Anda di halaman 1dari 143

DUDUK DIAM

DENGAN

BATIN YANG HENING

Oleh:
J. Krishnamurti

Dikumpulkan, diterjemahkan dan disunting oleh:


Hudoyo Hupudio

Dengan Pengantar oleh:


Setijadi

Yayasan Krishnamurti Indonesia


2006
Judul:
“Duduk Diam dengan Batin yang Hening”
Oleh:
J. Krishnamurti
Dikumpulkan, diterjemahkan dan disunting oleh:
Hudoyo Hupudio <hudoyo@cbn.net.id>
Dengan Pengantar oleh:
Setijadi <setijadi@mail.ut.ac.id>

xiv + 136 halaman


Diterbitkan oleh:
Yayasan Krishnamurti Indonesia,
Jalan Asem Dua no. 27,
Kel. Cipete Selatan, Jakarta, 12410
Telepon: (021) 769 53 48
ISBN: _____
Cetakan pertama, Maret 2006
© 2006 pada Yayasan Krishnamurti Indonesia

iv
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI .................................................................................v


PENGANTAR........................................................................... xiii

BAGIAN I : “ITULAH DASARNYA ...”


1. KRISHNAMURTI KEPADA SISWA & GURU SEKOLAH DI
INDIA ...........................................................................................3
Mereka yang sudah tahu apa itu meditasi harus menghapus
pengetahuannya itu dan kemudian belajar..................................... 3
Anda telah selesai melihat hal-hal di luar, sekarang dengan mata
tertutup Anda bisa melihat apa yang terjadi di dalam ................... 4
Duduklah tenang-tenang seorang diri di bawah sebatang pohon,
jangan membawa buku .................................................................. 5
Memahami seluruh proses pikiran dan perasaan Anda berarti
seluruh diri Anda menjadi sangat hening ...................................... 6
Duduklah diam sekali dan hening, bukan saja badan Anda, tetapi
juga batin Anda ............................................................................. 7
[Krishnamurti kepada para guru sekolah di India] ........................ 8

2. KRISHNAMURTI KEPADA SISWA-SISWA SEKOLAH DI


BROCKWOOD PARK ...............................................................11
Pernahkah Anda mencoba duduk dengan sangat, sangat diam?.. 11
Duduk diam dengan batin yang hening ....................................... 13

v
BAGIAN II : BATIN YANG HENING
3. MEDITASI DAN BATIN YANG HENING.......................... 25
Meditasi bukanlah pencarian........................................................25
Di dalam nyala api meditasi, pikiran berakhir .............................25
Meditasi adalah perhatian yang di situ tidak terdapat pencatatan 26
Tidak ada hari esok di dalam meditasi .........................................27
Peniadaan total dari segala sesuatu yang diketahui......................28
Meditasi bisa berlangsung ketika Anda duduk dalam bus ...........28
Tidak ada meditasi lain kecuali meditasi kehidupan sehari-hari..29
Meditasi tidak terpisah dari kehidupan ........................................30
Anda bisa melakukannya sepanjang hari .....................................31
Aneh betapa si pemeditasi ini tetap bertahan ...............................32
Meditasi bukanlah proses intelektual ...........................................33
Si pemeditasi adalah meditasi ......................................................33
Si pemeditasi tak pernah tahu kebaikan meditasi.........................34
Tidak ada diri yang kekal untuk dipelajari...................................34
Kita harus meletakkan landasan perilaku benar ...........................37
Konsentrasi tidak membawa pada suka cita meditasi ..................40
Akar semua masalah adalah pikiran.............................................42
Pandanglah saja tanpa pikiran ......................................................43
Keheningan itu mutlak perlu ........................................................44
Sangat penting bagi batin untuk kosong tanpa terpaksa...............47
Anda tidak bisa sampai ke situ dengan latihan.............................48
Langkah pertama adalah langkah terakhir....................................49

vi
Berkelanalah di tepi pantai .......................................................... 56
Marah itu mekar, berkembang, dan mati secara alamiah ............ 57
Cinta adalah meditasi .................................................................. 60
Betapa sedikit kita berubah ......................................................... 60
Kita harus menjadi orang luar sepenuhnya.................................. 61
Pengingkaran adalah esensi kebebasan ....................................... 62
Menurut Anda, apakah meditasi yang sejati?.............................. 62
Batin yang segarlah yang berkata, “Saya tidak tahu”.................. 67

4. DARI BUKU HARIAN KRISHNAMURTI: MEDITASI......69


Tidak ada si pemeditasi di dalam meditasi.................................. 69
Tubuh ini tak bergerak ................................................................ 69
Meditasi sungguh sederhana sekali ............................................. 70
Meditasi ini berlangsung terus, selama satu jam ......................... 71
Tanpa meditasi hati menjadi padang pasir .................................. 71
Mengalami keadaan itu adalah sangat penting ............................ 72
Melihat melalui mata dari belakang kepala................................. 74
Selama ceramah itu, otak yang bereaksi tidak ada ...................... 75
Ada pengamatan ke dalam yang bukan pengamatan ke luar
dibelokkan ke dalam.................................................................... 75
Keindahan meditasi ialah bahwa Anda tak pernah tahu di mana
Anda berada, ke mana Anda pergi, apa akhirnya ........................ 76
Anda berada jauh sekali............................................................... 77
Penciptaan hanya bisa berlangsung dalam pengingkaran total.... 79
Meditasi adalah pengosongan kesadaran dari segala daya upaya 80
vii
Tanpa diharap, bukit, bumi, lembah, semua itu berada di dalam
diri ................................................................................................82
Pikiran menciptakan penjaranya sendiri.......................................82
Jarak di antara kami lenyap dan lenyap pula kedua entitas; yang
ada hanyalah perempuan itu .........................................................85
Runtuhnya si pemeditasi adalah juga meditasi.............................86

5. DARI BUKU HARIAN KRISHNAMURTI: “YANG LAIN”87


Itu datang mengalir masuk, memenuhi pikiran dan hati ..............87
Terdapat cahaya yang menembus dan kecepatan yang
mencengangkan............................................................................88
Diam-diam Itu datang, menyelimuti bumi dan orang berada di
dalamnya ......................................................................................89
Bagaikan sungai berkelana, memberi hidup dan tak peduli .........90
Penghancuran & penciptaan yang tak pernah berakhir ................91
Mata yang melihat sama sekali lain dari organ mata ...................92
Suatu Berkah turun meliputi kami ...............................................93
Itu kekuatan yang ada sebelum segala sesuatu muncul................93
Terdapat penguatan kepekaan ......................................................94
Terdapat cahaya tanpa bayangan..................................................95
Semua ini mungkin berlangsung satu menit atau satu jam...........96
Penghancuran yang adalah penciptaan.........................................97
Terdapat “berpikir” yang lahir dari kekosongan total dari batin ..98
Meditasi berlangsung terus di balik kata-kata dan keindahan
malam.........................................................................................100

viii
Apakah yang mengingat untuk menuliskan ini?........................ 102
Energi kehidupan yang intens selalu ada di situ........................ 103
Masa lampau dan yang tak dikenal tak pernah bertemu............ 105
Tiba-tiba Anda sadar sesuatu tengah berlangsung .................... 106
Segala sesuatu berakhir ketika Itu ada....................................... 107
Bila ada perhatian penuh, tidak ada ketakutan .......................... 107
Itu ada di sini selagi ini ditulis................................................... 110
Yang aneh orang tidak peduli dengan semua ini....................... 111
Di tengah-tengah suasana santai ini, sesuatu yang hebat tengah
berlangsung ............................................................................... 112
Meditasi adalah memudarnya pengalaman ............................... 113

BAGIAN III : DIALOG J. KRISHNAMURTI &


PROFESOR DAVID BOHM
6. LANDASAN .........................................................................117

RUJUKAN ................................................................................129

J. KRISHNAMURTI (1895 - 1986) - Riwayat Hidup & Intisari


Ajarannya...................................................................................133

ix
“Meditasi adalah pengosongan batin
dari segala sesuatu yang telah dibentuk oleh batin. ...
Jika Anda lakukan itu ... maka Anda akan mendapati
ada suatu ruang luar biasa di dalam batin,
dan ruang itu adalah kebebasan. ...
Jika Anda berjalan sejauh itu,
maka ada suatu gerak dari apa yang tak diketahui,
yang tak dikenal, yang tak dapat diterjemahkan,
yang tak dapat dirumuskan dengan kata-kata—
maka Anda akan menemukan
ada gerak dari Yang Mahaluas.” 1

J. Krishnamurti
(1895 – 1986)

xi
PENGANTAR

Judul buku ini diambil dari buku Beginnings of Learning,


yang berisi ceramah dan dialog J. Krishnamurti dengan
murid-murid di Brockwood Park, England. Judul ini
menunjukkan esensi dari apa yang disebut meditasi oleh
Krishnamurti.
Meditasi di sini bukan latihan atau persiapan untuk
mencapai suatu tujuan tertentu, melainkan keadaan batin
yang mengandung ketulusan hati; suatu kerelaan dalam
mengamati apa pun yang melintasi kesadaran kita. Kerelaan
atau ketulusan itu membawa kepekaan dan gairah hidup yang
tinggi, yang mewujud sebagai tindakan. Itulah beberapa
makna yang mungkin dapat dilihat sewaktu kita membaca
beberapa dari ucapan Krishnamurti tentang meditasi di buku
ini.
Buku ini dimulai dari percakapan Krishnamurti dengan
siswa dan guru Sekolah Rishi Valley dan Sekolah Rajghat di
India, di mana Krishnamurti mengajak siswa dan gurunya
untuk bermeditasi. Buku dilanjutkan dengan tema yang sama
di Sekolah Brockwood Park.
Bagian kedua membicarakan batin yang hening, yang
berarti peniadaan total dari semua yang diketahui. Meditasi
dapat dilakukan di mana saja, kapan saja. Bagian ini diambil
dari berbagai buku Krishnamurti.
Setelah membicarakan meditasi dan batin yang hening
pembicaraan dilanjutkan dengan hal-hal yang lebih
mendalam, yang diambilkan dari buku Krishnamuti’s
Notebook, di mana Krishnamurti mengajak pembaca
mengikuti apa yang dialaminya pada waktu menulis buku

xiii
tersebut, yang bagi pembaca barangkali terasa sangat asing
dan luar biasa.
Bagian ketiga, sebagai penutup, diambil dari percakapan
Krishnamurti dengan Dr. David Bohm, seorang guru besar
dan fisikawan terkenal. Bohm adalah teman lama
Krishnamurti yang kerap kali berdialog bersama. Bohm juga
mengembangkan teori fisikanya yang memasukkan kesatuan
yang mengamati dan yang diamati. Percakapan ini menandai
pertemuan antara spiritualitas dan sains pada dewasa ini.
Penerjemah buku ini adalah Dr. Hudoyo Hupudio,
M.P.H., seorang dokter dan pejalan spiritual, yang
mendalami ajaran Krishnamurti, dan menyelenggarakan
retret Meditasi Mengenal Diri (MMD). Retret MMD
memfasilitasi meditasi sesuai ajaran Krishnamurti di atas.

Setijadi, Ph.D. 1

1
Prof. Setijadi, Ph.D., mantan Rektor Universitas Terbuka

xiv
BAGIAN I :

“ITULAH DASARNYA ...”


1. KRISHNAMURTI KEPADA SISWA & GURU
SEKOLAH DI INDIA 2

Mereka yang sudah tahu apa itu meditasi harus


menghapus pengetahuannya itu dan kemudian
belajar

Krishnamurti: ... Anda tahu, orang sering bicara tentang


meditasi, bukan?
Siswa: Ya.
Krishnamurti: Anda tidak tahu apa-apa tentang itu. Saya
senang sekali. Karena Anda tidak tahu apa-apa tentang itu,
Anda bisa mempelajarinya. Seperti kalau orang tidak
mengerti bahasa Prancis, Latin atau Italia. Karena Anda tidak
tahu, Anda bisa belajar; Anda bisa belajar seolah-olah untuk
pertama kalinya. Mereka yang sudah tahu apa itu meditasi,
harus menghapus pengetahuannya itu dan kemudian belajar.
Anda melihat bedanya? Karena Anda tidak tahu apa meditasi
itu, marilah kita mempelajarinya. Untuk mempelajari
meditasi, Anda harus melihat bagaimana batin Anda bekerja.
Anda harus mengamati, seperti Anda mengamati seekor
cicak berlalu merayapi dinding. Anda melihat keempat
kakinya, bagaimana ia melekat pada dinding itu, dan selagi
Anda mengamati, Anda melihat semua geraknya. Secara itu
pula, amatilah pikiran Anda. Jangan memperbaiki. Jangan
menekan. Jangan berkata, “Semua ini terlalu sukar.” Amati
saja, sekarang, pagi ini.
Pertama-tama, duduklah diam sama sekali. Duduklah
yang enak, bersila, sama sekali diam, tutup mata Anda, dan
jagalah agar mata Anda tidak bergerak. Mengertikah Anda?
Bola mata Anda cenderung untuk bergerak, jagalah supaya

3
diam sama sekali, sekadar untuk coba-coba. Lalu, selagi
Anda duduk tenang sekali, temukan apa yang tengah
dilakukan oleh pikiran Anda. Amati seperti Anda mengamati
cicak itu. Amatilah pikiran, bagaimana ia lari, sebuah pikiran
menyusul pikiran lain. Dengan begitu Anda mulai belajar
mengamati.
Adakah Anda mengamati pikiran-pikiran Anda—
bagaimana pikiran yang satu mengejar pikiran lain, lalu
berkatalah pikiran, “Ini pikiran baik, itu pikiran buruk”?
Apabila Anda pergi tidur pada waktu malam, apabila Anda
tengah berjalan, amati pikiran Anda. Amati saja pikiran
Anda, jangan memperbaikinya, dan Anda mulai mempelajari
awal meditasi. Sekarang duduklah diam sama sekali.
Tutuplah mata Anda, dan jagalah agar bola mata Anda tak
bergerak sama sekali. Lalu amati pikiran Anda, sehingga
Anda belajar. Sekali Anda mulai belajar, belajar itu tidak ada
akhirnya.
*****

Anda telah selesai melihat hal-hal di luar, sekarang


dengan mata tertutup Anda bisa melihat apa yang
terjadi di dalam

Krishnamurti: ... Kini kita akan melakukan sesuatu yang


lain. Pertama-tama, duduklah diam sekali, secara nyaman,
duduk dengan tenang sekali, lemaskan badan, hendak saya
perlihatkan kepada Anda. Sekarang pandanglah pepohonan
itu, pebukitan itu, wujud dari bukit-bukit itu, pandanglah itu,
pandanglah kualitas warnanya, perhatikan mereka. Jangan
dengarkan saya. Perhatikan dan lihatlah pepohonan itu,
pohon-pohon yang menguning, pohon asam, lalu pandanglah
semak bugenvil itu. Pandanglah bukan dengan pikiranmu,

4
melainkan dengan matamu. Setelah melihat semua warna-
warni itu, bentuk tanah, pebukitan, batu-batu, bayangan, lalu
bergeraklah dari luar ke dalam, dan tutuplah matamu, tutup
matamu sama sekali. Anda telah selesai melihat hal-hal di
luar, dan sekarang dengan mata tertutup Anda bisa melihat
apa yang terjadi di dalam. Perhatikan apa yang terjadi di
dalam dirimu, jangan berpikir, perhatikan saja, jangan
gerakkan bola matamu, jagalah supaya bola matamu diam
sama sekali, karena sekarang tidak ada apa-apa yang perlu
dilihat. Anda telah melihat segala sesuatu di sekitarmu,
sekarang Anda melihat apa yang terjadi di dalam batinmu,
Anda harus tenang sekali di dalam. Dan kalau ini Anda
lakukan, tahukah Anda apa yang terjadi dengan Anda? Anda
menjadi sangat peka, Anda menjadi sangat waspada terhadap
hal-hal di luar dan di dalam. Lalu Anda menemukan bahwa
yang di luar adalah yang di dalam, lalu Anda menemukan
bahwa si pengamat adalah yang diamati.
*****

Duduklah tenang-tenang seorang diri di bawah


sebatang pohon, jangan membawa buku

Krishnamurti: Pernahkah Anda berjalan-jalan seorang diri?


Atau apakah Anda selalu pergi dengan orang lain? Jika Anda
sekali-sekali berjalan-jalan seorang diri—jangan jauh-jauh
karena Anda masih sangat muda—nanti Anda akan
mengenal diri Anda sendiri, apa yang Anda pikirkan, apa
yang Anda rasakan, apa kebajikan itu, Anda ingin menjadi
apa. Temukanlah. Dan Anda tak dapat menemukan diri
sendiri jika Anda selalu bercakap-cakap, keluyuran dengan
teman-teman Anda, dengan setengah lusin orang. Duduklah
tenang-tenang seorang diri di bawah sebatang pohon, jangan
membawa buku. Lihat saja bintang-bintang, langit yang
5
cerah, burung-burung, bentuk dedaunan. Amati bayang-
bayang. Amati burung yang melintas di langit. Dengan
berada sendirian, duduk dengan tenang di bawah sebatang
pohon, Anda mulai memahami gerak-gerik batin Anda
sendiri, dan hal itu sama pentingnya seperti masuk kelas.
*****

Memahami seluruh proses pikiran dan perasaan


Anda berarti seluruh diri Anda menjadi sangat
hening

Krishnamurti: ... Tahukah Anda tentang meditasi?


Siswa: Tidak, Pak.
Krishnamurti: Tetapi orang dewasa pun tidak tahu. Mereka
duduk di satu sudut, menutup mata dan berkonsentrasi,
seperti anak sekolah mencoba berkonsentrasi pada sebuah
buku. Itu bukan meditasi. Meditasi adalah sesuatu yang luar
biasa, jika Anda tahu bagaimana melakukannya. Saya akan
bercerita sedikit tentang hal itu.
Pertama-tama, duduklah dengan tenang sekali, jangan
memaksa dirimu untuk duduk diam, tetapi duduk atau
berbaringlah dengan tenang tanpa suatu paksaan.
Mengertikah Anda? Lalu perhatikan pikiranmu. Perhatikan
apa yang kaupikirkan. Anda menemukan bahwa Anda tengah
berpikir tentang sepatumu, gaunmu, apa yang akan Anda
katakan, burung di luar itu yang Anda dengarkan; ikuti
pikiran-pikiran itu, dan selidiki mengapa suatu pikiran
timbul. Jangan coba mengubah pikiranmu. Lihat mengapa
pikiran-pikiran tertentu muncul dalam batinmu, sehingga
Anda mulai memahami arti dari setiap pikiran dan setiap
perasaan tanpa suatu paksaan. Dan jika suatu pikiran muncul,

6
jangan menyalahkannya, jangan berkata ini benar, itu salah,
ini baik, itu buruk. Perhatikan saja, sehingga Anda mulai
memperoleh pemahaman, kesadaran yang aktif dalam
melihat setiap pikiran, setiap perasaan. Anda akan
mengetahui setiap pikiran yang tersembunyi, setiap dorongan
yang tersembunyi, setiap perasaan, tanpa terdistorsi, tanpa
berkata, itu benar, salah, baik, atau buruk. Jika Anda melihat,
menyelami pikiran secara mendalam sekali, batin Anda
menjadi luar biasa halus, hidup. Tidak ada bagian batin yang
tidur. Batin itu bangun sepenuhnya.
Itu hanya dasarnya. Maka batin Anda sangat tenang.
Seluruh diri Anda menjadi sangat diam. Lalu selamilah
keheningan itu, makin dalam, makin jauh—seluruh proses
itulah meditasi. Meditasi bukanlah duduk di sudut
mengulang-ulang sejumlah kata-kata; atau memikirkan
sebuah gambaran atau hanyut dalam khayalan-khayalan liar
yang mempesonakan.
Untuk memahami seluruh proses pikiran dan perasaan
Anda berarti harus bebas dari semua pikiran, bebas dari
semua perasaan, sehingga batin Anda, seluruh diri Anda,
menjadi sangat hening. Dan itu juga bagian dari hidup, dan
dengan keheningan itu Anda bisa melihat pohon, Anda bisa
melihat orang, Anda bisa melihat langit dan bintang-bintang.
Itulah keindahan hidup.
*****

Duduklah diam sekali dan hening, bukan saja


badan Anda, tetapi juga batin Anda

Krishnamurti: Nah, seperti saya katakan tempo hari, Anda


belajar apabila terdapat keheningan dan perhatian. Belajar
bisa ada apabila Anda memiliki keheningan dan
7
mencurahkan perhatian penuh. Dalam keadaan itu Anda
mulai belajar. Sekarang duduklah diam sekali; bukan karena
saya minta Anda duduk diam, tetapi oleh karena itulah cara
untuk belajar. Duduklah diam sekali dan jadilah hening,
bukan saja secara jasmaniah, bukan saja badan Anda, tetapi
juga batin Anda. Jadilah hening sekali, lalu di dalam
keheningan itu, perhatikan. Perhatikan suara-suara di luar
gedung ini, ayam yang berkokok, burung-burung, ada orang
batuk, ada orang berjalan. Pertama-tama, dengarkan hal-hal
di luar dirimu, lalu dengarkan apa yang berlangsung di dalam
batinmu. Maka Anda akan melihat, jika Anda mendengarkan
dengan perhatian yang mendalam sekali, di dalam
keheningan itu, bahwa suara di luar dan suara di dalam
adalah sama.
*****

[Krishnamurti kepada para guru sekolah di India]

Krishnamurti: Dapatkah kita mendalami masalah meditasi,


sebagai suatu cara pendekatan yang menyeluruh terhadap
kehidupan, yang berarti pula memahami apa meditasi itu?
Saya tidak tahu apakah di antara Anda ada yang melakukan
meditasi, dan saya tidak tahu apakah arti meditasi bagi Anda.
Peranan apakah yang dimiliki meditasi di dalam pendidikan,
dan apakah yang kita maksudkan dengan meditasi? ...
Bila kita merenungkan apa meditasi itu, saya rasa salah
satu hal yang paling awal ialah ketenangan jasmani. Suatu
ketenangan yang bukan dipaksakan, bukan pula dicari. Saya
tidak tahu apakah Anda pernah memperhatikan sebatang
pohon yang tertiup angin, dan pohon yang sama itu pada
malam hari setelah matahari terbenam. Ia tenang sekali.
Secara itu pula, dapatkah jasmani tenang, secara wajar,

8
normal dan sehat? Semua ini mengandung arti suatu batin
yang menyelidik, yang tidak mencari suatu kesimpulan, atau
yang bertolak dari suatu motif. Bagaimana batin menyelidik
ke dalam apa yang tak dikenal, yang tak terukur? Bagaimana
kita menyelidik tentang Tuhan? Hal itu merupakan bagian
juga dari meditasi. Bagaimana kita membantu para siswa
menyelami semua masalah ini? ... Saya merasakan kualitas
meditasi selagi saya bicara kepada Anda. Itulah meditasi.
Saya sedang bicara, tetapi batin yang tengah menyatu berada
dalam keadaan meditasi.
Semua itu mengandung arti batin yang luar biasa
lenturnya, bukan batin yang menerima, menolak, setuju, atau
menyesuaikan diri. Maka meditasi adalah pemekaran batin,
dan melalui itu melihat, melihat tanpa hambatan, tanpa latar
belakang, dan dengan demikian suatu kekosongan tanpa
batas yang dari situ kita melihat. Melihat tanpa pembatasan
oleh pikiran, yang adalah waktu, membutuhkan batin yang
luar biasa tenang dan hening.
Semua itu mengandung arti suatu kecerdasan yang bukan
hasil dari pendidikan, dari belajar dari buku, dari menguasai
teknik-teknik. Sudah tentu, untuk mengamati seekor burung
Anda harus tenang sekali; kalau tidak, oleh karena gerak
yang sedikit saja di pihak Anda, burung itu akan terbang.
Seluruh jasmani Anda harus diam, santai, peka untuk
melihat. Bagaimana Anda menciptakan perasaan itu?
Ambillah soal yang satu itu yang merupakan bagian dari
meditasi. Bagaimana Anda menciptakan hal ini dalam
sebuah sekolah semacam ini? ...

9
2. KRISHNAMURTI KEPADA SISWA-SISWA
SEKOLAH DI BROCKWOOD PARK

Pernahkah Anda mencoba duduk dengan sangat,


sangat diam?

Tahukah Anda tentang meditasi? ... Meditasi adalah bagian


dari kehidupan; jangan katakan itu hanya untuk orang-orang
bodoh saja. Itu adalah bagian dari eksistensi, jadi kalian
harus tahu tentang itu, seperti Anda tahu tentang matematika,
elektronika atau yang lain. Tahukah Anda apa artinya
bermeditasi? Arti kata itu menurut kamus adalah ‘merenung-
kan’, ‘memikirkan’, ‘menimbang-nimbang’, ‘menyelidiki’.
Maukah kita bicara sedikit tentang itu?
Bila Anda duduk dengan sangat tenang, atau berbaring
dengan sangat tenang, tubuh ini rileks sepenuhnya, bukan?
Pernahkah Anda mencoba duduk dengan sangat, sangat
diam? Bukan memaksakannya, oleh karena pada saat Anda
memaksakannya, tak ada gunanya. Duduk dengan sangat
diam, baik dengan mata tertutup atau mata terbuka. Jika mata
Anda terbuka, ada sedikit lebih banyak gangguan, Anda
mulai melihat berbagai benda. Jadi, setelah memandang
benda-benda, lengkung pohon itu, dedaunan, semak belukar,
setelah memandang semua itu dengan penuh perhatian, lalu
tutuplah mata Anda. Maka Anda tidak akan berkata kepada
diri sendiri, “Apa yang terjadi?—saya mau lihat.” Pertama-
tama, pandanglah segala sesuatu—perabotan, warna kursi
itu, warna sweater ini, pandanglah bentuk pohon itu. Setelah
memandang, keinginan untuk memandang keluar berkurang.
Saya telah melihat langit biru itu, dan saya telah selesai
dengan itu dan saya tidak akan memandangnya lagi. Tetapi
mula-mula Anda harus memandang. Lalu Anda bisa duduk
11
diam. Bila Anda duduk diam, atau berbaring dengan sangat
diam, maka darah mengalir dengan mudah ke kepala Anda—
bukan? Tidak ada ketegangan. Itulah sebabnya orang bilang
Anda harus duduk bersila dengan kepala tegak sekali, oleh
karena darah lebih mudah mengalir dengan cara itu. Jika
Anda duduk membungkuk, darah lebih sukar untuk mengalir
ke kepala. Jadi Anda duduk atau berbaring dengan sangat,
sangat diam. Jangan memaksakannya, jangan bergerak-
gerak. Jika Anda bergerak, amatilah; jangan berkata, “Saya
tidak boleh.” Maka, bila Anda duduk dengan sangat diam,
Anda mengamati batin Anda. Pertama-tama, amati batin.
Jangan memperbaikinya. Jangan berkata, “Pikiran ini baik,
pikiran itu tidak baik”—amati saja. Maka Anda akan melihat
ada si pengamat dan yang diamati. Ada pemisahan [division].
Pada saat ada pemisahan, ada konflik.
Nah, dapatkah Anda mengamati tanpa si pengamat?
Adakah pengamatan tanpa si pengamat? Si pengamatlah
yang berkata, “Ini baik, dan itu buruk”, “Ini saya suka, dan
itu saya tidak suka”, atau “Seandainya teman perempuan
saya tidak berkata begitu”, “Seandainya saya punya lebih
banyak makanan”.
Mengamati tanpa si pengamat—cobalah sekali-sekali. Itu
adalah bagian dari meditasi. Mulailah dengan itu. Itu cukup.
Dan Anda akan melihat, jika Anda melakukannya, ada suatu
hal yang luar biasa terjadi ... tubuh Anda menjadi sangat,
sangat cerdas. Sekarang ini tubuh tidak cerdas karena kita
telah memanjakannya. Pahamkah Anda maksud saya? Kita
telah merusak kecerdasan alamiah dari tubuh itu sendiri.
Maka Anda akan menemukan tubuh berkata, “Pergilah tidur
pada waktu yang tepat.” Ia menginginkannya, ia mempunyai
kecerdasan dan kegiatannya sendiri. Dan juga bila ia ingin
bermalas-malas, biarlah ia bermalas-malas.
12
Oh, Anda tidak tahu apa arti semua itu! Cobalah sendiri.
Bila saya datang lagi pada bulan April nanti, kita akan duduk
bersama dua kali seminggu dan menyelami bersama-sama
semua ini, maukah? Baik! Saya harap, Anda harus
meninggalkan tempat ini dalam keadaan sangat cerdas.
Bukan sekadar lulus beberapa ujian, melainkan menjadi
orang yang luar biasa cerdas, penuh kesadaran, indah.
Setidak-tidaknya itulah yang saya rasakan bagi Anda. 3
*****

Duduk diam dengan batin yang hening

Siswa: Dapatkah kita membahas tentang kepekaan dan tepa


salira (memperhatikan kepentingan orang lain)?
Krishnamurti: Manusia selalu menginginkan sesuatu yang
suci, luhur. Sekadar ramah kepada orang lain, peka, sopan,
memperhatikan, penuh pertimbangan dan kasih sayang saja
tidak punya kedalaman, tidak punya vitalitas. Kalau Anda
tidak menemukan dalam hidup Anda sesuatu yang sungguh-
sungguh suci, yang memiliki kedalaman, yang mempunyai
keindahan besar, yang adalah sumber dari segala sesuatu,
hidup ini menjadi sangat dangkal. Anda mungkin menikah
dan berbahagia, dengan anak-anak, sebuah rumah dan uang,
Anda mungkin pintar dan ternama, tetapi tanpa keharuman
itu segala sesuatu menjadi bayang-bayang yang tidak nyata.
Melihat apa yang tengah terjadi di seluruh dunia, apakah
Anda, dalam kehidupan sehari-hari Anda, ingin menemukan
sesuatu yang sungguh-sungguh benar, sungguh-sungguh
indah, suci, luhur? Jika Anda punya itu, maka kesopanan
punya makna, maka perhatian kepada orang lain punya
makna, punya kedalaman. Maka Anda boleh melakukan apa
saja yang Anda suka, akan selalu ada keharuman itu.
13
Bagaimana Anda sampai ke situ? Itu adalah bagian dari
pendidikan Anda, bukan semata-mata belajar matematika,
tetapi juga menemukan ini.
Untuk melihat sesuatu dengan sangat jelas—bahkan
pohon itu—batin Anda harus hening, bukan? Untuk melihat
gambar itu saya harus memandangnya, tetapi jika batin saya
berceloteh, berkata, “Saya ingin berada di luar”, atau “Saya
ingin celana baru”, jika batin saya mengembara, saya tidak
pernah bisa melihat gambar itu dengan jelas. Lihatlah dulu
kelogisan ini. Untuk mengamati burung-burung, untuk
mengamati awan, untuk mengamati pepohonan, batin harus
luar biasa hening untuk mengikuti.
Ada berbagai sistem di Jepang dan India untuk mengen-
dalikan batin sehingga ia bisa menjadi hening sepenuhnya.
Dan karena sangat hening, lalu Anda mengalami sesuatu
yang tak terukur—itulah maksudnya. Jadi mereka berkata:
pertama-tama batin harus hening, kendalikan dia, jangan
biarkan mengembara, oleh karena jika Anda mempunyai
batin yang hening maka hidup menjadi luar biasa. Nah, jika
Anda mengendalikan atau memaksa batin, Anda
mendistorsikannya, bukan? Jika saya memaksa diri untuk
menjadi ramah, itu bukan keramahan. Jika saya memaksa
diri untuk menjadi sopan sekali kepada Anda, itu bukan
kesopanan. Jadi, jika saya memaksa batin saya untuk
berkonsentrasi pada gambar yang satu ini, maka ada begitu
banyak ketegangan, daya upaya, kesakitan dan penekanan.
Dengan demikian, batin seperti itu bukanlah batin yang
hening—bukan? Jadi kita harus bertanya: adakah jalan untuk
menghasilkan batin yang sangat hening tanpa distorsi apa
pun, tanpa daya upaya apa pun, tanpa berkata, “Saya harus
mengendalikannya”?

14
Tentu saja ada. Ada suatu keheningan, kesunyian tanpa
daya upaya apa pun. Itu membutuhkan pemahaman tentang
apa daya upaya itu. Dan bila Anda memahami apa daya
upaya, pengendalian, penekanan itu—memahami bukan
hanya dengan kata-kata, melainkan sungguh-sungguh
melihat kebenarannya—maka di dalam persepsi itu sendiri
batin menjadi hening.
Anda bertemu setiap pagi pada pukul delapan. Apa yang
terjadi, apa yang Anda lakukan ketika Anda bertemu?
Siswa: Kita duduk diam di dalam ruangan.
Krishnamurti: Mengapa?—Teruskan, diskusikan dengan
saya. Apakah Anda membaca sesuatu?
Siswa: Kadang-kadang ada orang membaca.
Krishnamurti: Apa maknanya itu? Mengapa Anda bertemu
setiap pagi?
Siswa: Saya diberitahu, maksudnya untuk merasakan keber-
samaan.
Krishnamurti: Apakah Anda, dengan duduk diam, memper-
oleh rasa kebersamaan? Apakah Anda benar-benar merasa-
kannya? Ataukah itu hanya sekadar ide?
Siswa: Ada yang merasakan, ada yang tidak.
Krishnamurti: Mengapa Anda bertemu?—Ayolah, Anda
tidak mendiskusikannya dengan saya!
Bertemu pada pagi hari, duduk bersama, jika Anda
melakukannya dengan benar, itu adalah hal yang luar biasa.
Saya tidak tahu apakah Anda pernah melakukannya. Bila
Anda duduk, apakah Anda sungguh-sungguh duduk diam?
Apakah tubuh Anda sungguh-sungguh sangat diam?

15
Siswa: Tidak. Kebanyakan tidak diam.
Krishnamurti: Mengapa ia tidak diam? Tahukah Anda apa
arti duduk diam? Apakah mata Anda tertutup? Jawablah—
Saya saja yang bicara.—Apakah yang Anda lakukan?
Apakah Anda rileks? Apakah Anda sungguh-sungguh duduk
diam?
Siswa: Kadang-kadang orang sangat rileks.
Krishnamurti: Tunggu, jangan berkata “kadang-kadang”.
Itu cuma pelarian, beradalah pada satu pertanyaan.
Siswa: Saya sangat diam dan sangat hening.
Krishnamurti: Apakah yang Anda maksud dengan diam?
Apakah Anda diam secara fisik?
Siswa: Ya.
Krishnamurti: Apa artinya itu? Tolong simak ini. Apakah
saraf-saraf Anda, gerak-gerik tubuh Anda dan mata Anda
diam sepenuhnya? Apakah tubuh Anda diam tanpa bergerak
sedikit, tanpa gerak apa pun, dan bila Anda menutup mata,
apakah mata itu diam? Duduk diam berarti seluruh tubuh
Anda rileks, saraf-saraf Anda tidak tegang, tidak terganggu,
tiada gerak dalam pergesekan, secara fisik Anda sama sekali
diam. Anda tahu, mata selalu bergerak oleh karena Anda
selalu memandang benda-benda, oleh karena itu jika Anda
menutup mata, jagalah agar mata diam sepenuhnya.
Anda masuk ke ruangan ini pada pukul delapan pagi
untuk duduk diam agar memperoleh keselarasan antara
pikiran Anda, tubuh Anda dan hati Anda. Itu mengawali
setiap hari, sehingga keheningan itu terus berlangsung
sepanjang hari, bukan hanya selama sepuluh menit atau
setengah jam. Keheningan itu tetap berlangsung sekalipun

16
Anda bermain, berteriak atau mengobrol, tetapi di pusat batin
selalu ada rasa gerak yang hening ini—pahamkah Anda?
Siswa: Bagaimana?
Krishnamurti: Akan saya perlihatkan kepada Anda. Apakah
Anda melihat pentingnya itu? Jangan bertanya, “Bagai-
mana?”; pertama-tama lihatlah kelogisannya, alasannya.
Ketika Anda bertemu setiap pagi selama sepuluh menit,
Anda duduk diam sama sekali, Anda boleh membaca
sesuatu—mungkin Shakespeare, atau sebuah puisi—dan
Anda mengumpulkan keheningan.
Duduklah diam sama sekali tanpa bergerak sedikit pun
sehingga tangan Anda, mata Anda, semuanya diam sama
sekali—lalu apa yang terjadi? Ada yang membaca sebuah
puisi dan Anda telah menyimaknya. Ketika Anda berjalan
menuju ruangan ini, Anda mengamati pepohonan, bunga-
bunga, Anda telah melihat keindahan bumi, langit, burung-
burung, tupai, Anda telah mengamati segala sesuatu di
sekeliling Anda. Dan bila Anda telah mengamati segala
sesuatu di sekeliling Anda, Anda masuk ke dalam ruangan
ini; maka Anda tidak ingin melihat ke luar lagi. Saya tidak
tahu, apakah Anda paham? Anda sudah selesai memandang
ke luar—oleh karena nanti Anda akan kembali ke situ—
Anda selesai dengan memandang dengan sangat cermat
segala sesuatu selagi Anda memasuki ruangan. Lalu Anda
duduk diam sepenuhnya tanpa bergerak sedikit pun; maka
Anda mengumpulkan keheningan tanpa paksaan sedikit pun.
Diamlah. Maka, ketika Anda ke luar, ketika Anda mengajar
atau ketika Anda belajar ini atau itu, terdapat keheningan ini,
yang berlangsung sepanjang waktu.
Siswa: Bukankah itu keheningan yang dipaksakan?

17
Krishnamurti: Anda tidak mengerti. Anda sudah mandi,
Anda turun ke lantai bawah, dan Anda memandang—bukan
cuma sepintas lalu—melainkan sungguh-sungguh me-
mandang pepohonan, Anda memandang burung yang
terbang melintas, Anda memandang gerak dedaunan tertiup
angin. Dan ketika Anda memandang, Anda sungguh-
sungguh memandang. Jangan sekadar berkata, “Saya sudah
melihatnya”, melainkan berikan perhatian kepadanya.
Pahamkah Anda apa yang saya katakan?
Jadi, sebelum Anda masuk ke ruangan ini, pandanglah
segala sesuatu dengan jelas dan dengan penuh perhatian,
dengan kasih sayang. Dan ketika Anda masuk dan ada orang
tengah membaca sesuatu, Anda duduk diam. Melihatkah
Anda apa yang terjadi? Oleh karena Anda telah memandang
segala sesuatu secara luas, maka ketika Anda duduk diam,
keheningan itu menjadi alamiah dan mudah, oleh karena
Anda telah memberikan perhatian kepada segala sesuatu
yang Anda pandang. Anda membawa perhatian itu sampai—
ketika Anda duduk diam—tidak ada pikiran mengembara,
tidak ada keinginan untuk melihat sesuatu lagi. Jadi dengan
perhatian itu Anda duduk, dan perhatian itu adalah
keheningan. Anda tidak bisa memandang bila Anda tidak
penuh perhatian, yang berarti diam. Saya tidak tahu,
melihatkah Anda pentingnya ini?
Keheningan itu perlu oleh karena batin yang sungguh-
sungguh sangat hening—bukan terdistorsi—memahami
sesuatu yang tidak terdistorsi, yang sungguh-sungguh di atas
ukuran pikiran. Dan itulah asal mula segala sesuatu.
Anda dapat melakukan ini bukan saja ketika Anda duduk
di ruangan ini, melainkan sepanjang waktu, ketika Anda
tengah makan, bercakap-cakap, bermain; selalu ada rasa

18
perhatian yang telah Anda kumpulkan pada pagi hari. Dan
sementara Anda melakukannya, ia menembus semakin
dalam. Lakukanlah!
Siswa: Pak, bukankah perhatian yang kita berikan lebih
penting daripada duduk diam?
Krishnamurti: Saya katakan, ada perhatian yang Anda
berikan ketika mengamati burung-burung, pepohonan, awan-
awan. Dan kemudian, ketika Anda memasuki ruangan, Anda
mengumpulkan perhatian itu, mengintensifkannya—
pahamkah Anda? Dan itu terus berlangsung sepanjang hari,
sekalipun Anda tidak memperhatikannya lagi. Cobalah esok
pagi; saya akan menanyai Anda tentang itu. Ujian! (Suara
tertawa) Oleh karena bila Anda meninggalkan tempat ini,
Anda harus sudah menangkap sesuatu—bukan Hindu, bukan
pula Kristen—maka hidup Anda akan menjadi suci. (Jeda)
Apa kata Anda, Sophia? Saya akan membuat Anda
bicara!
Siswa: Kadang-kadang kita lupa, dan pada saat itu pikiran
membentuk kita kembali.
Krishnamurti: Yang Anda katakan adalah: saya mengamati
burung-burung, pepohonan, dedaunan, gerak ranting tertiup
angin, saya mengamati cahaya pada rerumputan, embun—
saya menaruh perhatian. Dan ketika saya memasuki ruangan
ini, saya masih penuh perhatian. Bukan memperhatikan
sesuatu—pahamkah Anda? Di luar sana saya memperhatikan
burung, daun. Di dalam sini, ketika saya masuk, saya tidak
memperhatikan apa pun—saya sekadar penuh perhatian.
Lalu, dalam keadaan penuh perhatian itu, muncul pikiran—
bukan? “Saya belum merapikan tempat tidur saya”, “Saya
harus membersihkan sepatu saya”, atau pikiran apa pun, dan
Anda mengejar pikiran itu. Ikutilah sampai pikiran itu
19
berhenti; jangan berkata, “Saya tidak boleh berpikir begitu.”
Selesaikanlah. Dalam proses menyelesaikan pikiran itu,
sebuah pikiran baru muncul. Jadi, kejarlah setiap pikiran
sampai pikiran itu berhenti; dengan demikian tidak ada
pengendalian, tidak ada pengekangan. Tidak peduli ada
seratus pikiran muncul. Saya akan ikuti satu pikiran pada
satu saat, sehingga batin menjadi amat tertib. Saya tidak
tahu, pahamkah Anda akan semua ini?
Siswa: Jadi di mana keheningan masuk?
Krishnamurti: Anda tidak risau tentang keheningan, oleh
karena jika pikiran muncul, Anda tidak hening. Maka jangan
paksa diri menjadi hening, ikuti pikiran itu.
Siswa: Apakah itu ada akhirnya?
Krishnamurti: Ya, jika Anda menyelesaikannya; tetapi jika
Anda tidak mengikuti sampai ia berhenti, ia akan kembali
lagi oleh karena Anda tidak menyelesaikan satu hal.
Pahamkah Anda?
Begini, saya keluar rumah, mengelilingi taman dan
mengamati, memperhatikan keindahan, kelembutan, gerak
dedaunan. Saya mengamati segala sesuatu, lalu saya masuk
ke ruangan ini dan duduk. Anda membaca sesuatu dan saya
duduk diam. Saya mencoba duduk diam, dan tubuh saya
bergerak karena saya punya kebiasaan bergerak-gerak, jadi
saya harus mengamati itu, saya memperhatikannya, saya
tidak membetulkannya. Anda tidak bisa membetulkan gerak
dedaunan, bukan? Demikian pula, saya tidak ingin
membetulkan gerak tangan saya; saya mengamatinya, saya
memperhatikannya. Bila Anda memperhatikannya, ia
menjadi diam—cobalah. Saya duduk diam, satu detik, dua
detik, sepuluh detik, lalu tiba-tiba muncul sebuah pikiran:
“Saya harus pergi ke suatu tempat sore ini. Saya tidak
20
membuat pekerjaan rumah saya. Saya belum membersihkan
kamar mandi.” Atau kadang-kadang pikiran itu jauh lebih
rumit; saya iri hati kepada orang itu. Sekarang saya
merasakan iri hati itu. Jadi, ikutilah sampai tuntas dan
pandanglah itu. Iri hati menyiratkan suatu pembandingan,
persaingan, peniruan. Apakah saya mau meniru?—pahamkah
Anda? Ikutilah sampai pikiran itu berakhir dan selesaikanlah,
jangan bawa-bawa pikiran itu. Dan bila ada pikiran lain
muncul, Anda berkata, “Tunggu, saya akan kembali ke situ.”
Jika Anda ingin memainkan permainan ini dengan amat
cermat, Anda menuliskan setiap pikiran yang muncul pada
sehelai kertas, dan Anda akan segera menemukan betapa
pikiran bisa tertib oleh karena Anda menuntaskan setiap
pikiran, satu demi satu. Dan ketika Anda duduk diam pada
hari berikutnya, Anda sungguh-sungguh diam. Tidak ada
pikiran muncul karena Anda telah menyelesaikannya; yang
berarti Anda telah menyemir sepatu Anda, Anda telah
membersihkan kamar mandi, Anda telah meletakkan handuk
di tempat yang semestinya pada saat yang tepat. Ketika Anda
duduk, Anda tidak berkata, “Saya tidak mengembalikan
handuk ke tempatnya.” Jadi apa yang Anda lakukan Anda
tuntaskan setiap kali, dan ketika Anda duduk diam Anda
akan hening secara menakjubkan, Anda menghasilkan suatu
rasa tertib yang luar biasa dalam hidup Anda. Jika Anda
tidak mempunyai ketertiban itu, Anda tidak mungkin bisa
hening; dan bila Anda mempunyainya, bila batin sungguh-
sungguh hening, maka di situ mulailah keindahan sejati dan
misteri berbagai hal. Itulah agama yang sejati. 4

21
BAGIAN II :

BATIN YANG HENING


3. MEDITASI DAN BATIN YANG HENING

Meditasi bukanlah pencarian

Meditasi bukanlah pencarian; itu bukan mencari,


menggali, menjelajahi. Meditasi adalah suatu ledakan dan
temuan. Itu bukan menjinakkan otak untuk menyesuaikan
diri, bukan pula suatu analisis mengintrospeksi diri. Itu pasti
bukan latihan konsentrasi, yang menerima, memilih, dan
menolak. Meditasi adalah sesuatu yang datang secara
alamiah, ketika seluruh pernyataan dan pencapaian—positif
maupun negatif—telah dipahami dan runtuh dengan mudah.
Meditasi adalah pengosongan otak secara total. Kekosongan
itulah yang esensial, bukan apa yang ada di dalam kekosong-
an; yang ada hanyalah melihat dari kekosongan. Segala
kebajikan—bukan moralitas dan keterhormatan sosial—ber-
sumber dari situ. Landasan dari perilaku lurus ada di dalam
kekosongan ini. Meditasi adalah awal dan akhir dari segala
sesuatu. 5
*****

Di dalam nyala api meditasi, pikiran berakhir

Berada di beranda yang harum itu, ketika fajar masih


lama lagi dan pepohonan masih hening, yang menjadi esensi
adalah keindahan. Tetapi esensi ini tidak dapat dialami;
pengalaman harus berakhir, oleh karena pengalaman hanya
memperkuat apa yang diketahui. Yang diketahui bukanlah
esensi. Meditasi bukanlah mengalami lebih lanjut; itu bukan
saja pengakhiran pengalaman, yang adalah respons terhadap
tantangan, besar atau kecil, tetapi juga terbukanya pintu
esensi, terbukanya pintu dari sebuah tungku yang nyala

25
apinya memusnahkan, tanpa meninggalkan abu sedikit pun,
tidak ada sisa sedikit pun. Kita adalah sisa peninggalan,
pembeo dari beribu-ribu hari kemarin, suatu rangkaian
berkelanjutan dari ingatan tanpa akhir, dari pilihan dan
keputusasaan. Diri yang besar dan diri yang kecil adalah pola
eksistensi, dan eksistensi adalah pikiran dan pikiran adalah
eksistensi, beserta kesedihan yang tak kunjung berakhir. Di
dalam nyala api meditasi pikiran berakhir dan bersamanya
juga perasaan, karena keduanya bukanlah cinta. Tanpa cinta,
tidak ada esensi; tanpa cinta hanya ada abu, yang padanya
eksistensi kita berdasar. Dari kekosongan itu muncullah
cinta. 6
*****

Meditasi adalah perhatian yang di situ tidak


terdapat pencatatan

Meditasi adalah perhatian yang di situ tidak terdapat


pencatatan. Biasanya batin mencatat hampir segala sesuatu—
suara bising, kata-kata yang digunakan—batin mencatat
seperti sebuah tape-recorder. Nah, mungkinkah bagi batin
untuk tidak mencatat, kecuali apa yang mutlak perlu?
Mengapa saya harus mencatat sebuah penghinaan?
Mengapa? Mengapa saya harus mencatat sebuah sanjungan?
Itu tidak perlu. Mengapa saya harus mencatat setiap luka di
hati? Tidak perlu. Oleh karena itu, catatlah saja apa yang
perlu untuk bekerja dalam kehidupan sehari-hari—sebagai
teknisi, penulis, dan sebagainya—tetapi secara psikologis,
jangan mencatat apa pun. Di dalam meditasi tidak ada
pencatatan secara psikologis, tidak ada pencatatan kecuali
fakta-fakta kehidupan yang praktis, seperti pergi ke kantor,
bekerja di pabrik, dan sebagainya—tak ada yang lain. Dari
situ datanglah keheningan penuh, oleh karena pikiran telah
26
berakhir—kecuali untuk berfungsi hanya apabila mutlak
perlu. Waktu telah berakhir, dan terdapat sejenis gerak yang
sama sekali berbeda, di dalam keheningan. 7
*****

Tidak ada hari esok di dalam meditasi

Meditasi tanpa suatu rumus tertentu, tanpa penyebab dan


alasan, tanpa akhir dan tujuan, adalah suatu fenomena yang
mencengangkan. Itu bukan saja suatu ledakan besar yang
menyucikan, tetapi meditasi juga adalah kematian, yang tak
punya hari esok. Kemurniannya menghancurkan, tidak
meninggalkan sudut tersembunyi yang di situ pikiran bisa
mengendap di dalam bayangannya sendiri yang gelap.
Kemurniannya adalah rentan [vulnerable]; itu bukan kebajik-
an yang dihasilkan melalui perlawanan. Ia murni oleh karena
tidak punya perlawanan, seperti cinta. Tidak ada hari esok di
dalam meditasi, tidak ada dalih terhadap kematian. Matinya
hari kemarin dan hari esok tidak meninggalkan saat sekarang
yang remeh—dan waktu selalu remeh—melainkan suatu
penghancuran yang adalah apa yang baru. Meditasi adalah
ini, bukan perhitungan bodoh dari otak yang mencari rasa
aman. Meditasi adalah penghancuran rasa aman, dan terdapat
keindahan besar dalam meditasi, bukan keindahan dari hal-
hal yang dibentuk oleh manusia atau oleh alam, melainkan
dari keheningan. Keheningan itu adalah kekosongan, yang di
dalam itu dan dari situ segala sesuatu mengalir dan berada.
Meditasi tidak dapat diketahui, baik intelek maupun
perasaan tidak bisa mencapainya; tidak ada jalan untuk
mencapainya, dan suatu metode untuk mencapainya adalah
ciptaan otak yang serakah. Seluruh akal dan cara dari diri
yang menghitung-hitung harus dimusnahkan sama sekali;

27
seluruh gerak ke depan atau ke belakang, yakni jalan dari
waktu, harus berakhir, tanpa hari esok.
Meditasi adalah penghancuran; ia adalah bahaya besar
bagi mereka yang ingin hidup secara dangkal, hidup di dalam
khayalan dan mitos. 8
*****

Peniadaan total dari segala sesuatu yang diketahui

Meditasi, pada jam-jam yang hening pada dini hari,


tanpa sebuah mobil pun menderu lewat, adalah mekarnya
keindahan. Itu bukan pikiran yang menjelajah dengan
kemampuannya yang terbatas, bukan pula kepekaan
perasaan; itu bukan suatu substansi di dalam atau di luar
yang mengekspresikan dirinya; itu bukan gerak waktu, oleh
karena otak diam. Itu adalah peniadaan total dari segala
sesuatu yang diketahui; bukan suatu reaksi, melainkan suatu
pengingkaran tanpa sebab; itu adalah gerak dalam kebebasan
sepenuhnya, gerak yang tak punya arah dan dimensi. Di
dalam gerak itu terdapat energi tak terbatas, yang esensinya
adalah keheningan itu sendiri. Tindakannya adalah tanpa-
tindakan yang total, dan esensi dari tanpa-tindakan itu adalah
kebebasan. Terdapat kebahagiaan besar, ekstase besar yang
musnah oleh sentuhan pikiran. 9
*****

Meditasi bisa berlangsung ketika Anda duduk


dalam bus

Meditasi adalah salah satu seni terbesar dalam hidup—


mungkin yang terbesar, dan orang tidak bisa mempelajarinya
dari orang lain; itulah keindahannya. Meditasi tidak punya
28
teknik, dan dengan demikian tidak punya otoritas. Bila Anda
belajar tentang diri Anda sendiri, mengamati diri Anda
sendiri, mengamati bagaimana Anda berjalan, bagaimana
Anda makan, apa yang Anda bicarakan, gunjingan,
kebencian, kecemburuan—jika Anda eling akan semua itu di
dalam diri Anda, tanpa memilih sedikit pun, itulah bagian
dari meditasi.
Jadi meditasi bisa berlangsung ketika Anda duduk dalam
bus, atau berjalan-jalan di hutan yang penuh dengan cahaya
dan bayangan, atau menyimak kicau burung-burung, atau
memandang wajah istri atau anak Anda. 10
*****

Tidak ada meditasi lain kecuali meditasi kehidupan


sehari-hari

Bila Anda memandang sebatang pohon, atau wajah


tetangga Anda atau wajah istri atau suami Anda, dan jika
Anda memandang dengan kualitas batin yang hening
sepenuhnya, maka Anda akan melihat sesuatu yang tak
mungkin dicapai melalui latihan apa pun. Jika Anda berlatih
suatu metode, Anda masih hidup di dalam ruang yang amat
sempit yang diciptakan oleh pikiran, sebagai si ‘aku’, yang
berlatih, yang maju. Ruang itu penuh dengan konflik, penuh
dengan pencapaian dan kegagalannya sendiri. Batin seperti
itu tak pernah bisa hening, apa pun yang dilakukannya.
Meditasi adalah pemahaman akan kenikmatan dan
keinginan; memahami bukan menekan, bukan secara intelek-
tual mengutarakan dengan kata-kata atau merasionalisasi-
kan—memahami seluruh proses kesadaran yang dijalani
sehari-hari, beserta segala kebingungannya, kesengsaraan-
nya—itulah meditasi. Tidak ada meditasi lain kecuali
29
meditasi kehidupan sehari-hari—akan bagaimana Anda
bertindak, bagaimana Anda berpikir, bagaimana Anda
merasa—dari pemahaman ini datanglah keheningan.
Hanya di dalam keheningan cinta bisa berada. Kualitas
cinta tidak lahir dari keinginan, konflik dan seluruh
keburukan dan siksaan; ia muncul dengan pemahaman akan
waktu, ruang, keinginan, kenikmatan; ketika itulah terlihat
bahwa cinta bukanlah keinginan dan kenikmatan. Batin yang
polos dapat memecahkan semua masalah dan semua
tantangan yang dihadapinya. Ia sadar sepenuhnya akan
semua masalah manusia—dan ia menjadi tak terukur. Bagi
batin seperti itu tak ada waktu dan tak ada kematian. Untuk
sampai pada batin seperti itu, orang harus mengakhiri
kesedihan; pengakhiran kesedihan adalah awal kearifan. 11
*****

Meditasi tidak terpisah dari kehidupan

Kita hampir tak pernah menyimak salak seekor anjing,


atau tangis seorang bayi atau tawa seorang laki-laki selagi ia
melintas. Kita memisahkan diri dari segala sesuatu, lalu dari
keterasingan ini kita memandang dan menyimak terhadap
segala sesuatu. Keterpisahan inilah yang begitu merusak,
oleh karena di dalamnya terletak semua konflik dan
kebingungan.
Jika Anda menyimak suara lonceng itu dengan
keheningan penuh, Anda akan mengendarainya—atau lebih
tepat, suara itu akan membawa Anda menyeberangi lembah
dan melampaui pebukitan. Keindahannya hanya terasa
apabila Anda dan suara itu tidak terpisah, bila Anda menjadi
bagian darinya. Meditasi adalah pengakhiran keterpisahan
ini, bukan dengan tindakan dari kehendak atau keinginan,
30
atau dengan mencari kenikmatan dari hal-hal yang belum
pernah dikecap.
Meditasi tidak terpisah dari kehidupan; ia adalah esensi
kehidupan itu sendiri, esensi kehidupan sehari-hari itu
sendiri. Menyimak lonceng-lonceng itu, menyimak tawa pak
tani itu sementara ia melintas bersama istrinya, menyimak
gemerincing lonceng sepeda anak perempuan kecil itu selagi
ia melintas. Maka hidup seluruhnya, bukan hanya satu
pecahan darinya, terbuka oleh meditasi. 12
*****

Anda bisa melakukannya sepanjang hari

Meditasi bukan sesuatu yang berbeda dari kehidupan


sehari-hari. Jangan pergi ke sudut ruangan dan bermeditasi
selama sepuluh menit, lalu keluar dari situ dan menjadi
penjagal—baik secara metaforis maupun sesungguhnya.
Meditasi adalah salah satu hal paling serius; Anda
melakukannya sepanjang hari, di kantor, bersama keluarga,
ketika Anda berkata kepada seseorang, “Saya cinta kepada-
mu”, ketika Anda memikirkan anak-anak Anda, ketika Anda
mendidik mereka untuk menjadi tentara, membunuh,
menjadi nasionalis, memuja bendera, mendidik mereka untuk
memasuki perangkap dunia modern ini. Mengamati semua
itu, menyadari peran Anda di dalamnya, semua itu adalah
bagian dari meditasi.
Dan ketika Anda bermeditasi seperti itu, Anda akan
menemukan di dalamnya suatu keindahan luar biasa; Anda
akan bertindak secara benar setiap saat. Dan jika Anda tidak
bertindak benar pada saat tertentu, itu tidak apa-apa, Anda
akan melakukannya lagi—Anda tidak akan membuang

31
waktu dengan penyesalan. Meditasi adalah bagian dari
kehidupan, bukan sesuatu yang berbeda dari kehidupan. 13
*****

Aneh betapa si pemeditasi ini tetap bertahan

Batin juga diam sama sekali. Bagaimana pun juga,


meditasi bukanlah alat untuk menghasilkan suatu produk,
untuk menghasilkan keadaan yang pernah ada atau yang
mungkin ada. Jika meditasi disertai niat tertentu, hasil yang
diinginkan mungkin diperoleh, tetapi itu bukan meditasi, itu
hanyalah pemenuhan keinginan. Keinginan tidak pernah
terpuaskan; tak ada akhir bagi keinginan. Memahami
keinginan, tanpa berupaya mengakhirinya, atau memelihara-
nya, adalah awal dan akhir dari meditasi.
Tetapi ada sesuatu di atas itu. Aneh betapa si pemeditasi
ini tetap bertahan; ia ingin berlanjut, ia menjadi si pengamat,
dia yang mengalami, suatu mekanisme mengingat-ingat, dia
yang menilai, mengumpulkan, membuang. Jika meditasi
adalah dari si pemeditasi, itu hanya memperkuat si
pemeditasi, dia yang mengalami. Keheningan batin ialah
tidak adanya dia yang mengalami, tidak adanya si pengamat
yang sadar bahwa ia diam. Bila batin diam, terdapat keadaan
bangun. Anda bisa sekali-sekali bangun terhadap banyak hal;
Anda bisa menggali, mencari, menyelidik, tetapi ini adalah
kegiatan dari keinginan, dari kehendak, dari kemasyhuran
dan keuntungan. Apa yang selamanya bangun bukanlah
keinginan bukan pula produk dari keinginan. Keinginan
menumbuhkan konflik dualitas, dan konflik adalah kegelap-
an. 14
*****

32
Meditasi bukanlah proses intelektual

Meditasi adalah gerak dalam perhatian. Perhatian


bukanlah suatu pencapaian, oleh karena ia bukanlah pribadi.
Unsur pribadi muncul hanya apabila terdapat si pengamat
sebagai pusat, yang dari situ ia berkonsentrasi atau
mendominasi. Jadi semua pencapaian adalah terpecah-belah
[fragmentary] dan terbatas. Perhatian tidak punya batas,
tidak punya perbatasan untuk dilintasi; perhatian adalah
kejernihan, bebas dari segenap pikiran. Pikiran tidak
mungkin menghasilkan kejernihan, oleh karena pikiran
berakar pada masa lampau yang mati; jadi berpikir adalah
tindakan dalam kegelapan. Keelingan akan hal ini berarti
penuh perhatian. Keelingan bukanlah suatu metode yang
membawa pada perhatian; perhatian seperti itu berada dalam
lingkup pikiran, dan dengan demikian dapat dikendalikan
atau dimodifikasikan. Eling akan tiadanya perhatian adalah
perhatian. Meditasi bukanlah proses intelektual—yang masih
berada dalam lingkup pikiran. Meditasi adalah kebebasan
dari pikiran, dan suatu gerak dalam ekstase kebenaran. 15
*****

Si pemeditasi adalah meditasi

Pernahkah Anda menyelami masalah meditasi, salah


seorang dari Anda? Meditasi tidak berkepentingan dengan
meditasi melainkan dengan si pemeditasi—melihatkah Anda
perbedaannya? Kebanyakan dari Anda berkepentingan
dengan meditasi, apa yang harus dilakukan, bagaimana
bermeditasi selangkah demi selangkah, dan sebagainya—itu
bukan masalahnya sama sekali. Si pemeditasi adalah
meditasi. Memahami si pemeditasi adalah meditasi.

33
Nah, jika Anda pernah menyelami masalah meditasi ini,
si pemeditasi harus berakhir, melalui pemahaman, bukan
melalui penekanan, bukan dengan membunuh pikiran.
Artinya, memahami diri sendiri berarti memahami gerak
pikiran; pikiran adalah gerak otak beserta seluruh ingatan-
nya—gerak pikiran mencari rasa aman, dan sebagainya.
Nah, si pemeditasi bertanya, bisakah otak ini menjadi
hening sepenuhnya? Yang berarti, bisakah otak menjadi
diam sama sekali, namun tetap bekerja dari keheningan ini
bukan sebagai tujuannya sendiri. Mungkin semua ini terlalu
rumit bagi Anda; sesungguhnya itu sangat sederhana. 16
*****

Si pemeditasi tak pernah tahu kebaikan meditasi

Meditasi adalah mekarnya kebaikan; itu bukan


pemupukan kebaikan. Apa yang dipupuk tak pernah lestari;
ia berlalu, dan harus dimulai lagi. Meditasi bukanlah bagi si
pemeditasi. Si pemeditasi tahu bagaimana bermeditasi; ia
berlatih, mengendalikan, membentuk, berjuang; tetapi
kegiatan batin ini bukanlah cahaya meditasi. Meditasi tidak
disusun oleh batin; itu adalah keheningan total dari batin,
yang di situ pusat dari pengalaman, pengetahuan, pikiran,
tidak ada. Meditasi adalah perhatian penuh tanpa suatu
obyek yang di situ pikiran asyik. Si pemeditasi tak pernah
tahu kebaikan meditasi. 17
*****

Tidak ada diri yang kekal untuk dipelajari

Krishnamurti: Kita berkepentingan akan pemahaman total


akan manusia. Dan ini adalah meditasi. Meditasi bukanlah
34
pelarian dari ‘apa adanya’. Meditasi adalah memahami itu
dan mengatasinya. Tanpa memahami ‘apa adanya’, meditasi
menjadi sekadar hipnosis-diri dan pelarian ke dalam
penampakan-penampakan dan khayalan-khayalan imajinatif.
Meditasi adalah pemahaman akan seluruh kegiatan
pikiran yang menghasilkan si ‘aku’, diri, ego, sebagai fakta.
Lalu pikiran mencoba memahami gambaran yang telah
diciptakannya, seolah-olah diri itu sesuatu yang kekal. Diri
ini lalu membagi dirinya menjadi diri yang tinggi dan diri
yang rendah, dan pembagian ini pada gilirannya membawa
konflik, kesengsaraan, dan kebingungan. Mengetahui diri
tidak sama dengan memahami bagaimana diri ini muncul.
Pada yang satu, kita menganggap adanya diri yang kekal.
Pada yang lain, melalui pengamatan, kita belajar bagaimana
diri ini dibentuk oleh pikiran. Jadi, memahami pikiran, liku-
likunya dan kelicinannya, kegiatannya dan pemisahannya,
adalah awal dari meditasi.
Tetapi jika Anda beranggapan diri adalah entitas yang
kekal, Anda mempelajari diri yang tidak ada, oleh karena ia
hanya seonggok ingatan, kata-kata, dan pengalaman. Jadi
mengenal diri bukanlah pengetahuan tentang diri, melainkan
melihat bagaimana diri ini terbentuk, dan bagaimana ini telah
membawa keterpecahan kehidupan. Kita harus melihat
dengan sangat jelas kesalahpahaman ini. Tidak ada diri yang
kekal untuk dipelajari. Tetapi mempelajari liku-liku pikiran
dan kegiatannya berarti mengakhiri kegiatan yang berpusat
pada diri. Inilah landasan meditasi.
Tanpa memahami ini secara mendalam dan radikal,
meditasi menjadi sekadar permainan bagi orang bodoh,
dengan penampakan-penampakan mereka yang remeh dan
absurd, pengalaman penuh khayal, dan tenaga yang dapat

35
disalahgunakan. Landasan ini menyiratkan keelingan,
pengamatan terhadap apa adanya tanpa memilih sedikit pun,
melihat tanpa prasangka apa yang terjadi secara aktual, baik
di luar maupun di dalam, tanpa pengendalian atau keputusan
apa pun. Perhatian ini adalah tindakan yang bukan sesuatu
yang terpisah, oleh karena hidup adalah tindakan. Anda tidak
perlu menjadi seorang aktivis, yang lagi-lagi merupakan
keterpecahan kehidupan. Jika kita sungguh-sungguh
berkepentingan dengan tindakan total, bukan tindakan yang
terpecah-belah, maka tindakan total datang bersama
perhatian total, yang adalah melihat ‘apa adanya’ secara
aktual, baik ke dalam maupun ke luar. Dan melihat itu
sendiri adalah bertindak.
Penanya: Tetapi, tidakkah Anda membutuhkan latihan
dalam hal ini? Suatu metode tertentu untuk dilatih supaya
bisa penuh perhatian, supaya bisa menjadi peka?
Krishnamurti: Itulah yang ditawarkan oleh berbagai aliran
meditasi, yang sesungguhnya absurd. Metode menyiratkan
suatu pengulangan mekanikal dari kata-kata, atau dari
pengendalian, atau dari penyesuaian diri. Dalam
pengulangan ini batin menjadi mekanikal. Batin yang
mekanikal tidak peka. Dalam melihat kebenaran dari proses
mekanikal ini, batin terbebaskan dan dengan demikian
menjadi peka. Melihat itulah perhatian.
Penanya: Tetapi saya tidak bisa melihat jelas. Bagaimana
saya melakukan ini?
Krishnamurti: Untuk melihat jelas tidak boleh ada pilihan,
tidak boleh ada prasangka, tidak boleh ada perlawanan atau
pelarian. Temukan apakah Anda mempunyai pelarian,
apakah Anda memilih-milih, apakah Anda mempunyai
prasangka. Pahami ini. Maka batin bisa mengamati dengan
36
sangat jelas bukan hanya langit, dunia, tetapi juga apa yang
berlangsung di dalam Anda—yakni diri.
Penanya: Tetapi tidakkah meditasi menghasilkan
pengalaman-pengalaman luar biasa?
Krishnamurti: Pengalaman-pengalaman luar biasa sama
sekali tidak relevan dan berbahaya. Batin yang dijejali
pengalaman ingin memperoleh pengalaman lebih luas, lebih
besar, lebih transenden. ‘Lebih banyak’ adalah musuh
kebaikan. Kebaikan hanya mekar di dalam pemahaman akan
‘apa adanya’, bukan dalam menginginkan pengalaman lebih
banyak dan lebih besar. Dalam meditasi memang ada hal-hal
tertentu yang terjadi, yang untuk itu tidak ada kata-kata
untuk menggambarkannya; dan jika Anda berbicara tentang
itu, itu bukanlah yang nyata. 18
*****

Kita harus meletakkan landasan perilaku benar

Jika kita bebas dari pencarian yang abadi ini, bebas dari
tuntutan dan keinginan untuk mengalami sesuatu yang luar
biasa, maka kita bisa melanjutkan untuk menemukan apa
meditasi itu. Kata itu—seperti kata ‘cinta’, ‘kematian’,
‘keindahan’, ‘kebahagiaan’—begitu terbebani makna-makna.
Ada begitu banyak aliran yang mengajarkan kepada Anda
bagaimana bermeditasi. Tetapi untuk memahami apa
meditasi itu, kita harus lebih dulu meletakkan landasan
perilaku benar. Tanpa landasan itu, sesungguhnya meditasi
adalah sejenis hipnosis-diri, tanpa bebas dari marah,
cemburu, iri hati, serakah, ingin mengambil, benci, bersaing,
ingin sukses—semua itu bentuk-bentuk moral dan terhormat
dari apa yang dianggap lurus. Tanpa meletakkan landasan
yang benar, tanpa sungguh-sungguh hidup sehari-hari bebas
37
dari pendistorsian oleh ketakutan, kecemasan, keserakahan
pribadi, dan seterusnya, meditasi sangat sedikit artinya.
Meletakkan landasan itu adalah sangat penting. Jadi kita
bertanya: apakah kebajikan [virtue] itu? Apakah moralitas
itu? Mohon jangan menilai pertanyaan ini borjuis, bahwa itu
tidak punya makna dalam suatu masyarakat permisif, yang
mengizinkan segala sesuatu. Kita tidak berkepentingan
dengan masyarakat seperti itu; kita berkepentingan dengan
kehidupan yang bebas sepenuhnya dari ketakutan, dengan
kehidupan yang mampu memiliki cinta yang mendalam dan
menetap. Tanpa itu, meditasi hanyalah sekadar penyimpang-
an; itu seperti menggunakan Narkoba—seperti dilakukan
oleh banyak orang—untuk memperoleh pengalaman luar
biasa namun menjalani hidup yang kerdil dan compang-
camping. Mereka yang makan obat mempunyai pengalaman-
pengalaman aneh: mereka mungkin melihat sedikit lebih
banyak warna-warni, mereka mungkin menjadi sedikit lebih
peka, dan karena peka, dalam keadaan terpengaruh zat kimia
itu, mereka mungkin melihat hal-hal tanpa ruang di antara si
pengamat dan apa yang diamati; tetapi bila efek zat kimia itu
berakhir, mereka kembali ke keadaan mereka semula dengan
ketakutan, dengan kebosanan, kembali ke dalam rutinitas
semula—lalu mereka harus makan obat lagi.
Kalau kita tidak meletakkan landasan kebajikan, meditasi
menjadi kiat untuk mengendalikan batin, untuk membuat
batin hening, untuk memaksa batin menyesuaikan diri
dengan pola dari suatu sistem yang berkata, “Lakukan
begini-begitu, dan Anda akan mendapat ganjaran besar.”
Tetapi batin seperti itu—apa pun yang Anda lakukan dengan
segala metode dan sistem yang ditawarkan—akan tetap
kerdil, remeh, terkondisi, dan dengan demikian tidak ada
gunanya.
38
Kita harus menyelidiki apa kebajikan itu, apa perilaku
itu. Apakah perilaku itu hasil dari pengkondisian oleh
lingkungan, oleh masyarakat, oleh budaya di mana kita
dibesarkan?—Anda berperilaku sesuai dengan itu. Apakah
itu kebajikan? Ataukah kebajikan terletak dalam kebebasan
dari moralitas sosial sebagai keserakahan, iri hati dan
sebagainya?—yang dianggap sangat terhormat. Bisakah
kebajikan dipupuk?—dan kalau bisa dipupuk, lalu apakah itu
tidak menjadi sesuatu yang mekanikal dan dengan demikian
bukan kebajikan sama sekali?
Kebajikan adalah sesuatu yang hidup, mengalir, yang
terus-menerus memperbarui dirinya; itu tidak mungkin
disusun di dalam waktu; itu seperti mengatakan, bahwa Anda
bisa memupuk sikap rendah hati. Bisakah Anda memupuk
sikap rendah hati? Hanya orang yang angkuh yang
“memupuk” sikap rendah hati; apa pun yang dipupuknya, ia
akan tetap angkuh.
Tetapi di dalam melihat dengan sangat jelas hakekat
keangkuhan dan kebanggaan; di dalam melihat itu sendiri,
terdapat pembebasan dari keangkuhan dan kebanggaan itu—
dan di situ terdapat sikap rendah hati.
Bila ini jelas sekali, maka kita bisa melanjut untuk
menemukan apa meditasi itu. Jika kita tidak dapat
melakukan ini dengan sangat dalam, dengan cara yang
sangat nyata dan serius—bukan untuk satu-dua hari saja, lalu
berhenti—jangan bicara tentang meditasi. Meditasi—jika
Anda paham apa itu—adalah salah satu hal yang paling luar
biasa; tetapi Anda tidak mungkin memahaminya kalau Anda
tidak mengakhiri sikap mencari, meraba-raba, menginginkan,
dengan serakah menggenggam sesuatu yang Anda anggap
sebagai kebenaran—yang adalah proyeksi pikiran Anda

39
sendiri. Anda tidak bisa datang kepada meditasi kalau Anda
masih menuntut suatu “pengalaman”, kalau Anda tidak
memahami kebingungan di mana kita hidup, ketidaktertiban
dari kehidupan kita sendiri. Di dalam pengamatan terhadap
ketidaktertiban itu, ketertiban muncul—yang bukan sebuah
cetakbiru. Bila Anda telah melakukan ini—yang itu sendiri
adalah meditasi—maka kita bisa bertanya, bukan hanya apa
meditasi itu, tetapi juga apa yang bukan meditasi, oleh
karena di dalam pengingkaran terhadap apa yang palsu,
kebenaran muncul. 19
*****

Konsentrasi tidak membawa pada suka cita


meditasi

Marilah kita bedakan antara konsentrasi dan meditasi.


Nah, bila Anda bicara tentang meditasi, kebanyakan dari
Anda memaksudkan sekadar belajar cara berkonsentrasi.
Tetapi konsentrasi tidak membawa pada suka cita meditasi.
Renungkan apa yang terjadi di dalam apa yang Anda
namakan “meditasi”, yang tidak lebih dari proses melatih
batin untuk berkonsentrasi pada suatu obyek atau ide
tertentu. Anda menyisihkan dari batin Anda segala pikiran
atau gambaran lain kecuali satu yang telah Anda pilih
dengan sengaja; Anda mencoba memfokuskan batin Anda
pada ide, gambar atau kata yang satu itu. Nah, itu sekadar
penyusutan pikiran, pembatasan pikiran. Bila pikiran-pikiran
lain muncul dalam proses penyusutan pikiran ini, Anda
membuangnya, Anda mengesampingkannya. Jadi, batin
Anda menjadi semakin sempit, semakin kurang lentur,
semakin kurang bebas.

40
Mengapa Anda ingin berkonsentrasi? Oleh karena Anda
melihat suatu iming-iming, suatu ganjaran, menantikan Anda
sebagai hasil dari konsentrasi. Anda ingin menjadi seorang
siswa spiritual, Anda ingin menemukan Sang Master, Anda
ingin berkembang secara spiritual, Anda ingin memahami
kebenaran. Jadi konsentrasi Anda menjadi sepenuhnya
merusak pikiran dan perasaan, oleh karena Anda melihat
meditasi, konsentrasi, dalam kaitan dengan perolehan, dalam
kaitan dengan pelarian dari pergulatan.
Pikirkanlah sejenak, kalian yang telah mempraktekkan
meditasi, konsentrasi, selama bertahun-tahun. Anda telah
memaksa batin Anda menyesuaikan diri dengan suatu pola
tertentu, menyesuaikan diri dengan suatu gambaran atau ide,
atau membentuk diri menurut kecenderungan atau prasangka
tertentu. Nah, semua kepercayaan, cita-cita, kecenderungan
tergantung pada suka dan tidak suka pribadi.
Disiplin-diri Anda, apa yang Anda namakan “meditasi”,
adalah sekadar proses yang dengan itu Anda mencoba
memperoleh sesuatu sebagai imbalannya. Dan jaminan akan
sesuatu sebagai imbalan ini, mencari ganjaran ini, juga
menjelaskan besarnya keanggotaan gereja-gereja dan
komunitas-komunitas keagamaan. Lembaga-lembaga ini
menjanjikan ganjaran, imbalan bagi pengikut mereka yang
dengan setia menaati disiplin mereka.
Bila terdapat pengendalian, tidak ada meditasi dari hati.
Bila Anda mencari dengan harapan memperoleh sesuatu,
memperoleh imbalan, pencarian Anda telah berakhir. 20
*****

41
Akar semua masalah adalah pikiran

Tidak ada urutan di dalam meditasi. Tidak ada kelanjutan


[continuity], oleh karena ini menyiratkan waktu dan ruang
dan tindakan di dalamnya. Seluruh kegiatan psikologis kita
berada di dalam lingkup waktu dan ruang, dan dari sini
datanglah tindakan, yang selalu tidak tuntas.
Batin kita terkondisi untuk menerima waktu dan ruang.
Dari sini ke sana, rantai sebab-akibat ini-itu, adalah urutan di
dalam waktu. Di dalam gerak ini, tindakan menghasilkan
kontradiksi, dan dengan demikian konflik. Inilah kehidupan
kita.
Bisakah tindakan bebas dari waktu, sehingga tidak ada
penyesalan dan tidak ada pula antisipasi, tindakan yang
melihat ke belakang dan ke depan? Melihat adalah bertindak.
Bukan lebih dulu memahami, lalu bertindak, melainkan
melihat yang di dalamnya sendiri adalah tindakan. Di sini
tidak ada unsur waktu, jadi batin selalu bebas. Waktu dan
ruang adalah jalan dari pikiran, yang membangun dan
menghidupi diri, si aku dan si bukan-aku, dengan seluruh
tuntutannya akan pemenuhan, perlawanannya, dan ketakut-
an terluka.
Pada pagi ini kualitas meditasi adalah ketiadaan
[nothingness], kekosongan total dari waktu dan ruang. Itu
adalah fakta dan bukan ide atau paradoks dari spekulasi yang
saling bertentangan. Orang menemukan kekosongan yang
aneh ini ketika akar dari semua masalah melapuk. Akar itu
adalah pikiran, pikiran yang memisahkan dan menahan. Di
dalam meditasi batin sungguh-sungguh menjadi kosong dari
masa lampau, sekalipun ia bisa menggunakan masa lampau
sebagai pikiran. Ini berlangsung terus sepanjang hari, dan di
waktu malam tidur adalah kekosongan dari hari kemarin, dan
42
dengan demikian batin menyentuh apa yang tanpa-waktu
[timeless]. 21
*****

Pandanglah saja tanpa pikiran

Saya tidak tahu apakah Anda pernah berjalan menelusuri


sebuah jalan yang penuh sesak, atau sebuah jalan yang sunyi,
dan sekadar memandang tanpa pikiran. Ada keadaan
mengamati tanpa campur tangan pikiran. Sekalipun Anda
sadar akan segala sesuatu di sekeliling Anda, dan Anda
mengenali orang, gunung, pohon, atau mobil yang mendekat,
namun batin Anda tidak berfungsi menurut pola pikiran yang
biasa. Saya tidak tahu apakah ini pernah terjadi pada Anda.
Coba lakukan itu sekali-sekali ketika Anda tengah
berkendara atau berjalan kaki. Pandanglah saja tanpa pikiran;
amati saja tanpa reaksi yang menghasilkan pikiran.
Sekalipun Anda mengenali warna dan bentuk, sekalipun
Anda melihat sungai, mobil, kambing, bus, tidak ada reaksi,
yang ada sekadar pengamatan negatif [negative observation];
dan keadaan yang dinamakan pengamatan negatif itu sendiri
adalah tindakan. Batin seperti itu bisa menggunakan
pengetahuan untuk menjalankan apa yang ingin dilakukan-
nya, tetapi ia bebas dari pikiran dalam arti tidak berfungsi
sebagai reaksi. Dengan batin seperti itu—batin yang penuh
perhatian tanpa bereaksi—Anda bisa pergi ke kantor, dan
sebagainya. 22
*****

43
Keheningan itu mutlak perlu

Di dalam meditasi, tidak ada pencarian pengalaman sama


sekali. Harap simak semua ini. Tidak ada pencarian sama
sekali, bukan hanya pencarian pengalaman, tetapi juga setiap
bentuk pencarian, bertanya, menyelidik. Oleh karena hanya
apabila tidak ada pencarian dan bertanya, bila tidak ada
pengkondisian yang terarah, ketika otak telah terasah sampai
pada kepekaannya yang tertinggi, dari sini datanglah
keheningan batin—bukan keheningan yang Anda cari, yang
Anda pupuk, itu kematian, itu kemandekan.
Dari kesadaran akan semua yang telah dibahas sampai
sekarang pada petang ini—sadar akan burung-burung gagak
itu, sadar akan si pembicara, sadar akan reaksi Anda
terhadap si pembicara dan kata-kata yang digunakannya,
tanpa memilih, mengamati secara negatif, sadar total seperti
itu—dari sadar itu terdapat perhatian. Anda tidak bisa
memperhatikan bila Anda tidak hening. Anda menyimak
burung-burung gagak itu, secara aktual menyimak,
memberikan perhatian Anda—bukan perlawanan. Simaklah
burung-burung gagak itu dan simaklah si pembicara secara
serentak, bukan dua hal yang berbeda. Dan untuk bisa
memperhatikan sepenuhnya burung-burung gagak itu dan
pembicara, dan mengamati batin Anda sendiri, bagaimana ia
bekerja, Anda membutuhkan perhatian yang datang dari
keheningan sempurna; kalau tidak, Anda cuma melawan
burung-burung gagak itu dan mencoba menyimak si
pembicara. Jadi ada pemisahan, ada konflik; ada sikap
menolak, ada penyisihan—itulah yang dilakukan kebanyakan
orang. ...
Dan hanya batin yang sadar sepenuhnya, ia penuh
perhatian sepenuhnya. Dan perhatian dan sadar ini hanya
44
bisa datang bila ada keheningan total. Keheningan itu mutlak
perlu.
Mungkin beberapa dari Anda telah sungguh-sungguh
berjalan bersama pembicara sejauh ini; Anda telah secara
aktual, faktual, berjalan selangkah demi selangkah dalam
perjalanan ini sampai sekarang. Jika Anda lakukan itu, Anda
akan melihat bahwa batin Anda luar biasa hening. Mohon,
saya tidak menghipnotis Anda—itu begitu tidak dewasa,
tipuan tukang sulap yang cerdik. Kita menempuhnya secara
aktual, menghayatinya secara aktual; tidak ada kepura-
puraan. Entah Anda ada di situ, atau Anda tidak ada di situ.
Jika Anda tidak ada di situ, Anda harus mulai dari permulaan
sekali, dan menempuhnya.
Jadi tidak ada rasa terhipnotis oleh seseorang, oleh ide-
idenya atau oleh kata-katanya atau oleh kerinduan Anda
sendiri untuk menemukan keheningan. Itu datang dengan
niscaya, seperti matahari terbit di timur pada suatu pagi,
ketika batin telah menempuh semua ini dan paham. Oleh
karena batin yang matanglah, batin yang mampu memandang
dirinya tanpa kenal ampun—tanpa kasihan-diri, tanpa air
mata, tanpa harapan, tanpa ketakutan sama sekali—batin
yang telanjang bulat, yang mampu berdiri sendiri sepenuh-
nya, bukan hanya di dunia ini, tetapi juga di dunia psikologis
yang ada di dalam kulit ini, tanpa mengharapkan seseorang,
untuk mendapatkan dukungan, untuk mendapatkan suatu
cara berperilaku, untuk mendapatkan dorongan.
Jika Anda telah berjalan sejauh itu, maka Anda akan
melihat bahwa batin hening sepenuhnya. Di dalam
keheningan itu tidak ada pantulan perenungan. Bila Anda
memandang ke dalam sebuah sumur yang penuh air dan
hening, Anda melihat wajah Anda sendiri; pantulan wajah

45
Anda sendiri ada di dalam air itu, dan Anda bisa terus
memperbaiki pantulan itu sampai bosan, mengubahnya,
memodifikasikannya. Di dalam keheningan itu tidak ada
pantulan; oleh karena tidak ada si pemikir, tidak ada pikiran.
Ia kosong dari semua pengalaman, tetapi ia hidup dengan
hebat; ia energi, bukan kematian, bukan kelapukan.
Nah, sejauh ini, kita bisa menggunakan kata-kata sampai
di situ. Tetapi untuk menyelam lebih jauh ke dalam
keheningan luar biasa ini, Anda tidak hanya harus berjalan
tanpa kata-kata, bukan secara abstrak, tetapi juga secara
aktual. Dan Anda tidak mungkin berjalan secara aktual,
kalau Anda tidak sampai, selangkah demi selangkah, ke
tempat kita berada sekarang. Mungkin beberapa di antara
Anda telah menempuhnya, dan Anda sekarang mulai
memahami hakekat dan makna dari meditasi, dan dengan
demikian mampu untuk secara aktual berada di dalam
keheningan itu, yang bukan imajinasi, bukan didorong,
bukan direncanakan—itu ada di situ.
Di dalam keheningan itu, tidak ada si penonton, tidak ada
entitas yang berkata, “Saya sekarang hening.” Yang ada
hanyalah keheningan, suatu ruang mahaluas yang di dalam-
nya ada kekosongan. Oleh karena, kalau batin ini tidak
kosong, ia tidak mungkin melihat yang baru. Bila batin
kosong—bukan dibuat kosong—bila ada rasa kehampaan
[void] sepenuhnya, yang hidup, bergetar, kuat, penuh tenaga,
bukan tidur, bukan keadaan melompong [blankness], maka
Anda akan melihat ada gerakan dari penciptaan yang lain
sekali.
Anda mungkin bertanya, “Ketika Anda bicara tentang
keheningan itu, bukankah Anda mengamati keheningan itu?”
Yang kita katakan adalah sekadar kata-kata, tetapi bukan

46
halnya. Kata ‘pohon’ bukanlah pohon. Si pembicara
hanyalah mendeskripsikan; kata, deskripsi, bukanlah efek-
nya. Oleh karena itu, Anda boleh lupakan kata-kata itu,
lupakan deskripsi itu, dan beradalah di situ secara aktual.
Jika Anda berada di situ, jika batin eling sepenuhnya
dengan kualitas kejernihan yang murni, maka dari situ
terdapatlah penciptaan—penciptaan bukan dalam makna
duniawi dari kata itu: menggambar lukisan, menulis puisi,
membuat anak. Oleh karena dunia berada dalam keadaan
penciptaan, alam semesta ini, itu meledak. Dan hanya di
dalam keheningan luar biasa itu, yang tidak punya
perbatasan, yang tidak punya kedalaman, tiada ketinggian,
tiada ukuran—dari keheningan yang mahaluas ini, kita tahu
sumber, asal mula dari segala sesuatu. 23
*****

Sangat penting bagi batin untuk kosong tanpa


terpaksa

Batin selalu sibuk dengan sesuatu, betapa pun bodoh atau


tampak penting. Ia seperti monyet, selalu gelisah, selalu
berceloteh, bergerak dari satu hal kepada hal lain, dan sia-sia
mencoba untuk hening. Untuk menjadi kosong, sama sekali
kosong, bukanlah hal yang menakutkan; sangat penting bagi
batin untuk tidak sibuk, untuk kosong, tanpa terpaksa, oleh
karena hanya dengan demikian ia bisa bergerak menuju
kedalaman yang tak dikenal. Setiap kesibukan sesungguhnya
sangat dangkal, dengan wanita itu atau dengan apa yang
disebut orang suci. Sebuah batin yang sibuk tidak pernah
bisa menembus ke dalam kedalamannya sendiri, ke dalam
ruang-ruang yang tak pernah diinjaknya. Kekosongan inilah
yang memberikan ruang kepada batin, dan ke dalam ruang

47
ini waktu tidak bisa masuk. Dari kekosongan ini terdapat
penciptaan, yang cintanya adalah kematian. 24
*****

Anda tidak bisa sampai ke situ dengan latihan

Suatu batin yang menggapai-gapai mencari lebih banyak


pengalaman, lebih banyak gairah, lebih banyak sensasi—
batin seperti itu tidak hening; dan dengan demikian, ia hanya
mengalami di dalam batas-batas keterkondisiannya sendiri
dan di dalam pengetahuannya sendiri. ...
Keheningan bukan hanya dari pikiran, tetapi juga dari
otak. Saya tidak akan mendalami semua itu; tidak ada waktu
untuk mendalami semua itu. Otak, yang adalah saraf, sel-sel,
segala sesuatu, menjadi hening, tetapi amat sadar, penuh
perhatian—memang harus begitu. Maka, oleh karena
keheningan ini, terdapat ruang; dan oleh karena ada ruang,
terdapat cinta.
Anda tidak bisa sampai ke situ dengan latihan, dengan
berkata, “Pertama-tama saya akan mencoba sadar, lalu sadar
tanpa memilih, lalu penuh perhatian, lalu hening.” Batin
begitu remeh! Anda menginginkan semuanya sebagai
rencana cetakbiru, dan yang perlu Anda lakukan cuma
mengikutinya. Itu tidak berlangsung seperti itu. Entah Anda
melihat seluruh hal itu, seluruh keindahan dari matahari
terbenam, dari pohon, dan seluruh keindahan dari meditasi
ini, sepenuhnya dan seketika, dan dengan demikian mengalir
bersamanya, entah Anda tidak melihatnya sama sekali.
Maka Anda akan melihat bahwa cinta mengubah dengan
seketika setiap tindakan dari kehidupan. Itulah satu-satunya
katalisator, satu-satunya hal—tidak ada yang lain—yang

48
akan menghasilkan perubahan [mutation] total dari batin.
Dan kita membutuhkan perubahan seperti itu. Oleh karena
manusia telah hidup begitu lama dalam kesengsaraannya,
dengan siksaan eksistensi setiap hari, ketidakpastian,
kebingungan, konflik, dan apa yang dianggap sifat hidup
yang tanpa-makna. Tetapi ada makna luar biasa terhadap
kehidupan. Kehidupan—pergi ke kantor, berbicara dengan
istri Anda, melakukan segala sesuatu yang Anda lakukan—
mempunyai makna hebat apabila Anda tahu bagaimana
memandangnya, bagaimana sampai ke sana. Dan untuk
sampai ke sana, untuk mengetahuinya, untuk melihat
keindahannya—itu hanya bisa terjadi hanya apabila ada
keheningan, bila terdapat ruang dan cinta. Dan itulah
kebenaran; dan itulah satu-satunya hal yang penting dalam
hidup. Maka seluruh surga dan seluruh neraka terbuka. Maka
Anda tidak perlu lagi mencari Tuhan. Maka Anda tidak perlu
lagi pergi ke kuil atau ke gereja mana pun; Anda tidak perlu
lagi menjadi budak pendeta atau kitab atau otoritas mana pun
juga. Maka di situ hanya terdapat cahaya, dan cahaya itu
adalah cinta dan keheningan. 25
*****

Langkah pertama adalah langkah terakhir

Langkah pertama adalah langkah terakhir. Langkah


pertama adalah langkah persepsi jernih, dan tindakan
persepsi jernih adalah tindakan terakhir. Ketika Anda melihat
suatu bahaya, seekor ular, persepsi itu sendiri adalah
tindakan lengkap. Pahamkah Anda?
Nah, kita berkata, langkah pertama adalah langkah
terakhir. Langkah pertama adalah untuk melihat [perceive],
melihat apa yang Anda pikirkan, melihat ambisi Anda,

49
melihat kecemasan Anda, kesepian Anda, keputusasaan
Anda, rasa kesedihan yang luar biasa ini, melihatnya, tanpa
menyalahkan, membenarkan, tanpa menginginkan supaya
menjadi lain—hanya melihatnya saja, seperti apa adanya.
Bila Anda melihat itu seperti apa adanya, maka ada
tindakan yang berbeda sama sekali berlangsung, dan
tindakan itu adalah tindakan terakhir—bukan? Artinya, bila
Anda melihat sesuatu sebagai salah atau benar, persepsi itu
sendiri adalah tindakan terakhir, yang adalah langkah
terakhir—bukan?
Nah, simaklah ini. Saya melihat kesalahan mengikuti
orang lain, ajaran orang lain—Krishna, Buddha, Kristus,
tidak peduli siapa dia. Saya melihat ada persepsi atau
kebenaran bahwa mengikuti orang lain adalah sama sekali
salah—bukan? Oleh karena akal budi Anda, logika Anda,
dan segala sesuatu menunjukkan betapa absurdnya mengikuti
orang lain. Nah, persepsi itu adalah langkah terakhir, dan bila
Anda sudah melihat, Anda meninggalkannya, melupakannya,
oleh karena pada menit berikutnya Anda harus melihat lagi
yang baru, yang lagi-lagi langkah terakhir.
Jika Anda tidak melepaskan apa yang telah Anda
pelajari, apa yang Anda lihat, maka ada kelanjutan dari gerak
pikiran, dan gerak dan kelanjutan dari pikiran adalah waktu.
Dan bila batin terperangkap dalam gerak waktu, itu adalah
keterbelengguan.
Jadi, itulah salah satu masalah utama, yakni apakah batin
bisa bebas dari masa lampau, penyesalan lampau, kenikmat-
an lampau, ingatan, kenangan, kejadian dan pengalaman,
segala sesuatu yang telah kita bangun, masa lampau, yang
adalah juga si ‘aku’. Si ‘aku’ adalah masa lampau. Nah,
pikiran memberikan kelanjutan pada sesuatu yang telah
50
terlihat dengan jelas, dan karena tidak bisa mengesamping-
kannya, memberinya kelanjutan yang menjadi alat untuk
melestarikan pikiran.
Anda mengalami kejadian yang menyenangkan kemarin.
Anda tidak melupakannya, Anda tidak melepaskannya, Anda
membawa-bawanya bersama Anda, Anda memikirkannya.
Berpikir tentang sesuatu yang dari masa lampau itu sendiri
memberikan kelanjutan kepada masa lampau. Dengan
demikian, masa lampau tidak pernah berakhir. Anda paham
semua ini?
Tetapi, jika Anda melihat bahwa Anda mengalami
kejadian yang amat luar biasa, menyenangkan kemarin,
melihatnya, mencerapnya [perceive], dan mengakhirinya
sepenuhnya, tidak membawa-bawanya, maka tidak ada
kelanjutan sebagai masa lampau yang telah dibangun oleh
pikiran. Dengan demikian, setiap langkah adalah langkah
terakhir. Pahamkah Anda?
Jadi, kita harus menyelami masalah apakah pikiran, yang
memberi kelanjutan kepada ingatan sebagai ingatan—dan
ingatan adalah masa lampau—apakah pikiran bisa berhenti.
Oleh karena itu adalah bagian dari meditasi. Itu adalah
bagian dari perubahan [mutation] total pada sel-sel otak itu
sendiri, oleh karena jika ada kelanjutan dari gerak pikiran, itu
adalah pengulangan dari yang usang, oleh karena pikiran
adalah ingatan, pikiran adalah respons ingatan, pikiran
adalah pengalaman, pikiran adalah pengetahuan.
Jadi, masalah kita adalah: pikiran selalu melestarikan
dirinya melalui pengalaman, melalui pengulangan terus-
menerus dari ingatan-ingatan tertentu. Pengetahuan selalu
berada di masa lampau, dan bila Anda bertindak menurut
pengetahuan, Anda memberikan kelanjutan kepada pikiran;
51
tetapi Anda harus punya pengetahuan untuk bertindak secara
teknologis. Tampakkah kesulitannya?
Jika Anda tidak menggunakan pikiran, Anda tidak bisa
pulang ke rumah, Anda tidak bisa bekerja di kantor. Anda
mesti punya pengetahuan, tetapi juga lihat pentingnya,
bahayanya suatu batin yang terperangkap di dalam gerak
pikiran terus-menerus, dan dengan demikian tidak pernah
melihat sesuatu secara baru. Pikiran selalu usang, pikiran
selalu terkondisi, tidak pernah bebas, oleh karena ia
bertindak menurut masa lampau.
Jadi, masalahnya ialah: bagaimanakah gerak pikiran
ini—yang pada satu tingkat mutlak diperlukan untuk
berfungsi secara logis, waras, sehat—bagaimanakah gerak
pikiran ini bisa berakhir bagi manusia untuk melihat sesuatu
yang sama sekali baru, untuk hidup secara lain sama sekali?
Pendekatan yang tradisional terhadap masalah ini ialah
mengendalikannya, menahannya, atau belajar berkonsentrasi
—bukan? Ini lagi-lagi adalah absurd, karena siapakah si
pengendali? Bukankah si pengendali bagian dari pikiran,
bagian dari pengetahuan yang berkata, Anda harus mengen-
dalikan? Artinya, Anda telah diajar untuk mengendalikan.
Ada cara mengamati pikiran tanpa suatu pengendalian,
tanpa memberinya kelanjutan, melainkan mengamatinya
sampai ia berakhir. Pahamkah Anda pertanyaan saya? Oleh
karena, jika pikiran berlanjut, batin tidak pernah hening, dan
hanya ketika batin hening sepenuhnya ada kemungkinan bagi
persepsi.
Lihatlah kelogisan hal ini. Artinya, jika batin saya terus
berceloteh, membandingkan, menilai, mengatakan ini benar,
itu salah, saya tidak menyimak Anda. Untuk menyimak
Anda, untuk memahami apa yang Anda katakan, saya harus
52
memberikan perhatian, dan untuk bisa memberikan perhatian
penuh, perhatian itu sendiri adalah keheningan—bukan?
Kita melihat begitu jelas bahwa keheningan sama sekali
perlu, bukan hanya pada tingkat permukaan, tetapi juga pada
tingkat paling dalam; di pusat diri kita harus ada keheningan
sempurna. Bagaimana ini bisa terjadi?
Itu tidak mungkin terjadi jika ada sebentuk pengendalian,
oleh karena dengan demikian ada konflik, oleh karena lalu
ada orang yang berkata, “Saya harus mengendalikan,” dan
ada yang harus dikendalikan. Di situ ada pemisahan, dan di
dalam pemisahan itu ada konflik. Dengan demikian,
mungkinkah bagi batin untuk kosong dan hening
sepenuhnya, bukan berkelanjutan, melainkan dari detik ke
detik?
Itulah persepsi pertama, bahwa batin harus hening
sepenuhnya. Persepsi itu, kebenaran itu dan melihat
kebenaran itu, adalah langkah pertama dan terakhir. Lalu
persepsi itu harus diakhiri; kalau tidak, Anda akan
membawa-bawanya. Dengan demikian, batin harus
mengamati, harus eling tanpa memilih akan setiap persepsi,
dan harus ada pengakhiran dari persepsi itu dengan seketika,
melihat dan mengakhiri. Pahamkah Anda ini?
Jadi batin tidak hidup bersama pikiran, yang adalah
respons dari masa lampau, dan memberikan kelanjutan
kepada pikiran itu ke masa depan, yang mungkin menit
berikutnya, detik berikutnya.
Dan pikiran adalah respons ingatan, yang adalah struktur
sel-sel otak itu sendiri. Jika Anda pernah mengamati batin
Anda sendiri, Anda akan melihat bahwa di dalam sel-sel otak
itu sendiri terdapat bahan ingatan, dan ingatan itu merespons,
yang adalah pikiran.
53
Untuk menghasilkan perubahan [mutation] total pada
kualitas sel itu sendiri, harus ada pengakhiran dari setiap
persepsi, pemahaman, melihat; bertindak dan meninggalkan
itu, sehingga batin selalu melihat dan mati, melihat
kepalsuan dari kebenaran itu dan mengakhirinya dan
bergerak terus tanpa membawa-bawa ingatan—bukan?
Semua ini menuntut persepsi yang sangat kuat, vitalitas,
energi yang sangat besar. Untuk menyelami ini selangkah
demi selangkah seperti tengah kita lakukan, tanpa terlewat
satu hal pun, membutuhkan energi sangat besar.
...
Bagaimana batin—tanpa mengikuti suatu sistem, tanpa
mengikuti suatu paksaan, tanpa pembandingan apa pun—
bagaimana batin yang telah terkondisi begitu lama, bisa
kosong sepenuhnya dari masa lampau? Anda paham per-
tanyaan saya? Kosong sepenuhnya, sehingga ia melihat
dengan jelas, dan apa yang jelas terlihat mengakhirinya,
sehingga ia selalu memperbarui dirinya dalam kekosongan,
artinya, memperbarui dirinya dalam kepolosan [innocence].
Nah, kata ‘kepolosan’ berarti batin yang polos, batin
yang tak pernah bisa terluka. Kata ‘kepolosan’ berasal dari
sebuah kata Latin yang berarti tak dapat terluka. Dan
kebanyakan dari kita terluka, terluka dengan segala ingatan
yang kita timbun di sekitar luka-luka itu, penyesalan-
penyesalan kita, kerinduan kita, kesepian kita. Ketakutan kita
adalah bagian dari rasa terluka ini.
Dari sejak kanak-kanak kita terluka secara sadar atau tak
sadar. Bagaimana mengosongkan semua luka itu, tanpa
mengambil waktu—Anda paham?—tanpa berkata, “Saya
akan berangsur-angsur melenyapkan luka itu”? Bila Anda
lakukan itu, Anda tak akan pernah mengakhirinya, Anda
54
akan mati pada akhirnya. Jadi, masalahnya ialah: bisakah
batin mengosongkan dirinya sama sekali, bukan saja di
tingkat permukaan, tetapi juga di kedalaman dirinya, pada
akarnya. Oleh karena kalau tidak, kita hidup di dalam
penjara, kita hidup di dalam penjara sebab dan akibat di
dunia perubahan ini.
Jadi Anda harus mengajukan pertanyaan ini,
mengajukannya kepada diri Anda sendiri: apakah batin Anda
bisa kosong dari segenap masa lampaunya, namun tetap
mempertahankan pengetahuan teknologis, pengetahuan
insinyur Anda, pengetahuan bahasa Anda, ingatan dari
semua itu, namun berfungsi dari sebuah batin yang kosong
sepenuhnya?
Pengosongan batin itu terjadi secara alamiah, secara
manis tanpa disuruh, bila Anda memahami diri Anda, bila
Anda memahami apa diri Anda itu. Diri Anda adalah
ingatan, kumpulan memori, pengalaman, pikiran. Bila Anda
memahami itu, memandangnya, mengamatinya, dan bila
Anda mengamatinya, melihat di dalam pengamatan itu tidak
ada dualitas antara si pengamat dan yang diamati. Maka bila
Anda melihat itu, Anda akan melihat bahwa batin Anda bisa
kosong sepenuhnya, penuh perhatian. Dan di dalam
perhatian itu, Anda bisa bertindak secara utuh, tanpa
keterpecahan [fragmentation] sedikit pun. Semua itu adalah
bagian dari meditasi.
Dan bila Anda memahami sepenuhnya seluruh keter-
pecahan dari diri Anda—bukan keterpaduan [integration]—
pahamilah bagaimana keterpecahan dan kontradiksinya
muncul, bukan bagaimana mempersatukannya kembali.
Anda tak bisa melakukan itu. Mempersatukan menyiratkan

55
ada dualitas—orang yang mengerjakan itu, yang memadu-
kan, dan sebagainya.
Maka bila Anda sungguh-sungguh, secara mendalam,
secara kuat memahami diri Anda, belajar tentang diri Anda,
maka Anda bisa memahami makna dari waktu, waktu yang
mengikat, menahan, yang menghasilkan kesedihan.
Jika Anda telah melangkah sejauh itu—dan itu bukan
berarti Anda pergi jauh dalam jarak—jauh secara kata-
kata—bukan jauh yang terukur—jika Anda telah melangkah
sejauh itu—bukan dalam ketinggian maupun kedalaman—
jika Anda telah sampai pada ketinggian pemahaman, dengan
kepenuhan itu, maka Anda akan mendapati sendiri suatu
dimensi yang tak dapat diuraikan, yang tidak punya kata-
kata, yang bukan sesuatu yang bisa dibeli dengan
pengorbanan, yang tidak tercantum dalam kitab-kitab, yang
tidak bisa dialami oleh Guru mana pun. Ia ingin mengajar
Anda tentang Itu, bagaimana mencapainya. Dengan
demikian, kalau ia berkata, “Saya telah mengalami Itu, dan
saya tahu apa Itu,” ia belum mengalaminya, ia tidak tahu apa
Itu. Orang yang berkata ia tahu, tidak tahu. Jadi batin harus
bebas, dari kata itu, gambaran [image] itu, masa lampau, dan
itu adalah langkah pertama dan langkah terakhir. 26
*****

Berkelanalah di tepi pantai

Yang penting dalam meditasi ialah kualitas pikiran dan


hati. Meditasi bukanlah apa yang Anda capai, atau apa yang
Anda katakan akan Anda capai; alih-alih adalah kualitas
batin yang polos dan rentan. Melalui penegasian terdapat
keadaan positif. Sekadar mengumpulkan, atau hidup di
dalam pengalaman, mengingkari kemurnian meditasi.
56
Meditasi bukanlah cara untuk mencapai suatu tujuan. Ia
adalah cara dan sekaligus tujuannya. Batin tidak mungkin
bisa dibuat polos melalui pengalaman. Penegasian
pengalamanlah yang menghasilkan keadaan positif dari
kepolosan, yang tidak bisa dipupuk oleh pikiran. Pikiran
tidak pernah polos. Meditasi adalah pengakhiran pikiran,
bukan oleh si pemeditasi, oleh karena si pemeditasi adalah
meditasi itu sendiri. Jika tidak ada meditasi, maka Anda
seperti orang buta di dunia yang penuh keindahan, cahaya
dan warna-warni.
Berkelanalah di tepi pantai dan biarkan kualitas meditasi
itu datang kepada Anda. Jika ia datang, jangan kejar dia.
Yang Anda kejar hanyalah ingatan akan apa yang dulu—dan
apa yang dulu ada adalah kematian dari apa adanya sekarang.
Atau ketika Anda berkelana di antara bukit-bukit, biarlah
segala sesuatu menceritakan kepada Anda keindahan dan
kepedihan hidup, sehingga Anda menjadi eling akan
kesedihan Anda sendiri dan akan pengakhirannya. Meditasi
adalah akarnya, tanamannya, bunganya, dan buahnya. Di
dalam keterpisahan ini, tindakan tidak menghasilkan
kebaikan; kebajikan adalah persepsi menyeluruh. 27
*****

Marah itu mekar, berkembang, dan mati secara


alamiah

Meditasi adalah salah satu hal yang paling penting dalam


kehidupan—bukan bagaimana bermeditasi, bukan ber-
meditasi menurut suatu sistem, bukan praktek meditasi,
melainkan, alih-alih, apa meditasi itu. Jika kita bisa
menemukan, dengan sangat dalam, maknanya, perlunya, dan
pentingnya meditasi bagi kita sendiri, maka kita
57
mengesampingkan semua sistem, metode, Guru, beserta
semua yang aneh-aneh yang terdapat dalam jenis-jenis
meditasi dari Timur.
Sangat penting bagi kita untuk menemukan sendiri apa
diri kita sesungguhnya, bukan menurut teori-teori,
pernyataan-pernyataan, dan pengalaman-pengalaman dari
para psikolog, filsuf, dan Guru; alih-alih, dengan menyelidiki
seluruh hakekat dan gerak dari diri sendiri—dengan melihat
apa adanya diri kita secara aktual.
Kita tampak tidak mampu memahami betapa luar biasa
penting untuk melihat apa adanya diri kita, secara aktual,
seolah-olah kita memandang diri kita di dalam cermin,
secara psikologis—dan dengan demikian menghasilkan
transformasi di dalam struktur diri kita sendiri. Bila kita
secara mendasar, mendalam, menghasilkan transformasi atau
mutasi seperti itu, maka mutasi itu mempengaruhi seluruh
kesadaran manusia. Ini adalah fakta mutlak, realitas.
Menghasilkan transformasi yang mendasar adalah sangat
penting, jika kita benar-benar serius, jika kita prihatin dengan
dunia seperti apa adanya sekarang, dengan seluruh
kesengsaraan, kebingungan, dan ketidakpastian yang
mengerikan, dengan pemisahan dari agama-agama dan
bangsa-bangsa, dengan perang mereka, dengan penimbunan
persenjataan mereka, membelanjakan banyak sekali uang
untuk persiapan perang, membunuh orang atas nama
kebangsaan, dan sebagainya, dan sebagainya.
Untuk melihat apa adanya diri kita secara aktual, sangat
penting adanya kebebasan, kebebasan dari seluruh isi
kesadaran kita—isi kesadaran adalah segala sesuatu yang
disusun oleh pikiran. Kebebasan dari isi kesadaran kita, dari
marah dan kebrutalan kita, dari keangkuhan dan

58
kesombongan kita, dari segala sesuatu yang di situ kita
terperangkap, itulah meditasi. Melihat apa adanya diri kita
itu sendiri adalah awal dari transformasi. Meditasi
menyiratkan pengakhiran dari segala pergulatan, dari segala
konflik, secara batiniah dan dengan demikian secara lahiriah
juga. Sesungguhnya tidak ada yang di dalam atau yang di
luar; itu seperti laut—ada pasang dan surut.
Dalam mengungkap apa adanya diri kita secara aktual,
kita bertanya: apakah si pengamat, diri sendiri, berbeda dari
yang kita amati—artinya secara psikologis? Saya marah,
saya serakah, saya penuh kekerasan; apakah ‘saya’ itu
berbeda dari apa yang teramati, yang adalah marah, serakah,
keras? Jelas tidak. Ketika saya marah, tidak ada ‘aku’ yang
marah; yang ada hanyalah marah. Jadi marah itu adalah saya;
si pengamat adalah yang diamati. Pemisahan itu terhapus
sama sekali. Si pengamat adalah yang diamati, dan dengan
demikian berakhirlah konflik.
Bagian dari meditasi adalah melenyapkan secara total semua
konflik, secara batiniah dan dengan demikian secara lahiriah.
Untuk melenyapkan konflik, orang harus menyadari prinsip
dasar ini: si pengamat tidak berbeda dari yang diamati,
secara psikologis. Bila terdapat marah, tidak ada ‘aku’, tetapi
sedetik kemudian pikiran menciptakan ‘aku’ dan berkata,
“Saya sudah marah”, dan membawa ide bahwa saya tidak
boleh marah. Jadi ada marah, lalu muncul si aku yang
berpendapat tidak boleh marah; pemisahan itu menghasilkan
konflik. Bila tidak ada pemisahan antara si pengamat dan
yang diamati, dan dengan demikian hanya ada apa adanya,
yang adalah marah, lalu apa yang terjadi? Bila terjadi marah,
dan tidak ada si pengamat, tidak ada pemisahan, marah itu
mekar, lalu berakhir—seperti sekuntum bunga, marah itu
mekar, layu dan mati. Tetapi selama orang berkelahi
59
melawannya, selama orang menentangnya, atau merasionali-
sasikannya, orang memberikan kehidupan kepadanya. Bila si
pengamat adalah yang diamati, maka marah itu mekar,
berkembang, dan mati secara alamiah—dengan demikian
tidak ada konflik psikologis di situ. 28
*****

Cinta adalah meditasi

Cinta adalah meditasi. Cinta bukanlah kenangan,


gambaran, yang dipelihara oleh pikiran sebagai kesenangan,
bukan pula gambaran romantis yang dibangun oleh
sensualitas. Cinta adalah sesuatu yang terletak di atas semua
indra, dan di atas tekanan ekonomis dan sosial dari
kehidupan. Realisasi yang seketika dari cinta ini, yang tidak
punya akar pada hari kemarin, adalah meditasi, karena cinta
adalah kebenaran, dan meditasi adalah penemuan akan
keindahan dari kebenaran ini. Pikiran tidak bisa menemukan
ini; tidak bisa dikatakan, “Saya telah menemukannya”, atau,
“Saya telah menangkap cinta yang dari surga.” 29
*****

Betapa sedikit kita berubah

Betapa sedikit kita berubah. Melalui sejenis paksaan,


tekanan—lahiriah atau batiniah—kita berubah, yang se-
sungguhnya hanyalah penyesuaian. Pengaruh tertentu, suatu
kata, suatu isyarat tubuh, membuat kita mengubah pola
kebiasaan, tetapi tidak terlalu banyak. Propaganda, sebuah
koran, suatu peristiwa juga mengubah jalan hidup sampai
taraf tertentu. Ketakutan dan ganjaran meruntuhkan
kebiasaan pikiran, hanya untuk masuk kembali ke sebuah

60
pola lain. Suatu temuan baru, ambisi baru, kepercayaan baru
memang menghasilkan perubahan-perubahan tertentu. Tetapi
semua perubahan itu hanya di permukaan, seperti angin
kencang di permukaan air; itu tidak mendasar, dalam,
menghancurkan. Semua perubahan yang datang dari motif
bukanlah perubahan sama sekali. Revolusi ekonomis, sosial,
adalah suatu reaksi, dan setiap perubahan yang dihasilkan
oleh reaksi bukanlah perubahan radikal; itu hanya perubahan
dalam pola. Perubahan seperti itu hanyalah penyesuaian,
suatu kegiatan mekanikal dari keinginan bagi kenyamanan,
rasa aman, sekadar kelestarian fisikal.
Jadi apakah yang menghasilkan mutasi mendasar? ...
Analisis terhadap apa yang tersembunyi menyiratkan adanya
si pengamat dan yang diamati, si penyensor dan apa yang
dinilai. Di sini bukan saja ada konflik, tetapi si pengamat itu
sendiri terkondisi, dan evaluasinya, tafsirannya, tidak pernah
benar; itu akan terpiuh, tidak sehat. Jadi analisis-diri atau
analisis oleh orang lain—betapa pun profesionalnya—
mungkin menghasilkan perubahan di permukaan, penyesuai-
an dalam berelasi, dan sebagainya, tetapi analisis tidak akan
menghasilkan transformasi radikal dari kesadaran. Analisis
tidak mentransformasikan kesadaran. 30
*****

Kita harus menjadi orang luar sepenuhnya

Meditasi bukanlah pelarian dari dunia; itu bukan


kegiatan yang menutup dan mengasingkan diri, melainkan
alih-alih pemahaman akan dunia beserta liku-likunya. Dunia
ini tidak menawarkan banyak, kecuali makanan, pakaian, dan
tempat berteduh, dan kesenangan beserta kesedihannya yang
besar.

61
Meditasi adalah pergi menjauhi dunia ini; orang harus
menjadi orang luar sepenuhnya. Maka dunia ini mempunyai
makna, dan keindahan langit dan bumi adalah menetap.
Maka cinta bukanlah kenikmatan. Dari sini semua tindakan
bermula, yang bukan hasil dari ketegangan, kontradiksi,
pencarian pemenuhan-diri, atau kesombongan kekuasaan. 31
*****

Pengingkaran adalah esensi kebebasan

Meditasi adalah pengosongan batin sepenuhnya dan


total, bukan untuk dapat menerima, memperoleh keuntungan,
sampai [ke tujuan], melainkan suatu penelanjangan tanpa
motif. Itu sesungguhnya adalah pengosongan batin dari apa
yang diketahui—disadari atau tidak—dari setiap
pengalaman, pikiran, dan perasaan. Pengingkaran [negation]
adalah esensi kebebasan; pernyataan sikap-pendapat
[assertion] dan pengejaran positif adalah keterbelengguan. 32
*****

Menurut Anda, apakah meditasi yang sejati?

Penanya: Menurut Anda, apakah meditasi yang sejati?


Krishnamurti: Nah, apakah tujuan meditasi? Dan apakah
yang kita maksud dengan meditasi? Saya tidak tahu apakah
Anda pernah bermeditasi; jadi marilah kita mencoba
bersama-sama untuk menemukan apakah meditasi sejati itu.
Jangan hanya mendengarkan uraian saya tentang itu;
bersama-sama kita akan menemukan dan mengalami apa itu
meditasi sejati.
Oleh karena meditasi itu penting—bukan? Jika Anda
tidak tahu apa meditasi yang benar itu, tidak ada pengenalan-
62
diri; dan tanpa mengenal diri Anda, meditasi tidak ada
artinya. Duduk di satu sudut atau berjalan-jalan di taman atau
di jalan, dan mencoba bermeditasi, tidak ada artinya. Itu
hanya membawa pada konsentrasi aneh yang adalah
penyisihan [exclusion]. Saya yakin beberapa di antara Anda
telah mencoba semua metode seperti itu. Artinya, Anda
mencoba berkonsentrasi pada suatu obyek tertentu, mencoba
memaksa batin, ketika batin mengembara ke mana-mana,
menjadi terkonsentrasi; dan bila itu gagal, Anda berdoa.
Jika orang sungguh-sungguh ingin memahami apa
meditasi benar itu, orang harus menemukan apakah hal-hal
salah yang kita namakan meditasi. Jelas, konsentrasi
bukanlah meditasi, oleh karena—jika Anda amati—di dalam
proses konsentrasi terdapat penyisihan, dan oleh karena itu
terdapat gangguan perhatian [distraction]. Anda mencoba
berkonsentrasi pada sesuatu, dan batin Anda mengembara
menuju sesuatu yang lain; lalu ada pertempuran terus-
menerus untuk memusat pada satu titik sementara batin
menolak dan mengembara. Maka kita menghabiskan
bertahun-tahun mencoba berkonsentrasi, belajar konsentrasi,
yang secara keliru dinamakan meditasi.
Lalu ada masalah doa. Jelas doa membuahkan hasil;
kalau tidak, jutaan orang tidak akan berdoa. Dalam berdoa,
batin dibuat hening; dengan pengulangan terus-menerus
rangkaian kata-kata tertentu batin memang menjadi hening.
Di dalam keheningan itu, terdapat petunjuk-petunjuk
tertentu, persepsi-persepsi tertentu, respons-respons tertentu.
Tetapi itu masih bagian dari kiat batin; oleh karena,
bagaimana pun juga, melalui sejenis hipnotisme Anda bisa
membuat batin menjadi sangat hening. Dan di dalam
keheningan itu terdapat respons-repons tertentu yang
tersembunyi yang muncul dari bawah sadar dan dari
63
kesadaran luar. Tetapi itu masih keadaan yang di situ tidak
ada pemahaman.
Dan meditasi bukanlah pengabdian—pengabdian kepada
suatu ide, kepada suatu gambar, kepada suatu prinsip—oleh
karena hal-hal yang berasal dari pikiran masih merupakan
berhala. Orang mungkin tidak memuja sebuah arca—karena
menganggap itu berhala, bodoh, takhyul—tetap orang tetap
memuja—seperti dilakukan kebanyakan orang—hal-hal dari
pikiran. Itu juga berhala. Mengabdi kepada sebuah gambar,
atau sebuah ide, atau seorang Master, bukanlah meditasi.
Jelas, itu suatu bentuk pelarian dari diri sendiri. Itu pelarian
yang amat nyaman, tetapi itu tetap pelarian.
Perjuangan terus-menerus untuk menjadi bajik
[virtuous], untuk memperoleh kebajikan melalui disiplin,
melalui pemeriksaan cermat ke dalam diri sendiri, dan
sebagainya, juga jelas bukan meditasi. Kebanyakan dari kita
terperangkap di dalam proses-proses ini, tetapi oleh karena
hal-hal itu tidak memberikan pemahaman akan diri kita, itu
bukan jalan meditasi benar. Bagaimana pun juga, tanpa
memahami diri Anda, apakah landasan yang Anda punyai
untuk berpikir benar? Yang Anda lakukan tanpa memahami
diri Anda adalah menyesuaikan diri kepada latar belakang,
kepada respons dari keterkondisian Anda sendiri. Dan
respons terhadap keterkondisian itu bukanlah meditasi.
Tetapi eling terhadap respons-respons itu, artinya, eling
terhadap gerak pikiran dan perasaan tanpa rasa menyalahkan
sedikit pun, sehingga gerak diri, sepak terjang diri, dipahami
sepenuhnya, jalan itulah jalan meditasi benar.
Meditasi bukanlah penarikan diri dari kehidupan.
Meditasi adalah proses mengenal diri sendiri. Dan ketika
orang mulai mengenal diri sendiri—bukan hanya yang sadar

64
tetapi juga semua bagian-bagian diri yang tersembunyi—
maka terdapatlah ketenangan. Batin yang dibuat hening,
melalui meditasi, melalui paksaan, melalui penyesuaian diri,
tidaklah hening. Itu batin yang mandek. Itu bukan batin yang
waspada, pasif, mampu bersikap reseptif-kreatif. Meditasi
menuntut kewaspadaan terus-menerus, keelingan akan setiap
kata, setiap pikiran dan perasaan, yang mengungkapkan
keadaan keberadaan kita—yang tersembunyi maupun yang
di permukaan; dan karena ini penuh kesulitan, maka kita
melarikan diri ke dalam segala macam hal yang nyaman dan
mengelabui, dan menamakannya meditasi.
Jika orang bisa melihat bahwa pengenalan-diri adalah
awal dari meditasi, maka masalahnya menjadi luar biasa
menarik dan penting. Oleh karena jika tidak ada pengenalan-
diri, Anda mungkin berlatih apa yang Anda namakan
meditasi, namun masih tetap melekat kepada prinsip-prinsip
Anda, kepada keluarga Anda, kepada harta benda Anda;
atau—dengan melepaskan harta benda—Anda mungkin
melekat pada satu ide, dan menjadi begitu terkonsentrasi
padanya sehingga Anda menciptakan lebih banyak lagi dari
ide itu. Jelas itu bukan meditasi.
Jadi pengenalan-diri adalah awal meditasi; tanpa
pengenalan-diri tidak ada meditasi. Dan sementara orang
menyelami lebih dalam masalah pengenalan-diri, bukan saja
bagian batin yang di atas menjadi tenang, hening, tetapi juga
lapisan-lapisan berbeda dari batin yang tersembunyi
terungkap. Bila batin yang dipermukaan hening, maka
lapisan-lapisan batin yang tak-sadar, tersembunyi,
memproyeksikan diri; mereka mengungkapkan isinya,
mereka memberikan petunjuk-pentunjuknya, sehingga
seluruh proses keberadaan kita dipahami sepenuhnya.

65
Maka batin menjadi sangat diam—ia diam, tapi bukan
dibuat diam, ia tidak dipaksa menjadi diam melalui ganjaran
atau ketakutan. Maka terdapat keheningan yang di situ
realitas muncul. Tapi keheningan itu bukan keheningan
Kristiani, atau keheningan Hindu, atau keheningan Buddhis.
Keheningan itu adalah keheningan, tak bernama. Jika Anda
mengikuti jalan keheningan Kristiani, atau Hindu, atau
Buddhis, Anda tidak pernah bisa hening. Orang yang ingin
menemukan realitas harus melepaskan keterkondisiannya
sepenuhnya—entah Kristen, Hindu, Buddhis, atau kelompok
apa pun. Sekadar memperkuat latar belakang melalui
meditasi, melalui penyesuaian diri, menghasilkan kemandek-
an batin, ketumpulan batin; dan saya tidak yakin itu bukan
yang diinginkan oleh kebanyakan dari kita, oleh karena jauh
lebih mudah menciptakan suatu pola dan mengikutinya.
Tetapi untuk bebas dari latar belakang dituntut kewaspadaan
terus-menerus dalam relasi.
Bila keheningan itu ada, maka terdapat keadaan kreatif
yang luar biasa—bukan berarti Anda harus menulis puisi,
menggambar lukisan; Anda mungkin membuatnya atau
tidak. Tetapi keheningan itu bukan untuk dikejar, dikopi,
atau ditiru—maka itu bukan lagi keheningan. Anda tidak
bisa sampai ke situ melalui jalan apa pun. Itu muncul hanya
apabila gerak-gerik diri dipahami, dan diri beserta seluruh
kegiatannya dan keburukannya berakhir. Artinya, bila diri
berhenti mencipta, maka terdapat penciptaan.
Dengan demikian, batin harus menjadi sederhana, harus
menjadi hening; ia harus hening—kata ‘harus’ itu salah;
mengatakan batin harus hening menyiratkan paksaan—dan
batin hanya hening apabila seluruh proses diri berakhir. Bila
seluruh gerak-gerik diri dipahami, dan dengan demikian
kegiatan diri berakhir, hanya di situ terdapat keheningan.
66
Keheningan itu adalah meditasi sejati. Dan di dalam
keheningan itu Yang Abadi muncul. 33
*****

Batin yang segarlah yang berkata, “Saya tidak


tahu”

Bagi batin yang berkata, “Saya tidak tahu,”—yang


adalah kebenaran, yang jujur—lalu apa yang ada? Ketika
Anda berkata, “Saya tidak tahu,” isi tidak penting sama
sekali, oleh karena batin lalu menjadi batin yang segar. Batin
yang segarlah yang berkata, “Saya tidak tahu.” Dengan
demikian, bila Anda mengatakannya—bukan hanya secara
verbal untuk hiburan, melainkan dengan kedalaman, dengan
makna, dengan kejujuran—keadaan batin yang tidak tahu itu
kosong dari kesadarannya, kosong dari isinya. Tahu itulah
isinya. Melihatkah Anda? Bila batin tidak pernah bisa
berkata ia tahu, ia selalu baru, hidup, bertindak; dengan
demikian ia tidak punya tambatan. Hanya apabila ia
tertambat, ia mengumpulkan opini, kesimpulan, dan
keterpisahan [separation].
Itulah meditasi. Artinya, meditasi adalah melihat
[perceive] kebenaran itu setiap detik—bukan kebenaran pada
akhirnya—melihat kebenaran dan kepalsuan setiap detik.
Melihat kebenaran bahwa isi adalah kesadaran—itulah
kebenaran. Melihat kebenaran bahwa saya tidak tahu
bagaimana menggarap hal ini—itulah kebenaran, tidak tahu.
Oleh karena itu, tidak tahu adalah keadaan yang di situ tidak
ada isi. ...
Bila Anda mengajukan semua pertanyaan dan
penyelidikan ini, bila Anda belajar sementara berjalan, maka
batin dan otak Anda menjadi luar biasa hening. Tidak perlu
67
disiplin, pembimbing, Guru, sistem apa pun untuk membuat
Anda hening.
Terdapat berbagai jenis meditasi di dunia pada dewasa
ini. Manusia terlalu serakah ... Suatu cara yang banyak
digemari sekarang adalah yoga; itu telah dibawa ke Barat
untuk membuat orang sehat, bahagia, muda, membantu
mereka menemukan Tuhan ... Juga sekarang ada pencarian
hal-hal okult, oleh karena begitu menggairahkan. Batin orang
yang mencari kebenaran ... tidak akan menyentuhnya. Kita
menginginkan sesuatu yang misterius, tetapi kita tidak
melihat misteri mahabesar dalam kehidupan, di dalam cinta
akan kehidupan. Kita tidak melihatnya ...
Bila Anda sudah mengesampingkan semua itu, terdapat
pertanyaan sentral: Adakah sesuatu yang tak terperikan? Jika
Anda memerikan, itu bukan yang terperikan. Adakah sesuatu
yang bukan dari waktu, yang adalah ruang tanpa batas, yang
memiliki ruang mahaluas? Bila ruang Anda terbatas, Anda
menjadi ganas ... Anda menginginkan ruang, tetapi batin,
pikiran tidak bisa memberikan ruang itu. Hanya apabila
pikiran diam terdapat ruang yang tak punya batas. Dan hanya
batin yang hening sepenuhnya yang tahu—artinya sadar,
bukan tahu—sadar apakah ada atau tidak ada sesuatu yang
berada di atas semua ukuran.
Dan itulah satu-satunya hal yang suci—bukan gambaran,
ritual, juruselamat, Guru, penampakan. Hanya itulah yang
suci, yang dicapai oleh batin tanpa diminta, oleh karena
dalam dirinya ia sama sekali kosong. Hanya di dalam apa
yang memiliki kekosongan, sesuatu yang baru bisa terjadi. 34

68
4. DARI BUKU HARIAN KRISHNAMURTI:
MEDITASI

Tidak ada si pemeditasi di dalam meditasi

Ketika Anda berkendara mobil, meditasi tampak


berlangsung secara alamiah. Anda sadar terhadap
pemandangan pedesaan, rumah-rumah, para petani di ladang,
merek mobil yang melintas, dan langit biru dari celah-celah
dedaunan. Anda malah tidak eling bahwa meditasi tengah
berlangsung, meditasi ini yang mulai sejak dahulu kala dan
akan berlangsung tanpa akhir. Waktu bukanlah faktor dalam
meditasi, juga tidak kata-kata yang adalah si pemeditasi.
Tidak ada si pemeditasi di dalam meditasi. Jika ada, itu
bukan meditasi. Si pemeditasi adalah kata-kata, pikiran dan
waktu, dengan demikian bersifat berubah, datang dan pergi.
Itu bukan bunga yang mekar dan mati. Waktu adalah gerak.
Anda duduk di tepi sebuah sungai, mengamati air, arus,
dan benda-benda yang terhanyut. Bila Anda berada di dalam
air, tidak ada si pengamat. Keindahan bukanlah dalam
sekadar ungkapan; ia ada dalam pelepasan dari kata dan
ungkapan, kanvas dan buku. 35
*****

Tubuh ini tak bergerak

Hari masih dini dan lembah itu masih tidur. Ketika


bangun, meditasi adalah kelanjutan dari apa yang
berlangsung sebelumnya; tubuh ini tak bergerak, ia tak
dibuat diam, tetapi ia diam; tidak ada pikiran, tetapi otak
waspada, tanpa rasa-indra [sensation] apa pun; tidak ada

69
perasaan maupun pikiran. Lalu mulailah suatu gerak yang
tanpa-waktu [timeless]. ... Gerak ini adalah sesuatu yang
bukan datang dari apa yang diketahui. Otak bisa mengikuti
apa yang diketahui karena ia bisa mengenalinya, tetapi di sini
tak mungkin ada pengenalan apa pun. Suatu gerak
mempunyai arah, tetapi ini tak punya arah; ia tidak statis.
Oleh karena ia tanpa arah, ia adalah esensi dari tindakan.
Semua arah berasal dari pengaruh atau dari reaksi. Tetapi
tindakan yang bukan hasil reaksi, dorongan atau tarikan,
adalah energi total. Energi ini, cinta, mempunyai geraknya
sendiri. Tetapi kata ‘cinta’, yang diketahui, bukanlah cinta.
Yang ada hanyalah fakta, bebas dari yang dikenal. Meditasi
adalah ledakan dari fakta itu. 36
*****

Meditasi sungguh sederhana sekali

Meditasi sungguh sederhana sekali. Kitalah yang


membuatnya rumit. Kita merajut jaringan pikiran di
sekitarnya—tentang apa meditasi itu dan apa yang bukan.
Tapi meditasi bukanlah kedua-duanya. Begitu sederhananya,
hingga ia tak tertangkap oleh kita karena batin kita begitu
rumit, begitu usang dan tergantung pada waktu. Dan batin
inilah yang mendikte kegiatan hati, lalu mulailah kesulitan
itu. Tetapi meditasi itu datang secara wajar, dengan amat
mudahnya, sewaktu Anda berjalan di atas pasir atau
memandang ke luar jendela atau melihat bukit-bukit
menakjubkan yang tampak kecoklatan, terbakar oleh terik
matahari musim panas yang baru lalu. Mengapa kita ini
makhluk yang tersiksa, dengan air mata menitik dan senyum
palsu di bibir? Sekiranya Anda dapat berjalan sendirian
mendaki bukit-bukit itu, atau memasuki hutan atau

70
menyusuri pantai pasir putih bersih itu, maka dalam
kesunyian itu Anda akan tahu apa meditasi itu. 37
*****

Meditasi ini berlangsung terus, selama satu jam

Suasana pagi sedini itu amatlah tenang dan tak satu pun
burung atau daun yang bergerak. Meditasi yang bermula dari
kedalaman yang tak dikenal, dan berjalan terus dengan
intensitas dan gerak semangat yang semakin meningkat itu
memahat otak menjadi keheningan yang sempurna, menggali
ke kedalaman pikiran, mencabut perasaan sampai ke akar-
akarnya, mengosongkan otak dari yang dikenal dan
bayangannya. Itu suatu pembedahan, dan tak ada yang
membedah, tak ada ahli bedahnya; itu berlangsung seperti
seorang ahli bedah membedah kanker, mengeluarkan semua
jaringan yang tercemar, jangan sampai penularan menjalar
terus.
Meditasi ini berlangsung terus selama satu jam menurut
arloji. Dan inilah meditasi tanpa si pemeditasi. Si pemeditasi
selalu mencampuri dengan segala kedunguan dan
kesombongannya, dengan semua ambisi dan keserakahan-
nya. Si pemeditasi adalah pikiran yang terpupuk dalam
pertentangan-pertentangannya dan luka-lukanya, dan dalam
meditasi pikiran harus berhenti sama sekali. Inilah dasar bagi
meditasi. 38
*****

Tanpa meditasi hati menjadi padang pasir

Meditasi bukanlah konsentrasi, yang berarti penyisihan


[exclusion], pemotongan, perlawanan, dan dengan demikian
71
sebuah konflik. Batin yang meditatif dapat berkonsentrasi,
yang di situ bukan penyisihan, bukan perlawanan; tetapi
batin yang terkonsentrasi tidak bisa bermeditasi. Menarik
betapa meditasi menjadi mahapenting; tidak ada akhir
meditasi, juga tidak ada awal meditasi. Itu seperti tetes air
hujan; di dalam tetes itu terkandung semua batang air, semua
sungai besar, semua samudra dan air terjun; tetes itu
menghidupi bumi dan manusia; tanpa itu bumi akan menjadi
padang pasir. Tanpa meditasi hati menjadi padang pasir,
suatu tanah gersang. Meditasi mempunyai geraknya sendiri;
Anda tak dapat mengarahkannya, membentuknya, atau
memaksanya; jika Anda lakukan itu, itu bukan lagi meditasi.
Gerak ini berakhir jika Anda menjadi sekadar pengamat, jika
Anda adalah orang yang mengalami. Meditasi adalah gerak
yang memusnahkan si pengamat, orang yang mengalami; itu
adalah gerak yang di atas semua simbol, pikiran, dan
perasaan. Kecepatannya tak terukur. 39
*****

Mengalami keadaan itu adalah sangat penting

Terbangun pada dini hari dengan rasa yang kuat akan


tenaga, keindahan dan sifat tak mungkin terkotori. Itu bukan
sesuatu yang pernah terjadi, suatu pengalaman di masa
lampau yang kemudian kita terbangun dan mengingatnya
seperti di dalam sebuah mimpi, melainkan sesuatu yang
sungguh-sungguh tengah berlangsung. Orang sadar akan
sesuatu yang sama sekali tak terkotori, yang di dalamnya
tiada suatu pun yang bisa terkotori dan melapuk bisa eksis.
Itu terlalu luas untuk bisa dipegang oleh otak, diingat; otak
hanya bisa mencatat, secara mekanikal, bahwa ada
“keadaan” tak terkotori yang begitu rupa. Mengalami

72
keadaan seperti itu adalah sangat penting; Itu ada di situ, tak
terbatas, tak tersentuh, tak tertembus.
Oleh karena sifatnya yang tak terkotori, terdapat
keindahan di dalamnya. Bukan keindahan yang memudar,
bukan pula sesuatu yang dibuat oleh tangan manusia, atau
kejahatan dengan keindahannya. Orang merasa bahwa di
dalam kehadiran Itu segala esensi ada, dan dengan demikian
Itu suci. Itu adalah kehidupan di mana tiada suatu pun bisa
musnah. Kematian adalah tak terkotori, tetapi manusia
membuatnya menjadi sesuatu yang kotor, seperti juga
kehidupan baginya.
Bersama itu semua terdapat rasa tenaga, kekuatan yang
sama padatnya seperti gunung itu yang tak terpecahkan oleh
apa pun, yang tak tersentuh oleh kurban, doa, kebajikan apa
pun.
Itu ada di situ, mahaluas, yang tak terkotori oleh
gelombang pikiran apa pun, bukan sesuatu yang teringat. Itu
ada di situ dan mata, napas, adalah darinya.
Waktu, kemalasan, mengotori. Itu mungkin berlangsung
beberapa lama. Fajar baru saja menyingsing, dan terdapat
embun di mobil di luar dan di rerumputan. Matahari belum
terbit, namun puncak bersalju yang tajam itu tampak jelas di
langit berwarna abu-abu kebiruan; itu pagi yang memukau,
tanpa secercah awan pun. Tetapi itu tidak akan lestari; itu
begitu indah.
Mengapa semua ini terjadi pada kita? Tidak ada
penjelasan yang cukup, sekalipun orang bisa menciptakan
puluhan penjelasan. Tetapi beberapa hal cukup jelas: (1)
orang harus “tak peduli” sepenuhnya terhadap Itu yang
datang dan pergi; (2) tidak boleh ada keinginan untuk
melanjutkan pengalaman itu atau menyimpannya di dalam
73
ingatan; (3) harus ada kepekaan jasmaniah tertentu, suatu
ketidakpedulian terhadap kenyamanan; (4) perlu ada
pendekatan humoristik yang kritis terhadap diri.
Tetapi sekalipun orang memiliki semua ini, secara
kebetulan—bukan melalui pemupukan dan kerendahan hati
yang disengaja—bahkan sekalipun demikian, itu tidak
cukup. Diperlukan sesuatu yang sama sekali berbeda, atau
tidak diperlukan apa-apa. Itu harus datang dan Anda tidak
pernah bisa mengejarnya, apa pun yang Anda lakukan. Anda
bisa pula menambahkan cinta kepada daftar ini, tetapi Itu
berada di atas cinta. Satu hal adalah pasti, otak tidak bisa
memahaminya dan otak tidak bisa mewadahinya.
Berbahagialah orang yang memperolehnya. Dan Anda bisa
pula menambahkan, suatu otak yang diam, hening. 40
*****

Melihat melalui mata dari belakang kepala

Pada dini hari ketika matahari masih belum terbit dan


embun terdapat di rerumputan, ketika masih berada di tempat
tidur, berbaring dengan diam, tanpa suatu pikiran atau
gerakan, terdapat penglihatan, bukan penglihatan yang
dangkal dengan mata, melainkan melihat melalui mata dari
belakang kepala. Mata dan dari belakang kepala adalah satu-
satunya alat yang melalui itu masa lampau yang tak terukur
melihat ke dalam ruang tak terukur yang tak memiliki waktu.
Dan belakangan, ketika masih berada di tempat tidur,
terdapat penglihatan yang di situ semua kehidupan tampak
terkandung.
Betapa mudah mengelabui diri sendiri, memproyeksikan
keadaan-keadaan yang diinginkan, yang sungguh-sungguh
dialami, terutama kalau itu menyenangkan. Tidak ada ilusi,
74
tidak ada pengelabuan, bila tidak ada keinginan—disadari
atau tidak—akan pengalaman apa pun, bila orang tak peduli
sepenuhnya terhadap datang dan perginya semua
pengalaman, bila orang tidak minta apa pun. 41
*****

Selama ceramah itu, otak yang bereaksi tidak ada

Ada ceramah pagi ini, dan selama ceramah itu, otak yang
bereaksi, berpikir, menyusun, tidak ada. Otak tidak bekerja,
kecuali mungkin mencari ingatan kata-kata. 42
*****

Ada pengamatan ke dalam yang bukan


pengamatan ke luar dibelokkan ke dalam

Terbangun pagi ini dengan nyeri yang kuat tetapi pada


saat bersamaan terdapat kilatan penglihatan yang
mencerahkan. Mata dan otak kita mencatat hal-hal,
pepohonan, pegunungan, air sungai yang mengalir deras;
mengumpulkan pengetahuan, teknik, dan sebagainya.
Dengan mata dan otak yang sama—yang terlatih untuk
mengamati, memilih, menyalahkan dan membenarkan—kita
berpaling ke dalam, memandang ke dalam, mengenali
obyek-obyek, membangun ide-ide, yang terorganisir ke
dalam penalaran. Pandangan ke dalam ini tidak berlangsung
sangat jauh, oleh karena masih berada di dalam keterbatasan
pengamatan dan penalarannya sendiri. Pandangan ke dalam
ini masih pandangan ke luar dan dengan demikian tidak
banyak perbedaan antara keduanya. Apa yang tampak
berbeda mungkin serupa.

75
Tetapi ada pengamatan ke dalam yang bukan
pengamatan ke luar yang dibelokkan ke dalam. Otak dan
mata yang hanya mengamati sebagian tidak memahami
penglihatan total. Mereka harus hidup sepenuhnya tetapi
diam; mereka harus berhenti memilih dan menilai, melainkan
sekadar eling secara pasif. Maka melihat ke dalam itu tanpa
perbatasan waktu-ruang. Dalam kilatan ini suatu persepsi
baru lahir. 43
*****

Keindahan meditasi ialah bahwa Anda tak pernah


tahu di mana Anda berada, ke mana Anda pergi,
apa akhirnya

Meditasi adalah salah satu hal paling luar biasa, dan jika
Anda tidak tahu apa itu, Anda bagaikan orang buta berada di
dunia yang penuh warna cemerlang, bayang-bayang, dan
cahaya yang bergerak. Itu bukan masalah intelektual, tetapi
bila hati masuk ke dalam pikiran, batin memiliki kualitas
yang amat berbeda; maka itu sungguh-sungguh tak terbatas,
bukan saja dalam hal kemampuannya untuk berpikir,
bertindak secara efisien, tetapi juga dalam rasa hidup dalam
ruang yang mahaluas, di mana Anda adalah bagian dari
segala sesuatu.
Meditasi adalah gerak cinta. Itu bukan cinta kepada
sesorang atau kepada banyak orang. Itu seperti air yang
setiap orang bisa minum dari kendi apa pun, entah kendi
emas entah kendi tanah liat; itu tak pernah habis. Dan suatu
hal yang aneh terjadi yang tidak bisa dihasilkan oleh obat
atau oleh hipnosis-diri; seolah-olah batin masuk ke dalam
dirinya sendiri, mulai di permukaan dan menembus semakin
dalam, sampai kedalaman dan ketinggian kehilangan

76
maknanya dan setiap bentuk pengukuran berhenti. Dalam
keadaan ini terdapat kedamaian sepenuhnya—bukan rasa
puas yang diperoleh melalui suatu pemuasan—melainkan
kedamaian yang memiliki ketertiban, keindahan, dan
intensitas. Semua itu dapat dibinasakan, seperti Anda dapat
membinasakan sekuntum bunga, namun justru oleh karena
kerentanannya ia tak terbinasakan. Meditasi ini tidak bisa
dipelajari dari orang lain. Anda harus mulai tanpa tahu apa-
apa tentang itu, dan bergerak dari kepolosan kepada
kepolosan.
Lahan di mana batin meditatif bisa mulai ialah lahan
kehidupan sehari-hari, pergulatan, kesakitan, dan suka cita
sekilas. Ia harus mulai di situ, dan membawa ketertiban, dan
dari situ bergerak tanpa akhir. Tetapi jika Anda hanya
berkepentingan untuk menciptakan ketertiban, maka
ketertiban itu sendiri menghasilkan keterbatasannya sendiri,
dan batin akan menjadi tawanannya. Dalam semua gerak ini,
bagaimana pun juga Anda harus mulai dari ujung yang lain,
dari pantai yang lain, dan tidak selalu berkepentingan dengan
pantai sini atau bagaimana menyeberangi sungai. Anda harus
terjun ke dalam air, tanpa tahu cara berenang. Dan keindahan
meditasi ialah bahwa Anda tidak pernah tahu di mana Anda
berada, ke mana Anda pergi, apa akhirnya. 44
*****

Anda berada jauh sekali

Petang itu petang yang indah, dengan matahari terbenam


di balik pepohonan; di jalan itu Anda berada jauh dari mana-
mana, sekalipun ada dusun-dusun terhampar di sana-sini di
sekeliling Anda, tetapi Anda berada jauh dan tak ada yang
dapat menghampiri Anda. Itu bukan di dalam ruang, waktu

77
atau jarak; Anda berada jauh dan tak ada ukuran.
Kedalamannya tak dapat diselami; terdapat kedalaman yang
tak mempunyai tinggi, tak mempunyai keliling.
Sekali-sekali ada orang desa melintas di dekat Anda,
menjinjing sekelumit benda-benda yang dibelinya di kota,
dan sementara ia melintas, hampir-hampir menyentuh Anda,
ia tidak datang ke dekat Anda. Anda berada jauh sekali, di
suatu dunia tak dikenal yang tak punya dimensi; bahkan jika
Anda ingin tahu, Anda tak mungkin mengetahuinya. Itu
terlalu jauh dari apa yang dikenal; itu tak mempunyai
hubungan dengan yang dikenal. Itu bukan sesuatu yang Anda
alami; tak ada apa-apa untuk dialami, lagi pula semua
pengalaman selalu berada di bidang yang diketahui, dikenali
dengan apa yang pernah ada.
Anda berada jauh sekali, jauh tak terukur, tetapi
pepohonan, bunga-bunga berwarna kuning dan rumpun
gandum berada dekat menakjubkan, lebih dekat daripada
pikiran Anda dan hidup dengan indahnya, dengan intensitas
dan keindahan yang tak pernah layu.
Kematian, penciptaan dan cinta ada di situ, dan Anda
tidak bisa membedakannya dan Anda adalah bagian dari itu;
mereka tidak terpisah, sesuatu untuk dipisahkan dan
diperdebatkan. Mereka tak terpisahkan, saling-berhubungan
dengan erat, tetapi bukan hubungan antara kata dan tindakan,
ungkapan. Pikiran tak bisa membentuknya, begitu pula
perasaan tak bisa menyelimutinya, keduanya terlalu
mekanikal, terlalu lambat, berakar pada yang dikenal.
Imajinasi berada di dalam bidang mereka, dan tak bisa
mendekat. Cinta, kematian, penciptaan adalah fakta, realitas
aktual, seperti juga tubuh yang mereka bakar di tepi sungai
di bawah pohon. Pohon itu, api dan air mata itu nyata, fakta-

78
fakta yang tak dapat diingkari, tetapi mereka adalah
aktualitas dari yang dikenal, dan kebebasan dari yang
dikenal, dan di dalam kebebasan itu ketiganya berada—tak
terpisahkan. Tetapi Anda harus pergi jauh sekali namun
berada sangat dekat. 45
*****

Penciptaan hanya bisa berlangsung dalam


pengingkaran total

Ketika berjalan menyusuri batang air dan dengan


pegunungan terselimuti awan, terdapat saat-saat keheningan
yang intens, seperti bercak-bercak langit biru yang
cemerlang di antara awan-awan yang menyibak. Senja itu
dingin menusuk, dengan angin bertiup dari arah utara.
Penciptaan bukanlah untuk mereka yang berbakat, untuk
mereka yang mempunyai talenta; mereka hanya tahu
kreativitas tapi bukan penciptaan. Penciptaan berada di atas
pikiran dan gambaran, di atas kata-kata dan ungkapan. Itu
tidak untuk dikomunikasikan oleh karena tidak bisa
dirumuskan, itu tak bisa dibungkus dengan kata-kata. Itu bisa
dirasakan dalam keelingan sepenuhnya. Itu tidak bisa
dimanfaatkan dan ditaruh di pasar, untuk ditawar dan dijual.
Itu tidak bisa dipahami oleh otak, dengan berbagai
responsnya yang rumit. Otak tidak punya cara untuk
menyentuhnya; otak sama sekali tidak mampu. Pengetahuan
adalah rintangan, dan tanpa pengenalan-diri, penciptaan tidak
mungkin ada. Intelek, alat yang tajam dari otak, tidak
mungkin mendekatinya. Otak seluruhnya, beserta tuntutan
dan pengejarannya yang tersembunyi dan berbagai jenis
kebajikan licin, harus sama sekali hening, tanpa bicara
namun waspada dan diam. Penciptaan bukanlah membuat
79
roti atau menulis puisi. Semua kegiatan otak harus berhenti,
dengan suka rela dan dengan mudah, tanpa konflik dan
kesakitan. Tidak boleh ada sekilas konflik dan peniruan.
Maka terdapat gerak mencengangkan yang dinamakan
penciptaan. Itu hanya bisa berlangsung di dalam
pengingkaran total; itu tidak mungkin berlangsung dalam
perjalanan waktu, begitu pula ruang tak mungkin
menyelimutinya. Harus ada kematian sepenuhnya, peng-
hancuran total, agar itu ada.
Ketika bangun pagi ini, terdapat keheningan sempurna,
secara lahiriah maupun batiniah. Tubuh dan otak yang
mengukur dan menimbang diam, dalam keadaan tak
bergerak, sekalipun keduanya hidup dan sangat peka. Dan
diam-diam, seperti datangnya fajar, Itu datang dari suatu
tempat jauh di dalam, kekuatan itu beserta energi dan
kemurniannya. Itu tampak tak memiliki akar, tanpa
penyebab, namun Itu ada di situ, intens dan padat, dengan
kedalaman dan ketinggian yang tak terukur. Itu tetap ada
beberapa lama menurut jam, lalu pergi, seperti awan pergi ke
balik gunung.
Setiap kali terdapat sesuatu yang “baru” dalam Berkah
[benediction] ini, suatu kualitas “baru”, suatu keharuman
“baru”, tetapi Itu tak berubah. Itu sama sekali tak mungkin
dikenal. 46
*****

Meditasi adalah pengosongan kesadaran dari


segala daya upaya

Hanya ketika bangun pada dini keesokan hari, orang


eling akan kemegahan senja sebelumnya dan cinta yang

80
melintas. Kesadaran tak dapat mewadahi kemahaluasan dari
kepolosan; ia bisa menerimanya, tetapi ia tak dapat
mengejarnya, tidak pula memupuknya. Seluruh kesadaran
harus diam, bukan menginginkan, bukan mencari dan tidak
mengejar. Keseluruhan kesadaran harus diam, dan hanya
dengan begitu, apa yang tak punya awal dan tak punya akhir
bisa muncul. Meditasi adalah pengosongan kesadaran, bukan
untuk menerima, melainkan untuk kosong dari segala daya
upaya. Harus ada ruang utuk keheningan, bukan ruang yang
diciptakan oleh pikiran dan kegiatannya, melainkan ruang
yang muncul melalui pengingkaran dan penghancuran,
ketika tidak ada apa-apa yang tinggal dari pikiran dan
proyeksinya. Hanya di dalam kekosongan bisa terdapat
penciptaan.
Ketika bangun pada dini hari ini, keindahan dari
kekuatan itu, beserta kepolosannya, ada di situ, jauh di dalam
dan muncul ke permukaan batin. Itu mempunyai kualitas
kelenturan tak terbatas, tetapi tiada sesuatu bisa
membentuknya; Itu tak bisa dibuat menyesuaikan,
mencocokkan dengan cetakan manusia. Itu tidak bisa
ditangkap dalam lambang-lambang atau kata-kata. Tetapi Itu
ada di situ, mahaluas dan tak tersentuh. Semua meditasi
tampak remeh dan bodoh. Itu tetap ada dan batin diam.
Beberapa kali sepanjang hari, pada saat-saat yang tak
terduga, Berkah itu datang dan pergi. Menginginkan dan
bertanya tak punya arti sama sekali. 47
*****

81
Tanpa diharap, bukit, bumi, lembah, semua itu
berada di dalam diri

Selagi kami berjalan menyusuri jalan setapak yang


sempit melalui ladang-ladang, pegunungan dengan salju dan
warnanya tampak begitu dekat dan rapuh, begitu tidak nyata
sama sekali. Kambing-kambing mengembik minta diperah
susunya. Tanpa diharap, seluruh keindahan yang berlimpah,
warna, pebukitan, bumi yang kaya ini, lembah yang intens
ini, semua itu berada di dalam diri kita. Itu bukan di dalam
kita, hati dan batin kita sendiri begitu terbuka penuh, tanpa
rintangan waktu dan ruang, begitu kosong dari pikiran dan
perasaan, sehingga yang ada hanyalah keindahan ini, tanpa
suara atau wujud. Itu ada di situ dan segala sesuatu yang lain
tidak ada. Kemahaluasan dari cinta ini, bersama keindahan
dan kematian, ada di situ mengisi lembah dan seluruh diri
kita, yang adalah lembah itu. Itu senja yang luar biasa. 48
*****

Pikiran menciptakan penjaranya sendiri

Bahkan bintang-bintang masih terlihat dari kota yang


berpenerangan baik ini, dan terdapat suara-suara lain selain
deru lalu lintas—panggilan burung merpati dan kicau burung
gereja; terdapat bebauan lain selain gas monoksida—bau
dedaunan pada musim gugur dan keharuman bunga-bunga.
Pada dini hari ini terdapat beberapa bintang di langit dan
awan-awan seperti bulu, dan bersama mereka muncullah
penembusan yang intens ke kedalaman apa yang tak dikenal.
Otak hening, begitu hening ia bisa mendengar bising
yang paling lemah, dan karena hening dan tak mampu
mencampuri, terdapat gerak yang mulai bukan dari mana-

82
mana dan berlangsung, melalui otak, ke kedalaman apa yang
tak dikenal, yang di situ kata kehilangan maknanya. Itu
mengalir melalui otak dan terus mengatasi waktu dan ruang.
Orang bukan menggambarkan suatu khayalan, suatu mimpi,
suatu ilusi, melainkan suatu fakta aktual yang terjadi, tetapi
apa yang terjadi bukanlah kata atau uraiannya. Terdapat
energi yang membakar, vitalitas yang langsung meletus, dan
bersamanya datanglah gerak yang menembus itu. Itu seperti
angin yang kencang, mengumpulkan kekuatan dan
keganasan sementara itu bertiup, menghancurkan, memurni-
kan, meninggalkan kekosongan mahaluas. Terdapat kesadar-
an penuh akan semua itu dan terdapat kekuatan dan
keindahan besar; bukan kekuatan dan keindahan yang
disusun, melainkan dari sesuatu yang murni sepenuhnya dan
tak terkotori. Menurut jam, itu berlangsung selama sepuluh
menit, tetapi itu adalah sesuatu yang tak terhitung.
Matahari terbit ditengah kemegahan awan-awan, hidup
secara fantastik dan kuat warnanya. Deru kota itu belum
mulai dan burung merpati dan burung gereja sudah pergi.
Betapa aneh dangkalnya otak ini, betapa pun halus dan
dalamnya pikiran, namun itu selalu lahir dari kedangkalan.
Pikiran terikat pada waktu, dan waktu adalah remeh;
keremehan itulah yang menghalangi ‘melihat’. Melihat
selalu seketika, seperti memahami, dan otak yang dibentuk
oleh waktu, menghalangi dan membelokkan melihat. Waktu
dan pikiran tak terpisahkan; akhiri yang satu, dan Anda
mengakhiri pula yang lain. Pikiran tak bisa dimusnahkan
dengan kehendak, oleh karena kehendak adalah pikiran
dalam tindakan. Pikiran berbeda dari pusat yang dari situ
pikiran muncul. Pikiran adalah kata, dan kata adalah
timbunan ingatan, pengalaman. Tanpa kata, adakah pikiran?
Terdapat gerak yang bukan kata, dan itu bukan dari pikiran.

83
Gerak ini muncul apabila otak hening tetapi aktif, dan
pikiran tak bisa mencari gerak ini.
Pikiran adalah ingatan, dan ingatan adalah respons yang
menumpuk, jadi pikiran selalu terkondisi betapa pun ia
mungkin membayangkan dirinya bebas. Pikiran adalah
mekanikal, terikat pada pusat pengetahuannya sendiri. Jarak
yang ditempuh oleh pikiran tergantung pada pengetahuan,
dan pengetahuan adalah sisa hari kemarin, dari gerak yang
telah tiada. Pikiran dapat memproyeksikan diri ke masa
depan, tetapi ia terikat pada hari kemarin. Pikiran
menciptakan penjaranya sendiri dan hidup di dalamnya,
entah di masa depan entah di masa lampau, entah berlapis
emas entah biasa saja. Pikiran tidak pernah bisa diam,
hakekatnya sendiri adalah gelisah, selalu mendorong dan
menarik diri. Mesin pikiran selalu bergerak, dengan bising
atau diam-diam, di permukaan atau tersembunyi. Ia tidak
bisa aus. Pikiran bisa memperhalus dirinya, mengendalikan
pengembaraannya; bisa memilih arahnya sendiri dan
menyesuaikan diri dengan lingkungan.
Pikiran tak mungkin bisa mengatasi dirinya; ia bisa
berfungsi di medan yang sempit atau luas, tetapi itu akan
tetap berada di dalam keterbatasan ingatan, dan ingatan
selalu terbatas. Ingatan harus mati secara psikologis, secara
batiniah, tetapi hanya berfungsi secara lahiriah. Secara
batiniah, harus ada kematian, dan secara lahiriah, kepekaan
terhadap setiap tantangan dan tanggapan. Perhatian pikiran
ke dalam batin menghalangi tindakan. 49
*****

84
Jarak di antara kami lenyap dan lenyap pula kedua
entitas; yang ada hanyalah perempuan itu

Di sepanjang jalan itu, seorang desa dan istrinya


berjalan, yang satu di belakang yang lain, si suami
memimpin dan si istri mengikuti. ... Mereka menyalip kami,
si istri tak pernah memandang kami ... Kami berhasil
mengejar mereka; si istri seorang perempuan kecil, yang tak
pernah mengangkat matanya dari memandang ke tanah ... Ia
berjalan dengan kaki telanjang. Wajahnya gelap, dan
terdapat kesedihan besar meliputi dirinya. Jalannya kokoh
dan lincah, yang tak menyentuh kesedihannya sedikit pun ...
Tetapi terdapat kesedihan besar dan Anda bisa segera
merasakannya; kesedihan yang tak terobati, tak ada jalan
keluar, tak ada cara meringankannya, tak ada jalan
mengubahnya. ... Ia berada di seberang jalan, beberapa kaki
jauhnya ... Kami berjalan berdampingan untuk beberapa
lama, dan kemudian ia berbelok ... menuju ke desanya, si
suami memimpin, tak pernah menengok ke belakang, dan ia
mengikuti. Sebelum ia membelok terjadilah suatu hal yang
menarik. Jarak beberapa kaki di antara kami lenyap, dan
lenyap pula kedua entitas; yang ada hanyalah perempuan itu
berjalan dalam kesedihannya yang tak tertembus. Itu bukan
pengidentifikasian dengan dia, bukan pula simpati mendalam
dan kasih sayang; hal-hal itu ada di situ, tetapi bukan karena
fenomena itu. Identifikasi dengan orang lain, betapa pun
dalam, masih mempertahankan keterpisahan dan pembagian;
masih tetap ada dua entitas, yang satu mengidentifikasikan
dengan yang lain—disadari atau tidak—melalui kasih
sayang atau melalui kebencian; di situ ada daya upaya, halus
atau terbuka. Tetapi di sini tidak ada sama sekali. Ia adalah
satu-satunya manusia yang ada di jalan itu. Ia ada dan yang
lain [K] tidak ada. Itu bukan khayalan atau ilusi; itu fakta
85
sederhana, dan tiada penalaran cerdik dan penjelasan canggih
bisa mengubah fakta itu. Bahkan ketika ia berbelok dan
pergi, yang lain tidak ada yang berjalan di jalan yang lurus
itu. Baru beberapa lama kemudian, yang lain mendapati
dirinya berjalan di dekat seonggok pecahan batu, yang siap
dipakai untuk memperbaiki jalan. 50
*****

Runtuhnya si pemeditasi adalah juga meditasi

Senja itu indah, langit bersih, dan sekalipun ada cahaya


lampu kota, bintang-bintang tetap cemerlang; sekalipun
menara itu disoroti cahaya dari semua sudut, orang bisa
melihat cakrawala, dan di bawah sana bercak-bercak cahaya
ada di atas sungai. Sekalipun ada deru lalu lintas terus-
menerus, senja itu penuh kedamaian. Meditasi datang
beringsut pada orang seperti sebuah gelombang menyelimuti
pasir. Itu bukan meditasi yang dapat ditangkap otak dalam
jaring ingatannya; itu adalah sesuatu yang kepadanya seluruh
otak menyerah tanpa perlawanan apa pun. Itu adalah
meditasi yang mengatasi setiap rumusan, metode; metode
dan rumusan dan pengulangan merusak meditasi. Dalam
geraknya meditasi mencakup segala sesuatu, bintang-
bintang, kebisingan, keheningan dan bentangan air sungai.
Tetapi tidak ada si pemeditasi; si pemeditasi, si pengamat,
harus berakhir agar bisa ada meditasi. Runtuhnya si
pemeditasi adalah juga meditasi; tetapi ketika si pemeditasi
berakhir, maka ada meditasi yang lain sama sekali. 51

86
5. DARI BUKU HARIAN KRISHNAMURTI:
“YANG LAIN”

Itu datang mengalir masuk, memenuhi pikiran dan


hati

Ketika menyeberangi sebuah jembatan kayu, sungai itu


penuh, membengkak akibat hujan selama ini; airnya
mengalir deras, dengan energi dan kekuatan yang hanya
dimiliki oleh sungai di pegunungan. Memandang ke hulu dan
ke hilir sungai itu, yang ditahan oleh tepi yang padat dengan
bebatuan dan pepohonan, orang( ∗ ) sadar akan gerak waktu,
masa lampau, saat kini dan masa depan; jembatan itu adalah
saat kini, dan seluruh kehidupan bergerak dan hidup
melewati saat kini.
Tetapi di atas semua itu, sepanjang jalan yang tersiram
hujan dan becek itu, terdapat Yang Lain, suatu dunia yang
tak pernah tersentuh oleh pikiran manusia, oleh kegiatannya
dan kesedihannya yang tanpa akhir. Dunia ini bukan produk
dari harapan, bukan pula dari kepercayaan. Orang tidak
sepenuhnya sadar akan hal itu pada waktu itu, terdapat begitu
banyak hal untuk diamati, diraba dan dicium; awan-awan,
langit biru pudar di atas pegunungan, dan matahari di antara
mereka, dan cahaya senja pada padang yang berkilauan; bau
kandang sapi dan bunga-bunga merah di sekeliling rumah
petani. Yang Lain ada di situ menyelimuti semua ini, tak ada
hal sekecil apa pun yang tak tersentuh, dan selagi orang
berbaring dengan sadar di tempat tidur, Itu datang mengalir


Kata ‘one’ (orang) sering digunakan oleh Krishnamurti untuk menyebut
dirinya dalam buku hariannya.

87
masuk, memenuhi pikiran dan hati. Lalu orang sadar akan
keindahannya yang halus, gairahnya dan cinta. Itu bukan
cinta yang dipuja dalam gambaran-gambaran, dibangkitkan
dengan lambang-lambang, gambar-gambar dan kata-kata,
bukan pula yang berbaju iri hati dan kecemburuan,
melainkan apa yang ada di situ bebas dari pikiran dan
perasaan, gerak melengkung, abadi. Keindahannya ada di
situ bersama gairah yang melupakan diri. Tidak ada gairah
dari keindahan itu bila tidak ada pertarakan [austerity].
Pertarakan bukanlah dari pikiran, yang dikumpulkan dengan
cermat melalui pengorbanan, penekanan dan disiplin. Semua
ini harus berakhir, secara alamiah, oleh karena mereka tidak
punya arti bagi Yang Lain itu. Itu datang mengalir masuk
dengan kelimpahannya yang tak terukur. Cinta ini tidak
punya pusat, tidak pula punya keliling, dan Itu begitu
lengkap, begitu tak tergoyahkan sehingga tak ada bayangan
sedikit pun di dalamnya dan begitu mudah dibinasakan. 52
*****

Terdapat cahaya yang menembus dan kecepatan


yang mencengangkan

Selagi orang bangun pada dini hari ini, terdapat kilatan


“melihat”, “memandang”, yang tampak berlangsung terus
selama-lamanya. Itu tidak datang dari mana-mana dan tidak
pergi ke mana-mana, tetapi di dalam melihat itu termasuk
segala penglihatan dan segala sesuatu. Itu adalah
pemandangan yang pergi melampaui sungai-sungai, pebukit-
an, pegunungan, melampaui bumi dan cakrawala dan
manusia. Dalam melihat ini, terdapat cahaya yang menembus
dan kecepatan yang mencengangkan. Otak tak dapat
mengikutinya, tidak pula dapat mewadahinya. Itu adalah
cahaya murni dan kecepatan yang tak mengenal perlawanan.
88
Ketika berjalan-jalan kemarin, keindahan cahaya di
antara pepohonan dan pada rerumputan begitu intens,
sehingga orang kehabisan napas dan tubuh menjadi ringkih.
Belakangan pada pagi ini, sementara orang akan sarapan,
seperti sebilah pisau ditusukkan ke tanah yang lunak,
terdapat Berkah itu, beserta tenaga dan kekuatannya. Itu
datang secepat kilat dan pergi secepat itu pula. 53
*****

Diam-diam Itu datang, menyelimuti bumi dan orang


berada di dalamnya

Jalan setapak itu mendaki landai melewati sebuah


kandang sapi, tetapi kandang itu kosong; sapinya telah
dibawa merumput ke padang jauh di atas. Di atas sana
hening, tiada orang, hanya ada suara batang air yang deras.
Diam-diam Itu datang, begitu lembut sehingga orang tidak
menyadarinya, begitu dekat ke bumi, di antara bunga-bunga.
Itu meluas, menyelimuti bumi dan orang berada di dalamnya,
bukan sebagai si pengamat, melainkan darinya. Tidak ada
pikiran maupun perasaan, otak sama sekali hening. Tiba-tiba
ada kepolosan begitu sederhana, begitu jernih dan ringkih.
Itu adalah ladang kepolosan yang melampaui semua
kesenangan dan kesakitan, mengatasi semua siksaan dari
harapan dan keputusasaan. Itu ada di situ dan Itu membuat
batin, seluruh diri, menjadi polos; orang berasal darinya,
melampaui ukuran, melampaui kata-kata, batin transparan
dan otak segar tanpa waktu.
Itu berlangsung beberapa lama, dan hari sudah petang
dan kami harus kembali.

89
Pagi ini, ketika bangun, perlu sedikit waktu bagi
Kemahaluasan itu untuk datang, tapi Itu ada di situ, dan
pikiran dan perasaan menjadi hening. Selagi orang
menggosok gigi, intensitasnya tajam dan jernih. Itu datang
dengan tiba-tiba, begitu pula pergi dengan tiba-tiba; tiada apa
pun bisa menahannya dan tiada apa pun bisa memanggil-
nya. 54
*****

Bagaikan sungai berkelana, memberi hidup dan tak


peduli

Ketika bangun, segala sesuatu hening, karena hari


sebelumnya sangat melelahkan. Suasana itu hening
mencengangkan, dan orang duduk bermeditasi seperti biasa.
Tanpa diharapkan, sementara orang mendengar suara di
kejauhan, Itu mulai, diam-diam, dengan lembut; dan tiba-
tiba, Itu ada di situ dengan kekuatan penuh. Keadaan itu
mungkin berlangsung beberapa menit. Itu lenyap, tetapi
meninggalkan keharumannya jauh di dalam kesadaran orang
dan penglihatan akan Itu di dalam mata.
Selama ceramah pagi ini Kemahaluasan beserta
berkahnya ada di situ. Setiap hadirin tentu menafsirkannya
dengan cara masing-masing, dan dengan demikian
menghancurkan hakekatnya yang tak teruraikan. Semua
penafsiran mendistorsikan.
Proses itu berjalan akut dan tubuh menjadi agak ringkih.
Tetapi di atas semua ini, terdapat kemurnian dari keindahan
yang mencengangkan, keindahan bukan dari benda-benda,
yang dibentuk oleh pikiran atau perasaan, atau hadiah dari
seorang seniman, melainkan bagaikan sebuah sungai yang
berkelana, memberi hidup dan tak peduli, terkotori dan
90
dimanfaatkan; Itu ada di situ, utuh dan kaya dalam dirinya.
Dan sebuah kekuatan yang tak punya nilai dalam struktur
sosial dan perilaku manusia. Tetapi Itu ada di situ, tak peduli,
mahaluas, tak tersentuh. Oleh karena Itu, maka segala
sesuatu ini ada. 55
*****

Penghancuran & penciptaan yang tak pernah


berakhir

Selagi orang memandang batu-batu padas yang padat itu,


beserta lengkungnya dan bentuknya dan salju yang
berkilauan, setengah bermimpi tanpa pikiran apa pun dalam
batin, tiba-tiba ada kekuatan dan berkah dengan keanggunan
yang mahaluas dan padat. Itu memenuhi lembah dengan
seketika dan batin tak punya ukuran; Itu begitu dalam
melampaui kata-kata. Lagi-lagi terdapat kepolosan.
Ketika bangun pada dini hari ini, Itu ada di situ dan
meditasi kecil sekali artinya dan semua pikiran mati dan
semua perasaan berhenti; otak sama sekali hening.
Catatannya bukan yang nyata. Itu ada di situ, tak tersentuh
dan tak dapat dikenal. Itu bukan apa yang pernah ada; Itu
adalah keindahan yang tak berakhir.
Pagi itu luar biasa. Keadaan itu telah berlangsung selama
empat bulan terus-menerus, di mana pun lingkungannya,
betapa pun keadaan tubuh. Itu tak pernah sama namun sama;
Itu adalah penghancuran dan penciptaan yang tak pernah
berakhir. Tenaga dan kekuatannya berada di atas semua
pembandingan dan kata-kata. Dan Itu tak pernah berlanjut
[continuous]; itulah kematian dan kehidupan. 56
*****

91
Mata yang melihat sama sekali lain dari organ mata

Kamar itu penuh dengan Berkah itu. Nah, apa yang


terjadi kemudian hampir tak mungkin dilukiskan dengan
kata-kata; kata-kata begitu mati, dengan makna tertentu yang
pasti, dan apa yang terjadi berada di atas semua kata dan
deskripsi. Itu adalah pusat semua penciptaan; Itu adalah
keseriusan menyucikan yang membersihkan otak dari setiap
pikiran dan perasaan; keseriusannya adalah halilintar yang
memusnahkan dan menghanguskan; kedalamannya tak
terukur; Itu ada di situ tanpa bergerak, tak tertembus, suatu
kepadatan yang seringan surga. Itu ada di dalam mata, di
dalam napas. Itu ada di dalam mata dan mata dapat melihat.
Mata yang melihat, yang memandang, sama sekali lain dari
organ mata namun adalah mata yang sama. Hanya ada
melihat, mata yang melihat di atas waktu-ruang. Terdapat
keanggunan tak tertembus dan kedamaian yang adalah
intisari semua gerak, tindakan. Tiada kebajikan menyentuh-
nya oleh karena Itu berada di atas semua kebajikan dan
sanksi manusia. Terdapat cinta yang sepenuhnya mudah
binasa, dan dengan demikian mempunyai kerapuhan dari
semua hal yang baru, rentan, mudah rusak, namun berada di
atas semua itu. Itu tak dapat musnah, tak punya nama, tak
mengetahui. Tiada pikiran bisa menembusnya; tiada tindakan
bisa menyentuhnya. Itu “suci”, tak tersentuh dan dengan
demikian selalu indah menjadi dambaan.
Semua ini tampak mempengaruhi otak; otak tidak seperti
sebelumnya. (Pikiran adalah hal yang begitu remeh, perlu
tapi remeh.) Oleh karena Itu, maka hubungan tampak
berubah. Seperti badai yang menakutkan, gempa bumi yang
menghancurkan memberi arah baru pada aliran sungai,
mengubah pemandangan, membongkar jauh ke dalam bumi,

92
begitu pula Itu meratakan tonjolan-tonjolan pikiran,
mengubah bentuk hati. 57
*****

Suatu Berkah turun meliputi kami

Kemarin, selagi kami berjalan mendaki lembah sempit


yang indah, sisinya yang terjal gelap dengan pepohonan
pinus dan padang-padang hijau dipenuhi bunga-bunga liar,
tiba-tiba, tanpa terduga sama sekali, oleh karena kami tengah
berbicara mengenai hal-hal lain, suatu Berkah [benediction]
turun meliputi kami, seperti gerimis yang lembut. Kami
menjadi pusat dari Itu. Itu lembut, mendesak, halus dan
damai tak terbatas, menyelimuti kami dalam tenaga yang di
atas semua kesalahan dan penalaran.
Pada dini hari ini, ketika bangun, berpakaian, keseriusan
yang menyucikan dan tak berubah dan sebuah ekstase yang
tak mempunyai sebab, Itu sekadar ada di situ. Dan sepanjang
hari, apa pun yang dilakukan, Itu ada di situ di latar
belakang, dan Itu langsung datang dan tampil begitu orang
hening. Terdapat urgensi dan keindahan di dalamnya.
Tiada imajinasi atau keinginan bisa merumuskan
keseriusan yang begitu mendalam. 58
*****

Itu kekuatan yang ada sebelum segala sesuatu


muncul

Sementara kami bercakap-cakap, tanpa sebab apa pun,


oleh karena yang kami bicarakan tidak terlalu serius, dari
suatu kedalaman yang tak terdekati tiba-tiba orang
merasakan nyala tenaga yang hebat ini, yang membinasakan
93
di dalam penciptaannya. Itu adalah kekuatan yang ada
sebelum segala sesuatu muncul; Itu tak terdekati, dan dengan
kekuatan sendiri orang tidak bisa mendekatinya. Tidak ada
apa pun yang eksis kecuali satu hal itu. Kemahaluasan dan
ketakjuban.
Sebagian dari pengalaman ini mungkin telah “berlanjut”
selama tidur, karena ketika bangun pada dini hari ini, Itu ada
di situ dan intensitas proses itu membangunkan orang.
Semua pikiran dan kata-kata tidak mampu menguraikan apa
yang tengah berlangsung, keanehannya, dan cinta,
keindahannya. Tiada imajinasi bisa menyusun ini, Itu bukan
pula ilusi; kekuatan dan kemurniannya bukan untuk
dipercaya oleh batin-otak. Itu berada di atas seluruh daya-
daya manusiawi. 59
*****

Terdapat penguatan kepekaan

Terbangun pada dini hari dengan perasaan kuat akan


Yang Lain, akan suatu dunia lain yang berada di atas semua
pikiran; Itu sangat intens dan sejernih dan semurni dini hari,
langit tak berawan. Imajinasi dan ilusi dibersihkan dari batin
oleh karena tidak ada kelanjutan [continuity]. Segala sesuatu
ada dan Itu tidak pernah ada sebelumnya. Di mana ada
kemungkinan kelanjutan, di situ ada waham (delusi).
Pagi itu cerah, sekalipun tak lama kemudian awan-awan
akan terbentuk. Sementara orang melihat keluar jendela,
pepohonan, padang-padang sangat cerah. Sesuatu yang
menarik tengah terjadi; terdapat penguatan kepekaan.
Kepekaan, bukan hanya terhadap keindahan, melainkan juga
terhadap segala hal. Helai rumput itu tampak hijau
menakjubkan; satu helai rumput mengandung seluruh
94
spektrum warna; itu sangat intens, menyilaukan dan begitu
kecil, begitu mudah binasa. Pepohonan itu adalah seluruh
kehidupan, ketinggian dan kedalamannya; garis-garis yang
menelusuri bukit-bukit dan pohon-pohon yang berada
sendirian adalah ekspresi seluruh waktu dan ruang; dan
gunung-gunung dengan latar belakang langit yang pudar
berada di atas segenap dewa/tuhan dan manusia. Hampir tak
dapat dipercaya melihat, merasakan semua ini dengan
sekadar memandang keluar jendela. Mata orang dibersihkan.
Aneh betapa selama satu-dua wawancara berlangsung,
kekuatan itu, tenaga itu memenuhi kamar. Itu tampak ada di
mata dan napas orang. Itu muncul, secara tiba-tiba dan tanpa
diharapkan, dengan kekuatan dan intensitas yang sungguh
melanda, dan di waktu lain Itu ada di situ, secara diam dan
hening. Tetapi Itu ada di situ, entah orang inginkan entah
tidak. Tidak mungkin untuk terbiasa dengannya, karena Itu
tak pernah ada sebelumnya dan tak akan pernah ada kelak.
Tetapi Itu ada di situ sekarang. 60
*****

Terdapat cahaya tanpa bayangan

Di tikungan jalan, jalan itu dengan lembut menurun


melalui beberapa jembatan melintasi dasar-dasar sungai yang
kering, menuju ke sisi lain dari lembah itu. Sebuah pedati
melewati jalan itu; beberapa orang desa datang melalui jalan
itu, malu-malu tanpa bersuara; ada anak-anak bermain di
dasar sungai dan seekor burung terus-menerus memanggil-
manggil. Begitu jalan itu membelok ke arah timur, Yang
Lain itu muncul. Itu datang sebagai gelombang-gelombang
Berkah yang besar, indah dan mahaluas. Seolah-olah surga
terbuka, dan dari Kemahaluasan ini muncullah apa yang tak

95
mungkin diberi nama; Itu ada di situ sepanjang hari, orang
tiba-tiba menyadari, dan baru sekarang, ketika berjalan
sendirian, dan orang-orang lain mengikuti tidak jauh di
belakang, orang menyadari fakta itu, dan yang membuat ini
menjadi luar biasa adalah hal yang tengah berlangsung ini;
itu adalah puncak dari apa yang berlangsung selama ini dan
bukan insiden tersendiri. Ada cahaya, bukan dari matahari
yang terbenam atau cahaya buatan yang kuat; itu
menimbulkan bayang-bayang, tetapi ada cahaya tanpa
bayang-bayang dan Itulah cahaya itu. 61
*****

Semua ini mungkin berlangsung satu menit atau


satu jam

Terbangun dini sekali pada pagi ini, tanpa mandi orang


terpaksa duduk tegak, dan biasanya orang duduk tegak di
tempat tidur untuk beberapa lama sebelum bangkit dari
tempat tidur. Tetapi pagi ini di luar prosedur yang biasa,
terdapat keharusan yang urgen dan memaksa. Sementara
orang duduk tegak, tidak lama kemudian muncullah Berkah
yang mahaluas itu, dan orang segera merasakan seluruh
tenaga ini, seluruh kekuatan yang tak tertembus dan tegas ini
di dalam diri, di sekeliling diri dan di kepala; dan di pusat
seluruh Kemahaluasan ini, terdapat keheningan sempurna.
Itu keheningan yang tak terbayangkan, tak terumuskan oleh
batin; tiada kekerasan dapat menghasilkan keheningan itu;
Itu tidak punya penyebab; Itu bukan hasil; Itu adalah
keheningan di pusat taufan yang hebat. Itu keheningan dari
segala gerak; esensi dari segala tindakan; Itu adalah ledakan
dari penciptaan, dan hanya di dalam keheningan seperti
itulah penciptaan bisa berlangsung.

96
Lagi-lagi otak tak mampu menangkapnya; otak tak dapat
mencatatnya dalam ingatannya, di masa lampau, oleh karena
hal ini berada di luar waktu; Itu tidak punya masa depan, Itu
tak punya masa lampau atau saat kini. Jika Itu dari waktu,
otak bisa menangkapnya dan membentuknya sesuai dengan
keterkondisiannya. Karena keheningan ini adalah totalitas
dari segenap gerak, esensi dari segala tindakan, suatu hidup
yang tak mempunyai bayangan, apa yang dari bayangan tak
dapat mengukurnya dengan cara apa pun. Itu begitu luas bagi
waktu untuk memegangnya dan tiada ruang bisa mewadahi-
nya.
Semua ini mungkin berlangsung satu menit atau satu
jam. 62
*****

Penghancuran yang adalah penciptaan

Ketika berjalan sepanjang jalan setapak yang menyusuri


sebuah sungai kecil yang airnya deras mengalir, sejuk dan
menyenangkan, dengan banyak orang di sekitar, terdapat
Berkah itu, selembut dedaunan dan terdapat tarian sukacita
di dalamnya. Tetapi di atas dan melaluinya terdapat kekuatan
dan tenaga yang mahaluas dan padat yang tak terdekati.
Orang merasa ada kedalaman yang tak terukur di baliknya,
tak terselami. Itu ada di situ, bersama setiap langkah, dengan
urgensi namun dengan “ketakpedulian” tanpa batas. Seperti
sebuah bendungan besar dan tinggi menahan air sungai itu,
membentuk danau yang luas bermil-mil, begitu pula
Kemahaluasan ini.
Tetapi pada setiap saat terdapat penghancuran; bukan
penghancuran untuk mendatangkan suatu perubahan baru—
perubahan tidak pernah baru—melainkan penghancuran total
97
dari apa yang pernah ada sehingga ia tidak bisa ada lagi.
Tidak ada kekerasan dalam penghancuran ini; ada kekerasan
dalam perubahan, dalam revolusi, dalam penyerahan diri,
dalam pendisiplinan, dalam pengendalian dan pendominasi-
an; tetapi di sini segenap kekerasan, dalam setiap bentuknya
dengan nama yang berbeda, telah berakhir total. Itulah
penghancuran yang adalah penciptaan.
Tetapi penciptaan bukanlah kedamaian. Kedamaian dan
konflik termasuk dalam dunia perubahan dan waktu,
termasuk gerak ke luar dan ke dalam dari eksistensi, tetapi
Itu bukan dari waktu atau dari suatu gerak di dalam ruang.
Itu adalah penghancuran murni dan mutlak, dan hanya
dengan itu yang “baru” bisa muncul.
Pada pagi ini, ketika bangun, esensi itu ada di situ; Itu
tentu berada di situ sepanjang malam, dan ketika bangun Itu
tampak memenuhi seluruh kepala dan badan. Dan proses itu
berlangsung dengan lembut. Orang harus berada sendirian
dan hening, lalu Itu ada di situ. 63
*****

Terdapat “berpikir” yang lahir dari kekosongan


total dari batin

Kemarin hari yang aneh. Yang Lain itu ada di situ


sepanjang hari kemarin, ketika berjalan-jalan sebentar, ketika
beristirahat dan sangat intens selama ceramah. Itu tetap
bertahan ada sepanjang malam, dan pagi ini, ketika bangun
pada dini hari, setelah tidur sebentar, Itu berlanjut. Tubuh
terlalu penat dan membutuhkan istirahat. Anehnya, tubuh
menjadi amat hening, amat diam, tak bergerak, tetapi setiap
jengkal darinya amat hidup dan peka.

98
Sejauh mata dapat memandang, terdapat cerobong asap-
cerobong asap kecil dan pendek, semua tanpa asap karena
cuaca panas. Cakrawala berada di kejauhan, tidak rata,
dijejali bangunan; kota itu tampak meluas tanpa akhir. Di
sepanjang jalan besar terdapat pepohonan, menunggu musim
dingin, oleh karena musim gugur telah mulai perlahan-lahan.
Langit berwarna perak, tergosok mengkilap dan cemerlang,
dan angin membentuk pola-pola di permukaan air sungai.
Burung-burung merpati beranjak pada dini hari, dan selagi
matahari memanaskan atap seng, burung-burung itu
berpanas-panas di situ.
Batin, yang di dalamnya terdapat otak, pikiran, perasaan
dan setiap emosi, khayalan dan imajinasi yang halus, adalah
hal yang luar biasa. Semua isinya tidak membentuk batin,
tetapi tanpa mereka, batin tidak ada; batin lebih luas daripada
apa yang dikandungnya. Tanpa batin, isinya tak akan ada;
mereka ada oleh karena batin.
Di dalam kekosongan total dari batin, intelek, pikiran,
perasaan, seluruh kesadaran berada. Sebatang pohon bukan
kata, bukan daun, cabang atau akar; seluruhnya adalah
pohon, namun pohon bukanlah bagian-bagiannya. Batin
adalah kekosongan yang di dalamnya hal-hal dari batin
berada, tetapi hal-hal itu bukanlah batin.
Oleh karena kekosongan ini, maka waktu dan ruang
muncul. Tetapi otak dan hal-hal dari otak mencakup bidang
lebar dari eksistensi; ia dipenuhi masalah-masalahnya yang
banyak. Ia tidak bisa menangkap hakekat batin, karena ia
hanya berfungsi di dalam keterpecahan [fragmentation], dan
pecahan yang banyak tidak membuatnya menjadi utuh.
Namun ia sibuk menyatukan pecahan-pecahan yang saling

99
bertentangan untuk membuatnya utuh. Keseluruhannya tidak
dapat dikumpulkan dan disusun.
Kegiatan ingatan, yakni pengetahuan dalam tindakan,
konflik dari keinginan-keinginan yang saling bertentangan,
pencarian akan kebebasan, masih berada dalam kurungan
otak; otak bisa menghaluskan, memperbesar, menumpuk
keinginan-keinginannya, tetapi kesedihan akan berlangsung
terus. Tidak ada pengakhiran kesedihan selama pikiran hanya
sekadar respons dari ingatan, dari pengalaman. Terdapat
“berpikir” yang lahir dari kekosongan total dari batin;
kekosongan itu tak punya pusat, dan dengan demikian
mampu bergerak tak terbatas. Penciptaan lahir dari
kekosongan ini, tetapi itu bukan penciptaan dari manusia
yang menyusun berbagai hal. Penciptaan dari kekosongan itu
adalah cinta dan kematian.
Lagi-lagi, itu hari yang aneh. Yang Lain itu ada di mana
pun orang berada, apa pun kegiatan sehari-hari. Seolah-olah
otak hidup di dalamnya; otak sangat hening tanpa tertidur,
peka dan waspada. Terdapat rasa mengamati dari suatu
kedalaman tanpa batas. Sekalipun tubuh penat, terdapat
kewaspadaan yang aneh. Suatu nyala api yang terus
menyala. 64

Meditasi berlangsung terus di balik kata-kata dan


keindahan malam

Ketika berjalan dan berbicara, meditasi berlangsung terus


di balik kata-kata dan keindahan malam. Itu berlangsung
dalam kedalaman yang besar, mengalir ke luar dan ke dalam;
itu meledak dan meluas. Orang sadar akan hal itu; itu tengah
berlangsung; orang tidak mengalaminya—mengalami adalah
membatasi; itu tengah terjadi. Tidak ada partisipasi di

100
dalamnya; pikiran tidak bisa berbagi itu oleh karena pikiran
begitu sia-sia dan mekanikal, begitu pula emosi tidak dapat
terlibat dengan itu; itu terlalu aktif sehingga mengganggu
keduanya. Itu tengah berlangsung dalam kedalaman begitu
besar, yang untuk itu tidak ada ukuran. Tetapi ada
keheningan besar. Itu sungguh mengherankan dan sama
sekali tidak biasa.
Dedaunan yang gelap berkilap dan rembulan naik cukup
tinggi; ia beranjak ke barat dan sinarnya melimpah ke dalam
kamar. Fajar masih beberapa jam lagi dan tidak ada suara
sedikit pun; bahkan anjing-anjing kampung, dengan salaknya
yang melengking, sekarang diam. Ketika bangun, Itu ada di
situ, dengan kejernihan dan kecermatan; Yang Lain ada di
situ dan bangun itu perlu, bukan tidur; itu disengaja, sadar
terhadap segala sesuatu yang terjadi, eling dengan kesadaran
penuh akan apa yang tengah berlangsung. Bila tidur, itu
mungkin mimpi, suatu petunjuk dari alam bawah-sadar,
suatu tipuan otak; tetapi bila jaga sepenuhnya, Yang Lain
yang aneh dan tak dikenal ini adalah realitas yang teraba,
suatu fakta dan bukan ilusi atau mimpi. Itu punya kualitas—
jika kata itu bisa dikenakan terhadapnya—kualitas tanpa
berat dan kekuatan yang tak tertembus. Lagi-lagi kata-kata
ini mempunyai makna tertentu, pasti dan dapat
dikomunikasikan, tetapi kata-kata ini kehilangan semua
artinya ketika Yang Lain itu harus disampaikan dengan kata-
kata; kata-kata adalah lambang, tetapi tiada lambang dapat
menyampaikan realitas itu. Itu ada di situ dengan kekuatan
yang begitu tak terkotori sehingga tiada apa pun dapat
membinasakannya, oleh karena Itu tak dapat didekati. Anda
dapat mendekati sesuatu yang Anda kenal; Anda harus
mempunyai bahasa yang sama untuk berhubungan secara
mendalam, sejenis proses pikiran, dengan kata-kata atau

101
tanpa kata-kata; di atas segalanya harus ada saling mengenal.
Di sini tidak ada itu. Pada sisi Anda, Anda bisa bilang Itu
adalah ini atau itu, kualitas ini atau kualitas itu, tetapi pada
saat Itu berlangsung tidak ada penggunaan kata-kata, oleh
karena otak sama sekali diam, tanpa gerakan pikiran sedikit
pun.
Tetapi Yang Lain itu tidak punya hubungan dengan apa
pun, sedangkan semua pikiran dan keberadaan adalah proses
sebab-akibat, jadi tidak ada pemahaman tentang Itu atau
hubungan dengan Itu. Itu adalah nyala yang tak dapat
didekati, dan Anda hanya bisa memandang Itu dan menjaga
jarak dari Itu. Dan ketika tiba-tiba terbangun, Itu ada di situ.
Dan bersama Itu mucullah ekstase yang tak diharapkan, suka
cita tanpa alasan; tidak ada penyebab darinya, oleh karena ia
tidak pernah dicari atau dikejar. Terdapat ekstase ini pada
waktu bangun lagi pada waktu yang biasa; Itu ada di situ dan
berlangsung untuk waktu yang lama. 65
*****

Apakah yang mengingat untuk menuliskan ini?

Pada dini hari ini, ketika fajar baru saja menyingsing,


tanpa secercah awan pun di langit dan gunung-gunung yang
tertutup salju itu terlihat samar-samar, terbangun dengan
perasaan kekuatan yang tak tertembus itu di mata dan di
tenggorok; tampaknya sebagai keadaan yang teraba, sesuatu
yang tak pernah tidak ada di situ. Hampir selama satu jam Itu
ada di situ dan otak tetap kosong. Itu bukan hal yang bisa
ditangkap oleh pikiran dan disimpan dalam ingatan untuk
diingat kembali di kemudian hari. Itu ada di situ dan segenap
pikiran mati. Pikiran adalah fungsional, hanya bermanfaat di
bidangnya; pikiran tidak mampu memikirkan Itu oleh karena

102
pikiran adalah waktu, sedangkan Itu berada di atas segenap
waktu dan ukuran. Pikiran, keinginan tidak bisa
mengupayakan kelanjutannya atau bagi terulangnya, oleh
karena pikiran, keinginan sama sekali tidak ada. Jadi, apakah
yang mengingat untuk menuliskan ini? Sekadar catatan
mekanikal, tetapi catatan itu, kata itu bukanlah halnya [yang
disebutnya]. 66
*****

Energi kehidupan yang intens selalu ada di situ

Kemarin petang, Itu tiba-tiba mulai, di dalam sebuah


kamar dengan jendela ke arah jalan yang bising; kekuatan
dan keindahan Yang Lain itu menyebar dari kamar itu
keluar, di atas lalu lintas, melewati taman, dan melampaui
bukit-bukit. Itu ada di situ, mahaluas dan tak tertembus; Itu
ada di situ pada waktu petang, dan pada saat orang akan
pergi tidur, Itu ada di situ dengan intensitas yang hebat, suatu
Berkah dari kesucian yang besar. Orang tidak terbiasa
dengan Itu, oleh karena Itu selalu berbeda; ada sesuatu yang
selalu baru, suatu kualitas baru, suatu makna yang halus,
suatu cahaya baru, sesuatu yang belum pernah terlihat
sebelumnya. Itu bukan sesuatu untuk disimpan, diingat, dan
diperiksa, pada waktu senggang; Itu ada di situ dan tiada
pikiran bisa mendekat oleh karena otak hening dan tidak ada
waktu untuk mengalami, untuk menyimpan. Itu ada di situ,
dan semua pikiran menjadi diam.
Energi kehidupan yang intens selalu ada di situ, siang
dan malam. Itu tanpa gesekan, tanpa arah, tanpa pilihan dan
daya upaya. Itu ada di situ dengan intensitas begitu besar,
sehingga pikiran dan perasaan tak dapat menangkap dan
membentuknya sesuai dengan khayalannya, kepercayaannya,

103
pengalamannya, dan tuntutannya. Itu ada di situ begitu
berlimpah sehingga tiada apa pun dapat menguranginya.
Tetapi kita mencoba menggunakannya, memberinya arah,
menangkapnya di dalam cetakan keberadaan kita, dan
dengan demikian memelintirnya agar sesuai dengan pola,
pengalaman, dan pengetahuan kita. Ambisi, iri hati,
keserakahan mengecilkan energinya, sehingga terdapat
konflik dan kesedihan; kejamnya ambisi—pribadi maupun
kolektif—mendistorsikan intensitasnya, menyebabkan ke-
bencian, antagonisme, konflik. Setiap tindakan iri hati
mengotori energi ini, menyebabkan ketidakpuasan,
kesengsaraan, ketakutan; bersama ketakutan terdapat rasa
bersalah dan kecemasan dan kesengsaraan pembandingan
dan gangguan yang tak ada habisnya. Energi yang terkotori
itulah yang menciptakan pendeta dan jenderal, politisi dan
perampok. Energi tanpa batas ini yang dibuat tidak lengkap
oleh keinginan kita akan sesuatu yang permanen dan
memberi rasa aman adalah lahan tempat tumbuh ide-ide,
persaingan, kekejaman yang mandul, dan perang; itu adalah
penyebab dari konflik abadi antara manusia dan manusia.
Bila semua ini dikesampingkan, dengan mudah dan
tanpa daya upaya, hanya di situlah terdapat energi intens
yang hanya bisa ada dan mekar di dalam kebebasan.
Hanyalah di dalam kebebasan itu tidak menyebabkan konflik
dan kesedihan; hanya dengan demikian itu bertambah dan
tanpa akhir. Itu adalah hidup yang tak punya awal dan tak
punya akhir; itulah penciptaan yang adalah cinta, perusakan.
Energi yang digunakan ke satu arah menghasilkan satu
hal, konflik dan kesedihan; sedangkan energi yang adalah
ekspresi kehidupan yang total adalah kebahagiaan yang tak
terukur. 67
*****
104
Masa lampau dan yang tak dikenal tak pernah
bertemu

Setiap pikiran, setiap perasaan telah lenyap, dan otak


sama sekali hening; saat itu sudah lewat tengah malam dan
tak ada suara sedikit pun; udara dingin dan sinar rembulan
masuk melalui salah satu jendela, membentuk suatu pola di
dinding. Otak sangat jaga, waspada, tanpa bereaksi, tanpa
mengalami; tak ada gerak sedikit pun di dalam dirinya, tetapi
ia bukan tidak peka atau mabuk oleh ingatan. Dan tiba-tiba,
Kemahaluasan yang tak dikenal itu ada di situ, bukan hanya
di dalam kamar dan di luarnya, tetapi juga di dalam, di
relung-relung yang terdalam, yang sebelumnya adalah batin.
Pikiran mempunyai perbatasan, dihasilkan oleh setiap jenis
reaksi, dan setiap motif membentuknya, seperti juga setiap
perasaan; setiap pengalaman adalah dari masa lampau dan
setiap pengenalan adalah dari yang diketahui. Tetapi
Kemahaluasan itu tidak meninggalkan tanda; Itu ada di situ,
jelas, kuat, tak tertembus dan tak terdekati, yang
intensitasnya adalah api yang tidak meninggalkan abu.
Bersamanya terdapat kebahagiaan dan itu pun tidak
meninggalkan ingatan oleh karena tidak ada yang
mengalaminya. Itu sekadar ada di situ, datang dan pergi,
tanpa dikejar dan diingat.
Masa lampau dan yang tak dikenal tak pernah bertemu
pada titik mana pun; keduanya tak dapat dipertemukan
dengan tindakan apa pun; tidak ada jembatan untuk
menyeberanginya, tidak ada pula jalan menuju kepadanya.
Keduanya tidak pernah bertemu dan tidak akan pernah
bertemu. Masa lampau harus berakhir agar yang tak dapat
dikenal, Kemahaluasan itu muncul. 68
*****
105
Tiba-tiba Anda sadar sesuatu tengah berlangsung

Pada petang itu tidak ada apa pun dapat mengganggu-


nya, bahkan tidak pula sebuah kereta api barang yang
melintasi jembatan baja. Ada jalan setapak di sebelah kanan
berkelok-kelok di antara kebun-kebun yang hijau, dan
sementara Anda berjalan di situ, jauh dari segala sesuatu,
dari wajah-wajah, air mata, tiba-tiba Anda sadar bahwa
sesuatu tengah berlangsung. Anda tahu itu bukan imajinasi,
keinginan, membayangkan suatu khayalan atau suatu
pengalaman yang terlupakan atau menghidupkan kembali
suatu kenikmatan dan harapan tertentu; Anda tahu betul itu
bukan hal-hal tersebut; Anda telah menempuh penyelidikan
seperti ini sebelumnya dan Anda mengesampingkan semua
itu dengan cepat dengan sebuah kibasan tangan, dan Anda
sadar bahwa sesuatu tengah berlangsung. Itu tak diharapkan
seperti sapi jantan yang mendekat pada senja yang semakin
temaram. Itu ada di situ dengan rasa mendesak dan
mahaluas, Yang Lain itu, yang tak dapat ditangkap oleh kata
atau lambang apa pun. Itu ada di situ memenuhi langit dan
bumi dan segala hal yang kecil-kecil di dalamnya. Anda dan
orang desa kecil yang tanpa sepatah kata melewati Anda,
adalah dari Itu. Pada saat tanpa-waktu itu, yang ada hanyalah
Kemahaluasan itu, tiada pikiran maupun perasaan, dan otak
sama sekali hening. Seluruh kepekaan meditasi berakhir, dan
yang ada hanyalah kemurnian yang sukar dipercaya itu.
Itulah kemurnian dari kekuatan, tak tertembus dan tak
terdekati, namun Itu ada di situ. Segala sesuatu diam, tak ada
gerak, tak ada yang bergeming dan bahkan bunyi peluit
kereta api berada dalam keheningan. Itu menemani Anda
sementara Anda kembali ke kamar Anda, dan Itu ada di situ
juga, oleh karena Itu tidak pernah meninggalkan Anda. 69
*****
106
Segala sesuatu berakhir ketika Itu ada

Ketika bangun pada pagi hari ini, ketika matahari masih


di balik cakrawala dan fajar mulai menyingsing, meditasi
memberi jalan pada Yang Lain itu, yang berkahnya adalah
kejernihan dan kekuatan. Itu ada di situ tadi malam, ketika
orang pergi tidur, begitu tak terduga, begitu jernih. Orang
tidak bersamanya selama beberapa hari, tubuh tengah
menyesuaikan diri terhadap suasana kota besar. Jadi ketika
Itu datang, terdapat intensitas besar dan keindahan dan
segala sesuatu menjadi hening; Itu memenuhi kamar dan
jauh melampaui kamar. Terdapat kekakuan tertentu—
bukan—badan tak bergerak, sekalipun rileks. Sepanjang
malam Itu mungkin berlangsung terus, oleh karena ketika
bangun, Itu ada di situ aktif, memenuhi kamar dan ke
luarnya. Semua deskripsi tentang Itu tidak berarti apa-apa
oleh karena kata tidak mampu meliputi kemahaluasan
maupun keindahan dari Itu. Segala sesuatu berakhir ketika
Itu ada, dan yang aneh otak beserta segala respons dan
kegiatannya mendapati dirinya tiba-tiba dan dengan suka rela
diam, tanpa respons sedikit pun, tanpa ingatan sedikit pun,
tiada pula pencatatan akan apa yang tengah berlangsung. Itu
sangat hidup tetapi sama sekali hening. Itu terlalu luas untuk
imajinasi apa pun, yang agak tidak dewasa dan konyol. Apa
yang ada secara aktual adalah begitu vital dan bermakna
sehingga semua imajinasi dan ilusi kehilangan arti. 70
*****

Bila ada perhatian penuh, tidak ada ketakutan

Lagi-lagi, hampir sepanjang malam, Berkah itu, Yang


Lain itu ada di situ; sekalipun tidur, Itu ada di situ; orang
merasakannya ketika bangun, kuat, menetap, urgen; Itu ada
107
di situ, seolah-olah Itu berlangsung sepanjang malam.
Bersamanya selalu ada keindahan besar, bukan dari
gambaran-gambaran, perasaan atau pikiran. Keindahan
bukanlah pikiran atau perasaan; ia tak ada kaitannya dengan
emosi atau perasaan.
Ada ketakutan. Ketakutan bukanlah aktualitas; entah itu
sebelum, entah sesudah saat kini yang aktif. Bila ada
ketakutan pada saat kini yang aktif, apakah itu ketakutan? Ia
ada di situ dan orang tidak bisa lari darinya; tidak mungkin
menghindar darinya. Di situ, pada saat yang aktual, terdapat
perhatian total pada saat bahaya, bahaya fisik maupun
bahaya psikologis. Bila ada perhatian penuh, tidak ada
ketakutan. Tetapi fakta aktual dari tiadanya perhatian
menghasilkan ketakutan. Ketakutan timbul bila terdapat
penghindaran fakta, pelarian; maka pelarian itu sendiri
adalah ketakutan.
Ketakutan dan bentuk-bentuknya yang banyak, rasa
bersalah, kecemasan, harapan, keputusasaan, ada di situ
dalam setiap gerak relasi; itu ada di situ dalam setiap
pencarian rasa aman; itu ada di situ dalam apa yang
dinamakan ‘cinta’ dan pemujaan; itu ada di situ dalam
ambisi dan kesuksesan; itu ada di situ dalam kehidupan dan
kematian; itu ada di situ dalam hal-hal fisikal dan faktor-
faktor psikologis. Terdapat ketakutan dalam begitu banyak
bentuk dan pada semua tingkat kesadaran kita. Pertahanan,
perlawanan, dan pengingkaran bersumber dari ketakutan.
Ketakutan akan kegelapan dan ketakutan akan cahaya;
ketakutan akan kepergian dan ketakutan akan kedatangan.
Ketakutan mulai dan berakhir dengan keinginan untuk
merasa aman; rasa aman batiniah dan lahiriah, dengan
keinginan untuk merasa pasti, memiliki kekekalan.

108
Kelanjutan dari kekekalan dicari di setiap arah, dalam
kebajikan, dalam relasi, dalam tindakan, dalam pengalaman,
dalam pengetahuan, dalam hal-hal lahiriah dan batiniah.
Untuk menemukan dan merasa aman adalah seruan abadi. Itu
adalah tuntutan yang tak kunjung berhenti yang menimbul-
kan ketakutan.
Tetapi adakah kekekalan, secara lahiriah dan batiniah?
Mungkin dalam sebuah ukuran, secara lahiriah mungkin ada,
dan bahkan itu pun tidak pasti; perang, revolusi, kemajuan,
kecelakaan dan gempa bumi. Harus ada makanan, pakaian
dan tempat berteduh; itu esensial dan dibutuhkan oleh semua
orang. Sekalipun dicari, secara membuta atau secara waras,
adakah kepastian batiniah, kelanjutan, kekekalan batiniah?
Tidak ada. Pelarian dari realitas ini adalah ketakutan.
Ketakmampuan menghadapi realitas ini menimbulkan setiap
bentuk harapan dan keputusasaan.
Pikiran itu sendiri adalah sumber ketakutan. Pikiran
adalah waktu; pikiran akan hari esok adalah kesenangan atau
kesakitan. Jika menyenangkan, pikiran akan mengejarnya,
mencemaskan berakhirnya; jika menyakitkan, menghindari
itu sendiri adalah ketakutan. Baik kesenangan maupun
kesakitan menyebabkan ketakutan. Waktu sebagai pikiran
dan waktu sebagai perasaan membawa ketakutan.
Memahami pikiran, mekanisme ingatan dan pengalaman,
adalah pengakhiran ketakutan.
Pikiran adalah seluruh proses kesadaran, yang terbuka
dan tersembunyi; pikiran bukan hanya apa yang dipikirkan,
tetapi juga sumber bagi dirinya. Pikiran bukan hanya
kepercayaan, dogma, ide dan akal budi, tetapi juga pusat
yang dari situ semua ini muncul. Pusat ini adalah sumber
dari semua ketakutan.

109
Tetapi apakah ketakutan dialami, atau disadarikah sebab
dari ketakutan yang dari situ pikiran melarikan diri?
Melindungi diri secara fisik adalah waras, normal dan sehat;
tetapi setiap bentuk perlindungan-diri secara batiniah adalah
perlawanan, dan itu selalu mendatangkan, membangun
kekuatan yang adalah ketakutan. Tetapi ketakutan batiniah
ini menyebabkan rasa aman lahiriah menjadi masalah kelas,
prestise, kekuasaan, dan dengan demikian terjadilah sikap
berhati dingin dalam persaingan.
Bila seluruh proses pikiran, waktu dan ketakutan ini
terlihat—bukan sebagai ide, sebagai rumusan intelektual—
maka terdapat pengakhiran ketakutan secara total, yang
disadari maupun yang tersembunyi. Pemahaman-diri adalah
bangunnya dan berakhirnya ketakutan.
Dan bila ketakutan berakhir, maka kekuatan untuk
menciptakan ilusi, mitos, penampakan, dengan harapan dan
keputusasaannya, juga berakhir, dan hanya setelah itulah
mulai suatu gerak untuk melampaui kesadaran, yang adalah
pikiran dan perasaan. Itu adalah pengosongan relung-relung
terdalam dan kemauan dan keinginan yang tersembunyi
dalam. Kemudian, bila terdapat kekosongan total ini, bila
secara mutlak dan harfiah tidak ada apa-apa, tiada pengaruh,
tiada nilai, tiada perbatasan, tiada kata-kata, maka dalam
keheningan sempurna dari waktu-ruang, terdapatlah apa
yang tak bisa diberi nama. 71
*****

Itu ada di sini selagi ini ditulis

Turun dari lembah dan pegunungan yang tinggi ke dalam


sebuah kota yang besar, bising, dan kotor mempengaruhi
tubuh. Hari itu indah ketika kami berangkat, melalui lembah-
110
lembah yang dalam, air terjun dan hutan lebat, dan sampai ke
sebuah danau yang biru dan jalan yang lebar. Dari tempat
yang damai dan terasing ke sebuah kota yang bising siang-
malam, ke udara yang panas dan lembab, adalah suatu
perubahan keras. Duduk diam pada petang hari, memandang
melampaui atap-atap rumah, mengamati bentuk-bentuk atap
dan cerobong-cerobongnya, tanpa terduga-duga Berkah itu,
Kekuatan itu, Yang Lain itu datang dengan kejernihan
lembut; Itu memenuhi kamar dan tinggal di situ. Itu ada di
sini selagi ini ditulis. 72
*****

Yang aneh orang tidak peduli dengan semua ini

Hari itu sangat panas, dan dalam gedung yang panas itu
dengan hadirin yang banyak, suasananya menyesakkan
napas. Tetapi sekalipun lelah, terbangun di tengah malam
bersama Yang Lain di kamar. Itu ada di situ dengan
intensitas besar, bukan hanya mengisi kamar dan di luarnya,
tetapi juga berada jauh di dalam otak, begitu dalam sampai
tampak menembus dan melampaui semua pikiran, ruang dan
waktu. Itu begitu kuat mencengangkan, dengan energi begitu
besar sehingga orang tidak mungkin tinggal di tempat tidur,
dan di teras, dengan angin segar dan sejuk bertiup,
intensitasnya berlanjut. Keadaan itu berlangsung hampir satu
jam lamanya, dengan kekuatan dan dorongan besar;
sepanjang pagi Itu ada di situ.
Yang aneh dari semua ini ialah orang tidak peduli
dengan semua ini; jika Itu datang, Itu ada di situ, tanpa
diundang, dan jika Itu tidak datang, orang tidak peduli.
Keindahan dan kekuatannya tidak bisa dibuat main-main; Itu

111
tidak bisa diundang atau ditolak. Itu datang dan pergi,
semaunya sendiri.
Pada dini hari ini, sebelum matahari terbit, meditasi—di
mana semua daya upaya telah lama berhenti—menjadi ke-
heningan; keheningan yang di situ tidak ada pusat, dan
dengan demikian tidak ada tepi. Yang ada hanya keheningan.
Ia tidak punya kualitas, tanpa gerak, tanpa kedalaman
maupun ketinggian. Sama sekali hening. Hening inilah yang
memiliki gerak meluas tanpa henti dan yang ukurannya
bukan dalam waktu dan ruang. ... Lalu lintas pagi, dengan
truk-truk membawa makanan dan lain-lain ke kota, sama
sekali tidak mengganggu keheningan itu ... Itu ada di situ,
tanpa waktu. 73
*****

Di tengah-tengah suasana santai ini, sesuatu yang


hebat tengah berlangsung

Setelah makan malam ringan, kami bercakap-cakap


tentang hal-hal yang berkaitan dengan sekolah, betapa ini-itu
diperlukan, betapa sukarnya mencari guru yang baik, ... dan
sebagainya. Mereka terus bercakap-cakap, dan tiba-tiba,
tanpa diharapkan, Yang Lain muncul; Itu ada di situ dengan
kemahaluasan dan dengan kekuatan yang begitu besar
menyapu, sehingga orang menjadi diam sama sekali; mata
melihatnya, tubuh merasakannya, dan otak waspada tanpa
pikiran. Percakapan itu tidak terlalu serius, dan di tengah-
tengah suasana santai ini, sesuatu yang hebat tengah
berlangsung. Orang pergi tidur bersama Itu, dan Itu
berlangsung sebagai bisikan sepanjang malam. Tidak ada
mengalami; Itu ada di situ dengan kehebatan dan berkah.
Untuk mengalami harus ada orang yang mengalami, tetapi

112
bila keduanya tidak ada, maka ada fenomena yang sama
sekali berbeda. Tiada menerima atau menolak; Itu ada di
situ, sebagai fakta. Fakta ini tak punya hubungan dengan apa
pun, tidak di masa lampau tidak pula di masa depan, dan
pikiran tidak bisa berkomunikasi dengan Itu. Itu tidak punya
nilai dalam arti kegunaan dan keuntungan, tiada apa pun
dapat diperoleh dari Itu. Tetapi Itu ada di situ, dan dengan
adanya Itu terdapat cinta, keindahan, kemahaluasan. Tanpa
Itu, tak ada apa-apa. Tanpa hujan, bumi akan binasa. 74
*****

Meditasi adalah memudarnya pengalaman

Hari masih pagi, tetapi semua burung telah pergi, jauh


sebelum matahari berada di atas air. ... Meditasi adalah
penajaman kemahaluasan batin. Batin tak pernah tidur, tak
pernah tidak eling sepenuhnya; bercak-bercak batin di sana-
sini menjadi tajam oleh konflik dan kesakitan, menjadi
tumpul oleh kebiasaan dan kepuasan sesaat, dan setiap
kenikmatan meninggalkan tanda kerinduan. Tetapi semua
perjalanan yang gelap ini tidak meninggalkan ruang bagi
keseluruhan batin. Ini menjadi amat penting, dan selalu
menghasilkan lebih banyak makna langsung, dan
kemahaluasan itu dikesampingkan bagi hal-hal yang
langsung dan remeh. Yang langsung adalah waktu dari
pikiran, dan pikiran tak pernah bisa memecahkan masalah
apa pun kecuali yang mekanikal. Tetapi meditasi bukanlah
seperti mesin; meditasi tak pernah bisa disusun untuk sampai
ke suatu tujuan; itu bukan perahu untuk menyeberang ke
pantai seberang. Tiada pantai, tiada kedatangan, dan—seperti
cinta—meditasi tak punya motif. Meditasi adalah gerak
tanpa akhir yang tindakannya ada di dalam waktu tapi bukan
dari waktu. Semua tindakan yang langsung, dari waktu,
113
adalah landasan bagi kesedihan; tiada apa pun bisa tumbuh
di situ kecuali konflik dan kesakitan. Tetapi meditasi adalah
keelingan akan landasan ini, dan tanpa-memilih tidak
membiarkan sebutir benih pun berakar, betapa pun
menyenangkan dan betapa pun menyakitkan. Meditasi
adalah memudarnya pengalaman. Dan hanya di situ terdapat
kejernihan, yang kebebasannya ada di dalam melihat.
Meditasi adalah sukacita aneh, tidak untuk dibeli di pasar;
tiada Guru dan tiada murid bisa berasal darinya; semua hal
mengikuti dan menuntun harus berakhir semudah dan
sealamiah sehelai daun yang jatuh ke tanah.
Yang Tak Terukur ada di situ, memenuhi ruang kecil dan
seluruh ruang; itu datang selembut angin bertiup di atas air,
tetapi pikiran tak bisa menahannya, dan masa lampau, waktu,
tak mungkin mengukurnya. 75

114
BAGIAN III :

DIALOG J. KRISHNAMURTI &


PROFESOR DAVID BOHM
6. LANDASAN

Menyimak dalam kegelapan

Krishnamurti: Bagaimana saya akan melenyapkan


kegelapan yang terus-menerus dan menetap ini? Itulah satu-
satunya pertanyaan, oleh karena selama itu ada, saya
menciptakan pemisahan [division] yang menetap ini. Yah, ini
berlangsung berputar-putar. Saya hanya bisa melenyapkan
kegelapan melalui pencerahan, dan saya tidak bisa
memperoleh pencerahan itu melalui daya upaya apa pun dari
kehendak, jadi saya tidak punya apa-apa. Jadi apakah
masalah saya? Masalah saya adalah melihat kegelapan itu,
melihat pikiran yang menciptakan kegelapan itu, dan melihat
bahwa diri adalah sumber kegelapan itu. Mengapa saya tidak
bisa melihatnya? Mengapa bahkan saya tidak bisa
melihatnya secara logis?
David Bohm: Yah, itu jelas secara logis.
Krishnamurti: Ya, tapi bagaimana pun juga tampaknya itu
tidak bekerja. Jadi apa yang harus saya lakukan? Saya
menyadari untuk pertama kali bahwa diri menciptakan
kegelapan yang terus-menerus menghasilkan pemisahan.
Saya melihat itu dengan sangat jelas.
David Bohm: Dan pemisahan itu menghasilkan kegelapan
itu.
Krishnamurti: Bolak-balik. Dan dari semua itu, segala
sesuatu mulai. Saya melihat itu dengan sangat jelas. Apa
yang harus saya lakukan? Jadi saya tidak menerima
pemisahan.

117
Penanya: Krishnaji, tidakkah kita memasukkan kembali
pemisahan, ketika kita berkata ada manusia yang
membutuhkan pencerahan?
Krishnamurti: Tetapi manusia memiliki pencerahan. Si X
memiliki pencerahan, dan ia telah menjelaskan dengan
sangat jelas betapa kegelapan telah lenyap. Saya menyimak
dia, dan ia berkata, kegelapan Anda sendirilah yang
menciptakan pemisahan. Secara aktual, tidak ada pemisahan,
tidak ada pemisahan seperti cahaya dan kegelapan. Jadi ia
bertanya kepada saya, bisakah Anda membuang, bisakah
Anda meniadakan rasa pemisahan ini?
David Bohm: Tampaknya Anda membawa kembali
pemisahan dengan mengatakan bahwa saya harus
melakukan itu.
Krishnamurti: Tidak; bukan ‘harus’.
David Bohm: Anda bisa dibilang mengatakan bahwa proses
pikiran dari batin tampak menghasilkan pemisahan secara
spontan. Anda berkata, cobalah kesampingkan itu, dan pada
saat yang sama ia mencoba membuat pemisahan.
Krishnamurti: Saya paham. Tetapi bisakah batin saya
meniadakan pemisahan? Atau apakah pertanyaan itu salah?
David Bohm: Bisakah ia meniadakan pemisahan selama ia
sendiri terpecah?
Krishnamurti: Tidak, tidak bisa. Jadi apa yang akan saya
lakukan?
Dengarkan. Si X mengatakan sesuatu yang luar biasa
benar, yang mempunyai makna dan keindahan begitu besar
sehingga seluruh diri saya berkata, “Tangkaplah itu.” Itu
bukan pemisahan.

118
Saya mengenali bahwa saya adalah pencipta pemisahan,
oleh karena saya hidup dalam kegelapan; jadi dari kegelapan
itu saya mencipta. Tetapi saya telah menyimak si X, yang
mengatakan tidak ada pemisahan. Dan saya mengenali itu
sebagai pernyataan yang luar biasa. Jadi, mengatakan hal itu
saja kepada orang yang hidup dalam pemisahan yang
menetap mempunyai efek langsung—bukan?
David Bohm: Saya rasa, seperti Anda katakan, orang harus
meniadakan pemisahan ...
Krishnamurti: Saya akan membiarkan itu; saya tidak akan
meniadakannya. Pernyataan bahwa tidak ada pemisahan—
saya ingin memahaminya lebih dalam sedikit. Dengan itu
saya bergerak sedikit.
Pernyataan si X dari pencerahan ini, bahwa tidak ada
pemisahan, mempunyai efek besar terhadap diri saya. Saya
telah hidup dalam pemisahan terus-menerus, lalu ia datang
dan berkata, tidak ada pemisahan. Efek apakah yang terjadi
pada diri saya?
David Bohm: Lalu Anda berkata, tidak ada pemisahan. Itu
masuk akal. Tetapi di sisi lain, tampaknya pemisahan itu
ada.
Krishnamurti: Saya mengenali pemisahan itu, tetapi
pernyataan bahwa tidak ada pemisahan mempunyai dampak
besar terhadap diri saya. Itu tampak wajar, bukan? Bila saya
melihat sesuatu yang tak bergerak, itu tentu mempunyai efek
tertentu terhadap diri saya. Saya menanggapinya dengan rasa
terkejut yang kuat.
David Bohm: Jika Anda membicarakan sesuatu yang ada di
depan kita, dan Anda berkata, “Tidak, bukan begitu”, maka
tentu saja itu akan mengubah seluruh cara pandang Anda

119
terhadapnya. Sekarang Anda berkata, pemisahan itu bukan
begitu. Kita mencoba memandang dan melihat apakah itu
memang begitu—bukan?
Krishnamurti: Saya bahkan tidak berkata, “Apakah itu
memang begitu?” Si X telah menjelaskan dengan amat
berhati-hati seluruh masalah ini, dan pada akhirnya ia
berkata, bahwa tidak ada pemisahan. Dan saya peka,
mengamati dengan sangat berhati-hati, dan menyadari bahwa
saya terus-menerus hidup dalam pemisahan. Ketika si X
membuat pernyataan itu, itu mematahkan pola itu.
Saya tidak tahu, apakah Anda memahami apa yang saya
coba jelaskan? Itu telah mematahkan pola itu, oleh karena ia
mengatakan sesuatu yang secara mendasar benar. Tidak ada
[pemisahan] Tuhan dan manusia; benar, Pak, saya berpegang
pada itu. Saya melihat sesuatu—yang adalah, di mana ada
kebencian, yang lain tidak ada. Tetapi, sambil membenci,
saya menginginkan yang lain itu. Jadi pemisahan terus-
menerus lahir dari kegelapan. Dan kegelapan itu menetap.
Tetapi saya menyimak dengan sangat berhati-hati, dan si X
membuat pernyataan yang tampak mutlak benar. Itu masuk
ke dalam diri saya, dan tindakan dari pernyataannya
melenyapkan kegelapan itu. Saya tidak berdaya upaya
melenyapkan kegelapan, tetapi si X adalah cahaya. Itu benar,
saya berpegang ke situ.
Jadi, sampailah kita pada sesuatu, yakni bisakah saya
menyimak bersama kegelapan saya—dalam kegelapan saya,
yang menetap? Di dalam kegelapan itu, bisakah saya
menyimak Anda? Tentu saja saya bisa. Saya hidup di dalam
pemisahan yang menetap, yang menghasilkan kegelapan. Si
X datang dan berkata kepada saya, tidak ada pemisahan.

120
David Bohm: Benar. Nah, mengapa Anda berkata, bahwa
Anda bisa menyimak di dalam kegelapan?
Krishnamurti: Oh, memang; saya bisa menyimak di dalam
kegelapan. Kalau tidak, saya tidak tertolong.
David Bohm: Tetapi itu bukan alasan.
Krishnamurti: Tentu saja itu bukan alasan, tetapi memang
begitu.
David Bohm: Hidup di dalam kegelapan tidak ada manfaat-
nya. Tetapi sekarang kita berkata, adalah mungkin untuk
menyimak di dalam kegelapan.
Krishnamurti: Ia—si X—menjelaskan kepada saya dengan
sangat, sangat berhati-hati. Saya peka, saya menyimak
kepadanya di dalam kegelapan saya, tetapi itu membuat saya
peka, hidup, waspada. Itulah yang saya lakukan. Kami
melakukannya bersama-sama. Dan ia membuat pernyataan,
bahwa sama sekali tidak ada pemisahan. Dan saya tahu
bahwa saya hidup dalam pemisahan. Pernyataan itu sendiri
membuat gerak yang menetap ini berhenti.
Kalau tidak, jika ini tidak terjadi, saya tidak punya apa-
apa—pahamkah Anda? Saya hidup terus-menerus di dalam
kegelapan. Tetapi ada satu suara di padang pasir, dan
menyimak suara itu mempunyai efek luar biasa.
David Bohm: Dengan menyimak masuk sampai ke sumber
dari gerak itu, sedangkan dengan pengamatan tidak terjadi.
Krishnamurti: Ya. Saya mengamati, saya menyimak, saya
memainkan segala macam mainan sepanjang hidup saya.
Dan sekarang saya melihat, bahwa hanya ada satu hal.
Bahwa ada kegelapan yang menetap ini, dan bahwa saya
bertindak di dalam kegelapan; di padang pasir ini, yang

121
adalah kegelapan; yang pusatnya adalah diri. Saya melihat
itu secara mutlak, sepenuhnya; saya tidak bisa berdalih
melawannya lagi. Lalu si X datang dan mengatakan ini
kepada saya. Di padang pasir itu sebuah suara mengatakan
ada air. Pahamkah Anda? Itu bukan harapan. Terdapat
tindakan seketika di dalam saya.
Kita perlu menyadari bahwa gerak menetap di dalam
kegelapan ini adalah hidup saya. Anda paham apa yang saya
katakan? Bisakah saya, dengan segenap pengalaman, dengan
segenap pengetahuan yang telah saya kumpulkan selama
sejuta tahun, tiba-tiba menyadari bahwa saya hidup dalam
kegelapan menyeluruh? Oleh karena hal itu berarti bahwa
saya telah tiba pada akhir dari segala harapan—bukan?
Tetapi harapan saya adalah kegelapan juga. Masa depan
sama sekali tak masuk hitungan, jadi saya tinggal sendirian
bersama kegelapan yang besar ini, dan saya ada di situ. Itu
berarti, bahwa menyadari hal itu adalah pengakhiran dari
proses ‘menjadi’. Saya telah mencapai titik itu, dan si X
mengatakan kepada saya, itu alamiah.
Lihat, semua agama menyatakan bahwa pemisahan itu
ada.
David Bohm: Tetapi, mereka berkata pemisahan itu bisa
diatasi.
Krishnamurti: Itu adalah pola yang sama berulang kembali.
Tidak peduli siapa yang mengatakannya, tetapi faktanya
ialah, ada orang di padang liar mengatakan sesuatu, dan di
padang pasir itu saya selalu menyimak kepada semua suara,
dan kepada suara saya sendiri, yang telah menciptakan
kegelapan lebih banyak lagi. Namun, ini benar. Itu berarti,
jika ada pencerahan tidak ada pemisahan, bukan?
David Bohm: Ya.
122
Krishnamurti: Itu bukan pencerahanmu atau pencerahanku,
itu pencerahan. Di situ tidak ada pemisahan.
David Bohm: Ya.
Krishnamurti: Yang membawa kita kepada landasan yang
kita bicarakan ...
David Bohm: Bagaimana dengan landasan itu?
Krishnamurti: Pada landasan itu, tidak ada kegelapan
sebagai kegelapan, atau cahaya sebagai cahaya. Pada
landasan itu, tidak ada pemisahan. Tidak ada suatu pun yang
lahir dari kehendak, atau waktu, atau pikiran.
David Bohm: Apakah Anda mengatakan bahwa cahaya dan
kegelapan tidak terpisah?
Krishnamurti: Benar.
David Bohm: Yang berarti, kedua-duanya tidak ada.
Krishnamurti: Kedua-duanya tidak ada; itulah! Tapi ada
sesuatu yang lain. Ada persepsi, bahwa ada suatu gerak yang
berbeda, yang bersifat ‘non-dualistik’.
David Bohm: ‘Non-dualistik’ berarti apa? Tiada
pemisahan?
Krishnamurti: Tiada pemisahan. Saya tidak akan
menggunakan kata ‘non-dualistik’. Tidak ada pemisahan.
David Bohm: Tetapi bagaimana pun juga ada gerak.
Krishnamurti: Tentu saja.
David Bohm: Apa artinya itu sekarang, tanpa pemisahan?
Krishnamurti: Yang saya maksud dengan gerak, gerak itu
bukan waktu. Gerak itu tidak menghasilkan pemisahan. Jadi
saya ingin kembali, menuju kepada landasan. Jika, pada
123
landasan itu, tidak ada kegelapan dan tidak ada cahaya, tidak
ada Tuhan atau Anak Tuhan—tidak ada pemisahan—apa
yang terjadi? Apakah Anda akan berkata bahwa landasan itu
adalah gerak?
David Bohm: Yah, itu mungkin; ya. Gerak tak terpecah.
Krishnamurti: Tidak. Saya berkata, ada gerak di dalam
kegelapan.
David Bohm: Ya, tapi kita berkata, tidak ada pemisahan
antara kegelapan dan cahaya, namun Anda berkata ada
gerak.
Krishnamurti: Ya. Apakah Anda berkata, landasan itu
gerak tanpa akhir?
David Bohm: Ya.
Krishnamurti: Apa artinya itu?
David Bohm: Yah, itu sukar diungkapkan.
Krishnamurti: Teruslah selami itu; mari kita ungkapkan.
Adakah gerak, selain gerak dari sini ke sana, selain dari
waktu —adakah gerak lain?
David Bohm: Ya.
Krishnamurti: Ada. Gerak dari ‘berada’ [being] menuju
‘menjadi’ [becoming]—secara psikologis. Ada gerak dari
jarak, ada gerak dari waktu. Kita mengatakan, semua itu
pemisahan. Adakah gerak yang dalam dirinya tidak
mempunyai pemisahan? Bila Anda membuat pernyataan
bahwa tidak ada pemisahan, tentu ada gerak seperti itu?
David Bohm: Yah, apakah Anda mengatakan, bila tidak ada
pemisahan, gerak itu ada?

124
Krishnamurti: Ya, dan saya berkata—si X berkata—itulah
landasan itu.
David Bohm: Benar.
Krishnamurti: Apakah Anda berkata, itu tidak punya akhir,
tidak punya awal?
David Bohm: Ya.
Krishnamurti: Yang lagi-lagi berarti waktu.
David Bohm: Bisakah kita katakan, gerak itu tidak punya
wujud?
Krishnamurti: Tanpa wujud—semua itu. Saya ingin
melangkah lebih jauh sedikit. Yang saya tanyakan ialah, kita
berkata bahwa ketika Anda menyatakan tidak ada pemisah-
an, itu berarti tiada pemisahan di dalam gerak.
David Bohm: Ia mengalir tanpa pemisahan.
Krishnamurti: Ya, itu suatu gerak di mana tidak ada
pemisahan. Apakah saya menangkap maknanya? Apakah
saya memahami kedalaman pernyataan itu? Suatu gerak
yang di situ tidak ada pemisahan, yang berarti tiada waktu,
tiada jarak seperti yang kita kenal. Tiada unsur waktu sama
sekali di dalamnya. Jadi, saya mencoba melihat apakah gerak
itu mengelilingi manusia?
David Bohm: Ya, meliputi manusia.
Krishnamurti: Saya ingin sampai ke situ. Saya prihatin
terhadap umat manusia, kemanusiaan, yang adalah aku. Si X
telah membuat beberapa pernyataan, dan saya telah
menangkap sebuah pernyataan yang tampaknya sepenuhnya
benar—bahwa tidak ada pemisahan. Yang berarti tidak ada
tindakan yang memisah-misah.

125
David Bohm: Ya.
Krishnamurti: Saya melihat itu. Dan saya juga bertanya,
apakah gerak itu tanpa waktu, dan sebagainya? Tampaknya
itulah dunia, pahamkah Anda?
David Bohm: Alam semesta.
Krishnamurti: Alam semesta, kosmos, keseluruhannya.
David Bohm: Totalitas.
Krishnamurti: Totalitas. Bukankah ada ungkapan Yahudi,
“Hanya Tuhan yang berhak berkata, ‘Aku ada.’ ”?
David Bohm: Yah, itulah cara bahasa tersusun. Tidak perlu
mengatakan demikian.
Krishnamurti: Tidak, saya paham. Anda paham apa yang
saya coba maksudkan?
David Bohm: Ya, bahwa hanya gerak itu yang ‘ada’.
Krishnamurti: Bisakah batin [berasal] dari gerak itu? Oleh
karena itu tanpa-waktu, dengan demikian tanpa-kematian.
David Bohm: Ya, gerak itu tanpa kematian; sejauh batin
ikut mengambil bagian di situ, itu sama.
Krishnamurti: Anda paham apa yang saya katakan?
David Bohm: Ya. Tetapi apakah yang mati ketika si individu
mati?
Krishnamurti: Itu tidak ada artinya, oleh karena sekali saya
memahami bahwa tidak ada pemisahan ...
David Bohm: ... lalu itu tidak penting.
Krishnamurti: Kematian tidak ada artinya.
David Bohm: Itu masih punya arti dalam konteks lain.
126
Krishnamurti: Oh, berakhirnya tubuh ini, itu sangat remeh.
Tapi pahamkah Anda? Saya ingin menangkap makna
pernyataan bahwa tidak ada pemisahan; pernyataan itu telah
mematahkan sihir dari kegelapan saya, dan saya melihat
bahwa ada gerak, itu saja. Yang berarti, kematian sangat
kecil artinya.
David Bohm: Ya.
Krishnamurti: Anda telah melenyapkan sama sekali
ketakutan akan kematian.
David Bohm: Ya. Saya paham, bahwa ketika batin
mengambil bagian dalam gerak itu, maka batin adalah gerak
itu.
Krishnamurti: Itu saja! Batin adalah gerak itu. 76

127
RUJUKAN

1
Dari “The Book of Life”, December 27, 28.
2
Dari “On Education” (1974), ceramah dan diskusi J.
Krishnamurti dengan para siswa dan para guru dari Sekolah
Rishi Valley di Andhra Pradesh dan Sekolah Rajghat di
Varanasi.
3
Dari “Beginnings of Learning”, ceramah dan dialog J
Krishnamurti dengan anak-anak sekolah di Brockwood Park,
England, halaman 76-8.
4
Dari “Beginnings of Learning”, halaman 97 - 103.
5
Dari “Krishnamurti’s Notebook”, halaman 68-9.
6
Dari “Krishnamurti’s Notebook”, halaman170-1.
7
Dari “The Wholeness of Life”, halaman 144.
8
Dari “Krishnamurti’s Notebook”, halaman 81-2.
9
Dari “Krishnamurti’s Notebook”, halaman 127.
10
Dari “Freedom from the Known”, halaman 116.
11
Dari KFA Bulletin, 1977, #32, halaman 14.
12
Dari “The Only Revolution”, halaman 163.
13
Dari “Flight of the Eagle”, halaman 45.
14
Dari “Commentaries on Living, Series II”, halaman 205-6.
15
Dari “The Only Revolution”, halaman 107.
16
Dari “Impossible Question”, halaman 187.
17
Dari “Commentaries on Living, Series III”, halaman 274.
18
Dari “Beginnings of Learning”, halaman 243-4.
19
Dari “Flight of the Eagle”, halaman 38-9.
20
Dari Adyar, 4th Public Talk, January 1, 1934.
21
Dari “Beginnings of Learning”, halaman 240.
22
Dari Saanen, 7th Public Talks, July 26, 1964 – Collected Works,
Vol.XIV, halaman 205.

129
23
Dari Bombay, 6th Public Talk, February 26, 1964, Collected
Works, Vol. XIV, halaman 159-61.
24
Dari “Krishnamurti’s Notebook”, halaman 250.
25
Dari: Madras, 6th Public Talks, January 3, 1965, Collected
Works, Vol. XV, halaman 39-40.
26
Dari “Krishnamurti in India, 1970-71”, halaman 50-3, 55-7.
27
Dari “The Only Revolution”, halaman 14-5.
28
Dari “The Wholeness of Life”, halaman 141-2.
29
Dari KFA Bulletin, 1976, #30, halaman 10.
30
Dari “Krishnamurti’s Notebook”, halaman 108-9.
31
Dari “The Only Revolution”, halaman 10.
32
Dari “Krishnamurti’s Notebook”, halaman 229.
33
Dari “On God”, halaman 82-5.
34
Dari “On God”, halaman 131-3.
35
Dari “Krishnamurti’s Journal”, halaman 12.
36
Dari “Krishnamurti’s Notebook”, halaman 181-2.
37
Dari “Meditations” (1969).
38
Dari “Krishnamurti’s Notebook”, halaman 159.
39
Dari “Krishnamurti’s Notebook”, halaman 90-1.
40
Dari “Krishnamurti’s Notebook”, halaman 30-1.
41
Dari “Krishnamurti’s Notebook”, halaman 32-3.
42
Dari “Krishnamurti’s Notebook”, halaman 33.
43
Dari “Krishnamurti’s Notebook”, halaman 26.
44
Dari “Meditations” (1969).
45
Dari “Krishnamurti’s Notebook”, halaman 246.
46
Dari “Krishnamurti’s Notebook”, halaman 48.
47
Dari “Krishnamurti’s Notebook”, halaman 51.
48
Dari “Krishnamurti’s Notebook”, halaman 86.
49
Dari “Krishnamurti’s Notebook”, halaman 92-3.
50
Dari “Krishnamurti’s Notebook”, halaman 167-8.

130
51
Dari “Krishnamurti’s Notebook”, halaman 104.
52
Dari “Krishnamurti’s Notebook”, halaman 52.
53
Dari “Krishnamurti’s Notebook”, halaman 40.
54
Dari “Krishnamurti’s Notebook”, halaman 41.
55
Dari “Krishnamurti’s Notebook”, halaman 41-2.
56
Dari “Krishnamurti’s Notebook”, halaman 43.
57
Dari “Krishnamurti’s Notebook”, halaman 27-8.
58
Dari “Krishnamurti’s Notebook”, halaman 28.
59
Dari “Krishnamurti’s Notebook”, halaman 35.
60
Dari “Krishnamurti’s Notebook”, halaman 38-9.
61
Dari “Krishnamurti’s Notebook”, halaman 175.
62
Dari “Krishnamurti’s Notebook”, halaman 37-8.
63
Dari “Krishnamurti’s Notebook”, halaman 36-7.
64
Dari “Krishnamurti’s Notebook”, halaman 100-1.
65
Dari “Krishnamurti’s Notebook”, halaman 148-9.
66
Dari “Krishnamurti’s Notebook”, halaman 36.
67
Dari “Krishnamurti’s Notebook”, halaman 136-7.
68
Dari “Krishnamurti’s Notebook”, halaman 251-2.
69
Dari “Krishnamurti’s Notebook”, halaman 244-5.
70
Dari “Krishnamurti’s Notebook”, halaman 98.
71
Dari “Krishnamurti’s Notebook”, halaman 103-4.
72
Dari “Krishnamurti’s Notebook”, halaman 87.
73
Dari “Krishnamurti’s Notebook”, halaman 114-5.
74
Dari “Krishnamurti’s Notebook”, halaman 152-3.
75
Dari “Krishnamurti’s Notebook”, halaman 239-240.
76
Dari “The Ending of Time”, percakapan antara J. Krishnamurti
dan Profesor David Bohm, halaman 144 – 51.

131