Anda di halaman 1dari 20

BAB III PROSES DASAR PLTU PT.

ENERGI ALAMRAYA SEMESTA

Prinsip kerja PLTU PT. Energi Alamraya Semesta secara umum adalah pembakaran batubara pada boiler untuk memanaskan air dan mengubah air tersebut menjadi uap yang sangat panas yang digunakan untuk menggerakkan turbin dan menghasilkan tenaga listrik dari kumparan medan magnet di generator. Sistem Pengaturan yang digunakan pada power plant ini menggunakan sistem pengaturan Loop tertutup, dimana air yang digunakan untuk beberapa proses merupakan putaran air yang sama, hanya perlu ditambahkan jika memang le el yang ada kurang dari set pointnya. !entuknya saja yang berubah, pada le el tertentu berwujud air, tetapi pada le el yang lain berwujud uap.

"ambar #.$ Aliran Turbin Proses berawal dari air yang dipompa ke kondenser, kemudian dari kondenser dipompa ke Polisher untuk diproses agar korosi dan pengendapan

hilang, setelah itu dipompa ke Feed Water Heater $, &, # dan ' untuk dipanaskan dan kemudian dialirkan ke (eaerator untuk menghilangkan gas)gas *& dan +*& kemudian dipompa lagi menuju ke Feed Water Heater ,, -, % yang selanjutnya akan diteruskan di Economizer untuk dinaikan temperaturnya dan selanjutnya menuju ke Steam Drum untuk dipisahkan antara uap dan air , setelah itu SuperHeated Steam yang ada akan melalui First Super Heater, Secondary Super Heater dan membentuk Super Heated Steam yang akan digunakan untuk memutar HP turbine sehingga tekanan dan temperaturnya akan turun sehingga SH steamnya perlu pemanasan ulang yang terjadi di Re Heater, dari Re Heater ini SH Steam akan dikembalikan untuk .emutar IP dan LP Turbin. (idalam turbin ini akan terjadi kon ersi energi thermal dari Steam menjadi energi mekanis berotasi yang menyebabkan rotor turbin berputar. Perputaran rotor ini yang akan menggerakkan "enerator dan akhirnya oleh generator energi mekanis akan diubah menjadi energi listrik.

3.1 Coal Handling !atubara merupakan bahan bakar utama PLTU PT. Energi Alamraya Semesta, !atubara yang digunakan berupa batubara yang berkalori sedang, batubara itu diambil dari tambang batubara PT. !ara Energi Lestari /.edia "roup0 dan akan terus disuply selama pengoperasian. Pengiriman batubara ke plant dilakukan dengan menggunakan truk yang berkapasitas ,1$2 ton, yang kemudian akan ditampung di Coal Pile dengan kapasitas ,-2.222 ton untuk selanjutnya digunakan sebagai bahan bakar. Sebelum digunakan sebagai bahan

bakar, batubara akan melalui beberapa proses yaitu Stacking, Reclaiming dan Processing. Tetapi Coal Handling hanya akan melaksanakan proses stacking dan Reclaming, sedangkan untuk Processing termasuk didalam pengoperasian boiler. Sedangkan Processing merupakan sistem penanganan batubara dari Silo hingga siap digunakan di !oiler.

3.1.1 Belt Conveyor elt Con!eyor berbentuk semacam sabuk besar yang terbuat dari karet yang bergerak melewati Head Pulley dan "ail Pulley, keduanya ber4ungsi untuk menggerakkan elt Con!eyor, serta "ansioning Pulley yang ber4ungsi sebagai

peregang elt con!eyor. Untuk menyangga elt Con!eyor beserta bobot batubara yang diangkut dipasang Idler pada jarak tertentu diantara Head Pulley dan "ail Pulley# Idler adalah bantalan berputar yang dilewati oleh elt Con!eyor. !atubara yang diangkut oleh +on eyor dituangkan dari sebuah bak peluncur / C$ute0 diujung "ail Pulley kemudian bergerak menuju ke arah Head Pulley. !iasanya, muatan batubara akan jatuh ke dalam bak peluncur lainnya yang terletak dibawah Head Pulley untuk diteruskan ke con eyor lainnya atau masuk ke bak penyimpan. (isetiap belokan antar +on eyor satu denagn yang lain dihubungkan dengan "rans%er House, selain itu pada belt +on eyor ditambahkan juga beberapa aksesori yang bertujuan untuk meningkatkan 4leksibilitasnya, antara lain5 &# Pengam'il Sampel (ilakukan secara otomatis, jika terdeteksi adanya metal pada batubara pengambil sampel langsung berhenti.

$2

(# )etal Detector .erupakan alat untuk mendeteksi adanya logam1logam didalam batu bara yang tercampur pada proses pengiriman. *# )agnetic Separator Untuk memisahkan logam1logam yang terkandung dalam batubara pada proses pengiriman. +# elt Scale Untuk mengetahui jumlah tonnase berat batubara yang diangkut oleh elt Con!eyor. ,# Dust Supasion !er4ungsi untuk5 1 Air Polution controller 1 .enyemprot ait pada batubara 1 .enghemat batubara agar tidak menjadi debu 1 .enghalangi dari batubara. terjadinya percikan api akibat debu panas

3.1.2 Re lai!ing Reclaming adalah proses pengambilan batubara dari Coal Pile dan menyalurkan ke Silo. !eberapa istilah dalam reclaiming antara lain5

3.1.3 Coal Pile

$$

(i Coal Pile, proses penimbunan dan pengambilan batubara dilakukan dengan alat yang disebut Stacker-Reklaimer. Alat ini merupakan sebuah kon eyor yang kompleks dan terpasang pada sebuah struktur yang dapat bergerak. (idalam proses penimbunan, stacker menyalurkan batubara melalui sebuah lengan yang dapat diatur agar selalu diam ditempat, sehingga batubara yang tumpah melalui lengan itu akan membentuk timbunan yang tinggi, apabila lengan bergerak maju mundur maka timbunan yang akan dihasilkan menjadi timbunan yang rapi dan memanjang. Pada saat pengambilan, Reclaiming ucket pada stacker akan

berputar dan mengeruk batubara yang selanjutnya dituang ke elt Con!eyor untuk dibawa ke instalasi. Seperti halnya proses penimbunan, Reclaiming ucket ini

dapat juga diatur aagar tetap diam ditempat atau maju mundur untuk mengeruk batubara.

3.1.4 Coal Silo Terdapat enam buah Coal Silo yaitu A, !, +, (, E dan 6. Pengisian Silo dilakukan dengan menggunakan elt con!eyor yang dihubungkan dengan

"ripper, pengopersiannya dilakukan oleh operator di Coal $andling Control uilding /+7+!0. Silo merupakan bunker tempat menampung batubara di instalasi yang kemudian digunakan sebagai bahan bakar di boiler. 8olume sebuah silo sebesar ,22 ton, pengisian ulang dilakukan setiap olume silo kurang dari #2 ) '29. (ari silo batubara dimasukkan ke Pul!erizer dengan menggunakan Coal Feeder, batubara dari Pul!erizer ini yang akan digunakan untuk pembakaran di boiler.

$&

3.2 Boile" (alam power plant, energi secara terus menerus diubah dari satu bentuk ke bentuk lain untuk menghasilkan listrik. :omponen yang mengawali perubahan dan pengaliran energi disebut boiler. (e4inisi boiler sendiri sebagai suatu komponen pada power plant adalah suatu bejana tertutup yang secara e4isien mampu mengubah air menjadi steam dengan bantuan panas dari proses pembakaran batubara. ;ika dioperasikan dengan benar, boiler secara e4isien dapat mengubah air dalam olume yang besar menjadi steam yang sangat panas dalam olume yang lebih besar lagi. ;enis boiler yang digunakan pada adalah oiler "ype single Drum, yang

memungkinkan terjadinya sirkulasi sebagian air dalam boiler secara terus menerus. Pengoperasian oiler "ype single Drum yang e4isien dan aman sangat tergantung pada sirkulasi air yang konstan di beberapa komponen steam circuit, diantaranya Economizer, Steam Drum dan oiler Water Circulaating Pump# 3.2.1 E ono!i#e" Economizer ber4ungsi untuk meningkatkan temperatur air /pemanasan awal0 sebelum masuk ke boiler untuk selanjutnya dialirkan ke steam drum, komponen ini berada dalam boiler yang terdiri dari rangkaian pipa1pipa /tubes0 yang menerima air dari inlet. Sumber panas yang diperlukan oleh alat tersebut berasal dari gas buang dalam boiler. Air mengalir dalam pipa)pipa, sementara diluar mengalir gas panas

$#

yang berasal dari hasil pembakaran boiler. Selanjutnya steam panas tersebut diman4aatkan untuk memanaskan air sehingga temperaturnya meningkat. Penggunaan Economizer untuk pemanasan awal sangatlah penting, karena5 $. 7al tersebut dapat meningkatkan e4isiensi boiler secara keseluruhan, karena panas yang ada pada steam bisa diman4aatkan untuk melakukan usaha. &. (engan memanaskan air sebelum air diubah menjadi steam di !oiler, berarti mempermudah kerja !oiler, hanya sedikit saja panas yang perlu ditambahkan. #. Pemanasan air hanya akan mengurangi "$ermal S$ock pada !oiler. 3.2.2 S$ea! D"%! !er4ungsi untuk menyimpan air dalam olume yang besar dan untuk

memisahkan uap dari air setelah proses pemanasan yang terjadi dalam !oiler. Secara umum, ada empat jenis pipa sambungan dasar yang berhubungan dengan Steam Drum, yaitu5 &# Feed Water Pipe !er4ungsi mengalirkan air dari Economi<er ke (istribution Pipe yang panjangnya sama persis dengan Steam (rum. (istribute Pipe ber4ungsi mengalirkan air dari Economi<er secara merata keseluruh bagian Steam (rum. &. Do.ncomer atau Pipa turun (itempatkan disepanjang bagian dasar Steam Drum dengan jarak yang sama antara yang satu dengan yang lainnya. Pipa1pipa ini mengalirkan air dari Steam Drum menu/u oiler Circulating Pump. oiler Water Circulating

Pump /!=+P0 digunakan untuk memompa air dari Do.ncomer dan

$'

mensirkulasikannya menuju Water.all yang kemudian air tersebut dipanaskan oleh pembakaran di !oiler dan dikirim kembali ke Steam Drum.

*# Water.all Pipe Terletak dikedua sisi Steam Drum dan merupakan pipa1pipa kecil yang berderet ertikal dalam !oiler, setiap pipa disambung satu sama lain agar membentuk selubung yang kontinu dalam !oiler. :onstruksi seperti ini disebut konstruksi membran. Water.all bertugas menerima dan mengalirkan air dari oiler Circulating Pump kemudian dipanaskan dalam !oiler dan

dialirkan ke Steam Drum# +# Steam 0utlet Pipe .erupakan sambungan terakhir, diletakkan dibagian atas Steam Drum untuk memungkinkan Super$eater. (alam Steam Drum, Saturated Steam akan dipisahkan dan diteruskan untuk pemanasan lebih lanjut di Super$eater, sedangkan airnya tetap berada dalam Steam drum dan dialirkan ke Do.n Comer, dari sini proses akan dimulai lagi. Selain pipa tersebut, juga terdapat lo.do.n Pipa yang letaknya dibagian bawah Steam Drum, tepat dibawah permukaan air. Saat air berubah menjadi uap, kotoran1kotoran air akan tetap tinggal di air dalam Steam Drum. ;ika konsentrasi kotoran tersebut menjadi tinggi, kemurnian steam yang keluar dari Steam Drum akan terpengaruh dan akan terbawa ke Super Heater ataupun ke Turbin. Pipa Saturated Steam keluar dari Steam Drum menuju

$>

lo.do.n akan menghilangkan sebagian kotoran air !oiler dari permukaan Steam Drum, dan mengalirkannya sehingga dapat mengurangi konsentrasi kotoran dalam air !oiler, dan pada akhirnya dapat menjaga Super Heater dan Turbin tetap bersih.

3.3 Hea$e" 3.3.1 S%&e"'ea$e" Super$eater merupakan kumpulan pipa !oiler yang terletak dijalan aliran gas panas hasil pembakaran. Panas dari gas ini dipindahkan ke Saturated Steam yang ada dalam pipa Super$eater, sehingga berubah menjadi Super Heated Steam. Super$eater ini ada dua bagian, yaitu Primary Super$eater dan Secondary Super$eater. Primary Super$eater merupakan pemanas pertama yang dilewati oleh Saturate Steam setelah keluar dari Steam drum, setelah itu baru melewati Secondary Super$eater dan menjadi Super Heated Steam# SH Steam akan dialirkan untuk memutar Hig$ Presure "ur'in, dan kemudian tekanan dan temperaturnya akan turun.

3.3.2 Re(Hea$e" Setelah tekanan dan temperatur SH Steam turun maka SH Steam tersebut akan dikembalikan ke !oiler untuk pemanasan ulang. Pemanasan ulang ini berlangsung di bagian !oiler yang disebut Re1Heater yang merupakan kumpulan pipa !oiler yang diberi panas dari gas pembakaran seperti Super$eater. ;adi Re1 Heater ber4ungsi untuk menaikkan temperatur SH Steam tanpa mempengaruhi

$,

tekanannya. (i bagian Re Heater, SH Steam akan dikembalikan untuk memutar Intermediate Presure "ur'ine2IP3 dan Lo. Presure "ur'ine 2LP3# 3.3.3 Ai" P"e(Hea$e" 4ir Pre1Heater adalah instrument yang sistem kerjanya berputar dengan putaran rendah dan ber4ungsi untuk memanasi udara pembakaran sebelum dikirim ke Furnace. Pemanas Udara pembakaran tersebut diambil dari gas buang hasil pembakaran dari Furnace yang dialirkan melalui 4ir Pre1Heater sebelum dibuang ke C$imney#

3.) *eed +a$e" Hea$e" Terdapat % Feed Water Heater, yaitu5

3.).1 *eed +a$e" 'ea$e" 1 Terletak dibagian bawah +ondensor, 4ungsinya untuk memanaskan air yang keluar dari +ondensor. Panas yang digunakan berasal dari e?tration LP "ur'ine.

3.).2 *eed +a$e" Hea$e" 2, 3, dan ) 6ungsinya untuk memanaskan air sebelum air memasuki Daerator. Panas yang digunakan berasal dari e?tration LP "ur'ine.

3.).3 *eed +a$e" Hea$e" -

$-

Terletak diatas Daerator. Panas yang digunakan berasal dari e?tration IP "ur'ine.

3.).) *eed +a$e" Hea$e" . A(B, / A(B dan 0 A(B 6ungsinya untuk memanaskan air yang akan masuk ke Economi<er, untuk 6= 7eater , A1! dan - A1! panas yang digunakan berasal dari e?tration IP "ur'ine sedangkan untuk 6= 7eater % A1! panas yang digunakan berasal dari e?tration HP "ur'ine. 3.- *%"na e Ada empat syarat pembakaran yaitu bahan bakar, oksigen, panas dan reaksi kimia. Akan tetapi untuk pembakan di !oiler perlu adanya syarat tambahan agar pembakaran di dalam !oiler bekerja dengan e4isien yaitu turbulensi dan waktu. =aktu yang cukup harus diupayakan agar campuran yang mudah terbakar dapat terbakar seluruhnya. Aliran bahan bakar dalam !oiler harus cukup lambat untuk memberikan cukup waktu untuk pembakaran sempurna, kalau tidak bahan yang mudah terbakar akan terkumpul dalam ketel atau cerobong dan menimbulkan bahaya ledakan. !ahaya ledakan dicegah dengan perancangan !oiler yang tepat, !oiler harus cukup besar untuk memperlambat aliran udara, sehingga sebelum meninggalkan !oiler bahan bakar dapat terbakar dengan sempurna.

3.-.1 ID *an, S*D *an dan P*D *an Udara pembakaran ada dua macam, yaitu Primary Froced Dra%t /udara primer0 dan Secondary 4ir /udara sekunder0. Udara primer dipasok oleh Primary

$%

Froced Dra%t /P6( 6an0 yang dihembuskan menuju ke alat penggiling batubara /Pul!erizer0 kemudian bersama1sama dengan serbuk batubara dialirkan ke Furnace untuk dibakar /reaksi kimia0. !ercampurnya batubara dan udara dibantu oleh (umper tetap yaitu pengatur pengaduk udara sehingga menimbulkan turbulensi yang memungkinkan terjadinya pembakaran yang e4isien. Turbulensi mengacu pada gerakan udara didalam Furnace, gerakan ini perlu karena dapat menyempurnakan pencampuran udara dan bahan bakar. Udara primer tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan turbulensi untuk melakukan pencampuran bahan bakar secara sempurna atau memenuhi kebutuhan akan oksigen untuk pembakaran sempurna. Untuk itulah diperlukan pasokan dari udara sekunder yang dihasilkan oleh SFD Fan bersama ID Fan. !oiler yang bekerja dengan tekanan yang negati4 atau dibawah tekanan atmos4ir selalu dilengkapi dengan Secondary Forced Dra%t Fan 2SFD Fan3 dan Induced Dra%t Fan 2ID Fan0. !oiler ini disebut dengan alanced1Dra%t yaitu Furnace dengan kipas tarikan seimbang.

3.-.2 P%l1e"i#e" !ongkahan)bongkahan batubara yang seperti batu harus dihancurkan menjadi butiran1butiran halus agar batubara mudah tercampur dengan udara. Pul!erizer adalah alat untuk menggiling batubara sehingga menjadi halus dan kemudian bersama dengan udara primer akan dialirkan ke Furnace# 6ungsi lain dari Pul!erizer adalah untuk mengeringkan batubara sehingga mudah dihaluskan dan dibakar, dan untuk mengklasi4ikasikan atau menyaring batubara untuk

$3

memastikan bahwa batubara yang masuk ke dalam !oiler benar1benar halus. !atubara yang tidak tergiling akan keluar melalui sebuah lubang dan ditampung di Pyrites Hopper dan kemudian dibuang. (alam penggunaan Pul!erizer yang perlu diperhatikan adalah temperatur dari udara primer, temperatur yang terlalu tinggi dapat menyalakan batubara dari dalam Pul!erizer dan menyebabkan ledakan. ;ika temperatur terlalu rendah, batubara tidak bisa kering benar dan sulit dihaluskan. Temperatur idealnya kira1 kira ,>2+. Pul!erizer dilengkapi dengan Feeder /alat pengisi batubara0 yang letaknya diatas Pul!erizer, ber4ungsi untuk menyuplai sejumlah batubara sesuai dengan kebutuhaan. Feeder ini mendapat suplai batubar dari penampung batubara yang disebut Silo 2Coal unker0.

3.-.3 Igni$o" Panas yang diperlukan untuk pembakaran disediakan oleh Ignitor. !egitu pembakaran dimulai, bahan bakar yang terbakar akan memasok panas yang cukup untuk menyalakan bahan bakar baru yang memasuki !oiler dan Ignitor dapat dimatikan.

3.. T%"2ine :on ersi energi terjadi pada "ur'ine lades, Turbin mempunyai susunan !lade bergerak berselang seling dengan !lade tetap. Steam akan masuk ke Turbin dan dialirkan langsung ke Turbin !lades, !lades bergerak dan bekerja untuk

&2

mengubah energi thermal dalam Steam menjadi energi mekanis berotasi, yang menyebabakan rotor Turbin berputar, perputaran rotor ini akan menggerakkan "enerator dan akhirnya mengubah energi mekanik menjadi energi listrik. 7ubungan peralatan serta prinsip kerja dari Turbin ditunjukkan pada gambar. !agian)bagian dari Turbin5

3...1 No#el !er4ungsi untuk merubah energi /pipa pancar0 potensial menjadi energi kinetik dari steam.

3...2 Blade3 !er4ungsi untuk merubah tenaga kecepatan menjadi tenaga putar.

3...3 Di3 4 5"oda $%"2in6 !er4ungsi untuk meneruskan tenaga putar turbin kepada pesawat yang digerakkan. Tenaga yang dihasilkan adalah tenaga makanis steam.

&$

"ambar #.& Prinsip :erja dari Turbin ;adi prinsip kerja Turbin adalah tenaga potensial steam diubah menjadi tanaga kinetis pada @o<el dan tenaga kinetis ini diubah menjadi tenaga putar pada !lade, dengan melalui (isck tenaga putar diubah menjadi tenaga mekanis pada poros. 3./ Conden3e" Setelah LP "ur'in diputar steam kemudian steam akan mengalir menuju +ondenser untuk didinginkan dan berubah menjadi air. +ondenser ada dua A dan ! yang letaknya dibawah LP Turbin A dan !. Proses yang terjadi steam bersentuhan langsung dengan pipa yang didalamnya dialiri pendingin berupa air sungai . :ondensasi ini mengubah steam menjadi air yang kemudian ditampung di Condensaate Hot Well. Air sungai selain ber4ungsi sebagai media heat trans4er juga ber4ungsi untuk mendinginkan kondenser juga mendinginkan Closed Cooling System /air pendingin0. Closed Cooling System ini mendinginkan berbagai peralatan yang membutuhkan pendinginan seperti 4ir Compressor,

&&

Pump dan 5enerator Stator Cooling dan juga penting untuk mendinginkan oli untuk pelumasan Turbin. :arena adanya lo.do.n pada Steam Drum, maka untuk mengembalikan olume air ke olume semula, pada +ondenser terdapat )ake16p Water untuk menambah olume air# )ake 6p .ater diambil dari )ake 6p Demineralizing R0. +ondenser bekerja dalam kondisi akum, hal ini dikarenakan proses

kondensasi yang terjadi yaitu perubahan steam ke air menyebabkan berkurangnya olume. Untuk menjaga agar kondensor dalam keadaan akum, maka gas1gas yang dilepas dari steam /ketika steam berubah menjadi air0 dipompa keluar oleh akum pump. Alasan lain keadaan akum adalah e4isiensi, steam yang diambil dari turbin adalah Enthalpi Steam /selisih steam masuk dan keluar0 sehingga tekanan diminimalkan agar energi yang diman4aatkan semakin besar karena Enthalpinya juga besar. 3.0 Poli3'e" (ari Condensate Hot Well, condensate .ater akan dipompa oleh condensate pump menuju Polis$er. Condesate pumpnya ada tiga, dua akti4 dan satu stand by dengan kapasitas tiap pompa sebesar >29. (i polis$er terdapat reksin kation dan anion, resin ini ber4ungsi sebagai5 $. &. Aesin kation 5 mengikat ion negati4 penyebab korosi . Aesin anion 5 mengikat ion positi4 penyebab kerak atau scale.

Bon1 ion tersebut diikat oleh resin dalam Polis$er untuk memurnikan air yang masuk ke !oiler. Parameter ion1ion itu dapat diukur dengan melihat nilai

&#

conducty ity1nya /normalnya 2.& 0. ;ika nilai conducti ity tinggi, bisa berarti dua hal5 &# Terdapat kebocoran air sungai di dalam Polis$er , terdeteksi dengan Leak Detector# &. Aesin telah jenuh dan harus diregenerasi. Aegenerasi resin dapat menggunakan 5 1 1 Aesin :ation 5 menggunakan asam kuat / 7&S*'0 Aesin anion 5 menggunakan basa /@a*70

(ari Polis$er, air dipanaskan di Feed .ater Heater &,# dan ' dengan sebelumnya diinjeksi ammonia untuk meningkatkan p7 /p7 ideal C 3 1 3.>0 agar sodium dari air hilang karena sodium akan mengakibatkan kerusakan pada material !oiler. Setelah itu baru ke Feed Water Heater > di Daerator# 3.7 Deae"a$o" !er4ungsi untuk menyerap atau menghilangkan gas ) gas yang terkandung pada air pengisi !oiler, terutama gas *&, karena gas ini akan menimbulkan korosi. "as ) gas lain yang cukup berbahya adalah karbon dioksida /+*&0. "as *& dan +*& akan bereaksi dengan meterial !oiler dan menimbulkan korosi yang sangat merugikan. Prinsip kerjanya air yang masih mengandung *& dan +*& disemprotkan ke Steam Deaerator, sehingga gas1gas tersebut diserap secara thermis dan dikeluarkan melalui al e pelepas udaraDgas. Selain itu Deaerator juga dapat

menaikkan temperatur air pengisi !oiler /sampai $,& 2+0. Penempatan posisi (eaerator yang tinggi memungkinkan pemberian suction $eat yang cukup untuk

&'

Feed Water Pump# (ari (eaerator air akan dipompa dengan tiga %eed .ater pump, dua pompa yang tenaganya dari e?traction IP "ur'in disebut Turbine (ri en Pump dan satu pompa yang digerakkan oleh motor disebut )otor Dri!en Pump, dimana kapasitas tiap pompa $229 menuju Feed Water Heater ,, - ,% A1! dan akan menuju ke Economizer terus ke Steam Drum.

3.18 Gene"a$o" Uraian generator pada PLTU PT. Energi Alamraya Semesta antara lain. .erk Aate output Aate current Speed 6rekuensi Phasa .ade in 5 !!+ 5 &$'22 :8A 5 &#%, A 5 #222 rDmin 5 >2 7< 5# 5 A(A. *PEL A. "EA.A@F

Power 6actor 5 2,- +os E

"enerator adalah alat untuk membangkitkan listrik, generator sendiri terdiri dari stator dan rotor. Aotor dihubungkan dengan sha4t turbin sehingga berputar bersama1sama. Stator bars di dalam sebuah generator membawa arus hubungan output pembangkit. Arus Direct Current /(+0 dialirkan melalui rus$

&>

5ear yang langsung bersentuhan dengan slip ring yang dipasang jadi satu dengan rotor sehingga akan timbul medan magnet /4lu?0. ;ika rotor berputar, medan magnet tersebut memotong kumparan di stator sehingga pada ujung1ujung kumparan stator timbul tegangan listrik. Untuk penyediaan arus listrik "enerator diambilkan arus (+ dari luar. Setelah sesaat generator timbul tegangan, sehingga melalui e?itasi trans4ormer arus A+ akan disearahkan oleh recti4ier dan arus (+ akan kembali ke "enerator, proses ini disebut dengan Sel% E7citation. (alam sistem tenaga, disamping "enerator menyuplai listrik ke jaringan tegangan menengah sebesar &2 :8 dengan daya $& .=, juga dipakai untuk pemakaian sendiri dimana tegangan output "enerator diturunkan melalui trans4ormer dari tegangan &2 :8 menjadi , :8 diturunkan lagi menjadi '22 8olt sesuai dengan kebutuhan. Untuk kebutuhan saat start diambilkan daya dari PL@ sebesar &>22 :w untuk start awal. Untuk sistem tegangan menengah tenaga listrik yang dihasilkan oleh Power Plant disuply ke jaringan berkapasitas $& .= dan dilanjutkan oleh beberapa trans4ormer tegangannya diturunkan sesuai dengan kebutuhan hal ini dapat dilihat pada "ambar #.&. dan untuk memperjelas sincrone daya listrik keseluruhan dapat dilihat pada lampiran.

&,

"ambar #.# Elektric Sistem

&-