Anda di halaman 1dari 2

COMPOMER

Posted by De Haantjes van Het Oosten in Mei 07, 2010, under Catatan Kuliah Tambahan Komposisi dan Reaksi Setting

Terdiri dari modifikasi monomer yaitu polyacid seperti : fluoride releasing silicate glasses dan tanpa air Perbandingan cairan = 42% 67% , powder = 0,8 5 m. Dikemas dalam single paste formulations compules dan syringes Reaksi setting : dipolimerisasi dengan light cured tetapi terjadi reaksi asam-basa selama compomer menyerap air. Setelah itu ditempatkan dan kontak dengan saliva.

Sifat Bahan

Jumlah pelepasan fluoride dari glass ionomer dan dybrid ionomer. Adhesi dengan struktur gigi hampir sama dengan glass ionomer. Adhesi dengan tumpatan lain dari resin komposit. Adaptasi tepi akibat polimerisasi (penyusutan ketika mengeras). Dapat mengabsorbsi air sehingga menghasilkan perubahan bentuk yang cukup berarti. Kecenderungan biologis compomer sebanding dengan glass ionomer. Cocok sebagai penutup fissure, estetik lebih bagus daripada glass ionomer. Kekuatannya dari glass ionomer.

Kegunaan

Digunakan untuk lesi cervical Digunakan untuk kelas III, V primary teeth Digunakan untuk kelas I pada anak-anak Digunakan untuk kelas II sandwich technique Pasien dengan resiko karies

Cara Manipulasi

Manipulasi compomer dengan cara single paste in unit dose compules Karena compomer termausk resin sehingga membutuhkan bonding agent (bahan pengikat) untuk dapat mengikat/melekat dengan struktur gigi

Compomer merupakan salah satu bahan kedokteran gigi yang berkembang 10 tahun terakhir ini. Bahan ini dipasarkan sebagai bahan bam dari kelas bahan kedokteran gigi yang memberikan keuntungan dari kombinasi bahan resin composit (comp) dan semen ionomer kaca (omer). Bahan ini memiliki estetis yang baik serta proses yang sederhana dan cepat Bahan ini mudah diletakkan didalam kavitas, mudah dibentuk, cepat mengeras dengan penyinaran sinar ultra violet dan dapat segera dipolish setelah mengeras. Kekerasan, compressive strength, flexural strength dan modulus elastisitas yang rendah dari bahan ini mengakibatkan bahan ini terbatas dalam penggunaannya hanya pada klas 3, klas 5 dan gigi posterior decidui. Bahan ini mengeras dengan penyinaran dan membutuhkan teknik etsa, walaupun petunjuk pabrik tidak menganjurkan digunakan etsa tapi penelitian menunjukkan terjadinya peningkatan retensi tiga kali lipat jika dilakukan pengetsaan pada

gigi. Pada skripsi ini akan diuraikan tentang perkembangan, komposisi, sifat-sifat, keuntungan, kerugian serta pengunaannya di Kedokteran Gig

Pada tahun 1993 Antonucci memperkenalkan suatu bahan bam dengan nama Compomer. Bahan ini merupakan penggabungan dari resin komposit dan semen ionomer kaca. Dengan penggabungan ini diharapkan akan memunculkan sifat-sifat terbaik dari kedua bahan tersebut. . Sebagai suatu bahan bam penting diketahui tentang karakteristik Compomer. Bila dilihat dari sifat-sifat fisik seperti hardness. compressive strength, flexural strength, modulus elastisitas Compomer lebih baik dari semen ionomer kaca tetapi masih lebih rendah dibanding resin komposit. Bahan ini merniliki perlekatan minimal terhadap enamel dan dentin. Untuk meningkatkan perlekatan memerlukan bonding dan etsa asam. Kadar fluorida yang dilepaskan bahan ini lebih sedikit dibanding semen ionomer kaca. Compomer dikemas dalam suatu komponen tunggal sehingga dalam pemakaiannya tidak memerlukan pengadukan. Bahan ini konsistensinya puttylike dan nonsticky, mudah diaplikasikan kedalam kavitas, cepat mengeras serta dapat segera dipolis. Sifat biologis bahan ini baik karena bersifat kariostatis dan efek terhadap pulpa kecil. Teknik pemakaian bahan ini sangat sederhana, terutama diindikasikan untuk restorasi klas III dan V. Bahan ini dapat juga dipakai untuk gigi posterior desidui. Kontraindikasi pemakaian terhadap restorasi klas I, II dan IV karena daya tahan terhadap abrasi masih terbatas serta belum cukup kuat untuk menahan daya kunyah. Pada skripsi ini akan diuraikan tentang komposisi, sifat-sifat fisik, keuntungan dan kerugian, indikasi dan kontraindikasi serta teknik pemakaian compomer sebagai bahan restorasi.