Anda di halaman 1dari 40

Mengenai Fungsi LCS 1.

Menyokong dan melindungi otak dan spinal cord berat spesifik yang kurang-lebih sama sehingga otak dapat dengan aman terapung dalam cairan ini) . #. $. &. (. Men!aga agar otak dan spinal cord tetap basah sehingga memungkinkan pertukaran "at antara CSF dan sel saraf Mempertahankan tekanan intracranial %ransportasi nutrisi bagi !aringan saraf mengangkut produk sisa Sebagai buffer ' lingkungan yang baik bagi !aringan saraf Men!aga hemeostatis dengan cara) o Mechanical protection (sebagai bantalan untuk !aringan lunak otak * medulla spinalis.) o Sirkulasi (sebagai tempat pertukaran nutrien dan "at buangan antara darah dan !aringan saraf) o Chemical protection (melindungi otak * medulla spinalis dari bahan kimia yang berbahaya) Normal performance of CSF +ernih (tidak ber,arna) seperti air. -itemukan sel-sel mononuclear (limfosit 2 . $ sel'ml dan monosit). %idak ditemukan mikroorganisme Sifatnya basa ' alkali %idak berbau

2. Sebagai shock absorber antara otak dan tulang cranium (otak dan CSF memiliki gaya

/erubahan performa CSF karena infeksi ) 1. 0nfeksi bakteri bakteri mengeluarkan "at kimia yang sesuai dengan reseptor pada neutrofil neutrofil tertarik kadar neutrofil dalam CSF meningkat 2. 0nfeksi bakteri bakteri menggunakan glukosa sebagai bahan bakar energi kadar glukosa dalam CSF menurun

3. 0nfeksi bakteri ter!adi peradangan permeabilitas sa,ar darah otak terganggu protein berukuran besar dapat masuk ter!adi peningkatan kadar protein dalam CSF 4. 0nfeksi bakteri ter!adi pendarahan ,arna CSF akan berubah

Tabel Karakteritik CSF Dewasa Normal kadar CSF - %ekanan - p1 - /rotein total - 0munoglobin - 2lbumin ' globulin - 3lukosa ($-266 mm127 (8 2-(8 $ 1$-#$ mg'dl 68($- 8$ mg'dl 9)1 #6-(6 mg'dl Sedikit lebih rendah 682-68$ ; : 681 ; -# kali lebih tinggi $6-96 ; dari kadar dalam darah 6-&6 menit sebelumnya 1ampir sama - 2sam 4aktat - 5rea (sebagai nitrogen urea) - 3lutamin - 4imfosit 16-26 mg'dl 16-1$ mg'dl : 26 mg'dl 2-$'ml 1ampir sama 1ampir sama relatif terhadap kadar plasma

Komposisi dan Volume


2

Cairan cerebrospinal !ernih8 tidak ber,arna dan tidak berbau. <ilai normal rata-ratanya yang lebih penting diperlihatkan pada tabel 1. <ilai <ormal Cairan Cerebrospinal Daerah Tekanan Sel !per ul" !dalam mm air" +ernih dan (6-196 6-$ tanpa ,arna +ernih dan (6-1=6 6-$ (limfosit) tanpa ,arna enampilan rotein Lain#lain

Lumbal Ventrikel

1$-#$ mg'dl $-1$ mg'dl

3lukosa $6-($ mg'dl <itrogen non protein 16- $ mg'dl. %es >ahn dan ,asserman (?-@4) negatif

4CS terdapat dalam suatu system yang terdiri dari spatium liAuor cerebrospinalis internum dan eBternum yang saling berhubungan. 1ubungan antara keduanya melalui dua apertura lateral dari Centrikel keempat (foramen 4uscka) dan apetura medial dari Centrikel keempat (foramen Magendie). /ada orang de,asa8 Colume cairan cerebrospinal total dalam seluruh rongga secara normal D 1$6 mlE bagian internal (Centricular) dari system men!adi kira-kira setengah !umlah ini. 2ntara #66-$66 ml cairan cerebrospinal diproduksi dan direabsorpsi setiap hari. Tekanan %ekanan rata-rata cairan cerebrospinal yang normal adalah (6-196 mm airE perubahan yang berkala ter!adi menyertai denyutan !antung dan pernapasan. %akanan meningkat bila terdapat peningkatan pada Colume intracranial (misalnya8 pada tumor)8 Colume darah (pada perdarahan)8 atau Colume cairan cerebrospinal (pada hydrocephalus) karena tengkorak de,asa merupakan suatu kotak yang kaku dari tulang yang tidak dapat menyesuaikan diri terhadap penambahan Colume tanpa kenaikan tekanan.

Sirkulasi LCS

>eterangan) Cairan bergerak dari Centrikel lateral melalui foramen interCentrikular (Munro) F menu!u Centrikel ke- otak (tempat cairan semakin banyak karena ditambah oleh pleBus koroid) F melalui aAuaductus cerebral (SylCius) menu!u Centrikel ke-# (tempat cairan ditambahkan kembali dari pleksus koroid) F melalui tiga lubang pada langit-langit Centrikel ke-# F bersirkulasi melalui ruang subarakhnoid8 di sekitar otak dan medulla spinalis F direabsorsi di Cili arakhnoid (granulasi) F ke dalam sinus Cena pada duramater kembali ke aliran darah tempat asal produksi cairan tersebut.

Makroskopis 5ntuk pemeriksaan makroskopis selalu bandingkan cairan serebrospinal dengan aAuadest untuk melihat kelainan yang ringan. $% &arna Cairan otak normalnya !ernih seperti aAuadest. +ika ada ,arna kemungkinannya antara lain ) a. Merah Garna merah disebabkan karena adanya darah. 1arus dibedakan antara darah karena trauma pungsi atau perdarahan subarachnoidal. +ika darah berasal dari pungsi8 maka dalam tabung pertama terdapat yang terbanyak8 tabung kedua dan ketiga makin kurang !umlahnya. +ika dibiarkan atau di sentrifugasi cairan serebrospinal !ernih dan darah akan membentuk bekuan. /ada perdarahan
5

subarachnoidal8 darah pada ketiga tabung sama !umlahnya dan tidak akan membeku serta cairan serebrospinal ber,arna kuning. b. Coklat Garna coklat menun!ukkan adanya perdarahan yang tua dan disebabkan oleh eritrosit yang mengalami hemolisis. Cairan serebrospinal ber,arna kuning setelah disentrifugasi. >uning (Banthokromi) -isebabkan karena adanya perdarahan tua8 mungkin !uga karena ikterus berat oleh kadar protein yang tinggi. >eabu-abuan -isebabkan oleh leukosit dalam !umlah besar seperti didapat pada radang purulen.

c.

d. '%

Kekeruhan 5ntuk mengu!i kekeruhan8 cairan serebrospinal dibandingkan dengan tabung berisi aAua destillata. /ada keadaan normal8 cairan otak se!ernih aAuadest. 5mumnya kekeruhan dapat disebabkan oleh darah8 sel-sel peradangan (epitel dan leukosit) dan oleh kuman-kuman. /enambahan !umlah sel (pleiositosis) tidak selalu disertai dengan kekeruhan. Seperti pada ensefalitis8 meningitis tuberkulosa8 meningitis sifilitika dan poliomyelitis. /ada umumnya sebanyak 266 sel'ul atau kurang tidak menyebabkan kekeruhan yang dapat dilihat. >adar 266-$66 sel'ul membuat cairan sedikit keruh dan kadar lebih dari $66 sel'ul menimbulkan kekeruhan. >ekeruhan yang !elas ter!adi pada meningitis purulenta. 4aporan untuk hasil pemeriksaan ) !ernih8 agak keruh8 keruh atau sangat keruh. Sedimen Cairan otak normal ,alaupun disentrifugasi tidak akan menimbulkan sedimen sedikitpun. 2danya sedimen merupakan adanya abnormalitas. +umlah sedimen berbanding lurus dengan kekeruhan otak. *ekuan Cairan otak normal ,alaupun didiamkan tidak akan membentuk bekuan karena tidak mengandung fibrinogen. +ika ter!adi bekuan8 laporkan ,u!ud bekuan apakah halus sekali8 menyusun keping-keping8 menyusun serat-serat8 berupa selaput atau ada bekuan yang kasar dan besar. Hekuan ter!adi apabila terdapat fibrinogen di cairan serebrospinal dan biasanya disertai dengan bertambanya protein (albumin dan globulin). /ada meningitis tuberkulosa terbentuk bekuan yang sangat halus dan sangat renggang. Hekuan yang merupakan selaput tipis di atas permukaan !uga mungkin didapat pada peradangan yang menahun. 2danya bekuan yang besar atau kasar mengarah kepada meningitis purulenta. Hekuan en masse8 yaitu cairan otak yang membeku seluruhnya ditemukan pada sindroma Froin dan pada perdarahan besar. /ada ensefalitis dan poliomyelitis biasanya tidak ter!adi bekuan.

(%

)%

Mikroskopis $% Menghitung +umlah Sel


6

/emeriksaan ini harus segera dilakukan sebaiknya dalam ,aktu setengah !am setelah mendapat cairan serebrospinal karena leukosit-leukosit sangat cepat rusak. -alam keadaan normal didapat 6-$ sel'ul cairan karena itu dipakai pengenceran dan kamar hitung yang berlainan dengan cara menghitung leukosit dalam darah. >amar hitung yang sering dan sebaiknya digunakan ialah menurut Fuchs-@osenthal8 tinggi kamar hitung 682 mm dan luasnya 1& mm2. 4arutan pengencer adalah larutan %urk pekat. -alam keadaan normal didapat 6-$ sel'ul cairan serebrospinal. +ika terdapat eritrosit8 eritrosit tersebut tidak dihitung. Hila ditemukan &-16 sel'ul cairan termasuk batas keadaan abnormal8 sedangkan lebih dari 16 sel'ul berarti abnormal. /ada anakanak di ba,ah umur $ tahun sampai 26 sel'ul masih dalam kisaran normal. +ika ada lesi setempat yang bersifat menahun dan degeneratif yang tidak disertai radang atau radang yang sangat ringan8 !umlah sel tidak meningkat atau hanya meningkat sedikit sa!a. Misalnya pada keadaan meningismus8 tumor otak tanpa komplikasi dan sklerosis multipel. /oliomyelitis8 ensefalitis dan neurosifilis disertai pleiositosis ringan sampai 266 sel'ul8 begitu !uga dengan meningitis tuberkulosa. +umlah sel yang besar sekali didapat pada meningitis acuta purulenta. '% Menghitung +enis Sel Meskipun dalam cairan serebrospinal ada lebih dari dua !enis sel8 namun hanya dibuat perbedaan antara sel yang berinti satu (limfosit) dan yang polinuklear (segmen). +ika !umlah sel tidak terlalu banyak8 yaitu kurang dari $6'ul sudah cukup untuk membuat hitung !enis dari kamar hitung sa!a dengan hanya membedakan limfosit dari segmen. +ika !umlahnya lebih besar8 cara tersebut tidak dapat digunakan. -alam keadaan normal hanya ditemukan limfosit sa!a. /ada infeksi ringan yang menahun dan disertai pleiositosis sedang8 meningitis tuberkulosa dan meningitis sifilitika ditemukan terutama sel limfosit. /ada peradangan mendadak oleh causa manapun (misalnya meningococci dan pneumococci) ditemukan sel-sel segmen. +umlah segmen besar dapat ditemukan pula pada infeksi pyogen setempat seperti abses serebral atau ekstradural. +umlah segmen yang meningkat menandakan proses sedang menghebat sedangkan bila limfosit bertambah maka proses tersebut mereda.

(%

*akterioskopi >uman yang paling sering terdapat di dalam cairan serebospinal adalah M. tuberculosis8 meningococci8 pneumococci8 streptococci dan H. influenzae. /emeriksaan bakteriologi berguna untuk mengetahui etiologi radang. /e,arnaan yang dipakai adalah pulasan menurut 3ram dan Iiehl-<ielsen atau >inyoun. Sedimen merupakan bahan pemeriksaan.

/ulasan terhadap batang tahan asam baik dilakukan dengan bekuan halus atau dengan selaput permukaan sebagai bahan pemeriksaan pada meningitis tuberkulosa.

,,%(%

emeriksaan *akteriologi /emeriksaan bakteriologi yang baik adalah dengan langsung menampung cairan serebrospinal dari !arum pungsi ke dalam medium biakan. +ika hal tersebut tidak mungkin dilakukan8 segera kirim bahan tersebut dalam tabung steril ke laboratorium secepatnya. +ika terpaksa menunggu8 simpan tabung di dalam lemari pengeram (oC. $% emeriksaan Kimia rotein /emeriksaan protein dalam cairan serebrospinal adalah yang paling penting di antara pemeriksaan kimia. /emeriksaan dapat dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. +ika ada darah dalam cairan serebrospinal8 hasil pemeriksaan tidak ada artinya lagi (dengan cara manapun). a% Tes *usa Merupakan tes kasar terhadap kadar protein yang sangat meningkat. +ika cairan serebrospinal normal dikocok kuat-kuat8 maka busa yang muncul hanya sedikit dan menghilang lagi setelah didiamkan 1-2 menit. +ika kadar protein sangat tinggi8 lebih banyak busa yang terbentuk dan tidak hilang setelah didiamkan selama $ menit. Tes and@eagens /andy8 yaitu larutan !enuh fenol dalam air bereaksi dengan globulin dan albumin. %es /andy mudah dilakukan pada ,aktu pungsi dan sering di!alankan sebagai bedside test. -alam keadaan normal tidak akan ter!adi kekeruhan atau kekeruhan yang sangat ringan berupa kabut halus. Semakin tinggi kadar protein8 semakin keruh hasil reaksi. /enilaian harus segera dilakukan setelah pencampuran cairan serebrospinal dengan reagens. 1asil negatif bila tidak terdapat kekeruhan atau kekeruhan yang sangat halus berupa kabut. 1asil positif bila terdapat kekeruhan yang lebih berat.

,,%)%

b%

c%

Tes Nonne @eagens yang digunakan adalah larutan !enuh amoniumsulfat. %es <onne digunakan untuk mengukur kadar globulin dalam cairan serebrospinal. %es <onne !uga sering digunakan sebagai bedside test pada ,aktu mengambil cairan serebrospinal dengan pungsi.

1asil negatif apabila tidak ter!adi kekeruhan pada perbatasan. 1asil positif apabila terbentuk cincin keruh pada perbatasan. Semakin tinggi kadar globulin semakin tebal cincin keruh yang ter!adi. %es <onne lebih bermakna dibandingkan %es /andy karena cairan serebrospinal dalam keadaan normal pada %es <onne menun!ukkan hasil negatif.

d%

enetapan rotein Kuantitatif >adar protein dapat diukur dengan cara ) Fotokolorimetri -engan mengukur absorbansi larutan setelah membuat ,arna dengan reaksi biuret atau mengukur ,arna hasil reaksi ,arna dengan tirosin atau triptofan. Turbidimetri -iukur kekeruhan yang timbul oleh reaksi antara protein dan asam sulfosalisilat atau reagens lain yang mengendapkannya.

Hatas-batas normal kadar protein dipengaruhi oleh tempat pengambilan cairan otak. Semakin kranial8 semakin kurang kadar protein. Lokasi ?entriculi Cisterna Magna 4umbal Kadar rotein $-1$ mg'd4 16-2$ mg'd4 1$-#6 mg'd4

-alam keadaan normal terdapat protein terutama albumin yang ada di dalam cairan serebrospinal. /ada keadaan patologik globulin-globulin !uga akan muncul beserta fibrinogen. -alam cairan serebrospinal !uga terdapat fraksi-fraksi protein yang diukur dengan menggunakan elektroforesis dan imunoelektroforesis sebagai berikut ) Fraksi rotein /realbumin 2lbumin J-1-globulin J-2-globulin K-globulin L-globulin Kadar #8& D 18 ; #=8$ D &8$; &8( D 281; 98 D 281; 198$ D #89; 982 D 28(;

/erubahan dalam konsentrasi fraksi-fraksi protein dapat dihubungkan dengan kelainan neurologis tertentu. /ada banyak keadaan abnormal kadar protein total meningkat. >adar protein yang sangat tinggi (266-1666 mg'd4) ditemukan pada meningitis purulenta8 perdarahan subarachnoidal dan !ika ada suatu penyumbatan. 1ampir semua macam penyakit organik pada susunan saraf pusat disertai meningginya kadar protein8 dera!at meningkatnya protein sesuai dengan beratnya lesi.

'%

.lukosa /enetapan glukosa harus diker!akan dengan cairan serebrospinal segar karena sel-sel dan mikroorganisme akan mengurangi !umlahnya. >adar normal glukosa $6-96 mg'd4 atau kira-kira setengah dari kadar dalam plasma8 maka sebaiknya selalu melakukan penetapan kadar glukosa darah. 0ndikasi terutama untuk pasien dugaan meningitis. /ada meningitis bakterial kadar glukosa menurun. >adar normal disertai pleiositosis ditemukan pada peradangan nonbakterial. /ada meningitis purulenta kadar glukosa turun8 mungkin hingga mencapai nol. >adar glukosa biasanya tidak berubah pada ensefalitis8 tumor otak dan neurosifilis. /emakaian metode carik celup pada pemeriksaan glukosa cairan serebrospinal tidak dian!urkan. Klorida Seperti glukosa8 kadar klorida dalam cairan serebrospinal turut naik turun dengan kadar klorida dalam plasma darah8 maka perlu penetapan kadar klorida serum. -alam keadaan normal kadar klorida dalam cairan serebrospinal (26-($6 mg'd4 (disebut sebagai <aCl). Sedangkan nilai normal dalam serum $$6-&26 mg'd4 (sebagai <aCl). /enetapan kadar klorida berguna pada diagnosis meningitis. /ada meningitis akuta kadar akan menurun hingga kurang dari &96 mg'd4. /ada meningitis tuberkulosa ter!adi penurunan sangat drastis8 biasanya sampai kurang dari &66 mg'd4. /eradangan setempat8 peradangan nonbakterial8 tumor otak8 ensefalitis8 poliomyelitis dan neurosifilis tidak disertai perubahan kadar klorida. Koloid 2pabila cairan serebrospinal normal diencerkan secara berderet dengan larutan garam kemudian dicampur dengan suatu suspensi koloidal maka keadaan koloid tidak akan terganggu olehnya. %etapi !ika cairan serebrospinal abnormal8 keadaan akan berubah dan akan terlihat perubahan ,arna atau presipitasi dalam koloid itu. /erubahan yang ter!adi dalam larutan koloid tidak secara uniform dengan semua pengenceran8 melainkan akan memperlihatkan perubahan maksimal pada pengenceran rendah8 yang pertengahan atau yang tinggi (first zone, mid zone atau end zone). -asar reaksi ini berkaitan dengan kadar protein dan dengan perubahan kuantitatif dan kualitatif pada fraksi-fraksi protein.

(%

)%

10

-era!at perubahan dalam suspensi koloid biasanya dinilai dengan angka 6 (tanpa perubahan) sampai $ (perubahan total).

L, (% M/M010M, D0N M/N+/L0SK0N L2M*0L 2N.S, $% D/F,N,S, 4umbar puncture adalah upaya pengeluaran cairan serebrospinal dengan memasukan !arum ke dalam ruang subarakhnoid. (Hrunner and SuddarthMs8 1===8 p 1& 6) 4umbar puncture adalah test diagnostic inCasiCe8 dimana CSF dikeluarkan untuk pemeriksaan8 dan mengukur tekanan spinal. 4umbar puncture dilakukan oleh dokter menggunkan !arung dengan teknik aseptic. +arum punksi lumbal dimasukan diantara Certebra lumbal ke- dan ke-# atau ke-# dan ke-$ hingga mencapai ruang subarachnoid diba,ah medulla spoinalis di bagian causa eAuine. Manometer dipasang diu!ung !arum Cia dua !alan dan cairan serebrospinal memungkinkan mengalir ke manometer untuk mengetahui tekanan intraspinal. '% ,ND,K0S, L2M*0L 2N.S, 3 1. 5ntuk mengetahui tekanan dan mengambil sampel untuk pemeriksan sel8 kimia dan bakteriologi 2. 5ntukmembantu pengobatan melalui spinal8 pemberian antibiotika8 anti tumor dan spinal anastesi . 5ntuk membantu diagnosa dengan penyuntikan udara pada pneumoencephalografi8 dan "at kontras pada myelografi (% K4NT50,ND,K0S, L2M*0L 2N.S, 3 $% 2danya peninggian tekanan intra kranial dengan tanda-tanda nyeri kepala8 muntah dan papil edema '% /enyakit kardiopulmonal yang berat (% 2da infeksi lokal pada tempat 4umbal /unksi )% /5S,0 0N L2M*0L 2N.S, 3 1. /eriksa gula darah 1$- 6 menit sebelum dilakukan 4/ 2. +elaskan prosedur pemeriksaan8 bila perlu diminta persetu!uan pasien'keluarga terutama pada 4/ dengan resiko tinggi 1. 2. . #. $. &. 6% 0L0T D0N *010N 3 Sarung tangan steril -uk berlubang >assa steril8 kapas8 dan plester +arum pungsi lumbal no. 26 dan 22 beserta stylet 2ntiseptik) poCidon iodine dan alkohol (6; %abung reaksi untuk menampung cairan serebrospinal 7% 54S/D25 3

11

1. /asien dalam posisi miring pada salah satu sisi tubuh. 4eher fleksi maksimal (dahi ditarik ke arah lutut)8 ektremitas ba,ah fleksi maksimum (lutut ditarik ke arah dahi)8 dan sumbu kraniospinal (kolumna Certebralis) se!a!ar dengan tempat tidur.

2. %entukan daerah pungsi lumbal di antara Certebra 4# dan 4$ yaitu dengan menemukan garis potong sumbu kraniospinal (kolumna Certebralis) dan garis antara kedua spina iskhiadika anterior superior (S02S) kiri dan kanan. /ungsi dapat pula dilakukan antara 4# dan 4$ atau antara 42 dan 4 namun tidak boleh pada bayi. . 4akukan tindakan antisepsis pada kulit di sekitar daerah pungsi radius 16 cm dengan larutan poCidon iodin diikuti dengan larutan alkohol (6; dan tutup dengan duk steril di mana daerah pungsi lumbal dibiarkan terbuka. #. %entukan kembali daerah pungsi dengan menekan ibu !ari tangan yang telah memakai sarung tangan steril selama 1$- 6 detik yang akan menandai titik pungsi tersebut selama 1 menit.

$. %usukkan !arum spinal/stylet pada tempat yang telah ditentukan. Masukkan !arum perlahan-lahan menyusur tulang Certebra sebelah proksimal dengan mulut !arum terbuka ke atas sampai menembus duramater. +arak antara kulit dan ruang subarakhnoid berbeda pada tiap anak tergantung umur dan keadaan gi"i. 5mumnya 18$-28$ cm pada bayi dan meningkat men!adi $ cm pada umur -$ tahun. /ada rema!a !araknya &-9 cm. (gambar di ba,ah ini.) &. 4epaskan stylet perlahan-lahan dan cairan keluar. 5ntuk mendapatkan aliran cairan yang lebih baik8 !arum diputar hingga mulut !arum mengarah ke kranial. 2mbil cairan untuk pemeriksaan.
12

(. Cabut !arum dan tutup lubang tusukan dengan plester 8% K4M L,K0S, L2M*0L 2N.S, 3 1. Sakit kepala Hiasanya dirasakan segera sesudah lumbal punksi8 ini timbul karena pengurangan cairan serebrospinal 2. Hackache8 biasanya di lokasi bekas punksi disebabkan spasme otot . 0nfeksi #. 1erniasi $. 0ntrakranial subdural hematom &. 1ematom dengan penekanan pada radiks (. %umor epidermoid intraspinal 9% K/2NT2N.0N 3 4/ sangat penting untuk alat diagnosa. /rosedur ini memungkinkan melihat bagian dalam seputar medulla spinalis8 yang mana memberikan pandangan pada fungsi otak !uga. /rosedur ini relatiCe mudah untuk dilaksanakan dan tidak begitu mahal. -okter yang berpengalaman8 4/ akan menurunkan angka komplikasi. 0a akan melakukannya dengan cepat dan dilaksanakan di tempat tidur pasien. :% 1. 2. . #. $. &. K/52.,0N; K/M2N.K,N0N K4M L,K0S, 3 <yeri kepala hebat akibat kebocoran CSF. Meningitis akibat masuknya bakteri ke CSF. /aresthesia' nyeri bokong atau tungkai. 0n!ury pada medulla spinalis. 0n!ury pada aorta atau Cena caCa8 menyebabkan perdarahan serius. 1erniasi otak. /ada pasien denga peningkatan tekanan8 tiba-tiba ter!adi penurunan tekanan akibat lumbar puncture8 bisa menyebabkan herniasi kompressi otak terutama batang otak.

L,%(% M/M010M, D0N M/N+/L0SK0N K/+0N. D/M0M

0% D/F,N,S, >e!ang demam adalah bangkitan ke!ang yang ter!adi pada kenaikan suhu tubuh tinggi (suhu rektal N 9oC) disebabkan oleh suatu proses kelainan ekstrakranial.18 8& *% / ,D/M,4L4., >e!ang demam ter!adi pada 2; - # ; populasi anak usia & bulan - $ tahun. >e!ang demam sederhana (96-=6;)8 ke!ang demam kompleks (26;). -i 2S antara 2; dan $; anak mengalami ke!ang demam saat usia $ tahun. 1al serupa ditemukan di Oropa Harat8 namun di dunia berCariasi antara $; dan 16; 0ndia8 989; +epang8 1# ; 3uam8 68 $; 1ong >ong dan 68$; - 18$ ; Cina.(

C% /T,4L4.,
13

Faktor - faktor yang berperan dalam risiko ke!ang demam yaitu8 faktor demam8 usia dan ri,ayat keluarga (faktor risiko utama)8 dan ri,ayat prenatal !usia saat ibu hamil)8 ri,ayat perinatal (asfiksia8 usia kehamilan8 dan bayi berat lahir rendah).# 1. 5mur Hatas umur yang umum adalah & bulan . $ tahun. >e!ang yang ter!adi sebelum usia $ bulan lebih dikenal sebagai akibat dari infeksi pada sistem saraf pusat.

2. -emam 0nfeksi pernapasan atas8 otitis media8 gastroenteritis dan infeksi saluran kemih adalah penyebab utama ke!ang demam. /enyebab lainnya adalah imunisasi pertusis dan campak. >e!ang biasanya ter!adi selama 2# !am pertama demam.

. Faktor >eturunan >e!ang demam dengan ri,ayat pada keluarga memegang peranan penting untuk ter!adinya ke!ang demam 2da beberapa faktor lain yang berperan terhadap ter!adinya ke!ang8 antara lain yaitu )1 1. Ofek produk toksik daripada mikroorganisme (kuman8 Cirus) terhadap otak 2. @espons alergik atau keadaan imun yang abnormal oleh karena infeksi . /erubahan keseimbangan cairan atau elektrolit #. Onsefalitis Ciral ( radang otak akibat Cirus) yang ringan yang tidak diketahui atau ensefalopati toksisk sepintas

D%

0T4F,S,4L4., 5ntuk mempertahankan hidupnya8 sel otak membutuhkan energi yaitu senya,a glukosa yang didapat dari proses metabolisme sel. Sel - sel otak dikelilingi oleh membran yang dalam keadaan normal membran sel neuron dapat dilalui dengan mudah oleh ion >alium (>P) dan sangat sulit dilalui oleh ion <atrium (<aP) dan elektrolit lain kecuali Clorida (Cl-). 2kibatnya konsentrasi ion >P di dalam sel neuron tinggi dan konsentrasi ion <aP rendah. >eadaan sebaliknya ter!adi di luar sel neuron. >arena perbedaan !enis dan

14 3ambar 1. /otensial Membran Sel <euron

konsentrasi ion di dalam dan di luar sel tersebut maka ter!adi beda potensial yang disebut Q/otensial Membran Sel <euronR. 5ntuk men!aga keseimbangan potensial membran sel diperlukan energi dan en"im <a->2%/ ase yang terdapat di permukaan sel. >eseimbangan potensial membran ini dapat diubah oleh ) /erubahan konsentrasi ion di ruang ekstraselular @angsangan yang datang mendadak misalnya mekanisme8 kimia,i atau aliran listrik dari sekitarnya /erubahan patofisiologi dari membran sendiri karena penyakit atau keturunan

Gambar 2. Patofisiologi Kejang

Sebuah potensial aksi akan ter!adi akibat adanya perubahan potensial membran sel yang didahului dengan stimulus membrane sel neuron. Saat depolarisasi8 channel ion <aP terbuka dan channel ion >P tertutup. 1al ini menyebabkan influB dari ion <a P8 sehingga menyebabkan potensial membran sel lebih positif8 sehingga terbentuklah suatu potensial aksi. -an sebaliknya8 untuk membuat keadaan sel neuron repolarisasi8 channel ion >P harus terbuka dan channel ion <aP harus tertutup8 agar dapat ter!adi efluks ion >P sehingga mengembalikan potensial membran lebih negatif atau ke potensial membrane istirahat.

15

@en!atan listrik akan diteruskan sepan!ang sel neuron. -an diantara 2 sel neuron8 terdapat celah yang disebut sinaps8 yang menghubungkan akson neuron pre-sinaps dan dendrite neuron post sinaps. 5ntuk menghantarkan arus listrik pada sinaps ini8 dibutuhkan peran dari suatu neurotransmitter.

3ambar . Celah Sinaps 2da dua tipe neurotransmitter8 yaitu ) 1. Oksitatorik8 neurotransmiter yang membuat potensial membran lebih positif dan mengeksitasi neuron post sinaps 2. 0nhibitorik8 neuritransmiter yang membuat potensial membrane lebih negatif sehingga menghambat transmisi sebuah impuls. Sebagai contoh ) 32H2 (Gamma Aminobutyric Acid). -alam medis sering digunakan untuk pengobatan epilepsi dan hipertensi. >e!ang ter!adi akibat lepas muatan paroksismal yang berlebihan dari sebuah fokus ke!ang atau dari !aringan normal yang terganggu akibat suatu keadaan patologik. 2ktiCitas ke!ang sebagian bergantung kepada lokasi lepas muatan yang berlebihan tersebut. 4esi di otak tengah8 talamus8 dan korteks serebri kemungkinan besar bersifat epileptogenik sedangkan lesi di serebelum dan batang otak umumnya tidak memicu ke!ang. -itingkat membran sel8 fokus ke!ang memperlihatkan beberapa fenomena biokimia,i8 termasuk yang berikut ) 0nstabilitas membran sel saraf8 sehingga sel lebih mudah mengalami pengaktifan. <euron - neuron hipersensitif dengan ambang untuk melepaskan muatan menurun dan apabila terpicu akan melepaskan muatan secara berlebihan. >elainan polarisasi (polarisasi berlebih8 hipopolarisasi8 atau selang ,aktu dalam repolarisasi) yang disebabkan oleh kelebihan asetilkolin atau defisiensi 32H2.

/ada keadaan demam8 kenaikan suhu 1o C akan mengakibatkan kenaikan metabolisme basal 16-1$; dan peningkatan kebutuhan oksigen sampai 26;. +adi pada kenaikan suhu tertentu dapat ter!adi perubahan keseimbangan dari membran dan dalam ,aktu yang singkat ter!adi difusi ion >alium dan <atrium melalui membran sel8 dengan akibat lepasnya muatan listrik yang demikian besar sehingga dapat meluas ke seluruh sel maupun ke membran sel tetangga dengan bantuan neurotransmitter dan ter!adilah ke!ang. /ada anak dengan ambang ke!ang yang rendah kenaikan suhu sampai 9 o C sudah ter!adi ke!ang8 <amun pada anak dengan ambang ke!ang yang tinggi8 ke!ang baru ter!adi pada suhu
16

diatas #6o C. %erulangnya ke!ang demam lebih sering ter!adi pada anak dengan ambang ke!ang rendah. >e!ang demam yang berlangsung singkat umumnya tidak berbahaya dan tidak meninggalkan ge!ala sisa. %etapi ke!ang demam yang berlangsung lama (N1$ menit) biasanya disertai dengan apneu8 meningkatnya kebutuhan oksigen dan energi untuk kontraksi otot skeletal yang mengakibatkan hipoksemia8 hiperkapneu8 dan asidosis laktat. 1ipotensi arterial disertai dengan aritmia !antung dan kenaikan suhu tubuh disebabkan meningkatnya aktiCitas berakibat meningkatnya metabolisme otak.

0wal != $6 menit" Meningkatn-a kecepatan den-ut <antung Meningkatn-a tekanan darah Meningkatn-a kadar glukosa Meningkatn-a suhu pusat tubuh Meningkatn-a sel darah putih

Lan<ut !$6#(> menit" Menurunnya tekanan darah Menurunnya gula darah -isritmia Odema paru non!antung

*erkepan<angan !?$<am" 1ipotensi disertai berkurangnya aliran darah serebrum sehingga ter!adi hipotensi serebrum 3angguan sa,ar darah otak yang menyebabkan edema serebrum

Tabel $% /fek Fisiologis Ke<ang @angkaian ke!adian di atas adalah faktor penyebab ter!adinya kerusakan neuron otak pada ke!ang yang lama. Faktor yang terpenting adalah gangguan peredaran darah yang mengakibatkan hipoksia sehingga berakibat meningkatnya permeabilitas Caskular dan udem otak serta kerusakan sel neuron. >erusakan anatomi dan fisiologi yang bersifat menetap bisa ter!adi di daerah medial lobus temporalis setelah ada serangan ke!ang yang berlangsung lama. 1al ini diduga kuat sebagai faktor yang bertanggung !a,ab terhadap ter!adinya epilepsi. /% KL0S,F,K0S, 5mumnya ke!ang demam dibagi men!adi 2 bagian. >riteria untuk penggolongan tersebut dikemukakan oleh berbagai pakar. -alam hal ini terdapat beberapa perbedaan kecil dalam penggolongan tersebut menyangkut !enis ke!ang8 tinggi demam8 usia penderita8 lamanya ke!ang berlangsung8 gambaran rekaman otak dan lainnya. >lasifikasi menurut Prichard dan Mc Greal 1. >e!ang demam sederhana 2. >e!ang demam tidak khas Ciri ciri kejang demam sederhana >e!ang bersifat simetris yaitu tangan dan tungkai kiri ke!ang sama seperti pada bagian sebelah kanan. 5sia penderita antara & bulan . # tahun Suhu 166 oF ( (8(9 oC) atau lebih
17

4amanya ke!ang berlangsung kurang dari 6 menit >eadaan neurologis (fungsi saraf) normal dan setelah ke!ang !uga tetap normal OO3 (!lectro !nce"halogra"hy) setelah tidak demam hasilnya normal

>e!ang demam yang tidak memenuhi kriteria diatas digolongkan sebagai ke!ang demam tidak khas. >lasifikasi menurut Livingston 1. >e!ang demam sederhana >e!ang bersifat umum 4amanya ke!ang berlangsung singkat ( : 1$ menit) 5sia ,aktu ke!ang demam pertama : & tahun Frekuensi seranag 1- # kali dalam 1 tahun OO3 normal

2. Opilepsi yang dicetuskan oleh demam >e!ang bersifat fokal dan berlangsung lama 5sia saat ke!ang demam pertama N & tahun Frekuensi serangan N # kali dalam 1 tahu OO3 yang dibuat saat anak tidak demam hasilnya normal

>lasifikasi menurut Fukuyama 1. >e!ang -emam Sederhana 2. >e!ang -emam >ompleks >e!ang demam sederhana harus memenuhi semua kriteria berikut ) -ikeluarga penderita tidak ada ri,ayat epilepsy Sebelumnnya tidak ada ri,ayat cedera otak oleh sebab apapun Serangan yang pertama ter!adi antara usia & bulan . & tahun 4amanya ke!ang berlangsung tidak lebih dari 26 menit >e!ang bersifat umum %idak didapatkan gangguan atau abnormalitas pasca ke!ang Sebelumnya tidak terdapat kelainan neurologis atau abnormalitas perkembangan.

18

>e!ang tidak berulang dalam ,aktu singkat

Hila tidak memenuhi kriteria diatas tersebut8 maka digolongkan sebagai ke!ang demam !enis kompleks. >lasifikasi yang dibuat oleh #richard dan Mc Greal8 $i%ingston dan &ukuyama antara lain mengacu kepada kemungkinan anak men!adi epilepsi dikemudian hari. F% M0N,F/ST0S, KL,N,S %er!adinya bangkitan ke!ang pada bayi dan anak kebanyakan bersamaan dengan kenaikan suhu badan yang tinggi dan cepat yang disebabkan oleh infeksi di luar susunan saraf pusat8 otitis media akuta8 bronkitis8 furunkulosis dan lain-lain. Serangan ke!ang biasanya ter!adi dalam 2# !am pertama se,aktu demam8 berlangsung singkat dengan sifat bangkitan dapat berbentuk tonik-klonik8 tonik8 klonik8 fokal atau akinetik. 5mumnya ke!ang berhenti sendiri. <amun anak akan terbangun dan sadar kembali setelah beberapa detik atau menit tanpa adanya kelainan neurologik. 3e!ala yang timbul saat anak mengalami ke!ang demam antara lain ) anak mengalami demam (terutama demam tinggi atau kenaikan suhu tubuh yang ter!adi secara tiba-tiba)8 ke!ang tonik-klonik atau grand mal8 pingsan yang berlangsung selama 6 detik - $ menit (hampir selalu ter!adi pada anak-anak yang mengalami ke!ang demam). >e!ang dapat dimulai dengan kontraksi yang tiba-tiba pada otot kedua sisi tubuh anak. >ontraksi pada umumnya ter!adi pada otot ,a!ah8 badan8 tangan dan kaki. 2nak dapat menangis atau merintih akibat kekuatan kontaksi otot. 2nak akan !atuh apabila dalam keadaan berdiri.$ /ostur tonik (kontraksi dan kekakuan otot menyeluruh yang biasanya berlangsung selama 16-26 detik)8 gerakan klonik (kontraksi dan relaksasi otot yang kuat dan berirama8 biasanya berlangsung selama 1-2 menit)8 lidah atau pipinya tergigit8 gigi atau rahangnya terkatup rapat8 inkontinensia (mengeluarkan air kemih atau tin!a diluar kesadarannya)8 gangguan pernafasan8 apneu (henti nafas)8 dan kulitnya kebiruan. $ Saat ke!ang8 anak akan mengalami berbagai macam ge!ala seperti ) 1. 2nak hilang kesadaran 2. %angan dan kaki kaku atau tersentak-sentak . Sulit bernapas #. Husa di mulut $. Ga!ah dan kulit men!adi pucat atau kebiruan &. Mata berputar-putar8 sehingga hanya putih mata yang terlihat.( .% D,0.N4S,S 1. 2namnesis 9 2danya ke!ang8 !enis ke!ang8 kesadaran sebelum dan sesudah ke!ang 8 lama ke!ang Suhu sebelum ' saat ke!ang8 frekuensi dalam 2# !am8 interCal ke!ang8 keadaan anak pasca ke!ang8 penyebab demam di luar infeksi susunan saraf pusat ( ge!ala infeksi saluran napas akut ' 0S/28 infeksi saluran kemih (0S>)8 otitis media akut (7M2) dll8
19

@i,ayat perkembangan8 ri,ayat ke!ang demam dan epilepsi dalam keluarga8 >esadaran sebelum meningoensefalitis) dan sesudah ke!ang (menyingkirkan diagnosis

Singkirkan penyebab ke!ang yang lain ( misalkan diare8 muntah yang mengakibatkan gangguan elektrolit8 sesak yang mengakibatkan hipoksemia8 asupan kurang yang dapat menyebabkan hipoglikemik.

2. /emeriksaan Fisik& %anda Cital terutama suhu Manifestasi ke!ang yang ter!adi8 misal ) pada ke!ang multifokal yang berpindahpindah atau ke!ang tonik8 yang biasanya menun!ukkan adanya kelainan struktur otak. >esadaran tiba-tiba menurun sampai koma dan berlan!ut dengan hipoCentilasi8 henti nafas8 ke!ang tonik8 posisi deserebrasi8 reaksi pupil terhadap cahaya negatif8 dan terdapatnya kuadriparesis flasid mencurigakan ter!adinya perdarahan intraCentikular. /ada kepala apakah terdapat fraktur8 depresi atau mulase kepala berlebihan yang disebabkan oleh trauma. 5bun .ubun besar yang tegang dan memben!ol menun!ukkan adanya peninggian tekanan intrakranial yang dapat disebabkan oleh pendarahan sebarakhnoid atau subdural. /ada bayi yang lahir dengan kesadaran menurun8 perlu dicari luka atau bekas tusukan !anin dikepala atau fontanel enterior yang disebabkan karena kesalahan penyuntikan obat anestesi pada ibu. %erdapatnya stigma berupa !arak mata yang lebar atau kelainan kraniofasial yang mungkin disertai gangguan perkembangan korteB serebri. -itemukannya korioretnitis dapat ter!adi pada toBoplasmosis8 infeksi sitomegaloCirus dan rubella. %anda stasis Caskuler dengan pelebaran Cena yang berkelok . kelok di retina terlihat pada sindom hiperCiskositas. %ransluminasi kepala yang positif dapat disebabkan oleh penimbunan cairan subdural atau kelainan ba,aan seperti parensefali atau hidrosefalus. /emeriksaan umum penting dilakukan misalnya mencari adanya sianosis dan bising !antung8 yang dapat membantu diagnosis iskemia otak. /emeriksaan untuk menentukan penyakit yang mendasari ter!adinya demam (0S/28 7M28 3O) /emeriksaan refleks patologis /emeriksaan tanda rangsang meningeal (menyingkirkan diagnosis meningoensefalitis)

. /emeriksaan /enun!ang /emeriksaan laboratorium&

20

/emeriksaan laboratorium tidak diker!akan secara rutin pada ke!ang demam8 tetapi dapat diker!akan untuk mengeCaluasi sumber infeksi penyebab demam8 atau keadaan lain misalnya gastroenteritis dehidrasi disertai demam. /emeriksaa laboratorium yang dapat diker!akan misalnya darah perifer8 elektrolit dan gula darah.

/ungsi lumbal &89 /ungsi lumbal adalah pemeriksaan cairan serebrospinal yang dilakukan untuk menyingkirkan menigitis terutama pada pasien ke!ang demam pertama. Sangat dian!urkan pada anak berusia di ba,ah 12 bulan8 dian!urkan pada anak usia 12 - 19 bulan8 dan dipertimbangkan pada anak di atas 19 bulan yang dicurigai menderita meningitis Hayi : 12 bulan) diharuskan Hayi antara 12-19 bulan) dian!urkan Hayi N 19 bulan) tidak rutin8 kecuali bila ada tanda-tanda menigitis

C% Scan atau M@0 &89 +arang sekali diker!akan8 tidak rutin dan hanya diindikasikan pada keadaan) a. 2danya ri,ayat dan tanda klinis trauma kepala. b. >emungkinan adanya lesi struktural diotak (mikrosefali8 spastik). c. 2danya tanda peningkatan tekanan intrakranial (kesadaran menurun8 muntah berulang8 fontanel anterior menon!ol8 paresis saraf otak ?08 edema papil)

OO3 (!lectro !nce"halogra"hy) OO3 adalah pemeriksaan gelombang otak untuk meneliti ketidak normalan gelombang dan dipertimbangkan pada ke!ang demam kompleks. /emeriksaan ini tidak dian!urkan untuk dilakukan pada ke!ang demam yang baru ter!adi sekali tanpa adanya defisit neurologis8 OO3 ini tidak dapat memprediksi berulangnya ke!ang tau memperkirakan kemungkinan ke!adian epilepsi pasien ke!ang demam.

1% D,0.N4S,S *0ND,N. Menghadapi seorang anak yang menderita demam dengan ke!ang8 harus dipikirkan apakah penyebab ke!ang itu di dalam atau diluar susunan saraf pusat. >elainan di dalam otak biasanya karena infeksi8 misalnya meningitis8 ensefalitis8 abses otak8 dan lain-lain. 7leh sebab itu perlu ,aspada untuk menyingkirkan dahulu apakah ada kelainan organis di otak. %abel 2. -iagnosa Handing
21

No 1. 2. . #.

Kriteri *anding -emam >elainan 7tak >e!ang berulang /enurunan kesadaran

Ke<ang Demam /encetusnya demam !#" !@" !@"

Meningitis /nsefalitis %idak berkaitan Salah satu ge!alanya dengan demam demam !@" !@" !#" !@" !@" !@"

/pilepsi

,%

/N0T0L0KS0N00N

/M*/5,0N 4*0T S00T K/+0N. Hiasanya ke!ang demam berlangsung singkat dan pada ,aktu pasien datang ke!ang sudah berhenti. 2pabila datang dalam keadaaan ke!ang8 obat paling cepat unutuk menghentikan ke!ang adalah dia"epam yang diberikan secara intraCena. -osis dia"epam intraCena adalah 68 . 68$ mg'kgHH perlahan . lahan dengan kecepatan 1-2 mg ' menit atau dalam ,aktu -$ menit8 dengan dosis maksimal 26 mg. 7bat yang praktis dan dapat diberikan oleh orang tua atau di rumah adalah dia"epam rektal. -osis dia"epam rekatal adalah 68$ . 68($ mg'kg atau dia"epam rektal $ mg untuk anak dengan berat badan kurang dari 16 kg dan 16 mg untuk berat badan lebih dari 16 kg. atau dia"epam rektal dosis $ mg untuk anak diba,ah usia tahun atau dosis (8$ mg untuk anak diatas usia tahun. Hila setelah pemberian dia"epam rektal ke!ang belum berhenti8 dapat diulang lagi dengan cara dan dosis yang sama dengan interCal ,aktu $ menit. Hila setelah 2 kali pemberian dia"epam rektal masih tetap ke!ang8 dian!urkan ke @umah Sakit. -i @umah Sakit dapat diberikan dia"epam intraCena dengan dosis 68 . 68$ mg'kgHH. Hila ke!ang tetap belum berhenti dapat diberikan fenitoin secara intraCena dengan dosis a,al 16 . 26 mg'kgHH'menit atau kurang dari $6 mg'menit. Hila ke!ang berhenti dosis selan!utnya adalah #-9 mg'kg'hari8 dimulai 12 !am setelah dosis a,al. Hila dengan fenitoin ke!ang masih belum berhenti maka pasien harus dira,at diruangan intensif. Hila ke!ang telah berhenti maka pemberian obat selan!utnya tergantung dari !enis demam.

/M*/5,0N 4*0T 0D0 S00T D/M0M 7


22

1. 2ntipiretik %idak ditemukan bukti bah,a penggunaan antipiretik mengurangi risiko ter!adinya ke!ang demam8 namun para ahli di 0ndonesia sepakat bah,a antipiretik tetap diberikan. -osisi parasetamol yang digunakan adalah 16 . 1$ mg 'kgHH'kali diberikan kali sehari dan tidak lebih dari $ kali. -osis ibuprofen $ . 16 mg'kgHH'kali diberikan - # kali sehari.

2. 2ntikonCulsan /emakaian dia"epam oral dosis 68 mg'kgHH setiap 9 !am pada saat demam menurunkan risiko berulangnya ke!ang pada 6; - &6; kasus8 begitu pula dengan dia"epam rektal dosisi 68$ mg'kgHH setiap 9 !am pada suhu N 98$ oC. -osis tersebut cukup tinggi dan menyebabkan ataksia8 iritabel dan sedasi yang cukup berat pada 2$ . = ; kasus.

/M*/5,0N 4*0T 52M0T0N ,ndikasi pemberian obat rumatan /engobatan rumatan hanya diberikan bila ke!ang demam menun!ukan cirri sebagai berikut ) (salah-satu) 1) >e!ang demam lama N 1$ menit 2) 2danya kelainan neurologis yang nyata sebelum atau sesudah ke!ang8 misalnya hemiparesis8 paresisi todd8 cerebral palsy8 retradasi mental dan hidrosefalus ) >e!ang fokal #) /engobatan rumatan dipertimbangkan bila ) o >e!ang berulang dua kali atau lebih dalam 2 !am o >e!ang demam ter!adi pada bayi kurang dari 12 bulan o >e!ang demam S # kali per tahun

+enis antikonAulsan untuk pengobatan rumatan /emberian obat fenobarbital atau asam Calproat setiap hari efektif dalam menurunkan risiko berulangnya ke!ang. Herdasarkan bukti ilmiah bah,a ke!ang demam tidak berbahaya dan penggunaan obat dapat menyebabkan efek samping8 maka pengobatan hanya diberikan terhadap kasus selektif dan dalam !angka pendek.
23

/emakaian fenobarbital setiap hari dapat menimbulkan gangguan perilaku dan kesulitan bela!ar pada #6-$6; kasus. 7bat pilihan saat ini adalah asam Calproat. /ada sebagian kecil kasus8 terutama yang berumur kurang dari 2 tahun asam Calproat dapat menyebabkan gangguan hati. -osis asam Calproat 1$ . #6 mg'kgHH'hari dalam 2 - dosis8 dan fenobarbital . # mh'kgHH'hari dalam 1 . 2 dosis.

Lama pengobatan rumatan /engobatan diberikan selama 1 tahun bebas ke!ang8 kemudian dihentikan secara ertahap selama 1 . 2 bualn.

24732@0%M2 1. /O<2%242>S2<22< >O+2<3

+% K4M L,K0S, 1. >erusakan sel otak 2. /enurunan 0T pada ke!ang demam yang berlangsung lama lebih dari 1$ menit dan bersifat unilateral
24

. >elumpuhan K% 54.N4S,S

Kemungkinan mengalami kecacatan atau kelainan neurologis >e!adian kecacatan sebagai komplikasi ke!ang demam tidak pernah dilaporkan. /erkembangan mental dan neurologis umumnya tetap normal pada pasien yang sebelumnya normal. /enelitian lain secara retrospektif melaporkan kelainan neurologis pada sebagian kecil kasus8 dan kelainan ini biasanya ter!adi pada kasus dengan ke!ang demam lama atau ke!ang berulang baik umum atau fokal.

Kemungkianan mengalami kematian >ematian karena demam ke!ang tidak pernah dilaporkan

Kemugkianan berulangn-a ke<ang demam >e!ang demam akan berulang kembali pada sebagian kasus. Factor risiko berulangnya ke!ang demama adalah ) 1. @i,ayat ke!ang demam dalam keluarga 2. 5sia kurang dari 12 bulan . %emperature yang rendah saat ke!ang #. Cepatnya ke!ang setelah demam Hila seluruh faktor di atas ada8 kemungkinan berulangnya ke!ang demam adalah 96;8 sedangkan bila tidak terdapat faktor tersebut kemungkinan berulangnya ke!ang demam hanya 16 . 1$ ;. >emungkinan berulangnya ke!ang demam paling besar pada tahun pertama.

Faktor risiko ter<adi epilepsi >e!ang demam dapat men!adi epilepsy dikemudian hari dengan syarat ada faktor risiko sebagai berikut ) 1. >elainan neurologis atau perkembangan yang !elas sebelum ke!ang demam pertama8 2. >e!ang demam kompleks8 . @i,ayat epilepsy pada orang tua atau sudara kandung. Masing . masing faktor risiko meningkatkan kemungkinan ke!adian epilepsy sampai # ; &;. >ombinasi dari faktor risiko tersebut meningkatkan kemungkinan epilepsi men!adi 16;. >emungkinan men!adi epilepsi tidak dapat dicegah dengan pemberian obat rumatan pada ke!ang demam

25

L4 )% M/M010M, D0N M/N+/L0SK0N M/N,N.4/NS/F0L,T,S $% Definisi Meningoensefalitis Meningitis ) peradangan selaput otak Onsefalitis ) peradangan !aringan otak Meningoencephalitis adalah peradangan yang ter!adi pada encephalon dan meningens. <ama lain dari meningoencephalitis adalah cerebromeningitis8 encephalomeningitis8 dan meningocerebritis. '% Klasifikasi Meningoensefalitis Meningitis dibagi men!adi beberapa golongan yaitu ) 1.Meningitis serosa adalah radang selaput otak araknoid dan piameter yang disertai cairan otak yang !ernih./enyebab terseringnya adalah Mycobacterium tuberculosa. /enyebab lainnya lues8 ?irus8%oBoplasma gondhii dan @icketsia (0srar82669). 2.Meningitis purulenta 2dalah radang bernanah arakhnoid dan piameter yang meliputi otak dan medula spinalis./enyebabnya antara lain ) -iplococcus pneumoniae (pneumokok)8 <eisseria meningitis(meningokok)8 Streptococus haemolyticuss8 Staphylococcus aureus8 1aemophilus influen"ae8Oscherichia coli8 >lebsiella pneumoniae8 /eudomonas aeruginosa (#1#askep8 266=) . Meningitis %uberkulosis 3eneralisata 3e!ala ) demam8 mudah kesal8 obstipasi8 muntah- muntah8 ditemukan tanda-tanda perangsangan meningen seperti kaku kuduk8 suhu badan naik turun8 nadi sangat labil'lambat8hipertensi umum8 abdomen tampak mencekung8 gangguan saraf otak. /enyebab ) kuman mikobakterium tuberkulosa Carian hominis. -iagnosis ) Meningitis %uberkulosis dapat ditegakkan dengan pemeriksaan cairan otak8 darah8 radiologi8 test tuberkulin. (1arsono.8 266 ). #. Meningitis >riptikokus adalah meningitis yang disebabkan oleh !amur kriptokokus. +amur ini bisa masuk ke tubuh kita saat kita menghirup debu atau kotoran burung yang kering. >riptokokus ini dapat menginfeksikan kulit8 paru8 dan bagian tubuh lain. Meningitis >riptokokus ini paling sering t e r ! a d i p a d a o r a n g d e n g a n C - # d i b a , a h 1 6 6 . - i a g n o s i s ) - a r a h a t a u c a i r a n s u m s u m t u l a n g belakang dapat dites untuk kriptokokus dengan dua cara. %es yang disebut UC@23M mencari antigen (protein) yang dibuat oleh kriptokokus. %es UbiakanM mencoba menumbuhkan !amur kriptokokus dari contoh cairan. %es C@23 cepat dilakukan dan dapat memberi hasi l pada hari yang sama. %es biakan membutuhkan ,aktu satu minggu atau lebih untuk menun!ukkan hasil positif. Cairan sumsum tulang belakang !uga dapat dites secara cepat bila di,arnai dengan tinta 0ndia (Vayasan Spiritia.8 266&). $. ?iral meningitis %ermasuk penyakit ringan. 3e!alanya mirip dengan sakit flu biasa8 dan umumnya penderita dapat sembuh sendiri. Frekuensi Ciral meningitis biasanya meningkat di musim panaskarena pada saat itu orang lebih sering terpapar agen pengantar Cirus. Hanyak Cirus yang
26

bisamenyebabkan Ciral meningitis. 2ntara lain Cirus herpes dan Cirus penyebab flu perut. (0srar82669). &. Hacterial meningitis -isebabkan oleh bakteri tertentu dan merupakan penyakit yang serius. Salah satu bakterinya adalah meningococcal bacteria 3e!alanya seperti timbul bercak kemerahan atau kecoklatanpada kulit. Hercak ini akan berkembang men!adi memar yang mengurangi suplai darah ke organ-organ lain dalam tubuh dapat berakibat fatal dan menyebabkan kematian. (0srar8 2669) /enyebab meningitis terbagi atas beberapa golongan umur ) 1. <eonatus ) Oserichia coli8 Streptococcus beta hemolitikus8 4isteria monositogenes 2. 2nak di ba,ah # tahun ) 1emofilus influen"a8 meningococcus8 /neumococcus. . 2nak di atas # tahun dan orang de,asa ) Meningococcus8 /neumococcus. (+apardi80skandar.8 2662). (% /tiologi Meningoensefalitis

Meningitis dapat disebabkan oleh bakteri8 Cirus8 atau beberapa kasus yang !arang disebabkan oleh !amur. 0stilah meningitis aseptic meru!uk pada meningitis yang disebabkan oleh Cirus tetapi terdapat kasus yang menun!ukan gambaran yang sama yaitu pada meningitis yang disebabkan organisme lain (lyme disease8 sifilis dan tuberculosis)E infeksi parameningeal (abses otak8 abses epidural8 dan Cenous sinus empyema)E pa!anan "at kimia (obat <S20-8 immunoglobulin intraCena)E kelainan autoimn dan penyakit lainnya. Hakteri yang sering menyebabkan meningitis bacterial sebelum ditemukannya Caksin 1ib8 '."neumoniae8 dan (. meningitidis. Hakteri yang menyebabkan meningitis neonatus adalah bakteri yang sama yang menyebabkan sepsis neonatus. %abel 1. Hakteri penyebab meningitis .olongan *akteri -ang paling sering usia men-ebabkan meningitis <eonatus 3roup H streptococcus !scherichia coli )lebsiella !nterobacter *akteri -ang <arang men-ebabkan meningitis 'ta"hylococcus aureus Coagulase-negatiCe staphylococci !nterococcus faecalis Citrobacter di%ersus 'almonella $isteria monocytogenes #seudomonas aeruginosa Haemo"hilus influenzae types a8 b8 c8 d8 e8 f8 dan nontypable H. influenzae type b 3roup 2 streptococci 3ram-negatif bacilli $. monocytogenes

N1 bulan

'tre"tococcus "neumonia (eisseria meningitides

?irus yang menyebabkan meningitis pada prinsipnya adalah Cirus golongan enteroCirus dimana termasuk didalamnya adalah coBsackieCiruses8 echoCirus dan pada
27

pasien yang tidak Caksinasi (polioCirus). ?irus golongan enteroCirus dan arboCirus ('t. $ouis, $aCrosse, California %ence"halitis %iruses) adalah golongan Cirus yang paling sering menyebabkan meningoencephalitis. Selain itu Cirus yang dapat menyebabkan meningitis yaitu 1S?8 OH?8 CM? lymphocytic choriomeningitis Cirus8 dan 10?. ?irus mumps adalah Cirus yang paling sering men!adi penyebab pada pasien yang tidak terCaksinasi sebelumnya. Sedangkan Cirus yang !arang menyebabkan meningitis yaitu *orrelia burgdorferi (lyme disease)8 *. hensalae (cat-scratch Cirus)8 M. tuberculosis8 %oBoplasma8 +amus (cryptococcus8 histoplasma8 dan coccidioides)8 dan parasit (Angiostrongylus cantonensis8 (aegleria fo+leri8 2canthamoeba). Oncephalitis adalah suatu proses inflamasi pada parenkim otak yang biasanya merupakan suatu proses akut8 namun dapat !uga ter!adi postinfeksi encephalomyelitis8 penyakit degeneratif kronik8 atau slo, Ciral infection. Oncephalitis merupakan hasil dari inflamasi parenkim otak yang dapat menyebabkan disfungsi serebral. Oncephalitis sendiri dapat bersifat difus atau terlokalisasi. 7rganisme tertentu dapat menyebabkan encephalitis dengan satu dari dua mekanisme yaitu (1). 0nfeksi secara langsung pada parenkim otak atau (2) sebuah respon yang diduga berasal dari sistem imun ( an a""arent immune, mediated res"onse- pada sistem saraf pusat yang biasanya bermula pada beberapa hari setelah munculnya manifestasi ekstraneural.

%abel 2. ?irus penyebab meningitis 0kut 0denoAiruses $% 2merika utara Oastern eAuine encephalitis Gestern eAuine encephalitis St. 4ouis encephalitis California encephalitis Gest <ile encephalitis Colorado tick feCer '% -i luar amerika utara ?ene"uelan eAuine encephalitis +apanese encephalitis %ick-borne encephalitis Murray ?alley encephalitis /nteroAiruses 1erpesAiruses 1erpes simpleB Ciruses Opstein-Harr Cirus ?aricella-"oster Cirus 1uman herpesCirus-& 1uman herpesCirus-( 1,V ,nfluenBa Airuses

Subakut 10? +C Cirus /rion-associated encephalopathies (Creut"feldt-+akob disease8 kuru)

28

Lymphocytic choriomeningitis virus Measles Cirus (natiCe atau Caccine) Mumps Cirus (natiCe atau Caccine) ?irus rabies ?irus rubella ?irus adalah penyebab utama pada infeksi encephalitis akut. Oncephalitis !uga dapat merupakan hasil dari !enis lain seperti infeksi dan metabolik8 toksik dan gangguan neoplastik. /enyebab yang paling sering menyebabkan encephalitis di 5.S adalah golongan arboCirus (St. 4ouis8 4aCrosse8 California8 .est nile ence"halitis %iruses)8 enteroCirus8 dan herpesCirus. 10? adalah penyebab penting encephalitis pada anak dan de,asa dan dapat berupa acute febrile illness. atofisiologi meningoensefalitis 2da !alur utama dimana agent infeksi (bakteri8 Cirus8 fungi8 parasit) dapat mencapai system saraf pusat (C<S) dan menyebabkan penyakit meningeal. 2,alnya8 agent infeksi berkolonisasi atau membentuk suatu fokal infeksi pada tuan rumah. >olonisasi ini bisa berbentuk infeksi pada kulit8 infeksi telinga8 gigi8 nasopharynB8 traktus respiratorius8 traktus gastrointestinal atau traktus urinarius. >ebanyakan pathogen meningeal ditransmisikan mele,ati rute respiratorik18 8# -ari area kolonisasi ini8 organism menembus submucosa mela,an pertahanan tuan rumah (misalnya8 barier fisik8 imunitas lokal8 fagosit'makrofag) dan mencapai akses ke system saraf pusat melalui (1) inCasi kedalam sirkulasi darah (bakteremia8 Ciremia8 fungemia8 dan parasitemia) dan selan!utnya secara hematogenous dilepaskan ke system saraf pusat8 dimana ini merupakan mode yang penyebaran yang paling sering untuk kebanyakan agent (misalnya8 meningokokkus8 cryptococcal8 syphilitic8 dan pneumococcal meningitis)E (2) kerusakan neuronal (misalnya8 nerCus olfactory dan peripheral) dengan agent penyebab misalnya8 <aegleria fo,leri8 3nathostoma spinigerumE atau ( ) kontak langsung (misalnya8 sinusitis8 otitis media8 congenital malformations8 trauma8 inokulasi langsung selama manipulasi intrakranial).18$8& Sekali berada di dalam system saraf pusat8 agent-agent infeksi ini akan dapat bertahan hidup oleh karena pertahanan tuan rumah (misalnya8 immunoglobulin8 neutrophil8 komponen komplement) terbatas dalam kompartemen tubuh ini. 2danya agent dan replikasi yang dilakukan tidak terkontrol dan mendorong ter!adinya suatu cascade inflamasi meningeal.1828 8$ >unci patofisiologi dari meningitis termasuk peran penting dari cytokines (mis8 tumor necrosis factor-alpha W%<F-alphaX8 interleukin W04X.1)8 chemokines (04-9)8 dan molekul proinflamasi lain dalam pathogenesis pleocytosis dan kerus akan neuronal selama bakterial meningitis. /eningkatan konsentrasi %<F-alpha8 04-18 04-&8 dan 04-9 dalam cairan serebrospinal adalah temuan khas pasien meningitis bakterial.28$ /ort de entry) kebanyakan masuk mele,ati rute respiratorik sehingga menyebabkan infeksi pada traktus respiratorik. @ute gastrointestinal atau traktus urinarius !uga men!adi rute infeksi. Selan!utnya ter!adi fokal infeksi. -ari fokal infeksi akan menembus submukosa dan mencapai susunan saraf pusat melalui) inCasi kedalam sirkulasi darah8 dari saraf yang rusak misalnya nerCus olfactorius dan perifer. /ort de entry yang lain adalah kontak langsung dari fokal infeksi sinusitis8 otitis media8 atau dari malformasi congenital8 trauma8 inokulasi langsung saat operasi kepala. 1828$ (%

29

)% Manifestasi Klinis a. <eonatus 1) 3e!ala tidak khas 2) /anak (P) ) 2nak tampak malas8 lemah8 tidak mau minum8 muntah dan kesadaran menurun. #) 5bun-ubun besar kadang kadang cembung. $) /ernafasan tidak teratur b. 2nak 5mur 2 Hulan Sampai -engan 2 %ahun 1) 3ambaran klasik (-).2 2) 1anya panas8 muntah8 gelisah8 ke!ang berulang. ) >adang-kadang Qhigh pitched eryR c. 2nak 5mur 4ebih 2 %ahun 1) /anas8 menggigil8 muntah8 nyeri kepala. 2) >e!ang ) 3angguan kesadaran. #) %anda-tanda rangsang meninggal8 kaku kuduk8 tanda brud"inski dan kering (P) 3ambaran klinis ) a. Stadium /rodromal Stadium ini berlangsung selama 1 . minggu dan terdiri dari keluhan umum seperti ) >enaikan suhu tubuh yang berkisar antara 982 . 98=6 C
30

<yeri kepala Mual dan muntah %idak ada nafsu makan /enurunan berat badan 2pati dan malaise >aku kuduk dengan brud"insky dan kernig tes positif -efisit neurologi fokal ) hemiparesis dan kelumpuhan saraf otak 3e!ala %%0> seperti edema papil8 ke!ang . ke!ang8 penurunan kesadaran sampai koma8 posisi dekortikasi atau deserebrasi. b. Stadium perangsangan meningen c. Stadium kerusakan otak setempat d. Stadium akhir atau stadium kerusakan otak difus 6% D,0.N4S,S

1. Anamnesis -apat dilakukan dengan autoanamnesis atau alloanamnesis bila pasien tidak koperatif

/. #emeriksaan fisik /erhatikan tanda rangsang meningeal positif) >aku kuduk8>ernig sign dan Hurd"insky.

. #emeriksaan "enunjang

a. 4aboratorium darah) darah lengkap) 1H8 1%8 4O-8 eritrosit8 leukosit8 elektrolit darah. b. /ungsi lumbal untuk pemeriksaan 4CS (indikasi infeksi) peningkatan sel darah putih8 protein8 tekanan CSF N 196 mm1g8 dan penurunan glukosa).

31

kondisi <ormal

Tekanan $6-196 mm 127

Leukosit !;CL" :#E &6-(6; limfosit8 6-#6; monosit8 1- ; neutrofil 166-&68666 PE biasanya beberapa ribuE /M<s mendominasi 1-168666E didominasi /M<s tetapi mononuklear sel biasa mungkin mendominasi 2pabila pengobatan sebelumnya telah lama dilakukan 16-$66E /M<s mendominasi pada a,alnya namun kemudian limfosit dan monosit mendominasi pada akhirnya

rotein !mg;dL" 26-#$

.lukosa !mg;dL" N$6 atau ($; glukosa darah

keterangan

Meningitis bakterial akut

Hiasanya meningkat

166-$66

Meningitis bakterial yang sedang men!alani pengobatan

<ormal atau meningkat

N166

%erdepresi apabila dibandingkan dengan glukosa darahE biasanya :#6 %erdepresi atau normal

7rganisme dapat dilihat pada 3ram stain dan kultur 7rganisme normal dapat dilihatE pretreatment dapat menyebabkan CSF steril

%uberculous meningitis

Fungal

Hiasanya meningkat ) dapat sedikit meningkat karena bendunga n cairan serebrospi nal pada tahap tertentu Hiasanya meningkat

166-$66E lebih tinggi khususnya saat ter!adi blok cairan serebrospi nal

:$6 usualE menurun khususnya apabila pengobatan tidak adekuat

Hakteri tahan asam mungkin dapat terlihat pada pemeriksaan usap CSFE

?iral meningitis atau meningoencefali tis

<ormal atau meningkat ta!am

2bses (infeksi parameningeal)

<ormal atau

2$-$66E /M<s 26-$66 mendominasi pada a,alnya namun kemudian monosit mendominasi pada akhirnya /M<s 26-166 mendominasi pada a,alnya namun kemudian monosit mendominasi pada akhirnya E !arang lebih dari 1666 sel kecuali pada eastern eAuine 6-166 /M<s 26-266 kecuali pecah

:$6E menurun khususnya apabila pengobatan tidak adekuat Secara umum normalE dapat terdepresi hingga #6 pada beberapa infeksi Cirus (1$-26; dari mumps)

Hudding yeast dapat terlihat

32

<ormal

/rofil mungkin

c. >ultur darah. d. Hiopsi Hiopsi otak mungkin diperlukan untuk diagnosis definitif dari penyebab ensefalitis8 terutama pada pasien dengan temuan neurologik fokal. Hiopsi otak mungkin cocok untuk pasien dengan ensefalopati berat yang tidak menun!ukkan perbaikan klinis !ika diagnosis tetap tidak !elas. 4esi kulit petechial8 !ika ada8 harus dibiopsi. @uam hasil meningococcemia dari dermal pembenihan organisme dengan kerusakan endotel Caskular8 dan biopsi dapat mengungkapkan organisme pada 3ram stain.5ntuk melihat ada lesi desak ruang akibat progresi inflamasi seperti abses8 dan penumpukan cairan 4CS (hidrosefalus). e. <euroimaging 1ampir semua pasien dengan meningitis bakteri akan memiliki neuroimaging studi yang dilakukan selama mereka sakit. M@0 lebih disukai daripada C% karena sifatnya superioritas dalam menun!ukkan daerah edema serebral dan iskemia. /ada pasien dengan meningitis bakteri8 difus peningkatan meningeal sering terlihat setelah administrasi gadolinium. /eningkatan meningeal tidak diagnostik meningitis8 tetapi ter!adi dalam SS/ penyakit yang berhubungan dengan peningkatan permeabilitas HHH. 7% D,0.N4S,S *0ND,N. Heberapa diagnosis banding untuk meningoencephalitis adalah 1. >e!ang demam 2. Meningitis 3. Oncephalitis 4. 0ntracranial abscess 5. Sekuele dari edema otak 6. 0nfark cerebral 7. /erdarahan cerebral 8. ?askulitis 9. Measles 10. Mumps

33

34

8%

enatalaksanaan

35

36

%erapi a!uCan deksametason -eksametason sebaiknya diberikan 16 . 26 menit sebelum atau bersamaan dengan dosis pertama antimikroba8 dengan dosis 681$ mg'kg setiap & !am selama 2-# hari. %erapi ini direkomendasikan terutama pada pasien meningitis de,asa akibat pneumococcus atau pada pasien dengan tingkat keparahan sedang-berat (3CS Y 11). /emberian dilan!utkan lebih dari # hari hanya !ika pe,arnaan gram CSS menun!ukkan hasil diplococcus gram . negatif8 atau !ika kultur darah atau CSS positif S. /neumoniae. /emeriksaan CSS ulang 1arus dilakukan pada setiap pasien yang tidak berespon secara klinis setelah pemberian terapi antimikroba selama #9 !am. %erapi ra,at !alan >riteria terapi ra,at !alan untuk meningitis bakterialis antara lain ) - %elah mendapat terapi antimikroba di @S S & hari

37

- %idak ada demam minimal selama 2# . #9 !am - %idak ada disfungsi neurologi8 kelainan fokal atau aktiCitas bangkitan bermakna - >ondisi klinis stabil atau membaik - Mampu makan per oral - >ondisi kesehatan rumah yang layak Management Meningitis +amur 7bat yang sering dipakai pada penanganan menigitis !amur diantaranya) 1. 0mfoterisin * untuk terapi infeksi kriptokokal8 antifungal spektrum luas. 2. Flusitosin efektif untuk infeksi !amur pada SS/ yang disebabkan oleh Candida dan Cryptococcus sp. /enetrasi ke cairan serebrospinal baik8 mencapai ($; konsentrasi serum. -iberikan sebagai kombinasi dengan 2mfoterisin H atau Flukonasol8 tidak diberikan sebagai obat tunggal8 mudah ter!adi resistensi. 3. Flukanosol %ria"ol spektrum luas yang digunakan untuk terapi kriptokokal meningitis dan infeksi Candida. -apat melalui sa,ar darah otak dengan mudah dan memiliki ,aktu paruh tinggi dalam cairan serebrospinal. 4. Vorikonasol %riasol baru yang mempunyai aktiCitas antifungal. 7bat pilihan untuk infeksi 2spergillus8 Fusarium8 Scedosporium yang sulit diterapi dengan 2mfoterisin. $. >ombinasi 7bat -engan tu!uan memperbaiki efikasi dan meminimalkan toksisitas 2mfoterisin H 68( mg'kgHH'hari iC P Flusitosin 166 mg'kgHH'hari per oral semala 2 minggu dilan!utkan Flukonasol #66-966 mg'hari per oral selama 9-16 minggu lalu dilan!utkan Flukonasol 266 mg'hari per oral8 baik untuk infeksi oleh Cryptococcus neoformans. 2mfoterisin H 68$ . 68( mg'kgHH'hari iC selama # minggu diteruskan Flukonasol #66-966 mg'hari per oral seumur hidup untuk infeksi Coociodes immitis. 2mfoterisin H 68( mg'kgHH'hari iC P Flusitosin 166 mg'kgHH'hari per oral semala 2 minggu dilan!utkan Flukonasol #66-966 mg'hari per oral atau iC selama #-& minggu untuk infeksi karena Candida 2lbicans. enanganan Meningitis Viral
38

Simptomatisdanterapisuportif @a,atinap di rumahsakittidakdiperlukan (kecualipasien yang disertaidefisiensiimunitashumoral8 neonatusdenganinfeksiberat8 danpasiendenganhasilpemeriksaan 4CS cenderungkearahinfeksi meningitis bakterial)

/asienbiasanyamemilihuntukberistirahat di ruangan yang tenangdantidakbanyakgangguan8 dan!ugaagakgelap 2nalgesikdapatdiberikanuntukmengatasinyerikepaladanantipiretikdiberikanuntukmen urunkandemam Status cairandanelektrolitharusdimonitor (karenadikha,atirkanter!adihiponatremiaakibatpelepasan Casopressin yang berlebihan)

5langitindakan4umbal/ungsidenganindikasisbb) (a) -emamdange!ala-ge!alatidakhilangsetelahbeberapahari (b) -itemukanadanyapleositosis /M< atauhipoglicorrhachia (c) 2pabilaadakeraguanmengenaidiagnosa

2cycloCir oral'0? bermanfaatuntuk) (a) 1S?-1 atau -2 (b) 0nfeksi OH? atau ?I? yang parah

/asien yang sakitparahdapatdiberikan acycloCir 0? ( 6 mg'kgHHdalam dosisterbagi) selama ( hari 5ntukpasien yang tidakterlampauparah) (a) 7ral acycloCir (966 mg8 $B sehari) (b) FamcicloCir ($66mg8 tid) (c) ?alacycloCir (1666mg8 tid) selamasatuminggu

/asiendengan meningitis 10? harusmendapatkan antiretroCiral terapiaktif. /asiendengan meningitis Ciral dandiketahuimemilikidefisiensiimunitashumoral8 sebaiknyadiberikan gamma globulin secara 0M'0? ?aksinasisangatefektifunutkmencegahter!adinya meningitis yang disebabkanoleh polioCirus8 mumps8 daninfeksi measles.

9% K4M L,K0S,
39

a. cairan subdural. b. 1idrosefalus. c. Sembab otak d. 2bses otak e. @en!atan septic. f. /neumonia (karena aspirasi) g. >oagulasi intraCaskuler menyeluruh. >omplikasi mayor meningitis bakteri 1. Cerebral - Odema otak dengan resiko herniasi 2. >omplikasi pemb darah arteri) arteritis Casopasme8 fokal kortikal hiperperfusi8 ggn serebroCaskular autoregulasi . Septik sinus' trombosis Cenous terutama sinus sagitalis superior8 tromboflebitis kortikal #. 1idrosefalus $. Serebritis &. Subdural efusi (pada bayi dan anak) (. 2bses otak8 subdural empiem >omplikasi ekstrakranial 1. Septik shock 2. -0C . @espiratory distress sindrom #. 2rteritis (septik atau reaktif $. 3gn elektrolit) hiponatremi8 S02-18 central diabetes insipidus (!arang) &. >omplikasi spinal )mielitis8 infar

:% 54.N4S,S /rognosis bergantung pada penegakan diagnosis secara dini8 penentuan organisme penyebab serta pemberian obat yang tepat dan segera. 2ngka kematian bisa mencapai $6; atau bahkan lebih tinggi lagi./enderita meningitis dapat sembuh8 baik sembuh dengan cacat motorik atau mental atau meninggal tergantung ) a. umur penderita. b. +enis kuman penyebab c. Herat ringan infeksi d. 4ama sakit sebelum mendapat pengobatan e. >epekaan kuman terhadap antibiotic yang diberikan f. 2danya dan penanganan penyakit.

40