Anda di halaman 1dari 19

AERASI DIFFUSER Tujuan Percobaan : Mahasiswa mampu memahami proses aerasi dan faktor-faktor yang

mempengaruhinya Mahasiswa mampu mengoperasikan peralatan diffuser dengan baik dan benar

Bahan : Limbah cair (sampel) Aquadest

Peralatan : Seperangkat peralatan diffuser D meter !ompressor

Prosedur percobaan a b c d Mempersiapkan tangki diffuser" dengan mengisi ke dalamnya air buangan serta diffuser" pengaduk dan katode dari D -meter# Melakukan perubahan terhadap rate udara ($) pada kecepatan pengadukan dan kedalaman diffuser yang tetap# Melakukan perubahan terhadap kedalaman diffuser (h) pada rate udara dan kecepatan pengadukan yang tetap# Mengukur setiap perubahan nilai oksigen terlarut (D ) pada inter%al waktu tertentu melalui peralatan D -meter atau secara titrasi seperti pada prosedur analisa DO pada halaman &'" terhadap setiap perubahan yang dilakukan pada poin (b)# e Menentukan karakteristik peralatan diffuser dengan melihat kemampuan maksimum kecepatan pengadukan dan rate udara yang diberikan serta oksigen terlarut yang optimal#

( Data Percobaan )abel (# *ilai oksigen terlarut (D ) dalam ppm tiap inter%al waktu terhadap perubahan kedalaman diffuser dengan rate udara yang tetap# +ate udara , - lt./am t (menit) h (cm) h( h& h' h2 h1 )abel &# *ilai oksigen terlarut (D ) dalam ppm" tiap kedalaman dan kecepatan pengadukan" dengan kedalaman diffuser tetap (33 cm) !edalaman , h cm 0 1 (0 (1 t0 1 (0 (1 t-

rate t (menit) udara (l./am) -( -& -' -2 -1 )ugas 4

(# 5uat kur%a.grafik hubungan D %s waktu untuk berbagai %ariabel peubah &# )entukan !(a '# 5uat kesimpulan dan saran dari percobaan yang ada

&

ADSORBSI

Tujuan Percobaan Mahasiswa mampu memahami cara ker/a peralatan adsorbsi dan mengoperasikan dengan baik dan benar Mahasiswa mampu memahami proses adsorbsi Mahasiswa mengetahui pengaruh perubahan konsentrasi influent 6AL78 terhadap perubahan (/enis" berat dan ukuran) adsorbent Mahasiswa dapat menentukan konstanta-konstanta pada persamaan Langmuir dan persamaan 9reunlich Bahan dan Peralatan 5ahan4 Larutan :a: Larutan Mg:
' '

5atu bata merah ( ; 0"&00< = 0#&00 ; 0#'11< =(#000 ; (#200 mm ) +esin !arbon aktif

>eralatan 4 !olom adsorbsi

Prosedur Kerja (# >eriksa kelengkapan peralatan kolom adsorbsi &# 7si kolom dengan bahan adsorbent tertentu dan pada diameter tertentu '# 7si bak penampung air buangan dengan larutan yang mengandung :a: ( yang konsentrasinya telah diketahui sebelumnya) 2# ?idupkan pompa inlet dengan cara menghidupkan stop kontak" atur %al%e pada rate tertentu sehingga larutan mengalir secara merata pada permukaan adsorbent 1# pada waktu i( (menit) tampung efluent pada beaker glass
'

" Mg:

'

1 @# lan/utkan hingga t- (menit) dan dianalisa dengan metode yang telah ditetapkan (lihat prosedur analisa kesadahan Ca dan Mg)

A# Blangi percobaan pada point (&) hingga (1) dengan /enis adsorbent yang berbeda ( sebagai %ariabel bebas) C# Akhiri percobaan dengan mematikan stop kontak D# 5ersihkan peralatan seperti pada kondisi semula Prosedur Analisa Kesadahan !a dan "#$ Pe%buatan larutan standar EDTA )imbang 2 gr *a&ED)A#&?& dan kira-kira 0#( gr Mg:l&#@?& Larutkan campuran tersebut dengan aquadest" pindahkan ke dalam labu ukur (000 ml dan encerkan sampai tanda batas

Standarisasi larutan EDTA


)imbang 0"0C gr standar primer :a:
'

yang telah dikeringkan pada suhu (00:

selama ( /am# Masukkan dalam labu ukur (00 ml dan tambahkan &0 ml aquadest# :ampurkan tetes demi tetes larutan ?:l (4( sampai larutan men/adi /ernih Encerkan sampai tanda batas >ipet &1 ml larutan diatas" ke dalam erlenmeyer kemudian tambahkan 1 ml larutan buffer p? (0 dan tambahkan ' atau 2 tetes indikator E5) )itrasi dengan larutan ED)A sampai ter/adi perubahan warna dari merah anggur men/adi biru Lakukan pengulangan untuk titrasi ini

"enentu&an &esadahan total air Ambil (00 ml sampel )ambahkan (0 ml larutan buffer p? , (0 dan tetesi dengan indikator E5) )itrasi dengan larutan standar ED)A

"enentu&an &esadahan !a & Ambil (00 ml sampel )ambahkan (0 ml larutan buffer p? (& dan tetesi dengan indikator Mure-ide )itrasi dengan larutan standar ED)A

Perhitungan
!esadahan ED)A sebagai mg.l :a:
'

, ml sampel

A x B x(000

A 4 %ol#(ml) titran 5 4 mg :a: ' yang setara dengan ("00 ml titran ED)A !esadahan :a&F , ml sampel !esadahan Mg , !esadahan total G kesadahan :a Data Percobaan Adsorbsi dengan adsorbat larutan :a: Adsorbsi dengan adsorbat larutan Mg:
'

A x B x(000

3333ppm 333###ppm

'

Jenis Resin

Carbon Aktif

Konsentrasi t (menit) CaCO3 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 t 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

MgCO3

'

KOA'U(ASI ) F(OKU(ASI

*+

Tujuan Percobaan mempengaruhi

Mahasiswa mampu memahami proses !oagulasi 9lokulasi serta faktor- faktor yang

,+

Alat dan Bahan Larutan Sodium Alumina Larutan 9erri Sulfat Larutan Alum

5ahan 4

>eralatan 4 -+ (# 5eaker gelas (000 ml >engaduk.Stirer Erlenmeyer &00 ml >ipet ukur &1 ml >ipet tetes Seperangkat alat >ortable )urbiditymeter Model &(00 > ' buah ' buah 1 buah ( buah

Prosedur Percobaan 7si wadah peralatan /ar test dengan sampel air# Hadah pertama akan digunakan sebagai kontrol sedangkan 1 wadah yang lainnya disesuaikan dengan kondisi yang akan di analisa# Sebagai contoh" p? dari sampel dapat disesuaikan atau %ariasi dari dosis koagulan dapat ditambahkan untuk menentukan kondisi operasi yang optimum# &# )ambahkan koagulan pada setiap wadah tersebut dan aduk kira- kira (00 rpm selama ( menit# >engadukan yang cepat membantu mendispersi koagulan pada setiap wadahnya# !oagulan adalah bahan kimia tambahan" seperti metalic salt yang membantu menyebabkan partikel kecil untuk membentuk partikel yang besar#

'#

!urangi kecepatan pengadukan men/adi &0 sampai '1 rpm dan lan/utkan pengadukan selama (1 sampai &0 menit# !ecepatan pengadukan yang lambat membantu pembentukan formasi flok dengan meningkatkan benturan antar partikel yang men/adikan flok yang lebih besar#

2# 1#

Matikan pengaduk dan biarkan wadah untuk mengendap selama '0 sampai 21 menit# Lakukan analisa turbidity

Prosedur Analisa Turbidimetri


(# &# '# 2# 1# @# )utup co%er# A# pilih manual atau automatiuc seleksi range dengan menekan +A*JE# Display akan menyala memperlihatkan 6AB) dalam kondisi seleksi automatic# C# >ilih tanda mode dengan m"enekan kunci S7J*AL AKE+AJE# Display akan memperlihatkan 6S7J AKJ8 /ika instrumen signal a%erage# Junakan mode signal a%erage /ika sampel menyebabkan gangguan signal (perubahan secara konstan) D# )ekan read# Display akan memperlihatkan 6---- *)B8 sehingga turbidity terbaca dalam *)B# :atat turbidity setelah simbol lampu mati# +7*J8 /ika instrumen !umpulkan sampel dalam tempat bersih 7si sel dari sampel pada garis sel# )utup sel Bsap sel dengan kain halus" bebas minyak untuk menghilangkan noda air dan sidik /ari# )eteskan lapisan film tipis dengan minyak silicone# Bsap dengan kain halus hingga seluruh lapisan terkenai# )ekan 7. instrumen akan menyala#tempatkan instrumen pada permukaan datar dan lurus# Iangan memegangi instrumen /ika dalam pengukuran# )empatkan sel dari sampel dalam tempatnya sehingga tanda berlian lurus dengan kenaikan tanda pedoman dibagian depan dari tempat sel#

DATA PENGAMATAN
Ienis 9lokulan A 5 : A 5 : A 5 : )urbiditas

Sodium Alumina

9erri Sulfat

Alum

!eterangan 4 A 5 : 4 333333##ppm 4 333333##ppm 4 333333##ppm

'

E(EKTROKOA'U(ATOR
*+ Tujuan Percobaan Mahasiswa mampu memahami koagulasi beserta factor-faktor yang mempengaruhi pada pengolahan limbah (logam) dengan metode elektrolisa ,+ Alat dan bahan Alat : 5eaker glass ( liter (& liter) & buah

>lat aluminiun" karbon" dan atau platina (1 - (1 cm) minimal & buah Seperangkat alat listik (/epitan" kabel" dll) >ower supply :orong gelas kecil !ertas saring Jelas sample >ipet ukur &1 ml (0 buah ( buah ( buah

Bahan : Limbah logam (elektroplating) Limbah elektroplating buatan yaitu 2"1 gr *iS liter dan 0"A asam borat per liter .+ Prosedur Percobaan+ a# >ersiapkan peralatan" sambungkan instalasi listrik dan kemudian masukkan air limbah sebanyak &.' %olume beaker glass# Atur /arak antara elektroda (anoda dan katoda) kurang lebih ' cm# lempengan elektroda D0L tercelup# b# Sebelumnya air limbah dianalisa padatan tersuspensi" p?" kekeruhan dan kadar logam# Iika kadar logam air limbah terlalu tinggi" encerkan terlebih dahulu sampai kadar dibawah (0#000 ppm#
2

#@?&

per liter" ( gr *i:l per

c#

Lepaskan sambungan listrik ke elektroda set power supply pada arus tertentu (dengan a%ometer) selan/utnya sambungkan kembali aliran listrik ke elektroda#

d#

Amati perubahan yang ter/adi /ika timbul gelembung atau endapan (flok) yang terapung atau menempel pada elektroda gunakan batang gelas untuk mengaduk sehingga gelembung hilang dan flok menepi atau mengendap#

e#

Sampel diambil tiap-tiap (0 menit sampai ( /am (@0 menit) masingmasing sebanyak (0 ml dan dimasukkan kedalam botol sample dan ditutup# Selan/utnya untuk dianalisa# Air sampel sebelum dimasukkan kedalam botol sampel (sebelum dianalisa) harus disaring terlebih dahulu#

f# g#

Setelah selesai" aliran listrik dimatikan" lepas kabel dari elektroda dan elektroda untuk dibersihkan kembali# Blangi percobaan dengan perbedaan arus (amper)#

Data pen#a%atan /a&tu %enit$ *0 Arus I $ a%pere$ * 3 ,0 -0 .0 10 20

&

PE4E4TUA4 BOD
Tujuan :
Mahasiswa akan dapat men/elaskan mengenai pengertian 5 D terhadap hasil percobaan Mahasiswa akan dapat men/elaskan prinsip ker/a alat Mahasiswa akan dapat menggunakan alat 5 D Model &(A'5

Alat dan Bahan :


*+ ,+ Bahan 5 D *utrient 5uffer >illow" :at *o# (2(@0-@@ Jrease Aquadest Jlucose dan Jlutamic Acid atau Koluette Ampule Standart Alat Kolumetrik flask Seperangkat alat 5 D Meter dengan @ botol manometrik Model &(A'5 7nkubator Magnetik stirrer Manometer

Prosedur percobaan

Den#an Titrasi
*+ Pen#enceran contoh >embuatan pengenceran dari contoh yang sudah disiapkan dimaksudkan agar pengurangan kandungan oksigen terlarut sesuai dengan yang diharapkan# !isaran pengurangan oksigen terlarut (depletion) sebelum dan sesudah inkubasi antara &0C0L dari rata-rata kandungan oksigen air pengencer sebelum dan setelah inkubasi# )ingkat pengenceran tergantung dari tingkat pencemaran yang ter/adi terhadap contoh air# )abel berikut ini menya/ikan tentang tingkat pengenceran contoh untuk penentuan nilai 5 D#

( 5eberapa tingkat pengenceran contoh untuk penentuan nilai 5 D Maka dengan demikian dapat dibuat pengenceran contoh menurut patokan table Menggunakan L campuran Menggunakan pemipetan langsung kedalam botol 5 L campuran 5 D (mg.dm ) >emipetan (dm') 0"0( &0000-A0000 0"0& 0"0& (0000-'1000 0"01 0"01 2000-(2000 0"(0 0"(0 &000-A000 0"&0 0"&0 (000-'100 0"10 0"10 200-(200 ("0 ("0 &00-A00 &"0 &"0 (00-'10 1"0 1"0 20-(20 (0"0 (0"0 &0-A0 &0"0 &0"0 (0-'1 10"0 10"0 2-(2 (00"0 (00"0 0-A '00"0 diatas sebelum melangkah ke tahap berikutnya#
'

D '00 cm' 5 D (mg.dm') '0000-(01000 (&000-2&000 @000-&(000 '000-(0100 (&00-2&00 @00-&(00 '00-(010 (&0-2&0 @0-(&0 '0-(01 (&-2& @-&( 0-A

,+ In&ubasi contoh 7silah tiga buah botol 5 D (A(< A&< A') /ika menggunakan bibit digunakan @ botol 5 D (A(<A&<A'<5(<5&<5') dengan larutan contoh yang sudah diencerkan dengan air pengencer (dilution water) kecuali untuk botol 5(<5&<5' diisi hanya dengan air pengencer sa/a# >engisian dilakukan sampai dengan leher botol# 5otol-botol tersebut diinkubasi selama 1 hari pada suhu &0o: kecuali untuk botol A(dan 5( langsung tentukan kadar o&si#en terlarutn5a (D ) seperti pada prosedur analisa oksigen terlarut# >enetapan oksigen terlarut untuk botol-botol lain dilakukan setelah inkubasi# Dalam keadaan tertentu kadang-kadang diperlukan penambahan bibit misalnya karena populasi mikroba dalam contoh sangat sedikit sehingga tidak memungkinkan penguraian bahan organik# & Perhitun#an Untuk BOD jika tanpa menggunakan bibit 5 D1 (mg.dm') , (A()-((A&FA').&)(9) Untuk BOD jika menggunakan bibit

5 D1 (mg.dm') , M(A()-N(A&FA').&OP - M(5()-N(5&F5').&OPQ9 Dimana 4 A( 5( 9 4 D contoh selama 0 hari 4 D air pengencer (mengandung bibit) 4 faktor pengenceran A&FA'4 D contoh setelah inkubasi 1 hari 5&F5' 4 D air pengencer (mengandung bibit) setelah inkubasi 1 hari

-+

Prosedur analisa O&si#en Terlarut Dissol6ed O75#en8DO$


Den#an Titrasi (# Alat-alat a) 5otol oksigen &10-'00 cm' (botol 5 D) b) Alat-alat gelas seperti buret" pipet" gelas ukur" dll# &# >ereaksi-pereaksi a# Larutan standar *atrium tiosulfat 0"( * 4 &1 g *a&S& tanda garis# 0"0&1 * 4 larutkan &10 cm '0"( * natrium tio sulfat dengan akuades men/adi ( dm
' '

# 1 ?& larutkan dengan akuades lalu tambahkan ( g *a ?"

campurkan sampai homogen pada labu ukur ( dm '" kemudian tepatkan sampai

# >enetapan normalitas 4 &1 cm '!alium dikhromat 0"0&1 * (("&&1 g per dm '


2

larutan) ditambah A"1 cm' !7 &0 L dan (1 cm ' ?&S

2 *# !emudian dengan

cepat dititrasi dengan natrium tiosulfat# 7ndikator kan/i ditambahkan pada saat titrasi hamper berakhir# >erubahan warna dar biru tua hi/au muda# b# Larutan pereaksi alkali-iodida 4 Masukkan ke dalam labu ukur ( dm '100 g *a ? dan ('1 g *a7 atau (10 g !7" larutkan dengan akuades sampai (000 cm ' (simpan dalam botol gelap) ' c# Mangan (77) sulfat 4 &00 g MnS d# dalam (00 cm' air mendidih#
2

# ?& per dm' larutan

Amilum ( L 4 amilum dibuat pasta dengan sedikit air lalu tuangkan ke

e# Air pengencer# 4 >ipet masing-masing ( cm ' buffer fosfat" ( cm' Magnesium sulfat" ( cm' !alsium klorida" kedalam labu ukur ( dm '" lalu tepatkan dengan akuades sampai tanda batas# '# :ara ker/a a# *etralkan contoh men/adi R p? A dengan asam encer /ika contoh telalu basa dan dengan basa encer /ika contoh terlalu asam# Bntuk contoh yang mengadung khlorin" lakukan dekhlorinasi dengan larutan natrium tiosulfat" yakni dengan cara mentitrasi 10 cm' contoh menggunakan titran 0"0(&1 * *atrium tiosulfat dan indicator amilum# Dari titrasi ini dapat diperhitungkan /umlah tio yang terpakai untuk dekhlorinasi 10 cm ' contoh sehingga /umlah tersebut dapat dipakai sebagai patokan untuk contoh dengan /umlah yang lebih besar# b# )ambahkan & cm' Mangan (77) sulfat (&c) dan & cm 'pereaksi oksigen (&b) kedalam botol oksigen &10-'00 cm' yang berisi contoh# )utup dengan hatihati agar tidak ada gelembung" lalu dibolak-balik perlahan sampai pereaksi bercampur homogen# Setelah terbentuk endapan" buka tutup botol lalu tambahkan & cm' ?&S
2

pekat melalui leher botol sampai endapan larut#

c# >indahkan larutan kedalam Erlenmeyer 100 cm'# )itrasi dengan larutan standar *atrium tiosulfat 0"0&1 * (&a) dengan indikator kan/i# )itik akhir ditandai dengan perubahan warna biru tua men/adi biru muda# >erhitungan oksigen terlarut (mg A ) * 0"& . per dm') 4

&

, ((000.A)())(*.0"0&1)(0"&) dimana" , kapasitas %olum (cm')botol oksigen , %olum titran (cm') yang terpakai , normalitas titran , mg oksigen yang setara dengan ( cm' 0"00&1 * *atrium tiosulfat

PE4E4TUA4 !OD
Tujuan :

Mahasiswa akan dapat men/elaskan pengertian : D dari hasil percobaan Mahasiswa dapat melakukan praktikum : D dengan benar

Peralatan 5an# dibutuh&an : +eflu- apparatus yang terdiri dari 4 5otol erlemeyer &10 atau 100 ml Alat pemanas Alat kondensasi 5uret

Rea#en 5an# dibutuh&an : !&:r ?&S


2 A

0"&10 *
2

pekat yang berisi && gr Ag&S

untuk setip 2 liter ?&S

Larutan standar ferro ammonium sulfat 0"0( * Merkuri sulfat kristal (?gS
2

!ara Kerja A# 5ahan kimia (# larutan standar dikromat 0"& * )imbang (&"&1D gr !&:& sampai tepat tanda batas &# Asam sulfat yang mengandung Ag&S Ag&S #
2 2 A

# larutkan dengan aquades dalam labu ukur ( lt

larutkan (0"( gr. ( lt asam sulfat pekat# 5iarkan (-& hari untuk melarutkan
2

'# Merkuri sulfat kristal (?gS 2# larutan indikator feroin#

("2C gr (#(0 phenanthroline monohydrat dan 0"A0 besi(77) sulfat A hidrat (9eS ( 1# larutan standar ferroamonium sulfat 0"(0 *
2

#A?& ) dilarutkan dengan aquades dengan labu ukur (00 ml sampai

tanda batas#

larutkan 'D gr 9e(*?2)&(S

2 &

) #@?&

dengan aquades" tambahkan &0 ml

asam sulfat pekat" dinginkan dan tambahkan aquades sampai tepat ( lt# larutan ini harus distandarisasi setiap akan digunakan# @# larutan standar kalium hydrogen phthalate (!?>) ?aluskan dengan perlahan" lalu keringkan kalium hydrogen phthalate (?: !@?2: !) pada suhu (&0o: sampai berat konstan# Larutkan 2&1 mg dalam aquades dan encerkan sampai (000 ml# ( mg !?> setara dengan ("(A@ mg : D" sehingga larutan standar ini memiliki : D sebesar 100 mg. lt# larutan ini dapat stabil sampai ' bulan pada suhu 2 0:# 5# >rosedur >enetapan (# Standarisasi larutan ferro ammonium sulfat 0"( * (0 ml larutan standar kalium dikromat diencerkan dengan aquades sampai (00 ml# tambahkan '0 ml ?&S
2

dan dinginkan# )itrasi dengan larutan

ferroamonium sulfat dengan menggunakan indikatir ferroin" &-' tetes# >erubahan warna dari biru hi/au men/adi merah coklat#
ormalitas = ml # &Cr &O A x 0"&1 ml "e( ! 2)&( SO 2)&

&# Analisa : D a# )ambahkan 0"2 gr ?gS


2

ke dalam erlenmeyer '00 ml

b# )ambahkan &0 ml contoh air yang sudah diencerkan sedemikian sehingga mengandung kira-kira 10 gr.( : D# Larutkan hingga homogen# c# )ambahkan (0 ml larutan standar kalium dikromat dan tambahkan pula dengan hati-hati '0 ml asam sulfat pekat yang mengandung Ag&S
2

(ker/akan di lemari asam) campur dengan baik dan hati-hati

agar tidak ter/adi pemanasan setempat" karena kalau tidak larutan dapat menyembur keluar erlenmeyer dan dapat melemparkan pendingin#

&

d# )ambahkan &-' tetes indikator ferroin dan titrasi kelebihan dikromat dengan menggunakan larutan standar ferroamonium sulfat# >erubahan warna yang ter/adi dari biru hi/au men/adi merah coklat# e# Lakukan tahap-tahap yang sama untuk blanko" tetapi contoh diganti aquades# f# >erhitungan
( a b)( )(C000) -: mlcontoh

COD ( mg . l ) =

keterangan 4 a , ml 9e(*?2)&(S b , ml 9e(*?2)(S


2 & 2 &

) untuk blanko

) untuk contoh )

c , faktor pengenceran * , normalitas 9e(*?2)(S >erhitungan


$erhitungan = (000 A-5 Q * Q C,mg.l percontoh
2 &

keterangan4 A , ml ferro ammonium sulfat yang digunakan dalam titrasi blanko 5 , ml mol ammonium sulfat yang digunakan dalam titrasi contoh air * , *ormalitas ferro ammonium sulfat C , 5erat ekui%alen oksigen