Anda di halaman 1dari 13

Nama : Danita Dwi Maryana NPM : 1102011070

BioMedik 2 Skenario 2 Promosi Jabatan SASARAN BELAJAR L.I. 1. Memepelajari General Medical Check Up L.O. 1.1. Memahami dan menjelaskan definisi General Medical Check Up General Medical Check up yaitu suatu pemeriksaan unuk mengetahui kondisi di dalam tubuh kita. General medical check up dilakukan melelui beberapa rangkaian test di laboratorium dan ada pula pemeriksaan fisik oleh dokter. General medical check up sangat bermanfaat untuk mendeteksi kesehatan. L.O. 1.2. Memahami dan menjelaskan tujuan General Medical Check Up Tujuan General check up yaitu suatu cara untuk menjaga kesehatan diri kita. Dari general medical check up kita bisa mengetahui apakah di dalam tubuh kita terdapat suatu kelainan atau tidak . Jika ada suatu kelainan kita dapat mengobati sejak dini dan mencegah penyakit itu terus berkembang. General medical check dapat pula dijadikan penegak diagnosis. L.O. 1.3. Memahami dan menjelaskan tahapan melakukan General Medical Check Up General Medical Check Up meliputi beberapa tahapan yaitu: 1. 2. 3. 4. Wawancara / anamnesa Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan Laboratorium Pemeriksaan penunjang lain seperti foto Rontgen

Wawancara atau Anamnesa dilakukan untuk mengetahui riwayat penyakit sekarng, riwayat penyakit yang pernah di derita sebelumnya dan riwayat penyakit dalam keluarga. Pemriksaan fisik di lakukan mulai dari mengetahui vital sign (tensi, nadi, pernafasan serta suhu tubuh), di lanjutkan dengan memeriksa tubuh yang dilakukan sesuai dengan prosedur fisik diagnostic. Pemeriksaan laboratorium dilakukan dengan tujuan untuk menentukan prognosis atau memprediksikan perjalanan penyakit. admin in Surya Husada Hospital Info.General Medical Check Up Upaya Deteksi Penyakit Lebih Dini. 24 november 2009. L.O. 1.4. Memahami dan menjelaskan waktu pelaksanaan General Medical Check Up General medical check up sebaiknya dilakukan sedini mungkin. Jika dilakukan pada saat usia lanjut, fungsi organ dan metabolisme di dalam tubuh sudah di optimal seperti saat muda. Meskipun, sel melakukan regenerasi tetapi tetap saja sel di masa muda lebih berfungsi optimal dibanding pada usia lanjut. General medical check up dapat dilakukan jika kita ingin mengetahui kesehatan kita. General medical check up juga dilakukan saat kita melamar suatu pekerjaan sebagai syarat penerimaan karyawan baru di kantor tersebut.

L.I. 2. Mempelajari Lipid L.O. 2.1. Memahami dan menjelaskan definisi Lipid Lipid adalah sekelompok senyawa heterogen yang meliputi lemak, minyak, steroid, wax dan senyawa terkait. Lipid memiliki sifat umum yaitu tidak larut dalm air dan larut dalam pelarut nonpolar contohnya, estr dan klorofom. Lemak disimpan di jaringan adiposa, tempat senyawa ini berfungsi sebagai insulator panas subkutan dan di sekitar organ tertentu. Lipid nonpolar berfungsi sebgai insulator listrik, dan memungkinkan penjalaran gelombang depolarisai di sepanjang saraf bermielin. L.O. 2.2. Memahami dan menjelaskan jenis-jenis lipid dan batas normalnya. Lipid diklasifikasikan menjadi : 1. Lipid sederhana : Ester asam lemak dengan berbagai alkohol. 1. Trigliserida

Gambar 1. duniaraa13.blogspot.com Trigliserida (atau lebih tepatnya triasilgliserol atau triasilgliserida) adalah sebuah gliserida, yaitu ester dari gliserol dan tiga asam lemak. i. Lilin Lilin adalah senyawa yang terbentuk dari ester asam lemak dengan alkohol bukan gliserol. Pada umumnya asam lemaknya adalah palmitat dan alkoholnya mempunyai atom C sebanyak 26-34. contohnya adalah mirisil palmitat. (Suharsono Martoharsono, 53).Pada umunya malam merupakan ester asam lemah dengan alkohol allifatik bermolekul besar, dan asamnya mempunyai jumlah karbon berkisar antara C25 sampai C35. (Purwo Arbianto, 54). Jika melihat definisi ini maka dapat dikatakan bahwa proses terjadinya lilin adalah merupakan suatu proses esterifikasi antara asam lemak dan alkohol berantai panjang. ii. Lemak Ester asam lemak dengan gliserol. Minyak adalah lemak keadaan cair. 2. Lipid kompleks : Ester asam lemak yang mengandung gugus-gugus selain alkohol dan asam lemak. a. Fosfolipid Lipid yang mengandung suatu residu asam fosfor, selain asam lemak dan alkohol. Lipid memiliki basa yang mengandung nitrogen dan substituen lain misalnya : I. Alkohol pada gliserofofolipid adalah gliserol

II. Alkohol pada sfingofosfolipid adalah sfingosin. b. Glikolipid Glikolipid ialah molekul molekul lipid yang mengandung karbohidrat, biasanya pula sederhana seperti galaktosa atau glukosa. Akan tetapi istilah istilah glikolipid biasanya dipakai untuk lipid yang mengandung satuan gula tetapi tidak mengandung fosfor. Glikolipid dapat diturunkan dari gliserol atau pingosine dan sering dimakan gliserida atau sebagai spingolipida. c. Lipoprotein Lipoprotein merupakan gabungan molekul gliserida dan protein yang disintesis di dalam hati. Seperempat sampai sepertiga bagian dari lipoprotein adalah protein dan selebihnya adalah lipida. Lipoprotein mempunyai fungsi mengangkut lipid di dalam plasma ke jaringan-jaringan yang membutuhkannya sebagai sumber energy, sebagai komponen membrane sel atau sebagai prekursor metabolit aktif. Ada beberapa jenis lipoprotein, antara lain:

1. Kilomikron a. Berasal dari penyerapan triasilgliserol dan lipid lain di usus b. Kilomikron berfungsi sebagai alat transportasi trigliserid dari usus ke jaringan lain, kecuali ginjal. 2. VLDL (Very Low Density Lipoprotein) a. Berasal dari hati untuk ekspor triasilgliserol; b. VLDL mengikat trigliserid di dalam hati dan mengangkutnya menuju jaringan lemak 3. LDL (Low Density Lipoprotein) a. LDL berperan mengangkut kolesterol ke jaringan perifer b. Tahap akhir metabolisme VLDL 4. HDL (High Density Lipoprotein) 1. Berperan dalam transpor kolesteroldan pada metabolisme VLDL dan kilomikron. Triasilgliserol adlah lipid utama pada kilomikron dan VLDL, sedangkan kolesterol dan fosfolipid masing-masing adalah lipid utama pad LDL dan HDL. Lipoprotein dapat dipisahkan berdasarkan sifat-sifat elektroforetiknya menjadi , - dan pra-lipoprotein . 3. Prekusor dan lipid turunan a. Asam lemak Asam lemak terbagi kedalam 2 jenis yaitu: i. Asam lemak jenuh (CnH2n + ICOOH)

Asam lemak jenuh tidak mengandung ikatan rangkap Nilai n 1 2 3 5 7 9 11 13 15 17 19 21 23 Asam Lemak Jenuh Asam Asetat Asam Propionat Asam Butirat Asam Kaproat Asam Kaprilat Asam Kaprat Asam Laurat Asam Miristat Asam Palmitat Asam Stearat Asam Arakhidrat Asam Behenat Asam Lignoserat

ii. Asam lemak tidak jenuh (CnH2n-1 COOH; CnH2n-2 COOH; dst) Asam lemak tidak jenuh mengandunmg ikatan rangkap Rumus empiris CnH2n-1 COOH CnH2n-3 COOH CnH2n-5 COOH CnH2n-7 COOH Asam Lemak Tak Jenuh Asam Oleat Asam Linoleat Asam Linolenat Asam Arakhidonat

c.Steroid Suatu steroid adalah senyawa yang mengandung system cincin berikut yaitu tiga cincin 6 dan 1 cincin 5. Steroid yang banyak terdapat dalam kehidupan adalah sterol, suatu alkohol yang berintikan perhidroksisiklopentano fenantren. Contohnya adalah kolesterol yang banyak terdapat dalam otak, system saraf, membrane dan lain-lain. Dalam tanaman terdapat fitosterol, misalnya stigmasterol dan sitostrol. Mikosterol adalah sterol yang terdapat dalam jamur dan ragimisalnya elgosterol yang merupakan bahan baku vitamin D. Kolesterol adalah lipida ampifatik dan merupakan komponen struktural esensial pada membran dan lapisan lipoprotein plasma. Senyawa ini disintesis di banyak jaringan dari

asetil-KoA dan merupakan prekusor semua steroid lain di tubuh. Kolesterol adalah unsur pokok batu empedu. Pada proses patologis kolesterol sebagai faktor pembentukan aterosklerosis arteri vital yang menimbulkan penyakit pembuluh darah prefier, koroner, dan serebrovaskular. Batas normal lipi dalam darah

Gambar 2.blogkesmas.blogspot.com L.O. 2.3. Memahami dan menjelaskan struktur lipid Rumus umum kimia lipid :

Gambar 3. http://kimia.upi.edu Gambar 4. kimiaterus.blogspot.com Pada rumus struktur lemak di atas, R1COOH, R2 COOH, dan R3COOH adalah molekul asam lemak yang terikat pada gliserol. Struktur pada fosfolipid bilayer : 1. Pada bagian kepala bersifat hidrofilik Hidrofofilik yaitu bagian yang dalam air 2. Pada bagian ekor bersifat hidrofobik Hidrofobik yaitu bagaian yang larut dalam pelarut non-polar.

Gambar 5. cybergoldenword-knowledge.blogspot.com Gambar 6. schoolworkhelper.net Struktur trilgliserida :

Gambar 7. amida-planbio.blogspot.com Fungsi dasar dari gliserida netral adalah sebagai simpanan energi (berupa lemak atau minyak). Setiap gliserol mungkin berikatan dengan 1, 2 atau 3 asam lemak yang tidak harus sama. Jika gliserol berikatan dengan 1 asam lemak disebut monogliserida, jika berikatan dengan 2 asam lemak disebut digliserida dan jika berikatan dengan 3 asam lemak dinamakan trigliserida. Trigliserida merupakan cadangan energi penting dari sumber lipid. Struktur Glikolipid :

Gambar

8.

szkolnictwo.pl Gambar 9. rc84.wordpress.com Glikolipid ditemukan di membran sel dengan bagian karbohidrat menonjol dari permukaan sel. Karbohidrat ini berfungsi sebagai faktor pengenalan sel. Struktur Lipoprotein :

Gambar 10. cybergoldenword-knowledge.blogspot.com Lipoprotein terdiri dari inti non-polar dan suatu lapisan pernukaan lipid amfipatik. Inti lipid non-polar terutama terdiri dari triasilgliserol dan ester kolesteril serta dikelilingi oleh suatu lapisan permukaan molekul kolesterol dan fosfolipid amfipatik. Gugus polarnya menghadap ke luar ke medium air, seperti pada membran sel. Gugus protein pada lipoprotein dikenal sebagai apoliprotein yang membentuk hampir 70% dari sebagian HDL dan hanya 1% kilomikron. Struktur Asam Lemak :

Gambar 11. cybergoldenword-knowledge.blogspot.com rumus umum dari asam lemak adalah:

Rentang ukuran dari asam lemak adalah C12 sampai dengan C24. Ada dua macam asam lemak yaitu:

1. Asam lemak jenuh (saturated fatty acid) Asam lemak ini tidak memiliki ikatan rangkap 2. Asam lemak tak jenuh (unsaturated fatty acid) Asam lemak ini memiliki satu atau lebih ikatan rangkap. L.O. 2.4. Memahami dan menjelaskan fungsi lipid Lipi dalam tubuh memiliki banyak peranan penting untuk kelangsungan hidup. Berikut ini adalah beberapa fungsi lipid : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Sebagai tempat cadangan energi yang lebih lama dibandingkan dengan karbohidrat Sebgai struktur penyusun membran sel. Sebagai sumber energi Pada kolesterol sebagai prekusor untuk hormon androgen Komponen yang pembentukan vitamin yang larut dalam lemak Komponen pembentukan insulator untuk mengurani kehilangan panas tubuh dan meredam dampak benturan pada organ tubuh L.O. 2.5. Memahami dan menjelaskan metabolisme lipid Gambar 12. blog.uad.ac.id

Proses metabolisme lipid dimulai dengan : 1. Sintesis asam lemak dan triasilgliserol a. Glukosa piruvat , melalui proses glikolisis di hati lebih tepatnya di sitoplasma b. Piruvat asetik koenzim A (KoA) , oleh piruvat dehidrogenase

Piruvat oksaloasetat (OAA), oleh piruvat karboksilase c. Karena asetil KoA tidak dapat langsung melintasi membran dan masuk ke sitosol maka, Asetil KoA dan OAA sitrat d. Dalam sitosol, sitrat OAA dan asetil KoA oleh sitar liase OAA direduksi oleh NADH NAD+ + malat, enzim tersebut adalah malat dehidrogenase sitosol. Malat piruvat + NADPH , CO2 dilepaskan . enzim tersebut adalah enzim malat. e. Asetil KoA menyediakan karbon untuk sintesis asam lemak dalam sitosol. 2. Sintesis asam lemak oleh kompleks asam lemak sintase a. Asetil KoA + residu fosfopanteteinil , disalurkan residu sistenil b. Gugus malonil KoA tioester + gugus fosfopanteinil sulfhidril. Malonil KoA terbentuk dari asetil KoA , melalui reaksi karboksilasi oleh enzim asetil KoA karboksilase. c. Gugus asetil berkondensasi dengan gugus malonil, CO2 ditambahkan pada gugus malonil dan gugus - ketoasil mengandung empat karbon. d. Gugus - ketoasil direduksi NADPH gugus -hidroksi. e. Terjadi dehidrasi yang menghasilkan ikatan rangkap antara karbon 2 dan 3. f. Lalu , ikatan rangkap direduksi oleh NADPH gugus asil empat karbon. g. Kondenssasi gugus asil + malonil CO2 , diikuti oleh tiga reaksi merduksi -keto. Rantai tumbuh oleh dua karbon. h. Rantai tumbuh hingga panjang 16 karbon , lalu membentuk palmitat sebagai produk akhir dari kompleks asam lemak sintase. 3. Perpanjangan dan desaturasi dari asam lemak a. Palmitat asam lemak rantai panjang asam lemak jenuh dan tak jenuh b. Perpanjangan asam lemak rantai panjang terjadi pada retikulum endoplasma. c. Desaturasi dari asam lemak memerlukan O2, NADPH dan sitokorm b5. 4. Sintesis triasilgliserol a. Dalam sel epitel usus halus , triasilgliserol menjadi komponen dari kilomikron. b. Dalam jaringan hati dan adiposa, Gliserol 3-fosfat + dua molekul asil lemak KoA asam fosfatidat. Gugus fosfat dipotong diasilgliserol + asil lemak KoA triasilgliserol c. Hati dapat memproduksi gliserol 3-fosfat oleh reaksi yang memerlukan ATP dan dikatalisis oleh gliserol kinase d. Jaringan adiposa tidak ada gliserol kinase dan tidak dapat memproduksi gliserol 3fosfat. e. Triasilgliserol disimpan dalam jaringan adiposa f. Dalam hati triasilgliserol digabung ke VLDL masuk ke darah. Sintesis asam lemak berada di sitoplasma , koenzim transfer elektronnya adalah NADPH. Sintesis asam lemak di aktivasi oleh sitratdan dihambat pleh palmitat. Prosesnya di dorong oleh ATP yang tinggi. Sitrat membawa gugus asil dari mitokondria ke sitoplasma. Produk yang dihasilkan adalah palmitat. Aktivitas tertinggi terjadi pada saat keadaan cukup karbohidrat.

Oksidasi asam lemak 1. Aktivasi asam lemak oleh asil lemak koenzim A sintase di di sitosol. ATP AMP + PPi (pirofosfat) PPi dipecah oleh pirofosfatase Pi 2. Transpor asil lemak KoA dari sitosolke mitokondria Asil lemak KoA + karnitin karnitin asil transferase I Asil lemak Karnitin + karnitin asil tramsferase II asil lemak KoA 3. Dalam mitokondria, asil lemak KoA mengalami oksidasi-. Ada 4 tahap dalam oksidasi- dari asam lemak rantai genap yaitu : a. Flavin adenin nukleotida (FAD) menerima hidrogen dan elektron dari asil lemak KoA b. H2O ditambahkan pada ikatan rangkap melalui enoil KoA hidratase dan terbentuk -hidroksiasil KoA. c. -Hidroksi asil KoA dioksidasi oleh NAD+ -ketoasil KoA. d. -ketoasil KoA dipecah oleh tiolase asil lemak KoA asetil KoA 4. Oksidasi dari asam lemak rantai ganjil dan tidak jenuh a. Asam lemak rantai ganjil asetil KoA + propionil KoA b. Asam lemak tidak jenuh memerlukan enzim yang berbeda dari oksidasi- untuk dikatalisis. 5. Oksidasi dari asam lemak Karbon dioksida (OH) gugs karboksil di retikulum endoplasma halus 6. Oksidasi dari asam lemak rantai panjang dalm peroksisom a. Tahap pertama dari oksidase- membentuk hidrogen peroksida b. Dalam peroksisom dihasilkan NADH dari oksidasi asam lemak pada tahap oksidasi kedua c. Asam lemak rantai menjadi lebih pendek menuju mitokondria dan menghasilkan ATP. 7. Oksidasi- dari asam lemak 1. Asam lemak rantai bercabang dioksidasi pada karbon- , karbon karboksil dilepaskan sebagai CO2. Oksidasi- asam lemak terjadi di mitokondria dengan koenzim transfer elektronnya FAD dan NAD+ . Prosenya di dorong oleh ADP yang tinggi. Pembawa gugus asilnya adalah karnitin dari sitoplasma ke mitokondria. Produk yang dihasilkan dari oksidasi adalah asetil KoA. Aktivitas tertingginya terjadi ketika puasa dan kelaparan. L.O. 2.6. Memahami dan menjelaskan mekanisme kenaikan profil lipid darah Kelebihan kolesterol akan diangkut kembali oleh lipoprotein yang disebut HDL (High Density Lipoprotein) untuk dibawa kembali ke hati yang selanjutnya akan diuraikan lalu dibuang ke dalam kandung empedu sebagai asam (cairan) empedu. LDL mengandung lebih banyak lemak daripada HDL sehingga ia akan mengambang di dalam darah. Protein utama yang membentuk LDL adalah Apo-B (apolipoprotein-B). LDL dianggap sebagai lemak yang "jahat" karena dapat menyebabkan penempelan kolesterol di dinding pembuluh darah.

Sebaliknya, HDL disebut sebagai lemak yang "baik" karena dalam operasinya ia membersihkan kelebihan kolesterol dari dinding pembuluh darah dengan mengangkutnya kembali ke hati. Protein utama yang membentuk HDL adalah Apo-A (apolipoprotein). HDL ini mempunyai kandungan lemak lebih sedikit dan mempunyai kepadatan tinggi sehingga lebih berat. Konsentrasi kolesterol pada High-Dendity Lipoprotein (HDL) dan Low-Density (LDL)/Very-Low-Density (VLDL) Lipoprotein adalah predictor kuat untuk penyakit jantung koroner. HDL fungsional menawarkan perlindungan dengan cara memindahkan kolesterol dari sel dan atheroma. Konsentrasi tinggi dari LDL dan konsentrasi rendah dari HDL fungsional sangat terkait dengan penyakit kardiovaskular karena beresiko tinggi terkena ateroklerosis. Keseimbangan antara HDL dan LDL semata-mata ditentukan secara genetikal, tetapi dapat dirubah dengan pengobatan, pemilihan makanan dan factor lainnya. Kadar kolesterol total > 220 mg/dl meningkatkan risiko stroke antara 1,31 2,9 kali. Kadar kolesterol total yang ideal adalah 140-200 mg/dL atau kurang. Idealnya, kadar kolesterol LDL tidak boleh lebih dari 130 mg/dL dan kadar kolesterol HDL tidak boleh kurang dari 40 mg/dL. Kadar trigliserida ideal 10-160 mg/dL darah.

L.I. 3. Mempelajari pola hidup sehat L.O. 3.1. Memahami dan menjelaskan pencegahan kenaikan profil lipid darah abnormal Uapaya yang dilakukan untuk mencegah profil lipid adarah abnormal, yaitu : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Olahraga dapat meningkatkan kadar HDL Berhenti merokok karena merokok menurunkan kadar HDL Memakan makanan rendah lemak Tingkatkan asupan minyak ikan Sebaiknya lebih banyak memanggang makanan bukan menggorengnya Diet rendah kolesterol

L.I. 4. Mempelajari makanan halal dan thoyibah L.O. 4.1. Memahami dan mempelajari dalil makanan halal dan thoyibah. Islam memerintahkan kepada pemeluknya untuk memilih makanan yang halal serta menjauhi makanan haram. Rasulullah bersabda: Dari Abu Hurairah ra berkata : Rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya Allah baik tidak menerima kecuali hal-hal yang baik, dan sesungguhnya Allah memerintahkan kepada orang-orang mumin sebagaimana yang diperintahkan kepada para rasul

Allah berfirman: Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang shaleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan Firman Allah yang lain: Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu Kemudian beliau mencontohkan seorang laki-laki, dia telah menempuh perjalanan jauh, rambutnya kusut serta berdebu, ia menengadahkan kedua tangannya ke langit: Yaa Rabbi ! Yaa Rabbi ! Sedangkan ia memakan makanan yang haram, dan pakaiannya yang ia pakai dari harta yang haram, dan ia meminum dari minuman yang haram, dan dibesarkan dari halhal yang haram, bagaimana mungkin akan diterima doanya. (HR Muslim no. 1015) Dalam surah di Al-Quran Sesungguhnya Allah telah menjelaskan kepada kamu apa yang diharamkan-Nya atasmu, kecuali apa yang terpaksa kamu memakannya. (QS. Al-Anam: 119) Tidak ada dosa bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan yang saleh karena memakan makanan yang telah mereka makan dahulu, apabila mereka bertakwa serta beriman, dan mengerjakan amalan-amalan yang saleh. (QS. Al-Ma`idah: 93) Dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk. (QS. Al-Araf: 157)

Daftar pustaka

Dorland W. A, Newman. 2000. Kamus kedokteran Dorland. 29th ed. Jakarta : EGC.p.1045,1242 Junaidi I. 2003. Panduan Praktis Pencegahan Dan Pengobatan Stroke, Bhuana Ilmu Populer, Kelompok Gramedia, Jakarta. Anonim. Jenis-jenis Makanan Haram dan Halal. http://qurandansunnah.wordpress.com/2009/11/30/lengkap-mengetahui-makanan-haramdan-halal/. Diakses tanggal 20 Desember 2011. 21:45 Hartono A. 2006. Terapi Gizi dan Diet Rumah Skit, Ed 2. Jakarta : EGC. Marks A.D, Marks D.B, Smith C.M. 2000. Biokimia Kedokteran Dasar. Jakarta : EGC Brooker C. 2009. Ensiklopedia Keperawatan. Jakarta : EGC Glucksman M.J, Kim S.I, Swanson T.A. 2011. Essential Biokimia disertai Biologi Molekular danGenetik. Tangerang : Binarupa Aksara Granner D.K, Murray R.K, Rodwell V.W. 2009. Biokimia Harper. Jakarta : EGC