Anda di halaman 1dari 4

Masalah serius yang sering ditemui dalam proses ultrafiltrasi adalah kecenderungan terjadinya penurunan fluks sepanjang waktu

pengoperasian akibat pengendapan atau pelekatan material di permukaan membran, yang dikenal dengan istilah fouling (Rautenbach, 1989) !ouling pada membran dapat didefinisikan sebagai deposisi (ir)re"ersible daripada partikel, koloid, emulsi, suspensi, makromolekul, garam, dan sebagainya yang tertahan pada permukaan, atau didalam membran (Mulder, 199#) $eposisi ini meliputi adsorpsi, penyumbatan pori, presipitasi (pengendapan) dan pembentukan cake $eposisi partikel%partikel pada membran akan membentuk suatu lapisan baru yang harus dilalui oleh umpan sehingga fluks menjadi turun $ari berbagai penyebab fouling, pembentukan cake pada permukaan merupakan faktor dominan dalam pembentukan re"ersible fouling, yang pada akhirnya menjadi faktor dominan dalam penurunan fluks &erikut adalah mekanisme terbentuknya fouling pada membran '

(erbentuk Pore Narrowing/Constriction. &utiran foulant teradsopsi ke dalam membran sampai menutupi lubang permukaan membran, tetapi masih ada celah untuk meresapnya cairan masuk ke membran (d ) dp)

(erbentuk +ore Plugging. &utiran foulant mulai menutupi permukaan membran sehingga tidak ada celah untuk cairan masuk ke membran (d,dp)

(erbentuk lapisan gel &utiran foulant mulai menutupi permukaan membran dan membentuk lapisan gel (d . dp)

Metode Reduksi Fouling &eberapa cara untuk mengurangi terjadinya fouling ' 1 +erlakuan awal larutan umpan +erlakuan awal pada air umpan dimaksudkan untuk menghilangkan kekeruhan atau padatan tersuspensi, mengontrol p/ umpan, mengurangi kecenderungan terbentuknya kerak dan menghilangkan 0at teremulsi10at organik lainnya * Merubah sifat membran Merubah sifat membran dapat mengurangi terbentunya fouling pada membran berpori 2mumnya fouling lebih mudah terjadi pada membran berpori dibandingkan dengan membran yang tebal $istribusi ukuran pori yang tipis dapat mengurangi penyumbatan +emakaian membran hidrofilik dibandingkan dengan membran hirofobik juga dapat mengurangi fouling - 3ondisi operasi !enomena fouling dapat berkurang seperti pada polarisasi konsentrasi +olarisasi konsentrasi dapat berkurang dengan meningkatkan koefisien perpindahan massa 4elain itu penggunaan aliran turbulen dapat mengurangi terjadinya fouling 5 +embersihan membran 5 metode pembersihan membran ' +embersihan secara hidrolik

(ermasuk back%flashing, penekanan, pengurangan tekanan, serta merubah arah aliran +embersihan secara mekanik /anya dapat diterapkan pada sistem turbular menggunakan bola pembersih +embersihan secara kimia &ahan kimia yang dapat digunakan antara lain asam kuat (/-+65), asam lemah (asam sitrat), alkali (7a6/), deterjen (alkalin, non ionic), comple8ing agent (9$(:), disinfektan (/*6* dan 7a6;l) dan gas (etilen a8ida) sterilisasi &ahan kimia untuk pembersihan yang digunakan hanya sebagian atau kombinasi 3onsentrasi bahan kimia dan waktu pencucian sangat penting dalam menangani fouling +embersihan secara elektrik Metode pembersihan ini menggunakan medan elektrik di sekitar membran +artikel akan tertarik pada medan elektrik +emindahan partikel dari interfase dapat diterapkan tanpa menganggu proses (4ari, *<<8)

$aftar pustaka :lbrecht, R = Rautenbach, R 1989 MembranProcesses. >nstitut fur

?erfahrenstechnik R@(/ :achen @est Aermany Mulder, M (199#), BBasic Principles of Membrane Technology, 9disi *, $ordrecht 3luwer :cademic 4ari + $, +rimayudha /, Penentuan Fouling Pada Te nologi !ltrafiltrasi untu Penurunan "adar T#$% Fe% dan Mn pada &ir $umur di "ampus Te ni "imia !ndip Tembalang *<<8 27$>+ 7otodarmojo, 4uprihanto, dkk *<<5. 9fek +retreatment (erhadap +embentukan Capisan ;ake $an 4truktur Membrane +ada Membran 2ltrafiltrasi :liran ;ross%!low $alam +engolahan Cimbah ;air 9mulsi Minyak .

P'(C. )TB $ains * Te . (6nline), ?olume -# : 7o * ' 1*D%155, (http'11proceedings itb ac id1download phpE file,:<-<1F pdf=id,F8=up,# htm , diakses -< Mei *<11)