Anda di halaman 1dari 4

II. LANDASAN TEORI A.

Pengertian Penyuluhan Pertanian Pengertian penyuluhan dalam arti umum adalah ilmu sosial yang mempelajari sistem dan proses perubahan yang terjadi pada diri individu serta masyarakat agar dapat mewujudkan suatu perubahan yang lebih baik sesuai dengan yang apa yang menjadi harapannya. Penyuluhan juga dapat dipandang sebagai suatu bentuk pendidikan bagi orang dewasa. Dalam bukunya A.W. van den Ban dkk. (1999) dituliskan bahwa penyuluhan merupakan keterlibatan seseorang untuk melakukan komunikasi dan informasi secara sadar dengan tujuan untuk membantu sesamanya dalam memberikan pendapatnya sehingga bisa membuat suatu keputusan yang benar dan bijaksana (Setiana, 2005). Penyuluhan pembangunan pertanian adalah bagian bagian dari dari pembangunan pembangunan pertanian, nasional dan yang

pertanian

merupakan

dilaksanakan pemerintah bersama-sama dengan seluruh rakyat Indonesia. Dengan demikian, kegiatan penyuluhan pertanian harus sesuai dengan kebijaksanaan pemerintah baik pemerintah pusat maupun daerah (Kartasapoetra, 1991). Penyuluhan pertanian adalah suatu kegiatan pendidikan non formal bagi petani dan keluarganya sebagai wujud jaminan pemerintah atas hak petani untuk mendapatkan pendidikan. Undang-undang No.16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan ( SP3K), bahwa pengertian penyuluhan merupakan proses pembelajaran bagi pelaku utama pertanian serta pelaku usaha agar mau dan mampu menolong serta mengorganisasikan pelaku-pelaku tersebut dalam mengakses informasiinformasi pasar, teknologi, permodalan dan sumber daya lainnya sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan dan kesejahteraannya serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup (Deptan, 2008). Konsep-konsep penting yang terkait dengan penyuluhan adalah proses pendidikan (dengan sistem pendidikan nonformal dan pendidikan orang biasa), proses perubahan (menuju perilaku yang lebih baik, sesuai yang diinginkan), dan proses pemberdayaan (memiliki pengetahuan dan kemampuan baru). Penyuluhan lebih luas dan lebih jauh dari sekedar kegiatan penerangan. Penyuluhan melibatkan proses komunikasi umpan balik

dan ada evaluasi terhadap perubahan perilaku yang dicapai pada diri sasaran (Anonim, 2009). Komunikasi mempunyai pengertian yang lebih luas dibanding penyuluhan, dengan kata lain dalam penyuluhan selalu ada unsur komunikasi akan tetapi dalam komunikasi belum tentu ada unsur penyuluhan. Perbedaan mendasar lainnya adalah unsur pendidikan dalam penyuluhan, dalam komunikasi tidak selalu ada. dengan demikian, dalam penyuluhan perlu adanya materi yang perlu dipersiapkan dan penyampaian yang sistematis. Materi penyuluhan pertanian biasanya berupa inovasi - inovasi di bidang pertanian. Agar pesan inovasi tersebut dapat diterima dan diaplikasikan oleh target sasaran maka diperlukan metode penyuluhan ( Akhmad dan Tatang, 2005). B. Metode dan Teknik Penyuluhan Pengajaran bagi orang dewasa haruslah melalui diskusi, praktek demonstrasi metode dan partisipatif aktif lainnya khususnya adalah latihan yang bersifat ketrampilan setiap peserta diberikan kesempatan untuk mempraktekkannya sendiri sebagai pendidikan belajar dengan praktek (learning by doing). Jika seseorang melakukan sendiri sesuatu tindakan/pekerjaan, maka akan lebih menghayati dan akan dapat diingat dalam waktu yang cukup lama (Suhardiyono, 1992). Menurut Deptan (2008), Teknik demonstrasi yang perlu diperhatikan antara lain: a. Untuk demonstrasi cara, meliputi : 1) materi yang akan didemonstrasi, 2) tempat demonstrasi sebaiknya mudah dikunjugi oleh sasaran, 3) kelengkapan alat dan bahan, 4) melakukan dialog/diskusi, 5) menyiapkan materi dalam bentuk leaflet, brosur, dan lain-lain. b. Untuk demonstrasi hasil, meliputi : 1) meyiapkan bahan dan peralatan yang akan digunakan, 2) awal kegiatan disaksikan oleh masyarakat, 3) memberi tanda yang jelas di lapangan mengenai kegiatan, 4) membantu petani-petani demonstrator untuk mencatat, 5) kunjungan pada demonstrator yang berhasil, 6) mengumumkan hasilnya kepada masyarakat, dan 7) mengusahakan agar diadopsi oleh petani lainnya. Penentuan teknik dan media haruslah memperhatikan hal-hal yang ada dalam khalayak sasaran penyuluhan. Pemilihan metode penyuluhan harus berdasarkan pada kemampuan seseorang karena kemampuan seseorang untuk mempelajari sesuatu berbeda-beda, demikian juga

terhadap perkembangan mental mereka, keadaan lingkungan dan kesempatannya berbeda-beda. Oleh karena itu perlu ditetapkan suatu metode penyuluhan pertanian yang berdaya guna dan berhasil guna (Mardikanto, 2005). Berdasarkan teknik komunikasi, metode penyuluhan pertanian digolongkan menjadi 1) komunikasi langsung (direct communication/face to face communication), contohnya: obrolan di sawah, obrolan di balai desa, obrolan di rumah, telepon/HP, kursus tani, demonstrasi karyawisata, dan pameran; dan 2) komunikasi tidak langsung (inderect communication), contohnya publikasi dalam bentuk cetakan, poster, siaran radio/TV, dan pertunjukan film. Jadi, dalam kegiatan komunikasi tidak langsung, pesan disampaikan melalui perantara (medium atau media). Berdasarkan jumlah sasaran yang dicapai, metode penyuluhan pertanian digolongkan menjadi 1) pendekatan perorangan, contohnya: kunjungan rumah, kunjungan usaha tani, surat-menyurat, dan hubungan telepon; 2) pendekatan kelompok, contohnya: diskusi kelompok, demonstrasi (cara atau hasil), karyawisata, temu lapang, temu usaha, dan kursus tani; 3) pendekatan massal, contohnya: pameran, pemutaran film, siaran pedesaan/TV, pemasangan poster, pemasangan spanduk, dan penyebaran bahan bacaan (folder, leaflet, lipatan, brosur) (Deptan, 2008).

DAFTAR PUSTAKA

Departemen Pertanian Indonesia. 2008. Strategi, Metode dan Teknik Penyuluhan. http://pfi3pdata.litbang.deptan.go.id. Diakses pada tanggal 11 Mei 2012. Pukul 19.00 WIB. Kartasapoetra, A.G. 1991. Teknologi Penyuluhan Pertanian. Bumi Aksara. Jakarta Anonim. 2009. Dasar-dasar Penyuluhan Pertanian. http://www.pustaka.ut.ac.id. Diakses pada tanggal 14 Mei 2012. Pukul 18.43 WIB Setiana, L. 2005. Pengertian Dasar Penyuluhan Pertanian. PT Gramedia. Jakarta. Akhmad dan Tatang, 2005. Strategi Percepatan Adopsi dan Difusi Inovasi Pertanian Mendukung Prima Tani. http://pfi3pdata.litbang.deptan.go.id. Diakses tanggal 14 Mei 2012 pukul 21.00 Suhardiyono, L. 1990. Penyuluhan Petunjuk bagi Penyuluh Pertanian. Erlangga. Jakarta. Mardikanto, Totok dan Arif Wijianto. 2005. Metode Dan Teknik Penyuluhan Pertanian. Fakultas Pertanian UNS. Surakarta.