tenggorok, Kepala & Leher. Ed. ke-5. dr. H. Efiaty Arsyad Soepardi, Sp.THT & Prof. dr. H. Nurbaiti Iskandar, Sp.THT (editor). Jakarta : Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 2006. dr. Sri Herawati JPB, SpTHT & dr. Sri Rukmini, SpTHT. Penyakit Telinga Hidung Tenggorok dalam Buku Ajar Ilmu Penyakit Telinga Hidung Tenggorok untuk Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi. drg. Lilian Juwono (editor). Jakarta : EGC. 2003.

Mukolitik Mukolitik adalah obat yang dapat mengencerkan sekret saluran napas dengan jalan memecah benang-benang mukoprotein dan mukopolisakarida dari sputum. Contoh mukolitik, ialah:2 a. Bromheksin Bromheksis ialah derivat sintetik dari vasicine, suatu zat aktif dari Adhatoda vasica. Obat ini digunakan sebagai mukolitik pada bronkitis atau kelainan saluran napas yang lain. Efek samping pemberian oral berupa mual dan peninggian transaminasi serum. Bromheksin harus hati-hati digunakan pada pasien tukak lambung. Dosis oral untuk dewasa yang dianjurkan 3 kali 4-8 mg sehari. Obat ini rasanya pahit sekali.2 b. Ambroksol Ambroksol, suatu metabolit bromheksin diduga sama cara kerja dan penggunaannya.2 c. Asetilsistein Asetilsistein adalah derivat H-asetil dari asam amino L-sistein, digunakan dalam bentuk larutan atau aerosol. Pemberian langsung ke dalam saluran napas melalui kateter atau bronksokop memberikan efek segera, yaitu meningkatkan jumlah sekret bronkus secara nyata.

Efek samping berupa stomatitis, mual, muntah, pusing, demam dan menggigil jarang ditemukan. Efek toksis sistemik tidak lazim oleh karena obat dimetabolisme dengan cepat.1 Dosis yang efektif ialah 200 mg, 2-3 kali per oral. Pemberian secara inhalasi dosisnya adalah 1-10 ml larutan 20% atau 2-20 ml larutan 10% setiap 2-6 jam. Pemberian langsung ke dalam saluran napas menggunakan larutan 10-20% sebanyak 1-2 ml setiap jam. Obat ini selain diberikan secara inhalasi dan oral, juga dapat diberikan secara intravena. Pemberian aerosol sangat efektif dalam mengencerkan mukus. Bila diberikan secara oral dalam jangka waktu yang lama obat ini ditoleransi dengan baik dan tidak mempunyai efek toksik.1 Di samping bersifat mukolitik, N-asetilsistein juga mempunyai fungsi sebagai antioksidan. N-asetilsistein merupakan sumber glutathion, yaitu zat yang bersifat antioksidan. Pemberian Nasetilsistein dapat mencegah kerusakan saluran napas yang disebabkan oleh oksidan. Penelitian pada penderita penyakit saluran napas akut dan kronik menunjukkan bahwa N-asetilsistein efektif dalam mengatasi batuk, sesak napas dan pengeluaran dahak. Perbaikan klinik pengobatan dengan N-asetilsistein lebih baik bila dibandingkan dengan bromheksin.1 Dekongestan A-agonis banyak digunakan sebagai dekongestan nasal pada pasien rhinitis alergika atau rhinitis vasomotor dan pada pasien infeksi saluran napas atas dnegan rhinitis akut. Obat-obatan ini menyebabkan venokonstriksi dalam mukosa hidung melalui reseptor 1 sehingga mengurangi volume mukosa dan dengan demikian mengurangi penyumbatan hidung.3 Reseptor 2 terdapat pada arteriol yang membawa suplai makanan bagi mukosa hidung. Vasokonstriksi arteriol ini oleh 2- agonis dapat menyebabkan kerusakan structural pada mukosa tersebut. Pengobatan dnegan dekongestan nasal seringkali menimbulkan hilangnya efektivitas, rebound hyperemia dan memburuknya gejala pada pemberian kronik atau bila obat dihentikan. Mekanismenya belum jelas, tetapi mungkin melibatkan desensitisasi reseptor dan kerusakan mukosa. 1-agonis yang selektif lebih kecil kemungkinannya untuk menimbulkan kerusakan mukosa.3 1-agonis dapat diberikan per oral (pseudoefedrin, efedrin, dan fenilpropanolamin ) atau secara topical (xylometazoline, naphazoline, tetrahydrozoline, oxymetazoline, epinefrin, phenylephrine).4

Anatomi dan Fisiologi Sistem Respirasi


Paru-paru merupakan organ vital dalam proses respirasi. Proses respirasi bertujuan untuk mengambil oksigen yag dibutuhkan tubuh untuk metabolisme dan membuang karbondioksida yang merupakan zat sisa dari metabolisme. Sistem pernafasan terdiri dari : 1. Hidung. Hidung terdiri dari Allae nasi yaitu cuping hidung yang tersusun oleh tulang rawan elastis yang dilapisi oleh kulit. Di antara allae nasi ada sekat yang disebut septum nasi. Hidung juga memiliki ronga yang disebut cavum nasi. Di dalam cavum nasi terdapat tiga pasang (concha nasalis) tonjolan yaitu conccha nasalis inferior, medius, dan superior). Concha nasalis ini menyebabkan udara yang masuk ke dalam hidung berputar-putar sehingga menjadi lebih lama dalam cavum

nasi dan menyebabkan udara menjadi lebih hangat. Di dalam cavum nasi udara mengalami beberapa proses sebelum masuk ke paru-paru yaitu disaring oleh rambut hidung / fibrisiae (pada bagian distall cavum nasi), dihangatkan oleh anyaman vena (plexus venosus), dan dibasahi oleh lendir atau sel goblet (pada bagian proximal). Dengan adanya proses tersebut udara yang masuk ke paru-paru menjadi bersih, hangat (sesuai dengan suhu tubuh), dan lembab. Bila ada infeksi maka akan terjadi hipersekresi lendir oleh sel goblet (pilek) dan akan terjadi udem (hidung terasa tersumbat). Ronga sebelah atas concha nasalis disebut regio olfaktori karena terdapat sel-sel saraf pembau. Yang bisa dibau adalah zat yang berbentuk cair. Bila tidak cair maka akan diceirkan oleh lendir dari sel goblet. 2. Pharyinx (faring). Faring terletak dibawah rongga hidung dan berfungsi sebagai tempat pengaturan agar udara masuk ke laryng dan udara makanan masuk ke esofagus. Fungsi ini terjadi karena adanya kelep yang disebut epiglotis. Bila epiglotis kinerjanya tidak bagus maka makanan bisa masuk ke laring maka akan tersedak sehingga makanan akan keluar melalui hidung. Pharynx terdiri dari nasofaring (berhubungan dengan hidung), orofaring (berhubungan dengan mulut, dan laryngofaring (berhubungan dengan laryng). 3. Larynx ( laring). Laring adalah ronga atau tabung lanjutan dari faring yang berfungsi sebagai jalan dari udara ke trakhea. Di dalam laring ada pita suara (Chorda vocalis) yaitu sepasang lipatan mukosa laring.Diantara lipatan mukosa ini terdapat rongga yang berbeda antara laki-laki dan perempuan. Laki-laki memiliki rngga yang lebih besar dari perempuan sehinga suara laki-laki besar dan bernada rendah sedangkan suara perempuan kecil dan bernada tinggi. 4. Trachea Trachea merupakan jalan nafas lanjutan dari laring yang dapat kita raba di daerah leher sebagai cincin-cincin tulang rawan yang terbuka di daerah belakang sehingga tidak akan menutup walaupun terjadi pembengkakan, jumlahnya sekitar 11-12 buah. Trachea berbentuk seperti pipa dan merupakan pipa pernafasan yang paling besar. Trachea kemudian bercabang menjadi bronchus extra pulmonar. Percabangan ini disebut bifucartio trachealis yang terdapat organ thysmush. 5. Brochus. Bronchus dibagi menjadi dua bagian yaitu bronchus extra pulmonar dan bronchus intra pulmonar. Bronchus extra pulmonar merupakan bronchus yang terletak diluar paru-paru sedangkan bronchus intra pulmonar merupakan bronchus yang terletak di dalam paru-paru. 6. Bronchiolus Bronchiolus merupakan cabang dari bronchus. Dinding bronchiolus tidak memiliki tulang rawan sehingga bisa menyempit. Bila menyempit akan menyebabkan sesak nafas dan menimbulkan suara nafas tambahan ronchi.

Bronchiolus kemudia bercabang lagi menjadi bronchiolus terminalis (bronchiolus yang masih berfungsi sebagai tempat koduksi udara) kemudian menjadi bronciolus respiratory (bronchiolus yang terdapat alveolus) 7. Alveolus Alveolus merupakan kantong yang terbuka di satu sisi dan berfungsi sebagai tempat pertukaran antara O2 dan CO2 karena di alveolus terdapat banyak sekali kapiler darah yang kemudian akan masuk ke dalam jantung (atrium kiri) untuk dipompakan ke seluruh tubuh oleh ventrikel kiri. 8. Paru-paru. Manusia memiliki sepasang paru. Paru-paru terletak di dalam cavum thoraks, di atas diafragma, di depan vertebrae torachalis, dibelakang sternum dan costae. Paru kanan terdiri dari 3 lobus dan paru kiri terdiri dari 2 lobus. Paru dilapisi oleh selaput yang disebut pleura. Pelura terdiri dari dua bagian yaitu pleura parietalis (pleura bagian luar dan menempel pada dinding toraks) dan pleura visceralis (pleura yang Menempel pada paru-paru). Diantara kedua pleura terdapat rongga (cavum pleuralis) yang berisi cairan dan berfungsi untuk memberi ruang ketika paruparu mengembang dan mengempis dan berfungsi agar kedua pleura tidak lengket.

Faringitis (bahasa Latin: pharyngitis), adalah suatu penyakit peradangan yang menyerang tenggorok atau hulu kerongkongan (pharynx). Kadang juga disebut sebagai radang tenggorok. Radang ini bisa disebabkan oleh virus atau bakteri, disebabkan daya tahan yang lemah. Faringitis biasanya disebabkan oleh bakteri streptococcus. Pengobatan dengan antibiotika hanya efektif apabila karena terkena bakteri. Kadangkala makan makanan yang sehat dengan buah-buahan yang banyak, disertai dengan vitamin bisa menolong. Gejala radang tenggorokan seringkali merupakan pratanda penyakit flu atau pilek. Terdapat dua jenis radang tenggorok yaitu akut dan kronis:

Faringitis akut, radang tenggorok yang masih baru, dengan gejala nyeri tenggorok dan kadang disertai demam dan batuk. Faringitis kronis, radang tenggorok yang sudah berlangsung dalam waktu yang lama, biasanya tidak disertai nyeri menelan, cuma terasa ada sesuatu yang mengganjal di tenggorok.