Anda di halaman 1dari 21

KATA PENGANTAR Buku ini disusun dengan maksud untuk memberikan acuan atau panduan bagi pembaca/pengguna dalam

membuat buku pedoman yang baik. Buku yang berjudul Panduan Menyusun Buku Pedoman ini bersifat umum karena berlaku dan dapat digunakan secara umum. Untuk itu, bagi pengguna yang ingin mengembangkan buku pedoman, maka isi/konten materi buku pedoman yang akan dikembangkan disesuaikan dengan materi yang dibutuhkan oleh pengguna. Berkaitan dengan hal tersebut, bagian inti yang terdiri atas B!B ". Pendahuluan B!B "". Pengertian dan #ujuan Buku Pedoman B!B """. Buku Pedoman yang Baik B!B "$. %istematika Buku Pedoman B!B $. &al Penting dalam Menyusun Buku Pedoman B!B $". Penutup Penulis berharap buku ini dapat menjadi panduan bagi pengguna dalam mengembangkan buku pedoman yang memuat sistematika yang benar dan sesuai dengan kebutuhan pengguna sehingga menjadi sebuah buku pedoman yang baik. Jakarta, Agustus 2013

TIM PPL TP UNJ 2013

iii

DAFTAR ISI

'!#! P()*!)#!+............................................................................... iii ,!-#!+ "%"............................................................................................. i. B!B ". P(),!&U/U!) !. /!#!+ B(/!'!)*................................................................... 0 B. #U1U!)....................................................................................... 0 2. %!%!+!).................................................................................... 3 B!B "". P()*(+#"!) ,!) #U1U!) BU'U P(,4M!) !. P()*(+#"!) BU'U P(,4M!)............................................. 5 B. #U1U!) BU'U P(,4M!)...................................................... 5 B!B """. '+"#(+"! BU'U P(,4M!) 6!)* B!"'......................... 7 B!B "$. %"%#(M!#"'! BU'U P(,4M!)........................................ 00 B!B $. &!/ P()#")* ,!/!M M()6U%U) BU'U P(,4M!). . 05 B!B $". P()U#UP.................................................................................. 07 +(-(+()%".............................................................................................. 08

iv

BAB I PENDAHULUAN A LATAR BELAKANG Buku pedoman sebagai buku acuan atau panduan dalam melakukan sesuatu seharusnya mampu memberikan arahan yang tepat bagi penggunanya. Banyak sekali buku pedoman yang ada, bukannya dapat dijadikan sebagai pedoman namun masih banyak buku pedoman yang tidak dimengerti oleh pengguna sehingga terkadang membuat pengguna buku pedoman kebingungan untuk melakukan sesuatu yang sesuai dengan yang tertera dalam buku pedoman. Berkaitan dengan hal di atas, terdapat beberapa kemungkinan yang salah dalam penyusunan buku pedoman, seperti diantaranya adalah tidak adanya tujuan dan sasaran yang jelas, konten materi yang dijelaskan dalam buku tersebut masih kurang lengkap dan mendetail, serta belum komunikatifnya bahasa yang digunakan, yang menyebabkan banyaknya kebingungan pengguna dalam memahami materi yang disediakan. Proses dalam penyusunan buku pedoman memang tidaklah mudah dan cepat, sehingga penyusunan buku pedoman hendaknya dia9ali dengan analisis kebutuhan pengguna sehingga dapat mengetahui apa saja yang dibutuhkan oleh pengguna, serta menjangkau hal:hal detail yang perlu dimasukan ke dalam buku. "ni menjadi salah satu hal yang penting dalam penyusunan buku pedoman. ,engan demikian buku pedoman yang dikembangkan benar:benar bermanfaat dan sesuai dengan apa yang dibutuhkan pengguna. B TUJUAN Penyusunan buku Panduan Menyusun Buku Pedoman ini bertujuan untuk memberikan panduan yang tepat kepada sumber daya manusia di lingkungan 'ementrian 'esehatan dalam menyusun sebuah buku

pedoman sehingga buku pedoman yang dibuat akan bermanfaat bagi pengguna dan sesuai dengan kebutuhan pengguna dalam melakukan suatu kegiatan. ! SASARAN Buku ini dapat digunakan oleh semua %umber ,aya Manusia yang berada di lingkungan 'ementrian 'esehatan +epublik "ndonesia, baik itu 'epala Pusdiklat hingga sampai pada pega9ai 'ementrian 'esehatan +epublik "ndonesia.

BAB II PENGERTIAN DAN TUJUAN BUKU PED"MAN A PENGERTIAN BUKU PED"MAN Pedoman menurut 'amus Besar Bahasa "ndonesia adalah kumpulan ketentuan dasar yang memberi arah bagaimana sesuatu harus dilakukan atau hal ;pokok< yang menjadi dasar ;pegangan, petunjuk, dan sebagainya< untuk menentukan atau melaksanakan sesuatu. Pedoman yang memuat banyak petunjuk biasanya dikemas menjadi sebuah buku pedoman. Buku pedoman merupakan suatu alat komunikasi kepada semua jenjang manajemen, yang memberi informasi kepada mereka yang berhubungan mengenai kebijakan:kebijakan, prosedur:prosedur, dan metode:metode yang telah disetujui. B TUJUAN PEN#USUNAN BUKU PED"MAN #ujuan dari penyusunan buku pedoman yaitu menetapkan kebijakan: kebijakan dasar bagi instansi kesehatan, dimulai dengan kebijakan: kebijakan yang ditetapkan oleh Kementrian ataupun Kepala Pusdiklat Kesehatan setempat. Pada masa sekarang kebanyakan perusahaan telah mengembangkan buku pedoman untuk memenuhi berbagai kebutuhan, antara lain 0. Untuk mengomsumsikan kebijakan:kebijakan dasar dan prosedur: prosedur instansi kesehatan secara efektif kepada semua jenjang manajemen dan organisasi. 3. Untuk memberikan suatu pengertian umum mengenai interprestasi kebijakan dan untuk menetapkan serta menjelaskan masalah:masalah kebijakan atau prosedur yang mungkin timbul. 5. Menyiapkan pembakuan ;standarisasi< dan penyederhanaan.

=. Untuk memungkinkan implementasi prosedur:prosedur baru dengan lebih cepat dan dengan taraf pengertian yang lebih tinggi serta konsisten dalam seluruh instansi kesehatan. 7. Menyediakan suatu alat/sarana untuk mengomunikasikan secara tepat perubahan:perubahan, tanggung ja9ab, kebijakan, prosedur, dan peraturan dalam lingkungan instansi kesehatan. 8. Memajukan keseragaman dalam implementasi dan membentuk suatu alat pengendalian intern bagi manajemen serta pemeriksaan ketaatan pelaksanaan terhadap peraturan:peraturan atau kebijaksanaan >. Menyediakan suatu sumber referensi bagi metode:metode yang lebih baik dalam memecahkan perselisihan. ?. Menghindarkan terjadinya duplikasi dalam daya upaya dan memajukan keharmonisan antar indi.idu dengan menetapkan tanggung ja9ab yang dilimpahkan secara jelas. @. Mempercepat 9aktu dalam memberikan intruksi dan pengarahan, dengan demikian memungkinkan super.isi dan pengolahan yang lebih efektif. 0A. Membantu dalam penelaahan manajemen dan dalam e.aluasi pengendalian intern.

BAB III KARAKTERISTIK BUKU PED"MAN #ANG BAIK Buku panduan ini digunakan sebagai acuan atau rambu:rambu dalam proses pembuatan buku pedoman. Untuk itu, agar buku pedoman yang dihasilkan dapat bermanfaat, maka ada beberapa karakteristik yang menggambarkan buku pedoman yang baik. %ehubungan dengan hal diatas, adapun karakteristik tersebut adalah sebagai berikut 1 Pa$a %r&s's a(a) %'*+usu*a* ,uku %'$&-a*, $.)akuka* a*a).s.s k',utu/a* !gar buku pedoman dapat bermanfaat bagi pengguna, maka sebaiknya dilakukan analisis kebutuhan terlebih dahulu dengan teknik pengambilan data seperti obser.asi atau sur.ey lapangan, studi dokumentasi, dan 9a9ancara. -ungsi dari analisis kebutuhan ini yaitu dapat mengetahui apa saja yang dibutuhkan oleh pengguna, serta menjangkau hal:hal detail yang perlu dimasukan ke dalam buku. 2 M'-uat tu0ua* $a* sasara* +a*g 0')as ,alam sebuah buku pedoman memuat tujuan yang berfungsi sebagai alat untuk memberikan arah bagaimana sesuatu yang harus dilakukan dalam buku pedoman tersebut. %elain itu, tujuan juga dapat berfungsi sebagai alat ukur ketercapaian pelaksanaan. Buku pedoman juga dilengkapi dengan sasaran untuk memberikan informasi mengenai pengguna buku pedoman. 3 K&*t'* -at'r. $.sa0.ka* $'*ga* r.*1. 'onten atau isi materi di dalam buku pedoman harus disajikan secara rinci dengan memuat hal:hal detail yang dibutuhkan pengguna.

M'*ggu*aka* ka).-at +a*g '3'kt.3 'alimat efektif adalah kalimat yang mengungkapkan pikiran atau gagasan secara tepat me9akili pikiran pembicara atau penulisnya, dan mengemukakan pemahaman yang sama antara pikiran pembaca dengan yang dipikirkan pembaca atau penulisnya. 2iri:cirinya adalah sebagai berikut K's'%a$a*a* %uatu kalimat efektif harus memenuhi unsur gramatikal yaitu unsur subjek ;%<, predikat ;P<, objek ;4<, keterangan ;'<. ,i dalam kalimat efektif harus memiliki keseimbangan dalam pemakaian struktur bahasa, tidak menjamakkan subjek. 2ontoh T.$ak E3'kt.3 4 ,r. 'amel mengikuti seminar 'esehatan 'eselamatan 'erja di hotel Mulia, ,r. 'amel pergi ke +%PP. E3'kt.3 4 ,r. 'amel mengikuti seminar 'esehatan 'eselamatan 'erja di hotel Mulia, kemudian pergi ke +%PP. K'1'r-ata* Da)a- P'-.)./a* $a* P'*ggu*aa* Kata ,alam membuat kalimat efektif jangan sampai menjadi kalimat yang ambigu ;menimbulkan tafsiran ganda<. 2ontoh T.$ak E3'kt.3 E3'kt.3 K'/'-ata* 4 4

'ehematan dalam kalimat efektif maksudnya adalah hemat dalam mempergunakan kata, frasa, atau bentuk lain yang dianggap tidak perlu, tetapi tidak menyalahi kaidah tata bahasa. &al ini dikarenakan, penggunaan kata yang berlebih akan mengaburkan maksud kalimat. Untuk itu, ada beberapa kriteria yang perlu diperhatikan untuk dapat melakukan penghematan, yaitu a. Menghilangkan pengulangan subjek. b. Menghindarkan pemakaian superordinat pada hiponimi kata. c. Menghindarkan kesinoniman dalam satu kalimat. d. #idak menjamakkan kata:kata yang berbentuk jamak. 2ontoh T.$ak E3'kt.3 4 'arena ,r. %amuel sedang di ruang operasi, ,r. %amuel tidak bisa mengikuti &alal bi &alal. E3'kt.3 4 'arena sedang di ruang operasi, ,r. %amuel tidak bisa mengikuti &alal bi &alal. K')&g.sa* 'elogisan ialah bah9a ide kalimat itu dapat dengan mudah dipahami dan penulisannya sesuai dengan ejaan yang berlaku. &ubungan unsur:unsur 2ontoh T.$ak E3'kt.3 4 Untuk mempersingkat 9aktu, kami teruskan training tentang *iBi %eimbang ini. E3'kt.3 4 Untuk menghemat 9aktu, kami teruskan training tentang *iBi %eimbang ini. dalam kalimat harus memiliki hubungan yang logis/masuk akal.

K'satua* atau K'%a$ua*

'esatuan atau kepaduan di sini maksudnya adalah kepaduan pernyataan dalam kalimat itu, sehingga informasi yang disampaikannya tidak terpecah:pecah. !da beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menciptakan kepaduan kalimat, yaitu a. 'alimat yang padu tidak bertele:tele dan tidak mencerminkan cara berpikir yang tidak simetris. b. 'alimat yang padu mempergunakan pola aspek C agen C .erbal secara tertib dalam kalimat:kalimat yang berpredikat pasif persona. c. 'alimat yang padu tidak perlu menyisipkan sebuah kata seperti daripada atau tentang antara predikat kata kerja dan objek penderita. 2ontoh T.$ak E3'kt.3 4 'ita harus dapat mengembalikan kepada kepribadian kita E3'kt.3 orang:orang kota yang telah terlanjur meninggalkan rasa kemanusiaan itu. 4 'ita harus mengembalikan kepribadian orang:orang kota yang sudah meninggalkan rasa kemanusiaan. K'sa0a0ara* 'esejajaran adalah kesamaan bentuk kata atau imbuhan yang digunakan dalam kalimat itu. 1ika pertama menggunakan .erba, bentuk kedua juga menggunakan .erba. 1ika kalimat pertama menggunakan kata kerja berimbuhan me:, maka kalimat berikutnya harus menggunakan kata kerja berimbuhan me: juga. 2ontoh T.$ak E3'kt.3 4 E3'kt.3 4

K't'gasa* 'etegasan atau penekanan ialah suatu perlakuan penonjolan terhadap ide pokok dari kalimat. Untuk membentuk penekanan dalam suatu kalimat, ada beberapa cara, yaitu a. Meletakkan kata yang ditonjolkan di depan kalimat / di a9al kalimat. 2ontoh &arapan kami adalah agar soal Peningkatan 'inerja Pera9at ini dapat kita bicarakan lagi pada kesempatan lain. K't'gasa* 4 Pada kesempatan lain, kami berharap kita dapat membicarakan lagi soal Peningkatan 'inerja Pera9at ini. 'epala +umah %akit mengharapkan agar para pera9atnya dapat meningkatkan kinerjanya dalam melayani pasien. K't'gasa* 4 &arapan 'epala +umah %akit ialah agar para pera9atnya dapat meningkatkan kinerjanya dalam melayani pasien. b. Melakukan pengulangan kata ;repetisi<. 2ontoh %taf BPP%,M' itu rajin, staf BPP,%M' itu cekatan. c. Mempergunakan partikel penekanan ;penegasan<, seperti partikel Dlah, :pun, dan Dkah. 2ontoh ,apatkah Bapak %lamet menghadiri training Manajemen Balita %akit Berbasis 'omputer pada minggu iniE

M'*ggu*aka* ,a/asa +a*g ,aku, s.*gkat, $a* 0')as Penulisan buku pedoman perlu memperhatikan tata bahasa yang digunakan, seperti dengan menggunakan bahasa yang baku bukan bahasa

pergaulan sehari:hari. %elain itu, bahasa yang digunakan juga harus jelas agar pengguna memahami makna yang terkandung dari kalimat tersebut. 6 Ta-%.)a* ,uku %'$&-a* t.$ak %'r)u 1&)&r3u), t'ta%. /arus k&*tras #ampilan buku pedoman tidak perlu colorful dengan hiasan, karena dengan begitu kesan yang akan ditampilkan justru bukan keindahan melainkan kesan ramai dan penuh. 1ika memang ingin menggunakan tambahan gambar pada tampilan buku pedoman, pilihlah gambar yang memang berhubungan dan atau sesuai dengan judul buku pedoman tersebut. %elain itu, pemilihan 9arna juga harus diperhatikan, 9arna yang ditampilkan harus kontras. 1ika latarnya gelap maka 9arna hurufnya terang, atau sebaliknya jika 9arna latarnya terang maka 9arna hurufnya gelap. 7 B'r.s. k',.0aka* $a* -'ka*.s-' 8%r&s'$ur9 : $.%.sa/ 'ebijakan adalah aturan tertulis yang merupakan keputusan formal organisasi, yang bersifat mengikat dan mengatur perilaku dengan tujuan untuk menciptakan tata nilai baru dalam masyarakat. 'ebijakan akan menjadi rujukan utama para anggota organisasi atau anggota masyarakat dalam berperilaku. Untuk melaksanakan kebijakan diperlukan acuan atau pedoman yang memuat cara:cara pelaksanaan tersebut. 4leh karena itu, kebijakan yang dikeluarkan oleh organisasi atau perusahaan merupakan salah satu bagian konten buku pedoman. Buku pedoman adalah buku yang berisi petunjuk dalam melakukan sesuatu. Petunjuk identik dengan mekanisme atau prosedur dalam melaksanakan suatu hal. 4leh karena itu, salah satu ciri buku pedoman adalah berisi mekanisme atau prosedur dalam melakukan sesuatu atau menjalankan suatu kebijakan yang ditetapkan oleh perusahaan atau lembaga. BAB I;

10

SISTEMATIKA BUKU PED"MAN Buku pedoman laBimnya terdiri dari bab:bab yang berisi pendahuluan, isi dan penutup. Bab:bab tersebut kemudian terbagi lagi menjadi sub bab yang berkaitan dengan masing:masing topik bab. Berikut ini adalah sistematika buku pedoman secara garis besar. Ju$u) &alaman judul setidaknya memuat judul pedoman, nama penyusun pedoman, lembaga yang menerbitkan atau mempublikasikan pedoman, dan tahun pembuatan pedoman. Kata P'*ga*tar Berisi tentang garis besar materi yang akan dicantumkan dalam pedoman, ucapan terima kasih, dan harapan penulis terhadap pedoman. Da3tar Is. ,aftar materi yang tercantum dalam buku pedoman beserta halamannya. ,aftar isi dapat menjadi lebih baik lagi apabila materi yang ada dalam pedoman dibuat menjadi bagian:bagian kecil. BAB I P'*$a/u)ua* Pendahuluan biasanya disesuaikan dengan kebutuhan buku pedoman. -ormatnya bisa berbentuk narasi atau juga bisa terbagi menjadi sub bab lagi. Pendahuluan setidaknya berisi tentang latar belakang pembuatan pedoman, isu atau landasan/dasar hukum yang mendasari dibuatnya pedoman, dan tujuan pembuatan pedoman. BAB II Mat'r. I*t. P'$&-a* Bag.a* 1

11

Bagian inti adalah bagian yang secara langsung membahas materi pedoman, berisi kebijakan, peraturan, prosedur, atau mekanisme dalam melakukan sesuatu. Bagian inti ditempatkan setelah bab pendahuluan dan kontennya disesuaikan dengan materi pedoman. #idak ada batasan jumlah dalam membuat bab inti dalam suatu pedoman, semuanya disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. BAB III Mat'r. I*t. P'$&-a* Bag.a* 2 "si bab disesuaikan dengan materi pedoman. BAB I; Mat'r. I*t. P'$&-a* Bag.a* 3 "si bab disesuaikan dengan materi pedoman. BAB ; P'*utu% Bagian penutup memuat re.ie9 keseluruhan isi pedoman yang disajikan dalam bentuk narasi atau uraian. La-%.ra* &al:hal yang dimuat dalam lampiran bisa berupa dokumentasi yang berkaitan dengan pedoman, tabel, grafik, format penulisan, format penilaian, dan lain sebagainya. 'eberadaan lampiran biasanya disesuaikan dengan pedoman, boleh ada dan boleh juga tidak. Untuk bab setelah pendahuluan, penyajian materi inti dari segi kepentingan atau kekhususannya disesuaikan dengan kebutuhan pengguna, namun sebaiknya materi pedoman disajikan secara deduktif, dari materi yang umum ;bersifat general< ke materi yang khusus ;yang spesifik< untuk memudahkan pengguna dalam memahami pedoman yang telah dibuat.

12

BAB ; HAL PENTING DALAM MEN#USUN BUKU PED"MAN

!da berbagai faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menyiapkan buku pedoman, antara lain adalah sebagai berikut 0. #etapkan melalui suatu pertemuan dengan mereka yang berhubungan, siapa dan bagaimana mempergunakan buku pedoman. 1uga tetapkan sifat, isi, dan tujuan pedoman secara umum. 3. %iapkan outline umum dari buku pedoman. 5. ,alam penyiapan suatu prosedur spesifik, rumuskan secara jelas masalahnya dalam bentuk yang singkat dan pastikan bah9a semua aspek telah tercakup. =. #injau dan analisalah praktek:praktek yang ada dan peroleh sebanyak mungkin latar belakang tentang masalah:masalah, dan teliti semua dokumen yang berhubungan dengan suatu prosedur spesifik. 7. %iapkan konsep naskah ;draft< dari prosedur yang diusulkan. 8. Peroleh komentar:komentar atas naskah dari semua departemen yang berkepentingan dan semua fungsi yang berhubungan. >. %iapkan konsep ;draft< yang telah dire.isi yang merekonsiliasikan sudut:sudut pandangan yang bertentangan dan masukkan saran:saran sejauh dapat dilakukan. ?. %iapkan suatu konsep akhir ;final draft< untuk persetujuan pelaksanaannya. @. #etapkan daftar distribusi, dengan memastikan bah9a mereka yang layak menerima, akan menerima tembusannya. 0A. %iapkan dan distribusikan buku pedoman. ,alam penyiapan konsep naskah ;draft<, harus diberikan pertimbangan khusus terhadap hal:hal sebagai berikut 0. Prosedur:prosedur harus disajikan secara jelas dan ringkas.

13

3. 1udul harus cukup deskriftif mengenai subyeknya. 5. ,ikehendaki penggunaan bentuk outline secara ekstensif. =. 'onsep naskah harus menyediakan ruangan yang cukup untuk adanya perubahan:perubahan. 7. ,alam naskah harus tersedia ruangan untuk tanda adanya persetujuan.

14

BAB ;I PENUTUP Buku Panduan Menyusun Buku Pedoman ini memiliki manfaat antara lain sebagai berikut 0. memperoleh pengetahuan dalam mengembangkan buku pedoman yang baik, 3. mengetahui sistematika yang ada dalam sebuah buku pedoman, 5. mengetahui hal:hal penting yang harus diperhatikan dalam menyusun sebuah buku pedoman, dan =. mampu menerapkan teori yang ada dan mengembangkan buku pedoman sesuai dengan yang ada dalam buku ini. ,engan demikian, pihak:pihak yang ingin menyusun, mengembangkan, dan membuat buku pedoman dapat menghasilkan buku pedoman yang baik dan efektif digunakan oleh penggunanya.

15

REFERENSI

Forotitjan, (lfira. 3A0A. Penyiapan dan Pemeliharaan Buku Pedoman. http //elfira9orotitjan.9ordpress.com/3A0A/A@/0@/penyiapan:dan: pemeliharaan:buku:pedoman/. ,iakses pada bulan !gustus 3A05. Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 3A03. Pedoman. http //kbbi.9eb.id/pedoman. ,iakses pada bulan !gustus 3A05. !priyadi, Fidi. 3A05. 'alimat (fektif ;Pengertian, 2iri, dan 2ontoh 'alimat (fektif<. http //9idiapriyadi.blogspot.com/3A03/00/kalimat:efektif: pengertian:ciri:dan.html. ,iunduh pada 'amis, 33 !gustus 3A05 pukul 07.57 F"B. http //999.sttrcepu.ac.id/p3m/do9nload/-3.pdf diunduh pada 'amis, 33 !gustus 3A05 pukul 05.7? 9ib !nonim. 3A05. Perencanaan Petunjuk Pelaksanaan Pekerjaan (Juklak). http //999.ilmutekniksipil.com/pengelolaan:dan:pengendalian proyek/perencanaan:petunjuk:pelaksanaan:pekerjaan:juklak. ,iunduh pada 'amis, 33 !gustus 3A05 pukul A@.A= 9ib

16