Anda di halaman 1dari 26

Bambang Sugeng

ASSESSMENT
Ada hubungan antara learning dan assessment Learning is the key purpose of assessment Sebagai klinisi terbiasa menguji kemampuan diagnostik dan terapi saja ?? Kurikulum Berbasis Kompetensi Workplace-Based Assessment

Competence : the habitual and judicious use of communication, knowledge, technical skills, clinical reasoning, emotions, values, and reflection of daily practice for the benefit of the individuals and community to be served

The assessment of competence should provide insight into actual performance (what he/she does habitually when not observed) as well as the capacity to adapt to change, find and generate new knowledge, and improve overall performance

APAKAH DOPS ?
Diperkenalkan pertama kali di UK DOPS is the observation and evaluation of procedural skill performed by trainee on a real patient Dapat dipergunakan untuk prosedur sederhana sampai rumit Evaluasi dilakukan saat itu dengan feedback Lama DOPS : 15 menit plus 5 menit feedback

PERBEDAAN DG EVALUASI LAIN ?


1. DOPS adalah procedural skill, bukan clinical skill seperti anamnesis dan pemeriksaan fisik 2. Dilakukan pada penderita saat itu juga, bukan observasi panjang (seperti pada long case) 3. Dilakukan pada penderita, bukan manekin atau kadaver 4. LOGBOOK (Buku Harian) : mencatat prosedur apa, jumlahnya dalam periode tertentu dengan penilaian informal

TINGKAT KOMPETENSI
Bukan hanya ketrampilan fisik (terutama tangan) Harus dilandasi dengan pengetahuan (indikasi, anatomi) Begitu juga dengan ketrampilan komunikasi dengan penderita, sejawat dan rekan kerja Dalam Millers Triangle : DOES

FORMULIR DOPS
1. Identitas penguji, mahasiswa dan pasien 2. Prosedur : nama, tingkat kesulitan, tempat pelaksanakan 3. Komponen kompetensi yang dinilai 4. Feedback 5. Tanda tangan penilai dan mahasiswa

KOMPONEN KOMPETENSI
1. 2. 3. 4. 5. 6. Indikasi, anatomi dan prosedur Informed consent Persiapan pre-prosedur Teknik aseptik Analgesia / sedatifa Teknik / ketrampilan melakukan prosedur

7. Meminta bantuan 8. Penanganan pasca prosedur 9. Kemampuan berkomunikasi 10. Profesionalisme 11. Kemampuan melakukan prosedur secara keseluruhan

VALIDITY : Am I measuring what I am supposed to be measuring ?

RELIABILITY : consistently measures whatever it is supposed to measure ?

FEASIBILITY : it will be feasible to use ?

VALIDITY
VALID Situasi sehari-hari Penderita sesungguhnya Prosedur yang sering dikerjakan

Performance? Competence?

Student tahu sedang dinilai Rasa groggy

RELIABILITY

Memakai rating

Procedural skill : rating scale terstruktur


Terdiri dari 11 komponen dengan rating scale 1 - 9

FEASIBILITY
Terintegrasi dengan kegiatan rutin

sehari-hari Sudah sering dikerjakan dosen (secara informal) Tidak mengganggu pelayanan rutin Tidak diperlukan peralatan khusus Dapat dilakukan dimanapun, bahkan di UGD yang sibuk dan terburu-buru Penilaian mudah

EFEK POSITIF
Mendapatkan observasi dan feedback langsung dari klinisi / expert Mengetahui kekuatan dan kelemahan yang perlu diperbaiki Mendapat kesempatan bertindak sebagai dokter pada keadaan yang sebenarnya Lebih percaya diri

EFEK NEGATIF / KELEMAHAN

Prosedur bersifat invasif dan selalu ada kemungkinan komplikasi Apakah tidak melanggar UU Kesehatan, karena melakukan TINDAKAN KEDOKTERAN tanpa STR ?

Seharusnya dosen klinik siap karena sebenarnya sudah sering dilakukan sehari-hari Perlu niat dan membiasakan diri, terutama dalam memberikan feedback Ingat juga bahwa dosen bukan sekedar pemberi kuliah ( the good teacher is more than a lecturer )*
* Harden RM, Crosby J : The twelve roles of the teacher

Harden & Crosby, 2002 Student assessor

Mentor

Learning facilitator

Student contact
On the job role model

Curriculum evaluator

Facilitator
Teaching role model

Assessor

Role model

Teaching expertise
Curriculum planner

Medical expertise Planner Information provider


Lecturer

Course organizer

Resource developer
Clinical or practical teacher

Student at a distance
Study guide producer Resource material creator

Feedback techniques to be avoided and adopted


Feedback techniques to be avoided Creating a disrespectful, unfriendly, closed, threatening climate Feedback techniques to be adopted Creating a respecful, open minded, non-threatening climate

Not eliciting thoughts or feelings before Eliciting thoughts and feelings before giving feedback giving feedback Being judgemental Focusing on personality Being feedback on hearsay Basing feedback on generalisations Giving too much/too little feedback Not suggesting ideas for improvement Basing feedback on unknown, nonnegoitated goals
Taken from Hewson & Little, 1998

Being non-judgemental Focusing on behaviour Being feedback on observed facts Basing feedback on specifics Giving the right amount of feedback Suggesting ideas for improvement Basing feedback on well-defined, negotiated goals