Anda di halaman 1dari 40

Nilai Normal dari performance of CSF Jernih (tidak berwarna) seperti air.

. Ditemukan sel-sel mononuclear (limfosit 2 5 sel/ml dan monosit). Tidak ditemukan mikroor anisme !ifatn"a basa / alkali Tidak berbau

#erubahan performa $!% karena infeksi & 1. 'nfeksi bakteri bakteri men eluarkan (at kimia "an sesuai den an reseptor pada neutrofil neutrofil tertarik kadar neutrofil dalam $!% menin kat 2. 'nfeksi bakteri bakteri men lukosa dalam $!% menurun 3. 'nfeksi bakteri ter)adi peradan an permeabilitas sawar darah otak ter an u unakan lukosa seba ai bahan bakar ener i kadar

protein berukuran besar dapat masuk ter)adi penin katan kadar protein dalam $!% 4. 'nfeksi bakteri ter)adi pendarahan warna $!% akan berubah

Tabel Karakteritik CSF Dewasa Normal kadar $!% - Tekanan - p* +5-2,, mm*2+./2-+./5 !edikit lebih rendah relatif terhadap kadar plasma

- #rotein total - 'muno lobin - 0lbumin / lobulin - 1lukosa

45-55 m /dl ,.+5-/.5 m /dl 6&4 5,-+, m /dl

,.2-,.5 8 7 ,.4 8 /-5 kali lebih tin i

5,-6, 8 dari kadar dalam darah /,-9, menit sebelumn"a *ampir sama

- 0sam 2aktat - 3rea (seba ai nitro en urea) - 1lutamin - 2imfosit

4,-2, m /dl 4,-45 m /dl 7 2, m /dl 2-5/ml

*ampir sama *ampir sama

Komposisi dan Volume $airan cerebrospinal )ernih. tidak berwarna dan tidak berbau. :ilai normal rata-ratan"a "an lebih pentin diperlihatkan pada tabel 4. :ilai :ormal $airan $erebrospinal Daerah Penampilan Tekanan Sel (per ul) (dalam mm air) Jernih dan +,-46, ,-5 tanpa warna Jernih dan +,-4;, ,-5 (limfosit) tanpa warna Protein ain!lain

umbal Ventrikel

45-55 m /dl 5-45 m /dl

1lukosa 5,-+5 m /dl :itro en non protein 4,-/5 m /dl. Tes <ahn dan wasserman (=D>2) ne atif

2$! terdapat dalam suatu s"stem "an terdiri dari spatium li?uor cerebrospinalis internum dan e@ternum "an salin berhubun an. *ubun an antara keduan"a melalui dua apertura lateral dari Aentrikel keempat (foramen 2uscka) dan apetura medial dari Aentrikel keempat (foramen Ba endie). #ada oran dewasa. Aolume cairan cerebrospinal total dalam seluruh ron a secara normal C 45, mlD ba ian internal (Aentricular) dari s"stem men)adi kira-kira
2

seten ah )umlah ini. 0ntara 5,,-5,, ml cairan cerebrospinal diproduksi dan direabsorpsi setiap hari. Tekanan Tekanan rata-rata cairan cerebrospinal "an normal adalah +,-46, mm airD

perubahan "an berkala ter)adi men"ertai den"utan )antun dan pernapasan. Takanan menin kat bila terdapat penin katan pada Aolume intracranial (misaln"a. pada tumor). Aolume darah (pada perdarahan). atau Aolume cairan cerebrospinal (pada h"drocephalus) karena ten korak dewasa merupakan suatu kotak "an kaku dari tulan "an tidak dapat men"esuaikan diri terhadap penambahan Aolume tanpa kenaikan tekanan.

Sirkulasi CS

<eteran an&
3

$airan ber erak dari Aentrikel lateral melalui foramen interAentrikular (Bunro) E menu)u Aentrikel ke-/ otak (tempat cairan semakin ban"ak karena ditambah oleh ple@us koroid) E melalui a?uaductus cerebral (!"lAius) menu)u Aentrikel ke-5 (tempat cairan ditambahkan kembali dari pleksus koroid) E melalui ti a luban pada lan it-lan it Aentrikel ke-5 E bersirkulasi melalui ruan subarakhnoid. di sekitar otak dan medulla spinalis E direabsorsi di Aili arakhnoid ( ranulasi) E ke dalam sinus Aena pada duramater kembali ke aliran darah tempat asal produksi cairan tersebut.

"akroskopis

3ntuk pemeriksaan makroskopis selalu bandin kan cairan serebrospinal den an a?uadest untuk melihat kelainan "an rin an. #$ %arna $airan otak normaln"a )ernih seperti a?uadest. Jika ada warna kemun kinann"a antara lain & a. Berah Farna merah disebabkan karena adan"a darah. *arus dibedakan antara darah karena trauma pun si atau perdarahan subarachnoidal. Jika darah berasal dari pun si. maka dalam tabun pertama terdapat "an terban"ak. tabun kedua dan keti a makin kuran )umlahn"a. Jika dibiarkan atau di sentrifu asi cairan serebrospinal )ernih dan darah akan membentuk bekuan. #ada perdarahan subarachnoidal. darah pada keti a tabun sama )umlahn"a dan tidak akan membeku serta cairan serebrospinal berwarna kunin . b. $oklat Farna coklat menun)ukkan adan"a perdarahan "an tua dan disebabkan oleh eritrosit "an men alami hemolisis. $airan serebrospinal berwarna kunin setelah disentrifu asi. <unin (@anthokromi) Disebabkan karena adan"a perdarahan tua. mun kin )u a karena ikterus berat oleh kadar protein "an tin i. <eabu-abuan Disebabkan oleh leukosit dalam )umlah besar seperti didapat pada radan purulen.

c.

d. &$

Kekeruhan 3ntuk men u)i kekeruhan. cairan serebrospinal dibandin kan den an tabun berisi a?ua destillata. #ada keadaan normal. cairan otak se)ernih a?uadest. 3mumn"a kekeruhan dapat disebabkan oleh darah. sel-sel peradan an (epitel dan leukosit) dan oleh kuman-kuman. #enambahan )umlah sel (pleiositosis) tidak selalu disertai den an kekeruhan. !eperti pada ensefalitis. menin itis tuberkulosa. menin itis sifilitika dan poliom"elitis. #ada umumn"a seban"ak 2,, sel/ul atau kuran tidak men"ebabkan kekeruhan "an dapat dilihat. <adar 2,,-5,, sel/ul membuat cairan sedikit keruh dan kadar lebih dari 5,, sel/ul menimbulkan kekeruhan. <ekeruhan "an )elas ter)adi pada menin itis purulenta. 2aporan untuk hasil pemeriksaan & )ernih. a ak keruh. keruh atau san at keruh. Sedimen $airan otak normal walaupun disentrifu asi tidak akan menimbulkan sedimen sedikitpun. 0dan"a sedimen merupakan adan"a abnormalitas. Jumlah sedimen berbandin lurus den an kekeruhan otak. )ekuan $airan otak normal walaupun didiamkan tidak akan membentuk bekuan karena tidak men andun fibrino en. Jika ter)adi bekuan. laporkan wu)ud bekuan apakah halus sekali. men"usun kepin -kepin . men"usun serat-serat. berupa selaput atau ada bekuan

'$

($

"an kasar dan besar. Gekuan ter)adi apabila terdapat fibrino en di cairan serebrospinal dan biasan"a disertai den an bertamban"a protein (albumin dan lobulin). #ada menin itis tuberkulosa terbentuk bekuan "an san at halus dan san at ren an . Gekuan "an merupakan selaput tipis di atas permukaan )u a mun kin didapat pada peradan an "an menahun. 0dan"a bekuan "an besar atau kasar men arah kepada menin itis purulenta. Gekuan en masse. "aitu cairan otak "an membeku seluruhn"a ditemukan pada sindroma %roin dan pada perdarahan besar. #ada ensefalitis dan poliom"elitis biasan"a tidak ter)adi bekuan. "ikroskopis #$ "en*hitun* +umlah Sel #emeriksaan ini harus se era dilakukan sebaikn"a dalam waktu seten ah )am setelah mendapat cairan serebrospinal karena leukosit-leukosit san at cepat rusak. Dalam keadaan normal didapat ,-5 sel/ul cairan karena itu dipakai pen enceran dan kamar hitun "an berlainan den an cara men hitun leukosit dalam darah. <amar hitun "an serin dan sebaikn"a di unakan ialah menurut %uchs->osenthal. tin i kamar hitun ,.2 mm dan luasn"a 49 mm2. 2arutan pen encer adalah larutan Turk pekat. Dalam keadaan normal didapat ,-5 sel/ul cairan serebrospinal. Jika terdapat eritrosit. eritrosit tersebut tidak dihitun . Gila ditemukan 9-4, sel/ul cairan termasuk batas keadaan abnormal. sedan kan lebih dari 4, sel/ul berarti abnormal. #ada anakanak di bawah umur 5 tahun sampai 2, sel/ul masih dalam kisaran normal. Jika ada lesi setempat "an bersifat menahun dan de eneratif "an tidak disertai radan atau radan "an san at rin an. )umlah sel tidak menin kat atau han"a menin kat sedikit sa)a. Bisaln"a pada keadaan menin ismus. tumor otak tanpa komplikasi dan sklerosis multipel. #oliom"elitis. ensefalitis dan neurosifilis disertai pleiositosis rin an sampai 2,, sel/ul. be itu )u a den an menin itis tuberkulosa. Jumlah sel "an besar sekali didapat pada menin itis acuta purulenta. "en*hitun* +enis Sel Beskipun dalam cairan serebrospinal ada lebih dari dua )enis sel. namun han"a dibuat perbedaan antara sel "an berinti satu (limfosit) dan "an polinuklear (se men). Jika )umlah sel tidak terlalu ban"ak. "aitu kuran dari 5,/ul sudah cukup untuk membuat hitun )enis dari kamar hitun sa)a den an han"a membedakan limfosit dari se men. Jika )umlahn"a lebih besar. cara tersebut tidak dapat di unakan. Dalam keadaan normal han"a ditemukan limfosit sa)a. #ada infeksi rin an "an menahun dan disertai pleiositosis sedan . menin itis tuberkulosa dan menin itis sifilitika ditemukan terutama sel limfosit. #ada peradan an mendadak oleh causa manapun (misaln"a menin ococci dan pneumococci) ditemukan sel-sel se men. Jumlah se men besar dapat ditemukan pula pada infeksi p"o en setempat seperti abses serebral atau ekstradural. Jumlah se men "an menin kat menandakan proses sedan men hebat sedan kan bila limfosit bertambah maka proses tersebut mereda.

&$

'$

)akterioskopi <uman "an palin serin terdapat di dalam cairan serebospinal adalah M. tuberculosis. menin ococci. pneumococci. streptococci dan H. influenzae. #emeriksaan bakteriolo i ber una untuk men etahui etiolo i radan . #ewarnaan "an dipakai adalah pulasan menurut 1ram dan Hiehl-:ielsen atau <in"oun. !edimen merupakan bahan pemeriksaan. #ulasan terhadap batan tahan asam baik dilakukan den an bekuan halus atau den an selaput permukaan seba ai bahan pemeriksaan pada menin itis tuberkulosa.

,,$'$

Pemeriksaan )akteriolo*i #emeriksaan bakteriolo i "an baik adalah den an lan sun menampun cairan serebrospinal dari )arum pun si ke dalam medium biakan. Jika hal tersebut tidak mun kin dilakukan. se era kirim bahan tersebut dalam tabun steril ke laboratorium secepatn"a. Jika terpaksa menun u. simpan tabun di dalam lemari pen eram /+o$. Pemeriksaan Kimia #$ Protein #emeriksaan protein dalam cairan serebrospinal adalah "an palin pentin di antara pemeriksaan kimia. #emeriksaan dapat dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Jika ada darah dalam cairan serebrospinal. hasil pemeriksaan tidak ada artin"a la i (den an cara manapun). a$ Tes )usa Berupakan tes kasar terhadap kadar protein "an san at menin kat. Jika cairan serebrospinal normal dikocok kuat-kuat. maka busa "an muncul han"a sedikit dan men hilan la i setelah didiamkan 4-2 menit. Jika kadar protein san at tin i. lebih ban"ak busa "an terbentuk dan tidak hilan setelah didiamkan selama 5 menit. Tes Pand>ea ens #and". "aitu larutan )enuh fenol dalam air bereaksi den an lobulin dan albumin. Tes #and" mudah dilakukan pada waktu pun si dan serin di)alankan seba ai bedside test. Dalam keadaan normal tidak akan ter)adi kekeruhan atau kekeruhan "an san at rin an berupa kabut halus. !emakin tin i kadar protein. semakin keruh hasil reaksi. #enilaian harus se era dilakukan setelah pencampuran cairan serebrospinal den an rea ens.
7

,,$($

b$

*asil ne atif bila tidak terdapat kekeruhan atau kekeruhan "an san at halus berupa kabut. *asil positif bila terdapat kekeruhan "an lebih berat.

c$

Tes Nonne >ea ens "an di unakan adalah larutan )enuh amoniumsulfat. Tes :onne di unakan untuk men ukur kadar lobulin dalam cairan serebrospinal. Tes :onne )u a serin di unakan seba ai bedside test pada waktu men ambil cairan serebrospinal den an pun si.

*asil ne atif apabila tidak ter)adi kekeruhan pada perbatasan. *asil positif apabila terbentuk cincin keruh pada perbatasan. !emakin tin i kadar lobulin semakin tebal cincin keruh "an ter)adi. Tes :onne lebih bermakna dibandin kan Tes #and" karena cairan serebrospinal dalam keadaan normal pada Tes :onne menun)ukkan hasil ne atif.

d$

Penetapan Protein Kuantitatif <adar protein dapat diukur den an cara & Fotokolorimetri Den an men ukur absorbansi larutan setelah membuat warna den an reaksi biuret atau men ukur warna hasil reaksi warna den an tirosin atau triptofan. Turbidimetri Diukur kekeruhan "an timbul oleh reaksi antara protein dan asam sulfosalisilat atau rea ens lain "an men endapkann"a.

Gatas-batas normal kadar protein dipen aruhi oleh tempat pen ambilan cairan otak. !emakin kranial. semakin kuran kadar protein. okasi =entriculi $isterna Ba na 2umbal Kadar Protein 5-45 m /d2 4,-25 m /d2 45-5, m /d2

Dalam keadaan normal terdapat protein terutama albumin "an ada di dalam cairan serebrospinal. #ada keadaan patolo ik lobulin- lobulin )u a akan muncul beserta fibrino en. Dalam cairan serebrospinal )u a terdapat fraksi-fraksi protein "an diukur den an men unakan elektroforesis dan imunoelektroforesis seba ai berikut & Fraksi Protein Kadar
8

#realbumin 0lbumin I-4- lobulin I-2- lobulin J- lobulin K- lobulin

5.9 C 4./8 5;.5 C 9.58 9.+ C 2.48 6./ C 2.48 46.5 C 5.68 6.2 C 2.+8

#erubahan dalam konsentrasi fraksi-fraksi protein dapat dihubun kan den an kelainan neurolo is tertentu. #ada ban"ak keadaan abnormal kadar protein total menin kat. <adar protein "an san at tin i (2,,-4,,, m /d2) ditemukan pada menin itis purulenta. perdarahan subarachnoidal dan )ika ada suatu pen"umbatan. *ampir semua macam pen"akit or anik pada susunan saraf pusat disertai menin in"a kadar protein. dera)at menin katn"a protein sesuai den an beratn"a lesi.

&$

.lukosa #enetapan lukosa harus diker)akan den an cairan serebrospinal se ar karena sel-sel dan mikroor anisme akan men uran i )umlahn"a. <adar normal lukosa 5,-6, m /d2 atau kira-kira seten ah dari kadar dalam plasma. maka sebaikn"a selalu melakukan penetapan kadar lukosa darah. 'ndikasi terutama untuk pasien du aan menin itis. #ada menin itis bakterial kadar lukosa menurun. <adar normal disertai pleiositosis ditemukan pada peradan an nonbakterial. #ada menin itis purulenta kadar lukosa turun. mun kin hin a mencapai nol. <adar lukosa biasan"a tidak berubah pada ensefalitis. tumor otak dan neurosifilis. #emakaian metode carik celup pada pemeriksaan lukosa cairan serebrospinal tidak dian)urkan. Klorida !eperti lukosa. kadar klorida dalam cairan serebrospinal turut naik turun den an kadar klorida dalam plasma darah. maka perlu penetapan kadar klorida serum. Dalam keadaan normal kadar klorida dalam cairan serebrospinal +2,-+5, m /d2 (disebut seba ai :a$l). !edan kan nilai normal dalam serum 55,-92, m /d2 (seba ai :a$l). #enetapan kadar klorida ber una pada dia nosis menin itis. #ada menin itis akuta kadar akan menurun hin a kuran dari 96, m /d2. #ada menin itis tuberkulosa ter)adi penurunan san at drastis. biasan"a sampai kuran dari 9,, m /d2. #eradan an setempat. peradan an nonbakterial. tumor otak. ensefalitis. poliom"elitis dan neurosifilis tidak disertai perubahan kadar klorida.

'$

($

Koloid 0pabila cairan serebrospinal normal diencerkan secara berderet den an larutan aram kemudian dicampur den an suatu suspensi koloidal maka keadaan koloid tidak akan ter an u olehn"a. Tetapi )ika cairan serebrospinal abnormal. keadaan akan berubah dan akan terlihat perubahan warna atau presipitasi dalam koloid itu. #erubahan "an ter)adi dalam larutan koloid tidak secara uniform den an semua pen enceran. melainkan akan memperlihatkan perubahan maksimal pada pen enceran rendah. "an perten ahan atau "an tin i (first zone, mid zone atau end zone). Dasar reaksi ini berkaitan den an kadar protein dan den an perubahan kuantitatif dan kualitatif pada fraksi-fraksi protein. Dera)at perubahan dalam suspensi koloid biasan"a dinilai den an an ka , (tanpa perubahan) sampai 5 (perubahan total).

, '$ "/"010", D0N "/N+/ 0SK0N 2")0 P2N.S, #$ D/F,N,S, 2umbar puncture adalah upa"a pen eluaran cairan serebrospinal den an memasukan )arum ke dalam ruan subarakhnoid. (Grunner and !uddarthLs. 4;;;. p 49/,) 2umbar puncture adalah test dia nostic inAasiAe. dimana $!% dikeluarkan untuk pemeriksaan. dan men ukur tekanan spinal. 2umbar puncture dilakukan oleh dokter men unkan )arun den an teknik aseptic. Jarum punksi lumbal dimasukan diantara Aertebra lumbal ke-/ dan ke-5 atau ke-5 dan ke-5 hin a mencapai ruan subarachnoid dibawah medulla spoinalis di ba ian causa e?uine. Banometer dipasan diu)un )arum Aia dua )alan dan cairan serebrospinal memun kinkan men alir ke manometer untuk men etahui tekanan intraspinal. &$ ,ND,K0S, 2")0 P2N.S, 3 4. 3ntuk men etahui tekanan dan men ambil sampel untuk pemeriksan sel. kimia dan bakteriolo i 2. 3ntukmembantu pen obatan melalui spinal. pemberian antibiotika. anti tumor dan spinal anastesi /. 3ntuk membantu dia nosa den an pen"untikan udara pada pneumoencephalo rafi. dan (at kontras pada m"elo rafi '$ K4NT50,ND,K0S, 2")0 P2N.S, 3 #$ 0dan"a penin ian tekanan intra kranial den an tanda-tanda n"eri kepala. muntah dan papil edema &$ #en"akit kardiopulmonal "an berat '$ 0da infeksi lokal pada tempat 2umbal #unksi ($ P/5S,0P0N 2")0 P2N.S, 3 4. #eriksa ula darah 45-/, menit sebelum dilakukan 2# 2. Jelaskan prosedur pemeriksaan. bila perlu diminta persetu)uan pasien/keluar a terutama pada 2# den an resiko tin i

10

6$ 0 0T D0N )010N 3 4. !arun tan an steril 2. Duk berluban /. <assa steril. kapas. dan plester 5. Jarum pun si lumbal no. 2, dan 22 beserta stylet 5. 0ntiseptik& poAidon iodine dan alkohol +,8 9. Tabun reaksi untuk menampun cairan serebrospinal 7$ P54S/D25 3 4. #asien dalam posisi mirin pada salah satu sisi tubuh. 2eher fleksi maksimal (dahi ditarik ke arah lutut). ektremitas bawah fleksi maksimum (lutut ditarik ke arah dahi). dan sumbu kraniospinal (kolumna Aertebralis) se)a)ar den an tempat tidur.

2. Tentukan daerah pun si lumbal di antara Aertebra 25 dan 25 "aitu den an menemukan aris poton sumbu kraniospinal (kolumna Aertebralis) dan aris antara kedua spina iskhiadika anterior superior (!'0!) kiri dan kanan. #un si dapat pula dilakukan antara 25 dan 25 atau antara 22 dan 2/ namun tidak boleh pada ba"i. /. 2akukan tindakan antisepsis pada kulit di sekitar daerah pun si radius 4, cm den an larutan poAidon iodin diikuti den an larutan alkohol +,8 dan tutup den an duk steril di mana daerah pun si lumbal dibiarkan terbuka. 5. Tentukan kembali daerah pun si den an menekan ibu )ari tan an "an telah memakai sarun tan an steril selama 45-/, detik "an akan menandai titik pun si tersebut selama 4 menit.

11

5. Tusukkan )arum spinal/stylet pada tempat "an telah ditentukan. Basukkan )arum perlahan-lahan men"usur tulan Aertebra sebelah proksimal den an mulut )arum terbuka ke atas sampai menembus duramater. Jarak antara kulit dan ruan subarakhnoid berbeda pada tiap anak ter antun umur dan keadaan i(i. 3mumn"a 4.5-2.5 cm pada ba"i dan menin kat men)adi 5 cm pada umur /-5 tahun. #ada rema)a )arakn"a 9-6 cm. ( ambar di bawah ini.) 9. 2epaskan stylet perlahan-lahan dan cairan keluar. 3ntuk mendapatkan aliran cairan "an lebih baik. )arum diputar hin a mulut )arum men arah ke kranial. 0mbil cairan untuk pemeriksaan. +. $abut )arum dan tutup luban tusukan den an plester 8$ K4"P ,K0S, 2")0 P2N.S, 3 4. !akit kepala Giasan"a dirasakan se era sesudah lumbal punksi. ini timbul karena pen uran an cairan serebrospinal 2. Gackache. biasan"a di lokasi bekas punksi disebabkan spasme otot /. 'nfeksi 5. *erniasi 5. 'ntrakranial subdural hematom 9. *ematom den an penekanan pada radiks +. Tumor epidermoid intraspinal 9$ K/2NT2N.0N 3 2# san at pentin untuk alat dia nosa. #rosedur ini memun kinkan melihat ba ian dalam seputar medulla spinalis. "an mana memberikan pandan an pada fun si otak )u a. #rosedur ini relatiAe mudah untuk dilaksanakan dan tidak be itu mahal. Dokter "an berpen alaman. 2# akan menurunkan an ka komplikasi. 'a akan melakukann"a den an cepat dan dilaksanakan di tempat tidur pasien. :$ 4. 2. /. 5. 5. 9. K/52.,0N; K/"2N.K,N0N K4"P ,K0S, 3 :"eri kepala hebat akibat kebocoran $!%. Benin itis akibat masukn"a bakteri ke $!%. #aresthesia/ n"eri bokon atau tun kai. 'n)ur" pada medulla spinalis. 'n)ur" pada aorta atau Aena caAa. men"ebabkan perdarahan serius. *erniasi otak. #ada pasien den a penin katan tekanan. tiba-tiba ter)adi penurunan tekanan akibat lumbar puncture. bisa men"ebabkan herniasi kompressi otak terutama batan otak.

,$'$ "/"010", D0N "/N+/ 0SK0N K/+0N. D/"0"

0$ D/F,N,S, <e)an demam adalah ban kitan ke)an "an ter)adi pada kenaikan suhu tubuh tin (suhu rektal M /6o$) disebabkan oleh suatu proses kelainan ekstrakranial.4./.9 )$ /P,D/",4 4.,
12

<e)an demam ter)adi pada 28 - 5 8 populasi anak usia 9 bulan - 5 tahun. <e)an demam sederhana (6,-;,8). ke)an demam kompleks (2,8)./ Di 0! antara 28 dan 58 anak men alami ke)an demam saat usia 5 tahun. *al serupa ditemukan di Nropa Garat. namun di dunia berAariasi antara 58 dan 4,8 'ndia. 6.68 Jepan . 45 8 1uam. ,./58 *on <on dan ,.58 - 4.5 8 $ina.+

C$ /T,4 4., %aktor - faktor "an berperan dalam risiko ke)an demam "aitu. faktor demam. usia dan riwa"at keluar a (faktor risiko utama). dan riwa"at prenatal (usia saat ibu hamil). riwa"at perinatal (asfiksia. usia kehamilan. dan ba"i berat lahir rendah).5 4. 3mur Gatas umur "an umum adalah 9 bulan 5 tahun. <e)an "an ter)adi sebelum usia 5 bulan lebih dikenal seba ai akibat dari infeksi pada sistem saraf pusat.

2. Demam 'nfeksi pernapasan atas. otitis media. astroenteritis dan infeksi saluran kemih adalah pen"ebab utama ke)an demam. #en"ebab lainn"a adalah imunisasi pertusis dan campak. <e)an biasan"a ter)adi selama 25 )am pertama demam.

/. %aktor <eturunan <e)an demam den an riwa"at pada keluar a meme an ter)adin"a ke)an demam peranan pentin untuk

0da beberapa faktor lain "an berperan terhadap ter)adin"a ke)an . antara lain "aitu &4 4. Nfek produk toksik daripada mikroor anisme (kuman. Airus) terhadap otak 2. >espons aler ik atau keadaan imun "an abnormal oleh karena infeksi /. #erubahan keseimban an cairan atau elektrolit 5. Nnsefalitis Airal ( radan otak akibat Airus) "an ensefalopati toksisk sepintas rin an "an tidak diketahui atau

D$ P0T4F,S,4 4., 3ntuk mempertahankan hidupn"a. sel otak membutuhkan ener i "aitu sen"awa lukosa "an didapat dari proses metabolisme sel. !el - sel otak dikelilin i oleh membran "an dalam keadaan normal membran sel neuron dapat dilalui den an
13

1ambar 4. #otensial Bembran !el

mudah oleh ion <alium (<O) dan san at sulit dilalui oleh ion :atrium (:a O) dan elektrolit lain kecuali $lorida ($l-). 0kibatn"a konsentrasi ion <O di dalam sel neuron tin i dan konsentrasi ion :aO rendah. <eadaan sebalikn"a ter)adi di luar sel neuron. <arena perbedaan )enis dan konsentrasi ion di dalam dan di luar sel tersebut maka ter)adi beda potensial "an disebut P#otensial Bembran !el :euronQ. 3ntuk men)a a keseimban an potensial membran sel diperlukan ener i dan en(im :a-<0T# ase "an terdapat di permukaan sel. <eseimban an potensial membran ini dapat diubah oleh & #erubahan konsentrasi ion di ruan ekstraselular >an san an "an datan mendadak misaln"a mekanisme. kimiawi atau aliran listrik dari sekitarn"a #erubahan patofisiolo i dari membran sendiri karena pen"akit atau keturunan

Gambar 2. Patofisiologi Kejang

!ebuah potensial aksi akan ter)adi akibat adan"a perubahan potensial membran sel "an didahului den an stimulus membrane sel neuron. !aat depolarisasi. channel ion :aO terbuka dan channel ion <O tertutup. *al ini men"ebabkan influ@ dari ion :a O. sehin a men"ebabkan potensial membran sel lebih positif. sehin a terbentuklah suatu potensial aksi.

14

Dan sebalikn"a. untuk membuat keadaan sel neuron repolarisasi. channel ion <O harus terbuka dan channel ion :aO harus tertutup. a ar dapat ter)adi efluks ion <O sehin a men embalikan potensial membran lebih ne atif atau ke potensial membrane istirahat. >en)atan listrik akan diteruskan sepan)an sel neuron. Dan diantara 2 sel neuron. terdapat celah "an disebut sinaps. "an men hubun kan akson neuron pre-sinaps dan dendrite neuron post sinaps. 3ntuk men hantarkan arus listrik pada sinaps ini. dibutuhkan peran dari suatu neurotransmitter.

1ambar /. $elah !inaps 0da dua tipe neurotransmitter. "aitu & 4. Nksitatorik. neurotransmiter "an membuat potensial membran lebih positif dan men eksitasi neuron post sinaps 2. 'nhibitorik. neuritransmiter "an membuat potensial membrane lebih ne atif sehin a men hambat transmisi sebuah impuls. !eba ai contoh & 10G0 (Gamma Aminobutyric Acid). Dalam medis serin di unakan untuk pen obatan epilepsi dan hipertensi. <e)an ter)adi akibat lepas muatan paroksismal "an berlebihan dari sebuah fokus ke)an atau dari )arin an normal "an ter an u akibat suatu keadaan patolo ik. 0ktiAitas ke)an seba ian ber antun kepada lokasi lepas muatan "an berlebihan tersebut. 2esi di otak ten ah. talamus. dan korteks serebri kemun kinan besar bersifat epilepto enik sedan kan lesi di serebelum dan batan otak umumn"a tidak memicu ke)an . Ditin kat membran sel. fokus ke)an memperlihatkan beberapa fenomena biokimiawi. termasuk "an berikut & 'nstabilitas membran sel saraf. sehin a sel lebih mudah men alami pen aktifan.

:euron - neuron hipersensitif den an amban untuk melepaskan muatan menurun dan apabila terpicu akan melepaskan muatan secara berlebihan. <elainan polarisasi (polarisasi berlebih. hipopolarisasi. atau selan waktu dalam repolarisasi) "an disebabkan oleh kelebihan asetilkolin atau defisiensi 10G0.

#ada keadaan demam. kenaikan suhu 4o $ akan men akibatkan kenaikan metabolisme basal 4,-458 dan penin katan kebutuhan oksi en sampai 2,8. Jadi pada kenaikan suhu tertentu dapat ter)adi perubahan keseimban an dari membran dan dalam waktu "an sin kat ter)adi difusi ion <alium dan :atrium melalui membran sel. den an akibat lepasn"a muatan

15

listrik "an demikian besar sehin a dapat meluas ke seluruh sel maupun ke membran sel tetan a den an bantuan neurotransmitter dan ter)adilah ke)an . #ada anak den an amban ke)an "an rendah kenaikan suhu sampai /6 o $ sudah ter)adi ke)an . :amun pada anak den an amban ke)an "an tin i. ke)an baru ter)adi pada suhu diatas 5,o $. Terulan n"a ke)an demam lebih serin ter)adi pada anak den an amban ke)an rendah. <e)an demam "an berlan sun sin kat umumn"a tidak berbaha"a dan tidak menin alkan e)ala sisa. Tetapi ke)an demam "an berlan sun lama (M45 menit) biasan"a disertai den an apneu. menin katn"a kebutuhan oksi en dan ener i untuk kontraksi otot skeletal "an men akibatkan hipoksemia. hiperkapneu. dan asidosis laktat. *ipotensi arterial disertai den an aritmia )antun dan kenaikan suhu tubuh disebabkan menin katn"a aktiAitas berakibat menin katn"a metabolisme otak.

0wal (= #6 menit) "enin*katn-a kecepatan den-ut <antun* "enin*katn-a tekanan darah "enin*katn-a kadar *lukosa "enin*katn-a suhu pusat tubuh "enin*katn-a sel darah putih

an<ut (#6!'> menit) Benurunn"a tekanan darah Benurunn"a ula darah Disritmia Ndema paru non)antun

)erkepan<an*an (?#<am) *ipotensi disertai berkuran n"a aliran darah serebrum sehin a ter)adi hipotensi serebrum 1an uan sawar darah otak "an men"ebabkan edema serebrum

Tabel #$ /fek Fisiolo*is Ke<an* >an kaian ke)adian di atas adalah faktor pen"ebab ter)adin"a kerusakan neuron otak pada ke)an "an lama. %aktor "an terpentin adalah an uan peredaran darah "an men akibatkan hipoksia sehin a berakibat menin katn"a permeabilitas Aaskular dan udem otak serta kerusakan sel neuron. <erusakan anatomi dan fisiolo i "an bersifat menetap bisa ter)adi di daerah medial lobus temporalis setelah ada seran an ke)an "an berlan sun lama. *al ini didu a kuat seba ai faktor "an bertan un )awab terhadap ter)adin"a epilepsi. /$ K 0S,F,K0S, 3mumn"a ke)an demam diba i men)adi 2 ba ian. <riteria untuk pen olon an tersebut dikemukakan oleh berba ai pakar. Dalam hal ini terdapat beberapa perbedaan kecil dalam pen olon an tersebut men"an kut )enis ke)an . tin i demam. usia penderita. laman"a ke)an berlan sun . ambaran rekaman otak dan lainn"a. <lasifikasi menurut Prichard dan Mc Greal 4. <e)an demam sederhana 2. <e)an demam tidak khas Ciri ciri kejang demam sederhana

16

<e)an bersifat simetris "aitu tan an dan tun kai kiri ke)an sama seperti pada ba ian sebelah kanan. 3sia penderita antara 9 bulan 5 tahun !uhu 4,, o% (/+.+6 o$) atau lebih 2aman"a ke)an berlan sun kuran dari /, menit <eadaan neurolo is (fun si saraf) normal dan setelah ke)an )u a tetap normal NN1 (!lectro !nce"halogra"hy) setelah tidak demam hasiln"a normal

<e)an demam "an tidak memenuhi kriteria diatas di olon kan seba ai ke)an demam tidak khas. <lasifikasi menurut Livingston 4. <e)an demam sederhana <e)an bersifat umum 2aman"a ke)an berlan sun sin kat ( 7 45 menit) 3sia waktu ke)an demam pertama 7 9 tahun %rekuensi serana 4- 5 kali dalam 4 tahun NN1 normal

2. Npilepsi "an dicetuskan oleh demam <e)an bersifat fokal dan berlan sun lama 3sia saat ke)an demam pertama M 9 tahun %rekuensi seran an M 5 kali dalam 4 tahu NN1 "an dibuat saat anak tidak demam hasiln"a normal

<lasifikasi menurut Fukuyama 4. <e)an Demam !ederhana 2. <e)an Demam <ompleks <e)an demam sederhana harus memenuhi semua kriteria berikut & Dikeluar a penderita tidak ada riwa"at epileps" !ebelumnn"a tidak ada riwa"at cedera otak oleh sebab apapun !eran an "an pertama ter)adi antara usia 9 bulan 9 tahun 2aman"a ke)an berlan sun tidak lebih dari 2, menit
17

<e)an bersifat umum Tidak didapatkan an uan atau abnormalitas pasca ke)an

!ebelumn"a tidak terdapat kelainan neurolo is atau abnormalitas perkemban an. <e)an tidak berulan dalam waktu sin kat

Gila tidak memenuhi kriteria diatas tersebut. maka di olon kan seba ai ke)an demam )enis kompleks. <lasifikasi "an dibuat oleh #richard dan Mc Greal. $i%ingston dan &ukuyama antara lain men acu kepada kemun kinan anak men)adi epilepsi dikemudian hari. F$ "0N,F/ST0S, K ,N,S Ter)adin"a ban kitan ke)an pada ba"i dan anak keban"akan bersamaan den an kenaikan suhu badan "an tin i dan cepat "an disebabkan oleh infeksi di luar susunan saraf pusat. otitis media akuta. bronkitis. furunkulosis dan lain-lain. !eran an ke)an biasan"a ter)adi dalam 25 )am pertama sewaktu demam. berlan sun sin kat den an sifat ban kitan dapat berbentuk tonik-klonik. tonik. klonik. fokal atau akinetik. 3mumn"a ke)an berhenti sendiri. :amun anak akan terban un dan sadar kembali setelah beberapa detik atau menit tanpa adan"a kelainan neurolo ik. 1e)ala "an timbul saat anak men alami ke)an demam antara lain & anak men alami demam (terutama demam tin i atau kenaikan suhu tubuh "an ter)adi secara tiba-tiba). ke)an tonik-klonik atau rand mal. pin san "an berlan sun selama /, detik - 5 menit (hampir selalu ter)adi pada anak-anak "an men alami ke)an demam). <e)an dapat dimulai den an kontraksi "an tiba-tiba pada otot kedua sisi tubuh anak. <ontraksi pada umumn"a ter)adi pada otot wa)ah. badan. tan an dan kaki. 0nak dapat menan is atau merintih akibat kekuatan kontaksi otot. 0nak akan )atuh apabila dalam keadaan berdiri.5 #ostur tonik (kontraksi dan kekakuan otot men"eluruh "an biasan"a berlan sun selama 4,-2, detik). erakan klonik (kontraksi dan relaksasi otot "an kuat dan berirama. biasan"a berlan sun selama 4-2 menit). lidah atau pipin"a ter i it. i i atau rahan n"a terkatup rapat. inkontinensia (men eluarkan air kemih atau tin)a diluar kesadarann"a). an uan pernafasan. apneu (henti nafas). dan kulitn"a kebiruan. 5 !aat ke)an . anak akan men alami berba ai macam e)ala seperti & 4. 0nak hilan kesadaran 2. Tan an dan kaki kaku atau tersentak-sentak /. !ulit bernapas 5. Gusa di mulut 5. Fa)ah dan kulit men)adi pucat atau kebiruan 9. Bata berputar-putar. sehin .$ D,0.N4S,S 4. 0namnesis 6
18

a han"a putih mata "an terlihat.+

0dan"a ke)an . )enis ke)an . kesadaran sebelum dan sesudah ke)an . lama ke)an !uhu sebelum / saat ke)an . frekuensi dalam 25 )am. interAal ke)an . keadaan anak pasca ke)an . pen"ebab demam di luar infeksi susunan saraf pusat ( e)ala infeksi saluran napas akut / '!#0. infeksi saluran kemih ('!<). otitis media akut (-B0) dll. >iwa"at perkemban an. riwa"at ke)an demam dan epilepsi dalam keluar a. <esadaran sebelum menin oensefalitis) dan sesudah ke)an (men"in kirkan dia nosis

!in kirkan pen"ebab ke)an "an lain ( misalkan diare. muntah "an men akibatkan an uan elektrolit. sesak "an men akibatkan hipoksemia. asupan kuran "an dapat men"ebabkan hipo likemik.

2. #emeriksaan %isik9 Tanda Aital terutama suhu Banifestasi ke)an "an ter)adi. misal & pada ke)an multifokal "an berpindahpindah atau ke)an tonik. "an biasan"a menun)ukkan adan"a kelainan struktur otak. <esadaran tiba-tiba menurun sampai koma dan berlan)ut den an hipoAentilasi. henti nafas. ke)an tonik. posisi deserebrasi. reaksi pupil terhadap caha"a ne atif. dan terdapatn"a kuadriparesis flasid mencuri akan ter)adin"a perdarahan intraAentikular. #ada kepala apakah terdapat fraktur. depresi atau mulase kepala berlebihan "an disebabkan oleh trauma. 3bun ubun besar "an te an dan memben)ol menun)ukkan adan"a penin ian tekanan intrakranial "an dapat disebabkan oleh pendarahan sebarakhnoid atau subdural. #ada ba"i "an lahir den an kesadaran menurun. perlu dicari luka atau bekas tusukan )anin dikepala atau fontanel enterior "an disebabkan karena kesalahan pen"untikan obat anestesi pada ibu. Terdapatn"a sti ma berupa )arak mata "an lebar atau kelainan kraniofasial "an mun kin disertai an uan perkemban an korte@ serebri. Ditemukann"a korioretnitis dapat ter)adi pada to@oplasmosis. infeksi sitome aloAirus dan rubella. Tanda stasis Aaskuler den an pelebaran Aena "an berkelok kelok di retina terlihat pada sindom hiperAiskositas. Transluminasi kepala "an positif dapat disebabkan oleh penimbunan cairan subdural atau kelainan bawaan seperti parensefali atau hidrosefalus. #emeriksaan umum pentin dilakukan misaln"a mencari adan"a sianosis dan bisin )antun . "an dapat membantu dia nosis iskemia otak. #emeriksaan untuk menentukan pen"akit "an mendasari ter)adin"a demam ('!#0. -B0. 1N) #emeriksaan refleks patolo is #emeriksaan tanda ran san menin eal (men"in kirkan dia nosis menin oensefalitis)

19

/. #emeriksaan #enun)an #emeriksaan laboratorium9 #emeriksaan laboratorium tidak diker)akan secara rutin pada ke)an demam. tetapi dapat diker)akan untuk men eAaluasi sumber infeksi pen"ebab demam. atau keadaan lain misaln"a astroenteritis dehidrasi disertai demam. #emeriksaa laboratorium "an dapat diker)akan misaln"a darah perifer. elektrolit dan ula darah.

#un si lumbal 9.6 #un si lumbal adalah pemeriksaan cairan serebrospinal "an dilakukan untuk men"in kirkan meni itis terutama pada pasien ke)an demam pertama. !an at dian)urkan pada anak berusia di bawah 42 bulan. dian)urkan pada anak usia 42 - 46 bulan. dan dipertimban kan pada anak di atas 46 bulan "an dicuri ai menderita menin itis Ga"i 7 42 bulan& diharuskan Ga"i antara 42-46 bulan& dian)urkan Ga"i M 46 bulan& tidak rutin. kecuali bila ada tanda-tanda meni itis

$T !can atau B>' 9.6 Jaran sekali diker)akan. tidak rutin dan han"a diindikasikan pada keadaan& a. 0dan"a riwa"at dan tanda klinis trauma kepala. b. <emun kinan adan"a lesi struktural diotak (mikrosefali. spastik). c. 0dan"a tanda penin katan tekanan intrakranial (kesadaran menurun. muntah berulan . fontanel anterior menon)ol. paresis saraf otak ='. edema papil)

NN1 (!lectro !nce"halogra"hy) NN1 adalah pemeriksaan elomban otak untuk meneliti ketidak normalan elomban dan dipertimban kan pada ke)an demam kompleks. #emeriksaan ini tidak dian)urkan untuk dilakukan pada ke)an demam "an baru ter)adi sekali tanpa adan"a defisit neurolo is. NN1 ini tidak dapat memprediksi berulan n"a ke)an tau memperkirakan kemun kinan ke)adian epilepsi pasien ke)an demam.

1$ D,0.N4S,S )0ND,N.

20

Ben hadapi seoran anak "an menderita demam den an ke)an . harus dipikirkan apakah pen"ebab ke)an itu di dalam atau diluar susunan saraf pusat. <elainan di dalam otak biasan"a karena infeksi. misaln"a menin itis. ensefalitis. abses otak. dan lain-lain. -leh sebab itu perlu waspada untuk men"in kirkan dahulu apakah ada kelainan or anis di otak. Tabel 2. Dia nosa Gandin No 4. 2. /. 5. Kriteri )andin* Demam <elainan -tak <e)an berulan #enurunan kesadaran Ke<an* Demam #encetusn"a demam (!) (@) (@) "enin*itis /nsefalitis Tidak berkaitan !alah satu e)alan"a den an demam demam (@) (@) (!) (@) (@) (@) /pilepsi

,$ P/N0T0 0KS0N00N

P/")/5,0N 4)0T S00T K/+0N. Giasan"a ke)an demam berlan sun sin kat dan pada waktu pasien datan ke)an sudah berhenti. 0pabila datan dalam keadaaan ke)an . obat palin cepat unutuk men hentikan ke)an adalah dia(epam "an diberikan secara intraAena. Dosis dia(epam intraAena adalah ,./ ,.5 m /k GG perlahan lahan den an kecepatan 4-2 m / menit atau dalam waktu /-5 menit. den an dosis maksimal 2, m . -bat "an praktis dan dapat diberikan oleh oran tua atau di rumah adalah dia(epam rektal. Dosis dia(epam rekatal adalah ,.5 ,.+5 m /k atau dia(epam rektal 5 m untuk anak den an berat badan kuran dari 4, k dan 4, m untuk berat badan lebih dari 4, k . atau dia(epam rektal dosis 5 m untuk anak dibawah usia / tahun atau dosis +.5 m untuk anak diatas usia / tahun. Gila setelah pemberian dia(epam rektal ke)an belum berhenti. dapat diulan den an cara dan dosis "an sama den an interAal waktu 5 menit. la i

Gila setelah 2 kali pemberian dia(epam rektal masih tetap ke)an . dian)urkan ke >umah !akit. Di >umah !akit dapat diberikan dia(epam intraAena den an dosis ,./ ,.5 m /k GG. Gila ke)an tetap belum berhenti dapat diberikan fenitoin secara intraAena den an dosis awal 4, 2, m /k GG/menit atau kuran dari 5, m /menit. Gila ke)an berhenti dosis selan)utn"a adalah 5-6 m /k /hari. dimulai 42 )am setelah dosis awal.

21

Gila den an fenitoin ke)an masih belum berhenti maka pasien harus dirawat diruan an intensif. Gila ke)an telah berhenti maka pemberian obat selan)utn"a ter antun dari )enis demam.

P/")/5,0N 4)0T P0D0 S00T D/"0" 7 4. 0ntipiretik Tidak ditemukan bukti bahwa pen unaan antipiretik men uran i risiko ter)adin"a ke)an demam. namun para ahli di 'ndonesia sepakat bahwa antipiretik tetap diberikan. Dosisi parasetamol "an di unakan adalah 4, 45 m /k GG/kali diberikan / kali sehari dan tidak lebih dari 5 kali. Dosis ibuprofen 5 4, m /k GG/kali diberikan / - 5 kali sehari.

2. 0ntikonAulsan #emakaian dia(epam oral dosis ,./ m /k GG setiap 6 )am pada saat demam menurunkan risiko berulan n"a ke)an pada /,8 - 9,8 kasus. be itu pula den an dia(epam rektal dosisi ,.5 m /k GG setiap 6 )am pada suhu M /6.5 o$. Dosis tersebut cukup tin i dan men"ebabkan ataksia. iritabel dan sedasi "an cukup berat pada 25 /; 8 kasus.

P/")/5,0N 4)0T 52"0T0N ,ndikasi pemberian obat rumatan #en obatan rumatan han"a diberikan bila ke)an berikut & (salah-satu) demam menun)ukan cirri seba ai

4) <e)an demam lama M 45 menit 2) 0dan"a kelainan neurolo is "an n"ata sebelum atau sesudah ke)an . misaln"a hemiparesis. paresisi todd. cerebral pals". retradasi mental dan hidrosefalus /) <e)an fokal 5) #en obatan rumatan dipertimban kan bila & o <e)an berulan dua kali atau lebih dalam 2 )am o <e)an demam ter)adi pada ba"i kuran dari 42 bulan o <e)an demam R 5 kali per tahun

22

+enis antikonAulsan untuk pen*obatan rumatan #emberian obat fenobarbital atau asam Aalproat setiap hari efektif dalam menurunkan risiko berulan n"a ke)an . Gerdasarkan bukti ilmiah bahwa ke)an demam tidak berbaha"a dan pen unaan obat dapat men"ebabkan efek sampin . maka pen obatan han"a diberikan terhadap kasus selektif dan dalam )an ka pendek. #emakaian fenobarbital setiap hari dapat menimbulkan an bela)ar pada 5,-5,8 kasus. uan perilaku dan kesulitan

-bat pilihan saat ini adalah asam Aalproat. #ada seba ian kecil kasus. terutama "an berumur kuran dari 2 tahun asam Aalproat dapat men"ebabkan an uan hati. Dosis asam Aalproat 45 5, m /k GG/hari dalam 2 -/ dosis. dan fenobarbital / 5 mh/k GG/hari dalam 4 2 dosis.

ama pen*obatan rumatan #en obatan diberikan selama 4 tahun bebas ke)an . kemudian dihentikan secara ertahap selama 4 2 bualn.

02-10>'TB0 4. #N:0T020<!0:00: <NJ0:1

23

+$ K4"P ,K0S, 4. <erusakan sel otak 2. #enurunan 'S pada ke)an demam "an berlan sun lama lebih dari 45 menit dan bersifat unilateral /. <elumpuhan K$ P54.N4S,S Kemun*kinan men*alami kecacatan atau kelainan neurolo*is <e)adian kecacatan seba ai komplikasi ke)an demam tidak pernah dilaporkan. #erkemban an mental dan neurolo is umumn"a tetap normal pada pasien "an sebelumn"a normal. #enelitian lain secara retrospektif melaporkan kelainan neurolo is pada seba ian kecil kasus. dan kelainan ini biasan"a ter)adi pada kasus den an ke)an demam lama atau ke)an berulan baik umum atau fokal.

Kemun*kianan men*alami kematian <ematian karena demam ke)an tidak pernah dilaporkan

24

Kemu*kianan berulan*n-a ke<an* demam <e)an demam akan berulan ke)an demama adalah & kembali pada seba ian kasus. %actor risiko berulan n"a

4. >iwa"at ke)an demam dalam keluar a 2. 3sia kuran dari 42 bulan /. Temperature "an rendah saat ke)an 5. $epatn"a ke)an setelah demam Gila seluruh faktor di atas ada. kemun kinan berulan n"a ke)an demam adalah 6,8. sedan kan bila tidak terdapat faktor tersebut kemun kinan berulan n"a ke)an demam han"a 4, 45 8. <emun kinan berulan n"a ke)an demam palin besar pada tahun pertama.

Faktor risiko ter<adi epilepsi <e)an demam dapat men)adi epileps" dikemudian hari den an s"arat ada faktor risiko seba ai berikut & 4. <elainan neurolo is atau perkemban an "an )elas sebelum ke)an demam pertama. 2. <e)an demam kompleks. /. >iwa"at epileps" pada oran tua atau sudara kandun . Basin masin faktor risiko menin katkan kemun kinan ke)adian epileps" sampai 5 8 98. <ombinasi dari faktor risiko tersebut menin katkan kemun kinan epilepsi men)adi 4,8. <emun kinan men)adi epilepsi tidak dapat dice ah den an pemberian obat rumatan pada ke)an demam

4 ($ "/"010", D0N "/N+/ 0SK0N "/N,N.4/NS/F0 ,T,S #$ Definisi "enin*oensefalitis Benin itis & peradan an selaput otak Nnsefalitis & peradan an )arin an otak Benin oencephalitis adalah peradan an "an ter)adi pada encephalon dan menin ens. :ama lain dari menin oencephalitis adalah cerebromenin itis. encephalomenin itis. dan menin ocerebritis. &$ Klasifikasi "enin*oensefalitis Benin itis diba i men)adi beberapa olon an "aitu & 4.Benin itis serosa adalah radan selaput otak araknoid dan piameter "an disertai cairan otak "an )ernih.#en"ebab terserin n"a adalah B"cobacterium tuberculosa. #en"ebab lainn"a lues. =irus.To@oplasma ondhii dan >icketsia ('srar.2,,6).

25

2.Benin itis purulenta 0dalah radan bernanah arakhnoid dan piameter "an meliputi otak dan medula spinalis.#en"ebabn"a antara lain & Diplococcus pneumoniae (pneumokok). :eisseria menin itis(menin okok). !treptococus haemol"ticuss. !taph"lococcus aureus. *aemophilus influen(ae.Nscherichia coli. <lebsiella pneumoniae. #eudomonas aeru inosa (545askep. 2,,;) /. Benin itis Tuberkulosis 1eneralisata 1e)ala & demam. mudah kesal. obstipasi. muntah- muntah. ditemukan tanda-tanda peran san an menin en seperti kaku kuduk. suhu badan naik turun. nadi san at labil/lambat.hipertensi umum. abdomen tampak mencekun . an uan saraf otak. #en"ebab & kuman mikobakterium tuberkulosa Aarian hominis. Dia nosis & Benin itis Tuberkulosis dapat dite akkan den an pemeriksaan cairan otak. darah. radiolo i. test tuberkulin. (*arsono.. 2,,/). 5. Benin itis <riptikokus adalah menin itis "an disebabkan oleh )amur kriptokokus. Jamur ini bisa masuk ke tubuh kita saat kita men hirup debu atau kotoran burun "an kerin . <riptokokus ini dapat men infeksikan kulit. paru. dan ba ian tubuh lain. Benin itis <riptokokus ini palin serin t e r ) a d i p a d a o r a n d e n a n $ D 5 d i b a w a h 4 , , . D i a n o s i s & D a r a h a t a u c a i r a n s u m s u m t u l a n belakan dapat dites untuk kriptokokus den an dua cara. Tes "an disebut T$>01L mencari anti en (protein) "an dibuat oleh kriptokokus. Tes TbiakanL mencoba menumbuhkan )amur kriptokokus dari contoh cairan. Tes $>01 cepat dilakukan dan dapat memberi hasi l pada hari "an sama. Tes biakan membutuhkan waktu satu min u atau lebih untuk menun)ukkan hasil positif. $airan sumsum tulan belakan )u a dapat dites secara cepat bila diwarnai den an tinta 'ndia (Ua"asan !piritia.. 2,,9). 5. =iral menin itis Termasuk pen"akit rin an. 1e)alan"a mirip den an sakit flu biasa. dan umumn"a penderita dapat sembuh sendiri. %rekuensi Airal menin itis biasan"a menin kat di musim panaskarena pada saat itu oran lebih serin terpapar a en pen antar Airus. Gan"ak Airus "an bisamen"ebabkan Airal menin itis. 0ntara lain Airus herpes dan Airus pen"ebab flu perut. ('srar.2,,6). 9. Gacterial menin itis Disebabkan oleh bakteri tertentu dan merupakan pen"akit "an serius. !alah satu bakterin"a adalah menin ococcal bacteria 1e)alan"a seperti timbul bercak kemerahan atau kecoklatanpada kulit. Gercak ini akan berkemban men)adi memar "an men uran i suplai darah ke or an-or an lain dalam tubuh dapat berakibat fatal dan men"ebabkan kematian. ('srar. 2,,6) #en"ebab menin itis terba i atas beberapa olon an umur & 4. :eonatus & Nserichia coli. !treptococcus beta hemolitikus. 2isteria monosito enes 2. 0nak di bawah 5 tahun & *emofilus influen(a. menin ococcus. #neumococcus. /. 0nak di atas 5 tahun dan oran dewasa & Benin ococcus. #neumococcus. (Japardi.'skandar.. 2,,2).

26

'$

/tiolo*i "enin*oensefalitis

Benin itis dapat disebabkan oleh bakteri. Airus. atau beberapa kasus "an )aran disebabkan oleh )amur. 'stilah menin itis aseptic meru)uk pada menin itis "an disebabkan oleh Airus tetapi terdapat kasus "an menun)ukan ambaran "an sama "aitu pada menin itis "an disebabkan or anisme lain (l"me disease. sifilis dan tuberculosis)D infeksi paramenin eal (abses otak. abses epidural. dan Aenous sinus emp"ema)D pa)anan (at kimia (obat :!0'D. immuno lobulin intraAena)D kelainan autoimn dan pen"akit lainn"a. Gakteri "an serin men"ebabkan menin itis bacterial sebelum ditemukann"a Aaksin *ib. '."neumoniae. dan (. meningitidis. Gakteri "an men"ebabkan menin itis neonatus adalah bakteri "an sama "an men"ebabkan sepsis neonatus. Tabel 4. Gakteri pen"ebab menin itis .olon*an )akteri -an* palin* serin* usia men-ebabkan menin*itis :eonatus 1roup G streptococcus !scherichia coli )lebsiella !nterobacter )akteri -an* <aran* men-ebabkan menin*itis 'ta"hylococcus aureus $oa ulase-ne atiAe staph"lococci !nterococcus faecalis Citrobacter di%ersus 'almonella $isteria monocytogenes #seudomonas aeruginosa Haemo"hilus influenzae t"pes a. b. c. d. e. f. dan nont"pable H. influenzae t"pe b 1roup 0 streptococci 1ram-ne atif bacilli $. monocytogenes

M4 bulan

'tre"tococcus "neumonia (eisseria meningitides

=irus "an men"ebabkan menin itis pada prinsipn"a adalah Airus olon an enteroAirus dimana termasuk didalamn"a adalah co@sackieAiruses. echoAirus dan pada pasien "an tidak Aaksinasi (polioAirus). =irus olon an enteroAirus dan arboAirus ('t. $ouis, $aCrosse, California %ence"halitis %iruses) adalah olon an Airus "an palin serin men"ebabkan menin oencephalitis. !elain itu Airus "an dapat men"ebabkan menin itis "aitu *!=. NG=. $B= l"mphoc"tic choriomenin itis Airus. dan *'=. =irus mumps adalah Airus "an palin serin men)adi pen"ebab pada pasien "an tidak terAaksinasi sebelumn"a. !edan kan Airus "an )aran men"ebabkan menin itis "aitu *orrelia burgdorferi (l"me disease). *. hensalae (cat-scratch Airus). M. tuberculosis. To@oplasma. Jamus (cr"ptococcus. histoplasma. dan coccidioides). dan parasit (Angiostrongylus cantonensis. (aegleria fo+leri. 0canthamoeba). Nncephalitis adalah suatu proses inflamasi pada parenkim otak "an biasan"a merupakan suatu proses akut. namun dapat )u a ter)adi postinfeksi encephalom"elitis. pen"akit de eneratif kronik. atau slow Airal infection. Nncephalitis merupakan hasil dari inflamasi parenkim otak "an dapat men"ebabkan disfun si serebral. Nncephalitis sendiri dapat bersifat difus atau terlokalisasi. -r anisme tertentu dapat men"ebabkan encephalitis
27

den an satu dari dua mekanisme "aitu (4). 'nfeksi secara lan sun pada parenkim otak atau (2) sebuah respon "an didu a berasal dari sistem imun ( an a""arent immune, mediated res"onse- pada sistem saraf pusat "an biasan"a bermula pada beberapa hari setelah munculn"a manifestasi ekstraneural.

Tabel 2. =irus pen"ebab menin itis 0kut 0denoAiruses #$ 0merika utara Nastern e?uine encephalitis Festern e?uine encephalitis !t. 2ouis encephalitis $alifornia encephalitis Fest :ile encephalitis $olorado tick feAer &$ Di luar amerika utara =ene(uelan e?uine encephalitis Japanese encephalitis Tick-borne encephalitis Burra" =alle" encephalitis /nteroAiruses 1erpesAiruses *erpes simple@ Airuses Npstein-Garr Airus =aricella-(oster Airus *uman herpesAirus-9 *uman herpesAirus-+ 1,V ,nfluenBa Airuses Lymphocytic choriomeningitis virus Beasles Airus (natiAe atau Aaccine) Bumps Airus (natiAe atau Aaccine) =irus rabies =irus rubella

Subakut *'= J$ Airus #rion-associated encephalopathies ($reut(feldt-Jakob disease. kuru)

=irus adalah pen"ebab utama pada infeksi encephalitis akut. Nncephalitis )u a dapat merupakan hasil dari )enis lain seperti infeksi dan metabolik. toksik dan an uan neoplastik. #en"ebab "an palin serin men"ebabkan encephalitis di 3.! adalah olon an arboAirus (!t. 2ouis. 2a$rosse. $alifornia. .est nile ence"halitis %iruses). enteroAirus. dan herpesAirus. *'= adalah pen"ebab pentin encephalitis pada anak dan dewasa dan dapat berupa acute febrile illness. '$ Patofisiolo*i menin*oensefalitis
28

0da )alur utama dimana a ent infeksi (bakteri. Airus. fun i. parasit) dapat mencapai s"stem saraf pusat ($:!) dan men"ebabkan pen"akit menin eal. 0waln"a. a ent infeksi berkolonisasi atau membentuk suatu fokal infeksi pada tuan rumah. <olonisasi ini bisa berbentuk infeksi pada kulit. infeksi telin a. i i. nasophar"n@. traktus respiratorius. traktus astrointestinal atau traktus urinarius. <eban"akan patho en menin eal ditransmisikan melewati rute respiratorik4./.5 Dari area kolonisasi ini. or anism menembus submucosa melawan pertahanan tuan rumah (misaln"a. barier fisik. imunitas lokal. fa osit/makrofa ) dan mencapai akses ke s"stem saraf pusat melalui (4) inAasi kedalam sirkulasi darah (bakteremia. Airemia. fun emia. dan parasitemia) dan selan)utn"a secara hemato enous dilepaskan ke s"stem saraf pusat. dimana ini merupakan mode "an pen"ebaran "an palin serin untuk keban"akan a ent (misaln"a. menin okokkus. cr"ptococcal. s"philitic. dan pneumococcal menin itis)D (2) kerusakan neuronal (misaln"a. nerAus olfactor" dan peripheral) den an a ent pen"ebab misaln"a. :ae leria fowleri. 1nathostoma spini erumD atau (/) kontak lan sun (misaln"a. sinusitis. otitis media. con enital malformations. trauma. inokulasi lan sun selama manipulasi intrakranial).4.5.9 !ekali berada di dalam s"stem saraf pusat. a ent-a ent infeksi ini akan dapat bertahan hidup oleh karena pertahanan tuan rumah (misaln"a. immuno lobulin. neutrophil. komponen komplement) terbatas dalam kompartemen tubuh ini. 0dan"a a ent dan replikasi "an dilakukan tidak terkontrol dan mendoron ter)adin"a suatu cascade inflamasi menin eal.4.2./.5 <unci patofisiolo i dari menin itis termasuk peran pentin dari c"tokines (mis. tumor necrosis factor-alpha VT:%-alphaW. interleukin V'2W4). chemokines ('2-6). dan molekul proinflamasi lain dalam patho enesis pleoc"tosis dan kerus akan neuronal selama bakterial menin itis. #enin katan konsentrasi T:%-alpha. '2-4. '2-9. dan '2-6 dalam cairan serebrospinal adalah temuan khas pasien menin itis bakterial.2.5 #ort de entr"& keban"akan masuk melewati rute respiratorik sehin a men"ebabkan infeksi pada traktus respiratorik. >ute astrointestinal atau traktus urinarius )u a men)adi rute infeksi. !elan)utn"a ter)adi fokal infeksi. Dari fokal infeksi akan menembus submukosa dan mencapai susunan saraf pusat melalui& inAasi kedalam sirkulasi darah. dari saraf "an rusak misaln"a nerAus olfactorius dan perifer. #ort de entr" "an lain adalah kontak lan sun dari fokal infeksi sinusitis. otitis media. atau dari malformasi con enital. trauma. inokulasi lan sun saat operasi kepala. 4.2.5

29

($ "anifestasi Klinis a. :eonatus 4) 1e)ala tidak khas 2) #anak (O) /) 0nak tampak malas. lemah. tidak mau minum. muntah dan kesadaran menurun. 5) 3bun-ubun besar kadan kadan cembun . 5) #ernafasan tidak teratur b. 0nak 3mur 2 Gulan !ampai Den an 2 Tahun 4) 1ambaran klasik (-).2 2) *an"a panas. muntah. elisah. ke)an berulan . /) <adan -kadan Phi h pitched er"Q c. 0nak 3mur 2ebih 2 Tahun 4) #anas. men i il. muntah. n"eri kepala. 2) <e)an /) 1an uan kesadaran. 5) Tanda-tanda ran san menin al. kaku kuduk. tanda brud(inski dan kerin (O) 1ambaran klinis & a. !tadium #rodromal !tadium ini berlan sun selama 4 / min u dan terdiri dari keluhan umum seperti & <enaikan suhu tubuh "an berkisar antara /6.2 /6.;, $
30

:"eri kepala Bual dan muntah Tidak ada nafsu makan #enurunan berat badan 0pati dan malaise <aku kuduk den an brud(insk" dan kerni tes positif Defisit neurolo i fokal & hemiparesis dan kelumpuhan saraf otak 1e)ala TT'< seperti edema papil. ke)an ke)an . penurunan kesadaran sampai koma. posisi dekortikasi atau deserebrasi. b. !tadium peran san an menin en c. !tadium kerusakan otak setempat d. !tadium akhir atau stadium kerusakan otak difus 6$ D,0.N4S,S

4. Anamnesis Dapat dilakukan den an autoanamnesis atau alloanamnesis bila pasien tidak koperatif

/. #emeriksaan fisik #erhatikan tanda ran san menin eal positif& <aku kuduk.<erni si n dan Gurd(insk".

/. #emeriksaan "enunjang

a. 2aboratorium darah& darah len kap& *G. *T. 2ND. eritrosit. leukosit. elektrolit darah. b. #un si lumbal untuk pemeriksaan 2$! (indikasi infeksi& penin katan sel darah putih. protein. tekanan $!% M 46, mm* . dan penurunan lukosa).

31

kondisi :ormal

Tekanan 5,-46, mm *2-

eukosit (;C ) 75D 9,-+,8 limfosit. /,-5,8 monosit. 4-/8 neutrofil 4,,-9,.,,, OD biasan"a beberapa ribuD #B:s mendominasi 4-4,.,,,D didominasi #B:s tetapi mononuklear sel biasa mun kin mendominasi 0pabila pen obatan sebelumn"a telah lama dilakukan 4,-5,,D #B:s mendominasi pada awaln"a namun kemudian limfosit dan monosit mendominasi pada akhirn"a

Protein (m*;d ) 2,-55

.lukosa (m*;d ) M5, atau +58 lukosa darah

keteran*an

Benin itis bakterial akut

Giasan"a menin kat

4,,-5,,

Benin itis bakterial "an sedan men)alani pen obatan

:ormal atau menin kat

M4,,

Terdepresi apabila dibandin kan den an lukosa darahD biasan"a 75, Terdepresi atau normal

-r anisme dapat dilihat pada 1ram stain dan kultur -r anisme normal dapat dilihatD pretreatment dapat men"ebabkan $!% steril

Tuberculous menin itis

%un al

Giasan"a menin kat & dapat sedikit menin kat karena bendun a n cairan serebrospi nal pada tahap tertentu Giasan"a menin kat

4,,-5,,D lebih tin i khususn"a saat ter)adi blok cairan serebrospi nal

75, usualD menurun khususn"a apabila pen obatan tidak adekuat

Gakteri tahan asam mun kin dapat terlihat pada pemeriksaan usap $!%D

=iral menin itis atau menin oencefali tis

:ormal atau menin kat ta)am

0bses (infeksi paramenin eal)

:ormal atau

25-5,,D #B:s 2,-5,, mendominasi pada awaln"a namun kemudian monosit mendominasi pada akhirn"a #B:s 2,-4,, mendominasi pada awaln"a namun kemudian monosit mendominasi pada akhirn"a D )aran lebih dari 4,,, sel kecuali pada eastern e?uine ,-4,, #B:s 2,-2,, kecuali pecah

75,D menurun khususn"a apabila pen obatan tidak adekuat !ecara umum normalD dapat terdepresi hin a 5, pada beberapa infeksi Airus (45-2,8 dari mumps)

Guddin "east dapat terlihat

32

:ormal

#rofil mun kin

c. <ultur darah. d. Giopsi Giopsi otak mun kin diperlukan untuk dia nosis definitif dari pen"ebab ensefalitis. terutama pada pasien den an temuan neurolo ik fokal. Giopsi otak mun kin cocok untuk pasien den an ensefalopati berat "an tidak menun)ukkan perbaikan klinis )ika dia nosis tetap tidak )elas. 2esi kulit petechial. )ika ada. harus dibiopsi. >uam hasil menin ococcemia dari dermal pembenihan or anisme den an kerusakan endotel Aaskular. dan biopsi dapat men un kapkan or anisme pada 1ram stain.3ntuk melihat ada lesi desak ruan akibat pro resi inflamasi seperti abses. dan penumpukan cairan 2$! (hidrosefalus). e. :euroima in *ampir semua pasien den an menin itis bakteri akan memiliki neuroima in studi "an dilakukan selama mereka sakit. B>' lebih disukai daripada $T karena sifatn"a superioritas dalam menun)ukkan daerah edema serebral dan iskemia. #ada pasien den an menin itis bakteri. difus penin katan menin eal serin terlihat setelah administrasi adolinium. #enin katan menin eal tidak dia nostik menin itis. tetapi ter)adi dalam !!# pen"akit "an berhubun an den an penin katan permeabilitas GGG. 7$ D,0.N4S,S )0ND,N. Geberapa dia nosis bandin untuk menin oencephalitis adalah 1. <e)an demam 2. Benin itis 3. Nncephalitis 4. 'ntracranial abscess 5. !ekuele dari edema otak 6. 'nfark cerebral 7. #erdarahan cerebral 8. =askulitis 9. Beasles 10. Bumps

33

34

8$ Penatalaksanaan

35

36

Terapi a)uAan deksametason Deksametason sebaikn"a diberikan 4, 2, menit sebelum atau bersamaan den an dosis pertama antimikroba. den an dosis ,.45 m /k setiap 9 )am selama 2-5 hari. Terapi ini direkomendasikan terutama pada pasien menin itis dewasa akibat pneumococcus atau pada pasien den an tin kat keparahan sedan -berat (1$! X 44). #emberian dilan)utkan lebih dari 5 hari han"a )ika pewarnaan ram $!! menun)ukkan hasil diplococcus ram ne atif. atau )ika kultur darah atau $!! positif !. #neumoniae. #emeriksaan $!! ulan *arus dilakukan pada setiap pasien "an tidak berespon secara klinis setelah pemberian terapi antimikroba selama 56 )am. Terapi rawat )alan <riteria terapi rawat )alan untuk menin itis bakterialis antara lain & - Telah mendapat terapi antimikroba di >! R 9 hari

37

- Tidak ada demam minimal selama 25 56 )am - Tidak ada disfun si neurolo i. kelainan fokal atau aktiAitas ban kitan bermakna - <ondisi klinis stabil atau membaik - Bampu makan per oral - <ondisi kesehatan rumah "an la"ak "ana*ement "enin*itis +amur -bat "an serin dipakai pada penan anan meni itis )amur diantaran"a& 1. 0mfoterisin ) untuk terapi infeksi kriptokokal. antifun al spektrum luas. 2. Flusitosin efektif untuk infeksi )amur pada !!# "an disebabkan oleh $andida dan $r"ptococcus sp. #enetrasi ke cairan serebrospinal baik. mencapai +58 konsentrasi serum. Diberikan seba ai kombinasi den an 0mfoterisin G atau %lukonasol. tidak diberikan seba ai obat tun al. mudah ter)adi resistensi. di unakan untuk terapi kriptokokal 3. Flukanosol Tria(ol spektrum luas "an memiliki waktu paruh tin

menin itis dan infeksi $andida. Dapat melalui sawar darah otak den an mudah dan i dalam cairan serebrospinal. 4. Vorikonasol Triasol baru "an mempun"ai aktiAitas antifun al. -bat pilihan untuk infeksi 0sper illus. %usarium. !cedosporium "an sulit diterapi den an 0mfoterisin. 5. <ombinasi -bat Den an tu)uan memperbaiki efikasi dan meminimalkan toksisitas 0mfoterisin G ,.+ m /k GG/hari iA O %lusitosin 4,, m /k GG/hari per oral semala 2 min min u dilan)utkan %lukonasol 5,,-6,, m /hari per oral selama 6-4, u lalu dilan)utkan %lukonasol 2,, m /hari per oral. baik untuk infeksi oleh u diteruskan %lukonasol

$r"ptococcus neoformans. 0mfoterisin G ,.5 ,.+ m /k GG/hari iA selama 5 min 5,,-6,, m /hari per oral seumur hidup untuk infeksi $oociodes immitis. 0mfoterisin G ,.+ m /k GG/hari iA O %lusitosin 4,, m /k GG/hari per oral semala 2 min 5-9 min u dilan)utkan %lukonasol 5,,-6,, m /hari per oral atau iA selama u untuk infeksi karena $andida 0lbicans.

Penan*anan "enin*itis Viral


38

!imptomatisdanterapisuportif >awatinap di rumahsakittidakdiperlukan (kecualipasien "an disertaidefisiensiimunitashumoral. neonatusden aninfeksiberat. danpasienden anhasilpemeriksaan 2$! cenderun kearahinfeksi menin itis bakterial)

#asienbiasan"amemilihuntukberistirahat di ruan an "an tenan dantidakban"ak an urunkandemam !tatus cairandanelektrolitharusdimonitor (karenadikhawatirkanter)adihiponatremiaakibatpelepasan Aasopressin "an berlebihan) uan. dan)u aa ak elap 0nal esikdapatdiberikanuntukmen atasin"erikepaladanantipiretikdiberikanuntukmen

3lan itindakan2umbal#un siden anindikasisbb& (a) Demamdan e)ala- e)alatidakhilan setelahbeberapahari (b) Ditemukanadan"apleositosis #B: atauhipo licorrhachia (c) 0pabilaadakera uanmen enaidia nosa

0c"cloAir oral/'= bermanfaatuntuk& (a) *!=-4 atau -2 (b) 'nfeksi NG= atau =H= "an parah

#asien "an sakitparahdapatdiberikan ac"cloAir '= (/, m /k GGdalam / dosisterba i) selama + hari 3ntukpasien "an tidakterlampauparah& (a) -ral ac"cloAir (6,, m . 5@ sehari) (b) %amcicloAir (5,,m . tid) (c) =alac"cloAir (4,,,m . tid) selamasatumin u

#asienden an menin itis *'= harusmendapatkan antiretroAiral terapiaktif. #asienden an menin itis Airal dandiketahuimemilikidefisiensiimunitashumoral. sebaikn"adiberikan amma lobulin secara 'B/'= =aksinasisan atefektifunutkmence ahter)adin"a menin itis "an disebabkanoleh polioAirus. mumps. daninfeksi measles.

9$ K4"P ,K0S,
39

a. cairan subdural. b. *idrosefalus. c. !embab otak d. 0bses otak e. >en)atan septic. f. #neumonia (karena aspirasi) . <oa ulasi intraAaskuler men"eluruh. <omplikasi ma"or menin itis bakteri 4. $erebral - Ndema otak den an resiko herniasi 2. <omplikasi pemb darah arteri& arteritis Aasopasme. fokal kortikal hiperperfusi. serebroAaskular autore ulasi /. !eptik sinus/ trombosis Aenous terutama sinus sa italis superior. tromboflebitis kortikal 5. *idrosefalus 5. !erebritis 9. !ubdural efusi (pada ba"i dan anak) +. 0bses otak. subdural empiem <omplikasi ekstrakranial 4. !eptik shock 2. D'$ /. >espirator" distress sindrom 5. 0rteritis (septik atau reaktif 5. 1 n elektrolit& hiponatremi. !'0D*. central diabetes insipidus ()aran ) 9. <omplikasi spinal &mielitis. infar

:$ P54.N4S,S #ro nosis ber antun pada pene akan dia nosis secara dini. penentuan or anisme pen"ebab serta pemberian obat "an tepat dan se era. 0n ka kematian bisa mencapai 5,8 atau bahkan lebih tin i la i.#enderita menin itis dapat sembuh. baik sembuh den an cacat motorik atau mental atau menin al ter antun & a. umur penderita. b. Jenis kuman pen"ebab c. Gerat rin an infeksi d. 2ama sakit sebelum mendapat pen obatan e. <epekaan kuman terhadap antibiotic "an diberikan f. 0dan"a dan penan anan pen"akit.

40