Anda di halaman 1dari 17

ASUHAN KEPERAWATAN GANGGUAN ISTIRAHAT DAN TIDUR PADA LANSIA (kelompok9) ASUHAN KEPERAWATAN GANGGUAN ISTIRAHAT DAN TIDUR

PADA LANSIA

DI SUSUN OLEH : AHMAD RIZKI FAUJI RISTI WULANDARI SITI ROHANA YOGA ADI SAPUTRA MOHAMAD ARIFIN AKADEMI KEPERAWATAN PEMERINTAH KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR Tahun 2012 SAMPIT

KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmad dan hidayah-Nya, makalah ini dapat diselesaikan. Makalah ini merupakan makalah pengetahuan bagi mahasiswa/I Akper Pemkab Kotim maupun para pembaca untuk bidang Ilmu Pengetahuan. Makalah ini sendiri dibuat guna memenuhi salah satu tugas kuliah dari dosen mata kuliah keperawatan Gerontik dengan judul Asuhan Keperawatan Kebutuhan Istirahat dan Tidur . Dalam penulisan makalah ini penulis berusaha menyajikan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti oleh para pembaca. Penulis menyadari bahwa makalah ini jauh dari sempurna dan masih banyak kekurangan. Oleh karenanya, penulis menerima kritik dan saran yang positif dan membangun dari rekan-rekan pembaca untuk penyempurnaan makalah ini. Penulis juga mengucapkan banyak terima kasih kepada rekan-rekan yang telah membantu dalam penyelesaian makalah ini. Akhir kata, semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada kita semua. Amin.

Sampit, Penulis

Maret 2012

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ....................................................................................................... DAFTAR ISI ..................................................................................................................... BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang......................................................................................... 1.2 Tujuan Penulisan ..................................................................................... 1.3 Rumusan Masalah.................................................................................... 1.4 Metode Penulisan..................................................................................... 1.5 Sistematika Penulisan............................................................................... BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Istirahat dan Tidur ................................................................... 3 2.2 Mekanisme Tidur...................................................................................... 3 2.3 Tahap Tahap Tidur................................................................................. 3 2.4 Kegunaan Tidur........................................................................................ 4 2.5 Kebutuhan Tidur Rata Rata Perhari........................................................ 4 2.6 Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Tidur ............................................ 6 2.7 Masalah masalah Yang Terjadi Saat Tidur.............................................. 6 2.8 askep pengkajian................................................................................. 8 BAB III PENUTUP 3.1 KESIMPULAN ...................................................................................... 11 3.2 SARAN ................................................................................................... 11 DAFTAR PUSTAKA i ii 1 1 1 2 2

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada dasarnya istirahat adalah suatu kondisi yang tenang, rileks tanpa ada stres emosional, bebas dari kecemasan. Namun tidak berarti tidak melakukan aktivitas apa pun, duduk santai di kursi empuk atau berbaring di atas tempat tidur juga merupakan bentuk istirahat. Sebagai pembanding, klien/orang sakit tidak beraktifitas tapi mereka sulit mendapatkan istirahat begitu pula dengan mahasiswa yang selesai ujian merasa melakukan istirahat dengan jalan-jalan. Oleh karena itu perawat dalam hal ini berperan dalam menyiapkan lingkungan atau suasana yang nyaman untuk beristirahat bagi klien/pasien. Sedangkan Tidur merupakan suatu keadaan perilaku individu yang relatif tenang disertai peningkatan ambang rangsangan yang tinggi terhadap stimulus dari luar. Keadaan ini bersifat teratur, silih berganti dengan keadaan terjaga(bangun), dan mudah dibangunkan, (Hartman). Pendapat lain juga menyebutkan bahwa tidur merupakan suatu keadaan istirahat yang terjadi dalam suatu waktu tertentu, berkurangnya kesadaran membantu memperbaiki sistem tubuh/memulihkan energi. Juga tidur sebagai fenomena di mana terdapat periode tidak sadar yang disertai perilaku fisik psikis yang berbeda dengan keadaan terjaga. Oleh karena itu, penulis akan membahas tentang Pemenuhan Kebutuhan Istirahat dan Tidur secara lebih lengkap lagi pada makalah ini. 1.2 Tujuan Penulisan Penulis membuat makalah ini untuk memenuhi tugas dari dosen mata kuliah Keperawatan Gerontik serta memberikan informasi dan ilmu pengetahuan tentang Pemenuhan Kebutuhan Istirahat dan Tidur. 1.3 Rumusan Masalah 1. Apa yang dimaksud istirahat? 2. Apa yang dimaksud tidur ? 3. Bagaimana mekanisme tidur ? 4. Apa saja tahap-tahap dalam tidur ? 5. Apa kegunaan tidur ? 6. Bagaimana kebutuhan rata-rata tidur perhari ? 7. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi tidur ? 8. Apa saja masalah yang terjadi pada saat tidur ? 1.4 Metode Penulisan

Metode yang digunakan dalam penulisan makalah ini yaitu metode kepustakaan dan mengutip dari sumber-sumber yang dapat dibuktikan kebenarannya. 1.5 Sistematika Penulisan Sistematika penulisan makalah ini yaitu Kata Pengantar, Daftar Isi, Bab I Pendahuluan yang terdiri dari Latar Belakang, Rumusan Masalah, Tujuan Penulisan, Metode Penulisan, dan Sistematika Penulisan. Bab II Pembahasan. Bab III Penutup yang terdiri dari Kesimpulan dan Saran. Daftar Pustaka.

BAB II PEMBAHASAN PEMENUHAN KEBUTUHAN ISTIRAHAT DAN TIDUR 2.1. Pengertian Istirahat adalah suatu kondisi yang tenang, rileks tanpa ada stres emosional, bebas dari kecemasan. Namun tidak berarti tidak melakukan aktivitas apa pun, duduk santai di kursi empuk atau berbaring di atas tempat tidur juga merupakan bentuk istirahat. Sebagai pembanding, klien/orang sakit tidak beraktifitas tapi mereka sulit mendapatkan istirahat begitu pula dengan mahasiswa yang selesai ujian merasa melakukan istirahat dengan jalan-jalan. Oleh karena itu perawat dalam hal ini berperan dalam menyiapkan lingkungan atau suasana yang nyaman untuk beristirahat bagi klien/pasien. Menurut Narrow (1645-1967) terdapat enam kondisi seseorang dapat beristirahat : Merasa segala sesuatu berjalan normal ; Merasa diterima ; Merasa diri mengerti apa yang sedang berlangsung ; Bebas dari perlukaan dan ketidak nyamanan ; Merasa puas telah melakukan aktifitas-aktifitas yang berguna ; Mengetahui bahwa mereka akan mendapat pertolongan bila membutuhkannya. Tidur merupakan suatu keadaan perilaku individu yang relatif tenang disertai peningkatan ambang rangsangan yang tinggi terhadap stimulus dari luar. Keadaan ini bersifat teratur, silih

berganti dengan keadaan terjaga(bangun), dan mudah dibangunkan, (Hartman). Pendapat lain juga menyebutkan bahwa tidur merupakan suatu keadaan istirahat yang terjadi dalam suatu waktu tertentu, berkurangnya kesadaran membantu memperbaiki sistem tubuh/memulihkan energi. Juga tidur sebagai fenomena di mana terdapat periode tidak sadar yang disertai perilaku fisik psikis yang berbeda dengan keadaan terjaga. 2.2. Mekanisme Tidur Teori Chemics : peningkatan CO2 menyebabkan rasa ngantuk. Teori Vaskuler : penurunan TD di otak yang menyebabkan rasa ngantuk. Salah satu fungsi kelenjar hipofise sebagai pusat pengaturan tidur. Para Ahli neurifisiologis : sekresi hormone serotonin yang menyebabkan rasa ngantuk Teori Feed Back : Kelemahan sel-sel saraf yang menyebabkan rasa ngantuk Instink/Naluri 2.3. Tahap Tahap Tidur Tanda-tanda menjelang tidur : Suhu badan (SB) menurun Pernapasan melambat Otot2 rileks Menguap.(tanda tubuh beradaptasi akibat pernapasan melambat) Basic Rest Activity Cycle (BRAC): NREM (Non Rapid Eye Movement) Slow wave sleep, yang terdiri dari 4 tahap : Tahap I : Mulai saat hilangnya Gel Alpha yang biasa terdapat pada seseorag yang sedang terjaga. Muncul gel2 yang tidak sinkron, frekuensi bercampuran dan voltase rendah. Merasa ingin tidur, bila banyak pikiran akan mudah dibangunkan. Merupakan tidur paling dangkal, berlangsung selama beberapa detik beberapa menit. Tahap II : Merupakan tidur yang tidak dalam. Muncul gel yang berbentuk seperti spindel dengan voltase lebih tinggi, runcing2 (Gel K) Berlangsung 5-10 menit. Tahap III : Merupakan tidur yang dalam. Muncul gel Deltha, yang lambat dengan amplitudo besar, tinggi dan dalam. Biasanya sulit dibangunkan. Berlangsung 10 menit Tahap IV : Tidur yang paling dalam. Pada EEG dipenuhi Gel Deltha. Sangat sulit dibangunkan. Terjadi mimpi sehubungan dengan kejadian sehari sebelumnya. Lamanya 5-15 menit Terjadi perubahan fisik : Nadi & pernapasan melambat TD turun

o o o o o o o o o o o o o o o o o o o

o Otot-otot sangat rileks o Basal metabolisme dan SB menurun REM (Rapid Eye Movement) Paradoksical sleep- sebagai puncak Tidur : Sangat sulit dibangunkan. Pada orang dewasa tahap ini 20-25% dari tidur malam, bila seseorang terbangun pada tahap ini mereka dapat mengingat mimpi mereka. Biasanya terjadi 80-100 menit setelah orang tertidur. Semakin lelah seseorang makin cepat mengalami tahap ini . Karakteristik Tahap REM : Terjadi pada tahap II NREM dan berlangsung selama 5-10 menit. Kembali ke tahap II NREM lagi. Saat perpindahan dari NREM ke REM biasanya terjadi hentakan otak yang tidak disadari. TD menngkat. Sekresi getah/asam lambung meningkat Basal metabolisme dan SB meningkat Terjadi mimpi yang menyenangkan, bersemangat dan sibuk. Orang yang tidak mengalami periode REM biasanya tidak merasa puas dengan tidurnya. Orang biasanya mengalami 4-5x masa REM 2.4. Kegunaan Tidur (Delment & Wolman ) Beradaptasi terhadap rangsangan yang dapat menimbulkan kecemasan. Memperbaiki ingatan. Mempermudah mempelajari sesuatu serta dalam mengatasi masalah-masalah yang sulit. Relaksasi 2.5. Kebutuhan Tidur Rata Rata Perhari Bayi baru lahir : Lama tidur 14-18 jam/hari dengan 50% REM dan 1 siklus tidur rata-rata 45-60 menit Bayi(s/d 1 thn) : 1 siklus tidur rata2 12-14 jam/hari dengan 20-30% REM dan tidur sepanjang malam Todler(1-3 thn): Lama tidur 11-12 jam/hari dengan 25% REM dan Tidur sepanjang malam + tidur siang Pra sekolah : 11 jam/hari dengan 20% REM Usia sekolah : 10 jam/hari dengan 18,5% REM Usia sekolah : 10 jam/hari dengan 18,5% REM Adolescent : 8,5 jam/hari dengan 20% REM Dewasa muda : 7-8 jam/hari dengan 20-25% REM Dewasa menengah : 7 jam/hari dengan 20% REM dan sering sulit tidur Dewasa tua : 6 jam/hari dengan 20-25% REM dan sering sulit tidur 2.6. Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Tidur 1.Umur Semakin bertambah umur manusia semakin berkurang total waktu kebutuhan tidur. Hal ini dipengaruhi oleh pertumbuhan dan fisiologis dari sel-sel dan organ, pada neonati kebutuhan tidur tinggi karena masih dalam proses adaptasi dengan lingkungan dari dalam rahim ibu, sedangkan

pada lansia sudah mulai terjadi degenerasi sel dan organ yang mempengaruhi fungsi dan mekanisme tidur. 2.Penyakit Hal ini umumnya terjadi pada klien dengan nyeri, kecemasan, dispnea. Pada kasus penyakit akibat digigit nyamuk tse-tse. Juga pada kasus tertentu dengan klien gangguan hipertiroid. 3.Motivasi Niat seseorang untuk tidur mempengaruhi kualitas tidur seperti menonton, main game atau halhal lain yang dapat menyebabkan penundaan waktu anda untuk tidur. 4.Emosi Suasana hati, marah, cemas dan stres dapat menyebabkan seseorang tidak bisa tidur atau mempertahankan tidur. 5.Lingkungan Lingkungan yang tidak kondusif seperti di dekat bandara atau di tepi jalan-jalan umum atau di tempat-tempat umum yang menimbulkan kebisingan. 6.Obat obatan penggunaan atau ketergantungan pada penggunaan obar-obat tertentu seperti golongan sedative, hipnotika dan steroid. 7.Makanan dan minuman Pola dan konsumsi makanan yang mengandung merica, gas/air yang banyak, pola dan konsumsi minuman yang mengandung kafein ,gas dll. 8.Aktivitas. Kurang beraktivitas dan atau melakukan aktivitas yang berlebihan justru akan menyebabkan kesulitan untuk memulai tidur. 2.7. Masalah Masalah Yang Terjadi Pada Saat Tidur Insomnia, merupakan suatu keadaan di mana seseorang sulit untuk memulai atau mempertahankan keadaan tidurnya. Narkolepsi, merupakan suatu keadaan tidur di mana seseorang sulit mempertahankan keadaan terjaga/bangun/sadar. Penderita akan sering mengantuk hingga dapat tertidur secara tiba-tiba. Somnabulisme atau disebut tidur berjalan. Enuresa atau ngompol Nocturia, merupakan suatu keadaan di mana klien sering terbangun pada malam hari untuk buang air kecil/BAK. Apnea/tidak bernapas dan Mendengkur. Delirium/Mengigau. Sehubungan dengan gangguan penyakit seperti pain, anxiety dan dispneu. Nightmares dan Nightterros (mimpi buruk) Tidur dan stadium penyakit (digigit nyamuk tse-tse)

DINAS KESEHATAN PEMERINTAH KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR AKADEMI KEPERAWATAN PEMKAB KOTIM Jalan Batu Berlian Nomor 11 Telp.(0531)22960/ Fax (0531)22940 Sampit Kode pos : 74322 FORMAT PENGKAJIAN INDIVIDU ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK Tanggal Pengkajian : 25 Maret 2012 A. DATA BIOGRAFI Nama : Tn. M TTL : Bandung, 14 maret 1925 Jenis Kelamin : Laki laki ,Gol.Darah :O Pendidikan : SD Agama : Islam Status Perkawinan : Kawin TB/BB : 165 cm,. 60 kg Penampilan : Bersih dan rapi, Ciri-ciri tubuh : berambut pendek, berwarna putih, bentuk tubuh bungkuk,berjanggut Alamat : Kel.Kota Besi Hulu RT/RW 05 /02 Kec.Kota Besi ....Telp/HP 085753394881 Kabupaten Kotawaringin Timur Orang Yang Dekat :Ny. T Hubungan : istri Alamat/ Telpon : kota besi /082154560570 B. RIWAYAT KEPERAWATAN 1. Genogram

Keterangan :

: Laki laki : Perempuan ....... : Garis Hubungan

: Garis Keturunan : Tinggal Serumah : Meninggal

2.

Riwayat Keluarga ..Di dalam keluarga klien tidak ada yang menderita penyakit menurun seperti DM, Hipertensi, Asma Dan menular seperti Hepatitis, TBC dan lain lain. C.RIWAYAT PEKERJAAN Pekerjaan saat ini : tidak ada Alamat pekerjaan : Jarak dari rumah : - ......................km/meter* Alat transportasi : Pekerjaan sebelumnya : PERUN TNI AD Jarak dari rumah : 20 km/meter* Alat transportasi : Tidak ada Sumber-sumber pendapatan & kecukupan terhadap kebutuhan: sumber sumber pendapatan d dapat dari anak dan sudah dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. D.RIWAYAT LINGKUNGAN HIDUP Type tembat tinggal : Rumah

Jenis lantai rumah Kondisi lantai Tangga rumah Penerangan Tempat tidur Alat dapur WC Ada Kebersihan lingkungan

: Keramik : Kering : Tidak ada : cukup : aman (pagar pembatas,tidak terlalu tinggi) : tertata rapi : aman (posisi duduk ,ada pegangan ) : bersih (tidak ada barang membahayakan)

Jumlah orang yang tinggal dalam satu rumah : 6 orang Derajat privasi : klien, 1 istri, 1 anak, 1 menantu, 2 cucu. Tetangga Terdekat : ada Alamat dan Telepon :.kota besi (0851546505670) E.RIWAYAT REKREASI Hobby atau Minat : memancing dan memelihara ayam dan bunga Keanggotaan organisasi : tidak ada Liburan atau Perjalanan :jalan jalan ke pantai dan ketempat anak F.SISTEM PENDUKUNG Perawat/Bidan/Dokter/Fisioterafi* : ada Jarak dari rumah : 20 km/meter* Rumah Sakit : Ada ,Jarak 5 km Klinik : tidak ada jarak Pelayanan Kesehatan Di rumah : tidak ada Makanan yang dihantarkan : tidak ada Perawatan sehari-hari yang dilakukan keluarga: tidak ada Lain-lain G.DESKRIPSI KEKHUSUSAN Kebiasaan Ritual : sholat 5 waktu Yang lainnya : Tidak ada

km

H.STATUS KESEHATAN Status Kesehatan umum Selama setahun yang lalu: klien pernah menderita demam,sakit kepala, flu,batuk, maag, dan hernia. Yang sering kambuh yaitu maag. Status kesehatan umum selama 5 tahun yang lalu : klien menderita hernia. Keluhan Utama: nyeri ulu hati 1.Provocative / Paliative : imflamasi mukosa lambung 2.Quality/ Quantity : tertusuk tusuk jarum 3.Region : Epigastrium 4.Severity Scale : skala nyeri 3(0-10) 5.Timing : kalau telat makan( kadang-kadang) Pemahaman & Penatalaksanaan Masalah Kesehatan : Apabila kambuh klien minum obat promaag.

Obat-obatan : NO 1. 2. NAMA OBAT Paracetamol Promaag DOSIS 500mg 250mg : KETERANGAN Sesudah makan Sebelum makan

Alergi (Catatan Agent dan Reaksi Spesifik) Obat-obatan : Tidak ada Makanan : tidak ada Faktor Lingkungan : tidak ada Penyakit yang diderita : Hipertensi Lain-lainnya sebutkan: hernia

Rheumatoid

Asthma

Dimensia

I.AKTIVITAS HIDUP SEHARI-HARI (ADL) Indeks KATZ : A Oksigenasi : kebutuhan oksigenasi klien terpenuhi Cairan dan Elektrolit : klien minum air 1500ml/hari Nutrisi : klien makan 3x sehari lengkap dengan nasi, sayur, dan lauk pauknya. Eliminasi : klien BAB 1x sehari dan BAK >3x sehari Aktivitas : klien hanya dirumah memelihara ayam dan bunga Istirahat dan Tidur : klien siang tidur dari jam 12.00 13.00 dan malam dari jam 20.00 04.00. Kwantitas : klien sering terbangun, setiap jam klien terbangun dan susah untuk memulai tidur lagi. Personal Hygiene : 2x sehari Seksual : 1bulan sekali Rekreasi : kepantai dan memancing J. PSIKOLOGI,KOGNITIF DAN PERSEPTUAL Konsep Diri : Klien puas dengan keadaan dirinya Emosi : terkontrol Adaptasi : klien mampu beradaptasi dengan baik. Mekanisme Pertahanan diri : Baik Status mental : Tingkat Kesadaran : komposmentis Afasia :Dimensia : tidak Orientasi : normal Bicara : normal Bahasa yang digunakan : bahasa indonesia, banjar dan sunda Kemampuan membaca : bisa Kemampuan interaksi : sesuai Vertigo : tidak

Short Porteble Mental Status Questionaire (SPMSQ) = Fungsi mental utuh Mini Mental State Exam (MMSE)= baik nilai kesalahan : 1 Geriatrik Depresion Scale = Tidak depresi nilai: 4 APGAR = K.TINJAUAN SISTEM Keadaan Umum : Baik Tingkat Kesadaran :Composmentis Tanda tanda Vital : TD 140 / 90 mmHg Nadi: 80 x/menit RR 20 X/menit Suhu : 36 0c TB : 165 cm BB: 60 Kg PENGKAJIAN PERSISTEM PERNAFASAN (B1: BREATHING) 1.Bentuk dada : simetris 2.Sekresi dan Batuk : Tidak ada 3.Pola nafas Frekwensi Nafas : 20 x/menit 4.Bunyi nafas : Normal 5.Pergerakan dada Intercostal Supra Clavicula Tracheal Tag lain Substernal Suprasternal Flail Chest 6.Tractil Fremitis/Fremitus Vokal Meningkat lokasi Menurun lokasi Lain-lain 7.Alat Bantu Pernafasan Nasal Bag and Mask Tracheostomi Masker Respirator CARDIOVASKULER ( B2 : BLEEDING ) 1.Nadi Frekuensi.........80.........................x/menit Reguler Kuat Irreguler Lemah 2.Bunyi Jantung Normal Tambahan Ada Tidak,Jenis.............. 3.Letak Jantung Ictus cordis teraba pada................. 4.Pembesaran Jantung : Tidak 5.Nyeri Dada : Tidak 6.Edema : Palpebra Anasarka Ekstrimitas atas Asites Tidak Ada Ekstrimitas bawah

Lain

Lainnya......................... 7.Clubbing Finger : Tidak PERSYARAFAN (B3 : BRAIN ) Tingkat Kesadaran : Kompos mentis 1.GCS : Eye :......4........ Verbal :.....6........ Motorik :.5................. Total GCS : 15 2.Refleks : normal 3.Koordinasi Gerak : Tidak 4.Kejang :Tidak 5.Lain-lain.......................................... PENGINDERAAN ( PERSEPSI SENSORI ) Mata ( Penglihatan ) Bentuk : Normal Visus..................... Pupil : isokor Gerak bola Mata : normal Medan Penglihatan : normal Buta Warna : tidak Tekanan intra okuler : tidak Hidung (Penciuman ) Bentuk : Normal Gangguan Penciuman : Ya Telinga ( Pendengaran ) Aurikel Membran tympani Otorrhoea Gangguan Pendengaran Tinitus Perasa Peraba

1. a. b. c. d. e. f. 2. a. b. 3. a. b. c. d. e. 4. 5.

: Normal : Terang : Tidak ada : Tidak : Tidak : normal : normal

PERKEMIHAN ELIMINASI URI ( B4 : BLADDER ) Masalah Kandung Kemih : tidak ada masalah Produksi Urine 700 ml/hari Frekuensi > 3x /hari Warna kuning kecoklatan ,Bau khas amoniak PENCERNAAN ELIMINASI ALVI ( B5 : BOWEL) Mulut dan Tenggorokan Mulut Selaput Lendir Mulut : lembab Lidah : bersih Kebersihan Rongga Mulut : Tidak berbau

1. a. b. c.

d. e. f. g. h. i. 2.

Tenggorokan Abdomen Pembesaran hepar Pembesaran Lien Asites Lain lain : tidak ada

: tidak ada masalah : Nyeri tekan,lokasi epigastrium tidak ada tidak ada tidak ada

Masalah usus besar dan rektum/anus BAB 1 X/hari Tidak ada masalah OTOT,TULANG DAN INTEGUMENT ( B6 : BONE ) 1. Otot dan Tulang Kemampuan pergerakan sendi lengan dan tungkai ( ROM ) Kemampuan kekuatan otot : Bebas Fraktur : Tidak ada Dislokasi : Tidak ada Haematom : Tidak ada 2. Integumen Warna Kulit : cokelat Turgor :Elastik Tulang Belakang : kiposis Akral : hangat REPRODUKSI Laki laki : Kelamin bentuk kelamin. Kebersihan Alat Kelamin

: tidak normal,keterangan terjadi pembesaran pada alat : Bersih

ENDOKRIN 1. Faktor Alergi : tidak ada Manifestasi : tidak ada Cara Mengatasi : tidak ada 2. Kelainan endokrin: tidak ada masalah.

PENGETAHUAN : Pengetahuan klien tentang kesehatan dirinya: .klien menganggap bahwa kesehatan dirinya itu sangatlah penting.sehingga klien rutin melakukan control.

Sampit, Maret 2012

Mahasiswa yang mengkaji,

......................................... NIM.

ANALISA DATA NO 1. DATA S: saya sering terbangun apabila tidur malam O : - ku baik - konjungtiva anemis - klien setiap 1 jam bangun apabila tidur malam -klien tampak lelah -klien menguap - TD 140/90 mmHg N 80 x/ menit RR 20x/ menit S 36 C Kuantitas tidur malam dari jam 20.00 04.00 Kuantitas tidur siang dari jam 12.00 13.00 ETIOLOGI Ketidak normalan status fisiologi PROBLEM Gangguan rasa nyaman(istirahat tidur)

RENCANA KEPERAWATAN No. Dx. Tujuan Intervensi Rasional

Kep. 1

Setelah dilakukan 1. tindakan keperawatan diharapkan gangguan istirahat tidur tidak terjadi,dengan criteria hasil: 2. 1. Klien tampak rileks dan lebih segar 2. Ttv dalam batas normal 3. 3. Klien dapat tidur 6-8 jam setiap malam. 4.

Lakukan pengkajian 1. Memberikan informasi masalah gangguan dasar dalam menentukan tidur klien, karakteristik rencana keperawatan. dan penyebab kurang 2. Mengatur pola tidur. tidur. 3. Meningkatkan tidur. Lakukan persiapan untuk 4. Meningkatkan tidur. tidur malam seperti pada 5. Meningkatkan tidur. jam 9 malam sesuaidengan 6. Meningkatkan tidur. pola tidur klien. 7. Mengurangi gangguan Lakukan mandi air tidur. hangat. 8. Mengurangi gangguan Anjurkan makan yang tidur. cukup satu jam sebelum 9. Mengurangi gangguan tidur. tidur. 5. Berikan susu hangat 10. Mengurangi tidur. sebelum tidur. 11. Meningkatkan pola tidur. 6. Keadaan tempat tidur yang nyaman, bersih dan bantal yang nyaman. 7. Bunyi telepon dan alarm hp di kecilkan. 8. Berikan pengobatan seperti analgetik dan sedative,setengah jam sebelum tidur.

9.

Lakukan masase pada daerah belakang, tutup jendela/pintu jika perlu. 10. Tingkatkan aktivitas sehari hari dan kurangi aktivitas sebellum tidur. 11. Pengetahuan kesehatan : jadwal tidur mengurangi stress , cemas , dan latihan relaksasi.

IMPLEMENTASI No. 1. 1 . Dx. Implementasi Kep. 1 1. melakukan pengkajian masalah gangguan tidur klien, karakteristik dan penyebab kurang tidur. Evaluasi S : klien mengatakan saya masih sering terbangun pada malam hari

Hasil : klien sering terbangun pada malam O : - : - ku baik hari - konjungtiva anemis 2. menganjurkan klien untuk tidur malam - klien setiap 1 jam seperti pada jam 9 malam sesuaidengan pola bangun apabila tidur tidur klien. malam Hasil : klien tidur jam 20.00 04.00 wib -klien tampak lelah 3. anjurkan keluarga klien untuk memberikan -klien menguap Keadaan tempat tidur yang nyaman, bersih - TD : 140/90 mmHg dan bantal yang nyaman. N : 80 x/ menit Hasil : keluarga klien menuruti anjuran RR : 20x/ menit ersebut.. S : 36 C 4. meningkatkan aktivitas sehari hari dan Kuantitas tidur malam dari kurangi aktivitas sebellum tidur. jam 20.00 04.00 Hasil : klien tidak melakukan kegiatan Kuantitas tidur siang dari sebelum tidur jam 12.00 13.00 . A ; masalah belum teratasi P : lanjutkan intervensi

BAB III PENUTUP A. KESIMPULAN Istirahat adalah suatu kondisi yang tenang, rileks tanpa ada tress emosional, bebas dari kecemasan. Namun tidak berarti tidak melakukan aktivitas apa pun, duduk santai di kursi empuk atau berbaring di atas tempat tidur juga merupakan bentuk istirahat. Sebagai pembanding, klien/orang sakit tidak beraktifitas tapi mereka sulit mendapatkan istirahat begitu pula dengan mahasiswa yang selesai ujian merasa melakukan istirahat dengan jalan-jalan B. SARAN Oleh karena itu perawat dalam hal ini berperan dalam menyiapkan lingkungan atau suasana yang nyaman untuk beristirahat bagi klien/pasien.