Anda di halaman 1dari 4

Patofisiologi ileus obstruksi Patofisiologi dari ileus paralitik merupakan manifestasi dari terangsangnyasistem saraf simpatis dimana dapat

menghambat aktivitas dalam traktusgastrointestinal, menimbulkan banyak efek yang berlawanan dengan yangditimbulkan oleh sistem parasimpatis. Sistem simpatis menghasilkan pengaruhnyamelalui dua cara: (1) pada tahap yang kecil melalui pengaruh langsung norepineprinpada otot polos (kecuali muskularis mukosa, dimana ia merangsangnya), dan (2)pada tahap yang besar melalui pengaruh inhibitorik dari noreepineprin pada neuron-neuron sistem saraf enterik. Jadi, perangsangan yang kuat pada sistem simpatisdapat menghambat pergerakan makanan melalui traktus gastrointestinal. Hambatan pada sistem saraf parasimpatis di dalam sistem saraf enterik akanmenyebabkan terhambatnya pergerakan makanan pada traktus gastrointestinal,namun tidak semua pleksus mienterikus yang dipersarafi serat saraf parasimpatisbersifat eksitatorik, beberapa neuron bersifat inhibitorik, ujung seratnya mensekresikan suatu transmitter inhibitor, kemungkinan peptide intestinal vasoaktif dan beberapa peptide lainnya.Menurut beberapa hipotesis, ileus pasca operasi dimediasi melalui aktivasihambat busur refleks tulang belakang. Secara anatomis, 3 refleks berbeda yangterlibat: ultrashort refleks terbatas pada dinding usus, refleks pendek yangmelibatkan ganglia prevertebral, dan refleks panjang melibatkan sumsum tulangbelakang. Refleks panjang yang paling signifikan.Respon stres bedah mengarah ke generasi sistemik endokrin dan mediator inflamasi yang juga mempromosikan perkembangan ileus.

Tatalaksana ileus paralitik engelolaan ileus paralitik bersifat konservatif dan suportif. Tindakannyaberupa dekompresi, menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit, mengobati kausadan penyakit primer dan pemberiaan nutrisi yang adekuat. Prognosis biasanya baik,keberhasilan dekompresi kolondari ileus telah dicapai oleh kolonoskopi berulang.Beberapa obat-obatan jenis penyekatsimpatik (simpatolitik) atauparasimpatomimetik pernah dicoba, ternyata hasilnya tidak konsisten. Untukdekompresi dilakukan pemasangan pipa nasogastrik (bila perlu dipasang juga rectaltube). Pemberian cairan, koreksi gangguan elektrolit dan nutrisi parenteralhendaknyadiberikan sesuai dengan kebutuhan dan prinsip-prinsip pemberian nutrisiparenteral. Beberapaobat yang dapat dicoba yaitu metoklopramid bermanfaat untukgastroparesis, sisaprid bermanfaatuntuk ileus paralitik pascaoperasi, dan klonidindilaporkan bermanfaat untuk mengatasi ileusparalitik karena obatobatan.Neostigmin juga efektif dalam kasus ileus kolon yang tidak berespon setelahpengobatan konservatif.