Anda di halaman 1dari 58

LAPORAN KEGIATAN PENGEMBANGAN DAN PENGEMASAN PERANGKAT PEMBELAJARAN DI SMA NEGERI 1 TANJUNG RAJA

Oleh: 1. Paramita Dewi 2. Gustia Nuzula 3. Mey Melisa 06101010025 06101010036 06101010038

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2013

LAPORAN KEGIATAN PRAKTIK KEPENDIDIKAN MAHASISWA PROGRAM S1 FKIP UNSRI TAHUN 2013

Program Studi: Pendidikan Kimia Pendidikan Biologi Pendidikan Matematika Pendidikan Fisika Pendidikan BK Pendidikan PKn Pendidikan Bahasa Indonesia Pendidikan Sejarah

Mengetahui, Dosen Pembimbing

Disetujui, Kepala SMA N 1 Tanjung Raja

Drs. Hamdi Akhsan, M.Si NIP.196902101994121001

Drs. Thohir Hamidi, M.Si NIP.196510291995121001

ii

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur selalu kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat dan berkah-Nya jualah kami dapat menyelesaikan kegiatan P4 di SMA Negeri 1 Tanjung Raja dan dapat berjalan dengan baik serta dapat meyelesaikan laporan P4 ini. Laporan ini disusun berdasarkan kegiatan yang dilakukan mahasiswa P4 Universitas Sriwijaya selama mengikuti Program Praktik Lapangan yang berlangsung lebih kurang 2 bulan, yaitu dimulai pada tanggal 17 Oktober 2013 dan berakhir pada tanggal 16 Desember 2013. Terlaksananya Praktik Pengalaman Lapangan dan Laporan ini tidak lepas dari kerja sama dan dukungan yang baik dari berbagai pihak. Pada kesempatan ini, kami ingin mengucapkan terima kasih kepada: 1. Bapak Drs. Hamdi Akhsan, M.Si. selaku dosen pembimbing mahasiswa P4 FKIP Universitas Sriwijaya di SMA Negeri 1 Tanjung Raja 2. Drs. Thohir Hamidi, M.Si. selaku kepala SMA Negeri 1 Tanjung Raja 3. Ibu Ernawati Yusniar,S.Pd, bapak Apik Budiono,S.Pd dan Bapak Idid,S.Pd sebagai Guru mata pelajaran Kimia SMA Negeri 1 Tanjung Raja 4. Bapak/ibu guru dan staf tata usaha SMA Negeri 1 Tanjung Raja 5. Rekan-rekan mahasiswa P4 SMA Negeri 1 Tanjung Raja 6. Siswa/siswi SMA Negeri 1 Tanjung Raja 7. Bapak dan Ibu kami yang senantiasa berkata dalam doa dan semua pengertian yang telah diberikan. Kami menyadari sepenuhnya bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna, mengingat segala keterbatasan kemampuan yang praktikan miliki. Kritik dan saran yang positif selalu praktikan harapkan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik lagi. Semoga laporan ini bermanfaat bagi kami, rekan-rekan yang membutuhkan informasi

iii

mengenai P4 di SMA Negeri 1 Tanjung Raja, maupun semua pihak yang ingin mengambil manfaat dari laporan ini.

Indralaya,

Desember 2013

Praktikan

iv

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL i HALAMAN PENGESAHAN...ii KATA PENGANTAR..iii DAFTAR ISI.v BAB I PENDAHULUAN.1 1.1 Latar Belakang.....1 1.2 Tujuan..........2 1.3 Manfaat............3 BAB II KEGIATAN YANG DILAKSANAKAN SELAMA P4.5 2.1 Pengenalan Lapangan5 2.2 Pelatihan Keterampilan Mengajar dan Tugas Keguruan Lainnya Secara Terbimbing..25 2.3 Pelatihan Keterampilan Mengajar dan Tugas Keguruan Lainnya Secara Mandiri............27 2.4 Ujian Praktik Mengajar..29 BAB III REFLEKSI PENGALAMAN MELAKSANAKAN P4 (PARAMITA DEWI)..............................................................................30 3.1 Refleksi Tentang Pelaksanaan Pengenalan Lapangan.30 3.2 Refeleksi Tentang Pelatihan Keterampilan Mengajar dan Tugas Keguruan Lainnya Secara Terbimbig...31 3.3 Refleksi Tentang Pelatihan Keterampila Mengajar dan Tugas Lainnya Secara Mandiri33 3.4 Refleksi Tentang Ujian Praktik...34 BAB III REFLEKSI PENGALAMAN MELAKSANAKAN P4 ( GUSTINA NUZULA......35 3.1 Refleksi Tentang Pelaksanaan Pengenalan Lapangan35 3.2 Refeleksi Tentang Pelatihan Keterampilan Mengajar dan Tugas Keguruan

Lainnya Secara Terbimbig...39 3.3 Refleksi Tentang Pelatihan Keterampila Mengajar dan Tugas Lainnya Secara Mandiri....40 3.4 Refleksi Tentang Ujian Praktik...40 BAB III REFLEKSI PENGALAMAN MELAKSANAKAN P4 (MEY MELISA)......42 3.1 Refleksi Tentang Pelaksanaan Pengenalan Lapangan.42 3.2 Refeleksi Tentang Pelatihan Keterampilan Mengajar dan Tugas Keguruan Lainnya Secara Terbimbig...45 3.3 Refleksi Tentang Pelatihan Keterampila Mengajar dan Tugas Lainnya Secara Mandiri....46 3.4 Refleksi Tentang Ujian Praktik...47 BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN.50 4.1 Kesimpulan........50 4.2 Saran..50

LAMPIRAN52 Rekapitulasi Kegiatan P4 Individu

vi

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Salah satu cita-cita Negara Kesatuan Republik Indonesia yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam rangka mewujudkan cita-cita tersebut, pemerintah meningkatkan mutu pendidikan melalui penyempurnaan GBPP, pembangunan sarana dan prasarana pendidikan yang nantinya akan mencetak generasi penerus bangsa yang menguasai pengetahuan dan teknologi. Salah satu realisasi dalam peningkatan mutu pendidikan yaitu membutuhkan tenaga pendidik yang berkualitas. Sebagai lembaga pendidikan tinggi yang mencetak tenaga pendidik yang siap pakai, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sriwijaya (FKIP Unsri) semaksimal mungkin melakukan pelatihan bagi para Mahasiswa agar dihasilkan tenaga pendidik yang profesional. Tenaga pendidik yang siap menjalankan tugasnya demi menciptakan pendidikan di Indonesia yang berkualitas. Calon tenaga pendidik tersebut kelak akan ditempatkan di berbagai lembaga pendidikan yang diharapkan dapat menciptakan pendidikan yang baik dan dapat mencapai kompetensi yang diharapkan. Untuk mecapai tujuan tersebut perlu diadakan suatu program pendidikan yang melatih Mahasiswa dalam menerapkan keterampilan mengajar dan mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan informasi yang diperolehnya di bangku kuliah pada lingkungan sebenarnya (Sekolah), berupa pengembangan dan pengemasan perangkat

pembelajaran (P4). Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara sekolah dan instansi pendidikan dalam hal ini Universitas Sriwijaya di bawah naungan Dinas Pendidikan Nasional. Untuk memperlancar kegiatan P4 tersebut, sangat dibutuhkan interaksi

yang baik antara Sekolah dalam hal ini Kepala Sekolah, Guru dan Pegawai, Siswa serta pihak terkait dengan Mahasiswa P4. P4 adalah kegiatan intrakurikuler yang merupakan bentuk kerja sama antara pihak Universitas, dalam hal ini FKIP, yang diwakili oleh Unit Pengembangan Pelayanan Sumber Belajar (UPPSB) dengan pihak sekolah guna memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa FKIP. P4 merupakan pelatihan untuk mempersiapkan mahasiswa calon guru agar menguasai kemampuan yang terpadu secara utuh. Kemampuan untuk menjalankan tugasnya kelak sebagai guru, misalnya mengajar, mengelola kelas, membuat program, membuat rencana pelaksanaan pembelajaran, dll. Oleh karena itu, Mahasiswa P4 dibimbing secara intensif dan sistematis oleh Guru Pamong dan Dosen Pembimbing yang memenuhi syarat untuk melatih para Mahasiswa P4. Setelah melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan ini, diharapkan para calon pendidik dalam hal ini mahasiswa, telah memiliki bekal untuk siap terjun ke dunia kerja pendidikan sebagai tenaga pendidik yang profesional. Para calon guru ini kelaknya dapat beradaptasi secara cepat dan bersosialisasi dengan baik di lingkungan sekolah karena telah dibekali ilmu dan telah mempunyai pengalaman di dunia pendidikan. Sehingga Praktik Pengalaman Lapangan ini sangat perlu dilakukan mengingat besarnya manfaat bagi para calon pendidik. 1.2 Tujuan Adapun tujuan dari pelaksanaan P4 ini adalah: a. Tujuan Umum Melatih Mahasiswa calon guru agar memiliki kemampuan memperagakan kinerja dalam situasi nyata, baik dalam kegiatan mengajar maupun dalam tugas-tugas keguruan lainnya b. Tujuan Khusus

1. Mengenali secara cermat lingkungan fisik, administratif, akademik, dan psikologi sosial sekolah tempat pelatihan. 2. Menguasai berbagai keterampilan dasar mengajar. 3. Menerapkan berbagai kemampuan profesional keguruan secara untuh dan terpadu dalam situasi nyata di sekolah. 4. Mengembangkan aspek pribadi dan sosial di lingkungan sekolah. 5. Menarik kesimpulan nilai edukatif penghayatan dan pengalamannya dalam bentuk laporan. Setiap mahasiswa yang melaksanakan P4, diharuskan melaksanakan berbagai kegiatan lapangan, melakukan kegiatan mengajar dan kegiatan pendidikan yang sesungguhnya dan kegiatan tersebut harus dilaporkan secara tertulis kepada FKIP Unsri. Adapun tujuan penulisan laporan ini adalah: 1. Memberikan informasi tentang pelaksanaan P4 di SMA Negeri 1 Tanjung Raja. 2. Melapirkan kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa yang mengikuti mata kuliah P4 di SMA Negeri 1 Tanjung Raja. 3. Memberikan gambaran mengenai keadaan situasi sekolah tempat mahasiswa melakukan kegiatan P4 bagi lembaga UPPSB FKIP Unsri. 1.3 Manfaat Praktik Pengalaman Lapangan (P4) ini memiliki manfaat bagi lembaga, sekolah, dan bagi mahasiswa P4 khususnya. Adapun manfaat tersebut antara lain adalah sebagai berikut: 1. Bagi lembaga dan sekolah, dapat membantu mahasiswa P4 untuk menjadi pendidik yang profesional.

2. Bagi mahasiswa, dapat mengenal lingkungan sekolah berupa lingkungan fisik, fasilitas, penggunaan sekolah, keadaan guru dan siswa, interaksi sosial dan tata tertib serta administrasi sekolah. 3. Mahasiswa dapat mengetahui keterampilan dasar mengajar. 4. Mahasiswa dapat mentransfer dan mengaplikasikan ilmu yang telah diperolehnya kepada anak didiknya. 5. Mahasiswa berkepribadian yang baik dan menjunjung tinggi etika profesi keguruan. Menumbuhkan etos kerja.

BAB II KEGIATAN YANG DILAKSANAKAN SELAMA P4

2.1 PENGENALAN LAPANGAN 2.1.1 Riwayat Singkat Berdirinya Sekolah SMA Negeri 1 Tanjung Raja merupakan sekolah yang telah lama berdiri, bisa dikatakan sekolah ini yang tertua di Kabupaten Ogan Ilir. Pada tahun 1981 SMA di Tanjung Raja merupakan kelas jauh dari SMA N 1 Kayu Agung dan sebagai kepala sekolah pada saat itu adalah Bapak Drs. Yuto Supaerno. Pada tahun 1983, Bupati OKI menghibahkan gedung SD kepada SMA N 1 Tanjung Raja, yang kemudian diresmikan oleh mentri DEPDIKBUD (pada waktu itu) Bapak Daud Yusuf dan diresmikan di Kabupaten OKI di gedung PGRI. Setelah itu berdirilah SMA N 1 Tanjung Raja. Pada tahun 1984, SMA N 1 Tanjung Raja mendapat bangunan 4 unit yang terdiri dari 2 unit (6 ruangan) untuk kelas, 1 unit perpustakaan, 1 unit laboratorium IPA dan Bahasa. Sebagai kepala sekolah yang pertama yaitu Bapak Mgs. Mansyur Rahman, B.A. yang menjabat sampai dengan tahun 1990. Selanjutnya, pergantian kepemimpinan terus terjadi di SMA Negeri 1 Tanjung Raja sejak pertama kali berdiri hingga sekarang. 2.1.2 Keadaan Fisik Sekolah SMA Negeri 1 Tanjung Raja terletak di Jalan Merdeka No. 57 Tanjung Raja Ogan Ilir yang bangunannya berbentuk permanen dengan keadaan sebagai berikut : 1. Luas Tanah Luas tanah seluruhnya = 11.987 m2 Luas Bangunan Halaman Lap Olahraga Kebun = 1.486 m2 = 5200 m2 = 3600 m2 = 1629 m2

2. Bangunan Dalam Lingkungan Sekolah No. 1. 2. 3. 4. 5. Ruang Ruang belajar/kelas Ruang Kepala Sekolah Ruang Guru Ruang Tata Usaha Laboratorium IPA : a. Laboratorium Kimia b. Laboratorium Biologi c. Laboratorium Fisika d. Laboratorium TIK 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. Laboratorium Bahasa Perpustakaan Ruang BK Mushollah WC Guru WC Siswa Ruang OSIS Ruang Koperasi Siswa Ruang UKS Gudang Dapur Ruang Keterempilan Ruang Multimedia Tempat Parkir Roda Dua Kantin Sekolah 1 1 1 1 1 1 3 1 2 8 1 1 1 2 1 1 1 96 96 96 72 96 96 15 12 8 24 20 12 8 28 4 72 72 300 Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Cukup Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Jumlah 21 1 1 1 Luas (m2) 1.368 24 96 87 Kondisi 13 baik 6 rusak Baik Baik Baik

3. Jumlah Ruangan a. Sarana belajar, terdiri dari : Ruang Belajar/Lokal Laboratorium Biologi Laboratorium Kimia Laboratorium Fisika Laboratorium Bahasa Laboratorium Multimedia Perpustakaan b. c. d. e. f. g. h. i. j. k. l. m. n. o. p. q. Ruang Pimpinan Ruang Guru Ruang Bimbingan dan Konseling Ruang Tata Usaha Ruang Komputer Ruang Kopsis Ruang OSIS Ruang UKS Masjid Gudang Dapur Kantin Pos Jaga Tempat Parkir WC Pimpinan dan Guru WC Siswa 21 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 4 1 1 1 2 4 8

4. Data Ruang Kelas Kelas X Kelas XI : 6 Ruang : 7 Ruang 7

Kelas XII Jumlah

: 7 Ruang : 19 Ruang

5. Lapangan Olah Raga a. b. Lapangan Bola Voli Lapangan Basket

2.1.3 Keadaan Lingkungan Sekolah 1. Jenis Bangunan yang Mengelilingi Sekolah Lokasi SMA N 1 Tanjung Raja ini letaknya sangat strategis. Jika dilihat posisi bangunannya terletak di pusat kota Tanjung Raja yaitu di jalan Lintas Timur, dekat dengan kantor DIKNAS, kantor camat, dan kantor instansi lainnya, serta dekat dengan terminal dan pasar Tanjung Raja, sehingga untuk pergi ke sekolah ini mudah dijangkau oleh siswa. Di bagian depan SMA ini terdapat PT. Bank Perkreditan Rakyat Tiur Ganda dan SD N 9 Tanjung Raja. Bagian kanan bersebelahan dengan Jalan Peltu Halim Barlian dan di sebelah jalan ini terdapat KORAMIL Tanjung Raja. Bagian kiri SMA N 1 Tanjung Raja ini bersebelahan dengan rumah penduduk dan pasar Tanjung Raja. Selain itu, SMA N 1 Tanjung Raja dikelilingi pagar beton, sehingga keamanan siswa dan guru terjaga, dan dapat mengkondisikan agar semua murid berada didalam lingkungan sekolah dari awal sampai akhir jam sekolah.

2. Kondisi Lingkungan Sekolah Suasana dan kondisi SMA N1 Tanjung Raja ini cukup kondusif dan nyaman untuk terlaksananya proses kegiatan belajar mengajar yang baik. Lingkungannya terlihat cukup asri karena pekarangan di depan dan di sekeliling sekolah ditanami dengan pohon dan bunga, serta disetiap depan kelas juga dibuat taman yang ditata sedemikian rupa sehingga menambah keindahan lingkungan sekolah. Kebersihan lingkungan sekolah juga terjaga dengan cara menjalankan program 5 K dengan

optimal, dimana siswa tidak hanya menjaga kebersihan didalam kelas tetapi juga lingkungan sekitar kelas.

2.1.4. Fasilitas Sekolah Fasilitas dan sarana pembelajaran yang lengkap dan memadai membantu terlaksananya proses belajar mengajar di sekolah, diantaranya : 1. Perpustakaan SMA Negeri 1 Tanjung Raja memiliki 1 buah ruang perpustakaan yang luasnya 120 m2. Perpustakaan ini dibangun untuk mendukung peningkatan pengetahuan, wawasan, keterampilan, nilai, dan sikap hidup civitas SMA Negeri 1 Tanjung Raja dalam upaya pengembangan kualitas serta kuantitas sumber daya manusia. Siswa dapat membaca dan meminjam buku di perpustakaan tersebut. Saat ini SMA Negeri 1 Tanjung Raja memiliki 1 orang pustakawan dan dibantu dengan seorang staf tata usaha. Adapun koleksi perpustakaan SMA Negeri 1 Tanjung Raja sebagian besar terdiri atas barang cetakan dengan rincian sebagai berikut : a. Koleksi Buku 1. Karya Umum 2. Filsafat 3. Agama 4. Ilmu-ilmu Sosial 5. Bahasa 6. Ilmu-ilmu Murni 7. Ilmu Terapan (Teknologi) 8. Kesenian/Olahraga 9. Karya Sastra 10. Sejarah dan Geografi 11. Fiksi : 86 Judul 196 Eksemplar : 59 Judul 139 Eksemplar : 261 Judul 879 Eksemplar : 418 Judul 1320 Eksemplar : 151 Judul 368 Eksemplar : 399 Judul 1486 Eksemplar : 496 Judul 1431 Eksemplar : 188 Judul 583 Eksemplar : 194 Judul 678 Eksemplar : 178 Judul 633 Eksemplar : 190 Judul 765 Eksemplar

b. Koleksi Non-buku 1. Kliping 2. Majalah 3. Paper, Laporan 4. Majalah yang dibundel 5. Makalah 6. Skripsi : 6 Judul 267 Eksemplar : 20 Judul 417 Eksemplar : 58 Judul 58 Eksemplar : 3 Judul 25 Eksemplar : 1 Judul 39 Eksemplar : 31 Judul 31 Eksemplar

2. Laboratorium Laboratorium yang dimiliki oleh SMA Negeri 1 Tanjung Raja terdiri dari Laboratorium Biologi, Laboratorium Kimia, Laboratorium Fisika, Laboratorium Bahasa, ditambah dengan Ruang komputer dan Ruang Multimedia. Setiap laboratorium memiliki struktur dan tata tertib penggunaannya sendiri dan memiliki koordinator dan laboran. Setiap laboratorium juga memiliki ruang persiapan dan ruang untuk menyimpan senyawa kimia bagi laboratorium kimia dan ruang menyimpan alat bagi laboratorium fisika. Untuk saat ini laboratorium bahasa sedang rusak dan tidak dipergunakan.

3. Ruangan Bimbingan dan Penyuluhan/Konseling Ruang Bimbingan dan Konseling/Penyuluhan berjumlah satu ruangan yang terletak di sebelah ruang kesenian. Bimbingan dan Konseling/Penyuluhan SMA N 1 Tanjung Raja cukup aktif dan didatangi oleh orang-orang yang berkemampuan baik, di samping guru, juga ada yang khusus berperan sebagai guru Bimbingan dan Penyuluhan dari lulusan bidang yang relevan dengan peran Bimbingan dan Konseling. Keadaan ruangannya sudah baik dan lengkap.

4. Ruang Tata Usaha Ruangan Tata Usaha terdiri atas 1 ruangan, berhadapan dengan ruang wakil kepala sekolah dan berada di samping ruangan kepala sekolah dan bendahara. 10

Ruangan Tata Usaha digunakan untuk melayani administrasi siswa dan guru dan telah difungsikan dengan baik.

5. WC dan Ruang Ganti SMA Negeri 1 Tanjung Raja memiliki 8 Ruangan WC, yang terdiri dari 1 WC untuk kepala sekolah, 3 WC untuk guru dan 5 ruang WC untuk siswa. Fasilitas ini selalu dijaga kebersihannya. Saat ini, di SMA Negeri 1 Tanjung Raja belum memiliki ruang khusus sebagai tempat untuk ganti pakaian pada saat sebelum dan sesudah pelajaran olahraga, sehingga masih menggunakan WC sebagai tempat ruang berganti pakaian.

6. Musholla SMA Negeri 1 Tanjung Raja memiliki 1 musholla, dilengkapi dengan tempat wudhu untuk perempuan dan laki-laki, namun persediaan airnya kurang lancar. Dengan disediakan fasilitas musholla di SMA ini, maka siswa tidak perlu keluar dari sekolah untuk melaksanakan sholat jika waktunya tiba, dan musholla ini selalu digunakan untuk sholat jumat berjamaah secara bergantian perkelas setiap minggunya. Di dalam musholla terdapat beberapa Al-quran dan koleksi bukubuku yang bernafaskan keislaman, mukena dan sajadah. Musholla ini selalu terjaga kebersihannya, baik di dalam ruangannya maupun di sekitar musholla. Musholla ini terletak berdekatan dengan koperasi mahasiswa dan lapangan basket, berhadapan dengan kelas X dan laboratorium fisika.

2.1.5. Penggunaan Sekolah 1. Jumlah sekolah yang menggunakan bangunan itu Sekolah yang menggunakan bangunan SMA N 1 Tanjung Raja hanya ada satu sekolah yaitu SMA N 1 Tanjung Raja. 2. Jumlah Shift tiap hari

11

Jumlah shift di SMA Negeri 1 Tanjung Raja tiap harinya hanya ada satu shift yaitu dari pukul 07.15 sampai pukul 13.45 untuk semua kelas, kelas X, XI, dan XII. Setelah waktu tersebut, bangunan sekolah digunakan untuk kegiatan ekstrakurikuler atau pelajaran tambahan.

2.1.6. Guru dan Siswa SMA Negeri 1 Tanjung Raja memiliki tenaga pengajar yang relevan dengan bidang yang diajarkannya. Guru SMA Negeri 1 Tanjung Raja berjumlah 40 orang tersebar di berbagai bidang studi. Hampir setengah dari guru SMA Negeri 1 Tanjung Raja telah mengikuti sertifikasi guru. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja guru SMA Negeri 1 Tanjung Raja tidak perlu diragukan lagi. Selain guru, SMA Negeri 1 Tanjung Raja memiliki 11 staf administrasi. Siswa yang terdaftar sebagai siswa SMA Negeri 1 Tanjung Raja berjumlah 648 orang yang tersebar di 19 kelas (6 kelas X, 7 kelas XI, dan 7 kelas XII). Daftar nama guru, staf administrasi dan statistik siswa dapat dilihat di lampiran.

2.1.7 Interaksi Sosial 1. Hubungan Antar Guru Sepanjang pengetahuan kami, interaksi antar guru selama menjalani kegiatan PPL di SMA Negeri 1 Tanjung Raja cukup baik dan harmonis. Ini terlihat pada saat mereka bertemu saling bertegur sapa, selain itu setiap hari sebelum masuk sekolah, guru-guru dan siswa-siswa SMA N 1 Tanjung Raja salaman dulu dengan guru-guru lain, terutama guru yang piket pada hari itu di gerbang sekolah, dan perbincangan yang akrab antar guru jika belum waktunya mengajar atau pada jam istirahat.

2. Hubungan Guru dengan Siswa Interaksi antar guru dan siswa cukup baik dan penuh suasana kekeluargaan. Ini terlihat dari perilaku guru-guru terhadap siswa yang menggambarkan 12

hubungan antara orang tua dengan siswanya, dimana guru membimbing siswa dan siswa memperlakukan guru sebagai orang tuanya, ini terlihat dari siswa selalu menghormati guru-guru.

3. Hubungan Antar Siswa Hubungan antar siswa yang satu dengan siswa yang lain terjalin dengan baik dan bersahabat. Hal ini terlihat pada kegiatan OSIS, ekstrakurikuler maupun kegiatan lainnya yang merupakan wadah siswa untuk mengembangkan kreativitasnya. Selain itu, hubungan antara siswa dengan siswa yang juga saling membaur antara siswa kelas X, XI, dan XII.

4. Hubungan Guru dengan Pegawai Hubungan antara guru dengan pegawai terlihat cukup baik. Hal ini dapat ditunjukkan dari berbagai kegiatan keseharian TU yang sangat menunjang proses belajar mengajar terutama dalam urusan administrasi sekolah.

5. Hubungan Sosial Secara Umum Secara umum berdasarkan hasil observasi dan orientasi selama PPL di SMA Negeri 1 Tanjung Raja, hubungan sosial antara semua personil di lingkungan sekolah secara umum terkesan baik, bersahabat dan bersifat kekeluargaan.

13

2.1.8 Tata Tertib 1. Untuk Siswa Pasal 1 Waktu Belajar 1. Sekolah di mulai pukul 07.15 WIB sampai dengan pukul 13.45 WIB, kecuali hari jumat dimulai pukul 07.00 WIB sampai dengan pukul 11.30 WIB. Dalam keadaan tertentu, Kepala Sekolah dapat merubah jadwal jam pelajaran. 2. Siswa yang terlambat hanya diperkenankan masuk setelah mendapat izin dari Kepala Sekolah atau guru piket. 3. Selama KBM berlangsung, siswa tidak diperbolehkan keluar/masuk atau meninggalkan kelas, kecuali mendapat izin adri guru mata pelajaran, Kepala Sekolah atau guru piket. 4. Jika ada keperluan yang sangat mendesak dan siswa terpaksa meninggalkan kelas ketika jam pelajaran berlangsung maka siswa harus melapor kepada guru yang sedang mengajar di kelas atau guru piket. 5. Siswa yang terlambat datang pada jam pelajaran pertama tidak diperbolehkan masuk kelas dan wajib melaporkan kepada PKS dan guru piket. 6. Siswa tidak diperbolehkan berkeliaran di sekolah selama KBM berlangsung. 7. Dalam hal kekosongan kelas akibat tidak ada guru maka ketua kelas wajib melapor kepada guru piket, Wali kelas, guru BP atau Kepala Sekolah.

Pasal 2 Absensi Siswa 1. Jika siswa terpaksa tidak masuk belajar karena suatu hal, maka orang tua wali wajib melapor atau menulis surat permohonan izin kepada Kepala Sekolah. 2. Izin diberikanoleh Kepala Sekolah selama dua hari berturut-turut. Jika siswa memerlukan izin lebih dari dua hari maka orang tua/wali menghadap langsung dan atau mengajukan surat permohonan izin kembali kepada Kepala Sekolah.

14

3. Jika seseorang tidak hadir tanpa keterangan lebih dari dua hari berturut-turut, maka orang tua/wali wajib menulis surat kepada Kepala Sekolah dengan penjelasan yang terinci tentang ketidakhadirannya. 4. Siswa yang tidak hadir tanpa keterangan akan dikenakan sangsi pelanggaran siswa sesuai dengan SK Kepala Sekolah tentang Angka Kredit Pelanggaran Siswa. 5. Jika absensi siswa lebih dari 10% jumlah hari yang ditetapkan dalam semester tanpa ada pemberitahuan dari orang tua/wali maka siswa tersebut tidak diperkenankan mengikuti uian semester atau tidak naik kelas.

Pasal 3 Perlengakapan Belajar 1. Siswa wajib mempunyai perlengkapan belajar sendiri. 2. Siswa dilarang keras membawa senjata tajam, senjata api, obat-obatan terlarang, rokok atau benda-benda lainnya yang tidak ada hubungannya dengan kegiatan belajar. 3. Siswa tidak diperbolehkan memakai perhiasan dan atau membawa handphone, pager, walkman, dan sejenisnya serta uang yang berlebihan di sekolah.

Pasal 4 Sikap dan Perilaku Siswa 1. Siswa wajib bersikap sama terhadap semua mata pelajaran yang diberikan guru di kelasnya dan sadar bahwa masing-masing mata pelaajran mempunyai kedudukan yang sama pentingnya. 2. Siswa wajib mengikuti KBM di sekolah, Intrakurikuler, Ekstrakurikuler, kegiatan Kokurikuler sesuai dengan minat, bakat dan kemampuan masingmasing. 3. Siswa wajib bersikap sopan terhadap Kepala Sekolah, guru, pegawai TU dan sesama siswa. 15

4. Siswa wajib menjaga nama baik sekolah dimanapun berada. 5. Siswa dilarang berkelahi dengan siapapun baik di dalam maupun di luar sekolah. 6. Sekolah dilarang merusak atau mencuri sarana dan prasarana milik sekolah di dalam maupun diluar jam sekolah. 7. Siswa dilarang merokok, tawuran, mabuk dan menggunakan obat-obatan terlarang di dalam maupun di luar sekolah. 8. Siswa yang terbukti mabuk atau teler di sekolah akan dikeluarkan dari sekolah. 9. Siswa dilarang membuang sampah, meludah disembarang tempat. 10. Siswa dilarang melompat pagar sekolah, siswa yang keluar pagar sekolah harus minta izin guru piket. 11. Siswa yang sengaja melakukan penganiayaan terhadap guru, staf tata usaha, maupun teman sekolah akan dikeluarkan dari sekolah dengan tidak hormat. 12. Siswa dilarang melakukan pertemuan-pertemuan di lingkungan sekolah tanpa izin dari pihak sekolah. 13. Pada saat olahraga atau senam pagi siswa wajib mengenakan kaos seragam sekolah yang telah ditentukan. 14. Siswa dilarang membaca novel/majalah/surat kabar dan lain-lain pada saat guru sedang mengajar. 15. Siswa dilarang mengendarai sepeda motor/mobil ke sekolah tanpa mempunyai SIM. 16. Siswa dilarang berbohong kepada guru/ pegawai dan orang tua. 17. Siswa dilarang meminjamkan kendaraan (motor/mobil) kepada siswa lain.

Pasal 5 Pakaian Sekolah dan Penampilan 1. Bagi siswa putra, pakaian seragam dan penampilan diatur sebagai berikut :

16

a. Kemeja (bukan bahan kaos) berwarna putih, lengan pendek dan selalu dimasukkan kedalam celana, lengkap dengan atribut, dada tidak terbuka dan selalu memakai kaos dalam (singlet). b. Celana panjang abu-abu, tidak terlalu ketat dan tidak terlalu lebar/longgar (bukan bahan jeans), lebar bawah 20 cm, berkantung samping dan berikat pinggang. c. Sepatu berwarna hitam polos dan berkaos kaki putih. d. Rambut tidak boleh di cat, harus pendek dan cepak serta rapi, tidak menyentuh kerah baju belakang, dengan tidak menyentuh alis mata, tidak berjebet, tidak bergodek, tidak berjenggot dan tidak berkumis. e. Semua siswa harus tampil berpakaian bersih dan rapi. f. Tidak diperbolehkan memakai: Make up, perhiasan, accessories (kalung, gelang tangan atau kaki, anting) dan tidak berkuku panjang. g. Pada waktu KBM berlangsung siswa tidak boleh berpakaian baju kaos olahraga. h. Pada waktu upacara siswa diharuskan memakai topi abu-abu yang berlogo Tut Wuri Handayani dan tidak dicoret-coret. i. Pada hari jumat diharuskan memakai peci, baju koko putih, celana abuabu, sepatu hitam. j. Pada hari sabtu diharuskan memakai seragam pramuka lengkap dengan atributnya. 2. Bagi siswa putri, pakaian seragam dan penampilan diatur sebagai berikut : a. Blus berwarna putih polos (bukan bahan kaos), lengan pendek, selalu dimasukkan kedalam rok serta lengkap dengan atribut, dan dada tidak terbuka. b. Rok berwarna abu-abu, ukuran sedang, lutut tertutup, bukan bahan jeans dan berikat pinggang hitam. c. Sepatu hitam, tidak bertumit serta berkaos kaki putih. d. Rambut rapi, tidak bersasak, tidak dicat. 17

e. Semua siswa harus selalu berpenampilan bersih dan rapi f. Tidak diperbolehkan memakai : Make up, perhiasan, accessories (kalung, gelang tangan atau kaki, anting) dan tidak berkuku panjang. g. Pada hari jumat diharuskan memakai pakaian jilbab sekolah (kemeja putih tangan panjang, jilbab putih, dan rok abu-abu panjang). h. Pada hari sabtu diharuskan memakai seragam pramuka lengkap dengan atributnya. i. Sangat dianjurkan dari hari senin sampai jumat memakai pakaian jilbab seperti pada point g.

Pasal 6 Administrasi Sekolah 1. Siswa wajib melunasi BP3 dan keuangan lainnya paling lambat tanggal 10 setiap bulan. 2. Siswa yang tidak mampu membayar BP3, OSIS, dapat mengajukan permohonan pembebasan melalui Kepala Sekolah, Ketua BP3, SMA Negeri 1 Tanjung Raja dilengkapi surat keterangan tidak mampu dari Kades/Lurah setempat dan diketahui Camat. 3. Selama pendidikan tidak boleh menikah atau hamil. 4. Bagi siswa yang meminjam buku perpustakaan sekolah wajib dikembalikan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Jika ternyata hilang wajib mengganti.

Pasal 7 Kegiatan Sekolah Setiap siswa wajib: 1. Mengikuti upacara setiap hari senin dan hari-hari besar nasional yang ditetapkan. 2. Mengikuti senam pagi setiap hari jumat. 18

3. Melaksanakan piket kelas sesuai jadwal. 4. Melaksanakan piket PKS sesuai jadwal. 5. Melaksanakan piket 7K sesuai jadwal. 6. Serta kegiatan-kegiatan lain yang bersifat insidentil. 7. Melaksanakan kegiatan yang telah ditetapkan oleh sekolah dengan penuh tanggung jawab.

Pasal 8 Sanksi Pelanggaran 1. Pelanggaran terhadap tata tertib sekolah akan dikenakan sanksi sesuai dengan SK Kepala Sekolah tentang Angka Kredit Pelanggaran Siswa. 2. Siswa yang dikemudian hari ternyata tidak mampu menaati tata tertib sekolah akan dikembalikan kepada orang tua. 3. Dalam hal tertentu sekolah dapat memberikan sanksi khusus yang melakukan pelanggaran tata tertib sekolah. 4. Bagi siswa yang melanggar tata tertib sekolah tidak diizinkan untuk mengikuti KBM di kelas dan dipulangkan sampai yang bersangkutan memenuhi tata tertib sekolah. 5. Hal-hal yang belum diatur dalam tata tertib ini akan ditetapkan hari sesuai dengan peraturan yang berlaku dalam lingkungan Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia.

Peraturan Tambahan 1. Surat-surat yang masuk ke sekolah sewaktu-waktu dapat diperiksa oleh Kepala Sekolah atau petugas yang ditunjuk. 2. Siswa yang tidak hadir selama 7 hari berturut-turut tanpa keterangan dianggap mengundurkan diri. 3. Siswa yang tidak hadir/alpa sebanyak 15 hari akan dikembalikan kepada orang tua/wali. 19

4. Siswa yang melakukan pelanggaran tata tertib sekolah dan menimbulkan kerugian material maka akan mendapatkan sanksi, berupa: a. Mengganti Kerugian. b. Dikeluarkan dari Sekolah. c. Diserahkan kepada pihak yang berwajib (polisi). 5. Siswa yang terlibat tindak kriminal diserahkan kepada pihak yang berwajib. 6. Siswa yang terbukti oleh pihak kepolisian mengkonsumsi atau mengedarkan NARKOBA/NASAL akan dikeluarkan dari sekolah dengan tidak hormat.

2. Untuk Guru dan Pegawai a. Setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila, UUD 1945, Negara dan Pemerintah. b. Memperhatikan dan melaksanakan segala ketentuan sekolah baik yang langsung menyangkut tugas kedinasan maupun yang berlaku secar umum. c. Melaksanakan tugas kedinasan sebaik-baiknya. d. Bekerja dengan jujur, tertib, cermat, dan bersemangat untuk kepentingan sekolah, negara dan pemerintah. e. Memelihara dan meningkatkan keutuhan, kekompakan, persatuan dan kesatuan antar guru dan pegawai. f. Segera melaporkan ke atasannya, apabila mengetahui hal-hal yang dapat membahayakan atau merugikan sekolah, negara dan pemerintah terutama di bidang pendidikan, moralitas, keamanan dan material. g. Mentaati ketentuan kehadiran dan jam kerja. h. Guru dan pegawai hadir di tempat tugas 15 menit sebelum jam masuk/jam kerja dimulai. i. Bagi guru masuk pukul 07.15 pulang pukul 13.30 WIB. j. Bagi pegawai masuk pukul 07.30 pulang pukul 14.00 WIB. k. Bagi yang melaksanakan kedua ketentuan diatas, guru dan pegawai wajib memaraf pada daftar hadir. 20

l. Menciptakan dan memelihara suasana tugas mengajar dan kerja yang baik. m. Menggunakan dan memelihara sarana dan prasarana milik sekolah dengan sebaik-baiknya. n. Memberikan pelayanan dengan sebaik-baiknya kepada siswa, orang tua murid dan masyarakat menurut bidang tugasnya masing-masing. o. Wajib mengikuti upacara bendera setiap hari senin dan hari-hari besar nasional. p. Wajib mengikuti senam kesegaran jasmani setiap hari Jumat pukul 07.15 WIB. Apabila guru dan pegawai mendapat tugas pelatihan, seminar dan lainlain harus mendapat izin terlebih dahulu dari kepala sekolah.

Larangan - larangan 1. Guru dan Pegawai dilarang keras membawa dan menyimpan segala senjata tajam ditempat tugas (waktu jam dinas). 2. Guru dan pegawai dilarang keras meminum-minuman keras dan sejenisnya 3. Guru dan pegawai dilarang keras menggunakan, menadah, dan menjual obatobatan terlarang dan sejenisnya. 4. Guru dan pegawai tidak melakukan segala bentuk perjudian, hiburan di diskotik. 2.1.9 Buku Induk Buku induk adalah kumpulan biodata dari masing-masing siswa yang ada di SMA Negeri 1 Tanjung Raja, mulai dari kelas X sampai dengan kelas XII. Dengan tujuan agar dapat membantu pihak sekolah untuk memanggil siswa yang ada permasalahan di sekolah. Buku induk siswa berisikan: a. Nomor induk b. Tahun Pelajaran c. Keterangan pribadi d. Keterangan tempat tinggal e. Keterangan kesehatan 21

f. Keterangan pendidikan sebelumnya g. Keterangan orang tua kandung dan keterangan wali h. Kegemaran i. Keterangan perkembangan siswa j. Data nilai yang diperoleh di sekolah ini

2.1.10 Visi, Misi, dan Tujuan Sekolah A. Visi Sekolah: Bermutu bidang Akademik, Kreatif dalam Karya dan Berakhlak Mulia B. Misi Sekolah: 1. Melaksanaan pembelajaran yang efektif. 2. Melaksanakan evaluasi belajar yang berkesinambungan dalam bentuk rapor bulanan. 3. Melengkapi sarana pembelajaran. 4. Mendorong siswa untuk meningkatkan motivasi dan prestasi olahraga melalui pembinaan ektrakurikuler. 5. Peningkatan prestasi olahraga yang meliputi: bola voli, basket, dan sepak bola dibina melalui klub. 6. Peningkatan prestasi kesenian melalui sanggar seni. 7. Menumbuhkan penghayatan ajaran agama yang dianut.

C. Tujuan Sekolah: Adapun tujuan SMA Negeri 1 Tanjung Raja adalah : 1. Siswa lulus 100% setiap tahun pelajaran. 2. Siswa yang diterima SPMB meningkat 10% setiap tahun pelajaran. 3. Sekolah sudah dipagar keliling dan memiliki pintu gerbang utama yang baik. 4. RKB berjumlah sama dengan atau lebih dari jumlah rombongan belajar. 5. Sekolah memiliki Ruang Kepala Sekolah, Ruang Wakil, Ruang TU dan Ruang Guru yang terpisah satu sama lain. 22

6. Sekolah memiliki laboratorium Kimia, Biologi dan Bahasa beserta meubelairnya yang dapat digunakan dengan optimal oleh guru dan siswa. 7. Sekolah memiliki Ruang Multimedia/komputer, dengan fasilitas ruangan dan alat yang mendukung dan dapat digunakan secara optimal oleh guru dan siswa. 8. Sekolah memiliki Ruang Baca atau Perpustakaan beserta meubelairnya. 9. Buku-buku pelajaran sudah terpenuhi dengan baik, baik berupa buku paket maupun buku penunjangnya. 10. Guru mengajar dengan menggunakan media pembelajaran berbasis teknologi, antara lain berupa: Laptop, LCD, CD pembelajaran, dan sebagainya. 11. Sekolah memiliki Lapangan Basket, Voli dan Atletik yang baik dan memenuhi standar nasional Olah Raga sehingga dapat digunakan dengan optimal. 12. Sekolah memiliki ruangan khusus untuk : Bimbingan dan Konseling (BK), Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), OSIS, dan ekstrakurikuler lainnya. 13. Sekolah memiliki Musholla yang bersih dan nyaman. 14. Sekolah memiliki kantin yang cukup representatif dan higienis. 15. Sekolah memiliki TIM Olahraga yang solid dan handal. 16. Sekolah memiliki TIM Kesenian yang siap tampil dalam acara tingkat Kabupaten dan Propinsi. 17. Sekolah memiliki TIM handal dari setiap ekstrakurikuler. 18. Jumlah toilet sesuai dengan kebutuhan siswa. 19. Peserta didik mampu membaca dan menulis Al Quran. 20. Peserta didik adalah anak didik yang santun dan berbudaya. 21. Peserta didik memiliki budaya gemar membaca. 22. Peserta didik mampu menggunakan Bahasa Inggris secara pasif dan/atau aktif. Peserta didik mampu menguasai teknologi 2.1.11 Kegiatan Intra dan Ekstrakurikuler Kegiatan ekstrakurikuler di SMA Negeri 1 Tanjung Raja dilaksanakan diluar jam pelajaran sekolah. Waktu pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler ini disesuaikan 23

dengan kesepakatan guru dan siswa. Berikut ini stuktur kepengurusan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan kegiatan Ekstrakurikuler di SMA Negeri 1 Tanjung Raja.

Struktur Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMA Negeri 1 Tanjung Raja Periode 2013 2014 Pembina Utama Wakil Pembina Utama I : Drs. Thohir Hamidi, M.Si. : Apik Budiono, S.Pd.

Wakil Pembina Utama II : Drs. Mukhrodi Wakil Pembina Utama III : Drs. Suranto Wakil Pembina Utama IV : Karna S.Pd. Koordinator Pembina Osis : Dra. Tohol Simamora Ketua OSIS Wakil ketua Osis Sekretaris Bendahara Wakil bendahara I Wakil bendahara II : Aan Irawan : M. Ariansyah : Widya Rahmaliyah : Untsa Sholihah : Rahmi Aulia : Della Meisis Caturini : Putri Amalia : Norma Yunita : Bunga Indah Sari : Fahrul Rozi Maulana : Anneshea Jannah Putri Dwifa : Regita Cahyani : Ibrahim Addasyuki : Rizki Al-fajri

Ketua bidang budi pekerti luhur Ketua bidang kepribadian unggul Ketua bidang akademik (seni) Ketua bidang kepribadian Ketua bidang wirausahawan Ketua bidang kesehatan gizi Ketua bidang jasmani dan olahraga Ketua bidang publikasi sekolah

Ketua bidang teknologi dan komunikasi :Dedi San 24

2.1.12 Kesan Umum Selama praktikan melaksanakan P4 di SMA Negeri 1 Tanjung Raja, praktikan merasa senang karena pihak sekolah dapat bekerja sama dengan baik, dan membantu praktikan jika mereka menghadapi kesulitan. Di sisi lain praktikan juga bahagia dan bersyukur kepada Tuhan yang Maha Esa telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga praktikan dapat menyelesaikan P4. Selain itu juga praktikan bisa mendapatkan pengalaman dan pembelajaran yang paling berharga karena dapat terjun ke lapangan secara langsung, dan memelihat realita yang sebenarnya karena selama ini praktikan hanya mendapatkan teori saja di bangku kuliah.

2.2 PELATIHAN KETERAMPILAN MENGAJAR DAN TUGAS KEGURUAN LAINNYA SECARA TERBIMBING 2.2.1 Pelatihan Keterampilan Mengajar secara Terbimbing Kegiatan praktik mengajar terbimbing diadakan setelah kegiatan observasi. Kegiatan ini dilaksanakan oleh mahasiswa P4 selama tiga minggu yang bertujuan membimbing mahasiswa P4 agar lebih siap dalam mengajar dan tepat dalam memberikan bahan ajar dan mengatur waktu dalam proses pembelajaran. Dalam praktik mengajar terbimbing ini mahasiswa dibimbing dalam membuat program tahunan, perhitungan alaokasi waktu, program semester, silabus, dan rencana pembelajaran. Setelah melakukan praktik mengajar, mahasiswa mencatat kekurangan dan kelebihannya dalam mengajar yang prosesnya diamati oleh guru pamong agar saat proses berikutnya menjadi lebih baik. Dalam tugas-tugas keguruan lainnya guru pamong juga memberikan bimbingan, misalnya: dalam memberikan tugas kokurikuler kepada mahasiswa maupun tentang pelaksanaan ulangan harian dan sistem penilaiannya. Pada kegiatan pelatihan keterampilan mengajar secara terbimbing ini guru pamong memberikan peranan yang sangat besar dalam rangka kegiatan pembelajaran di sekolah. Kegiatan mengajar terbimbing meliputi:

25

1. Membimbing mahasiswa dalam pelaksanaan P4; membantu merencanakan kegiatan belajar mengajar yang berhubungan dengan: a. Cara membuat alokasi dalam semester, program tahunan, dan program semester. b. Cara membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan perangkat materi lainnya. c. Mengatur waktu yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran. d. Evaluasi yang meliputi alokasi waktu ulangan, bentuk soal ulangan, dan alat evaluasi. e. Guru pamong mengevaluasi kegiatan mahasiswa dalam latihan mengajar berdasarkan pola dan sistem intruksional yang ditetapkan berdasarkan silabus. f. Guru pamong mencatat kemajuan mahasiswa dalam mengajar dan menilai keterampilan mahasiswa serta memberikan laporan kepada sekolah tentang aktivitas mahasiswa untuk diteruskan kepada UP4 FKIP Unsri. g. Memberikan umpan balik dalam pengkajian teori pengalaman lapangan. 2. Membimbing mahasiswa dalam pembuatan alat peraga atau media yang akan digunakan pada saat mengajar. 3. Membimbing mahasiswa dalam membuat analisis butir soal yang sesuai dengan kaidah penulisan soal dan cara menentukan skor nilai berdasarkan tingkat kesukaran, daya pembeda, validitas dan realibilitas soal.

2.2.2 Pelatihan Tugas Keguruan Lainnya secara Terbimbing Dalam pelaksanaan pelatihan tugas keguruan secara terbimbing di SMA Negeri 1 Tanjung Raja, meliputi: a. Pelaksanaan piket di sekolah

26

Dalam pelaksanaan tugas piket di sekolah, mahasiswa P4 dibimbing oleh guru piket yang diserahi tugas untuk urusan piket sekolah, kegiatannya meliputi: Membantu guru piket mencatat dan memberikan sanksi kepada siswasiswi yang terlambat. Sanksinya siswa diminta untuk membersihkan bagian-bagian sekolah yang belum terlihat bersih, setelah selesai barulah siswa diperbolehkan masuk ke dalam kelas. Mencatat atau merekapitulasi daftar hadir siswa dan guru ke dalam buku induk daftar hadir sekolah. Mengecek ke tiap kelas apakah ada guru yang atau tidak. Bila tidak guru piket memberikan tugas, baik tugas yang dititipkan oleh guru yang bersangkutan atau kebijakan dari guru piket untuk memberikan tugas. Mencatat wali siswa/tamu yang akan berurusan dengan sekolah. Membantu guru piket membuat surat izin bagi pegawai, guru, dan siswa untuk keluar dan masuk sekolah pada jam belajar. Membuat laporan harian piket

2.3 PELATIHAN KETERAMPILAN MENGAJAR DAN TUGAS KEGURUAN LAINNYA SECARA MANDIRI 2.3.1 Pelatihan Keterampilan Mengajar secara Mandiri Setelah praktik mengajar di kelas dilakukan dengan diawasi oleh guru pamong secara terbimbing. Mahasiswa kemudian melanjutkan praktik mengajarnya secara mandiri walaupun tetap diawasi oleh guru pamong untuk melihat bagaimana perkembangan mengajar mahasiswa. Selain mengajar, praktikan juga melakukan komunikasi dan sosialisasi dengan para siswa agar tercipta suasana keakraban yang memacu semangat belajar siswa di dalam kelas. Praktik mengajar mandiri dilaksanakan selama tiga minggu setelah tahap praktik mengajar terbimbing. Tahap ini walaupun diberi nama mengajar mandiri,

27

mahasiswa tetap melakukan konsultasi dengan guru pamong untuk meningkatkan kualitas mengajarnya. Sebagai tugas secara mandiri mahasiswa P4 untuk menyusun perangkat pembelajaran. Dalam pelatihan keterampilan mengajar secara mandiri di SMA Negeri 1 Tanjung Raja, guru pamong sebagai pengawas yang menilai perkembangan mahasiswa P4 dalam menjalankan tugasnya di sekolah. Kegiatan mengajar mandiri meliputi: a. Mahasiswa P4 mencoba membuat perangkat pembelajaran sendiri sesuai dengan bidang studi yang akan diajarkan. Meliputi mengisi Format, Alokasi Waktu dalam Semester, Program Tahunan dan Program Semester. b. Mahasiswa P4 membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) secara mandiri. c. Mempersiapkan media atau alat peraga yang akan digunakan saat pembelajaran. d. Mengevaluasi kegiatan belajar siswa. e. Mempelajari karakter dan mengingat nama-nama siswa di kelas. f. Melakukan konsultasi dengan guru pamong sebelum dan sesudah praktik mengajar. g. Memperhatikan siswa berprestasi dan siswa yang mempunyai masalah dalam belajar serta memperhatikan fisik dan interaksi sosial siswa. h. Melaporkan hambatan-hambatan yang dihadapi pada saat pembelajaran dan berkonsultasi dengan guru pamong bagaimana cara mengatasinya. 2.3.2 Pelatihan Tugas Keguruan Lainnya secara Mandiri Dalam pelaksanaan pelatihan tugas kguruan secara terbimbing di SMA Negeri 1 Tanjung Raja, meliputi : a. Pelaksanaan piket di sekolah Dalam pelaksanaan tugas piket di sekolah, mahasiswa P4 secara mandiri diserahi tugas untuk urusan piket gerbang sekolah, kegiatannya meliputi:

28

Membantu guru piket mencatat dan memberikan sanksi kepada siswasiswi yang terlambat. Sanksinya siswa diminta untuk membersihkan bagian-bagian sekolah yang belum terlihat bersih, setelah selesai barulah siswa diperbolehkan masuk ke dalam kelas.

Mencatat atau merekapitulasi daftar hadir siswa dan guru ke dalam buku induk daftar hadir sekolah. Mengecek ke tiap kelas apakah ada guru yang atau tidak. Bila tidak guru piket memberikan tugas, baik tugas yang dititpkan oleh guru yang bersangkutan atau kebijakan dari guru piket untuk memberikan tugas.

Mencatat wali siswa/tamu yang akan berurusan dengan sekolah. Membantu guru piket membuat surat izin bagi pegawai, guru, dan siswa untuk keluar dan masuk sekolah pada jam belajar. Membuat laporan harian piket

2.4 UJIAN PRAKTIK MENGAJAR Ujian praktik mengajar dilaksanakan setelah mahasiswa P4 selesai melaksanakan pelatihan mengajar terbimbing dan mandiri. Waktu ujian disepakati oleh mahasiswa yang bersangkutan dan guru pamong. Selain ujian, mahasiswa P4 harus sudah menyiapkan rencana pembelajaran yang dilakukan dan juga media pembelajaran yang akan digunakan seperti LKS, charta, gambar-gambar, dll. Ujian praktik mengajar ini hanya dilaksanakan satu kali.

29

BAB III REFLEKSI PENGALAMAN MELAKSANAKAN P4 PARAMITA DEWI NIM. 06101010025 3.1 Refleksi tentang Pelaksanaan Pengenalan Lapangan Kegiatan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) atau Pengembanagan dan Pengemasan Perangkat Pembelajaran (P4) merupakan suatu latihan mengajar maupun latihan mengerjakan tugas-tugas kependidikan di luar mengajar bagi mahasiswamahasiswa calon guru yang dilakukan secara terbimbing dan terpadu untuk memenuhi persayaratan pembentukan pendidik yang baik sebelum terjun ke lapangan kerja secara langsung. Kegiatan ini dilaksanakan setelah seluruh mahasiswa diberikan pembekalan terlebih dahulu. Pembekalan tersebut meliputi pemberian mata kualiah Peer Teaching dan Micro Teaching. Kegiatan PPL di SMA Negeri 1 Tanjung Raja dimulai sejak tanggal 21 Oktober 2013 sampai dengan 12 Desember 2013. Mahasiswa yang ditempatkan di SMA Negeri 1 Tanjung Raja terdiri dari delapan Program Studi yang berjumlah 25 orang terdiri dari; 3 orang dari Program Studi BK, 2 orang dari Pendidikan PKn, 3 orang dari Pendidikan Kimia, 3 orang dari Pendidikan Matematika, 4 orang dari Pendidikan Fisika, 4 orang dari Pendidikan Sejarah, 3 orang dari Pendidikan B. Indonesia, dan 3 orang dari Pendidikan Biologi. Pada hari Sabtu tanggal 21 Oktober 2013, ke-25 mahasiswa yang akan melaksanakan kegiatan PPL datang ke SMA Negeri 1 Tanjung Raja dengan diantar oleh Dosen Pembimbing untuk di serahkan kepada pihak sekolah. Pada hari senin, 21 Oktober 2013, kegiatan awal sesuai dengan jadwal yang ditentukan oleh pihak UPPSB, minggu pertama merupakan masa observasi. Observasi kami lakukan sampai dengan tanggal 26 Oktober 2013. Dalam pelaksanaan observasi lingkungan sekolah, saya dan kedua puluh empat mahasiswa yang melaksanakan PPL di SMA Negeri 1 Tanjung Raja melakukan observasi sekolah dengan sistem pembagian tugas. Observasi ini dilaksanakan dalam jangka 1 minggu. Informasi tentang fasilitas di SMA Negeri 1 Tanjung Raja 30

diperoleh dari wakil kepala sekolah yaitu wakil kesiswaan, wakil kurikulum, wakil humas, wakil sarana dan prasarana, guru, staf TU, siswa dan juga melalui pengamatan secara langsung. Setelah melakukan observasi, hasil dari pengamatan di lapangan dilaporkan dalam bentuk laporan gabungan dari hasil observasi mahasiswa PPL lainnya untuk kemudian diberikan kepada dosen pembimbing. Adapun kegiatan yang dilakukan pada masa observasi tersebut adalah melakukan pengamatan mengenai: 1. Keadaan fisik sekolah 2. Keadaan lingkungan sekolah 3. Fasilitas sekolah 4. Penggunaan sekolah 5. Guru dan siswa 6. Interaksi sosial 7. Tata tertib 8. Administrasi sekolah. Dalam pelaksanaan observasi banyak hal yang saya peroleh, mulai dari pengenalan situasi dan kondisi sekolah sampai pengenalan terhadap karakteristik masyarakat sekolah seperti guru, staf TU, pengurus perpustakaan, dan siswa. Dengan modal ini saya dapat melaksanakan aktivitas PPL tanpa merasa asing di sekolah SMA Negeri 1 Tanjung Raja.

3.2 Refleksi tentang Pelatihan Keterampilan Mengajar dan Tugas Keguruan Lainnya Secara Terbimbing Pelaksanaan kegiatan pelatihan keterampilan mengajar secara terbimbing ini meliputi penilaian langsung kepada mahasiswa PPL pada saat melaksanakan praktik mengajar. Pelaksanaan pelatihan keterampilan mengajar dan tugas-tugas keguruan lainnya secara terbimbing dimulai pada tanggal 25 Oktober 2013 sampai dengan tanggal 1 November 2013 pelaksanaan pelatihan keterampilan mengajar secara terbimbing dimulai dengan pembagian jadwal mengajar oleh guru pamong, Bapak 31

Apik Budiono, S.Pd. Pada kegiatan terbimbing ini berlangsung untuk 5 jam pembelajaran yang diajarkan dua kelas dalam seminggu, yaitu kelas X IPA 2 dan XI IPA 3. Pada pelaksanaan keterampilan mengajar secara terbimbing ini, guru pamong mengawasi langsung selama saya mengajar. Pada menit-menit pertama setelah membuka pelajaran, saya mengabsen siswa untuk mengecek kehadiran siswa sekaligus untuk mengenal siswa. Setelah mengabsen siswa, saya kemudian memulai proses pembelajaran dengan menerapkan berbagai keterampilan dasar mengajar yang sesuai dengan materi. Setelah jam pelajaran usai guru pamong memberikan koreksi terhadap kegiatan mengajar yang telah dilakukan. Berbagai tanggapan dan masukan yang diberikan oleh guru pamong merupakan hal yang sangat berharga bagi saya dan merupakan modal untuk memperbaiki pada pengajaran selanjutnya di kelas, walaupun dengan materi yang berbeda. Pelaksanaan kegiatan pelatihan tugas keguruan lainnya secara terbimbing meliputi tugas-tugas untuk guru piket, bimbingan belajar, serta pembinaan kegiatan ekstrakurikuler. Dalam pelaksanaan tugas piket, mahasiswa PPL dibimbing oleh guru piket tentang apa saja yang harus dilakukan selama menjalankan tugas piket di sekolah. Dalam pelaksanaan bimbingan belajar, mahasiswa PPL dibimbing oleh guru Sementara dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler, mahasiswa memperhatikan bagaimana cara guru koordinator melaksanakan tugasnya dalam kegiatan tersebut. Pelatihan tugas keguruan ini dilakukan dengan tujuan agar mahasiswa PPL memiliki modal awal sebelum memasuki tahap mandiri, terlebih sebagai bekal bagi mahasiswa saat telah menjadi guru kelak. Selama pelaksanaan pelatihan keterampilan mengajar dan tugas keguruan lainnya secara terbimbing, saya mendapat pemahaman mengenai cara bersosialisasi yang baik dengan siswa agar terbina hubungan yang baik antara guru dan siswa seperti memberikan penguatan, menumbuhkan kepercayaan siswa dan melakukan bimbingan kepada siswa di luar jam pelajaran.

32

3.3 Refleksi tentang Pelatihan Keterampilan Mengajar dan Tugas Keguruan Lainnya Secara Mandiri Praktik pelatihan pelaksanaan kegiatan pelatihan keterampilan mengajar dan tugas keguruan lainnya secara mandiri dilakukan kurang lebih selama 5 minggu. Pada kegiatan ini, saya tidak lagi didampingi oleh guru pamong pada saat proses belajar mengajar berlangsung. Dalam teknis pelaksanaannya, saya diberi hak oleh guru pamong untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran serta menyusun rencana pembelajaran dan media pembelajaran secara mandiri, namun masih tetap dipantau oleh guru pamong sebagai penilai untuk mahasiswa PPL sesuai syarat pelaksanaan kegiatan PPL FKIP Unsri. Saya mengakui, bahwa yang menjadi kendala utama dalam mengajar adalah dalam hal pengelolaan kelas. Para siswa terkadang ribut dan sulit untuk diatur pada saat proses belajar mengajar berlangsung. Oleh karena itu, saya berusaha untuk menyampaikan materi dengan semenarik mungkin sehingga para siswa dapat lebih memperhatikan materi pembelajaran yang pada akhirnya dapat menciptakan situasi kelas yang baik untuk belajar. Selain dengan menyampaikan materi dengan semenarik mungkin, saya juga melakukan kontrol terhadap siswa yang ribut dengan cara memintanya mengulangi kembali penjelasan yang telah saya berikan. Dengan cara itu, siswa yang bersangkutan akan menjadi berhenti membuat keributan dan lebih memperhatikan penjelasan saya. Selama mengajar di SMA Negeri 1 Tanjung Raja, saya diberi kesempatan untuk mengajar hanya pada kelas X IPA 2 dan XI IPA 3. Dari pengamatan yang saya lakukan, tiap-tiap siswa memiliki karakteristik tersendiri. Ada siswa yang aktif selama proses belajar mengajar berlangsung, ada yang cenderung diam selama proses belajar mengajar tetapi hasil evaluasinya selalu memuaskan, dan ada pula yang cenderung tidak memperhatikan saat proses belajar mengajar sedang berlangsung. Di lain waktu saya sering berdiskusi dengan rekan PPL mengenai cara-cara mereka dalam menghadapi karakteristik siswa yang beragam sehingga pada akhirnya saya mampu menemukan cara tersendiri untuk menghadapi siswa di kelas saya. Untuk 33

meningkatkan

kemampuan

saya

dalam

mengatasi

masalah

dalam

proses

pembelajaran atau dalam hal kependidikan, maka saya juga melakukan konsultasi dengan guru pamong untuk meminimalkan kesalahan pada waktu mengajar.

3.4 Refleksi tentang Pelaksanaan Ujian Praktik Mengajar Setelah mengikuti pelatihan mengajar secara terbimbing dan mandiri, keterampilan mengajar mahasiswa diuji dalam ujian praktik mengajar yang diselenggarakan selama dua kali pertemuan.dalam uji praktik mengajar ini, guru pamong bertindak sebagai penguji. Ujian praktik mengajar dilakasanakan pada tanggal 29 November 2013. Adapun yang menjadi penguji adalah guru pamong mahasiswa PPL untuk mata pelajaran kimia yaitu Bapak Apik Budiono, S.Pd. Kelas yang diguanakan adalah kelas X IPA 2. Ujian dilaksanakan selama 2 45 menit atau 2 jam pelajaran. Adapun teknis pelaksanaan ujian yaitu guru pamong duduk di bagian belakang kelas dan menilai saya sebagai guru mata pelajaran Kimia yang sedang melaksanakan proses pembelajaran. Setelah menyelesaikan berbagai rangkaian kegiatan selama PPL, praktikan juga membuat sebuah laporan mengenai segala hal yang praktikan lakukan selama kegiatan PPL berlangsung.

34

BAB III REFLEKSI PENGALAMAN MELAKSANAKAN PROGRAM PENGALAMAN LAPANGAN Gustina Nuzula NIM .06101010036 3.1 Refleksi tentang Pelaksanaan Pengenalan Lapangan Sebelum mengikuti program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di sekolah, mahasiswa/ praktikan mendaftarkan diri sebagai calon peserta PPL dengan mengikuti prosedur yang berlaku. Salah satunya mengikuti kegiatan pelatihan keterampilan dasar mengajar. Kegiatan ini terbagi menjadi dua bagian yaitu Peer teaching dan Micro teaching. Pada kegiatan Peer teaching (mengajar sebaya), praktikan PPL dilatih untuk mempu melaksanakan kegiatan belajar-mengajar di kelas dengan mahasiswa praktikan lain sebagai siswanya yang mencakup berbagai keterampilan dasar mengajar. Setiap kegiatan peer teaching berlangsung, praktikan yang mendapat giliran mengajar harus menyerahkan lembar RPP (Rencana Pelaksanaan

Pembelajaran) beserta Lembar Kerja Siswa (jika ada) kapada dosen pengasuh untuk dikoreksi yang juga sebagai penilaian kegiatan Peer teaching. Pada saat Peer teaching mahasiswa praktikan PPL dari Program Studi Pendidikan Kimia dibimbing oleh satu orang dosen pengasuh yaitu Dr. Hartono, M.A.. Ada 8 jenis keterampilan mengajar yang akan dinilai padapelaksaan kegiatan peer teachingini berlangsung, yaitu : 1. Keterampilan membuka dan menutup pembelajaran 2. Keterampilan bertanya 3. Keterampilan memberi penguatan 4. Keterampilan mengadakan variasi 5. Keterampilan menjelaskan 6. Keterampilan mengelola diskusi kelompok kecil 35

7. Keterampilan mengelola kelas dan disiplin 8. Keterampilan mengajar perorangan

Setiap mahsiswa mendapatkan paling sedikit 2 kali kesempatan untuk menampilkan performancenya dalam mengajar. Keterampilan 1 sampai 4 dinilai pada saat penampilan pertama, sedangkan keterampilan 5 sampai 8 dinilai pada saat penampilan yang kedua. Pada saat setiap penampilan, praktikan diberi waktu 30 menit dengan keterampilan dasar mengajar yang ditetapkan. Setelah semua mahasiswa tampil membawakan 4 komponen keterampilan, maka dosen pengasuh akan memberikan komentar dan tanggapan serta penjelasan umum mengenai gambaran yang baru saja dilakukan dan memberikan masukan bagaimana yang sebaiknya dilakukan. Apabila masih terlalu banyak kesalahan, maka praktikan diberi kesempatan sekali lagi untuk maju dengan tujuan untuk memperbaiki cara mengajarnya. Setelah Peer teaching selesai dilaksanakan, maka praktikan melaksanakan kegiatan kedua yaitu Micro teaching. Kegiatan ini hanya dilakukan 1 hari. Dalam kegiatan ini, mahasiswa selaku praktikan PPL dihadapkan pada situasi dan kondisi kelas yang sesungguhnya tetapi dengan jumlah siswa 10 orang. Praktikan diberikan waktu 10 menit untuk menyampaikan materi dengan menggunakan 2 KDM yang dipilih sendiri oleh praktikan sebelumnya. Praktikan diawasi oleh dosen pengasuh yaitu Bapak Dr. Hartono, M.A. dengan handycam oleh petugas UPPL FKIP Unsri. Setelah semuanya selesai, seluruh praktikan dalam kelompok kami yang beranggotakan 8 orang dikumpulkan, diberi pengarahan dan semuanya dinyatakan telah siap untuk diutus ke sekolah dalam rangka menjalani kegiatan mengajar mengajar yang sesungguhnya di sekolah. Kelompok yang dibimbing oleh Dr. Hartono, M.A adalah kelompok PGMIPAU. Jadi, sebelum melaksanakan pembelajaran, baik pada saat peer teaching ataupun micro teaching, praktikan menyerahkan rencana pembelajaran, silabus, dan LKS yang semuanya menggunakan bahasa inggris serta lembar keterampilan dasar 36

mengajar yang dikontrak kepada dosen penguji. Selain itu praktikan juga melengkapi diri dengan media-media yang mendukung dalam proses belajar mengajar itu. Setelah micro teaching berlangsung mahasiswa praktikan PPL dari Program Studi Pendidikan Kimia dibagi menjadi beberapa kelompok, yang masing-masing kelompok dibimbing dosen pengasuh (pamong) yang berbeda. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia yang berpraktik di SMA N 1 Tanjung Raja sebanyak 3 orang yaitu Gustina Nuzula dan Mey Melisa dibimbing oleh guru pamong Ibu Ernawaty Yusmania, S.Pd sedangkan Paramita Dewi dibimbing oleh guru pamong Bapak Apik Budiono, S.Pd. Program Pengalaman Lapangan (PPL) di SMA Negeri 1 Tanjung Raja dimulai sejak tanggal 15 Oktober 2012 sampai dengan tanggal 16 November 2012. Adapun penyerahan mahasiswa PPL kepada pihak sekolah resminya telah dilaksanakan di Aula Kampus Pasca Sarjana, sedangkan penerimaan mahasiswa PPL di sekolah itu sendiri dilakukan pada tanggal 21 Oktober 2013 di Aula SMAN 1 Tanjung Raja. Pada hari itu kami diterima dan diperkenalkan dengan Kepala sekolah SMA N 1 Tanjung Raja yaitu Bapak Drs. Thohir Hamidi, M.Si, kemudian dengan beberapa guru dan staf usaha SMA Negeri 1 Tanjung Raja. Saat itu praktikan diserahkan ke sekolah oleh dosen pembimbing yaitu Bapak Drs. Hamdi Akhsan, M.Si. Mahasiswa yang berpraktik di SMA Negeri 1 Tanjung Raja berasal dari Program Studi Pendidikan Kimia, Fisika, Biologi, Matematika, Sejarah, Bimbingan dan Konseling, Bahasa Indonesia dan Pendidikan Kewarganegaraan yang semuanya berjumlah 25 orang. Berikut daftar nama-nama mahasiswa yang PPL di SMA Negeri 1 Tanjung Raja :
No. 1. 2. 3. Nama Gustina Nuzula Paramita Dewi Mey Melisa Program Studi Pend. Kimia Pend. Kimia Pend. Kimia

37

4. 5. 6. 7. 8. 9.

Reska Umi Puji Lestari Meki Wulandari Meliana Epriadi Risda Faulina Tinambunan

Pend. BK Pend. BK Pend. BK Pend. PPKn Pend. PPKn Pend. Matematika Pend. Matematika Pend. Matematika Pend. Fisika Pend. Fisika Pend. Fisika Pend. Fisika Pend. Sejarah Pend. Sejarah Pend. Sejarah Pend. Sejarah Pend. Bahasa Indonesia Pend. Bahasa Indonesia Pend. Bahasa Indonesia Pend. Biologi Pend. Biologi Pend. Biologi

10. Suchi Yati 11. Winda Destriani 12. M. Furqon 13. Dwi Pratiwi 14. Meice Pratama Sasa P 15. Anita Nurfala 16. Nusiandi Embo Satria 17. Andri Pradinata 18. Eko Saputra 19. Meipriani 20. Jumarlis Ade Wijaya 21. Ika Mawarni 22. Iis Latifah 23. Weni Yulianty 24. Zamal J. Tampubolon 25. Tuwuh Purnomo

Pada hari itu juga, dilaksanakan juga observasi atau pengenalan lingkungan sekolah. Kegiatan observasi ini meliputi pengamatan terhadap keadaan fisik sekolah, keadaan lingkungan sekolah, fasilitas-fasilitas sekolah, tata tertib sekolah, penggunaan sekolah, keadaan guru dan siswa, dan interaksi sosial termasuk didalamnya hubungan antar guru dengan guru, guru dengan siswa, siswa dengan siswa, guru dengan pegawai Tata Usaha, hubungan sosial keseluruhan serta tata tertib sekolah.

38

3.2 Refleksi tentang Pelatihan Keterampilan Mengajar dan Tugas Keguruan Lainnya Secara Terbimbing Pelaksanaan pelatihan keterampilan mengajar dan tugas-tugas keguruan lainnya secara terbimbing dimulai tanggal 21 Oktober sampai dengan tanggal 28 Oktober, pelaksanaan pelatihan keterampilan mengajar secara terbimbing dimulai dengan pembagian jadwal mengajar oleh guru pamong serta guru kimia lainnya. Jadwal mengajar kami adalah 3 hari yaitu hari Senin, Jumat dan Sabtu. Kelas yang diajar seluruhnya ada 6 kelas dengan masing-masing 4-5 jam pelajaran perminggu (45 menit). kelas yang kami ajar adalah kelas X dan kelas XI. Dengan pembagian kelas, saya sendiri (Gustina Nuzula) mengajar 2 kelas yaitu kelas X IPA 3 dan X1 IPA 2, Paramita Dewi mengajar 2 kelas yaitu kelas X IPA 2 dan XI IPA 3, sedangkan Mey Melisa mengajar 2 kelas yaitu kelas X IPA 1 dan XI IPA 4. Pada pelaksanaan keterampilan mengajar secara terbimbing ini, guru pamong tidak mengawasi secara langsung terhadap praktikan pada saat praktikan sedang mengajar. Sesekali guru pamong mengawasi dari luar tanpa terduga. Pada menit-menit pertama setelah membuka pelajaran, praktikan mengabsen siswa untuk mengecek kehadiran siswa sekaligus untuk mengenal siswa. Setelah mengabsen siswa, praktikan juga mengecek kebersihan dan kesiapan kelas untuk belajar. Kemudian praktikan memulai proses pembelajaran dengan menerapkan berbagai keterampilan dasar mengajar yang sesuai dengan materi. Selain hal tersebut praktikan juga membuat soal-soal untuk latihan, pekerjaan rumah dan ulangan harian, untuk mengevaluasi siswa. Praktikan juga memberikan pra test dan pos test baik secara lisan maupun tertulis untuk mengetahui sejauh mana kemampuan awal dan kemampuan akhir siswa sebelum dan sesudah mendapatkan materi pelajaran. Tugas-tugas yang praktikan berikan kepada siswa juga bertujuan untuk mengembangkan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor siswa.

39

3.3 Refleksi tentang Pelatihan Keterampilan Mengajar dan Tugas Lainnya Secara Mandiri Setelah selesai melaksanakan pelatihan keterampilan mengajar dan tugas-tugas keguruan lainnya secara terbimbing, praktikan melaksanakan pelatihan keterampilan mengajar dan tugas-tugas keguruan lainnya secara mandiri. Kegiatan ini dimulai sejak minggu ke tiga. Dalam teknis pelaksanaannya, praktikan diberi hak penuh oleh guru pamong untuk mengadakan proses pembelajaran di kelas, meskipun terkadang guru pamong. Meskipun dalam konteks pengajaran mandiri, tetapi praktikan masih sering melakukan konsultasi dengan guru pamong apa yang sebaiknya praktikan lakukan untuk meminimalkan kesalahan pada waktu mengajar. Praktikan mengakui, bahwa yang menjadi kendala utama dalam mengajar adalah dalam hal pengelolaan kelas, para siswa terkadang ribut pada saat proses belajar mengajar berlangsung. Oleh karena itu, praktikan berusaha untuk menyampaikan materi dengan semenarik mungkin, membawa media yang menarik baik itu media yang kami buat sendiri ataupun media yang telah tersedia di SMA Negeri 1 Tanjung Raja, sehingga para siswa dapat lebih memperhatikan dan pada akhirnya tercipta situasi kelas yang baik untuk belajar. Meskipun pada saat-saat tertentu siswa terkadang ribut namun dengan pemberian kontrol kelas yang baik maka keadaan di kelas dapat dikendalikan kembali. Dari pengamatan yang kami lakukan dari beberapa kelas, tiap-tiap kelas mempunyai keunikan dan permasalahan sendiri, dan tentu saja kami pun mempunyai cara atau perlakuan yang berbeda untuk mengatasi permasalahan di kelas masing-masing. Terkadang untuk menciptakan suasana kelas yang tidak terlalu kaku kami berusaha menciptakan cara belajar yang berbeda. 3.4 Refleksi Pelaksanaan Ujian Praktik Mengajar Pelaksanaan ujian praktik mulai dilakukan pada hari jumat tanggal 29 November 2013. Adapun yang menguji adalah guru pamong kami sendiri yaitu Ibu Ernawaty Yusmaniar, S.Pd. Kelas yang digunakan untuk ujian adalah kelas XI IPA 2. Waktu yang digunakan adalah setelah pulang sekolah dikarenakan pada hari

40

sebelumnya yang telah disepakati, guru pamong berhalangan hadir. Materi yang disajikan adalah materi Kesetimbangan dalam Industri, dimana pada teknisi pelaksanaannya guru pamong duduk dibagian paling belakang kelas dan hanya mengawasi praktikan mengajar serta memberikan penilaian. Pada saat penilaian PPL, guru pamong melakukan penilaian tanpa pemberitahuan kepada praktikan, baik itu pada saat mengajar terbimbing ataupun ujian praktik.

41

BAB III REFLEKSI PENGALAMAN MELAKSANAKAN PROGRAM PENGALAMAN LAPANGAN Mey Melisa NIM : 06101010038

3.1 Refleksi tentang Pelaksanaan Pengenalan Lapangan Pelaksanaan pengenalan lapangan yang dilakukan oleh mahasiswa PPL FKIP UNSRI periode 2013/2014 dilaksanakan setelah seluruh mahasiswa diberikan pembekalan terlebih dahulu. Pembekalan tersebut meliputi pemberian mata kuliah Peer Teaching dan Micro Teaching. Pada kegiatan Peer Teaching saya dilatih melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas dengan mahasiswa praktikan lain sebagai siswanya yang mencakup delapan (8) keterampilan dasar mengajar. Pada kegiatan Peer teaching (mengajar sebaya), praktikan PPL dilatih untuk mempu melaksanakan kegiatan belajar-mengajar di kelas dengan mahasiswa praktikan lain sebagai siswanya yang mencakup berbagai keterampilan dasar mengajar. Setiap kali praktikan ingin maju untuk mengajar, praktikum harus menyerahkan lembar RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) kepada Dr. Hartono, M.A selaku dosen pengasuh sehingga RPP dapat dikoreksi dan sebagai penilaian pada kegiatan Peer teaching. Praktikan mengajar dalam waktu 30 menit, setiap praktikum minimal maju 2 kali, tampil yang pertama memunculkan KDM 1-4, sedangkan yang tampil yang kedua memunculkan KDM 5-8. Setelah praktikan tampil mengajar dosen pengasuh akan memberikan komentar dan tanggapan serta penjelasan umum mengenai gambaran yang baru saja dilakukan dan memberikan masukan bagaimana yang sebaiknya dilakukan.

42

Setelah Peer teaching selesai dilaksanakan, maka praktikan melaksanakan kegiatan kedua yaitu Micro teaching. Kegiatan ini hanya dilakukan 1 hari. Dalam kegiatan ini, mahasiswa selaku praktikan PPL dihadapkan pada situasi dan kondisi kelas yang sesungguhnya tetapi dengan jumlah siswa 10 orang. Praktikan diberikan waktu 10 menit untuk menyampaikan materi dengan menggunakan 2 KDM yang telah dikontrakkan sebelumnya. Praktikan diawasi oleh dosen yaitu Dr. Hartono, M.A. dengan handycam oleh petugas UPPL FKIP Unsri. Setelah Micro teaching berlangsung mahasiswa praktikan PPL dari Program Studi Pendidikan Kimia dibagi menjadi beberapa kelompok, yang masing-masing kelompok dibimbing dosen pengasuh (pamong) yang berbeda. Diantara pembagian kelompok tersebut, saya ditetapakan untuk melaksanakan Kegaitan PPL di SMA N 1 Tanjung Raja sebanyak 3 orang yaitu Mey Melisa, Paramita Dewi dan Gustina Nuzula. Mahasiswa PPL Program Studi Kimia yang berpraktik di SMA N 1 Tanjung Raja kemudian diasuh oleh guru pamong yaitu Bapak Apik Budiono, S.Pd yang mengasuh Paramita Dewi sedangkan saya dan Gustina Nuzula diasuh oleh ibu Ernawati Yusmaniar, S.Pd. Program Pengalaman Lapangan (PPL) di SMA Negeri 1 Tanjung Raja dimulai sejak tanggal 21 Oktober 2013 sampai dengan tanggal 12 Desember 2013. Adapun penyerahan mahasiswa PPL kepada pihak sekolah, resminya telah dilaksanakan pada tanggal 17 Oktober 2013 di Aula Kampus Pasca Sarjana Bukit Besar Palembang. Pada hari senin tanggal 21 September 2013 kami diterima dan diperkenalkan dengan Kepala sekolah SMA N 1 Tanjung Raja yaitu Bapak Drs. Thohir Hamidi, M.Si, kemudian dengan beberapa guru dan staf usaha SMA Negeri 1 Tanjung Raja. Saat itu praktikan diserahkan ke sekolah oleh dosen pembimbing yaitu Bapak Drs. Hamdi Akhsan, M.Si. Mahasiswa yang berpraktik di SMA Negeri 1 Tanjung Raja berasal dari Program Studi Pendidikan Bimbingan Konseling, PPKn, Kimia,

43

Matematika, Fisika, Sejarah, Bahasa Indonesia, dan Biologiyang semuanya berjumlah 23 orang. Berikut daftar nama-nama mahasiswa yang PPL di SMA Negeri 1 Tanjung Raja : No. Nama 1. Reska 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Umi Puji Lestari Meki Wulandari Meliana Efriadi Gustina Nuzula Mey Melisa Paramita Dewi NIM 06101007037 06101007038 06101007039 06101005027 06101005004 06101010034 06101010038 06101010025 Program Studi BK BK BK PPKn PPKn Kimia Kimia Kimia Matematika Matematika Matematika Fisika Fisika Fisika Fisika Sejarah Sejarah B.Indonesia B.Indonesia B.Indonesia Biologi Biologi

Risda Faulina Tinambunan 06101008014 06101008015 06101008016 06101011006 06101011007 06101011008 06101011036 06101004005 06101004006 06101002004 06101002006 06101002016 06101009023 06101009046

10. Suci Yati 11. Winda Destariani 12. M. Furqon 13. Dwi Pertiwi 14. Meice Pratama Sasa P 15. Anita Nurfala 16. Nusiandi Embo Satria 17. Eko Saputra 18. Jurmalis Ade Wijaya 19. Ika Mawarni 20. Iis Latifah 21. Weni Yuliaty 22. Zainal J.Tampubolon

44

23. Tuwuh Purnomo

06101009038

Biologi

Pada tanggal 21 Oktober hingga 26 Oktober kami melakukan observasi di lingkungan SMA Negeri 1 Tanjung Raja. Kegiatan observasi ini meliputi pengamatan terhadap keadaan fisik sekolah, keadaan lingkungan sekolah, fasilitas-fasilitas sekolah, tata tertib sekolah, penggunaan sekolah, keadaan guru dan siswa, dan interaksi sosial termasuk didalamnya hubungan antar guru dengan guru, guru dengan siswa, siswa dengan siswa, guru dengan pegawai Tata Usaha, hubungan sosial keseluruhan serta tata tertib sekolah.

3.2 Refleksi tentang Pelatihan Keterampilan Mengajar dan Tugas Keguruan Lainnya Secara Terbimbing Pelaksanaan pelatihan keterampilan mengajar dan tugas-tugas keguruan lainnya secara terbimbing dimulai tanggal 28 Oktober sampai dengan tanggal 2 November, pelaksanaan pelatihan keterampilan mengajar secara terbimbing dimulai dengan pembagian jadwal mengajar oleh guru pamong, dalam hal ini bapak Apik Budiono dan ibu Ernawati Yusmaniar. Jadwal mengajar kami adalah 4 hari yaitu hari Senin, Kamis, Jumat dan Sabtu. Kelas yang diajar seluruhnya ada 6 kelas dengan masingmasing 3-5 jam pelajaran perminggu (45 menit). kelas yang kami ajar adalah kelas X dan XI. Dengan pembagian kelas, saya sendiri (Mey Melisa) mengajar 2 kelas yaitu kelas X.IPA.1 dan XI.IPA.4 , Gustina Nuzula mengajar 2 kelas yaitu kelas X.IPA.3 dan XI.IPA.2 sedangkan Paramita Dewi mengajar 2 kelas yaitu kelas X.IPA.2 dan XI.IPA.3. Pada pelaksanaan keterampilan mengajar secara terbimbing ini, guru

pamong mengawasi langsung terhadap praktikan pada saat praktikan sedang mengajar. Pada menit-menit pertama setelah membuka pelajaran, praktikan mengabsen siswa untuk mengecek kehadiran siswa sekaligus untuk mengenal siswa. Setelah mengabsen siswa, kemudian praktikan memulai proses pembelajaran dengan menerapkan berbagai keterampilan dasar mengajar yang sesuai dengan materi.

45

Setelah jam pelajaran usai, guru pamong memberikan koreksi atau supervisi terhadap kegiatan mengajar yang telah dilakukan. Berbagai tanggapan dan masukan yang diberikan oleh guru pamong merupakan hal yang sangat berharga bagi praktikan dan merupakan modal untuk memperbaiki pada pengajaran selanjutnya di kelas paralel, baik pada pengajaran selanjutnya dengan materi yang berbeda. Selain mengajar praktikan juga dibimbing untuk mampu mengenali siswa yang bermasalah sehingga praktikan dapat mengatasi dan memberikan solusi yang terbaik bagi siswa tersebut. Selain hal tersebut praktikan juga membuat soal-soal untuk tugas dan ulangan harian, untuk mengevaluasi siswa. Praktikan juga memberikan pra test dan pos test baik secara lisan maupun tertulis untuk mengetahui sejauh mana kemampuan awal dan kemampuan akhir siswa sebelum dan sesudah mendapatkan materi pelajaran. Tugastugas yang praktikan berikan kepada siswa juga bertujuan untuk mengembangkan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor siswa. Selain itu guru pamong memberikan tugas-tugas keguruan yang lainnya secara terbimbing yaitu membuat rencana pelaksanaan pembelajaran, membuat soal ujian semester, serta menilai hasi belajar siswa. Selama pelaksanaan pelatihan keterampilan mengajar dan tugas keguruan lainnya secara terbimbing, saya mendapat pemahaman mengenai cara bersosialisasi yang baik dengan siswa agar terbina hubungan yang baik antara guru dan siswa seperti memberikan penguatan, menumbuhkan kepercayaan siswa dan melakukan bimbingan kepada siswa di luar jam pelajaran. 3.3 Refleksi tentang Pelatihan Keterampilan Mengajar dan Tugas Lainnya Secara Mandiri Setelah selesai melaksanakan pelatihan keterampilan mengajar dan tugas-tugas keguruan lainnya secara terbimbing, praktikan melaksanakan pelatihan keterampilan mengajar dan tugas-tugas keguruan lainnya secara mandiri. Kegiatan ini dimulai sejak tanggal 4 november atau minggu ke tiga. Dalam teknis pelaksanaannya,

46

praktikan diberi hak penuh oleh guru pamong untuk mengadakan proses pembelajaran di kelas, meskipun terkadang guru pamong memantau dalam proses belajar-mengajar. Meskipun dalam konteks pengajaran mandiri, tetapi praktikan masih sering melakukan konsultasi dengan guru pamong apa yang sebaiknya praktikan lakukan untuk meminimalkan kesalahan pada waktu mengajar. Praktikan mengakui, bahwa yang menjadi kendala utama dalam mengajar adalah dalam hal pengelolaan kelas, para siswa terkadang ribut pada saat proses belajar mengajar berlangsung. Oleh karena itu, praktikan berusaha untuk menyampaikan materi dengan semenarik mungkin, membawa media yang menarik baik itu media yang kami buat sendiri ataupun media yang telah tersedia di SMA Negeri 1 Tanjung Raja, sehingga para siswa dapat lebih memperhatikan dan pada akhirnya tercipta situasi kelas yang baik untuk belajar. Meskipun pada saat-saat tertentu siswa terkadang ribut namun dengan pemberian kontrol kelas yang baik maka keadaan di kelas dapat dikendalikan kembali. Dari pengamatan yang kami lakukan dari beberapa kelas, tiap-tiap kelas mempunyai keunikan dan permasalahan sendiri, dan tentu saja kami pun mempunyai cara atau perlakuan yang berbeda untuk mengatasi permasalahan di kelas masing-masing. Terkadang untuk menciptakan suasana kelas yang tidak terlalu kaku kami berusaha menciptakan cara belajar yang berbeda. Selain itu, selama kegiatan ini berlangsung, praktikan juga mendapatkan kesempatan untuk membuat soal ulangan harian, memberikan latihan, PR, membuat rubrik penilaiannya serta mengelola nilai, sampai membuat bahan remedial bagi siswa yang mendapatkan nilai dibawah standar KKM yaitu 75. 3.4 Refleksi Pelaksanaan Ujian Praktik Mengajar Setelah mengikuti pelatihan mengajar secara terbimbing dan mandiri, keterampilan mengajar mahasiswa diuji dalam ujian praktik mengajar yang diselenggarakan selama satu kali pertemuan. Dalam uji praktik mengajar ini, guru pamong bertindak sebagai penguji. Waktu pelaksanaan, kelas serta materi yang

47

dipilih pada ujian praktik mengajar telah disepakati terlebih dahulu dengan guru pamong. Pelaksanaan ujian praktik mulai pada tanggal 6 Desember 2013. Guru pamong mahasiswa PPL untuk mata pelajaran Kimia yaitu Ibu Ernawati Yusmaniar, S.Pd di Kelas XI IPA 4 yang digunakan untuk pelaksanaan ujian dalah kelas ujian tersebut dilaksanakan selama 2 x 45 menit. Materi yang disajikan adalah materi Kesetimbangan Kimia, dimana pada teknisi pelaksanaannya guru pamong duduk dibagian paling belakang kelas dan hanya mengawasi praktikan mengajar serta memberikan penilaian. Model Pembelajaran yang digunakan yaitu kooperatif type jigsaw. Pada saat ujian praktik berlangsung, suasana kelas dalam kondisi yang baik dan siswa aktif seperti biasanya. Siswa diberikan penjelasan terlebih dahulu mengenai materi kesetimbangan kimia disertai dengan tanya jawab pada siswa. Selanjutnya siswa disuruh mengerjakan LKS sesuai dengan tim ahli yang didapat siswa. Dan pada akhir pelajaran siswa diberikan spidol dan memutar lagu hal ini seperti model pembelajaran talking stik, siswa yang mendapatkan spidol ketika lagu berhenti maka siswa tersebut akan mengerjakan menjawab soal di depan kelas. Pada saat penilaian PPL, guru pamong melakukan penilaian tanpa pemberitahuan kepada praktikan, baik itu pada saat mengajar terbimbing maupun saat ujian praktik. Setelah menyelesaikan berbagai rangkaian kegiatan selama PPL, praktikan juga membuat sebuah laporan mengenai segala hal yang praktikan lakukan selama kegiatan PPL berlangsung. Selain berisi kegiatan yang praktikan lakukan di SMA N 1 Tanjung Raja, praktikan juga membuat jurnal kegiatan (agenda kegiatan PPL) secara individu. Setelah melakukan ujian, kami masih datang ke sekolah untuk membantu sekolah dalam Kegiatan Belajar Mengajar dan mempersiapkan segala hal yang berkaitan dengan tugas-tugas yang belum diselesai dikerjakan seperti acara Education Expo serta mengadakan rapat perpisahan PPL di SMA Negeri 1

48

Tanjung Raja dan berkonsultasi dengan pihak sekolah. Untuk laporan PPL dibuat pada hari-hari berikutnya dalam waktu yang terbatas. Laporan tersebut akan ditujukan kepada fakultas, pihak sekolah, dan dosen pembimbing. Laporan ini berisi tentang tahap-tahap kegiatan yang telah kami lakukan selama kegiatan PPL di SMA Negeri 1 Tanjung Raja.

49

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan Program Pengalaman Lapangan (PPL) atau Pengembanagan dan Pengemasan Perangkat Pembelajaran (P4) merupakan suatu latihan mengajar bagi mahasiswamahasiwa calon guru yang dilakukan secara terbimbing dan terpadu untuk memenuhi persyaratan pembentukan pendidik yang baik sebelum terjun kelapangan secara langsung. Setelah melaksanakan kegiatan P4 kurang lebih selama 2 bulan dari tanggal 17 Oktober sampai tanggal 12 Desember, akhirnya penulis menyimpulkan: 1) Bahwa pelaksanaan P4 sangat penting bagi mahasiswa FKIP sebagai calon guru agar dijadikan bekal dan pengalaman dalam mengajar di kemudian hari. 2) Pelaksanaan P4 ini akhirnya sesuai dengan yang diharapkan berkat kerjasama yang baik antara peserta P4 dengan pihak sekolah, antarpeserta P4 sendiri, maupun dengan pihak UP4. 3) Dedikasi yang tinggi terhadap dunia pendidikan dan pengajaran mutlak diperlukan oleh mahasiswa FKIP sebagai calon guru agar menjadi tenaga pengajar yang profesional sehingga tercapai tujuan yang maksimal. 4) Untuk menjadi seorang guru sangatlah tidak mudah karena harus dibutuhkan kesabaran dan keuletan yang besar dalam menghadapi perbedaan karakteristik peserta didik maupun tantangan lainnya. 4.2 Saran Sebagai perbaikan penyelenggaraan kegiatan P4 untuk masa yang akan datang, maka dalam laporan ini kami menyarankan: 1. Mahasiswa P4: 1) Tidak hanya menyiapkan keterampilan mengajar dan pengetahuan saja, tetapi juga menyiapkan mental siswa-siswa di sekolah 50

2) Membatasi pengambilan mata kuliah lain seingga tidak mengganggu kegiatan P4 3) Selalu menjalin silaturahmi yang erat sesama mahasiswa P4, terutama dengan guru-guru di sekolah sehingga memudahkan dalam

pelaksanaan pembelajaran dan kegiatan P4. 2. Pihak sekolah 1) Kiranya kedisiplinan unsur-unsur sekolah baik guru, siswa, maupun karyawaan terus dipertahankan. 2) Demi kelancaran kegiatan belajar mengajar, sarana dan prasarana harus diperhatikan 3. Pihak UP4 Pengorganisasian P4 di masa yang akan datang hendaknya lebih baik lagi.

51

L A M P I R A N
52