Anda di halaman 1dari 12

Laporan Praktikum Mesin Konversi Energi 2012

BAB II AIR CONDITIONING TEST

2.1 Landasan teori Kebutuhan manusia terhadap udara tidak bisa dielakkan, baik sebagai kebutuhan-kebutuhan industri, yang selalu menuntut untuk dapat dipenuhi. Berbagai kondisi udara akan selalu diusahakan terutama yang berhubungan dengan tingkat kelembaman dan tinggi rendahnya suhu. Pemanfaatan udara terkondisi ini antara lain sebagai wahana penyegaran ruang, pengeringan barang produk pelembaman dan lain-lain. Teknis pengkondisian udara seperti itu dapat dilakukan dengan menggunakan mesin pengkondisisan udara, baik secara memusat maupun sendiri-sendiri. sebagai tahap awal Mesin Pengkondisisan Udara tipe A 575 disediakan untuk mensimulasikan aliran fluida gas (udara) yang diperlukan dengan berbagai kondisi seperti pendinginan, pemanasan, pelembaman dan lain-lain, sehingga dapat diketahui karakteristik dari setiap kondisi tersebut.

2.2 Bagian-bagian Alat Dan fungsinya Mesin pendingin mempunyai beberapa bagian-bagian pendukung antara lain : 1. Fan jenis sentrifugal yang putarannya dapat diatur, daya input 120 watt pada 240 V, 40 Hz. Dalam kondisi operasi normal daya yang diperlukan fan sekitar 72 watt. Debit udara maksimun 0,13 m/s. 2. Boiler yang menggunakan pemanas listrik dilengkapi dengan katup pelampung dan katup selenoit. Daya panas nominal : 1 x 1 kW, dan 2 x 2 kW. 3. Pre-heater dengan daya nominal 2 x 1 kW. 4. Koil pendingin berupa evaporator dengan kapasitas pendingin 2 kw. 5. Re-heater dengan daya nominal 2 x 0,5 kw.

Laporan Praktikum Mesin Konversi Energi 2012

6. Mesin pendingin yang menggunakan kompresor hermatik dan condensator dengan pendingin udara. Refrigeran R134a dan putaran kompresor 27003000 rpm. 7. Alat-alat ukur yaitu: 3 buah termometer gelas. pressure gauge. penampung embunan ( kondesator ).

Gambar 2.1 A 575 air conditioning laboratory unit Fungsi alat tiap-tiap bagian : Fan/blower fungsinya untuk mendorong dan mengalirkan udara melalui jaringan dacting menuju tempat-tempat yang ditentukan. Fan harus dapat mengatasi penurunan tekanan pada tiap-tiap komponen maupun akibat gesekan pada saluran.

Laporan Praktikum Mesin Konversi Energi 2012

Boiler fungsinya untuk menaikkan temperatur dengan memakai elemen heater didalamnya sehingga supply air berubah wujud dari cair menjadi uap dapat terpenuhi setelah sampai di evaporator.

Evaporator fungsinya untuk menyerap kalor dari benda/lingkungan yang didinginkan dengan cara menguapkan refrigerant pada temperatur dan tekanan rendah.

Thermometer dry alat ukur untuk mengukur berapa besar suhu udara kering pada mesin pendingin. Thermometer wet alat ukur untuk mengukur besarnya suhu udara bola basah pada mesin pendingin. Pressure gauge alat untuk mengukur besarnya tekanan fluida yang terjadi dalam sistem pendingin. Compressor fungsinya untuk mengkompresikan udara yang telah diekspansikan dan diuapkan pada Evaporator. Condensor fungsinya untuk melepas kalor dari sistem ke lingkungan dengan cara mengembunkan refrigerant pada temperatur dan tekanan tinggi.

Katup expansi fungsinya mengexpansikan refrigeran dari tekanan kondensor hingga tekanan evaporator dan mengatur jumlah refrigerant yang dialirkan menuju evaporator.

2.3. Cara Kerja Mesin Mesin pendingin menurut cara kerjanya dibedakan menjadi 4 macam,yaitu : absorbtion refrigerant system, steam jet refrigerant system, air refrigerant system, dan vapour compression refrigerant system. Dimana jenis mesin pendingin yang digunakan selama praktikum percobaan mesin pendingin di Laboratorium Pengujian Mesin ITN Malang adalah jenis vapour compression refrigerant system. Pada system ini terjadi perubahan

Laporan Praktikum Mesin Konversi Energi 2012

fase yang digunakan, yaitu dari fase uap ke cair dan sebaliknya, selama siklus. Pada sistem ini, uap menyerap panas lewat evaporator pada temperatur dan tekanan rendah, di mana tekanan dan temperaturnya dinaikkan pada kompresor, kemudian masuk ke kondensor untuk dicairkan dan dikabutkan pada katup ekspansi dan masuk kembali ke evaporator untuk menyerap panas dari ruangan. Pada umumnya sistem pendingin menggunakan

jenis ini, karena memiliki berbagai keuntungan, antara lain : siklusnya mendekati siklus Carnot dengan harga COP yang tinggi, konstrukisnya sederhana dan perawatannya mudah.

FAN

EVAPORATOR

REHEATER

UDARA TERKONDISI

EXPANSION VALVE

BOILER

CONDENSOR

COMPRESSOR

Gambar 2.2 Diagram Alir Cara Kerja Mesin

2.4. Jalannya Percobaan a) Petunjuk Operasi 1. Pastikan kabelnya terhubung dengan stock kontak 2. Air isian boiler telah tersedia dengan debit 10 liter per jam,air tidak akan mengalir ke boiler kalau saklar belum ON. Pastikan boiler telah terisi air melalui gelas penduga baru saklar dinyalakan.

Laporan Praktikum Mesin Konversi Energi 2012

3. Di sebelah kiri pada panel terdapat tombol MCB untuk perlindungan fan terhadap beban lebih. Apabila ada gangguan secara otomatis akan mati dan cari penyebabnya. 4. Disebelah kanan pada panel terdapat fan speed control untuk mengatur kecepatan fan, apabila diputar kekanan akan bertambah debit aliran dan apabila diputar kekiri maka sebaliknya.Tekanan minimum yang

ditunjukkan manometer harus lebih dari 3 mm kolom air.Sebelum dimulai posisi tombol harus pada putaran maksimum. 5. Pada panel terdapat 8 buah tombol untuk pemanas dan refrigerasi,tombol dinyalakan sesuai percobaan yang diinginkan.Hindarkan percobaan dengan debit uadra yang kecil agar tidak terjadi frosting pada katup ekspansi dan permukaan evaporator. 6. Jika tekanan kondensor > 1400 kPa,maka switch tekanan tinggi akan menghentikan kerja kompresor,tetapi fan kondensor tetap berputar. b) Persiapan-persiapan Percobaan Proses Pengkondisian Udara 1. Lakukan persiapan sesuai petunjuk operasi yang ada diatas. 2. Putar tombol pengatur putaran fan,sesuai ketentuan untuk memperoleh debit udara. 3. Nyalakan tombol-tombol pemanas/refrigerasi sesuai dengan petunjuk asisten. 4. Tunggu sampai keadaan sistem stabil. 5. Cata semua data pada lembar yang sudah disediakan. 6. Jika tidak melakukan variasi percobaan lain,matikan mesin sesuai dengan prosedur.

c) Prosedur Mematikan Mesin Sebelum mematikan saklar utama : 1. Matikan semua saklar pemanas air atau boiler. 2. Matikan semua saklar pemanas udara. 3. Matikan saklar untuk unit refrigerasi. 4. Putar tombol fan pada putaran maksimum.

Laporan Praktikum Mesin Konversi Energi 2012

5. Biarkan fan berputar beberapa saat,kemudian matikan saklar utama dan tutup kran pada supply air isian boiler. d) Macam-macam Percobaan 1. Proses pengkondisian udara yang meliputi : a. Pemanasan dan penambahan kelembapan ( humidifikasi ) b. Pendinginan dan dehumidifikasi. c. Pemanasan sensible. 2. Memperkirakan efisiensi volumetric kompresor. 3. Menentukan kalor spesifik udara. 4. Menggambar kurva pendinginan boiler dan memperkirakan kehilangan kalor pada berbagai beda temperatur. Hal-hal yang perlu dilakukan selama melaksanakan percobaan : Mencatat semua angka yang ditunjukkan oleh jarum manometer dan thermometer sepanjang refrigerant line. Mengukur kecepatan aliran dari refrigerant aliran dari refrigerant dengan menggunkan pitot tube. Mengukur kapasitas aliran dari air pendingin dengan menggunakan water flow meter. Mengukur kecepatan alliran dari udara yang dikondisikan. Mencatat temperatur dari air pendingin masuk/keluar kondensor. Mengukur temperatur masuk/keluar evaporator. Mengukur temperatur dan kapasitas air kondensasi yang terjadi. Mengukur wet bulb temperatur dan dry bulb temperatur dari udara yang sudah dikondisikan pada saat masuk/keluar duct. Pengamatan setiap besaran dilakukan setiap 15 menit.

Laporan Praktikum Mesin Konversi Energi 2012

2.5. Data Hasil Percobaan


TEST REF A B C D 1 2 3 Air at fan inlet air after pre-heater Air After Cooling Air After Re-Heater R134a leaving Evaporator R134a before expantion valve R134a entering evaporator Dry wet Dry wet Dry wet Dry wet 1 29,04 25,1 29,2 27 26 25 30,8 28 220 31,2 11 41 220 1,4 22 1 0,5 1,5 100 4,5 2 29,02 25,8 29,4 28 27 25 30,6 28 236 31 11,5 42 236 2 23 1 0,5 1,5 290 4,5 3 28,08 25,6 29,4 28 27 25 30,8 28 240 30,8 11,5 42 240 2,4 23 1 0,5 1,5 440 4,5 4 28,06 25,7 37 36 34,2 30 30,8 28 240 30,6 11,5 42 240 2,6 24 1 0,5 1,5 4,5

R134a mass flow rate Pre-heater input Re-heater input Boiler heat input Orifice Diferential Pressure Condesate Collection Time Interfal

Absolut Pressure these may be adjusted for local voltage.

a. Laju aliran massa udara :

Dengan :

= Time interfal.

VD= Volume Spesifik pada terminal D atau dari grafik psikometri.

Laporan Praktikum Mesin Konversi Energi 2012

b. Kehilangan kalor pada boiler :

Dengan

t = selisih antara temperatur boiler dengan temperatur

lingkungan, K. 1 bar =105 pa = 14,5 psi. Tekanan atmosfer standart 1101 kPa (1,101 bar). 1kW = 3412 Btu/hr Perhitungan-perhitungan a. Proses pemanasan dan humidifikasi ( )

Keterangan : M w = Laju aliran massa uap air (kg/s)

A B

= Kelembaban spesifik pada terminal A (kg/kg) = Kelembaban spesifik pada terminal B (kg/kg)

b. Proses pendinginan dan dehumidifikasi

laju pengembunan dapat dihitung dengan persamaan : ( )

Keterangan : B = Kelembaban spesifik pada terminal B (kg/kg)

C = Kelembaman spesifik pada terminal C (kg/kg)


Kalor yang diserap udara yaitu :

V = tegangan pada pemanas (Volt) R1 dan R2 = tahanan listrik pemanas (ohm)

Laporan Praktikum Mesin Konversi Energi 2012

Kerugian kalor dari boiler pada beda temperatur (100-ta) dihitung dengan persamaan ( ( ) ) { }

Untuk boiler pada alat ini, kerugian kalor dapat diperkirakan dengan persamaan :

Besarnya COP dalam sistem dapat mengunakan formula sbg : Coefisient Of Performa :

2.6 Analisa Data 1. Laju aliran massa udara

Dimana Z = 4,5 mm & VD = 0,8936 2. Proses pemanasan dan humidifikasi ( Maka : ( ) )

3. Proses pendinginan dan dehumidifikasi ( Maka : ( ) )

10

Laporan Praktikum Mesin Konversi Energi 2012

4. Proses pendinginan dan dehumidifikasi lanjut ( Maka : ( ) )

Karena pada percobaan ini terdapat 4 pengukuran tekanan, maka diambil rata-rata pada masing masing data, yaitu:

Dari pressure-enthalpy diagram didapat: = 331 = 362 = 164

11

Laporan Praktikum Mesin Konversi Energi 2012

Coefisient Of Performance :

Maka :

12

Laporan Praktikum Mesin Konversi Energi 2012

2.7 Kesimpulan 1. Refrigerasi adalah perpindahan kalor dari suhu rendah ketempat lain yang suhunya tinggi atau menurunkan temperatur ruang dan

mempertahankan sehingga temperaturnya lebih rendah dari pada temperatur lingkungannya. 2. Besarnya nilai laju aliran massa udara (Ma) bergantung pada perbandingan time interfal ( Z ) dengan volume spesifik (VD) pada terminal D ( tDd dan tWd). Semakin besar harga VD maka harga pada proses reheating, semakin kecil dan begitu pula sebaliknya. 3. Sifat-sifat refrigerant merupakan karasteristik hubungan suhu entalpi cairan uap jenuh. Disamping itu diagram tekanan juga merupakan alat grafis yang bisa digunakan untuk menyatakan sifat refrigerant.

13