Anda di halaman 1dari 5

LBM 3 STEP 1 Perforasi: (aniska)suatu keadaan trbukanya pulpa,dikrnakan proses karies yg dlm/krn preparasi/trauma.

. Abses gingiva: (gmbil)suatu rongga patologi yg brisi pus/nanah Step 2 1. Apa yang menyebabkan akar gigi 84 teresorbsi 2/3? 2. Apa tindakan/perawatan yang tepat untuk kedua pasien tsb? 3. Kontraindikasi dn indikasi dri mcam2 prwtan tsb? 4. Macam prwtan pulpa pada anak? 5. Apa saja hal2 yang diperhatikan dalam perawatn tsb? 6. Apa maksud dari pmriksaan ro akar masih trbuka lebar? 7. Apa etiologi pulpitis? 8. Mengapa terjadi abses gingival? 9. Apa macam2 perawatan akar? 10. Step 3 1. Apa yang menyebabkan akar gigi 84 teresorbsi 2/3? Mbak carte: gigi 84 gigi molar decidui, akar teresorbsi krna ada erupsi gigi P1 proses fisiologi Aniska: proses patologis krna berasal dari inflamasi kronis(karies profunda sampai perforasi) shg akar teresorbsi 2. Apa tindakan/perawatan yang tepat untuk kedua pasien tsb? Apa saja factor kegagalan dlm perawatan pada gigi tsb?

Fitria: (varo) utk gigi 84 abses gingival didrainase dahulu, prwtannya pakai pulpotomi. Gigi 16 pulpotomi Furi: (dara) gigi 84 akar 2/3 sudah teresorbsi, dicabut,krna utk prwtan pulpotomi min 2/3 akar masih utuh. Gigi 16 pulpotomi vital membutuhkan anastesi. Indikasi: gigi msih dpt dipertahankan. Aniska: gigi 84 dilakukan pulpotomi utk mempertahankan giginya. Pulpotomi non vital. Gigi sulung yg di pulpotomi sbg space control. Mbak caarte: abses gingival tindakan farmakologi pakai analgesic utk rasa sakit, antibiotic untuk mencegah infeksi menyebar. CARI APEKSOGENESIS DAN APEKSIFIKASI 3. Kontraindikasi dn indikasi dri mcam2 prwtan tsb? Gilang: vital non vital Umi: Vital : indikasi trbuka krna Kontraindikasi gigi nonvital trdpt resorpsi eksterna interna Devital(dimatikan shg gigi jadi nonvital): indikasi gigi decidui yg trbuka krna karies / trauma, pasien yg tidak dpt dilakukan anastesi, pasien yg mengalami perdarahan abnormal spt hemofili. Kontra: infeksi periapikal, apeks yg trbuka Pulpotomi nonvital: hnya utuk gigi decidui 1/3 akar, dn krna proses akut 4. Macam prwtan pulpa pada anak? Mas ebi: Pulpa capping: melindungi pulpa terbuka agar berfungsi normal shg vitalitas trjaga. (Asta) direct: pulpa blom terinfeksi, kontra ada perforasi besar. Indirect: dilakukan trbuka sdh tipis ada keluhan sakit

Pulpotomi: pngambilan pulpa yg sdh mengalami infeksi(vital devital nonvital) sensitive pada rangsang panas dingin, permukaan lunak saar dipalpasi Pulpektomi(pengambilan seluruh jaringan pulpa( pada gigi permanen) Furi: utk gigi permanen muda: pulpa capping(direct, indirect), pulpotomi vital, apeksifikasi(utk gigi nonvital akar masih trbuka(untuk merangsang penutupan akar)) Asta: mumifikasi pengambilan jar pulpa dri kmar pulpa setelah didevitalisasi 5. Apa saja hal2 yang diperhatikan dalam perawatn tsb? Mbak carte: pulpektomi: keadaan patologi, resorbsi interna eksterna. Aniska: pulpitis tujuannya utk mencegah timbul panas dan kerusakan pulpa: prosedur preparasi kavitas, harus sedangkal mungkin(prinsip preparasi minimal intervensi), penggunaan bur yg kecil dn tajam, hindari pengeringan dentin yg berleihan dgn air syringe. Gerald: pulpektomi: gigi vital/nonvital, resorbsi akarnya, keadaan patologik jaringan dibawah gigi. 6. Apa maksud dari pmriksaan ro akar masih trbuka lebar? Fitria: gigi 16 permanen muda,akarnya belum sempurna, furi: apeks akar gigi belum menutup. 7. Apa etiologi pulpitis?

Fitria: karies(infeksius pulpitis) , preparasi yang tidak intermiten,trauma mekanik, trauma kimia (bahan kedokgi) (belum tentu pulpitis) Mbak carte: pulpitis didahului karies pada gigi, infeksi menyebar sampai ruang pulpa,shg trjadi radang. 8. Mengapa terjadi abses gingival? Mbak carte: ada bakteri yg masuk menyebar pada RM, biasanya bakteri coccus gram +, plak , kalkulus, karies, bakteri numpuk dn pertahanan tubuh kita yang kurang. Dari foramen lateralis (gilang) Gerald: (cari etiologi kista) 9. Apa macam2 perawatan akar? Aniska: pulpektomi(pulpa diambil seluruhnya),apeksifikasi(PSA yg tujuannya utk menutup apeks gigi yg belum sempurna pada gigi non vital tanpa kelainan periapeks, periapeks untuk menghilangkan lesi periapek pnybab iritasi dri ruang pulpa. Umi: apeksogenesis prwtan gigi vital utk penutupan foramen apical, pulpa korona rusak tapi radik masih vital, korona dlm keadaan baik dn masih bias di restorasi. kontra: fraktur vertical dn horizontal, gigi avulse dn mobilitas tinggi, dan karies yg tak dpt ditumpau lgi. 10. Apa saja factor kegagalan dlm perawatan pada gigi tsb? Mbak carte: dari pasien krg kooperatif, sal akar tidk dtp dimasuki instrument, kesehatan pasien buruk Fitria: Pengambilan jar yg terinfeksi blum bersih smpurna Furi: pemilihan bahan : formokresol (gigi decidui, bila dikasi CaOH bias teresorbsi). gigi CaOH permanen

Konsep Mapping buat Jumat