Anda di halaman 1dari 7

Diketahui : Jalan tipe = 4/2 D, dengan lebar lajur = 3,5 m CESA = 3086064,05 lss/lajur rencana/umur rencana

CBRsegmen = 8 % Umur Rencana= 15 tahun

Jawab : Menentukan nilai parameter yang akan digunakan untuk merancang tebal perkerasan lentur : Indeks Permukaan Awal (IP0) dan Akhir (IPt) Indeks Permukaan merupakan kinerja struktur perkerasan jalan untuk menerima beban dan melayani arus lalu lintas secara empiris.
Tabel Indeks Permukaan pada awal umur rencana (IP0)

Jenis Lapis Permukaan Laston

IP0 >4 3,9 3,5 3,9 3,5 3,4 3,0 3,4 3,0 2.9 2,5

Lasbutag

Lapen

Sesuai tabel diatas, untuk mendapatkan kerataan serta kekohan pada lapis permukaan jalan maka dipilih jenis lapis permukaan yaitu Laston dengan IP0 = 4.
Tabel Indeks Permukaan pada akhir umur rencana (IPt)

Fungsi Jalan Lokal 1 - 1,5 1,5 1,5 - 2 Kolektor 1,5 1,5 2 2 2 2,5 Arteri 1,5 2 2 2 2,5 2,5 Tol 2,5

Sesuai tabel diatas, karena tipe jalan 4/2 D dan lebar jalan yaitu 14 m maka dipilih fungsi jalan Arteri dengan IPt = 2,5.

Reliabilitas (R), Standar Deviasi Keseluruhan (S0), dan Simpangan Baku (ZR) Reliabilitas (R) yaitu tingkat probabilitas bahwa struktur perkerasan mampu

melayani arus lalu lintas selama umur rencana sesuai dengan proses penurunan kinerja struktur perkerasan. Standar Deviasi Keseluruhan (S0) yang merupakan keseluruhan dari distribusi normal sehubungan dengan kesalahan yang terjadi pada perkiraan lalu lintas dan kinerja perkerasan.
Tabel nilai reliabilitas sesuai fungsi jalan

Fungsi Jalan Tol Arteri Kolektor Lokal

Rekomendasi tingkat Reliabilitas Urban 85 99,9 80 99 80 95 50 - 80 Rural 80 99,9 75 95 75 95 50 80

Sesuai tabel diatas, karena fungsi jalan merupakan Arteri dan tingkat reliabilitas Urban maka dipilih nilai R = 90%. S0 = 0,4 ~ 0,5 (dipilih S0 = 0,5)
Tabel nilai reliabilitas, dan Zr

R (%) 50 60 70 75 80 90 99,9

Zr 0 -0,253 -0,524 -0,674 -0,841 -1,282 -3,09

Sesuai tabel diatas, karena R = 90% maka simpangan baku normal Zr = -1,282.

Lintas Ekivalen Selama Umur Rencana (W18) W18 = CESA = 3086064,05 lss/lajur rencana/umur rencana

SN1 SN2

Surface Base Course Subgrade

AC CBR = 100% CBR = 8%

D1 D2

Modulus Resilient (MR) Yaitu sebagai parameter penunjuk daya dukung lapis tanah dasar atau subgrade,

menggantikan CBR yang selama ini digunakan. Rumus : MR = 1500 (CBR), MR dalam psi MR = 2555 (CBR)0,64, MR dalam psi Maka, MR1 = 2555 (CBR)0,64 = 2555 (100)0,64 = 48684,52 psi MR2 = 1500 (CBR) = 1500 (8) = 12000 psi untuk CBR < 10% untuk CBR > 10%

Koefisien Drainase (m) Yaitu pengaruh kualitas drainase dalam proses perencanaan tebal lapisan

perkerasan. Nilai koefisien drainase untuk lapis pondasi diambil m2 = 1.

Koefisien Kekuatan Relatif (a) Koefisien kekuatan relatif (a) dari masing-masing bahan dan kegunaannya

sebagai lapis permukaan, pondasi, pondasi bawah ditentukan secara korelasi sesuai nilai Marshall Test (untuk bahan dengan aspal), kuat tekan (untuk bahan yang di stabilisasi dengan semen atau kapur), atau CBR (untuk bahan lapis pondasi bawah).

Tabel koefisien kekuatan relatif (a) Koefisien Kekuatan Relatif a1 0,40 0,35 0,32 0,30 a2 a3 MS (kg) 744 590 454 340 Kekuatan Bahan Kt(kg/cm) CBR % Jenis Bahan

LASTON

0,35 0,32 0,28 0,26 0,30 0,26 0,25 0,20 -

0,28 0,26 0,24 0,23 0,19 0,15 0,13 0,15 0,13 0,14 0,13 0,12 -

0,13 0,12 0,11 0,10

744 590 454 340 340 340 590 454 340 -

22 18 -

100 80 60 70 50 30 20

LASBUTAG HRA MACADAM LAPEN (MEKANIS) LAPEN (MANUAL) LASTON ATAS LAPEN (MEKANIS) LAPEN (MANUAL) Stab tanah dengan semen Stab dengan kapur Batu pecah (Kelas A) Batu pecah (Kelas B) Batu pecah (Kelas C) Sirtu/pitrun (Kelas A) Sirtu/pitrun (Kelas B) Sirtu/pitrun (Kelas C) Tanah Lempung Kepasiran

Sesuai tabel diatas maka didapat : Lapis permukaan/surface

a1 = 0,35 (Laston) Lapis pondasi/base a2 = 0,14 (Batu pecah kelas A)

Merancang tebal perkerasan lentur : Data nilai nilai parameter yang didapat : IP0 IPt R S0 ZR W18 =4 = 2,5 = 90% = 0,5 = -1,282 = 3086064,05 lss/LR/UR MR1 MR3 a1 a2 m2 = 48684,52 psi = 12000 psi = 0,35 = 0,14 =1

Struktural Number (SN) SN yaitu angka yang menunjukan jumlah tebal lapis perkerasan yang telah

disetarakan kemampuannya sebagai bagian pewujud kinerja perkerasan jalan. Rumus yang digunakan untuk mencari SN dengan asumsi : Log (W18) = ZR x S0 + 9,36 x log (SN + 1) 0,2 + + 2,32 x log (MR) - 8,07 Dimana : W18 = CESA ZR = simpangan baku normal S0 = deviasi standar keseluruhan SN = struktural standar (inci) PSI = IP0 - IPt = 4 2,5 = 1,5 MR = modulus resilient tanah dasar (psi) SN1

Asumsi : SN1 = 2,1 inci Log (3086064,05) = -1,282 x 0,5 + 9,36 x log (2,1 + 1) 0,2 + + 2,32 x log (48684,32) - 8,07 6,489 = 6,489 (asumsi benar) Jadi, SN1 = 2,1 inci

SN2

Asumsi : SN2 = 3,67 inci Log (3086064,05) = -1,282 x 0,5 + 9,36 x log (3,67 + 1) 0,2 + + 2,32 x log (12000) - 8,07 6,489 = 6,485 (asumsi benar) Jadi, SN2 = 3,67 inci

Tebal Minimum Setiap Lapisan (D*) Lapis permukaan/surface D*1 = = = 6 inci = 15,24 cm

SN*1 = a1 x D*1 = 0,35 x 6 = 2,1 inci SN*1 SN1 2,1 inci 2,1 inci

Lapis pondasi/base D*2 =

= 11,214 inci 11,5 inci = 29,21 cm

SN*2 = SN*1 + a2 x m2 x D*2 = 2,1 + (0,14 x 1 x 11,5) = 3,71 inci SN*2 SN2 3,71 inci 3,67 inci

Penampang melintang tebal perkerasan

Laston = 6 inci = 15,24 cm Batu pecah (CBR 100) = 11,5 inci = 29,21 cm

15,24 cm

LASTON

29,21 cm

Batu Pecah kelas A (CBR 100)

Tanah Dasar (CBR 8)

Sumber : Pedoman Desain Perkerasan Jalan Lentur No.002/P/BM/2011