Anda di halaman 1dari 6

Teori ledakan dahsyat dikembangkan berdasarkan

pengamatan pada stuktur alam semesta beserta


pertimbangan teoritisnya. Pada tahun 1912, Vesto
Slipher adalah orang yang pertama mengukur efek
Doppler pada "nebula spiral" (nebula spiral merupakan
istilah lama untuk galaksi spiral), dan kemudian
diketahui bahwa hampir semua nebula-nebula itu
menjauhi bumi. Ia tidak berpikir lebih jauh lagi
mengenai implikasi fakta ini, dan sebenarnya pada saat
itu, terdapat kontroversi apakah nebula-nebula ini
adalah "pulau semesta" yang berada di luar
galaksi Bima Sakti.


Pengamatan pada galaksi dan kuasar yang jauh menunjukkan bahwa
objek-objek ini mengalami pergeseran merah, yakni bahwa
pancaran cahaya objek ini telah bergeser menuju panjang
gelombang yang lebih panjang. Pergeseran ini dapat dilihat dengan
mengambil spektrum frekuensi suatu objek dan mencocokkannya
dengan pola spektroskopi garis emisi ataupun garis absorpsiatom
suatu unsur kimia yang berinteraksi dengan cahaya. Pergeseran ini
secara merata isotropis, dan terdistribusikan merata di kesemuaan
objek terpantau di seluruh arah pantauan. Jikageseran merah ini
diinterpretasikan sebagai geseran Doppler, kecepatan mundur suatu
objek dapat dikalkulasi. Untuk beberapa galaksi, dimungkinkan pula
perkiraan jarak menggunakan tangga jarak kosmis. Ketika kecepatan
mundur dipetakan terhadap jaraknya, hubungan linear yang dikenal
sebagai hukum Hubble akan terpantau.

Pelebaran Garis Spektrum Doppler
Bagian ini adalah salah satu contoh penerapan distribusi laju dari statistik Maxwell
Boltzmann, yakni pelebaran spektrum akibat efek Doppler.
Misalkan molekul gas melakukan radiasi dengan panjang gelombang dalam arah x
dengan kecepatan v
x
menuju kepada seorang pengamat. Pengamat akan menerima
radiasi dengan panjang gelombang.


o

Pelebaran Garis Spektrum Doppler


Karena efek Doppler, maka panjang gelombang yang diamati pengamat adalah :
|
.
|

\
|
=
c
v
x
o
1
( )
o
o
c
v

d
c
dv
o
x
=
Pelebaran Garis Spektrum Doppler
( ) ( ) dv
T k
mv
v
T k
m
N dv v Nf v dN
B B
|
|
.
|

\
|

|
|
.
|

\
|
= =
2
exp 4
2
2
2
2 / 3
t
t
Dari distribusi Maxwell Boltzamann
Ubah sebagai fungsi panjang gelombang
( )
( )



t
d
c
T k
mc
T k
m
d f
o o
o
B B
|
|
.
|

\
|

|
|
.
|

\
|
=
2
2
2
2 / 3
2
exp
2
Pelebaran Garis Spektrum Doppler
( ) ( )
( )


d
T k
mc
I d Cf d I
o
o
B
o
|
|
.
|

\
|

= =
2
2
2
2
exp ) (

) ( I
Intensitas radiasi :

o

) (
o
I
Dengan mengukur intensitas
radiasi maka dapat ditentukan
temperatur gas emisi