Anda di halaman 1dari 5

Mineral Trioxide Aggregate Dibandingkan dengan Bahan Medikamen Lain

Posted: April 8, 2011 by dentosca in Paediatric Dentistry

Keunggulan Mineral Trioxide Aggregate Dibandingkan dengan Bahan Medikamen Lain pada Perawatan Pulpotomi Gigi Sulung Pulpotomi merupakan teknik yang meliputi pembuangan pulpa vital dari kamar pulpa, kemudian diikuti dengan penempatan medikamen di atas orifise ( ennedy, 1!!2"# $erdapat berbagai macam ba%an pengisi yang digunakan untuk pera&atan pulpotomi# 'a%an tersebut merupakan medikamen yang diletakkan di atas orifise yang akan menstimulasi perbaikan atau memumifikasi sisa (aringan pulpa vital pada akar gigi ()elbury, 2001"# 'erdasarkan beberapa penelitian, ba%an*ba%an tersebut memiliki keunggulan dan pengaru% yang berbeda*beda ter%adap keber%asilan pera&atan# +ndikator keber%asilannya didasarkan atas pengalaman keber%asilan, penelitian klinis, radiografis, dan mikroskopis pada manusia (,ut% et al#, 200-"# $erdapat beberapa obat alternatif yang dapat digunakan sebagai ba%an medikamen pera&atan pulpa pulpotomi pada gigi sulung# 'a%an medikamen tersebut antara lain oksida seng*eugenol, kalsium %idroksida, formokresol, glutaralde%id, feri sulfat ('udiyanti, 200."# /ekarang ini, ba%an medikamen mineral trioxide aggregate men(adi pili%an alternatif dan %asil pera&atannya menun(ukkan %asil sama ba%kan lebi% baik dari ba%an medikamen lainnya# ,al ini tidak terlepas dari keunggulan dari ba%an ini dalam meregenerasi (aringan keras, biokompatibitas yang baik, daya ta%an ter%adap pembentukan cela% mikro dan sifat antibakterinya (0onalisa, 2008"# 1ksida seng*eugenol pada a&alnya dinyatakan sebagai ba%an pili%an terbaik dari ba%an pengisi# 2ic%ols tela% melaporkan penggunaan oksida seng*eugenol sebagai retrofill dan beberapa tela% sukses digunakan, tetapi ba%an ini dapat larut dan terdapat bukti dari

kondisi ini ter%adap se(umla% kasus# 1le% sebab itu perlu dilakukan penelitian untuk penamba%an pada oksida seng*eugenol agar ba%an ini tidak larut (/atria, 2008"# eunggulan mineral trioxide aggregate bersifat %idrofilik alamia% se%ingga kebocorannya lebi% renda%, meskipun di ba&a% kontaminasi dalam kelembaban# Mineral trioxide aggregate tidak larut dalam air dan lebi% radiopak dari dentin se%ingga akan mempermuda% kemampuan untuk membedakan dalam radiografi saat digunakan sebagai ba%an pengisi pucuk akar (/atria, 2008"# 'a%an kalsium %idroksida dapat digunakan untuk (angka &aktu pan(ang dalam penyembu%an lesi periapikal dengan membentuk barier kalsifik pada apeks# /ebagai obat antar kun(ungan kalsium %idroksida memberikan efek penyembu%an kelainan periapeks pada gigi non*vital# emampuan ba%an ini sebagai antibakteri dan penginduksi pembentukan (aringan keras gigi men(adi dasar bagi pera&atan endodontik konvensional pada gigi dengan lesi periapeks yang luas (/id%arta, 1!!3"# urimoto (1!.0" mengemukakan ter(adinya aposisi sementum pada lesi periapeks setela% penggunaan kalsium %idroksida# /edangkan aiser (1!.4" mengemukakan kemampuan aiser ini kalsium %idroksida untuk menginduksi pembentukan (aringan keras pada apeks yang terbuka setela% penggunaan kalsium %idroksida (angka pan(ang# Pernyataan diperkuat ole% temuan itamura (1!.0", Peters et al# (2002" melaporkan kemampuan

kalsium %idroksida dalam mengeliminasi infeksi pada gigi tanpa pulpa (/id%arta, 1!!3"# 2amun, kalsium %idroksida tela% dilaporkan menyebabkan nekrosis penggumpalan superfisial, memungkinkan peng%ambatan perdara%an dan ke%ilangan cairan (,urt et al#, 200-"# Perbandingan ba%an kalsium %idroksida dan mineral trioxide aggregate dapat ditelaa% pada sebua% penelitian respon pulpa gigi monyet yang membandingkan mineral trioxide aggregate dengan kalsium %idroksida ketika digunakan sebagi ba%an pera&atan pulpa dengan standart pembukaan pulpa 1 milimeter# ,asilnya menun(ukkan ba%&a semua sampel mineral trioxide aggregate menstimulasi pembentukan (embatan dentin# 5embatan dentin yang dibentuk berdekatan dengan mineral trioxide aggregate tebal dan bersambungan dengan dentin dan 1 sampai . sampel terdapat inflamasi# Pembentukan

dentin ini disebabkan ole% kemampuan menutup ba%an yang baik se%ingga mencega% kebocoran mikro yang dapat menyebabkan kontaminasi kembali pulpa gigi setela% pera&atan# /elain itu, mineral trioxide aggregate memiliki kemampuan lebi% baik dalam merangsang regenerasi dan pembentukan (aringan keras# emampuan tersebut kemungkinan disebabkan ole% p, yang tinggi yaitu 10,2*12,- dan adanya pelepasan substansi yang dapat mengaktifkan sementoblas memproduksi matriks dalam pembentukan sementum (0onalisa, 2008"# Penggunaan formokresol sebagai pengganti kalsium %idroksida untuk pera&atan pulpotomi pada gigi sulung beberapa ta%un ini semakin meningkat# 6ormokresol tidak membentuk (embatan dentin tetapi akan membentuk suatu 7ona fiksasi dengan kedalaman yang bervariasi yang berkontak dengan (aringan vital# 8ona ini bebas dari bakteri dan dapat berfungsi sebagai pencega% ter%adap infiltrasi mikroba (6inn, 2009"# euntungan formokresol pada pera&atan pulpa gigi sulung yang terkena karies yaitu formokresol akan merembes melalui pulpa dan bergabung dengan protein seluler untuk menguatkan (aringan# 6ormokresol sangat kaustik yang dapat menyebabkan fiksasi bakteri dan (aringan pada sepertiga bagian atas pulpa yang terlibat ('udiyanti, 200."# 0enurut Ansari : ;an(pour (2010", mineral trioxide aggregate lebi% efektif penggunannya pada pera&atan pulpotomi gigi sulung# Dalam penelitiannya menyebutkan ba%&a pera&atan (angka pan(ang (2 ta%un", kegagalan formokresol lebi% tinggi dibandingkan mineral trioxide aggregate# Mineral trioxide aggregate lebi% biokompatibel dibandingkan dengan formokresol# ,al ini terli%at pada potensi ba%an ini dalam mengeleminasi efek samping yang di%asilkan pada penggunaan formokresol pada pera&atan pulpotomi gigi sulung# Pada penggunaan formokresol ter(adi adanya resorpsi internal, sedangkan pada mineral trioxide aggregate tidak ter(adi resorpsi internal (<ambar 1"# Mineral trioxide aggregate (uga dilaporkan ba%&a tidak memiliki efek buruk ter%adap perkembangan gigi geligi pada saat pera&atan pulpotomi gigi sulung (5abbarifar et al#, 2004= Ansari : ;a(pour, 2010"#

Gambar

! (A"# <ambarabn radiografi dua gigi molar sulung yang memerlukan

pera&atan pulpa# ('1"# Pera&atan menggunakan formokresol setela% 1 ta%un, dan ('2" setela% 2 ta%un pera&atan, ter(adi resorpsi internal pada akar# (>1"# Pera&atan menggunakan mineral trioxide aggregate setela% 1 ta%un, dan (>2" setela% 2 ta%un pera&atan, tidak ter(adi resorpsi internal dan menutup dengan baik# ?/umber: Ansari : ;an(pour, 2010@ Penggunaan feri sulfat pada teknik pulpotomi menun(ukkan kesuksesan yang %ampir sama dibandingkan formokresol# Penggunaan feri sulfat dapat mengurangi peruba%an inflamasi dan resorpsi internal yang berdasarkan /c%roder (1!38", merupakan faktor penting dalam kegagalan pulpotomi menggunakan kalsium %idroksida (Papagiannoluis, 2000"# Penggunaan feri sulfat dian(urkan pada bagian dasar pulpa kemungkinan dapat mencega% masala% pembentukan blod clot setela% peng%ilangan ma%kota pulpa# Pengunaan mineral trioxide aggregate (uga dapat bersaing dengan feri sulfat, adanya kontaminasi dara% yang menyebabkan adanyan kelembaban ruang pulpa dapat memperlambat setting time yang mungkin dapat men(adi masala% karena ba%an tidak dapat beradaptasi dengan baik pada dentin# Mineral trioxide aggregate memiliki kemampuan penutupan dengan baik karena ba%an ini bersifat %idrofilik alamia% dan mengalami sedikit ekspansi pada lingkungan lembab, se%ingga adaptasinya baik atau

berkontak rapat dengan dinding dentin se%ingga kebocorannya lebi% renda%, meskipun di ba&a% kontaminasi kelembaban (0onalisa, 2008"#