Anda di halaman 1dari 14

Menulis Paper Filsafat/Draft 2013

Menulis Paper Filsafat Beberapa Hal yang Perlu Diperhatikan Oleh Ganang Dwi Kartika

1. Filsafat sebagai Ilmu a. Filsafat itu refleksif: Jika ilmu pengetahuan itu eksplisitasi (penjelasan) tentang realitas yang dihadapi manusia, maka filsafat itu satu kegiatan permenungan (memikirkan secara serius dan dimaksudkan untuk memperoleh pemahaman yang lebih dalam) atau biasa diistilahkan dengan kegiatan refleksif terkait dengan objek apa pun yang diabstraksikan. Filsafat memang adalah kegiatan akal budi akan tetapi lebih berupa akal budi yang merenung. Kegiatan akal yang demikian itu berada satu tahap lebih lanjut atau lebih tinggi dari kegiatan rasional secara umum. Tujuannya adalah ingin memperoleh kebenaran yang mendasar, ingin menemukan makna, dan inti segala inti. leh karena itu, dapat dikatakan bah!a filsafat itu mengeksplisitkan juga realitas sebagaimana pada ilmu pengetahuan, hanya saja perbedaannya eksplisitasi tersebut menyangkut apa yang menjadi hakikat dari sesuatu realitas di dalam kehidupan manusia. ("akker, #$$%: #&) 'akikat selalu tersembunyi di balik yang tampak. (a dapat dibayangkan sebagai sesuatu hal yang mendasari sesuatu persoalan yang hanya dapat ditemukan melalui akalbudi yang berpikir dan disertai sejumlah pengetahuan yang rele)an dengan persoalan yang tengah dipikirkan. *engan demikian, tulisan filsafat hendaknya memperlihatkan adanya usaha permenungan penulis terhadap masalah yang dibicarakan. +ermenungan berarti penulis tidak terhenti pada cara pandang yang sempit

Menulis Paper Filsafat/Draft 2013 tetapi dituntut untutk memperlihatkan adanya upaya untuk melakukan abstraksi dengan cara melampaui masalah yang dibicarakannya. b. Filsafat itu ilmu ,ebagai cabang ilmu, filsafat menguraikan dan merumuskan hakekat realitas secara rasional-sistematis-metodis. .tas dasar ini, filsafat dapat dikategorikan juga sebagai ilmu pengetahuan sekalipun tetap berbeda secara mendasar dengan segala ilmu pengetahuan lain yang merupakan anak-anaknya. (,ebelum ilmu pengetahuan-ilmu pengetahuan lahir dan berkembang serta bercabang-cabang menjadi disiplin ilmu yang makin spesifik de!asa ini, filsafat pada a!alnya adalah satu-satunya ilmu (pengetahuan manusia. Karena ia adalah perintis, pembuka jalan bagi ilmu-ilmu yang datang kemudian, selanjutnya ia dijuluki induk ilmu pengetahuan atau mutter scientiarum). (/elsen, #$$0: 12). Kekuatan filsafat sebagai ilmu terletak dalam hal kemampuannya dalam memandang realitas secara keseluruhan, bukan hanya membatasi diri pada objek tertentu dan dalam ruang lingkup tertentu. ("akker, #$$%: #&) *alam upaya untuk dapat memandang realitas secara keseluruhan itu, filsafat dapat menggunakan hasil-hasilkajian atau temuan-temuanilmuilmu pengetahuan lainnya dalam rangka memperluas cakra!ala berpikirnya. /eskipun demikian, perlu diingat bah!a !arna pribadi yang tercermin melalui !ataknya yang refleksif sebagaimana telah diterangkan di atas justru perlu melekat erat dalam kegiatan berfilsafat seseorang. (Jika dilihat dari sudut pandang ilmu pengetahuan, !ataknya yang demikian ini dapat dinilai sebagai 3kelemahan filsafat4 akan tetapi hal itu justru menjadi kelebihannya karena filsafat tetap berbeda karena ia dapat mengarah pada spekulasi-spekulasi tertentu sejalan dengan cara pandang metafisik yang menji!ainya, sejauh dilakukan secara rasional yang ketat.

Menulis Paper Filsafat/Draft 2013 *engan demikian, dalam penulisan paper filsafat segi rasionalsistematis-metodis amat dituntut di samping sikap atau pandangan pribadi penulis terhadap permasalahan yang dibicarakan sebagai tanggapan kritis atasnya. c. Induksi yang subjektif Jika ilmu pengetahuan menggunakan induksi untuk memperoleh abstraksi tentang sesuatu realitas tertentu, maka filsafat yang juga menggunakan teknik penalaran induktif dan objektif, justru induksi dalam filsafat melibatkan unsur subjekti)itas secara kental mengingat filsafat itu kegiatan refleksif yang memberi tekanan pada pribadi yang berfilsafat. ("akker memberikan ciri atau sifat personal pada filsafat). (tu sebabnya pandangan pribadi orang yang berfilsafat menjadi bagian yang amat penting di dalam sesuatu pemikiran atau pun dalam penulisan paper filsafat pada mahasis!a. d. Filsafat membutuhkan suatu gaya leh karena filsafat itu bersifat refleksif, sementara refleksi itu berarti memperhitungkan adanya seorang pribadi yang melakukannya, baik filsuf atau seorang mahasis!a yang sedang berfilsafat, maka ditemukan adanya gaya yang bertumpu pada penyusunan pandangan hidup pribadi. 5aya tulisan yang demikian ini kemudian dikenal dengan istilah gaya emansipatoris atau konsientisasi dengan tetap menggunakan metode dan mengemukakannya atas dasar sistematika tertentu. (5aya ini oleh "akker disebut dengan gaya edukatif). 6amun demikian, diperlukan gaya lain untuk menghindarkan seseorang jatuh ke dalam gaya pribadi yang ekstrim dengan cara melengkapinya dengan menggunakan gaya in)entif, yakni seorang yang berfilsafat berusaha keras untuk mencari dan menemukan pemahaman baru (heuristika) yang objektif terhadap segala hal yang telah dikumpulkan.

Menulis Paper Filsafat/Draft 2013 *engan demikian, terjadi semacam daya tarik-menarik antara faktor subjekti)itas dan objekti)itas. Jadi, pemahaman baru oleh penulis paper atas sesuatu hal (masalah) dengan bertumpu pada data-data yang )alid dan cukup merupakan hal lain yang juga penting untuk diperhatikan.

2. Tulisan Filsafat yang aik a. Koherensi intern(al) ,ebuah hasil pemikiran, baik diungkapkan ke dalam proposisi (kalimat) atau pun paragaraf atau sebuah tulisan, baik dalam ukuran pendek atau pun panjang, haruslah terbangun oleh unsur atau komponen yang memiliki kaitan atau hubungan erat dengan komponen-komponen lain yang membentuknya. *alam tataran proposisi, unsur subjek (,) dan unsur predikat (+) harus memiliki kejelasan hubungan sebagaimana ditunjukkan melalui kopula hingga mempunyai makna tertentu, apakah bersifat afirmatif (penegasan terhadap unsure ,) atau negati)e (pengingkaran terhadap unsure ,). 'al yang sama dituntut pada tingkat paragraf dimana kalimat-kalimat yang membangunnya harus memiliki hubungan erat antara satu kalimat dengan lainnya, memainkan fungsi yang saling berkaitan erat satu dengan lainnya. .dapun pada tingkat tulisan (panjang atau pun pendek) yang terdiri dari beberapa paragraf, maka antara paragraf satu dengan paragraf lainnya harus memiliki keterkaitan yang dapat dipertanggungja!abkan. (,tramel, 0%%0: 27) ,emakin tulisan dapat membangun kohensi antar kata dengan kata lain dalam kalimat, antara satu kalimat dengan kalimat lain dalam paragraf, dan antara satu paragraf dengan paragraph lain dalam tulisan secara keseluruhan, maka dapat dipastikan bah!a tulisan yang demikian ini memiliki keutuhan, kesatu-paduhan, dan kejelasan).

Menulis Paper Filsafat/Draft 2013 b. Holistika Tulisan filsafat yang berisi pemikiran tentang sesuatu senantiasa mengejar kebenaran yang utuh tentang sesuatu (objek) yang dikajinya. Keutuhan (holistika) yang demikian hanya dapat dicapai jika segi koherensi intern(al) dapat terpenuhi. bjek apa pun yang dikaji senantiasa tidak sebatas dilihat secara atomistis, dalam arti diisolasikan dari hal lainnya, melainkan justru ditinjau dalam interaksi dengan seluruh kenyataan (a whole). (ni menjadi semacam alat uji untuk mengetahui sejauh mana kebenarannya itu memiliki rele)ansi dengan realitas umum. *engan demikian, keunikan atau otentisitas objek dihadapkan (diperla!ankan) dengan uni)ersalitas sehingga dapat disusun sebuah pandangan yang bersifat menyeluruh (komprehensif atau total). ("akker, #$$%: 22-27) 8ang perlu ditegaskan terkait dengan segi ini adalah bah!a pembahasan terhadap sesuatu masalah yang dipilih hendaknya didudukkan dalam konteks kehidupan yang kompleks atau lebih luas. (Tentu penulislah yang lebih mengetahui hal mana yang rele)an untuk dikaitkan dengan persoalan yang dibicarakan.) c. SikapSkeptis "ersikap skeptis berarti bersikap meragukan atau menyangsikan apa pun. /eragukan berbeda dengan bersikap ragu-ragu sebab dalam keraguraguan yang terakhir tersirat adanya ketidaktahuan. 'anya dengan sikap skeptis anda akan tidak mudah tergiring kepada pendirian atau pendapat yang keliru. *engan sikap ini pula anda akan terhindar dari sikap dogmatis (percaya buta) terhadap sesuatu hal. (/orton, #$$2: 0&-0$) d. Pengintegrasian Pengetahuan Ilmiah

Menulis Paper Filsafat/Draft 2013 Filsafat bukan sekedar permainan kata-kata. ,ebab jika filsafat hanya sebatas itu, maka filsafat terjebak dalam relati)isme dimana kebenaran hanya bergantung pada kepandaian bermain dengan kata-kata. (9oodhouse, 0%%%: #0%-#0#) :ntuk mencapai langkah maju dalam berfilsafat diperlukan kemampuan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan tertentu yang masih belum terselesaikan. (ibid., hlm. ##7) ,elanjutnya, agar filsafat tidak terjebak dalam rasionalisasi keyakinan pribadi yang dikemas dengan semantik yang terkesan canggih (ibid., hlm. #01-#07), maka pemanfaatan temuan-temuan atau kebenaran-kebenaran yang dihasilkan atau dijumpai dalam berbagai cabang ilmu lain (sejauh rele)an) akan dapat memba!a kita pada pengertian yang lebih baik tentang sesuatu persoalan. ("eekman, ;.)

!. Ob"ek Ka"ian Filsafat a. bjek material ,ebagai salah satu cabang ilmu, ilmu filsafat memiliki objek kajian sebagaimana ilmu-ilmu lainnya. bjek setiap ilmu mencakup dua hal, yaitu objek material (bendanya) dan objek formal (hal tertentu dari potongan realitas yang dipilihnya sebagai objek bagi dirinya. bjek material filsafat adalah yang-ada, dalam arti semua realitas, atau apa saja yang berada. ( bjek material dari ilmu pengetahuan adalah potongan atau kepingan dari realitas yang amat luas. .rtinya, objek material ilmu pengetahuan pastilah spesifik.). :kuran keberadaan didasarkan pada apakah suatu objek dapat ditangkap secara indera!i atau pun tidak. leh sebab itu, filsafat menjadi amat berbeda dibandingkan dengan ilmu apa pun karena apa saja dapat difilsafatkan, baik itu bersifat empiris (terbukti adanya atas adasar pencerapan indera!i manusia) atau pun menyangkut sesuatu keyakinan yang tak menuntut pembuktian akan adanya sesuatu yang diyakininya.

Menulis Paper Filsafat/Draft 2013 ,emua realitas yang sifatnya umum atau uni)ersal dianggap memiliki sifat ada (ens). .rtinya, karena ia memiliki sifat ada, maka pembicaraan atasnya senantiasa dimungkinkan. "ahkan, persoalan yang masih samarsamar pun tetap memiliki sifat ada dan karena itu boleh diperbincangkan agar dapat menjadi lebih terang atau jelas untuk dipahami. ("agus, 0%%%: 01-0&) *engan demikian, objek kajian filsafat dapat mencakup apa saja sejauh dapat dipercakapkan dengan bahasa kita. b. bjek formal 'al yang membedakan objek formal dari objek material adalah bah!a jika pada objek material beberapa hal dapat menjadi dasar yang sama untuk kajian beberapa ilmu yang berbeda (misalnya objek <manusia= yang dapat dikaji dari segi ji!anya oleh ilmu psikologi, dari segi budayanya oleh ilmu pengetahuan budaya, hubungan indi)idu dengan masyarakat oleh ilmuilmu sosial, dari segi kesehatan oleh ilmu kedokteran, dan masih banyak lagi, maka pada objek formal objek-objek tertentu yang dapat menjadi kajian beberapa cabang ilmu justru ditinjau dari segi tertentu yang berbeda pada setiap cabang ilmu pengetahuan. ,egi tertentu tersebut disebut dengan struktur metafisik sesuai dengan segi tertentu yang dijadikan sebagai fokus kajian masing-masing ilmu yang ada. (.da kemiripan dengan istilah arkhe pada cara pandang masa 8unani Kuno. 'anya saja pada para filsuf 8unani kuno arkhe itu merupakan semacam pengandaian akan adanya prinsip dasar yang tertentu sifatnya dan itu bersifat uni)ersal atau meresapi segala realkitas, adapun struktur metafisik itu merupakan semacam pilihan sesuai dengan kepentingan dan cara pandang masing-masing ilmu terhadap objek materialnya.) leh karena itu, jika dalam metafisika yang menjadi objek material adalah realitas umum>uni)ersal dan objek formal atasnya adalah yang-ada sebagai yang-ada (ens in quantum ens) objek material filsafat pada

Menulis Paper Filsafat/Draft 2013 dasarnya juga segala yang ada, baik yang material atau immaterial, baik yang ada secara konkret atau pun yang ada secara abstrak. .kan tetapi, oleh karena filsafat diletakkan sebagai satu cabang ilmu, maka ia pun sebagai ilmu memilih segi-segi sebagai objek formal bagi cabang-cabang di dalamnya. ((bid, hlm. 0&-07) c. !ukan "yang mana#$ tapi "mengapa$ Karena apa pun dapat difilsafatkan, maka pilihan akan yang mana yang sebaiknya dipercakapkan secara kefilsafatan bukan pertama-tama menjadi hal yang paling penting. /engingat filsafat itu kegiatan rohani yang melekat dalam diri pelakunya, adapun pelakunya itu memiliki perhatian tertentu pada dunia hidupnya, ada peminatan-peminatan yang berbeda-beda, maka yang diutamakan dalam penulisan paper filsafat atau kegiatan permenungan atas segi-segi kehidupan manusia adalah segi alasannya, argumen yang mendasari pilihan itu. #. $u%ut Pan%ang %an Perspektif a. Ilmiah%kritis%reflektif%otentik Filsafat memang dapat dianggap sebagai metode berfikir tapi sekaligus ia adalah ilmu pengetahuan yang menuntut keketatan tertentu di dalamnya. Keketatan yang dimaksud adalah bah!a kegiatan berfilsafat bukanlah kegiatan berpikir yang se!enang-!enang. ,ebagai bagian dari ilmu pengetahuan tentu ia harus menghiraukan segi keilmiahan. ?ujukan pada bacaan-bacaan yang rele)an menjadi salah satu hal yang memberikan nilai tambah pada hasil yang diperoleh pada seseorang yang sedang berfilsafat, baik dituangkan secara lisan apalagi ke dalam bentuk tulisan. /engingat sebagai salah satu ilmu, filsafat dikategorikan ke dalam ilmukritis, maka pada orang yang sedang berfilsafat dituntut untuk senantiasa memikirkan ulang pandangan-pandangan pribadinya, memandang dalam cakra!ala yang lebih luas, mendudukkan hasil renungannya dalam konteks kehidupan yang luas. Tentu semua itu dimaksudkan agar karya

Menulis Paper Filsafat/Draft 2013 filsafat tidak terjebak ke dalam kesalahan pengetahuan, senantiasa membuka diri pada kebenaran yang tidak selalu hanya tertanam di dalam dirinya atau pada diri orang lain tetapi bisa jadi pandangan orang lain yang kebih benar atau sebaliknya. *ata-data yang ditemukan, temuan-temuan yang telah dicapai oleh berbagai ilmu pengetahuan (yang rele)an dengan permasalahan yang tengah dikajinya), pemikiran-pemikiran seseorang filsuf atau pun pemikiran-pemikiran pribadi (refleksi) hendaknya disintesakan menjadi satu pemahaman yang baru (otentik) yang tidak hanyut dalam pandangan umum semata tanpa dasar pemahaman diri yang baik dan dapat dimintai pertanggungja!ab secara ilmiah. b. Komprehensif atau menyeluruh @ara pandang yang terbuka dan luas atau lengkap (komprehensif) -- tentu disesuaikan dengan kebutuhan -- amat penting dalam kegiatan berfilsafat, termasuk di antaranya penulisan paper filsafat. @ara pandang ini akan dapat mengantarkan siapa pun pada keterbukaan cakra!ala pengetahuan sehingga ada keluasan di samping kedalaman pengetahuan. +emahaman yang semakin menyeluruh akan dapat mengantar pada pemahaman baru yang lebih dapat dipertanggungja!abkan karena akan dapat semakin meminimalisir adanya ketidaksesuaian dengan realitas yang lebih luas. &. ahasa %alam Penulisan Paper Filsafat a. !ahasa Inklusif (plastis) 8ang dimaksud dengan inklusif disini adalah bah!a istilah atau konsep yang dipakai bersifat <mencakup= atau <meliputi=. 5ambaran konkretnya adalah sebagaimana bahasa yang dipakai dalam ilmu sejarah, sastra, dan ilmu antropologi, dibandingkan dengan bahasa yang digunakan dalam ilmu eksakta.

Menulis Paper Filsafat/Draft 2013 *imungkinkan menggunakan gaya analogi (yang spesifik) tapi dapat menjelaskan hal yang jauh lebih luas, seperti yang dilakukan +lato saat mengisahkan para ta!anan di dalam gua. Filsafat meneliti arti, nilai, dan maksud yang diekspresikan dalam fakta dan data human (+elA sebagaimana dikutip "akker, #$$%: &B). b. &nalisis konseptual "ahasa filsafat memerlukan kejelasan. Kejelasan tersebut menyangkut kejelasan dalam hal penggunaan konsep-konsep. /isalnya, seseorang mendefinisikan filsafat dengan <kegiatan berpikir rasional=. /aka, perlu dijelaskan kemudian konsep <kegiatan. <berpikir=, demikian juga dengan <rasional.= *engan penjelasan konseptual tersebut akan terlihat bah!a cara berpikir analitik yang diperlukan dalam berfilsafat dalam batas tertentu telah terpenuhi. +aper kefilsafatan juga biasanya tidak dapat menghindar dari penyajian argumen-argumen terkait sesuatu masalah yang dibicarakan. :ntuk itu yang perlu diperhatikan adalah rumusan-rumusan pernyataan yang dituliskan hendaknya dipastikan kebenarannya, setidaknya berpeluang benar atas argument tertentu. Terkait dengan kesimpulan tertentu yang ditarik hendaknya didasarkan pada premis-premis atau pernyataanpernyataan yang mendahuluinya sehingga kesimpulan apa pun senantiasa berdasar dan karena itu akan selalu dapat dipertanggungja!abkan langkah-langkahnya. (,tramel, hlm. 12) c. Konsistensi /engingat obsesi filsafat adalah berdaya-upaya untuk memperoleh kebenaran terhadap persoalan apa pun yang dibicarakan, maka tidaklah mungkin pernyataan-pernyataan dituliskan secara tidak konsisten. ,ebab pernyataan inkonsisten akan menyesatkan siapa pun yang berfilsafat atau yang terlibat di dalamnya untuk dapat menjangkau kebenaran.

Menulis Paper Filsafat/Draft 2013 /elalui konsistensilah kebenaran dapat terlahir. leh karena itu, mutlak

untuk dijaga pernyataan demi pernyataan yang dibuat sejak a!al agar dapat dipastikan kesesuaiannnya dengan pernyataan di lembar-lembar berikutnya. *engan keketatan pernyataan seperti itulah kebenaran dapat diperjuangkan. +endirian orang yang berfilsafat akan dapat terlihat jelas. Jika dia memiliki pendirian yang kuat, maka pernyataan-pernyataannya akan memperlihatkan adanya konstruksi pernyataan yang konsisten satu dengan lainnyaC adapun jika pendiriannya lemah, maka pernyataanpernyataannya akan tidak memiliki hubungan logis satu dengan lainnya (inkonsisten). (,tramel, hlm. 21) '. $istematika Tulisan ()sai*Paper+ Filsafat a. Pendahuluan "agian ini biasadiberi judul <+endahuluan.= +aper yang diinginkan adalah paper yang mempertahankan tesis (thesis defence papers) yakni paper yang menuntut mahasis!a untuk mengembangkan pendirian masing-masing terkait dengan sebuah persoalan yang dipilih dan dibahas. (,tramel, hlm.71) (Terkait dengan persoalan tersebut tentu diperlukan data-data yang cukup sebagai pijakan atau pertimbangan dalammembangun pendirian pribadi) ,ehubungan dengan hal itu, mulailah di bagian a!al paper anda dengan kalimat pernyataan pendek, seperti misalnya, 3Duthanasia yang dilakukan secara sukarela tidak dapat diterima secara moral. *st. *st.4 "ertumpu pada pernyataan demikian itu, permasalahan hendaknya diungkapkan dengan kalimat pertanyaan, misalnya, 3.pakah euthanasia yang dilakukan secara sukarela dapat diterima secara moralE :sahakan topik ada jangan terlalu luas tetapi juga jangan terlalu sempit. 'al ini bergantung pada berapa panjang paper yang akan anda kerjakan. Fatar belakang masalah atau alasanpemilihan topik, permasalahan, dan tujuan penulisan hendaknya dituliskan secara implisit saja di bagian ini.

Menulis Paper Filsafat/Draft 2013 b. !adan 'ulisan "agian a!al badan tulisan sebaiknya diberi sub-judul dan merupakan kelanjutan dari bagian pendahuluan. (Tidak dimulai dengan halaman dan lembar baru, tetapi menjadi satu kesatuan dengan tulisan sebelumnya: pendahuluan). :ntuk mengambil pendirian sendiri, anda dituntut untuk mengembangkan argumen guna mendukung tesisnya. *ata-data pengetahuan yang rele)an untuk menja!ab pertanyaan yang dikemukakan dalam sub-bab pendahuluan silahkan diolah dan dipaparkan sebagai ja!aban di bagian ini. .gar terlihat adanya perkembangan penalaran, sub-bab dua sebaiknya dibagi ke dalam sub-sub bab yang lebih kecil. *ata-data pengetahuan yang rele)an dipilah dan diintegrasikan di sub-sub bab yang lebih kecil di sub-bab kedua ini. c. Kesimpulan Kesimpulan biasanya mencerminkan pendahuluan anda. *engan kata lain, terdapat kaitan yang erat antara pendahuluan dan kesimpulan. .nda boleh mere)ie! penanganan atas masalah yang dilontarkan di bagian pendahuluan dan tentunya sudah dibahas di badan paper. Terpenting untuk anda nyatakan dalam kesimpulan adalah mengingatkan pembaca atas apa yang telah anda capai. *apat juga anda menyarankan sesuatu yang penting tetapi tidak mungkin dibicarakan karena sesuatu alasan (mungkin karenaperlu eksplorasi lebih jauh dst.) (. Saran +aper yang bagus tidak mungkin dapat diselesaikan hanya dalam !aktu semalam. Karena itu, persiapan dalam !aktu yang cukup amat penting agar dapat menguasai data, mengolahnya (memilah-milah atau mengorganisasikannya ke dalam sub-sub bab yang rele)an), ,ebaiknya sediakan !aktu untuk melakukan editing seperlunya agar kesalahan-kesalahan pengetikan yang amat elementer dapat dihindarkan.

Menulis Paper Filsafat/Draft 2013 Jangan lupamenuliskan daftar pustaka. .langkah baiknya jika bagian ini dikerjakan secara cukup selektif dan berimbang. (Jangan hanya data dari internet apalagi hanya sebatas berita tapi juga ada buku-buku penting yang digunakan.)

Menulis Paper Filsafat/Draft 2013 Daftar a,aan "agus, Forens. !etafisika. Jakarta: 5ramedia +ustaka :tama, #$$#. "akker, .nton dan .chmad @harris Gubair. !etodologi Penelitian "ilsafat. 8ogyakarta: Kanisius, #$$%. /elsen, .. 5./. )an. #lmuPengetahuan dan $anggung %awab &ita' *iterjemahkan oleh K. "ertens. Jakarta: 5ramedia, #$$0. /orton, .dam. Philosophy in Practice' (n #ntroduction to the !ain )uestions. /assachusetts: "lack!ell, #$$2. +eursen, @. .. )an. !enjadi "ilsuf' *uatu Pendorong ke (rah Berfilsafat *endiri. 8ogyakarta: Halam, 0%%B. ,tramel, James ,. +ara !enulis !akalah "ilsafat. *iterjemahkan oleh .gus 9ahyudi dari judul asli How $o ,rite Philosophy Paper. 8ogyakarta: +ustaka +elajar, 0%%0. 9oodhouse, /ark ". Berfilsafat *ebuah -angkah (wal' *iterjemahkan oleh .hmad 6orma +emata et. al. dari buku ( Preface to Philosophy. 8ogyakarta: Kanisius, 0%%%.