Anda di halaman 1dari 25

Pendahuluan Fungsi tubuh diatur oleh dua sistem pengatur utama, yakni : sistem saraf dan sistem hormonal

atau endokrin. Pada umumnya, sistem endokrin terutama berkaitan dengan pengaturan berbagai fungsi metabolisme tubuh, seperti pengaturan kecepatan reaksi kimia di dalam sel atau pengangkutan bahan-bahan melewati membran sel atau aspek lain dari metabolisme sel seperti pertumbuhan dan sekresi. Beberapa efek hormon ini dapat terjadiu dalam beberapa detik, sedangkan yang lain membutuhkan beberapa hari hanya untuk mulai dan berlangsung selama beberapa minggu, beberapa bulan atau bahkan beberapa tahun. Antara sistem hormon dan sistem saraf terdapat banyak hubungan. ontohnya, paling sedikit ada dua kelenjar yang mensekresikan hormonnya hampir selurunya sebagai respons terhadap rangsangan saraf yang tepat, yakni kelenjar medula adrenal dan kelenjar hipofisis. !ebaliknya, sebagian besar hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar hipofisis mengatur sekresi sebagian besar kelenjar endokrin lain, selanjutnya akan dibahas dalam bab ini.

A. "injauan #euroenndokrin $ormon merupakan %at kimia yang disekresikan ke dalam cairan tubuh oleh satu sel atau sekelompok sel dan mempunyai efek pengaturan fisiologis terhadap sel-sel tubu lain. $ormon dapat dibedakan menjadi hormon setempat dan hormon umum. ontoh dari hormon setempat adalah asetilkolin yang dilepaskan oleh bagian ujung saraf parasimpatis dan ujung saraf rangka, sekretin yang dilepaskan oleh dinding duodenum dan diangkut dalam darah menuju pankreas untuk menimbulkan sekresi pankreas yang encer, dan kolesistokinin yang dilepaskan dalam usus halus dan diangkut ke kantung empedu dan ke pankreas sehingga timbul kontraksi kandung empedu dan ke pankreas sehingga timbul sekresi en%im. $ormon-hormon ini mempunyai efek setempat yang khusus, sehingga disebut hormon setempat. !ebagian besar hormon umum disekresikan oleh kelenjar endokrin yang khusus. &ua contoh dari hormon umum yang sebenarnya telah kita kenal yakni epinefrin dan norepinefrin, yang keduanya disekresi oleh medula adrenal akibat perangsangan simpatis. $ormon-hormon ini diangkut dalam darah menuju ke seluruh bagian tubuh dan menimbulkan berbagai reaksi, khususnya penyempitan pembuluh darah dan peningkatan tekanan arteri. Beberapa hormon umum mempengaruhi semua atau hampir semua sel dari tubuh, contohnya adalah hormon pertumbuhan, berasal dari kelenjar hipofisis anterior yang menyebabkan pertumbuhan di seluruh bagian tubuh, dan hormon tiroid yang berasal dari kelenjar tiroid yang meningkatkan kecepatan sebagian besar reaksi kimia dihampir seluruh sel tubuh. $ormon-hormon lain hanya mempengaruhi jaringan spesifik yang disebut sebagai jaringan target sebab hanya jaringan ini yang mempunyai reseptor sel target spesifik yang akan mengikat hormon-hormon yang sesuai agar dapat memicu timbulnya kerja hormon itu. ontohnya, adenokortikotropin yang asalnya dari kelenjar hipofisis anterior khusus hanya merangsang korteks adrenal sehingga menyebabkan korteks adrenal mensekresihormon-hormon adrenokortikal dan hormon o'arium mempunyai efek spesifik terhadap organ kelamin wanita juga sifat-sifat kelamin sekunder dari tubuh wanita. Banyak contoh dari jaringan target yang akan dijelaskan.

Hormon Hipofisis Anterior (. $ormon Pertumbuhan menyebabkan pertumbuhan hampir seluruh sel dan jaringan tubuh ). Adrenokortikotropin menyebabkan korteks adrenal mensekresihormon-hormon adrenokortikal *. $ormon Perangsang-"iroid menyebabkan kelenjar tiroidmensekresi tiroksin dan triiodotironin +. $ormon Perangsang Folikel menyebabkan pertumbuhan folikel dalam o'arium sebelum o'ulasi, meningkatkan sperma di dalam testis ,. $ormon -utein memainkan peranan penting dalam menimbulkan proses o'ulasi juga menimbulkan sekresi hormon kelamin wanita oleh o'arium dan testosteron oleh testis .. Prolaktin meningkatkan perkembangan payudara dan sekresi air susu Hormon Hipofisis Posterior (. $ormon Antidiuretik /'asopresin0 menyebabkan ginjal menahan air, sehingga meningkatkan jumlah air dalam tubuh juga pada konsentrasi yang tinggi akan menyebabkan penyempitan pembuluh darah di seluruh tubuh dan menaikkan tekanan darah ). oksitosin membuat uterus berkontraksi selama proses persalinan juga membantu pengeluaran bayi juga membuat sel-sel mioepitel dalam payudara berkontraksi sehingga mengeluarkan air susu dari payudara sewaktu bayi menghisap

Korteks Adrenal (. kortisol : mempunyai banyak sekali fungsi metabolik untu mengatur metabolisme protein, karbohidrat, dan lemak ). aldosteron mengurangi eksresi natrium oleh ginjal dan meningkatkan eksresi kalium sehingga meningkatkan jumlah natrium tubuh di samping menurunkan jumlah kalium Kelenjar Tiroid (. "iroksin dan "riiodotironin meningkatkan kecepatan reaksi kimia dalam hampir semua sel tubuh jadi meningkatkan tingkat metabolisme tubuh umum ). 1alsitonin memacu pengendapan kalsium di dalam tulang sehingga menurunkan konsentrasi kalsium dalam cairan ekstarselular. Pulau Langerhans Kelenjar Pankreas (. 2nsulin memacu masuknya glukosa ke dalam seluruh sel tubuh, dimana cara ini mengatur kecepatan metabolisme dari hampir semua karbohidrat ). 3lukagon meningkatkan sintesis dan pelepasan glukosa dari hati masuk ke sirkulasi cairan tubuh

Ovarium (. 4sterogen merangsang perkembangan organ kelamin wanita, payudara dan berbagai sifat kelamin sekunder ). Progesteron merangsang sekresi 5cairan uterus5 ole kelenjar endometrium uterus juga membantu meningkatkan perkembangan aparatus sekretorik payudara Testis (. "estosteron merangsang pertumbuhan organ kelamin pria juga meningkatkan perkembangan sifatsifat kelamin sekunder pria Kelenjar Paratiroid (. Parathormon mengatur konsentrasi ion kalsium dalam cairan ekstraselular dengan cara mengatur absorpsi kalsium dari usus, ekresi kalsium oleh ginjal dan pelepasan kalsium dari tulang

Plasenta (. $uman horionic 3onadotropin meningkatkan pertumbuhan corpus luteum dan sekresi esterogen dan progesteron oleh corpus luteum ). 4sterogen meningkatkan pertumbuhan organ kelamin ibu dan beberapa jaringan janin *. Progesteron membantu perkembangan khusus dari endometrium uterus dalam implantasi tahap lanjut dari o'um yang sudah difertilisasi mungkin meningkatkan perkembangan beberapa jaringan dan organ janin, membantu meningkatkan perkembangan aparatus sekretorik dari payudara ibu +. $uman !omatomammotropin mungkin meningkatkan pertumbuhan beberapa jaringan janin serta membantu perkembangan payudara ibu &ari tinjauan sistem endokrin ini, jelaslah bahwa sebagian besar fungsi metabolisme tubuh diatur melalui satu atau beberapa cara oleh kelenjar endokrin. ontohnya, bila tidak ada hormon pertumbuhan orang akan menjadi kerdil. "anpa adanya hormon tiroksin dan triiodotironin yang berasal dari kelenjar tiroid hampir semua reaksi kimia dalam tubuh akan menjadi lamban dan orang tersebut akan menjadi lamban juga. "anpa adanya hormon insulin yang dikelouarkan oleh kelenjar pankreas maka sel-sel tubuh hanya dapat menggunakan sedikit karbohidrat dari makanan untuk energi, dan tanpa adanya hormonhormon kelamin maka tidak terdapat perkembangan kelamin dan fungsi seksual.

Segi Kimiawi hormon !ecara kimiawi,$ormon dapat dibagi dalam tiga tipe : (. $ormon steroid : $ormon ini semuanya memiliki struktur kimia berdasarkan pada inti steroid,yang mirip dengan kolesterol dan sebagian berasal dari kolesterol itu sendiri.Berbagai hormone tyroid yang berbeda disekresikan oleh : a0korteks adrenal /kortisol dan aldosteron0. b06'arium /estrogen dan progesteron0 c0"estis /testosteron0. d0Plasenta /estrogen dan progesteron0. ). &eri'at asam amino tirosin : ada dua kelompok hormon yang merupakan deri'ate asaam amino tirosin.1edua hormon metabolic tiroid,tiroksin dan triiodotironin,merupakan bentuk iodonasi dari derifat tirosin.&an kedua hormon utama yang berasala dari medulla adrenal,epinefrin dan norepinefrin,kedua-dunya merupakn anggota katekolamin yang juga turunan dari tirosin. *. Protein atau peptida : Pada dasarnya semua hormone endokrin yang penting dapat merupakan deri'ate protein,peptida,atau deri'ate dari keduanya.$ormon yang dikeluarkan oleh kelenjar hipofisis anterior dapat merupakan peptida yang hanya mengandung delapan asam amino.2nsulin,glukagon,dan parathormon merupakan polipeptida besar. Penyimpanan dan sekresi hormon !emua hormon protein dibentuk oleh reticulum endoplasma granular dari sel-sel kelenjar dengan pola yang mirip dengan pembentukan protein sekretorik.Protein yang dibentuk akan lebih besar daripada hormon aktifnya yang disebut preprohormon.1emudian protein tersebut dipecah hingga menjadi lebih kecil yang

disebut prohormon.!elanjutnya akan diangkut ke aparatus golgi /tempat pemecahan protein0.&engan cara ini,dibentuk hormon protein aktif akhir.Aparatus golgi biasanya juga akan memadatkan molekul-molekul hormon kedalam vesikel sekretorik atau glandula sekretorik.

&ua kelompok hormone berasal dari tirosin,yaitu hormon tiroid dan hormone medulla adrenal yang dibentuk oleh kerja en%im dalam ruang sitoplasma sel glandular.Pada hormon medulla adrenal,yaitu norepinefrin dan epinefrin,keduanya akan diabsorbsi ke dalam 'esikel yang terbentuk sebelumnya dan akan disimpan sampai kelak disekresi. $ormon steroid yang dibentuk didalam korteks adrenal,o'arium,atau testis akan disimpan dalam jumlah sedikit disel glandular,tetapi sejumlah besar molekul prekusor,terutama kolesterol dan hormon akhirnya,terdapat didalam sel ini dalam beberapa menit akan menyebabkan perubahan kimiawi yang dibutuhkan bagi hormon akhir,yang kemudian akan segera diikuti dengan sekeresi hormon tersebut. Konsentrasi hormon dalam darah sirkulasi dan ke!epatan sekresi hormon. 1onsentrasi hormon,seperti dalam darah hanya berkisar dari serendah ( pikogram dalam setiap mililiter darah sampai beberapa mikrogam per mililiter darah.&emikian pula,kecepatan sekresi berbagai hormon nilainya sangat kecil,yang biasanya diukur dalam mikrogram atau miligram perhari. Pengaturan ke!epatan sekresi hormon peran umpan "alik negatif . Beberapa pengaturan meknisme umpan balik negatif : (. kelenjar endokrin mempunyai kecenderungan alami untuk mensekresikan secara berlebihan hormonya. ). 6leh karena kecenderungan ini,hormon akan semakin menggunakan efek pengaturannya pada organ target. *. organ target kemudian akan melakukan fungsinya. +. tetapi bila terlalu banyak fungsi yang terjadi,biasanya beberapa faktor dari kelenjar endokrin tersebut dan akan menimbulkan efek negatif pada kelenjar sehingga mengurangi kecepatan sekresi kelenjar.7adi,fungsi hormon dapat dipantau melalui mekanisme pengaturan.

#eseptor hormon dan aktifitasnya Pada umumya lokasi reseptor dari berbagai macam hormon yang berbeda,yaitu : (. Didalam atau pada permukaan membran sel. 8eseptor membran sangat khusus untuk hormon golongan protein,peptida,dan katekolamin/epinefrin dan norepinefrin0. ). Didalam sitoplasma sel.8eseptor untuk berbagai hormon steroid yang berbeda dapat dijumpai hampir semuanya didalam sitoplasma. *. Didalam inti sel.8eseptor untuk hormon metabolik tiroid 9tiroksin dan triiodotironin0 dijumpai didalam inti,diduga terletak dalam hubungan dengan satu kromosom atau lebih. $%&'S()$%&'S( $(S(OLO'(S HO#*O& P+#T%*,%HA& !elain hormon pertumbuhan,semua hormon utama yang dikeluarkan oleh ke:enjar hipofisis anterior mempunyai efek utama pada kelenjar tiroid,korteks adrenal,o'arium,testis dan kelenjar payudara.Fungsi setiap hormon hipofisis ini sangat erat hubungaanya dengan fungsi kelenjar sasaran yang sesuai,kecuali hormon pertumbuhan.$ormon pertumbuhan bebrbeda dengan hormon-hormon lainnya,tidak berfungsi pada organ sasaranya dan malahan berpengaruh terhadap seluruh atau hampir seluruh jaringan tubuh. Pengaruh Hormon Pertum"uhan Pada pertum"uhan $ormon pertumbuhan yang juga disebut sebagai hormon somatotropik, merupakan molekul protein kecil yang terdiri atas (9( asam amino yang dihubungkan dengan rantai tunggal dan mempunyai berat molekul )).;;,.$ormon ini menyebabkan pertumbuhan seluruh jaringan tubuh yang memang mampu untuk bertumbuh.$ormon ini menambah ukuran sel dan meningkatkan proses mitosis yang diikuti dengan bertambahnya jumlah sel dan diferensiasi khusus dari beberapa tipe sel seperti sel-sel pertumbuhan tulang dan sel-sel oto awal.

+fek *eta"olik Hormon Pertum"uhan !elain dari efek umum hormon pertumbuhan,hormon pertumbuhan juga mempunyai banyak efek metabolik khusus lain,yang meliputi : (0Penimgkatan kecepatan sintesis protein di seluruh sel-sel tubuh. )0<eningkatkan mobilisasi asam lemak dari jaringan adiposa,menongkatkan asaam lemak dalam darah,dan meningkatkan asam lemak untuk energi,dan *0<enurunkan kecepatan pemakaian glukosa diseluruh tubuh. 7adi sebenarnya efek hormon pertumbuhan adalah meningkatkan protein tubuh,menggunakan lemak dari tempat penyimpanan dan menghemat karbohidrat. Adapun Peran $ormon pertumbuhan dalam meningkatkan penyimpanan protein yang walaupun mekanisme utama kenaikan oleh hormon pertumbuhan tidak diketahui,tetapi telah dikenal serangkaian efek yang berbeda yang semuanya dapat menjadi penyebab naiknya jumlah protein. (. Bertambahnya pengangkutan asam amino melewati memban sel.$ormon pertumbuhan secara langsungmeningkatkan pengankutan paling sedikit beberapa dan mungkna sebagian besar asam amino melewati membrane sel kebagian dalam sel.1eadaan ini meningkatkan konsentrasi asam amino dalam sel dan paling tidak berperan sebagian terhadap naiknya sintesisprotein.Pengaturan pengangkutan asam amino ini mirip dengan efek insulin terhadap pengaturan pengangkutan glukosa melewati membran. ). Peningkatan translasi RNA menyebabkan sintesis protein oleh ribosom.Bahkan saat asam amino tidak meningkat didalam sel,hormon pertumbihan masih merangsang peningkatan translasi 8#A,menyebabkan jumlah protein yang disintesis oleh ribosom didalam sitoplasma bertambah. *. Peningkatan transkripsi inti DNA untuk membentuk RNA. !esudah melewati jangka waktu panjang,hormone pertumbuhan juga merangsang transkripsi &#A didalam ini sehingga meningkatkan jumlah pembentukan 8#A.1eadaan ini selanjutnya meningkatkan sintesis protein dan juga meningkatkan pertumbuhan bila energi,asam amino.'itamin,dan bahan-bahan lain cukup tersedia.&alam

jangka waktu lama,keadaan ini mungkin sangat berguna bagi berlangsungnya fungsi hormone pertumbuhan. +. Penurunan Katabolisme protein dan asam amino. !elain meningkatkan sintesis protein,juga ada penurunan pemecahan protein sel.1emungkinan alas an untuk keadaan ini adalah untuk keadaan ini adalah bahwa hormone pertumbuhan juga mengangkut banyak sekali asam lemak dari jaringan lemak,dan keadaan ini selanjutunya digunakan untuk menyediakan energi bagi sel-sel tubuh,jadi bekerja sebagai =penghemat 4nergi5. +fek Hormon Pertum"uhan -alam meningktakan pemakain lemak se"agai energi $ormon pertumbuhan mempunyai efek yang spesifik dalam menyebabkan pelepasan asam lemak dari jaringan adipose,sehingga,meningkatkan konsentrasi asam lemak dalam cairan tubuh.!elain itu,didalam jaringan seluruh tubuh,hormone pertumbuhan meningkatkan perubahan asam lemak menjadi asetilkoen%im A/Asetil1oA0 dan kemudian digunakan untuk energi.6leh karena itu hormone petumbuhan ini lebih menyukai menggunakan lemak daripada karbohidrat dan protein. 4fek 1etogenik dari hormone pertumbuhan .&ibawah pengaruh jumlah hormone pertumbuhan yang berlebihan,pengangkutan lemak dari jariingan adiposa serigkali menjadi sangat besar sehingga sebagian besar asam asetoasetat dibentuk oleh hati dan dilepaskan ke cairan tubuh,dengan demikian menyebabkan ketosis. +fek Hormon Pertum"uhan Terhadap *eta"olisme Kar"ohidrat. $ormon pertumbuhan mempunyai empat pengaruh utama terhadap metabolisme glukosa di dfalam sel./(0 mengurangi pemakaian glukosa untuk mendapat energi. /)0 meningkatkan pengendapan glikogen didalam sel. /*0<engurangi ambilan glukosa oleh sel dn /+0 <eningkatkan sekresi insulin dan penurunan sensiti'itas terhadap insulin. (. P4#>8>#A# P4<A1A2A# 3->16!A >#">1 4#4832.1ita tidak mengetahui mekanisme yang tepat yang dipakai oleh hormon pertumbuhan untuk mengurangi pemakaian glukosa oleh sel. ). P4#2#31A"A# 4#&APA# 3-21634# &2 &A-A< !4-.6leh karena,bila terdapat kelebihan hormone pertumbuhan,glukosa dan glikogen tidak dapat

digunakan sebagai energi dengan mudah,maka glukosa yang masuk kedalam sel dengan cepat dipolimerasi menjadi glikogen dan selanjutnya di endapkan. *. B481>8A#3#?A <4#231A"#?A A<B2-A# 16#!4#"8A!2 3->16!A 3->16!A 6-4$ &A8A$ !4@ &A# &iabetes

$ipofisis=.!ewaktu hormon pertumbuhan pertama kali yang diberikan pada seekor hewan yang ternyata ada peningkatan ambilan glukosa oleh sel,dan konsentrasi glukosa sedikit menurun.4fek ini hanya berlangsung *; menit sampai ( jam atau lebih.dan selanjutnya diikuti oleh efek yang berlawanan dengan menurunya pengangkutan glukosa yang melewati membrane sel. +. P4#2#31"A# $68<6# !4184!2 2#!>-2# 4F41 &2AB4"634#21 glukosa &A82 darah P48"><B>$A#.Peningkatan konsentrasi

disebabkan oleh rangsangan hormon pertumbuhan terhadap sel-sel beta dari pulau-pulau -angerhans untuk mensekresikan insulin tambahan. P4#"2#3#?A 2#!>-2# &A# 1A8B6$2&8A" >#">1 1487A P4#2#31A"A#P48"><B>$A# 6-4$ $68<6# P48"><B>$A#. !ebagian dari kebutuhan karbohidrat dan insulin ini adalah untuk menyediakan energi yang dibutuhkan karbohidrat dari insulin dalam meningkatkan transport dari beberapa asam amino ke dalam sel dalam cara yang sama seperti insulin meningkatkan glukosa.

Peran (on dan .Kalmodulin/ se"agai Sistem Se!ond *essenger !atu system second messenger yang lain bekerja sebagai suatu respon terhadap masuknya ion kalsium ke dalam sel. <asuknya kalsium mungkin dimulai oleh adanya fenomena potensial listrik yang membuka saluran-saluran kalsium pada membran atau dengan cara interaksi hormone dengan reseptor pada membran yang juga membuka saluran kalsium. !ewaktu memasuki sel, ion kalsium berikatan dengan suatu protein yang disebut kalmodulin. Protein ini mempunyai empat sisi kalsium: dan bila tiga atau empat sisi ini telah berikatan dengan kalsium, maka timbul perubahan yang mengaktifkan kalmodulin, menimbulkan banyak efek di dalam sel dengan cara yang sama dengan fungsi cA<P. Akan tetapi, kalmodulin mengaktifkan susunan en%im yang berbeda dari en%im yang diaktifkan oleh cA<P. Akan tetapi , kalmodulin mengaktifkan susunan en%im yang mengaktifkan susuna en%im yang berbeda dari en%im yang diaktifkan oleh cA<P, jadi menyebabkan suatu susunan reaksi interseluler yang berbeda. ontohnya, salah satu fungsi spesifik dari kalmodulin adalah mengaktifkan myosin kinase yang selanjutnya akan langsung bekerja pada myosin yang terdapat dalam otot polos yang akhirnya menyebabkan timbulnya kontraksi otot polos. Produk Peme!ahan *em"ran $osfolipid se"agai Se!ond *essenger System $osfatidilinositol. $asil pemecahan membrane fosfolipid yang paling penting dalam hal ini adalah fosfatidil inositol bifosfat. &an produk yang palin penting, yang bekerja sebagai second messenger adalah inositol trifosfat dan diasilgliserol. 2nositol trifosfat terutamam memobilisasi ion kalsium dari mitokondria maupun reticulum endoplasma, dan ion kalsium kemudian membangkitkan semua efek second messengernya seperti kontraksi otot polos, perubahan sekresi oleh sel sekrektor, dan perubahan kerja siliar.

Hormon 0ang terutama ,ekerja Pada Susunan 'enetika ,ekerja pada Susunan 'enetika Sel <anfaat lain dari kerja hormone khususnya hormone steroid yang disekresikan oleh korteks adrenal, o'arium, dan testis adalah menyebabkan sintesis protein adalah menyebabkan sintesis protein dalam sel target: protein ini kemudian berfungsi sebagai en%im, mengangkut protein, atau protein structural yan selanjutnya akan menimbulkan fungsi sel yang lain. 8angkaian peristiwa fungsi steroid itu pada dasarnya adalah sebagai berikut: (. $ormon steroid memasuki sitoplasma hormon berikatan dengan reseptor protein yang spesifik. ). 2katan reseptor proteinAhormon selanjutnya berdifusi kedalam atau diangkut kedalam inti. *. 2katan ini selanjutnya berikatan pada tempat tertentu pada rantai &#A di dalam kromosom, yang mengaktifkan proses transkripsi gen khusus untuk membentuk 8#A messenger. +. 8#A messenger berdifusi kedalam sitoplasma untuk kemudian meningkatkan proses translasi yang terjadi dalam ribosom untuk membentuk protein baru. Kerja Hormon Tiroid %ntuk *enye"a"kan Transkripsi 'en di dalam (nti Sel $ormon tiroid tiroksin dan triidotironin meningkatkan transkripsi dari gen-gen tertentu dalam inti. Agar dapat melakukan proses transkripsi, maka hormon mula-mula langsung berikatan dulu dengan reseptor protein yang terdapat di dalam sel itu sendiri: reseptor ini mungkin merupakan molekul protein yang terletak dalam kompleks kromosom, dan reseptor ini mungkin mengatur fungsi promotor atau operator genetic atau operator.

&ua gambaran penting fungsi hormon tiroid di dalam inti sebagai berikut: (. $ormon ini mengaktifkan membentuk berbagai tipe protein interseluler mungkin jumlahnya (;; atau lebih. !ebagian besar protein ini sesungguhnya adalah en%im-en%im yang meningkatkan akti'itas metabolic interseluler di dalam semua sel tubuh. ). !ekali terikat dengan reseptor-reseptor intreseluler, hormon tiroid ini dapat melanjutkan fungsi pengaturannya delama beberapa hari atau bahkan beberapa minggu lamanya. Pengukuran Ke!epatan ,ersihan

*eta"olisme Hormon Ada dua macam actor yang dapat menaikkan atau menurunkan konsentrasi hormon dalam darah. !alah satu faktir ini adalah kecepatan reaksi hormon. ?ang kedua adalah kecepatan pengangkutan hormon itu dari darah, yang disebut kecepatan kebersihan metabolisme. 2stilah ini dipakai untuk menyatakan jumlah millimeter plasma yang telah dibersihkan dari hormon permenitnya. dua cara pengukuran berikut : (. 1ecepatan hilangnya hormon daro plasma per menit. ). Besarnya keonsentrasi hormon dalam setiap millimeter plasma. >ntuk menghitung kecepatan bersihan ini, dapat digunakan

Hormon dan Pengaturannya oleh Hipotalamus 1elenjar hipofisis yang juga disebut sebagai hipofisis, merupakan kelenjar kecil kira-kira diameternya ( sentimeter dann beratnya ;,, sampai ( gram yang terletak di sela tursika, rongga tulang pada basis otak, dan dihubungkan denga hipotalamus oleh tungkai hipofisis. &ipandang dari sudut fisiologi, kelenjar hipofisis dibagi menjadi dua bagian yang berbeda yaitu hipofisis anterior dan hipofisis posterior yang juga dikenal sebagai neurohipofisis. &i antara kedua bagian ini terdapat daerah kecil yang relatif a'askular yang disebut sebagai pars intermedia, yang pada manusia hampir tidak ada sedangkan pada beberapa jenis binatang rendah ukurannya jauh lebih besar dan lebih berfungsi. &ipandang dari sudut embriologi, kedua bagian hipofisis berasal dari dua sumber yang berbeda, hipofisis anterior berasal daro kantong rathke, yang merupakan in'aginasi pada epitel faring sewaktu pembentukan embrio, dan hipofisis posterior berasal dari penonjolan hipotalamus. Asal mula hipofisis anterior dari epitel faring ini dapat menjelaskan sifat epiteloid dari sel-selnya, sedangkan asal mula hipofisis posterior dari jaringan neural dapat menjelaskan adanya banyak sekali sel-sel tipe glia yang terdapat dalam kelenjar ini.

1enis)jenis Sel dalam Kelenjar Hipofisis Anterior 1elenjar hipofisis anterior mengandung paling banyak sel sekretorik. Biasanya terdapat satu jenis sel untuk setiap hormon utama yang dibentuk dalam kelenjar ini. &engan menggunakan metode pulasan khusus terikat pada antibodi dengan afinitas tinggi, yang berikatan dengan jenis hormon berbeda maka paling sedikit ada lima jenis sel yang dapat dibedakan satu dari yang lainnya, sebagai berikut : (. !omatotropik : $ormon pertumbuhan manusia /h3$0 ). 1ortikotropik : 1ortikotropin /A "$0 *. "irotropik : $ormon perangsang kelenjar "iroid /"!$0 +. 3onadotropik : $ormon 3onadotropin termasuk hormon -utein /-$0 dan hormon perangsang folikel /F!$0 ,. -aktotropik : Prolaktin /P8-0 1ira-kira *; sampai +; persen sel-sel kelenjar hipofisis anterior merupakan sel jenis somatotropik yang mensekresi hormon pertumbuhan, dan kira-kira ); persen merupakan jenis kortikotropik yang mensekresi A "$. !el jenis lain masing-masing hanya * sampai , persen dari seluruh sel kenBlenjar ini. #amun, sel-sel ini mensekresi hormon yang sangat kuat untuk mengatur fungsi tiroid, fungsi seksual, dan sekresi air susu payudara. !el jenis somatotropik sangat kuat dipulas dengan pulasan asam dan oleh karenanya disebut asidofilik. 7adi, tumor kelenjar hipofisis yang mensekresi banyak sekali hormon pertumbuhan manusia sebagai tumor asidofilik. Badan sel dari sel-sel yang mensekresi hormon hipofisis posterior tidak terletak di dalam kelenjar hipofisis posterior itu sendiri tetapi malah dalam neuron-neuron besar yang terletak di nukleus supraoptik dan para'entikular hipotalamus selanjutnya hormon-hormon tersebut diangkut ke kelenjar hipofisis posterior yakni didalam aksoplasma serat saraf neuron yang berjalan dari hipotalamus ke kelenjar hipofisis posterior. Peristiwa ini akan dibicarakan kemudian secara lebih lengkap lagi.

Pengaturan Kelenjar

Sekresi Hipofisis

oleh Hipotalamus $ampir sekresi hipofisis oleh sinyal berasal hipotralamus., sebenarnya bila kelenjar hipofisis ini diambil dari kedudukannya di bawah hipotalamus dan ditransplantasikan pada beberapa bagian tubuh lain, maka kecepatan sekresi berbagai hormon yang berbeda /kecuali prolaktin0 menurun sampai kadar rendah, beberapa hormon bahkan sampai nol. !ekresi dari kelenjar hipofisis posterior diatur oleh sinyal-sinyal saraf yang berasal dari hipotalamus dan berakhir pada hipofisis posterior. !ebaliknya, sekresi kelenjar hipofisis anterior diatur oleh hormon-hormon yang disebut hormon pelepas hipotalamus dan hormon penghambat yang disekresikan ke dalam hipotlamus sendiri dan selanjutnya dijalarkan ke hipofisis anterior melalu pembuluh darah kecil yang disebut pembuluh darah porta hipotalamus hipofisis. &i dalam kelenjar hipofisis antrerior, hormon pelepas, dan hormon penghambat ini bekerja terhadap sel kelenjar dan mengatur sekresi kelenjar tersebut. $ipotalamus selanjutnya menerima sinyal-sinyal dari hampir semua sumber yang mungkin dalam sistem saraf. 7adi, bila seseorang mendapat rangsangan nyeri, maka sebagian sinyal nyeri itu akan dijalarkan ke hipotalamus. &emikian juga, bila seseorang menderita depresi atau kegembiraan yang sangat kuat, maka sebagian sinyal itu akan dijalarkan ke hipotalamus. 8angsangan penghidu yang merupakan bau yang menyenangkan atau tidak akan menjalarkan komponen sinyal yang kuat langsung dan melewati ini amigdala ke hipotalamus. Bahkan konsentrasi bahan makanan, elektrolit, air, hormon saraf diatur semua kelenjar baik atau yang dari

dan berbagai hormon yang ada didalam darah dapat merangsang atau menghambat berbagau bagian hipotalamus. 7adi hipotalamus dianggap sebagai pusat pengumpul informasi mengenai kesehatan dalam tubuh, dan sebalinya sebagian besar dari informasi ini digunakan untuk mengatur sekresi sebagian besasr hormon hipofisis yang sangat penting. Sistem Porta Hipotalamus 2 Hipofisis 1elenjar hipofisis anterior merupakan kelenjar yang mempunyai banyak sekali pembuluh darah dengan sinus kapiler yang sangat luas di sepanjang sel-sel kelenjar. $ampir semua darah yang memasuki sinus ini mula-mula akan melewati ruang kapiler pada bagian bawah hipotalamus. &arah kemudian akan melewati pembuluh porta hipotalamus-hipofisis kecil ke sinus hipofisis anterior. 7adi, bagian paling bawah hipotalamus yang disebut eminentia mediana yang dibagian inferior berhubungan dengan tangkai hipofisis. Arteri kecil menembus ke dalam substansi eminentia menBdiana dan kemudian pembuluh-pembuluh darah tambahan yang lain kembali ke permukaan eminentia, bersatu untuk membentuk pembuluh-pembuluh darah porta hipotalamushipofisis. Pembuluh-pembuh darah ini sebaliknya akan berjalan ke bawah sepanjang tangkai hipofisis untuk mengalirkan darah ke sinus hipofisis anterior. #euron -neuron khusus di dalam hipotalamus mensintesis dan mensekresi hormon pelepas hipotalamus dan hormon penghambat yang mengatur sekresi horon hipofisis anterior. #euron-neuron ini berasal dari berbagai bagian hipotalamus dan mengirimkan serat-serat sarafnya menuju ke eminentia mediana dan tuber sinereum, jaringa hipotalamus yang menyebar menuju ke tangkai hipofisis. Bagian ujung serat-serat saraf ini berbeda dengan ujung serat-serat saraf umum yang ada di dalam sistem saraf pusat dimana fungsi serat ini tidak menghantarkan sinyal-sinyal yang berasal dari satu neuron ke neuron yang lain namun hanya mensekresi hormon pelepas dan hormon penghambat hipotalamus saja ke dalam cairan jaringan. $ormon-hormon ini segera diabsorbsi ke dalam kapiler sistem porta hipotalamus-hipofisis dan langsung diangkut ke sinus kelenjar hipofisis anterior.

Pengukuran Ke!epatan Sekresi Hormon Ada suatu metode sederhana yang dapat dipakai untuk memperkirakan kecepatan sekresi hormon, yakni pertama dengan mngukur besarnya konsentrasi hormon asal di dalam plasma, yakni dengan cara pengukuran radioimunologik. !elanjutnya , kecepatan bersihan metabolisme diukur. 1emudian, konsentrasi hormon asal dikalikan dengan kecepatan bersihan metabolisme, sehingga didapatkan suatu nilai yang sesuai dengan kecepatan produksi hormon pada keadaan yang tetap. Peran Hipotalamus Hormon Pelepas Hormon Pertum"uhan dan Somatostatin dalam Pengaturan Sekresi Hormon Pertum"uhan 2nti hipotalmus yang meyebabkan sekresi hormon pelepas hormon pertumbuhan adalah inti 'entromedial, yang merupakan daerah hipotalamus yang sama, yang telah diketahui peka terhadap keadaan hipoglikemi dan yang menybabkan timbulnya rasa lapar pada keadaan hipoglikemi. !ekresi somastostatin diatur oleh daerah lain yang berdekatan dengan hipotalamus. 6leh karena itu, tampaknya cukup beralasan untuk mempercayai bahwa ada beberapa sinyal yang sama yang mengubah baruli prilaku makan dari seseorang juga akan mengubah kecepatan sekresi hormon pertumbuhan. &alam hal yang sama, sinyal-sinyal hipotalamus yang ,enggambarkan emosi, stress, dan trauma, semuanya dapat mempengaruhi pengaturan hipotalamus terhadap sekresi hormon pertumbuhan. !ebenarnya, penelitian defenitif telah menunjukan bahwa katekolamin, dopamine, dan serotonin, yang masing-masing dilepaskan oleh berbagai system saraf

yang berbeda dalam hipotalamus, semuanya meningkatkan kecepatan sekresi hormon pertumbuhan. 8ingkasnya, pengetahuan kita mengenai pengaturan sekresi hormon pertumbuhan tidaklah cukup untuk menjelaskan suatu gambaran yang terpadu. #amun, sekresi hormon pertumbuhan yang sangat banyak pada saat kelaparan dan efek jangka panjang hormon pertumbuhan yang tidak diragukan lagi dalam meningkatkan sistesis protein dan petumbuhan jaringan, kita dapat mengusulkan hal-hal berikut ini : bahwa pengaturan jangka panjang sekresi hormon pertumbuhan adalah keadaan nutrisi jaringan itu sendiri, terutama kadar nutrisi proteinnya. 7adi, keadaan defisiensi nutrisi proteinnya atau kebutuhan berlebihan dari jaringan akan protein selular. ontohnya, sesudah melakukan latihan yang berat bila keadaan nutrisi otot-otot tidak tercukupi dengan cara tertentu akan meningkatkan kecepatan sekresi hormon pertumbuhan. $ormon pertumbuhan ini sendiri sebaliknya akan meningkatakan sintesis protein baru sedangakan pada saat yang sama juga akan mempertahankan protein yang memang sudah ada di dalam sel.

Kelainan Sekresi Hormon Pertum"uhan PA&H(POP(T(TA#(S*+, 2stlilah ini berarti penurunan sekresi seluruh hormon hipofisis anterior. Berkuranganya sekresi in mungkin kongetinal /timbul sejak lahir0. Atau mungkin timbul secara mendadak atau perlahan pada masa kehidupan seseorang. -warfisme beberapa kasus dwarfisme disebabkan oelh defisiensi seluruh sekresi kelenjar hipofisis anterior selama masa kanak-kanak. Pada umumnya, pertumbuhan bagian-bagian tubuh sesuai satu samal lainnya , namun kecepatan pertumbuhannya sangat menurun. PA&H(POP(T(TA#(S*+ pada orang dewasa. 1elinan panhipopiturisme yang timbul pada masa dewasa seringkali disebabkan oleh tiga kelainan umum: dua keadaan tumor, yaitu kraniofaringioma dan tumor kromofob, dapat menekan kelenjar hipofisis sehingga semua fingsi sel-sel hipofisis anterior seluruhnya rusak. Penyebab ketiga adalah trombosis pada pembuluh darah hipofisis. !ecara khusus, kelainan ini kadang-kadangkala timbul pada bayi yang memderita renjatan sirkulasi pada saat melahirkan. 'igantisme kadangkala, sel-sel asidofilik, sel-sel pembentuk hormon pertumbuhan dari kelenjar hipofisis anterior, yang memproduksi hormon pertumbuhan, menjadi sangata aktif, kadangkala bahkan dapat timbul tumor asidofilik di dalam kelenjar ini. Akibatnya, akan diproduksi banyak sekali hormon pertumbuhan. !eluruh tubuh akan bertumbuh dengan cepat sekali, termasuk tulang, dan bila keadaan batang tulang, maka tinggi badan orang itu akan terus meningkat sehingga menjadi seperti raksasa tinggi badan C kaki. Akromegali, bila tumor asidofilik timbul sesudah masa dewasa muda yakni, sesudah epifisis tulang panjang bersatu denga batang tulang maka orang itu tidak dapat tumbuh lebih tinggi lagi, namun jaring pengikat longgarnya masih terus tumbuh dan tebal tulangnuya masih terus tumbuh. 1eadaan ini desebut denga akromegali.

Kemungkinan

Peran

Penurunan

Sekresi

Hormon

Pertum"uhan

dalam

*enye"a"kan Proses Penuaan. Pada orang yang tidak mampu lagi untuk mensekresikan hormon pertumbuhan, proses penuaannya dipercepat. ontohnya seseorang pada usia ,; tahun, tidak mempunyai lagi hormon pertumbuhan selama bertahun-tahun mungkin akan memiliki penampila seperti orang berusia ., tahun. Proses penuaan kelihatannya timbul terutama timbul dari penurunan penimbunan protein didalam sebagian besar jarring tubuhdan terjadi peningkatan penimbunan lemak. Pengaruh fisik dan fisiologis adalah peningkatan penerutan kulit, berkurangnya kecepatan fungsi dari beberapa organ, dan bekurangnya massa otot dan kekuatan. Kelainan Hipofisis posterior -an hu"unganya -engan Hipotalamus 1elenjar hipofisis posterior, yang juga disebut neurohipofisis, terutama terdiri atas sel-sel glia yang disebut pituisit. #amun, pituisit ini tidak mensekresikan hormon: sel ini hanya bekerja sebagai struktur penunjang bagi banyak sekali ujung-ujung serat saraf dan bagian terminal akhir serat dari jaras saraf yang berasal dari nucleus supraoptik dan nucleus para'en trikel hipotalamus.

Pengaturan Produksi A-H

ara yang tepat mengenai bagaimana konsentrasi osmotic carian ekstraseluler mengatur sekresi A&$ masih belum diketahui. #amun, sedikit di sebelah dalam atau dekat dengan hipotalamus terdapat reseptor neuron yang sudah dekat dimodofikasi yang disebut osmoreseptor. Bila cairan ekstraseluler menjadi terlalu pekat, cairan akan ditarik oelh osmosis keluar dari osmoreseptor, mengurangi ukuran sel dan menimbulkan sinyal saraf yang tepat didalam hipotalamus untuk menimbulkan sekresi A&$ tambahan. !ebaliknya, biula cairan ekstraseluler menjadi terlalu encer, air bergerak melalui osmosis dengan arah yang berlawanan, masuk kedalam sel, dan kedaan ini akan menurunkan sinyal A&$. Dalaupun beberapa peniliti meletakkan osmoreseptor di dalam hipotalamus sendiri, yang lain menyaikini bahwa osmoreseptor terletak didalam organum 'askulosum, suatu unsure yang kaya akan pembuluh darah yang terletak di dalam dinding antero'enterl dari 'entrikel ketiga. +fek 3aokonstriktor dan peenkanan dari A-H dan peningkatan A-H ayng dise"a"kan oleh volume darah yang rendah !elain deri efek yang ditimbulkan oleh konsentrasi A&$ yang sangat kecil dalam menybabkan peningkatan penahanna air oleh ginjal, konsentrasi A&$ yang lebih tinggi mempunyai efek yang kuat dalam myampitkan anteriol disetiap tempat di dalam tubuh dan oleh karena itu meningkatkan tekanan anterial. 1arena alas an ini , A&$ mempunya nama lain yaitu ,vasopressin. $omon pelepas dan hormon penghambat berfungsi mengatut sekresi hormon hipofisis anterior. >ntu sebagian besar hormon hipofisis anterior, yang penting adalah hormon pelepas, tetapi untuk prolaktin mungkin sebagian besar hormon penghambat yang mempunya pengaruh lebih banyak terhadap pengaturan hormon. !ebagai tambahan terhadap hormon-hormon hipotalamus yang lebih pentng ini, sebenarnya masih ada hormon-hormon yang merangsang sekresi prolaktin, dan beberapa hormon penghambat hipotalamus lainnya. !etiap hormon yang lebih penting di atas akan dibicarakan lebih

rinci pada saat pembicaraan tentang pengaturan hormon-hormon ini terhadap sistem hormonal yang spesifik. !ebelum diangkut ke kelenjar hipofisis anterior, semua atau hampir semua hormon hipotalamus disekresi oleh ujung serat saraf yang terletak di dalam eminentia median . perangsangan listrik pada daerah inimerangsang ujung-ujung saraf dan oleh karena itu, pada dasarnya menyebabkan pelepasan semua hormon hipotalamus. Akan tetapi, badan sel neuron yang menyebar ke eminentia mediana ini terletak di daerah khusus dalam hipotalamus atau pada daerah yang berdekatan dengan bagian basal otak. "empat yang spesifik dari badan sel neuron yang membentuk berbagai hormon pelepas dan hormon penghambat hipotlamus ini masih belum diketahui seluruhnya.