Anda di halaman 1dari 1

Konsep Besar Natal GKJW Pare

Bagian 1 Konteks Kekinian (15 menit) Konsep: Tans Theatre (Pengembangan dari Happening Art MD KU2) Narasi Besar: 1. 2. 3. 4. 5. Pasar malam Dangdutan Satpol PP: Natal macam apa ini? Jalan Tokyo kerja Monolog Eklektik

Bagian 2 The Story Begin (20 menit) Konsep: Tans Theatre + Wayang Orang 1. 2. 3. 4. 5. 6. Beberapa perempuan yang menceritakan tentang anak-anaknya. Seorang ibu yang menggendong bayi dan menyanyikan Tembang Soyung Maria dan Yusuf Gabriel Elegi Yusuf: Tuhan kini kubersedih + Roti ini (reff) Pujian Maria: Jiwaku memuliakan Tuhan (Love in waltz)

Bagian 3: And The Story Goes The Chaos (15 menit) Konsep: Teater Realis + Tans Theater (Pengembangan dari Happening Art MD KU2) Narasi Besar 1. Dialog-dialog keseharian: sepasang suami istri, sepasang kekasih, tetangga, mahasiswa dengan tukang pel di kampusnya, panitia natal, janji penguasa negeri 2. Eklektika bawah jembatan: PSK, dangdutan, kelompok radikal. 3. Meteng angguran 4. Chaos, perang wayang orang 5. Pujian Jemaat: Dalam dunia penuh kerusuhan Bagian 4: Stories from the Last Days (20 menit) Konsep: Musical Theatre Narasi Besar: 1. Seorang kakek yang bercerita kepada cucunya mengenai mengapa bayi yang lahir itu istimewa (realis) 2. Seorang gadis menebarkan bunga di sepanjang jalan, berduka, lagu: Malam ini sewarna darah. 3. Perjamuan malam terakhir, lagu Roti ini tubuhku 4. Yesus di Getsemani, lagu Ya Allah Bapaku 5. Malaikat menemani Yesus, lagu Tenanglah, biarlah 6. Kembali ke sang kakek dan cucunya. 7. Penyaliban, lagu Di hari jumat ini + Roti ini tubuhku (Reff) + Pergi jadikan sgala bangsa muridku + Datanglah kepada Yesus (reff) + Bila ini kehendakMu Bapa 8. Kembali ke sang kakek dan cucunya Bagian 5: Oh Come All Ye Faithful (5 menit) Konsep: Gabungan semua dari Bagian 1-4 Narasi Besar: 1. The Peace warrior: Sang Bayi 2. Maria dan Yusuf menggendong bayi Yesus dan meletakannya di Palungan 3. Semua datang ke palungan